Anda di halaman 1dari 4

Keistimewaan Gerakan Shalat Berdiri dalam Shalat

Kliping dari Face Book Armend Duri Keistimewaan Gerakan Shalat Berdiri dalam Shalat Kita diperintahkan untuk berdiri tegak, simetris antara belahan tubuh kanan dan kiri. Beberapa unsur medis yang perlu dibahas adalah: Titik tumpu berat badan. Berat badan menumpu ditelapak kaki, dibagi di kedua kaki kanan-kiri sama berat. Ditelapak kaki terdapat titik-titik refleksi/akupuntur yang sangat penting untuk menstrimulasi organ-organ dalam tubuh orang yang shalat. Cara menumpu yang demikian juga akan membuat postur tubuh kita lurus, serasi da tegap. Jari-jari menghadap ke arah kiblat. Dengan menghindari kaki yang merapat dan membentuk sudut 45 derajat, serta mengusahakan agar mata kaki terekspose keluar (tumit lebih diregang keluar). Maka, otomatis kaki mengarah searah dengan kita menghadap, tidak serong menyamping keluar. Dengan demikian, jari-jari pun akan mengarah ke kiblat. Efek lain dari berdiri tegak yang juga dapat dipertimbangkan adalah tumpuan berat badan yang merata akan membuat kompaksitas susunan tulang-tulang penyangga tubuh menjadi rata. Hal ini bermanfaat terhadap penurunan resiko terjadinya patah tulang yang sering begitu mudah terjadi meski hanya dengan terpeleset di kamar mandi, turun tangga, dll. Dalam ilmu orthopedi (bedah tulang) terdapat teori trabekulasi tulang. Berat tubuh yang menumpu ditungkai akan diproyeksikan dan di distribusikan di sepanjang tungkai. Jalur distribusi itu membuat tulang lebih padat, sementara bagian yang berada di luar jalur lebih tipis matriksnya. Allah SWT mengingatkan kita didalam firmanNya: Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.[1] Salah satu bentuk kemalsan itu adalah kaki kanan menopang hampir seluruh berat tubuh, sementara kaki kiri seakan-akan istirahat dari tugas menopang berat badan, atau sebaliknya, apabila kita memperhatikan orang yang demikian, dia akan tampak lesu dan tidak bersemangat. Gerakan Takbiratul Ihram Gerakan memulai shalat dengan mengangkat tangan sedemikian sehingga telapak menghadap kiblat disamping kanan kiri bahu atau wajah kita. Beberapa hal yang penting dibahas dari sisi medis adalah: Kata ALLAHU AKBAR. Harian Arab Saudi Al-Watan melaporkan bahwa profesor Vander Hoven menyimpulkan, mereka orang muslim yang membaca Al-Quran dengan teratur dapat mencegah penyakitpenyakit psikologis. Lebih lanjut profesor itu menjelaskan, bagaimana setiap huruf dari kata ALLAH itu mempengaruhi penyembuhan psikologis. Ternyata mengucapkan kata ini, tidak pernah dijumpai pada bahasa-bahasa lain di dunia. Secara fisiologis, pengucapan huruf pertama, yakni A melapangkan sistem pernafasan, berfungsi mengontrol gerak nafas. Kemudian saat mengucapkan konsonan L menurut ca ra orang Arab dengan lidah tertarik ke langit-langit dan sedikit tergelincir dibagian rahang atas, sejenak tertahan sebelum kemudian mengucapkan bunyi LOH membentuk ruang tertentu di rongga mulut. Jeda yang pendek dan kemudian disusul dengan jeda yang sama secara berurutan ini menimbulkan pengaruh yang nyata terhadap relaksasi pernafasan. Juga, pengucapan huruf terakhir, yakni H membuat kontak antara paru-paru dan jantung dan pada gilirannya kontak ini dapat mengontrol denyut jantung. Rongga dada melebar. Pada saat gerakan takbir, bahu terangkat sedikit, tulang-tulang rusuk ikut terangkat

