Anda di halaman 1dari 195

PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR : 04 TAHUN 2009 TENTANG TATA NASKAH DINAS KOMISI PEMILIHAN UMUM

KOMISI PEMILIHAN UMUM, Menimbang : a. bahwa ketentuan Pasal 22 E Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan bahwa Komisi Pemilihan Umum adalah Penyelenggara Pemilihan Umum yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri; b. bahwa ketentuan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum menyatakan bahwa Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota bersifat hirarkis; c. bahwa dalam menjalankan tugas, wewenang, dan kewajiban, Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota dibantu oleh Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota; d. bahwa ketentuan Pasal 8 ayat (4) huruf e, Pasal 9 ayat (4) huruf f, dan Pasal 10 ayat (4) huruf f Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum menyatakan antara lain bahwa Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota berkewajiban memelihara arsip dan dokumen pemilihan umum; e. bahwa ketentuan Pasal 67 ayat (2) dan ayat (3), Pasal 68 ayat (2) dan ayat (3), dan Pasal 69 ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum menyatakan bahwa Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota berwenang memberikan layanan administrasi, ketatausahaan, dan kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta berkewajiban memelihara arsip dan dokumen pemilihan umum; f. bahwa berdasarkan hal-hal tersebut pada huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, dan huruf e serta untuk melaksanakan tertib administrasi dan penyeragaman sistim administrasi perkantoran dalam rangka mendukung penyelenggaraan fungsi administrasi kesekretariatan Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, perlu ditetapkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum tentang Tata Naskah Dinas Komisi Pemilihan Umum;

Mengingat

: 1.

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4633); Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4721); Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4836); Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 1951 tentang Lambang Negara (Lembaran Negara Tahun 1951 Nomor 111, Tambahan Lembaran Negara Nomor 176); Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1958 tentang Penggunaan Lambang Negara (Lembaran Negara Tahun 1958 Nomor 1971, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1636); Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 1976 tentang Jadual Retensi Arsip (Lembaran Negara Tahun 1976 Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3151); Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 05 Tahun 2008 tentang Tata Kerja Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota sebagaimana diubah dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 21 Tahun 2008 dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 37 Tahun 2008; Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 06 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota sebagaimana diubah dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 22 Tahun 2008;

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan Dinas;

Memperhatikan

: Hasil Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum tanggal 2 Pebruari 2009

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM TENTANG TATA NASKAH DINAS KOMISI PEMILIHAN UMUM.

Pasal 1 Tata Naskah Dinas Komisi Pemilihan Umum merupakan dasar bagi Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota dalam melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban sebagai penyelenggara pemilihan umum. Pasal 2 Penyelenggara Pemilihan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, adalah lembaga yang menyelenggarakan Pemilu untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Presiden dan Wakil Presiden, serta Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara langsung oleh rakyat. Pasal 3 Tata Naskah Dinas Komisi Pemilihan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 2, berlaku bagi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN), dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)/ Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) dalam melaksanakan tugas wewenang dan kewajiban Komisi Pemilihan Umum. Pasal 4 Tata Naskah Dinas Komisi Pemilihan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 merupakan pendukung fungsi administrasi kesekretariatan bagi penyelenggara pemilihan umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan Bagian Kesembilan Paragraf 2 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum. Pasal 5 Tata Naskah Dinas Komisi Pemilihan Umum sebagaimana dimaksud dalam Peraturan ini, wajib ditaati dan dilaksanakan oleh penyelenggara pemilihan umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dan Pasal 3 termasuk Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, Sekretariat PPK dan Sekretariat PPLN. Pasal 6 Dalam Tata Naskah Dinas Komisi Pemilihan Umum sebagaimana dimaksud dalam Peraturan ini, termasuk mengatur berkenaan dengan hal-hal yang berkaitan dengan tata kearsipan Komisi Pemilihan Umum. Pasal 7 Hal-hal berkenaan dengan tata naskah dinas Komisi Pemilihan Umum untuk Provinsi Aceh dan Kabupaten/Kota di wilayah Komisi Pemilihan Umum Provinsi Aceh, disesuaikan dengan nomenklatur sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Pasal 8 Uraian tentang tata naskah dinas Komisi Pemilihan Umum sebagaimana dimaksud dalam Peraturan ini, adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan ini, dan merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan ini. Pasal 9 Dengan berlakunya Peraturan ini, Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 631 Tahun 2003 tentang Tata Naskah Dinas Komisi Pemilihan Umum, dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 10 Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal

KETUA,

Ttd

Prof. Dr. H.A. HAFIZ ANSHARY AZ, MA

Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT JENDERAL KPU Kepala Biro Hukum

W.S Santoso

Lampiran Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor : Tanggal :

BAB I PENDAHULUAN A. Umum Ketentuan Pasal 5 dan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum menyatakan bahwa Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota dalam melaksanakan tugas, wewenang dan kewajibannya dibantu oleh Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota. Ketentuan Pasal 67 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum menyatakan bahwa Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum bertugas membantu penyusunan program dan anggaran Pemilu; memberikan dukungan teknis administratif; membantu pelaksanaan tugas Komisi Pemilihan Umum dalam menyelenggarakan Pemilu; membantu perumusan dan penyusunan rancangan peraturan dan keputusan Komisi Pemilihan Umum; memberikan bantuan hukum dan memfasilitasi penyelesaian sengketa Pemilu; membantu penyusunan laporan penyelenggaraan kegiatan dan pertanggungjawaban Komisi Pemilihan Umum; dan membantu pelaksanaan tugas-tugas lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dalam melaksanakan tugas Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum berwenang mengadakan dan mendistribusikan perlengkapan penyelenggaraan pemilu berdasarkan norma, standar, prosedur, dan kebutuhan yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum; mengadakan perlengkapan penyelenggaraan Pemilu sesuai dengan peraturan perundang-undangan; mengangkat tenaga pakar/ahli berdasarkan kebutuhan atas persetujuan Komisi Pemilihan Umum; dan memberikan layanan administrasi, ketatausahaan, dan kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta berkewajiban menyusun laporan pertanggungjawaban keuangan; memelihara arsip dan dokumen pemilu; dan mengelola barang inventaris Komisi Pemilihan Umum. Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum bertanggungjawab dalam hal administrasi keuangan serta pengadaan barang dan jasa berdasarkan peraturan perundang-undangan. Ketentuan Pasal 68 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi bertugas membantu penyusunan program dan anggaran Pemilu; memberikan dukungan teknis administratif; membantu pelaksanaan tugas Komisi Pemilihan Umum Provinsi dalam menyelenggarakan Pemilu; membantu pendistribusian perlengkapan penyelenggaraan Pemilu anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden; membantu perumusan dan penyusunan rancangan keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi; memfasilitasi penyelesaian masalah dan sengketa Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah provinsi; membantu penyusunan laporan penyelenggaraan kegiatan dan pertanggungjawaban Komisi Pemilihan Umum Provinsi; dan membantu pelaksanaan tugas-tugas lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dalam melaksanakan tugas Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi berwenang mengadakan dan mendistribusikan perlengkapan penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah berdasarkan norma, standar, prosedur dan kebutuhan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum ; dan mengadakan perlengkapan penyelenggaraan Pemilu sesuai dengan peraturan perundang - undangan; memberikan

layanan administrasi, ketatausahaan, dan kepegawaian sesuai dengan peraturan perundangundangan; serta berkewajiban menyusun laporan pertanggungjawaban keuangan; memelihara arsip dan dokumen Pemilu; dan mengelola barang inventaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi. Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi bertanggungjawab dalam hal administrasi keuangan serta pengadaan barang dan jasa berdasarkan peraturan perundang-undangan. Ketentuan Pasal 69 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota bertugas membantu penyusunan program dan anggaran Pemilu; memberikan dukungan teknis administratif; membantu pelaksanaan tugas Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota dalam menyelenggarakan Pemilu; membantu pendistribusian perlengkapan penyelenggaraan Pemilu anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi; membantu perumusan dan penyusunan rancangan keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota; memfasilitasi penyelesaian masalah dan sengketa Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota; membantu penyusunan laporan penyelenggaraan kegiatan dan pertanggungjawaban Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota; dan membantu pelaksanaan tugas-tugas lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dalam melaksanakan tugas Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota berwenang mengadakan dan mendistribusikan perlengkapan penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota berdasarkan norma, standar, prosedur dan kebutuhan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum ; dan mengadakan perlengkapan penyelenggaraan Pemilu sesuai dengan peraturan perundang-undangan; memberikan layanan administrasi, ketatausahaan, dan kepegawaian sesuai dengan peraturan perundangundangan; Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota berkewajiban menyusun laporan pertanggungjawaban keuangan; memelihara arsip dan dokumen Pemilu; dan mengelola barang inventaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota. Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota bertanggungjawab dalam hal administrasi keuangan serta pengadaan barang dan jasa berdasarkan peraturan perundang-undangan. Untuk menunjang pelaksanaan tugas kewenangan dan kewajiban tersebut, perlu pengaturan penyeragaman sistem administrasi, sehingga terdapat suatu kepastian hukum. Berkenaan dengan hal tersebut, tata naskah dinas Komisi Pemilihan Umum diperlukan untuk mengatur Komunikasi kedinasan dalam mendukung penyelenggaraan fungsi administrasi kesekretariatan Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, serta kesekretariatan PPK dan PPLN. Tata naskah dinas Komisi Pemilihan Umum, antara lain berperan mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi, menyediakan informasi bagi pimpinan dalam pengambilan keputusan dan atau tindakan yang cepat dan tepat, serta membantu kelancaran kegiatan organisasi Komisi Pemilihan Umum. Selain mempunyai peran tersebut, tata naskah dinas Komisi Pemilihan Umum mempunyai ciri-ciri, yaitu sifat memberi dukungan guna memudahkan pekerjaan lain sehingga dapat terlaksana sebagaimana mestinya serta mencakup seluruh bagian organisasi dan diperlukan pada setiap satuan kerja serta dilaksanakan di seluruh bagian organisasi tanpa memandang tugas pokoknya.

B. Maksud dan Tujuan 1. Maksud Tata naskah dinas Komisi Pemilihan Umum adalah sebagai dasar dalam melaksanakan kegiatan komunikasi kedinasaan di lingkungan Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota serta PPK dan PPLN. 2. Tujuan Tata naskah dinas Komisi Pemilihan Umum bertujuan : a. memperoleh keseragaman dalam penyelenggaraan administrasi pemilihan umum; b. mewujudkan tata kearsipan yang berdaya guna dan berhasil guna; c. menunjang kelancaran komunikasi kedinasan dan kemudahan dalam pengendalian pelaksanaannya; d. meningkatkan daya guna dan hasil guna secara berkelanjutan dalam penyelenggaraan tugas, wewenang dan kewajiban Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/ Kota serta PPK dan PPLN. C. Asas Tata naskah dinas Komisi Pemilihan Umum berpedoman kepada asas : 1. Asas Keamanan Pada dasarnya semua naskah dinas bersifat tertutup, sehingga kerahasiaan isinya harus tetap dijaga. Oleh karena itu, para pejabat dan petugas yang terkait dengan tata naskah dinas tidak dibenarkan memberikan informasi kepada yang tidak berkepentingan, baik secara tertulis maupun secara lisan. Asas Pembakuan Naskah dinas wajib dibuat atau disusun menurut tata naskah dinas yang telah ditetapkan. Asas Pertanggungjawaban Secara administrasi, naskah dinas hendaknya dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi isi, format maupun prosedurnya. Pada hakekatnya asas ini mendasari pemikiran bahwa diikutinya kaidah tata naskah dinas terkait dengan fungsi dan kewenangan pejabat yang menandatangani naskah dinas tersebut sesuai dengan ketentuan yang bcrlaku. Asas Kecepatan Untuk mendukung kelancaraan penyelenggaraan tugas dan fungsi satuan kerja dan atau satuan organisasi, semua kegiatan naskah dinas harus dapat diselesaikan secara terkendali. Penegasan tentang tingkat pengendalian pemprosesan naskah dinas dinyatakan secara tertulis saat penyampaian. Asas Ketepatan Tugas dan fungsi satuan kerja dan atau satuan organisasi, dalam proses penyaluran naskah dinas harus tepat dan terkendali, agar ada penyelesaian tindak lanjut. Asas Keterkaitan Tata naskah dinas sebagai bagian dari administrasi dan mempunyai keterkaitan dengan administrasi kearsipan. Dengan demikian seluruh kegiatan tata naskah dinas merupakan bagian integral dari tatalaksana administrasi dan tatalaksana kearsipan.

2.

3.

4.

5.

6.

D. Pengertian Umum 1. Tata naskah dinas Komisi Pemilihan Umum yang ditetapkan dalam Peraturan ini, adalah dalam bentuk pengaturan yang digunakan sebagai petunjuk dan atau pedoman dalam melaksanakan tugas-tugas administrasi kesekretariatan Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota serta PPK dan PPLN. Naskah dinas adalah pernyataan tertulis dalam segala corak dan bentuk yang digunakan sebagai sarana komunikasi untuk menyampaikan informasi kedinasan dari pihak yang satu kepada pihak lain secara intern maupun ekstern, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tata naskah dinas adalah ketentuan-ketentuan yang berlaku dan mengatur serta menetapkan bentuk, sifat dan prosedur tetap serta menjadi dasar dalam komunikasi kedinasan tertulis.

2.

3.

E. Ruang Lingkup Tata Naskah Dinas Komisi Pemilihan Umum mengatur ruang lingkup komunikasi kedinasan, meliputi sarana komunikasi perkantoran, dengan susunan sistimatika: BAB I Bab II BAB III : PENDAHULUAN : SUSUNAN DAN BENTUK NASKAH DINAS : KOP NASKAH DINAS, STEMPEL DINAS, SAMPUL SURAT, MAP DAN PAPAN NAMA. BAB IV : KEWENANGAN DAN PELIMPAHAN WEWENANG DALAM

PENANDATANGANAN NASKAH DINAS BAB V : PROSEDUR ADMINISTRASI NASKAH DINAS KOMISI PEMILIHAN UMUM BAB VI : PENUTUP

BAB II SUSUNAN DAN BENTUK NASKAH DINAS


Naskah dinas sebagai sarana komunikasi kedinasan terdiri dari berbagai bentuk dan susunan sesuai dengan kriteria dari naskah dinas tersebut, yaitu naskah dinas dalam susunan dan bentuk peraturan perundang-undangan dan dalam susunan dan bentuk surat. A. Naskah Dinas dalam susunan dan bentuk Peraturan Perundang-undangan, terdiri dari : 1. Peraturan Komisi Pemilihan Umum; 2. Keputusan Komisi Pemilihan Umum; 3. Keputusan Bersama; 4. Keputusan Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum; 5. Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Keputusan Komisi Independen Pemilihan Provinsi Aceh; 6. Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota/ Keputusan Komisi Independen Pemilihan Kabupaten/Kota (di wilayah provinsi Aceh); 7. Keputusan Panitia Pemilihan Kecamatan; 8. Keputusan Panitia Pemungutan Suara; 9. Keputusan Panitia Pemilihan Luar Negeri. 10. Keputusan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara 11. Keputusan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri. Naskah Dinas dalam susunan dan bentuk surat adalah : 1. Surat Edaran; 2. Surat Biasa; 3. Surat Keterangan; 4. Surat Perintah; 5. Perjanjian; 6. Surat Kuasa; 7. Surat Ijin; 8. Undangan; 9. Surat Panggilan; 10. Nota Dinas; 11. Pengumuman; 12. Laporan; 13. Surat Pengantar; 14. Lembar Disposisi; 15. Berita Acara; 16. Telaahan Staf; 17. Rekomendasi; 18. Daftar Hadir; 19. Piagam; 20. Surat Tugas; 21. Surat Pernyataan; 22. Surat Peringatan; 23. Risalah Rapat. Ad.A1. Peraturan Komisi Pemilihan Umum l. Pengertian Naskah dinas yang mengatur pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, serta mengikat penyelenggara pemilihan umum dan pihak lain.

B.

