Anda di halaman 1dari 6

IDENTIFIKASI SENYAWA GOLONGAN ANTRAKINON

a). Reaksi Warna


Uji Borntrager

Ekstrak 0,3 g + 10ml aquadest diaduk & disaring filtrate + 5ml toluene (ekstraksi 2 kali) lar. VB + ammonia dikocok larutan berwarna merah (menunjukkan adanya senyawa antrakinon

Uji Modifikasi Borntrager Ekstrak 0,3 g + 5 ml KOH 0,5 N dan 1 ml H2O2 (e). dipanaskan & disaring filtrat + 5ml toluena (ekstraksi 2 kali) + ammonia dikocok larutan berwarna merah (menunjukkan adanya senyawa antrakinon)

b). Kromatografi Lapis Tipis (KLT) Sampel ditotolkan pada plat KLT amati warna noda pada plat KLT.
0, 5

0.44 cm

Rf1 = Rf2 =

0.53 cm

8 cm

cm

Rf3 =
1, 5

= 0.74

Kuinon merupakan senyawa berwarna dan mempunyai kromofor dasar seperti pada benzokuinon yang terdiri atas dua gugus karbonil yang berkonjugasi dengan dua ikatan rangkap karbo-karbon. Untuk tujuan identifikasi kuinon dapat dipilih menjadi 4 kelompok yaitu benzokuinon, naftokuinon, antrakuinon dan kuinon isoprenoid. Golongan kuinon alam terbesar terdiri atas antrakuinon dan keluarga tumbuhan yang kaya akan senyawa jenis ini adalah Rubiaceae, Rhamnaceae, Polygonaceae. Uji Borntrager dan Borntrager termodifikasi digunakan untuk mendeteksi antrakuinon. Uji borntrager termodifikasi digunakan ketika uji borntrager tidak menunjukkan adanya perubahan warna, yaitu senyawa glikosida antrakinon yang sangat stabil atau turunan tereduksi atau turunan antranol.

Dari reaksi warna yang dilakukan baik reaksi Borntrager dan uji modifikasi Borntrager didapatkan hasil yang sama, yaitu larutan berwarna merah, yang menunjukkan bahwa ekstrak tanaman positif mengandung antrakinon. Pada identifikasi dengan kromatografi lapis tipis (KLT) memiliki masing-masing nilai Rf, = 0.44 cm, Rf, = 0.53 cm, Rf, = 0,74 cm, yang menunjukkan bahwa sampel positif mengandung senyawa antrakinon.