menimbulkan kelebaran rongga dada. Akibatnya, tekanan udara di dalam rongga mengecil dan memudahkan udara nafas masuk dengan cepat. Melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Selain itu menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas. Sekat rongga badan (diafragma) terlatih. Berpengaruh terhadap fungsi-fungsi fisiologis lainnya, karena pasti di otak terjadi asosiasi dan sinkronisasi pusat. Pusat pengaturan gerak dan kerja organ-organ dalam. Ketiak dibuka. Ketiak adalah stasiun regional utama bagi peredaran limfe (getah bening) yang merupakan kumpulan dari keseluruhan anggota gerak bagian atas (tangan, lengan bawah, lengan atas, dan bahu). Gerakan ini adalah gerakan active pumping yang sangat bermanfaat. Rukuk Rukuk adalah membungkukkan badan sedemikian sehingga punggung, leher, dan kepala menjadi posisi horizontal. Posisi kaki masih tetap seperti saat berdiri pada awalnya. Pada saat rukuk sempurna, tulang belakang menjadi relatif lurus. Ada dua hal penting yang perlu diperhatikan Posisi horizontal. Posisi ini memungkinkan berat badan bergeser ke depan dan tubuh seakan-akan ingin terperosok ke depan. Dengan posisi demikian, kompresi antar ruas-ruas tulang belakang dapat dikurangi. Kedua lengan menyangga, tangan memegang di lutut. Penyanggan ini lebih mendorong lagi ke depan ruasruas tulang belakang sehingga kompresi bukan hanya di kurangi akan tetapi bahkan terjadi gerakan anti kompresi alias peregangan. Sujud Sujud adalah bentuk ketundukan tertinggi seorang hamba di hadapan Tuhannya. Sujud adalah satu-satunya posisi dimana otak bisa lebih rendah dari jantung, yang mudah dikerjakan tanpa harus menjungkirbalikan tubuh. Gerakan sujud merupakan urutan-urutan dari gerakan-gerakan: Tubuh merendah dengan menekukkan badan dan lutut. Telapak tangan mencapai lantai. Di susul lutut mencapai lantai, jari-jari kaki tertekuk, telapak kaki berdiri tegak. Tangan di lantai menggeser maju ke depan. Muka tersungkur menyentuh lantai pada jidat dan hidung. Pantat di angkat, paha pada posisi tegak lurus. Kedua telapak kaki dirapatkan, dengan tetap berdiri tegak dan jari-jari menekuk sehingga tetap mengarah ke kiblat. Pengaruh sujud terhadap peredaran darah di otak juga dapat dipahami. Elastisitas pembuluh darah merupakan faktor terpenting yang dapat mempertahankan tekanan darah. Debit darah yang naik karena posisi jantung lebih tinggi dari otak ini merupakan latihan otak menambah elastisitas pembuluh darah, pada gilirannya gerakan sujud bisa merupakan gerakan anti-stroke. Stroke terjadi bila terdapat pembuluh darah di otak tersumbat atau pecah, sehingga sebagian otak mengalami gangguan, tampak sebagai keadaan lumpuh sepauh badan. Adapun pengaruh posisi rukuk dan sujud ini terhadap organ-organ dalam adalah memperkuat ikatan penggantung organ ke dinding rongga tempat organ itu berada. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan

tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi). Duduk dalam Shalat Al-Qaadah atau Julus adalah posisi duduk dalam shalat yang sangat unik. Posisi tersebut dapat menghentikan aliran pembuluh darah utama di tungkai, sehingga menambah debit aliran darah ke otak dan organ dalam lainnya. Pada waktu yang sama mengembangkan sirkulasi melalui pembuluh kolateral di kaki. Saat gerakan duduk mencapai tekukan sudut lutut 60 derajat, saturasi menurun sampai 93% dan akhirnya denyut nadi hilang, saturasi tidak terdeteksi lagi. Pada saat itu, aliran darah utama berhenti total. Debit darah ke otak dan organ penting bertambah, metabolisme meningkat, bekerja dengan konsentrasi pikiran tinggi dapat bertahan lebih lama. Secara simultan, pada tungkai akan mengembang sistem sirkulasi kolateral yang sangat efektif, pembuluh darah menjadi lebih elastis, bahkan dapat mencegah komplikasi sumbatan arteri, vena, dan komplikasi penyakit diabetes berupa pembusukan kaki akibat gangguan pembuluh darah. Duduk dengan jari-jari kaki menekuk juga merupakan relaksasi maksimal dari kelompok otot-otot di betis. Saat duduk seperti ini otot-otot tersebut diregangkan maksimal sehingga terjadi pemulihan dan bebas dari timbunan asam laktat penyebab nyeri dan kelelahan. Dengan duduk ini pula seluruh persendian di tungkai, kaki, dan jari-jari menjadi aktif, lentur dan bebas pengapuran serta kekakukan. Efek lebih lanjut tentu lebih kuat dan tahan terhadap taruma fisik dan mekanik. Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum. Gerakan Salam Salam adalah perbuatan yang terakhir dalam shalat. Salam diucapkan dua kali, disertai dengan gerakan menoleh ke kanan dan ke kiri sehingga pipi dapat dilihat oleh orang yang berada di belakangnya. Salam pertama termasuk rukun shalat, sedang yang kedua hukumnya sunah. Gerakan salam cukup bermakna melatih kelenturan leher. Penjepitan saraf disigmen ini cukup sering terjadi. Gerakan salam memperkuat otot-otot dan seluruh struktur leher berikut fungsi refleks-refleksnya.