2.

kriterianya adalah : a. Untuk Peraturan Komisi Pemilihan Umum, di atas kertas berukuran folio dengan lambang garuda dan bertuliskan Komisi Pemililian Umum warna kuning emas. b. Isinya bersifat pengaturan. c. Bentuk dan sistimatika isinya sesuai dengan teknik penyusunan peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004. d. Sebagai pelaksanaan dari peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. e. Menggunakan nomor angka bulat dan tahun penetapan. f. Mempunyai nama judul setelah kata "Menetapkan: g. Menggunakan konsiderans "Menimbang" dan "Mengingat", serta "Memperhatikan". Cara Penyusunan Peraturan Komisi Pemilihan Umum terdiri atas : a. Bagian awal. b. Pembukaan. c. Isi d. Bagian akhir ad.a. Bagian awal Peraturan Komisi Pemilihan Umum terdiri atas: 1) Judul Peraturan; 2) Nomor dan tahun; 3) Nama Peraturan. ad.b. Pembukaan Peraturan Komisi Pemilihan Umum terdiri atas: 1) Tulisan Komisi Pemilihan Umum dengan huruf kapital 2) Konsiderans "Menimbang" dan "Mengingat" "Memperhatikan"; 3) "Memutuskan:" 4) Menetapkan : Judul Peraturan. ad.c. Isi Peraturan Komisi Pemilihan Umum terdiri atas : 1) Bab-bab; 2) Bagian-bagian; 3) Paragraf-paragraf; 4) Pasal-pasal; 5) Ayat-ayat. ad.d. Bagian akhir Peraturan Komisi Pemilihan Umum terdiri atas: 1) Nama tempat ditetapkan; 2) Tanggal, Bulan dan Tahun; 3) Nama Jabatan; 4) Tanda tangan Pejabat; 5) Nama Terang; 6) Stempel Komisi Pemilihan Umum.

3.

serta

4.

Pengesahan a. Peraturan Komisi Pemilihan Umum ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum, dengan menggunakan tinta berwarna biru atau ungu. b. Peraturan Komisi Pemilihan Umum yang ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum, asli disimpan oleh pemrakarsa peraturan Komisi Pemilihan Umum.

10

c. Peraturan Komisi Pemilihan Umum yang diedarkan dan/atau digandakan adalah salinan sesuai dengan aslinya dan ditandatangani oleh Kepala Biro Hukum dan disertai stempel Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum dengan menggunakan tinta berwarna biru atau ungu. 5. Bentuk Bentuk Peraturan Komisi Pemilihan Umum, sebagaimana tercantum pada Lampiran I.

Ad.A2. Keputusan Komisi Pemilihan Umum l. Pengertian Naskah Dinas yang mengatur pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, serta mengikat penyelenggara pemilihan umum dan pihak lain. kriterianya adalah : a. Keputusan Komisi Pemilihan Umum, di atas kertas berukuran folio dengan lambang garuda dan bertuliskan Komisi Pemililian Umum warna kuning emas. b. Isinya bersifat penetapan. c. Bentuk dan sistimatika sesuai dengan teknik penyusunan peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004. d. Sebagai pelaksanaan dari peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. e. Menggunakan nomor angka bulat, kode penetapan dan tahun penetapan. f. Mempunyai nama judul setelah kata "Menetapkan; g. Menggunakan konsiderans "Menimbang" dan "Mengingat", serta "Memperhatikan". h. Dapat menggunakan tembusan, apabila diperlukan. Cara Penyusunan Keputusan Komisi Pemilihan Umum terdiri atas : a. Bagian awal. b. Pembukaan. c. Isi. d. Bagian akhir. ad.a. Bagian awal Keputusan Komisi Pemilihan Umum terdiri atas : 1) Judul Keputusan; 2) Nomor, kode penetapan, dan tahun; 3) Nama Keputusan. ad.b. Pembukaan Keputusan Komisi Pemilihan Umum terdiri atas: 1) Tulisan Komisi Pemilihan Umum dengan huruf kapital; 2) Konsiderans "Menimbang" dan "Mengingat" serta "Memperhatikan"; 3) "Memutuskan:"; 4) Menetapkan : Judul Keputusan. ad.c. Isi Keputusan Komisi Pemilihan Umum terdiri atas : 1) Diktum-diktum; atau 2) Pasal-pasal.

2.

3.

11

ad.d. Bagian akhir Keputusan Komisi Pemilihan Umum terdiri atas: 1) Nama tempat ditetapkan; 2) Tanggal, bulan dan tahun; 3) Nama Jabatan; 4) Tanda tangan Pejabat; 5) Nama terang; 6) Stempel Komisi Pemilihan Umum. 4. Pengesahan a. Keputusan Komisi Pemilihan Umum ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum, dengan menggunakan tinta bewarna biru atau ungu. b. Keputusan Komisi Pemilihan Umum yang ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum, asli disimpan oleh pemrakarsa keputusan Komisi Pemilihan Umum. c. Keputusan Komisi Pemilihan Umum yang diedarkan dan/atau digandakan adalah salinan sesuai dengan aslinya dan ditandatangani oleh Kepala Biro Hukum dan disertai stempel Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum dengan menggunakan tinta berwarna biru atau ungu. 5. Bentuk Bentuk Keputusan Komisi Pemilihan Umum sebagaimana tercantum pada Lampiran II

Ad.A3. Keputusan Bersama 1. Pengertian Naskah Dinas yang dibuat oleh Komisi Pemilihan Umum dengan instansi lain untuk mengatur sesuatu yang menyangkut kepentingan bersama. Kriterianya adalah: a. Keputusan bersama ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum dan pimpinan instansi yang melakukan kerjasama, di atas kertas berukuran folio, tanpa kop. b. Isinya bersifat mengatur pelaksanaan teknis. c. Mempunyai nama judul setelah kata "Menetapkan:". d. Menggunakan nomor masing-masing instansi. e. Dirumuskan dalam pasal-pasal dan ayat-ayat. Cara Penyusunan Keputusan Bersama terdiri atas : a. Bagian awal. b. Pembukaan. c. Isi. d. Bagian akhir.

2.

3.

Ad a. Bagian awal Keputusan Bersama terdiri atas : 1) Tulisan keputusan bersama Komisi Pemilihan Umum dengan Instansi/lembaga yang melakukan kerjasama, dengan huruf kapital; 2) Nomor dan tahun dari KPU serta nomor dan tahun dari Instansi yang melakukan kerjasama; 3) Nama Keputusan Bersama dengan huruf kapital.

12

Ad b. Pembukaan Keputusan Bersama terdiri atas: 1) Konsiderans "Menimbang" dan "Mengingat"; 2) Kata "Memutuskan:" 3) Menetapkan : nama judul Keputusan Bersama. Ad c. Isi Keputusan Bersama terdiri atas: 1) Bab-bab; 2) Bagian-bagian; 3) Paragraf-paragraf; 4) Pasal-pasal; 5) Ayat-ayat. Ad d. Bagian Akhir Keputusan Bersama terdiri atas: 1) Nama tempat ditetapkan; 2) Tanggal, bulan dan tahun; 3) Nama Jabatan masing-masing instansi; 4) Tandatangan Pejabat masing-masing instansi; 5) Nama Terang Pejabat masing-masing instansi; 6) Dibubuhi stempel masing-masing instansi. 4. Pengesahan a. Keputusan Bersama ditandatangani oleh masing-masing yang melakukan kerjasama, dengan menggunakan tinta bewarna biru atau ungu dibuat di atas kertas bermaterai cukup dengan ukuran dan jenis kertas tertentu tanpa kop; b. Keputusan Bersama yang ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum dan pimpinan Instansi/lembaga lain, dibuat rangkap dua dengan ketentuan masing-masing mendapat satu keputusan bersama yang asli. 5. Bentuk Bentuk Keputusan Bersama sebagaimana tercantum pada Lampiran III.

Ad.A4 Keputusan Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum 1. Pengertian Naskah Dinas yang mengatur pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, serta mengikat penyelenggara pemilihan umum dan pihak lain, dan bersifat penetapan. Kriterianya adalah : a. Dibuat di atas kertas berukuran folio dengan lambang garuda dan bertuliskan Komisi Pemilihan Umum berwarna hitam. b. Isinya bersifat penetapan. c. Bentuk dan sistematika sesuai dengan teknik penyusunan peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004. d. Sebagai pelaksanaan dari peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. e. Menggunakan nomor bulat, kode penetapan dan tahun penetapan. f. Mempunyai nama judul setelah kata "Menetapkan:". g. Menggunakan konsiderans "Menimbang" dan "Mengingat", serta "Memperhatikan" apabila diperlukan. h. Dapat menggunakan tembusan apabila diperlukan.

2.

13

3.

Cara Penyusunan Keputusan Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum terdiri atas : a. Bagian awal. b. Pembukaan. c. Isi. d. Bagian akhir. ad. a. Bagian awal terdiri atas : 1) Judul keputusan; 2) Nomor bulat, kode penetapan dan tahun; 3) Nama Keputusan. ad. b. Pembukaan terdiri atas : 1) Tulisan Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum dengan huruf kapital; 2) Konsiderans "Menimbang" dan "Mengingat" serta "Memperhatikan" apabila diperlukan; 3) "Memutuskan:" 4) Menetapkan : Judul keputusan. ad. c. Isi terdiri atas Diktum-diktum. ad. d. Bagian Akhir terdiri atas: 1) Nama tempat ditetapkan; 2) Tanggal, bulan dan tahun; 3) Nama Jabatan; 4) Tanda tangan Pejabat; 5) Nama Terang 6) Stempel Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum.

4.

Pengesahan a. Keputusan Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum, dengan menggunakan tinta bewarna biru atau ungu. b. Keputusan Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum, asli disimpan oleh pemrakarsa keputusan Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum. c. Keputusan Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum yang diedarkan dan/atau digandakan adalah salinan sesuai dengan aslinya dan ditandatangani oleh Kepala Biro Hukum dan disertai stempel Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum dengan menggunakan tinta berwarna biru atau ungu.

5.

Bentuk Bentuk Keputusan Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum sebagaimana tercantum pada Lampiran IV.

14

Ad.A5. Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi 1. Pengertian Naskah Dinas yang mengatur pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, serta mengikat penyelenggara pemilihan umum dan pihak lain, dan bersifat penetapan. Kriterianya adalah : a. Dibuat di atas kertas berukuran folio dengan kop Komisi Pemilihan Umum Provinsi (berwarna). b. Isinya bersifat penetapan. c. Bentuk dan sistematika sesuai dengan teknik penyusunan peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004. d. Sebagai pelaksanaan dari peraturan perundang-undangan. e. Menggunakan nomor bulat, kode penetapan dan tahun penetapan. f. Mempunyai nama judul setelah kata " Menetapkan:". g. Menggunakan konsiderans Menimbang dan Mengingat, serta Memperhatikan apabila diperlukan. h. Dapat menggunakan tembusan apabila diperlukan. Cara Penyusunan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi terdiri atas : a. Bagian awal; b. Pembukaan; c. Isi; d. Bagian akhir. ad. a. Bagian awal terdiri atas : 1) Judul Keputusan; 2) Nomor bulat, kode penetapan dan tahun; 3) Nama Keputusan. ad. b. Pembukaan terdiri atas : 1) Tulisan Komisi Pemilihan Umum Provinsi dengan huruf kapital; 2) Konsiderans "Menimbang" dan "Mengingat" serta "Memperhatikan" apabila diperlukan; 3) "Memutuskan:" 4) Menetapkan : Judul Keputusan. ad. c. Isi terdiri atas Diktum-diktum. ad. d. Bagian akhir terdiri atas : 1) Nama tempat ditetapkan; 2) Tanggal, bulan dan tahun; 3) Nama Jabatan; 4) Tanda tangan Pejabat; 5) Nama Terang; 6) Stempel Komisi Pemilihan Umum Provinsi. 4. Pengesahan a. Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi dengan menggunakan tinta bewarna biru atau ungu.

2.

3.

15

b. Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi yang diedarkan dan/atau digandakan adalah salinan sesuai dengan aslinya dan ditandatangani oleh Pejabat yang menangani masalah hukum dan disertai stempel Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi dengan menggunakan tinta berwarna biru atau ungu. 5. Bentuk Bentuk Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi sebagaimana tercantum pada Lampiran V.

Ad.A6. Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota. l. Pengertian Naskah Dinas yang mengatur pelaksanaan peraturan perundang-undangan serta mengikat penyelenggara pemilihan umum dan pihak lain, dan bersifat penetapan. Kriterianya adalah : a. Dibuat di atas kertas berukuran folio dengan kop Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/ Kota (berwarna). b. Isinya bersifat penetapan. c. Bentuk dan sistematika sesuai dengan teknik penyusunan peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004. d. Sebagai pelaksanaan dari peraturan perundang-undangan. c. Menggunakan nomor bulat, kode penetapan, dan tahun penetapan. f. Mempunyai nama judul setelah kata " Menetapkan". g. Menggunakan konsiderans "Menimbang" dan "Mengingat", serta "Memperhatikan" apabila diperlukan. h. Dapat menggunakan tembusan apabila diperlukan. Cara penyusunan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota terdiri atas : a. Bagian awal. b. Pembukaan. c. Isi. d. Bagian akhir. ad.a. Bagian awal terdiri atas : 1) Judul Keputusan; 2) Nomor bulat, kode penetapan dan tahun; 3) Nama Keputusan. ad.b. Pembukaan terdiri atas : 1) Tulisan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota dengan huruf kapital; 2) Konsiderans "Menimbang" dan "Mengingat" serta "Memperhatikan" apabila diperlukan; 3) "Memutuskan:" 4) Menetapkan : Judul Keputusan. ad.c. Isi terdiri atas Diktum-diktum. ad.d. Bagian akhir terdiri atas : 1) Nama tempat ditetapkan; 2) Tanggal, bulan dan tahun;

2.

3.

16

3) 4) 5) 6) 4.

Nama Jabatan; Tandatangan Pejabat; Nama Terang; Stempel Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota.

Pengesahan a. Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota. b. Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota yang diedarkan dan/atau digandakan adalah salinan sesuai dengan aslinya dan ditandatangani oleh pejabat yang menangani masalah hukum dan disertai stempel Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota dengan menggunakan tinta berwarna biru atau ungu.

5.

Bentuk Bentuk Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/ Kota sebagaimana tercantum pada Lampiran VI.

Ad.A7. Keputusan Panitia Pemilihan Kecamatan/Panitia Pemungutan Suara/Panitia Pemilihan Luar Negeri/ Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara/ Kelompok Penyenggara Pemungutan Suara Luar Negeri. l. Pengertian Naskah Dinas yang mengatur pelaksanaan peraturan perundang-undangan serta mengikat penyelenggara pemilihan umum dan pihak lain, dan bersifat penetapan. Kriterianya adalah : a. Dibuat di atas kertas berukuran folio dengan kop PPK/PPS/PPLN/KPPS/KPPSLN. b. Isinya bersifat penetapan. c. Bentuk dan sistematika sesuai dengan teknik penyusunan peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004. d. Sebagai pelaksanaan dari peraturan perundang-undangan. c. Menggunakan nomor bulat, kode penetapan, dan tahun penetapan. f. Mempunyai nama judul setelah kata " Menetapkan". g. Menggunakan konsiderans "Menimbang" dan "Mengingat", serta "Memperhatikan" apabila diperlukan. h. Dapat menggunakan tembusan apabila diperlukan. Cara penyusunan Keputusan PPK/PPS/PPLN/KPPS/KPPSLN terdiri atas : a. Bagian awal. b. Pembukaan. c. Isi. d. Bagian akhir. ad.a. Bagian awal terdiri atas : 1) Judul Keputusan; 2) Nomor bulat, kode penetapan dan tahun; 3) Nama Keputusan.

2.

3.

17

ad.b. Pembukaan terdiri atas : 1) Tulisan PPK/PPS/PPLN/KPPS/KPPSLN dengan huruf kapital; 2) Konsiderans "Menimbang" dan "Mengingat" serta "Memperhatikan" apabila diperlukan; 3) "Memutuskan:" 4) Menetapkan : Judul Keputusan. ad.c. Isi terdiri atas Diktum-diktum. ad.d. Bagian akhir terdiri atas : 1) Nama tempat ditetapkan; 2) Tanggal, bulan dan tahun; 3) Nama Jabatan; 4) Tandatangan Pejabat; 5) Nama Terang; 6) Stempel PPK/PPS/PPLN/KPPS/KPPSLN. 4. Pengesahan a. Keputusan Panitia Pemilihan Kecamatan/Panitia Pemungutan Suara/Panitia Pemilihan Luar Negeri/Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara/Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri ditandatangani oleh Ketua PPK/PPS/PPLN/KPPS/KPPSLN. b. Keputusan Panitia Pemilihan Kecamatan/Panitia Pemungutan Suara /Panitia Pemilihan Luar Negeri/Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara/Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri yang diedarkan dan/atau digandakan disertai stempel Sekretariat Panitia PPK/PPS/PPLN/KPPS/KPPSLN dengan menggunakan tinta berwarna biru atau ungu. Bentuk Bentuk Keputusan PPK/PPS/PPLN/KPPS/KPPSLN sebagaimana tercantum pada Lampiran VII.1 s/d lampiran VII.2

5.

