P. 1
Presentasi Demam Sistem Kedokteran Tropis

Presentasi Demam Sistem Kedokteran Tropis

|Views: 90|Likes:
Dipublikasikan oleh Fadhil Syamsir
Kedokteran Tropis Reguler Mei 2013
Kedokteran Tropis Reguler Mei 2013

More info:

Published by: Fadhil Syamsir on Jun 07, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/12/2014

pdf

text

original

Modul I : Demam

Sistem Kedokteran Tropis

Kelompok 5
• C111 10 010 • C111 10 114 • C111 10 133 • C111 10 151 • C111 10 169 • C111 10 255 DZULFADHIL SYAMSIR MELIA BUDI ASTUTI VINCENT THEDY WA ODE NURUL HAIRINA ANDI REGIAN DEWANGGA RUSLY MUHAMMAD KHAERUL MUQSITH

• C111 10 258
• C111 10 276 • C111 10 294 • C111 10 312 • C111 10 334

FIERNA DARMAWANTI HANAFI
DIAN FARADIBA A. MIFTAH KHAERATI DARMAWAN EKA SEPTIANI FRISKA MELIYATI DUMA

Skenario
Seorang laki-laki berumur 22 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan demam selama seminggu, selera makan berkurang dan disertai sakit kepala. Sepuluh hari yang lalu penderita baru datang dari Papua.

Kata Kunci
• Laki-laki • 22 tahun • Demam selama seminggu • Sakit kepala • Nafsu makan menurun • Dari Papua 10 hari lalu

Pertanyaan
1. 2. 3. 4. 5. Patomekanisme Gejala Differential Diagnosis Anamnesis dan Pemeriksaan Fisis Tambahan Pemeriksaan Penunjang dan penatalaksanaan Prognosis dan Komplikasi

Demam
Definisi : Peningkatan suhu tubuh diatas normal (37,2-37,5 °C) Jenis : a. Demam Remitten : Demam dimana suhu badan dapat turun, tetapi tidak pernah mencapai normal b. Demam Intermitten :Demam dimana suhu badan dapat turun ke tingkat normal selama beberapa jam dalam satu hari c. Demam Kontiniu : Demam dimana variasi suhu dalam sehari tidak lebih dari satu derajat d. Demam Septik : Demam dimana Suhu meningkat tinggi sekali pada malam hari dan turun kembali ke tingkat normal pada pagi hari.

Patomekanisme Gejala

Sekresi IL-3

Aktivasi sel mast

Sekresi PAF

Aktivasi faktor Pembekuan
Sintesis bradikinin

Sekresi IL-12

Aktivasi Sel Th

Sekresi Histamin

Peningkatan asam lambung

Toxin

Aktivasi makrofag

MUAL Sintesis Asam Arakhidonat

Merangsang serabut saraf di otak

Sekresi IL-1

Sintesis Prostaglandin E2

Set Point Tubuh

NYERI

DEMAM

Sumber : Sylvia A. Price: Patofisologi Konsep Klinis proses-proses penyakit

Differential Diagnosis

Malaria
Penyebab
Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, Plasmodium falciparum, Plasmodium Malariae.

Patomekanisme

Gejala Klinis
-Demam -Menggigil -Berkeringat -Anemia -Sakit kepala -Nafsu Makan menurun -Mialgia

Sumber : Dr. Ferdinand Laihad. Draft pedoman penanganan / penanggulangan malaria di daerah bencana

Dengue Fever
Penyebab Patomekanisme Gejala Klinis
demam -nyeri dibelakang orbital -nyeri sendi/otot -ruam -perdarahan (epistaksis, petechie)

Virus Dengue Vektor: Nyamuk Aedes aegypti betina

Sumber : Buku Ilmu Penyakit Dalam Jilid III dan www.CDC.gov/dengue/symptoms

Thypoid
Penyebab Patomekanisme Gejala Klinis Demam Sakit Kepala Nyeri perut Diare atau konstipasi Lemah Rash

Salmonella typhi Salmonella paratyphi

Sumber : mansjoer, 2000; Darmowandowo, 2006

Leptospirosis
Penyebab Patomekanisme Gejala Klinis Anikterik Leptospirosis 1. Flu like Symptom (demam, sakit kepala tiba-tiba, myalgia) & rash pada kulit 2. Fase Imum (Gejala menurun dapat terjadi meningitis) Ikterik Leptospirosis Ikterus, Gangg. Fx Ginjal, manifestasi pendarahan Sumber : Sandra G. Gompf, Medscape

Leptospira interrogans

Vektor : Anjing, tikus, kerbau, babi

Anamnesis dan Pemeriksaan Fisis Tambahan

DD Malaria

ANAMNESIS -Demam intemitten(>37,5°C) -Sakit kepala -Menggiigil -Keringat berlebihan GI: Anoreksia, sakit perut. -Mual muntah -Nyeri otot. -Riw. Bepergian ke daerah endemik malaria. Riw. Dekat dg kerabat yg mengalami gejala sama.

