Anda di halaman 1dari 44

TRAUMA ABDOMEN

Pengertian.
Trauma

yang terjadi pada daerah abdomen yang meliputi thoraxs, retroperitoneal, pelvis dan organ peritoneal.

The

key to saving lives in abdominal trauma is NOT to make an accurate diagnosis, but rather to recognize that there is an abdominal injury

Introduksi

SERING MERUPAKAN BAGIAN DARI MULTI TRAUMA TEMPATKAN PADA KECURIGAAN YANG

TINGGI WALAU ABDOMEN TAK ADA JEJAS.


PENYEBAB UTAMA PREVENTABLE DEATH

20 % TAK DAPAT DIKENAL PADA


PEMERIKSAAN AWAL

2 HAL PENTING AKIBAT TRAUMA,YAITU:

PERDARAHAN ORGAN PADAT (liver, limpa, dan

pankreas )

PERFORASI ORGAN BERONGGA

ANATOMI ABDOMEN

PRINSIP HARUS MENGETAHUI PEMBAGIAN : UPPER LOWER RETRO DAN INTRA PERITONEAL

JEJAS PADA KULIT ABDOMEN DAPAT MEMPERKIRAKAN KERUSAKAN

DIDALAMNYA

Anatomy of the Abdomen

Keterangan : 1. Glandula thyroid 2. Lobus superior pulmonis dextra 3. Lobus medius pulmolis dextra 4. Cor (jantung) 5. Diafragma 6. Lig teres hepatis 7. Colon tranversum 8. Caecum 9. Intestium teneu (ileum) 10.Thymus 11.Lobus Superior pulmonis sinistra. 12.Lobus inferior pulmonis sinistra. 13.Pericardium 14.Hepar 15.Gaster 16.Omentum majus 17.Intestinum teneu (jejunun) 18.Colon sigmoid.

Rongga abdomen dibatasi oleh :


Atas Bawah

Depan
Lateral Belakang

: diafragma : pelvis : dinding depan abdomen : dinding lateral abdomen : dinding belakang abdomen serta tulang belakang

Rongga peritonium : usus halus, usus besar. Rongga pelvis : rectum, kandung kemih, vena illiaca. Rongga retroperitonium : aorta abdominal, vena cava inferior, duodenum, pankreas, ginjal, uretra, colon asenden dan desenden. Upper abdomen (thoracoabdominal area: diafragma, liver, limpa, lambung, kolon tranveral.

Jenis trauma
Tembus Tumpul,

Trauma tumpul :
Thoraxs

25% penderita multiple

trauma. Hepar (40-55%) Limpa (35-45%)

Cedera yang terjd pd trauma tumpul


Ruptur

aorta Ruptur limpa Rupture atau laserasi hepar Robekan diafragma Fraktur pelvis Robekan usus Ruptur bladder

Penyebab trauma tumpul


Motor

vehicle accidents Auto vs. pedestrian Falls Blast injuries

Tanda & gejala trauma tumpul


Nyeri

abdomen Distensi Discoloration of abdomen or flank Unexplained shock

Trauma tumpul abdomen

Flank ecchymosis from internal bleeding

Trauma tembus :
Luka

Tusuk : Hepar (40%), usus halus (30%), diafragma (20%), colon (14%). Luka tembak : Usus halus (50%), colon (40%), liver (30%), ruptur vaskuler abdominal (25%).

Penyebab trauma tembus


Gunshot

wounds Stab wounds Shrapnel wounds Impalements

Tanda & gejala trauma tembus


Abdominal

pain

Bleeding
Impaled

object Evisceration Shock

Komplikasi Trauma Abdomen:


Perdarahan

intra abdomen. Perforasi dan peritonitis.

Gejala dan tanda :

Pecahnya organ solid.


Hepar atau lien yang pecah perdarahan. Penderita tampak pucat, perdarahan >> gejala shock hemoragik. Nyeri abdomen, ringan berat. Auskultasi bising usus menurun. Nyeri tekan dan terkadang nyeri lepas dan defans muskular(kekakukuan otot)

Pecahnya
Pecahnya

organ berlumen.

gaster, usus halus atau kolon peritonitis. Keluhan nyeri seluruh abdomen. Bising usus menurun. Palpasi ada defans muskular, nyeri tekan dan nyeri lepas. Pada perkusi didapati nyeri ketok.

Pengkajian :
Primary

survey (ABCDE). Secondary survey. Pemeriksaan keadaan umum. Riwayat kesehatan. Head to toe terfokus kepada abdomen.

Inspeksi :

Ekimosis umbilikal perdarahan peritonial. Ekhimosis flank perdarahan organ retroperitoneal. Ekhimosis perineum, scrotum atau labia fraktur pelvis. Luka tembus disertai keluarnya isi abdomen (usus). Simetris atau tidak pelvis, adakah jejas / tdk di pelvis.

Palpasi :
Nyeri pada kuadran kiri atas menyebar ke arah shoulder trauma limpa atau diafragma. Distensi abdomen. Nyeri lokal abdomen. Nyeri abdomen berat, tegang, spasm otot proses inflamasi peritonitis Tekan dengan hati-hati ada tidak krepitasi pada pelvis.

Auskultasi :
Dengarkan

usus semua kwadran. Bising usus menurun atau hilang kemungkinan perdarahan atau perforasi pada intra abdomen.

Perkusi :
Didapatkan

dullnes pada kwadran kiri atas mengindikasikan hematoma pada limpa.

Pemeriksaan penunjang :
Laboratorium

: DL, fungsi ginjal, elektrolit, urinalisa. Foto polos abdomen. USG CT Scan Abdomen.

UPAYA KHUSUS DETEKSI PERDARAHAN SECARA DINI


MENGHINDARI KETERLAMBATAN
MENGHINDARI OBSERVASI DENGAN CARA

DIAGNOSTIC PERITONEAL LAVAGE (DPL) USG FOCUSED ABDOMINAL SONOGRAPHY ON TRAUMA (FAST) CT SCAN

PERDARAHAN ORGAN PADAT INTRA ABDOMINAL

TIDAK SELALU MEMERLUKAN


PEMBEDAHAN

TERGANTUNG STABILITAS PENDERITA


DAN OBSERVASI INTENSIF

90 % BERHASIL

Tindakan keperawatan :
Selesaikan masalah ABC. Ada tanda-tanda shock hipovolemik lakukan manajemen sirkulasi : pasang IV 2 jalur dgn cairan kristaloid, cateter jika tak ada kontra indikasi (ruptur uretra), pantau urine output. Pasang NGT untuk decompresi. Observasi tanda tanda vital tiap jam.

Evaluasi respon tindakan. Istirahatkan pasien (bedrest). Fiksasi pelvis pada fraktur pelvis. Observasi tanda-tanda inflamasi peritoneum (peritonitis) Lapor dr. PJ. Benda asing tertancap, jangan dicabut ttp pasang bantalan kasa yang cukup tebal selanjutnya pasien diapkan untuk operasi. Usus keluar, jangan dimasukkan ttp tutup kasa steril yang dibasahi NaCl 0,9% atau aluminium foil pertahankan kelembaban. Jika shock berlanjut hub Dr. PJ

Masalah keperawatan.

Gangguan volume cairan.


Pasang

IV line 2 jalur dengan cairan kristaloid. Pasang cateter bila tidak ada kontra indikasi. Monitoring intake dan out put. Observasi tanda-tanda vital tiap jam. Kolaborasi persiapan operasi bila shock berulang