Ad.B1. Surat Edaran 1. Pengertian Naskah dinas yang memuat pemberitahuan dan penjelasan atau petunjuk tata cara melaksanakan peraturan atau kebijakan Komisi Pemilihan Umum dan ditujukan kepada penyelenggara pemilihan umum di provinsi/kabupaten/kota atau pihak lain. Cara Penyusunan Surat Edaran terdiri atas : a. Bagian awal. b. Isi. c. Bagian akhir. ad. a. Bagian awal, terdiri atas : 1) Nama Tempat; 2) Tanggal, bulan dan tahun; 3) Kepada pejabat/ alamat yang dituju; 4) Nomor; 5) Sifat (klasifikasi/derajat); 6). Lampiran; 7). Perihal; 8). Tulisan surat edaran dengan huruf kapital ditempatkan di tengah bagian awal lembar naskah.

2.

18

ad. b. Isi Surat Edaran berbentuk uraian ad. c. Bagian akhir, terdiri atas : 1) Nama Jabatan; 2) tanda tangan pejabat; 3) Nama Pejabat; 4) Stempel; 5) Tembusan, apabila diperlukan. 3. Pengesahan. Ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum, Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum atau Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum, dan Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota serta Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota, dengan ketentuan : a. yang ditandatangani Ketua Komisi Pemilihan Umum dengan menggunakan tinta warna biru atau ungu dan kertas berukuran folio dengan lambang garuda dan tulisan Komisi Pemilihan Umum dengan huruf kapital berwarna kuning emas. b. yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum atau Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum dengan menggunakan tinta warna biru atau ungu dan kertas berukuran folio dengan lambang garuda dan tulisan Komisi Pemilihan Umum dengan huruf kapital berwarna hitam. c. yang ditandatangani Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota serta Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota dengan menggunakan tinta warna biru atau ungu dan kertas berukuran folio dengan kop Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota yang bersangkutan (berwarna). 4. Bentuk Bentuk Surat Edaran yang ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum , Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum atau Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum , Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota serta Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi/ Kabupaten/ Kota sebagaimana tercantum pada Lampiran VIII.1 sampai dengan Lampiran VIII.5

Ad.B2. Surat Biasa 1. Pengertian Naskah dinas yang memuat penyampaian berita/informasi secara tertulis yang berisi penjelasan, pemberitahuan, pertanyaan, permintaan, jawaban, tanggapan, saran atas sesuatu masalah kepada berbagai lembaga atau perorangan. Cara Penyusunan Surat Biasa terdiri atas : a. Bagian awal. b. Isi. c. Bagian akhir.

2.

19

ad. a. Bagian awal surat terdiri atas : 1) Nama tempat; 2) Tanggal, bulan dan tahun; 3) Nama/instansi dan alamat yang dituju; 4) Nomor; 5) Sifat; 6) Lampiran; 7) Perihal. ad. b. Isi Surat Biasa dirumuskan dalam bentuk uraian; ad. c. Bagian akhir, terdiri atas : 1) Nama Jabatan; 2) Tanda Tangan Pcjabat; 3) Nama Pejabat; 4) Stempel.

3.

Pengesahan Ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum , Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum atau Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum , atau Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota atau Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten Kota dengan ketentuan : a. yang ditanda tangani Ketua Komisi Pemilihan Umum dengan menggunakan tinta warna biru atau ungu dan kertas berukuran folio dengan lambang garuda dan tulisan Komisi Pemilihan Umum dengan huruf kapital berwarna kuning emas. yang ditanda tangani Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum atau Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum dengan menggunakan tinta warna biru atau ungu dan kertas berukuran folio dengan lambang garuda dan tulisan Komisi Pemilihan Umum dengan huruf kapital berwarna hitam. yang ditandatangani Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota atau Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten Kota dengan menggunakan tinta warna biru atau ungu dan kertas berukuran folio dengan kop Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota yang bersangkutan (berwarna).

b.

c.

4.

Bentuk Bentuk Surat Biasa yang ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum , Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum atau Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum , Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota atau Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten Kota, sebagaimana tercantum pada Lampiran IX.1 sampai dengan Lampiran IX.7

Ad.B3. Surat Keterangan 1. Pengertian Naskah dinas yang memuat mengenai penjelasan atau keterangan secara tertulis terhadap perseorangan pejabat atau personil.

20

2.

Cara Penyusunan Surat Keterangan terdiri atas : a. Bagian awal. b. Isi. c. Bagian akhir. ad. a. Bagian awal, terdiri atas : 1) Tulisan surat keterangan dengan huruf kapital ditempatkan di tengah bagian awal lembar naskah dinas. 2) Nomor dan tahun. ad. b. Isi Surat Keterangan terdiri atas : 1) Nama lengkap; 2) Jenis kelamin; 3) Tempat tanggal lahir; 4) Status perkawinan; 5) Agama; 6) Pekerjaan/ pangkat; 7) Alamat; 8) Uraian penjelasan. ad. c. Bagian akhir, terdiri atas : 1) Nama Tempat; 2) Tanggal, Bulan dan Tahun; 3) Nama Jabatan; 4) Tanda Tangan Jabatan; 5) Nama Pejabat; 6) Stempel.

3.

Pengesahan Ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum , Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum atau Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum , Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota atau Pejabat Eselon II dan III Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum , atau Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota, atau Pejabat Eselon III dan IV Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota dengan ketentuan : a. Ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum dengan menggunakan tinta warna biru atau ungu dan kertas berukuran folio dengan lambang garuda dan tulisan Komisi Pemilihan Umum dengan huruf kapital berwarna kuning emas. Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum atau Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum dengan menggunakan tinta warna biru atau ungu dan kertas berukuran folio dengan lambang garuda dan tulisan Komisi Pemilihan Umum dengan huruf kapital berwarna hitam. Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota serta Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota dengan menggunakan tinta warna biru atau ungu dan kertas berukuran folio dengan kop Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota yang bersangkutan (berwarna). Pejabat Eselon II dan III Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum dengan menggunakan kertas berukuran folio.

b.

c.

d.

21

e.

Pejabat Eselon III dan IV Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/ Kota dengan menggunakan kertas berukuran folio.

4.

Bentuk Bentuk surat keterangan sebagaimana tercantum pada Lampiran X.1 sampai dengan Lampiran X.10.

Ad.B4. Surat Perintah l. Pengertian Naskah dinas yang memuat perintah untuk melaksanakan tugas tertentu dari pejabat atasan yang ditujukan kepada pejabat di bawahnya. Cara Penyusunan Surat Perintah terdiri atas : a. Bagian awal. b. Isi. c. Bagian akhir. ad. a. Bagian awal, terdiri atas : 1) Tulisan surat perintah dengan huruf kapital, ditempatkan di bagian awal lembar naskah dinas; 2) Nomor dan tahun. ad. b. Isi Surat Perintah memuat nama pejabat dan jabatan yang diberi tugas tertentu yang akan dilaksanakan, dan waktu pelaksanaan tugas. ad. c. Bagian akhir, terdiri atas : 1) Nama Tempat; 2) Tanggal, bulan dan tahun; 3) Nama Jabatan; 4) Tanda Tangan Jabatan; 6) Stempel.

2.

3.

Pengesahan Ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum , Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum atau Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum , atau Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota atau Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten Kota, dengan ketentuan : a. yang ditanda tangani Ketua Komisi Pemilihan Umum dengan menggunakan tinta warna biru atau ungu dan kertas berukuran folio dengan lambang garuda dan tulisan Komisi Pemilihan Umum dengan huruf kapital berwarna kuning emas. yang ditanda tangani Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum atau Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum dengan menggunakan tinta warna biru atau ungu dan kertas berukuran folio dengan lambang garuda dan tulisan Komisi Pemilihan Umum dengan huruf kapital berwarna hitam.

b.

22

c.

yang ditandatangani Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota atau Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten Kota dengan menggunakan tinta warna biru atau ungu dan kertas berukuran folio dengan kop Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota yang bersangkutan (berwarna).

4.

Bentuk Bentuk surat perintah sebagaimana tercantum pada Lampiran XI.1 sampai dengan Lampiran XI.7.

Ad.B5. Perjanjian l. Pengertian. Naskah dinas yang memuat persetujuan yang mengikat antara Komisi Pemilihan Umum dengan pihak lain dalam melaksanakan suatu tindakan atau perbuatan hukum yang telah disepakati atau disetujui bersama. Susunan terdiri atas : 1) Bagian awal; 2) Identitas jabatan para pihak yang membuat perjanjian; 3) Obyek Perjanjian; 4) Ketentuan-ketentuan perjanjian; 5) Bagian akhir. Ad. l. Bagian awal, terdiri atas : 1) Tulisan perjanjian dengan huruf kapital ditempatkan di tengah bagian awal lembar naskah dinas. 2) Nama Perjanjian 3) Nomor bulat, kode dan tahun. Ad. 2. Identitas jabatan para pihak terdiri atas : 1) Nama, pekerjaan/jabatan dan alamat pihak yang membuat perjanjian atas nama Komisi Pemilihan Umum, selanjutnya disebut Pihak pertama. 2) Nama, pekerjaan/jabatan dan alamat pihak lain yang menyepakati adanya perjanjian, yang selanjutnya disebut Pihak kedua. 3) Tempat dan waktu penandatanganan perjanjian. Ad.3. Obyek perjanjian, meliputi hal-hal pokok yang disepakati diperjanjikan antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua yang seyogyanya hal-hal pokok tersebut terdiri dari satu jenis prestasi yang harus dipenuhi dalam perjanjian tersebut, misalnya mengenai perjanjian rehabilitasi gedung kantor yang terletak di jalan dan atau dikenal umum dengan nama Jalan Imam Bonjol Nomor 29 Jakarta Pusat. Ad.4. Ketentuan-ketentuan dalam perjanjian, meliputi hak dan kewajiban bagi Pihak pertama dan Pihak kedua yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari pokok perjanjian. Ketentuanketentuan dalam perjanjian dituangkan secara sistematika dalam pasal-pasal dan ayat-ayat, yang diawali dengan pasal yang bersifat umum, kemudian pasal berikutnya menjabarkan pasal di atasnya, dan ditutup dengan administrasi perjanjian sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

2.

23

Ad.5. Bagian akhir meliputi keadaan pihak-pihak yang menandatangani perjanjian serta penandatanganan oleh kedua belah pihak yang masing-masing dibubuhi materai. Untuk menguatkan perjanjian, dalam bagian akhir dapat diikutkan saksi-saksi dan membubuhkan tanda tangan dalam perjanjian. 3. Pengesahan Ditandatangani oleh para pihak yang mengadakan perjanjian. Bentuk Bentuk Perjanjian sebagaimana tercantum pada Lampiran XII.1 sampai dengan Lampiran XII.6

4.

Ad.B6. Surat Kuasa l. Pengertian. Naskah dinas yang memuat pelimpahan kewenangan dari pimpinan/pejabat yang mempunyai hak dan kewenangan atas sesuatu kepada pejabat/pegawai atau orang lain agar bertindak untuk dan atas namanya dalam melakukan suatu perbuatan hukum mengenai hak dan kewenangan tersebut, dalam hal dan jangka waktu tertentu. Susunan a. Surat Kuasa terdiri atas : 1) Bagian awal; 2) Identitas Pemberi Kuasa dan Penerima Kuasa; 3) Jenis tindakan hukum yang dikuasakan; 4) Klausul atau hal tertentu; 5) Bagian akhir. b. Bagian awal, terdiri atas : 1) Tulisan surat kuasa dengan huruf kapital ditempatkan di tengah bagian awal dari naskah surat kuasa; 2) Nomor Surat Kuasa

2.

c.

Identitas Pemberi Kuasa dan Penerima Kuasa, meliputi : 1) Nama, pekerjaan/ jabatan dan alamat pemberi kuasa, yang selanjutnya disebut Pemberi Kuasa. 2) Nama, pekerjaan/ jabatan dan alamat Penerima kuasa, yang selanjutnya disebut Penerima Kuasa. Jenis tindakan hukum yang dikuasakan, meliputi uraian tindakan/ perbuatan hukum yang harus dilakukan Penerima Kuasa yang didahului dengan kata khusus dengan huruf kapital. Klausul atau hal tertentu, meliputi uraian tindakan/ perbuatan hukum untuk melaksanakan kuasa tersebut, yang dapat memberikan kewenangan untuk melimpahkan kuasa tersebut kepada pihak lain yang disebut hak subsitusi. Bagian akhir, meliputi tempat, tanggal, bulan dan tahun ditandatanganinya surat kuasa oleh Pemberi Kuasa dan Penerima Kuasa.

d.

e.

f.

24

3.

Pengesahan Ditandatangani oleh pemberi kuasa dan penerima kuasa. Bentuk Bentuk Surat Kuasa sebagaimana tercantum pada Lampiran XIII.

4.

Ad.B7. Surat Izin 1. Pengertian Naskah dinas yang memuat persetujuan terhadap permohonan yang diajukan dan dikeluarkan oleh Pejabat yang berwenang menurut peraturan perundangan yang berlaku. Susunan terdiri atas : a. Bagian awal. b. Isi. c. Bagian akhir. ad. a. Bagian awal, terdiri atas : 1) Tulisan surat izin dengan huruf kapital ditempatkan di tengah awal lembar naskah; 2) Nomor dan tahun; 3) Nama judul Surat izin; 4) Dasar. ad. b. Isi Surat Izin : Memuat persetujuan atas permohonan dengan mencantumkan persyaratan tertentu. ad. c. Bagian akhir, terdiri atas : 1) Nama tempat; 2) Tanggal, bulan dan tahun; 3) Tanda tangan pejabat; 4) Nama pejabat; 5) Stempel. 6) Perihal Pengesahan Ditandatangani oleh pejabat yang berwenang. Bentuk Bentuk Surat Izin sebagaimana tercantum pada Lampiran XIV.

2.

3.

4.

Ad.B8. Undangan 1. Pengertian Naskah dinas yang memuat pemberitahuan kepada pejabat/personil atau pihak lain untuk menghadiri suatu acara tertentu pada waktu dan tempat yang ditentukan. Susunan terdiri atas : a. Bagian awal. b. Isi. c. Bagian akhir.

2.

25

ad. a. Bagian awal, terdiri atas : 1) Nama tempat; 2) Tanggal, bulan dan tahun; 3) Nama pejabat/personil dan pihak lain serta alamat yang diundang; 4) Sifat; 5) Lampiran, dan 6) Perihal; ad. b. Isi Undangan terdiri atas : 1) Hari; 2) Tanggal; 3) Waktu dan tempat; 4) Acara; 5) Pimpinan rapat, apabila undangan yang bersifat rapat. ad. c. Bagian akhir Undangan terdiri atas : I) Nama jabatan; 2) Tanda tangan pejabat; 3) Nama pejabat; 4) Stempel; 5) Tembusan. 3. Pengesahan Undangan ditandatangani oleh pejabat yang mengundang, serendahrendahnya Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum atau Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum atau Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota.

4. Tata tertib penerbitan undangan a. Bagian Persidangan dan Protokol pada Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum serta sub bagian umum dan logistik pada Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota mengurus proses penerbitan undangan berdasarkan perintah tertulis Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum, atas permintaan Ketua dan atau Anggota Komisi Pemilihan Umum, Biro-Biro atau Inspektorat pada Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi atas permintaan Ketua dan atau Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi, bagian pada Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Sekretaris Kabupaten/Kota, sub bagian pada Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota atas permintaan Ketua dan atau Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota. b. Permintaan Ketua dan atau Anggota Komisi Pemilihan Umum, Biro-Biro atau Inspektorat pada Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi atas permintaan Ketua dan atau Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi, bagian pada Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Sekretaris Kabupaten/Kota, sub bagian pada Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota atas permintaan Ketua dan atau Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, dengan dilampiri :

26

1) Hari, tanggal, tempat dan waktu; 2) Nama dan Jabatan yang diundang; 3) Acara dan Pimpinan Rapat. c. Dalam hal terjadi perubahan terhadap hari, tanggal, tempat dan waktu undangan, perubahan tersebut harus dikoordinasikan dengan bagian protokol dan persidangan Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, sub bagian umum dan logistik pada Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota. 5. Bentuk Bentuk Undangan sebagaimana tercantum pada Lampiran XV.1. sampai dengan Lampiran XV.7

Ad.B9. Surat Panggilan. 1. Pengertian. Naskah dinas yang memuat panggilan terhadap pejabat/personil atau perorangan atau organisasi/instansi dan badan hukum, untuk diminta keterangan mengenai hal tertentu. Susunan terdiri atas : a. Bagian awal. b. Isi. c. Bagian akhir. ad. a Bagian awal, terdiri atas : 1) Nama tempat; 2) Tanggal, bulan dan tahun; 3) Nama pejabat/personil atau perorangan atau organisasi/instansi atau badan hukum serta alamat yang dipanggil; 4) Nomor surat; 5) Sifat; 6) Lampiran; 7) Perihal. Isi surat panggilan terdiri atas : 1) Hari, tanggal, waktu, tempat; dan 2) Menghadap kepada nama pejabat tertentu. Bagian akhir, terdiri atas : 1) Nama jabatan; 2) Tanda tangan pejabat; 3) Nama pejabat; 4) Stempel.