PEMFIS -Palpasi: Splenomegali, nyeri tekan

DBD

-Demam tinggi 2-7 hari -sakit kepala -menggigil GI: sakit perut, mual, muntah, diare, anoreksia. -Nyeri otot

-Inspeksi: peteki, ekimosis, purpura -Mata: perdarahan konjungtiva -Hidung: Epistaksis -Mulut: perdarahan gusi -spleen: splenomegali, nyeri tekan. -Tes Provokasi

DD

ANAMNESIS

PEMFIS

TYPOID

-Demam terus >7hari, meningkat pada sore-malam hari -sakit kepala -Menggigil GI: Mual, muntah ,kembung, diare. -tidak nafsu makan -Nyeri otot -Demam remitten -Sakit kepala -Nyeri retro orbital -Menggigil -GI: Mual, muntah, anoreksia. Nyeri otot -Riw. Kontak dengan hewan -Riw.kontak dengan air(banjir)

-Inspeksi: Flek merah muda atau rose spots(kadang) -Mulut: Lidah kotor -Palpasi hepar: hepatomegali -Palpasi Spleen: Splenomegali

LEPTOSPIROSIS

-Inspeksi:Makula, papul, eritematous, urtikaria -Mata: ikterus ringan -hepatomegali. Splenomegali. -nyeri tekan gastrocnemius

Sumber : http://www.scielo.br–Clinical Presentation of leptospirosis: a retrospective study of 201 patient in a metropolitan city of brazil
Jurnal: DIAGNOSIS CEPAT DEMAM BERDARAH DENGUE : Danny Wiradharma Bagian patologi Klinik Fakultas Kedokteran Trisakti

Pemeriksaan Penunjang & Penatalaksanaan

DD Malaria

Penunjang

Penatalaksanaan

1. Pemeriksaan Mikroskopik 1. Pengobatan ACT (Artemisinin Tetesan preparat darah tebal base Combination Therapy) (melihat parasit malaria) Co-Artem  kombinasi Tetesan darah tipis (idnt. Jenis artemeter (20mg) + plasmodium) lumefantrine (120mg) Artesunat + meflokuin 2. Tes Antigen  mendeteksi antigen dari P. falciparum 2. Pengobatan Non-ACT Klorokuin difosfat/sulfat 3. Tes Serologi  mendeteksi antibodi spesifik terhadap Sulfadoksin-Pirimetamin malaria Kina sulfat Primakuin 4. Pemeriksaan PCR  mendeteksi DNA spesifik plasmodium 3. Pengobatan Kombinasi Non-ACT kombinasi klorokuin + sulfadoksin-Pirimetamin kombinasi klorokuin + doksisiklin/tetrasiklin

DD Demam Berdarah Dengue

Penunjang 1. Darah Rutin Leukosit : mulai hari ke-3 dutemui limfositosi relatif (>45% dari total leukosit) Trombosit : <100.000/ul Hematokrit : peningkatan hematokrit ≥ 20% dari hematokrit awal pada hari ke3 demam 2. Imunoserologi : ELISA (capture method) 1. Anti-dengue IgM - Infeksi Primer, akut 7-10 hari 2. IgG (post/kronik) - Infeksi sekunder, sesudahnya

Penatalaksanaan Prinsip utama  terapi suportif Pemeliharaan volume cairan sirkulasi Asupan cairan harus tetap dijaga, terutama cairan oral Suplemen cairan melalui intravena  mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi Transfusi platelet jika jumlah platelet menurun drastis

DD Tifoid

Penunjang 1. Pemeriksaan darah rutin 1. Leukositosis, trombositopenia, laju endap darah meningkat, SGOT dan SGPT meningkat 2. 2. Uji Widal  mendeteksi aglutinin dalam serum penderita 3. tersangka demam tifoid 3. Uji Tubex  mendeteksi antibodi anti-S.typhi O9 pada serum pasien 4. Uji Typhidot  mendeteksi antibodi IgM dan IgG pada protein membran luar S.typhi 5. Uji IgM Dipstick  mendeteksi antibodi IgM spesifik terhadap S.typhi pada spesimen serum/whole blood 6. Kultur Darah

Penatalaksanaan Istirahat dan perawatan  mencegah komplikasi dan mempercepat penyembuhan Diet dan terapi penunjang (simtomatik dan suportif) Pemberian antimikroba Kloramfenikol 4 X 500 mg per hari sampai 7 hari bebas panas Tiamfenikol 4 X 500 mg per hari Kotrimoksazol Ampicilin dan amoksisilin Sesalosporin generasi ketiga Gol. Fluorokuinolon (ofloksasin, siprofloksasin, dsb) Azitromisin

DD Leptospirosis 1.

Penunjang Pemeriksaan darah rutin  leukositosis, neutrofilia dan laju endap darah yang meninggi Kultur Serologi  mendeteksi adanya leptospira dengan cepat yaitu dengan pemeriksaan PCR, silver stain atau mikroskop lapangan gelap

Penatalaksanaan 1. Leptospirosis ringan Doksisiklin : 2 X 100 mg Ampisilin : 4 X 500-750 mg Amoksisilin : 4 x 500 mg 2. Leptospirosis sedang/berat Penisilin G : 1,5 juta unit / 6 jam (IV) Ampisilin : 1 gram / 6 jam (IV) Amoksisilin : 1 gram / 6 jam (IV) 3. Kemoprofilaksis Doksisiklin : 200 mg / minggu

2. 3.

Prognosis dan Komplikasi

Prognosis
Malaria Umumnya Baik jika cepat ditangani

Komplikasi
Kegagalan fungsi organ ( hati dan ginjal)

Demam Berdarah Dengue

Baik

Perdarahan spontan dan masif Emfisema paru

Demam Tifoid

Baik

Gastrointestinal perforation Meningitis hepatitis Meningitis aseptik Vaskulitis Endokarditis

Leptospirosis

Baik

Sumber : Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam , N Engl J Med, Vol. 347, No. 22 · November 28, 2002 · www.nejm.org

Terima Kasih

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->