2.

ad. b

ad. c

3.

Pengesahan Surat panggilan ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum, Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum atau Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum atau Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota atau Sekretaris Provinsi/Kabupaten/ Kota.

27

4.

Bentuk Bentuk Surat Panggilan sebagaimana tercantum pada Lampiran XVI.1 dan Lampiran XVI.7

Ad.B10. Nota Dinas. 1. Pengertian Naskah dinas yang digunakan dalam lingkungan internal Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota yang dapat memuat ha1-hal yang berkenaan dengan pelaksanaan tugas dan kewenangan Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota atau merupakan pengantar naskah dinas lain dan ditujukan kepada pejabat di atasnya atau kepada pejabat dibawahnya atau kepada pejabat setingkat. Susunan terdiri atas : a). Bagian awal. b). Isi. c). Bagian akhir. ad. a. Bagian awal nota dinas terdiri atas : 1) Tulisan nota dinas dengan huruf kapital ditempatkan di tengah bagian awal kertas lembar Naskah Dinas; 2) Pejabat atau alamat yang dituju; 3) Pejabat yang mengirim; 4) Tembusan; 5) Nomor; 6) Tanggal, bulan dan tahun; 7) Sifat; 8) Lampiran ; 9) Perihal. ad. b. Isi nota dinas berbentuk uraian. ad. c. Bagian akhir Nota Dinas terdiri atas : 1) Nama Jabatan; 2) Tanda Tangan Pejabat; 3. Pengesahan Ditandatangani oleh pejabat yang mengirim. Bentuk Bentuk Nota Dinas sebagaimana tercantum pada Lampiran XVII..

2.

4.

Ad.B11. Pengumuman 1. Pengertian Naskah dinas yang memuat pemberitahuan tentang sesuatu hal kepada pihak lain untuk dapat dimaklumi

28

2.

Susunan terdiri atas : a. Bagian awal. b. Isi. c. Bagian akhir. ad. a. Bagian awal, terdiri atas : 1) Tulisan pengumuman dengan huruf kapital ditempatkan di tengah bagian awal lembar naskah dinas; 2) Nomor; 3) Nama pengumuman. ad. b. Isi pengumuman berbentuk pemberitahuan yang diuraikan dalam kalimat singkat dan jelas. ad. c. Bagian akhir, terdiri atas : 1) Nama tempat; 2) Tanggal, bulan dan tahun; 3) Nama jabatan; 4) Nama terang; 5) Stempel.

3.

Pengesahan Ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum atau Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum atau Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum atau Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/ Kota atau Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota atau PPK, PPLN, PPS, KPPS dan KPPSLN. Bentuk Bentuk pengumuman sebagaimana tercantum pada Lampiran XVIII.1 sampai dengan Lampiran XVIII.10

4.

Ad.B12. Laporan 1. Pengertian Naskah dinas yang memuat pemberitahuan atau pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dari pejabat yang melaksanakan tugas kepada pejabat di atasnya atau dari suatu kelompok/panitia/tim yang dibentuk, disusun secara sistematis. Susunan terdiri atas : a. Bagian awal. b. Isi. c. Bagian akhir. ad. a. Bagian awal laporan adalah nama judul laporan. ad. b. Isi, terdiri atas : 1. Pendahuluan; 2. Materi laporan; 3. Penutup, terdiri dari kesimpulan dan saran. 4. Lampiran.

2.

29

ad. c. Bagian akhir, terdiri atas : 1. Nama tempat; 2. Tanggal, bulan dan tahun; 3. Nama jabatan; 4. Tanda tangan pejabat; 5. Nama terang; 6. Dapat dengan tembusan. 3. Pengesahan Ditandatangani oleh pejabat/personil/ketua kelompok/panitia/tim Komisi Pemilihan Umum atau Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota, PPK, PPLN, PPS, KPPS dan KPPSLN. 4. Bentuk Bentuk laporan sebagaimana tercantum pada Lampiran XIX..

Ad.B13. Surat Pengantar l. Pengertian Naskah dinas yang memuat jenis dan jumlah naskah dinas atau barang yang disampaikan. Susunan terdiri dari : a. Bagian awal. b. Isi. c. Bagian akhir. ad. a. Bagian awal, terdiri atas : 1) Pejabat/instansi dan alamat yang dituju; 2) Tulisan surat pengantar dengan huruf kapital di tengah lembar naskah; 3) Nomor. ad. b. Isi, terdiri atas : 1) Kolom nomor urut; 2) Kolom jenis yang dikirim; 3) Kolom jumlah naskah dinas/barang yang dikirim; 4) Kolom keterangan. ad. c. Bagian akhir surat pengantar terdiri atas : 1) Nama tempat; 2) Tanggal, bulan dan tahun; 3) Nama jabatan; 4) Tanda tangan pejabat; 5) Nama pejabat; 6) Stempel; 7) Nama, jabatan, hari dan tanggal dan menerima.

2.

tanda tangan yang

3. Pengesahan Ditandatangani oleh Pejabat yang mengirim berdasarkan tugas pokok dan fungsinya. 4. Bentuk Bentuk sebagaimana tercantum pada Lampiran XX.

30

Ad.B14. Lembar Disposisi 1. Pengertian Naskah dinas yang memuat arahan atau petunjuk atau perintah dari pejabat ditujukan kepada pejabat setingkat atau pejabat dibawahnya berkenaan dengan permasalahan tertentu.

2.

Susunan terdiri atas : a. Bagian awal. b. Isi ad. a. Bagian awal meliputi tulisan lembar disposisi dengan huruf kapital di tengah lembar naskah. ad. b. Isi, terdiri atas : Di bawah tulisan lembar disposisi pada bagian kiri terdiri dari : 1) Diterima, meliputi tulisan a. Surat dari; b. Nomor surat; c. Tanggal surat; d. Jam diterima; e. Perihal. 2) Diagenda, meliputi tulisan nomor dan tanggal agenda. 3) Disampaikan kepada yth. Di bawah tulisan lembar disposisi pada bagian kanan ditulis arahan/ petunjuk disposisi.

3.

Bentuk Bentuk sebagimana tercantum pada Lampiran XXI

Ad.B15. Berita Acara 1. Pengertian Naskah dinas yang memuat suatu proses pelaksanaan tugas dan atau pekerjaan yang dapat merupakan penilaian atau penyerahan/penerimaan atau berkenaan dengan hak dan kewajiban yang menyangkut permasalahan tertentu dan dapat melibatkan pihak lain. Susunan terdiri atas : 1) Bagian awal. 2) Isi. 3) Bagian akhir. ad.a. Bagian awal, terdiri atas : 1) Tulisan berita acara dengan huruf kapital; 2) Nama berita acara dengan huruf kapital. Isi berita acara memuat uraian tentang hari, tanggal, bulan serta tahun dan tempat, identitas pejabat/personil atau pihak lain, dan tata cara atau prosedur serta substansi dan kesimpulan, kemudian diakhiri dengan kalimat penutup yang diuraikan berkenaan dengan administrasi hukum sesuai peraturan perundangundangan.

2.

ad.b.

31

ad.c.

Bagian akhir, meliputi : 1) Nama pihak yang terlibat dalam berita acara; 2) Tanda tangan di atas materai (apabila diperlukan) bagi pihakpihak yang terlibat dalam berita acara; 3) Tanda tangan saksi, apabila diperlukan; 4) Stempel.

3.

Pengesahan Ditandatangani oleh para pihak dan saksi. Bentuk Bentuk sebagaimana tercantum Lampiran XXII

4.

Ad.BI6. Telaahan Staf 1. Pengertian Naskah dinas yang memuat saran dan atau pertimbangan atau pendapat hukum terhadap suatu permasalahan tertentu, dibuat oleh pejabat/personil untuk disampaikan kepada pejabat di atasnya. Susunan. terdiri dari : a. Bagian awal. b. Bagian akhir.

2.

ad. a. Bagian awal, terdiri atas : 1) Nama permasalahan yang ditelaah; 2) Pendahuluan; 3) Identifikasi permasalahan; 4) Pembahasan; 5) Penutup terdiri dari kesimpulan dan saran. ad. b. Bagian Akhir, terdiri atas : 1) Nama tempat kedudukan, tanggal, bulan dan tahun; 2) Nama jabatan yang menyusun, tanpa ditandatangani dan penyampaiannya melalui nota dinas. 3. Bentuk Bentuk sebagaimana tercantum pada Lampiran XXIII.

Ad.BI7. Rekomendasi 1. Pengertian Naskah dinas yang memuat penjelasan berkenaan dengan suatu permasalahan, dan yang diakhiri dengan suatu pendapat. Susunan. terdiri atas : a. Bagian awal. b. Isi. c. Bagian akhir.

2.

32

ad.a. Bagian awal, terdiri atas : 1) Tulisan rekomendasi dengan huruf kapital; 2) Nomor, bulan, dan tahun. ad.b. Isi rekomendasi memuat uraian singkat dan jelas berkenaan dengan keberadaan suatu hal. ad.c. Bagian akhir, terdiri atas : 1) Nama tempat, tanggal, bulan dan tahun; 2) Nama jabatan; 3) Tanda tangan pejabat; 4) Nama terang; 5) stempel. 3. Pengesahan. Ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum dan Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum atau Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum atau Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/ Kota atau Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota. Bentuk Bentuk rekomendasi sebagaimana tercantum pada Lampiran XXIV.1 sampai dengan Lampiran XXIV.8

4.

Ad.BI8. Daftar Hadir 1. Pengertian Naskah dinas yang memuat mengenai bukti kehadiran atau ketidakhadiran pejabat/personil atau pihak lain dalam memenuhi kewajibannya atau dalam suatu acara tertentu. Susunan. terdiri atas : a. Bagian awal. b. Isi. c. Bagian akhir. ad. a. Bagian awal, terdiri atas : a. Nama daftar hadir; b. Waktu daftar hadir; c. Acara. ad. b. Isi, terdiri atas : 1) Kolom nomor urut; 2) Kolom nama; 3) Kolom jabatan/golongan; 4) Kolom tanda tangan; 5) Kolom keterangan. ad. c. Bagian akhir, terdiri atas : 1) Nama tempat, tanggal, bulan dan tahun; 2) Nama jabatan penanggung jawab; 3) Tanda tangan pejabat penanggung jawab; 4) Nama penanggung jawab.

2.

33

3.

Penandatanganan. Ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dan atau penanggung jawab. Bentuk Bentuk daftar hadir sebagaimana tercantum pada Lampiran XXV.1 sampai dengan Lampiran XXV.2

4.

Ad.B19. Piagam Penghargaan 1. Pengertian Naskah dinas yang memuat keterangan mengenai bukti pejabat/personil atau pihak lain yang telah selesai mengikuti kegiatan tertentu dan mendapat penghargaan atas prestasi yang telah dicapai. Susunan. terdiri atas : a. Bagian awal. b. Isi. c. Bagian akhir ad. a. Bagian awal, terdiri atas : 1) Tulisan piagam penghargaan dengan huruf kapital pada huruf awal dalam kata piagam dan kata penghargaan; 2) Nomor piagam. ad. b. Bagian Isi, terdiri atas : 1) Uraian berisikan jabatan yang memberikan penghargaan; 2) Identitas yang menerima penghargaan; 3) Uraian kegiatan yang telah diikuti termasuk waktu kegiatan dan tempat atau prestasi yang telah dicapai. ad. c. Bagian akhir, terdiri atas : 1) Tempat, tanggal, bulan dan tahun; 2) Nama jabatan dan instansi; 3) Tanda tangan; 4) Nama terang; 5) Stempel. 3. Pengesahan. Ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum atau Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi/ Kabupaten/ Kota. Bentuk Bentuk Piagam Penghargaan sebagaimana tercantum pada Lampiran XXVI.1 sampai dengan Lampiran XXVI.2

2.

4.

Ad.B20. Surat Tugas 1. Pengertian Naskah dinas yang memuat pemberian tugas tertentu dari pejabat atasan yang berwenang kepada Pejabat/Personil di bawahnya untuk melaksanakan surat tugas dan atau pekerjaan tertentu serta dalam waktu yang ditentukan.

34

2.

Susunan. terdiri atas : a. Bagian awal. b. Isi. c. Bagian akhir. ad. a. Bagian awal, terdiri atas : 1) Tulisan surat tugas dengan menggunakan huruf kapital pada huruf awal kata surat dan kata tugas; 2) Nomor. ad. b. Isi, terdiri atas : 1) Dasar peraturan perundang-undangan dikeluarkannya Surat Tugas; 2) Tulisan menugaskan dengan menggunakan huruf kapital; 3) Nama pejabat/pegawai yang diberi tugas; 4) Waktu dan tempat yang diperlukan dalam penugasan; 5) Keperluan penugasan; 6) Penutup. ad. c. Bagian akhir, terdiri dari : 1) Nama tempat; 2) Tanggal, bulan dan tahun; 3) Nama Jabatan; 4) Tanda tangan pejabat; 5) Nama pejabat yang menandatangani; 6) Stempel. Pengesahan. Ditandatangani oleh pejabat pemberi tugas. Bentuk Bentuk surat tugas sebagaimana tercantum dalam Lampiran XXVII.

3.

4.

Ad.B21. Surat Pernyataan 1. Pengertian Naskah dinas yang memuat suatu pernyataan berkenaan dengan hal tertentu, yang sifatnya harus dapat dipertanggungjawabkan dan mengandung sanksi apabila ternyata dikemudian hari tidak benar. Susunan. terdiri atas : a. Bagian awal. b. Isi. c. Bagian akhir ad. a. Bagian awal, terdiri atas : 1) Tulisan surat pernyataan dengan menggunakan huruf kapital; 2) Nomor. ad. b. Isi, terdiri atas : 1) Identitas yang membuat pernyataan; 2) Pernyataan yang dibuat; 3) Kalimat penutup.

2.

35

ad. c. Bagian akhir, terdiri atas : 1) Nama tempat; 2) Tanggal, bulan dan tahun; 3) Nama Jabatan yang membuat pernyataan; 4) Tanda tangan; 5) Nama yang membuat pernyataan. 3. Pengesahan Ditandatangani oleh yang membuat pernyataan. Bentuk Bentuk Surat Pernyataan sebagaimana tercantum pada Lampiran XXVIII

4.

Ad.B22. Surat Peringatan 1. Pengertian Naskah dinas yang memuat teguran atau peringatan dari pejabat atasan kepada pejabat dibawahnya atau personil atau dari suatu instansi kepada Instansi/Organisasi dibawahnya dalam lingkungan kerjanya, tentang kealpaan, kelalaian, kekeliruan atau sesuatu hal yang berlawanan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan maksud agar segera mendapat tanggapan perbaikan. Susunan. terdiri atas : a. Bagian awal. b. Isi. c. Bagian akhir. ad. a. Bagian awal, terdiri atas : 1) Nama tempat, tanggal, bulan dan tahun; 2) Alamat yang dituju; 3) Tulisan surat peringatan dengan menggunakan huruf kapital dan dapat ditambah kata pertama atau kedua dengan menggunakan huruf kapital setelah kalimat surat peringatan. 4) Nomor. ad. b. Isi, terdiri atas : 1) Identitas pejabat/personil atau instansi/organisasi yang diberi peringatan; 2) Dasar ketentuan dikeluarkannya surat peringatan; 3) Isi peringatan; 4) Penutup. ad. c. Bagian akhir, terdiri atas : 1) Nama jabatan; 2) Tanda tangan; 3) Nama pejabat; 4) Tembusan apabila diperlukan. 3. Pengesahan. Ditandatangani oleh pejabat yang memberi peringatan. Bentuk Bentuk surat peringatan sebagaimana tercantum pada Lampiran XXIX..

2.

4.

36

Ad.B23. Risalah Rapat 1. Pengertian Naskah dinas yang memuat pendapat dan atau saran/masukan peserta rapat pleno Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, serta Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota terhadap materi yang dicantumkan dalam acara undangan rapat, yang diakhiri dengan kesimpulan rapat oleh pimpinan rapat. Kesimpulan rapat dituangkan dalam berita acara rapat pleno yang dilampiri dengan daftar hadir peserta rapat yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari berita acara. Susunan. terdiri atas : a. Bagian awal. b. Isi. c. Bagian akhir. ad. a. Bagian awal, terdiri atas : 1) Jenis rapat; 2) Hari, tanggal, bulan dan tahun; 3) Waktu dan tempat; 4) Materi rapat; 5) Pimpinan rapat; 6) Peserta rapat. ad. b. Isi, terdiri atas : 1) Pembukaan atau pengantar pimpinan rapat tentang materi rapat kepada peserta rapat, serta kesepakatan peserta rapat mengenai waktu rapat; 2) Curah pendapat peserta rapat, yang dapat berupa saran/ tanggapan dan atau masukan dan hal-hal lain tentang materi rapat; 3) Kesimpulan rapat yang memuat pokok-pokok materi rapat yang disepakati untuk ditindaklanjuti. ad. c. Bagian akhir, meliputi penutup yang berisi identitas penyusun risalah rapat. 3. Sarana a. Risalah rapat dibuat berdasarkan hasil rekaman saat berlangsungnya rapat dari awal sampai akhir, dan dituangkan dalam kertas kop surat Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota. b.Risalah rapat disimpan pada Filling cabinet khusus yang dibuat sedemikian rupa secara berurutan, sehingga memudahkan dalam pencarian data sewaktu-waktu diperlukan. Bentuk Bentuk risalah rapat sebagaimana tercantum pada Lampiran XXX..

2.

4.

37

BAB III KOP NASKAH DINAS, STEMPEL DINAS, SAMPUL NASKAH DINAS, MAP DAN PAPAN NAMA Kop naskah dinas, stempel dinas, sampul naskah dinas, map dan papan nama yang diatur dalam Peraturan ini, menjadi dasar untuk Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/ Kota dalam melaksanakan tugas, wewenang dan kewajibannya sebagai penyelenggara pemilihan umum dalam rangka untuk mendukung administrasi pemilihan umum sebagaimana telah diuraikan dalam Bab II, sehingga dengan penulisan dan penggunaan yang benar, jelas dan teratur akan memudahkan untuk mengetahui nama instansi dan pejabat yang bertangungjawab terhadap naskah dinas yang diterbitkan. A. Kop Naskah Dinas 1. Ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum

KOMISI PEMILIHAN UMUM

Keterangan : b. Lambang garuda ditempatkan simetris dengan tulisan Komisi Pemilihan Umum. c. Lambang garuda dan tulisan Komisi Pemilihan Umum dengan huruf kapital 12 menggunakan warna kuning emas.

2. Ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum atau Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum.

KOMISI PEMILIHAN UMUM

Keterangan : a. Lambang garuda ditempatkan simetris dengan tulisan Komisi Pemilihan Umum. b. Lambang garuda dan tulisan Komisi Pemilihan Umum dengan huruf kapital 12 menggunakan warna hitam.

38

3. Ditandatangani oleh Pejabat Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum

KOMISI PEMILIHAN UMUM


Alamat : ........................

......................
Telp.................... Fax..................

Keterangan : a. Lambang Komisi Pemilihan Umum berwarna ditempatkan pada bagian kiri kop naskah. b. Susunan tulisan simetris. c. Jarak tepi kertas bagian atas dengan tulisan paling atas = 1 cm d. Jarak tepi kertas bagian atas dengan garis lurus = 4 cm e. Tulisan Komisi Pemilihan Umum menggunakan huruf kapital 17 warna hitam. f. Tulisan Alamat ........ menggunakan huruf 14 warna hitam. g. Tulisan Telp..... dan Fax..... menggunakan huruf 11 warna hitam. 4. Ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI ........... Keterangan : a. Menggunakan lambang Komisi Pemilihan Umum berwarna yang ditempatkan simetris dengan tulisan Komisi Pemilihan Umum Provinsi..... b. Tulisan Komisi pemilihan Umum Provinsi.... menggunakan huruf kapital 12 warna hitam. 5. Ditandatangani oleh Sekretaris dan pejabat Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi.

KOMISI PEMILIHAN UMUM


PROVINSI ................
Alamat : ..............
Telp.................... Fax..................

Keterangan : a. Lambang Komisi Pemilihan Umum berwarna ditempatkan pada bagian kiri kop naskah. b. Susunan tulisan simetris. c. Jarak tepi kertas bagian atas dengan tulisan paling atas = 1 cm d. Jarak tepi kertas bagian atas dengan garis lurus = 4 cm e. Tulisan Komisi Pemilihan Umum menggunakan huruf kapital 17 warna hitam.

39

f. g.

Tulisan Provinsi .... menggunakan huruf kapital 14 warna hitam Tulisan Alamat ........Tulisan Telp..... dan Fax..... menggunakan huruf 11 warna hitam.

6. Ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN/KOTA ........... Keterangan : a. Menggunakan lambang Komisi Pemilihan Umum berwarna yang ditempatkan simetris dengan tulisan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota..... b. Tulisan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota.... menggunakan huruf kapital 12 warna hitam. 7. Ditandatangani oleh Sekretaris dan Pejabat Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota.

KOMISI PEMILIHAN UMUM


KABUPATEN/KOTA...........
Alamat : ..............
Telp.................... Fax..................

Keterangan : a. Lambang Komisi Pemilihan Umum berwarna ditempatkan pada bagian kiri kop naskah. b. Susunan tulisan simetris. c. Jarak tepi kertas bagian atas dengan tulisan paling atas = 1 cm d. Jarak tepi kertas bagian atas dengan garis lurus = 4 cm e. Tulisan Komisi Pemilihan Umum menggunakan huruf kapital 17 warna hitam. f. Tulisan Kabupaten/Kota .... menggunakan huruf kapital 14 warna hitam g. Tulisan Alamat ........Tulisan Telp..... dan Fax..... menggunakan huruf 11 warna hitam. 8. Ditandatangani oleh Panitia Pemilihan Kecamatan dalam Kabupaten/Kota

PANITIA PEMILIHAN KECAMATAN


KECAMATAN ............ KABUPATEN/KOTA.......
Alamat :......................................
Telp.................... Fax...............

Keterangan : a. Lambang Komisi Pemilihan Umum berwarna ditempatkan pada bagian kiri kop naskah dan logo Pemilihan Umum Tahun 2009 ditempatkan pada bagian kanan kop naskah dinas. b. Susunan tulisan simetris. c. Jarak tepi kertas bagian atas dengan tulisan paling atas = 1 cm

40

d. Jarak tepi kertas bagian atas dengan garis lurus = 4 cm e. Tulisan Panitia Pemilihan Kecamatan menggunakan huruf kapital 16 warna hitam. f. Kecamatan ....... (diisi dengan nama kecamatan yang bersangkutan atau sebutan lain) dengan menggunakan huruf kapital 13 warna hitam. g. Tulisan Kabupaten/Kota .... menggunakan huruf kapital 13 warna hitam. h. Tulisan Alamat ........Telp..... dan Fax..... menggunakan huruf 11 warna hitam.

9. Ditandatangani oleh Panitia Pemilihan Luar Negeri.

PANITIA PEMILIHAN LUAR NEGERI


PERWAKILAN RI ............
Alamat :......................................
Telp.................... Fax...............

Keterangan : a. Lambang Komisi Pemilihan Umum berwarna ditempatkan pada bagian kiri kop naskahdan logo Pemilihan Umum Tahun 2009 ditempatkan pada bagian kanan kop naskah dinas. b. Susunan tulisan simetris. c. Jarak tepi kertas bagian atas dengan tulisan paling atas = 1 cm d. Jarak tepi kertas bagian atas dengan garis lurus = 4 cm e. Tulisan Panitia Pemilihan Luar Negeri menggunakan huruf kapital 16 warna hitam. f. Tulisan Perwakilan RI ..... menggunakan huruf kapital 13 (titik-titik diisi dengan nama Perwakilan Luar Negeri yang bersangkutan) warna hitam. g. Tulisan Alamat ........Telp..... dan Fax..... menggunakan huruf 11 warna hitam.

10. Ditandatangani oleh Panitia Pemungutan Suara dalam Kecamatan

PANITIA PEMUNGUTAN SUARA


KELURAHAN/DESA....... KECAMATAN...........
Alamat :......................................
Telp.................... Fax...............

Keterangan : a. Lambang Komisi Pemilihan Umum berwarna ditempatkan pada bagian kiri kop naskah dan logo Pemilihan Umum Tahun 2009 ditempatkan pada bagian kanan kop naskah dinas. b. Susunan tulisan simetris. c. Jarak tepi kertas bagian atas dengan tulisan paling atas = 1 cm d. Jarak tepi kertas bagian atas dengan garis lurus = 4 cm e. Tulisan Panitia Pemungutan Suara menggunakan huruf kapital 16 warna hitam. f. Kelurahan/Desa.... (titik-titik diisi dengan nama Kelurahan/Desa yang bersangkutan atau sebutan lain) dengan menggunakan huruf kapital 13. g. Tulisan Kecamatan... (titik-titik diisi dengan nama Kecamatan yang bersangkutan) menggunakan huruf kapital 13 h. Tulisan Alamat ........Telp..... dan Fax..... menggunakan huruf 11 warna hitam.

41

a.

Stempel Dinas Stempel Dinas adalah tanda pengenal resmi Komisi Pemilihan Umum atau Komisi Pemilihan Umum Provinsi atau Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota yang digunakan sebagai tanda pengesahan naskah dinas Komisi Pemilihan Umum atau Komisi Pemilihan Umum Provinsi atau Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, PPK, PPLN dan PPS. 1. Jenis Stempel Dinas Stempel dinas, terdiri dari : a. Stempel Komisi Pemilihan Umum atau Komisi Pemilihan Umum Provinsi atau Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, PPK, PPLN dan PPS. b. Stempel kesekretariatan Komisi Pemilihan Umum atau Komisi Pemilihan Umum Provinsi atau Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, PPK, PPLN dan PPS. 2. Tata Cara Pemakaian Stempel Dinas a. Stempel Komisi Pemilihan Umum atau Komisi Pemilihan Umum Provinsi atau Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota adalah stempel bertuliskan Komisi Pemilihan Umum atau Komisi Pemilihan Umum Provinsi atau Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, PPK, PPLN dan PPS, yang digunakan untuk menyertai tanda tangan Ketua Komisi Pemilihan Umum atau Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi atau Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota atau Ketua PPK atau Ketua PPLN dan Ketua PPS, dengan menggunakan tinta stempel warna biru atau ungu. b. Stempel kesekretariatan, ditentukan : 1) Stempel Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum untuk menyertai tanda tangan Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum atau Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum atau pejabat Sekretariat Jenderal yang karena tugas dan fungsinya mempunyai wewenang untuk menggunakan stempel Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, dengan menggunakan tinta stempel warna biru atau ungu. 2) Stempel Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota untuk menyertai tanda tangan Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota dan pejabat Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota yang karena tugas dan fungsinya mempunyai wewenang untuk menggunakan stempel Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota, dengan menggunakan tinta stempel warna biru atau ungu. c. Wewenang penyimpanan dan penggunaan stempel Komisi Pemilihan Umum , Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, PPK, PPLN, dan PPS, serta stempel Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, Sekretaris PPK, Sekretaris PPLN, dan Ketua PPS, dilaksanakan oleh bagian tata usaha pada Biro Umum Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, sub bagian umum dan logistik pada bagian keuangan, umum dan logistik Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi, sub bagian keuangan, umum, dan logistik pada Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota.

42

3. Tata Cara Pembuatan Stempel Dinas a. Stempel Dinas Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum rovinsi, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, PPK, PPLN, dan PPS dibuat sedemikian rupa dengan mengutamakan azas keamanan. b. Untuk memenuhi azas keamanan, Stempel Dinas Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum rovinsi, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, PPK, PPLN, dan PPS pada stempel dinas diberi kode tertentu yang selalu diubah paling lama setiap 6 (enam) bulan sekali, dan Stempel Dinas Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum rovinsi, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, PPK, PPLN, dan PPS dengan kode lama dimusnahkan. 4. Bentuk, Ukuran dan Isi Stempel Dinas

a.

Komisi Pemilihan Umum


Keterangan : 1. 2. 3. 4. Garis tengah lingkaran luar : 37 mm. Garis tengah lingkaran luar bagian dalam : 35 mm. Garis tengah lingkaran dalam : 25 mm. Antara garis lingkaran luar bagian dalam dengan garis lingkaran dalam, pada bagian atas diberi tulisan Komisi Pemilihan Umum dengan huruf kapital melingkar simetris. 5. Antara garis lingkaran luar bagian dalam dengan garis lingkaran dalam pada bagian bawah diberi tanda bintang simetris. 6. Pada lingkaran dalam diberi lambang garuda.

b. Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum


Keterangan : 1. 2. 3. 4. Garis tengah lingkaran luar : 37 mm Garis tengah lingkaran luar bagian dalam : 35 mm Garis tengah lingkaran dalam : 25 mm Antara garis lingkaran luar bagian dalam dengan garis lingkaran dalam, pada bagian atas diberi tulisan Komisi Pemilihan Umum dengan huruf kapital melingkar simetris. 5. Antara garis lingkaran luar bagian dalam dengan garis lingkaran dalam pada bagian bawah diberi tanda bintang simetris. 6. Pada lingkaran dalam diberi lambang garuda

43

c. Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum


Keterangan : 1. 2. 3. 4. 5. Garis tengah lingkaran luar : 37 mm. Garis tengah lingkaran luar bagian dalam : 35 mm. Garis tengah lingkaran dalam : 25 mm. Jarak dua garis mendatar pada lingkaran dalam : 7 mm. Antara garis lingkaran luar bagian dalam dengan garis lingkaran dalam, pada bagian atas diberi tulisan Komisi Pemilihan Umum dengan huruf kapital melingkar simetris. 6. Antara garis lingkaran luar bagian dalam dengan garis lingkaran dalam pada bagian bawah diberi tanda bintang simetris. 7. Dalam dua garis mendatar pada lingkaran dalam diberi tulisan Sekretariat Jenderal dengan menggunakan huruf kapital.

d. Komisi Pemilihan Umum Provinsi


Keterangan : 1. Bentuk: Lingkaran luar 37 mm, lingkaran luar bagian dalam 35mm, lingkaran dalam 25 mm, lebar 2 (dua) garis sejajar simetris di dalam lingkaran dalam 7 mm. 2. Antara lingkaran luar bagian dalam dengan lingkaran dalam, ditulis kalimat Komisi Pemilihan Umum Provinsi dengan huruf kapital melingkar simetris. 3. Gambar bintang segi lima diletakan vertikal dibawah, antara kata Komisi dan nama Provinsi. 4. Didalam lingkaran dalam dibuat garis sejajar, dan ditulis nama Provinsi.... (yang bersangkutan) dengan menggunakan huruf kapital.

e. Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi


Keterangan : 1. Bentuk: Lingkaran luar 37 mm, lingkaran luar bagian dalam 35mm, lingkaran dalam 25 mm, lebar 2 (dua) garis sejajar simetris di dalam lingkaran dalam 7 mm. 2. Antara lingkaran luar bagian dalam dengan lingkaran dalam, ditulis kalimat Komisi Pemilihan Umum Provinsi...... dengan menggunakan huruf kapital melingkar simetris. 3. ...... (titik-titik dalam lingkarab di isi nama Provinsi). 4. Gambar Bintang segi lima diletakan vertikal dibawah, antara kata Komisi dan nama Provinsi. 5. Didalam lingkaran dalam dibuat garis sejajar, dan ditulis kata Sekretariat dengan menggunakan huruf kapital.

44

f. Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota


Keterangan : 1. Bentuk : Lingkaran luar 37 mm, lingkaran luar bagian dalam 35 mm, lingkaran dalam 25 mm, lebar 2 (dua) garis sejajar simetris di dalam lingkaran dalam 7 mm. 2. Antara lingkaran luar bagian dalam dengan lingkaran dalam, ditulis kalimat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota dengan menggunakan huruf kapital melingkar simetris. 3. Gambar bintang segi lima diletakan vertikal dibawah, antara kata Komisi dan nama Kabupaten/Kota. 4. Didalam lingkaran dalam dibuat garis sejajar, dan ditulis nama Kabupaten/Kota.... (yang bersangkutan) dengan menggunakan huruf kapital.

g. Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota


Keterangan : 1. Bentuk : Lingkaran luar 37 mm, lingkaran luar bagian dalam 35 mm, lingkaran dalam 25 mm, lebar 2 (dua) garis sejajar simetris di dalam lingkaran dalam 7 mm. 2. Antara lingkaran luar bagian dalam dengan lingkaran dalam, ditulis kalimat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota dengan menggunakan huruf kapital melingkar simetris. 3. ......(titik-titik dalam lingkaran di isi nama Kabupaten/Kota) 4. Gambar bintang segi lima diletakan vertikal dibawah, antara kata Komisi dan nama Kabupaten/Kota. 5. Didalam lingkaran dalam dibuat garis sejajar, dan ditulis kata Sekretariat dengan menggunakan huruf kapital.

45

h. Panitia Pemilihan Kecamatan


Keterangan : 1. Garis tengah lingkaran luar : 37 mm. 2. Garis tengah lingkaran luar bagian dalam : 35 mm. 3. Garis tengah lingkaran dalam : 25 mm. 4. Antara garis lingkaran luar bagian dalam dengan lingkaran dalam, pada bagian atas diberi tulisan Panitia Pemilihan Kecamatan dengan menggunakan huruf kapital melingkar simetris. 5. Antara garis lingkaran luar bagian dalam dengan garis lingkaran dalam pada bagian bawah diberi tanda bintang simetris. 6. Didalam lingkaran dalam dibuat garis sejajar, dan ditulis nama Kecamatan....(yang bersangkutan) atau sebutan lain dengan menggunakan huruf kapital.

i. Panitia Pemungutan Suara Kelurahan/Desa


Keterangan : 1. 2. 3. 4. Garis tengah lingkaran luar : 37 mm. Garis tengah lingkaran luar bagian dalam : 35 mm. Garis tengah lingkaran dalam : 25 mm. Antara garis lingkaran luar bagian dalam dengan lingkaran dalam, pada bagian atas diberi tulisan Panitia Pemungutan Suara dengan menggunakan huruf kapital melingkar simetris. 5. Antara garis lingkaran luar bagian dalam dengan garis lingkaran dalam pada bagian bawah diberi tanda bintang simetris. 6. Didalam lingkaran dalam dibuat garis sejajar, dan ditulis nama Kelurahan/Desa (yang bersangkutan) atau sebutan lain dengan menggunakan huruf kapital.

j. Panitia Pemilihan Luar Negeri


Keterangan : 1. Garis tengah lingkaran luar : 37 mm. 2. Garis tengah lingkaran luar bagian dalam : 35 mm. 3. Garis tengah lingkaran dalam : 25 mm. 4. Antara garis lingkaran luar bagian dalam dengan lingkaran dalam, pada bagian atas diberi tulisan Panitia Pemilihan Luar Negeri dengan menggunakan huruf kapital melingkar simetris. 5. Antara garis lingkaran luar bagian dalam dengan garis lingkaran dalam pada bagian bawah diberi tanda bintang simetris. 6. Didalam lingkaran dalam dibuat garis sejajar, dan ditulis nama Perwakilan RI....(yang bersangkutan) dengan menggunakan huruf kapital.

46

4. Kode Stempel Dinas a. Untuk menjaga kerahasiaan stempel dinas Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, PPK, PPLN, dan PPS, serta stempel Sekretariat Jenderal, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, Sekretariat PPK, Sekretariat PPLN, dan PPS, terhadap stempel dinas tersebut dibubuhi kode tertentu yang diadakan perubahan paling lama setiap 6 (enam) bulan sekali, dengan ketentuan kode tertentu tersebut hanya diketahui oleh pimpinan Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, PPK, PPLN, dan PPS, serta stempel Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, Sekretariat PPK, Sekretariat PPLN, dan PPS. b. Apabila terdapat adanya penyimpangan atau pemalsuan stempel dinas sebelum jangka waktu sebagaimana dimaksud pada huruf a, pimpinan Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, PPK, PPLN, dan PPS, serta stempel Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, Sekretariat PPK, Sekretariat PPLN, dan PPS memerintahkan untuk segera mengganti stempel dinas tersebut dengan kode yang diperbaharui.

B. Sampul Naskah Dinas 1. Pengertian Naskah dinas yang disampaikan atau dikirimkan kepada yang berkepentingan, dimasukan dalam suatu sampul naskah dinas, sehingga dapat menjaga kebersihan dan atau kerahasiaan isi naskah dinas sampai kepada yang berkepentingan. 2. Jenis Sampul terdiri dari : a. Sampul naskah dinas ukuran kabinet warna coklat. b. Sampul naskah dinas ukuran folio warna coklat. c. Sampul naskah dinas ukuran folio warna coklat dan putih. d. Sampul naskah dinas ukuran besar warna coklat. 3. Penggunaan, ukuran, dan jenis kertas sampul a. Penggunaan 1) Sampul naskah dinas kabinet dipergunakan untuk pengiriman naskah-naskah dinas dengan memperhatikan ketebalan naskah dinas; 2) Sampul naskah dinas ukuran folio dipergunakan untuk pengiriman naskahnaskah dinas yang karena ketebalannya tidak memungkinkan menggunakan sampul kabinet; 3) Sampul naskah dinas ukuran folio dipergunakan untuk pengiriman naskahnaskah dinas yang karena sesuatu hal tidak harus dilipat, dan yang berwarna putih khusus digunakan untuk sampul naskah dinas mengenai kepangkatan, piagam, dan surat tanda tamat pendidikan/ pelatihan; 4) Sampul naskah dinas ukuran besar dipergunakan ........ b. Ukuran 1) Sampul naskah dinas kabinet : 11,5 cm x 24,5 cm; 2) Sampul naskah dinas folio : 21,5 cm x 30 cm; 3) Sampul naskah dinas folio : 24 cm x 35 cm; 4) Sampul naskah dinas besar :..........

47

c. Jenis kertas : samson d. Contoh : 1) Sampul naskah dinas Komisi Pemilihan Umum

KOMISI PEMILIHAN UMUM


JL. IMAM BONJOL NO. 29

JAKARTA
Telp.................... Fax..................

2) Sampul naskah dinas Komisi Pemilihan Umum Provinsi

KOMISI PEMILIHAN UMUM


PROVINSI..........
Alamat:........
TELP:.............. FAX:.........

3) Sampul naskah dinas Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota

KOMISI PEMILIHAN UMUM


KAB/KOTA..........
Alamat:........
TELP:.............. FAX:.........

48

4) Sampul naskah dinas PPK

PANITIA PEMILIHAN KECAMATAN


KEC...../KAB/KOTA.......
Alamat :...............
TELP:.............. FAX:.........

5) Sampul naskah dinas PPS

PANITIA PEMUNGUTAN SUARA


KEL/DESA.........KEC.......
Alamat :...............
TELP:.............. FAX:.........

6)

Sampul Naskah Dinas Panitia Pemilihan Luar Negeri

PANITIA PEMILIHAN LUAR NEGERI


PERWAKILAN RI........
Alamat :...............
TELP:.............. FAX:.........

49

C. Stof Map 1. Stof Map TU Pimpinan Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum - Ukuran : 25 cm x 30 cm - Warna : - krem (untuk naskah dinas bersifat biasa) : - merah (untuk naskah dinas yang bersifat penting/segera) - Bentuk : 2 lipatan - Bahan : karton berserat

Contoh : Penampang depan

KOMISI PEMILIHAN UMUM JAKARTA

PERIHAL : ..................................... ......................................

Penampang dalam

50

2.

Stof Map Umum - Ukuran : 25 cm x 30 cm - Warna : krem - Bentuk : 2 lipatan - Bahan : buffalo

Contoh Stof Map Komisi Pemilihan Umum Penampang depan

KOMISI PEMILIHAN UMUM JAKARTA

Penampang dalam

51

Contoh Stof Map Komisi Pemilihan Umum Provinsi Penampang depan

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI......

Penampang dalam

52

Contoh Stof Map Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota Penampang depan

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN/KOTA...

Penampang dalam

53

Contoh Stof Map Panitia Pemilihan Kecamatan Penampang depan

PANITIA PEMILIHAN KECAMATAN KECAMATAN................ KABUPATEN/KOTA......

Penampang dalam

54

Contoh Stof Map Panitia Pemungutan Suara Penampang depan

PANITIA PEMUNGUTAN SUARA KELURAHAN/DESA........ KECAMATAN................

Penampang dalam

55

Contoh Stof Map Panitia Pemilihan Luar Negeri Penampang depan

PANITIA PEMILIHAN LUAR NEGERI PERWAKILAN RI .........

Penampang dalam

56

D. Papan Nama Papan nama adalah tulisan pada papan dengan ukuran tertentu dan ditempatkan di depan gedung kantor yang memuat sebuah nama, alamat dan nomor telepon, agar masyarakat umum atau instansi lain mengetahui. 1. Papan Nama Komisi Pemilihan Umum Provinsi.
a. b. c. d. e. Bentuk papan nama instansi : empat persegi panjang. Ukuran disesuaikan dengan profil gedung kantor, serta memperhatikan nilai artistik. Perbandingan panjang dengan lebar papan = 3 : 2 Warna dasar papan dicat warna putih. Didalam papan ditulis KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI....., Alamat, Telp dan Fax. f. Tulisan berwarna hitam dengan menggunakan huruf kapital. g. Perbandingan besar dan kecilnya tulisan diperhatikan keserasian dan keindahan.

Contoh :

KOMISI PEMILIHAN UMUM


PROVINSI........

ALAMAT :.................................... TELP........FAX........

2. Papan Nama Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota


a. b. c. d. e. Bentuk papan nama instansi : empat persegi panjang. Ukuran disesuaikan dengan profil gedung kantor, serta memperhatikan nilai artistik. Perbandingan panjang dengan lebar papan = 3 : 2 Warna dasar papan dicat warna putih. Didalam papan ditulis KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN/KOTA....., Alamat, Telp dan Fax. f. Tulisan berwarna hitam dengan menggunakan huruf kapital. g. Perbandingan besar dan kecilnya tulisan diperhatikan keserasian dan keindahan.

Contoh :

KOMISI PEMILIHAN UMUM


KABUPATEN/KOTA........

ALAMAT :.................................... TELP........FAX........

57

3. Papan Nama Panitia Pemilihan Kecamatan dalam Kabupaten/Kota.


a. b. c. d. e. Bentuk papan nama instansi : empat persegi panjang. Ukuran disesuaikan dengan profil gedung kantor, serta memperhatikan nilai artistik. Perbandingan panjang dengan lebar papan = 3 : 2. Warna dasar papan dicat warna putih. Didalam papan ditulis PANITIA PEMILIHAN KECAMATAN, KECAMATAN.....(nama kecamatan yang bersangkutan atau sebutan lain), KABUPATEN/KOTA......, Alamat, Telp dan Fax. f. Tulisan berwarna hitam dengan menggunakan huruf kapital. g. Perbandingan besar dan kecilnya tulisan diperhatikan keserasian dan keindahan.

Contoh :

PANITIA PEMILIHAN KECAMATAN KECAMATAN ...................... KABUPATEN/KOTA.....

ALAMAT :.................................... TELP........FAX........

4. Papan Nama Panitia Pemilihan Luar Negeri


a. b. c. d. e. Bentuk papan nama instansi : empat persegi panjang. Ukuran disesuaikan dengan profil gedung kantor, serta memperhatikan nilai artistik. Perbandingan panjang dengan lebar papan = 3 : 2. Warna dasar papan dicat warna putih. Didalam papan ditulis PANITIA PEMILIHAN LUAR NEGERI, PERWAKILAN RI.........., Alamat, Telp dan Fax. f. Tulisan berwarna hitam dengan menggunakan huruf kapital. g. Perbandingan besar dan kecilnya tulisan diperhatikan keserasian dan keindahan.

Contoh :

PANITIA PEMILIHAN LUAR NEGERI PERWAKILAN RI...........

ALAMAT :.................................... TELP........FAX........

58

5. Papan Nama Panitia Pemungutan Suara Kelurahan/Desa


a. b. c. d. e. Bentuk papan nama instansi : empat persegi panjang. Ukuran disesuaikan dengan profil gedung kantor, serta memperhatikan nilai artistik. Perbandingan panjang dengan lebar papan = 3 : 2. Warna dasar papan dicat warna putih. Didalam papan ditulis PANITIA PEMUNGUTAN SUARA, KELURAHAN/DESA......(nama kelurahan/desa yang bersangkutan atau nama lain) KECAMATAN ................, Alamat, Telp dan Fax. f. Tulisan berwarna hitam dengan menggunakan huruf kapital. g. Perbandingan besar dan kecilnya tulisan diperhatikan keserasian dan keindahan.

Contoh :

PANITIA PEMUNGUTAN SUARA KELURAHAN/DESA........... KECAMATAN ...........

ALAMAT :.................................... TELP........FAX........

F.

Kop naskah dinas, stempel dinas, sampul surat, map dan papan nama sebagaimana dimaksud pada huruf A, huruf B, huruf C, huruf D dan huruf E dalam hal penulisan nama Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota disesuaikan dengan nama Komisi Independen Pemilihan Provinsi Aceh dan Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Aceh sebagaimana dimaksud dalam UndangUndang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

59

BAB IV KEWENANGAN DAN PELIMPAHAN WEWENANG DALAM PENANDATANGANAN NASKAH DINAS

A. Kewenangan Pada hakekatnya setiap naskah dinas keluar menjadi tanggung jawab pimpinan instansi yang bersangkutan. Naskah dinas ditandatangani oleh pejabat yang mempunyai kewenangan atau yang mendapat pelimpahan wewenang sesuai dengan tanggungjawabnya berdasarkan ketentuan yang berlaku. Pelimpahan wewenang yang dapat dilaksanakan adalah kebijakan yang bersifat administratif (bukan kebijakan yang bersifat politis). Pelimpahan wewenang yang bersifat administratif harus memperhatikan jenjang struktural pejabat yang mendapat pelimpahan wewenang. Sejalan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum: 1. Penandatanganan naskah dinas atas nama Komisi Pemilihan Umum adalah Ketua Komisi Pemilihan Umum, Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota. 2. Penandatanganan naskah dinas yang berkaitan dengan fungsi pelaksanaan administrasi yang meliputi dukungan staf, anggaran, sarana dan prasarana ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum dan Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi/ Kabupaten/Kota. 3. Kewenangan penandatanganan naskah dinas oleh Pejabat Eselon II hanya berlaku di lingkungan Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum.

B. Pertanggungjawaban 1. Pimpinan organisasi bertanggungjawab atas semua yang dilakukannya baik secara langsung atau tidak langsung dan tidak dapat memindahkan pertanggungjawabannya baik keseluruhan maupun sebagian kepada pejabat atau pegawai lainnya. 2. Pelimpahan wewenang dari pimpinan eselon tingkat atas kepada pimpinan eselon tingkat bawahannya, tidak mengubah tanggungjawab pimpinan eselon yang memberikan kewenangan.

60

C. Pelimpahan Wewenang Sepanjang tidak ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku, wewenang penandatanganan dapat dilimpahkan kepada struktural yang berada dibawahnya. Pelimpahan wewenang adalah penyerahan sebagian dari wewenang pejabat atasan kepada bawahannya, agar pejabat bawahan tersebut dapat membantu memperlancar dalam melaksanakan tugas-tugas kewajibannya. Pelimpahan wewenang dimaksudkan untuk menunjang kelancaran tugas dan ketertiban jalur komunikasi penanggungjawab wewenang. Pelimpahan wewenang harus mengikuti jalur struktural dan paling banyak hanya dua rentang jabatan struktural di bawahnya. Bentuk pelimpahan wewenang penandatanganan naskah dinas adalah sebagai berikut: Pelimpahan wewenang dengan menggunakan sebutan atas nama (disingkat a.n.) a. Sebutan a.n. digunakan jika pejabat yang menandatangani naskah dinas telah diberi wewenang oleh pejabat yang bertanggungjawab, berdasarkan bidang tugas, wewenang dan tanggungjawab pejabat yang bersangkutan. Dalam hal ini pejabat penandatanganan naskah dinas bertanggungjawab atas isi naskah dinas kepada penanggungjawab. Pada asasnya tanggungjawab tetap ada pada pejabat yang memberikan wewenang. b. Faktor-faktor yang harus dipenuhi dalam pelimpahan wewenang ini adalah sebagai berikut: 1) Pelimpahan wewenang diberikan secara langsung, tegas, jelas dan tertulis. 2) Materi wewenang yang dilimpahkan benar-benar menjadi tugas dan tanggungjawab pejabat yang menerima wewenang. 3) Materi wewenang yang dilimpahkan harus dipertanggungjawabkan kepada pejabat yang memberi wewenang. 4) Tanggungjawab sebagai akibat penandatanganan naskah dinas, sepenuhnya berada pada pejabat yang di atas namakan. c. Contoh penggunaan atas nama (a.n.) dalam penandatanganan naskah dinas adalah sebagai berikut:

a.n. SEKRETARIS JENDERAL KEPALA BIRO UMUM

NAMA PEJABAT NIP.

61

D. Penunjukan Pejabat Pelaksana Tugas (Plt)

Pada dasarnya kegiatan setiap satuan kerja dilingkungan Komisi Pemilihan Umum harus berjalan lancar. Sering terjadi pejabat yang memimpin satuan kerja tidak dapat menjalankan tugasnya atau berhalangan antara lain karena melakukan perjalanan dinas, tugas belajar, cuti dan sakit. Untuk menjaga kelancaran dan kesinambungan kegiatan satuan kerja yang bersangkutan, perlu segera ditetapkan penunjukan pejabat yang bertindak sebagai pejabat pelaksana tugas (Plt). Penunjukan pejabat pelaksana tugas, dilakukan sebagai berikut: 1. Penunjukan Plt, dilakukan oleh pejabat yang berhalangan. 2. Penunjukan Plt. dilaksanakan dengan cara menerbitkan surat tugas. 3. Plt. mempunyai hak dan kewajiban untuk melaksanakan tugas rutin atau dalam batasbatas tertentu dalam surat tugas. 4. Cara penulisan Plt. dalam penandatanganan surat adalah sebagai berikut :

Plt. SEKRETARIS JENDERAL

Plt. KEPALA BIRO PERENCANAAN

NAMA PEJABAT NIP.

NAMA PEJABAT NIP.

62

Lampiran I

(kuning emas)

KOMISI PEMILIHAN UMUM ) 4 spasi PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM ) 1 spasi NOMOR TAHUN ) 2 spasi TENTANG ) 2 spasi MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMMMMM ) 4 spasi KOMISI PEMILIHAN UMUM, ) 3 spasi Menimbang : a. Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 2 spasi Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 3 spasi Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 2 spasi Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 3 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm; Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm; ) 3 spasi MEMUTUSKAN : ) 3 spasi MMMMMMMMMM MMMMMM MMMMMMM MMMMMMM MMMMM MMMMMMMMM MMMMMMMMM MMMMMMM ) 3 spasi BAB I ) 2 spasi MMMMMMMMMMMMMM ) 3 spasi Pasal ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmmmm mmmm. ) 3 spasi Pasal ) 2 spasi (1) Mmmmmmmmmmmmm mmmmmm mmmmmmm mmmmmmm (2) Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmm mmmmmmm ) 3 spasi

---- 20 karakter ---

b.

Mengingat

: 1.

2.

Memperhatikan

: 1. 2.

Menetapkan

63

) 3 spasi B A B II ) 2 spasi MMMMMMMMMMMMM ) 3 spasi Pasal ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmmmm mmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) 2 spasi a. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmm b. Mmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmm ) 3 spasi B A B III ) 2 spasi MMMMMMMMMMMMM ) 2 spasi Pasal ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmmmm mmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) 4 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

Ditetapkan di pada tanggal ) 3 spasi KETUA ) 6 spasi

NAMA TERANG

64

Lampiran II

(kuning emas)

KOMISI PEMILIHAN UMUM ) 4 spasi KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM ) 1 spasi NOMOR...../Kep-KPU/TAHUN ) 2 spasi TENTANG ) 2 spasi MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMMMMM ) 4 spasi KOMISI PEMILIHAN UMUM, ) 3 spasi

Menimbang

: a.

---- 20 karakter ---

Mengingat

Memperhatikan

Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 2 spasi b. Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 3 spasi : 1. Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 2 spasi 2. Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 3 spasi : 1. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm; 2. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm; ) 3 spasi

Menetapkan

PERTAMA

KEDUA

MEMUTUSKAN : ) 3 spasi MMMMMMMMMM MMMMMM MMMMMMM MMMMMMM MMMMM MMMMMMMMM MMMMMMMMM MMMMMMM ) 3 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmmmm mmmm. ) 3 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmmmm mmmm. ) 3 spasi

65

KETIGA

Mmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmmmm mmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm.

----------------------------- 45 karakter ----------------------------

Ditetapkan di pada tanggal ) 3 spasi KETUA ) 6 spasi

NAMA TERANG

66

Lampiran III

KEPUTUSAN BERSAMA ) 1 spasi NOMOR ...../KB/KPU/ TAHUN NOMOR TAHUN TENTANG ) 2 spasi MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMMMMM ) 3 spasi Menimbang : a. Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 2 spasi Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 3 spasi Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 2 spasi Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 2 spasi dst... ) 3 spasi

---- 20 karakter ---

b.

: 1. Mengingat 2.

: 3.

Menetapkan

MEMUTUSKAN : ) 3 spasi MMMMMMMMMM MMMMMM MMMMMMM MMMMMMM MMMMM MMMMMMMMM MMMMMMMMM MMMMMMM ) 3 spasi BAB I ) 2 spasi MMMMMMMMMMMMMM ) 3 spasi Pasal ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmmmm mmmm. ) 3 spasi Pasal ) 2 spasi (1) Mmmmmmmmmmmmm mmmmmm mmmmmmm mmm (2) Mmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmm mmmmmmm ) 3 spasi B A B II ) 2 spasi MMMMMMMMMMMMM ) 3 spasi Paragraf ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmm mmm mmmmmmmmmm mmmmmmmmmm .

) 3 spasi Pasal ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmmmm mmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm. 67

) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 3 spasi B A B III ) 2 spasi MMMMMMMMMMMMM ) 2 spasi Pasal ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmmmm mmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm. a. b. ) 4 spasi Ditetapkan di pada tanggal ) 3 spasi ........................................... ) ) ) ) 6 spasi ) ) NAMA TERANG KETUA ) 6 spasi

NAMA TERANG

68

Lampiran IV

(garuda hitam)

KOMISI PEMILIHAN UMUM ) 4 spasi KEPUTUSAN SEKRETARIS JENDERAL KOMISI PEMILIHAN UMUM ) 1 spasi NOMOR...../Kpts/Setjen/TAHUN ) 2 spasi TENTANG ) 2 spasi MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMMMMM ) 4 spasi KOMISI PEMILIHAN UMUM, ) 3 spasi

Menimbang

: c.

---- 20 karakter ---

Mengingat

Memperhatikan

Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 2 spasi d. Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 3 spasi : 1. Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 2 spasi 2. Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 3 spasi : 3. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm; 4. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm; ) 3 spasi

Menetapkan

PERTAMA

KEDUA

MEMUTUSKAN : ) 3 spasi MMMMMMMMMM MMMMMM MMMMMMM MMMMMMM MMMMM MMMMMMMMM MMMMMMMMM MMMMMMM ) 3 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmmmm mmmm. ) 3 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmmmm mmmm. ) 3 spasi

69

KETIGA

Mmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmmmm mmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm.

----------------------------- 45 karakter ----------------------------

Ditetapkan di Pada tanggal ) 3 spasi SEKRETARIS JENDERAL ) 6 spasi

NAMA TERANG

70

Lampiran V

(lambang KPU berwarna)

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI ........... ) 4 spasi KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI................ ) 1 spasi NOMOR TAHUN ) 2 spasi TENTANG ) 2 spasi MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMMMMM ) 4 spasi KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI.........., ) 3 spasi

Menimbang

: a.

---- 20 karakter ---

b.

Mengingat

: 1.

2.

Memperhatikan

: 1. 2.

Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 2 spasi Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 3 spasi Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 2 spasi Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 3 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm; Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm; ) 3 spasi

Menetapkan

PERTAMA

KEDUA

MEMUTUSKAN : ) 3 spasi MMMMMMMMMM MMMMMM MMMMMMM MMMMMMM MMMMM MMMMMMMMM MMMMMMMMM MMMMMMM ) 3 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmmmm mmmm. ) 3 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmmmm mmmm. ) 3 spasi

) 3 spasi

71

KETIGA

Mmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmmmm mmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) 4 spasi

----------------------------- 45 karakter ----------------------------

Ditetapkan di Pada tanggal ) 3 spasi KETUA ) 6 spasi

NAMA TERANG

72

Lampiran VI

(lambang KPU berwarna)

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN/KOTA ........... ) 4 spasi KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN/KOTA............. ) 1 spasi NOMOR TAHUN ) 2 spasi TENTANG ) 2 spasi MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMMMMM ) 4 spasi KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN/KOTA........, ) 3 spasi

Menimbang

: a.

---- 20 karakter ---

b.

Mengingat

: 1.

2.

Memperhatikan

: 1. 2.

Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 2 spasi Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 3 spasi Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 2 spasi Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 3 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm; Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm; ) 3 spasi

Menetapkan

PERTAMA

KEDUA

MEMUTUSKAN : ) 3 spasi MMMMMMMMMM MMMMMM MMMMMMM MMMMMMM MMMMM MMMMMMMMM MMMMMMMMM MMMMMMM ) 3 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmmmm mmmm. ) 3 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmmmm mmmm. ) 3 spasi

) 3 spasi

73

KETIGA

Mmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmmmm mmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) 4 spasi

----------------------------- 45 karakter ----------------------------

Ditetapkan di Pada tanggal ) 3 spasi KETUA ) 6 spasi

NAMA TERANG

74

Lampiran VII.1

KOP PPK/PPS/KPPS (menyesuaikan)


Alamat :......................................

Telp.................... ) 4 spasi

Fax...............

KEPUTUSAN PANITIA PEMILIHAN KECAMATAN/PANITIA PEMUNGUTAN SUARA/KELOMPOK PENYELENGGARA PEMUNGUTAN SUARA KEL/DESA....KECAMATAN...../KABUPATEN/KOTA............. ) 1 spasi NOMOR TAHUN ) 2 spasi TENTANG ) 2 spasi MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMMMMM ) 4 spasi PANITIA PEMILIHAN KECAMATAN/PANITIA PEMUNGUTAN SUARA/KELOMPOK PENYELENGGARA PEMUNGUTAN SUARA........, ) 3 spasi

Menimbang

: a.

---- 20 karakter ---

b.

Mengingat

: 1.

2.

Memperhatikan

: 1. 2.

Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 2 spasi Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 3 spasi Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 2 spasi Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 3 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm; Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm; ) 3 spasi

Menetapkan

PERTAMA

KEDUA

MEMUTUSKAN : ) 3 spasi MMMMMMMMMM MMMMMM MMMMMMM MMMMMMM MMMMM MMMMMMMMM MMMMMMMMM MMMMMMM ) 3 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmmmm mmmm. ) 3 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmmmm mmmm. ) 3 spasi

75

KETIGA

) 3 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmmmm mmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm.

----------------------------- 45 karakter ----------------------------

) 4 spasi Ditetapkan di Pada tanggal ) 3 spasi KETUA ) 6 spasi

NAMA TERANG

76

Lampiran VII.2

KOP PPLN/KPPSLN (menyesuaikan)


Alamat :......................................

Telp.................... ) 4 spasi

Fax...............

KEPUTUSAN PANITIA PEMILIHAN LUAR NEGERI/ KELOMPOK PENYELENGGARA PEMUNGUTAN SUARA LUAR NEGERI PERWAKILAN RI ............. ) 1 spasi NOMOR TAHUN ) 2 spasi TENTANG ) 2 spasi MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMMMMM ) 4 spasi PANITIA PEMILIHAN LUAR NEGERI PERWAKILAN RI/ KELOMPOK PENYELENGGARA PEMUNGUTAN SUARA LUAR NEGERI........, ) 3 spasi

Menimbang

: a.

---- 20 karakter ---

b.

Mengingat

: 1.

2.

Memperhatikan

: 1. 2.

Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 2 spasi Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 3 spasi Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 2 spasi Mmmmmmmmmmm mmmmm mmmmm mmmm mmmm mmmmm mm mmmmm mmmm mmmmmm mmmmmm mmmmmm mmmmm; ) 3 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm; Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm; ) 3 spasi

Menetapkan

PERTAMA

KEDUA

MEMUTUSKAN : ) 3 spasi MMMMMMMMMM MMMMMM MMMMMMM MMMMMMM MMMMM MMMMMMMMM MMMMMMMMM MMMMMMM ) 3 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmmmm mmmm. ) 3 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmmmm mmmm. ) 3 spasi

77

KETIGA

) 3 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmm mmmmmmmmm mmmmmmmmmmmm mmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm.

----------------------------- 45 karakter ----------------------------

) 4 spasi Ditetapkan di Pada tanggal ) 3 spasi KETUA ) 6 spasi

NAMA TERANG

78

Lampiran VIII.1

(kuning emas)

KOMISI PEMILIHAN UMUM

----------------------------45 karakter ------------

................................20..... ) 3 spasi Kepada Yth. Mmmmmmmmmmmmm ........................................ ) 2 spasi Mmmmmmmm

--10 karakter---

Nomor : Sifat : Lampiran: Perihal : Mmmmmm --20 karakter---------------- mmmmmm

) 3 s/d 6 spasi SURAT EDARAN ) 3 spasi

--26 karakter-----------------

Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 3 spasi

----------------------------- 45 karakter ----------------------------

KETUA ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

) 2 spasi Tembusan : 1. Yth. Mmmmmmmmm 2. Yth. Mmmmmmmmm

79

Lampiran VIII.2

(warna hitam)

KOMISI PEMILIHAN UMUM

----------------------------45 karakter ------------

................................20..... ) 3 spasi Kepada Yth. Mmmmmmmmmmmmm ........................................ ) 2 spasi Mmmmmmmm

--10 karakter---

Nomor : Sifat : Lampiran: Perihal : Mmmmmm --20 karakter---------------- mmmmmm

) 3 s/d 6 spasi SURAT EDARAN ) 3 spasi

--26 karakter-----------------

Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 3 spasi

----------------------------- 45 karakter ----------------------------

SEKRETARIS JENDERAL ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

) 2 spasi Tembusan : 1. Yth. Mmmmmmmmm 2. Yth. Mmmmmmmmm

80

Lampiran VIII.3

(warna hitam)

KOMISI PEMILIHAN UMUM

----------------------------45 karakter ------------

................................20..... ) 3 spasi Kepada Yth. Mmmmmmmmmmmmm ........................................ ) 2 spasi Mmmmmmmm

--10 karakter---

Nomor : Sifat : Lampiran: Perihal : Mmmmmm --20 karakter---------------- mmmmmm

) 3 s/d 6 spasi SURAT EDARAN ) 3 spasi

--26 karakter-----------------

Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 3 spasi

----------------------------- 45 karakter ----------------------------

WAKIL SEKRETARIS JENDERAL ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

) 2 spasi Tembusan : 1. Yth. Mmmmmmmmm 2. Yth. Mmmmmmmmm

81

Lampiran VIII.4

(lambang KPU berwarna)

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI ...........

----------------------------45 karakter ------------

................................20..... ) 3 spasi Kepada Yth. Mmmmmmmmmmmmm ........................................ ) 2 spasi Mmmmmmmm

--10 karakter---

Nomor : Sifat : Lampiran: Perihal : Mmmmmm --20 karakter---------------- mmmmmm

) 3 s/d 6 spasi SURAT EDARAN ) 3 spasi

--26 karakter-----------------

Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 3 spasi

----------------------------- 45 karakter ----------------------------

KETUA ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

) 2 spasi Tembusan : 1. Yth. Mmmmmmmmm 2. Yth. Mmmmmmmmm

82

Lampiran VIII.5

(lambang KPU berwarna)

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN/KOTA ...........

----------------------------45 karakter ------------

................................20..... ) 3 spasi Kepada Yth. Mmmmmmmmmmmmm ........................................ ) 2 spasi Mmmmmmmm

--10 karakter---

Nomor : Sifat : Lampiran: Perihal : Mmmmmm --20 karakter---------------- mmmmmm

) 3 s/d 6 spasi SURAT EDARAN ) 3 spasi

--26 karakter-----------------

Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 3 spasi

----------------------------- 45 karakter ----------------------------

KETUA ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

) 2 spasi Tembusan : 1. Yth. Mmmmmmmmm 2. Yth. Mmmmmmmmm

83

Lampiran IX.1

(kuning emas)

KOMISI PEMILIHAN UMUM ) 3 spasi

----------------------------45 karakter ------------

................................20..... ) 3 s/d 6 spasi Kepada Yth. Mmmmmmmmmmmmm ........................................ ) 2 spasi Mmmmmmmm

--10 karakter---

Nomor : Sifat : Lampiran: Perihal : Mmmmmm --20 karakter---------------- mmmmmm

) 3 s/d 9 spasi

--26 karakter-----------------

Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 4 spasi

----------------------------- 45 karakter ----------------------------

KETUA ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

) 2 spasi Tembusan : 1. Yth. Mmmmmmmmm 2. Yth. Mmmmmmmmm

84

Lampiran IX.2

(warna hitam)

KOMISI PEMILIHAN UMUM ) 3 spasi

----------------------------45 karakter ------------

................................20..... ) 3 s/d 6 spasi Kepada Yth. Mmmmmmmmmmmmm ........................................ ) 2 spasi Mmmmmmmm

--10 karakter---

Nomor : Sifat : Lampiran: Perihal : Mmmmmm --20 karakter---------------- mmmmmm

) 3 s/d 9 spasi

--26 karakter-----------------

Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 4 spasi

----------------------------- 45 karakter ----------------------------

SEKRETARIS JENDERAL ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

) 2 spasi Tembusan : 1. Yth. Mmmmmmmmm 2. Yth. Mmmmmmmmm

85

Lampiran IX.3

(warna hitam)

KOMISI PEMILIHAN UMUM ) 3 spasi

----------------------------45 karakter ------------

................................20..... ) 3 s/d 6 spasi Kepada Yth. Mmmmmmmmmmmmm ........................................ ) 2 spasi Mmmmmmmm

--10 karakter---

Nomor : Sifat : Lampiran: Perihal : Mmmmmm --20 karakter---------------- mmmmmm

) 3 s/d 9 spasi

--26 karakter-----------------

Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 4 spasi

----------------------------- 45 karakter ----------------------------

WAKIL SEKRETARIS JENDERAL ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

) 2 spasi Tembusan : 1. Yth. Mmmmmmmmm 2. Yth. Mmmmmmmmm

86

Lampiran IX.4

(lambang KPU berwarna)

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI ........... ) 3 spasi

----------------------------45 karakter ------------

................................20..... ) 3 s/d 6 spasi Kepada Yth. Mmmmmmmmmmmmm ........................................ ) 2 spasi Mmmmmmmm

--10 karakter---

Nomor : Sifat : Lampiran: Perihal : Mmmmmm --20 karakter---------------- mmmmmm

) 3 s/d 9 spasi

--26 karakter-----------------

Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 4 spasi

----------------------------- 45 karakter ----------------------------

KETUA ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

) 2 spasi Tembusan : 1. Yth. Mmmmmmmmm 2. Yth. Mmmmmmmmm

87

Lampiran IX.5

KOMISI PEMILIHAN UMUM


PROVINSI ................
Alamat : ..............
Telp.................... Fax..................

) 3 spasi

----------------------------45 karakter ------------

................................20..... ) 3 s/d 6 spasi Kepada Yth. Mmmmmmmmmmmmm ........................................ ) 2 spasi Mmmmmmmm

--10 karakter---

Nomor : Sifat : Lampiran: Perihal : Mmmmmm --20 karakter---------------- mmmmmm

) 3 s/d 9 spasi

--26 karakter-----------------

Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 4 spasi

----------------------------- 45 karakter ----------------------------

SEKRETARIS ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

) 2 spasi Tembusan : 1. Yth. Mmmmmmmmm 2. Yth. Mmmmmmmmm

88

Lampiran IX.6

(lambang KPU berwarna)

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN/KOTA ........... ) 3 spasi

----------------------------45 karakter ------------

................................20..... ) 3 s/d 6 spasi Kepada Yth. Mmmmmmmmmmmmm ........................................ ) 2 spasi Mmmmmmmm

--10 karakter---

Nomor : Sifat : Lampiran: Perihal : Mmmmmm --20 karakter---------------- mmmmmm

) 3 s/d 9 spasi

--26 karakter-----------------

Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 4 spasi

----------------------------- 45 karakter ----------------------------

KETUA ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

) 2 spasi Tembusan : 1. Yth. Mmmmmmmmm 2. Yth. Mmmmmmmmm

89

Lampiran IX.7

KOMISI PEMILIHAN UMUM


KABUPATEN/KOTA ................
Alamat : ..............
Telp.................... Fax..................

) 3 spasi

----------------------------45 karakter ------------

................................20..... ) 3 s/d 6 spasi Kepada Yth. Mmmmmmmmmmmmm ........................................ ) 2 spasi Mmmmmmmm

--10 karakter---

Nomor : Sifat : Lampiran: Perihal : Mmmmmm --20 karakter---------------- mmmmmm

) 3 s/d 9 spasi

--26 karakter-----------------

Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 4 spasi

----------------------------- 45 karakter ----------------------------

SEKRETARIS ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

) 2 spasi Tembusan : 1. Yth. Mmmmmmmmm 2. Yth. Mmmmmmmmm

90

Lampiran X.1

(kuning emas)

KOMISI PEMILIHAN UMUM ) 4 spasi

SURAT KETERANGAN
) 2 spasi

Nomor : .........................../20.......
) 3 spasi ---20 karakter----

1. Yang bertanda tangan di bawah ini :


) 2 spasi

a. Nama b. Jabatan
) 2 spasi ) 2 spasi

: .........................(nama pejabat) : ................................................

Dengan ini menyatakan, bahwa : a. Nama lengkap b. N I P c. Pangkat/Gol d. Jabatan e. Jenis Kelamin f. Tempat/Tgl. Lahir g. Status Perkawinan h. Agama i. Alamat
) 2 spasi

: ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................

Bermaksud .............................................................................. ................................................................................................ 2. Berhubungan dengan maksud yang bersangkutan diminta agar.. ....................................................................................................
) 2 spasi

.......................................................................dapat memberikan Bantuan serta fasilitas seperlunya.


) 1 spasi

Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya.


) ) 4 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

.......................................,20..... KETUA ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

91

Lampiran X.2

(warna hitam)

KOMISI PEMILIHAN UMUM ) 4 spasi

SURAT KETERANGAN
) 2 spasi

Nomor : .........................../20.......
) 3 spasi ---20 karakter----

1. Yang bertanda tangan di bawah ini :


) 2 spasi

a. Nama b. Jabatan
) 2 spasi ) 2 spasi

: .........................(nama pejabat) : ................................................

Dengan ini menyatakan, bahwa : a. Nama lengkap b. N I P c. Pangkat/Gol d. Jabatan e. Jenis Kelamin f. Tempat/Tgl. Lahir g. Status Perkawinan h. Agama i. Alamat
) 2 spasi

: ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................

Bermaksud .............................................................................. ................................................................................................ 2. Berhubungan dengan maksud yang bersangkutan diminta agar.. ....................................................................................................
) 2 spasi

.......................................................................dapat memberikan Bantuan serta fasilitas seperlunya.


) 1 spasi

Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya.


) ) 4 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

.......................................,20..... SEKRETARIS JENDERAL ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

92

Lampiran X.3

(warna hitam)

KOMISI PEMILIHAN UMUM ) 4 spasi

SURAT KETERANGAN
) 2 spasi

Nomor : .........................../20.......
) 3 spasi ---20 karakter----

1. Yang bertanda tangan di bawah ini :


) 2 spasi

a. Nama b. Jabatan
) 2 spasi ) 2 spasi

: .........................(nama pejabat) : ................................................

Dengan ini menyatakan, bahwa : a. Nama lengkap b. N I P c. Pangkat/Gol d. Jabatan e. Jenis Kelamin f. Tempat/Tgl. Lahir g. Status Perkawinan h. Agama i. Alamat
) 2 spasi

: ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................

Bermaksud .............................................................................. ................................................................................................ 2. Berhubungan dengan maksud yang bersangkutan diminta agar.. ....................................................................................................
) 2 spasi

.......................................................................dapat memberikan Bantuan serta fasilitas seperlunya.


) 1 spasi

Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya.


) ) 4 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

.......................................,20..... WAKIL SEKRETARIS JENDERAL ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

93

Lampiran X.4

(lambang KPU berwarna)

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI.......... ) 4 spasi

SURAT KETERANGAN
) 2 spasi

Nomor : .........................../20.......
) 3 spasi ---20 karakter----

1. Yang bertanda tangan di bawah ini :


) 2 spasi

a. Nama b. Jabatan
) 2 spasi ) 2 spasi

: .........................(nama pejabat) : ................................................

Dengan ini menyatakan, bahwa : a. Nama lengkap b. N I P c. Pangkat/Gol d. Jabatan e. Jenis Kelamin f. Tempat/Tgl. Lahir g. Status Perkawinan h. Agama i. Alamat
) 2 spasi

: ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................

Bermaksud .............................................................................. ................................................................................................ 2. Berhubungan dengan maksud yang bersangkutan diminta agar.. ....................................................................................................
) 2 spasi

.......................................................................dapat memberikan Bantuan serta fasilitas seperlunya.


) 1 spasi

Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya.


) ) 4 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

.......................................,20..... KETUA ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

94

Lampiran X.5

KOMISI PEMILIHAN UMUM


PROVINSI ................
Alamat : ..............
Telp.................... Fax..................

) 4 spasi

SURAT KETERANGAN
) 2 spasi

Nomor : .........................../20.......
) 3 spasi ---20 karakter----

1. Yang bertanda tangan di bawah ini :


) 2 spasi

a. Nama b. Jabatan
) 2 spasi ) 2 spasi

: .........................(nama pejabat) : ................................................

Dengan ini menyatakan, bahwa : a. Nama lengkap b. N I P c. Pangkat/Gol d. Jabatan e. Jenis Kelamin f. Tempat/Tgl. Lahir g. Status Perkawinan h. Agama i. Alamat
) 2 spasi

: ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................

Bermaksud .............................................................................. ................................................................................................ 2. Berhubungan dengan maksud yang bersangkutan diminta agar.. ....................................................................................................
) 2 spasi

.......................................................................dapat memberikan Bantuan serta fasilitas seperlunya.


) 1 spasi

Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya.


) ) 4 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

.......................................,20..... SEKRETARIS ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

95

Lampiran X.6

(lambang KPU berwarna)

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN/KOTA.......... ) 4 spasi

SURAT KETERANGAN
) 2 spasi

Nomor : .........................../20.......
) 3 spasi ---20 karakter----

1. Yang bertanda tangan di bawah ini :


) 2 spasi

a. Nama b. Jabatan
) 2 spasi ) 2 spasi

: .........................(nama pejabat) : ................................................

Dengan ini menyatakan, bahwa : a. Nama lengkap b. N I P c. Pangkat/Gol d. Jabatan e. Jenis Kelamin f. Tempat/Tgl. Lahir g. Status Perkawinan h. Agama i. Alamat
) 2 spasi

: ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................

Bermaksud .............................................................................. ................................................................................................ 2. Berhubungan dengan maksud yang bersangkutan diminta agar.. ....................................................................................................
) 2 spasi

.......................................................................dapat memberikan Bantuan serta fasilitas seperlunya.


) 1 spasi

Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya.


) ) 4 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

.......................................,20..... KETUA ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

96

Lampiran X.7

KOMISI PEMILIHAN UMUM


KABUPATEN/KOTA ................
Alamat : ..............
Telp.................... Fax..................

) 4 spasi

SURAT KETERANGAN
) 2 spasi

Nomor : .........................../20.......
) 3 spasi ---20 karakter----

1. Yang bertanda tangan di bawah ini :


) 2 spasi

a. Nama b. Jabatan
) 2 spasi ) 2 spasi

: .........................(nama pejabat) : ................................................

Dengan ini menyatakan, bahwa : a. Nama lengkap b. N I P c. Pangkat/Gol d. Jabatan e. Jenis Kelamin f. Tempat/Tgl. Lahir g. Status Perkawinan h. Agama i. Alamat
) 2 spasi

: ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................

Bermaksud .............................................................................. ................................................................................................ 2. Berhubungan dengan maksud yang bersangkutan diminta agar.. ....................................................................................................
) 2 spasi

.......................................................................dapat memberikan Bantuan serta fasilitas seperlunya.


) 1 spasi

Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya.


) ) 4 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

.......................................,20..... SEKRETARIS ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

97

Lampiran X.8

KOMISI PEMILIHAN UMUM


JL. IMAM BONJOL NO. 29 JAKARTA
Telp.................... Fax..................

) 4 spasi

SURAT KETERANGAN
) 2 spasi

Nomor : .........................../20.......
) 3 spasi ---20 karakter----

1. Yang bertanda tangan di bawah ini :


) 2 spasi

a. Nama b. Jabatan
) 2 spasi ) 2 spasi

: .........................(nama pejabat) : ................................................

Dengan ini menyatakan, bahwa : a. Nama lengkap b. N I P c. Pangkat/Gol d. Jabatan e. Jenis Kelamin f. Tempat/Tgl. Lahir g. Status Perkawinan h. Agama i. Alamat
) 2 spasi

: ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................

Bermaksud .............................................................................. ................................................................................................ 2. Berhubungan dengan maksud yang bersangkutan diminta agar.. ....................................................................................................
) 2 spasi

.......................................................................dapat memberikan Bantuan serta fasilitas seperlunya.


) 1 spasi

Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya.


) ) 4 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

.......................................,20..... NAMA PEJABAT ESELON II/III ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

98

Lampiran X.9

KOMISI PEMILIHAN UMUM


PROVINSI ................
Alamat : ..............
Telp.................... Fax..................

) 4 spasi

SURAT KETERANGAN
) 2 spasi

Nomor : .........................../20.......
) 3 spasi ---20 karakter----

1. Yang bertanda tangan di bawah ini :


) 2 spasi

a. Nama b. Jabatan
) 2 spasi ) 2 spasi

: .........................(nama pejabat) : ................................................

Dengan ini menyatakan, bahwa : a. Nama lengkap b. N I P c. Pangkat/Gol d. Jabatan e. Jenis Kelamin f. Tempat/Tgl. Lahir g. Status Perkawinan h. Agama i. Alamat
) 2 spasi

: ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................

Bermaksud .............................................................................. ................................................................................................ 2. Berhubungan dengan maksud yang bersangkutan diminta agar.. ....................................................................................................
) 2 spasi

.......................................................................dapat memberikan Bantuan serta fasilitas seperlunya.


) 1 spasi

Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya.


) ) 4 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

.......................................,20..... NAMA JABATAN ESELON III/IV ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

99

Lampiran X.10

KOMISI PEMILIHAN UMUM


KABUPATEN/KOTA ................
Alamat : ..............
Telp.................... Fax..................

) 4 spasi

SURAT KETERANGAN
) 2 spasi

Nomor : .........................../20.......
) 3 spasi ---20 karakter----

1. Yang bertanda tangan di bawah ini :


) 2 spasi

a. Nama b. Jabatan
) 2 spasi ) 2 spasi

: .........................(nama pejabat) : ................................................

Dengan ini menyatakan, bahwa : a. Nama lengkap b. N I P c. Pangkat/Gol d. Jabatan e. Jenis Kelamin f. Tempat/Tgl. Lahir g. Status Perkawinan h. Agama i. Alamat
) 2 spasi

: ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................ : ................................................

Bermaksud .............................................................................. ................................................................................................ 2. Berhubungan dengan maksud yang bersangkutan diminta agar.. ....................................................................................................
) 2 spasi

.......................................................................dapat memberikan Bantuan serta fasilitas seperlunya.


) 1 spasi

Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya.


) ) 4 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

.......................................,20..... NAMA JABATAN IV ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

100

Lampiran XI.1

(kuning emas)

KOMISI PEMILIHAN UMUM ) 6 spasi )

SURAT PERINTAH
) 1 spasi Nomor : ................................/........... ) ) 4 spasi )

--26 karakter-----------------Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) ) 3 spasi

MEMERINTAHKAN
Kepada --26 karakter--------------- a. Nama b. Jabatan ) 2 spasi : ) 2 spasi : Mmmmmmmmmmmmmmmmm : Mmmmmmmmmmmmmmmmm

) 2 spasi : ) 2 spasi --26 karakter-----------------Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmm. Untuk ) ) 4 spasi


----------------------------- 45 karakter ----------------------------

.......................................,20..... KETUA ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

---karakter---

) 2 spasi Tembusan : 1. Yth. Mmmmmmmmm 2. Yth. Mmmmmmmmm

101

Lampiran XI.2

(warna hitam)

KOMISI PEMILIHAN UMUM ) 6 spasi )

SURAT PERINTAH
) 1 spasi Nomor : ................................/........... ) ) 4 spasi )

--26 karakter-----------------Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) ) 3 spasi

MEMERINTAHKAN
Kepada --26 karakter--------------- a. Nama b. Jabatan ) 2 spasi : ) 2 spasi : Mmmmmmmmmmmmmmmmm : Mmmmmmmmmmmmmmmmm

) 2 spasi : ) 2 spasi --26 karakter-----------------Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmm. Untuk ) ) 4 spasi


----------------------------- 45 karakter ----------------------------

.......................................,20..... SEKRETARIS JENDERAL ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

---karakter---

) 2 spasi Tembusan : 1. Yth. Mmmmmmmmm 2. Yth. Mmmmmmmmm

102

Lampiran XI.3

(warna hitam)

KOMISI PEMILIHAN UMUM ) 6 spasi )

SURAT PERINTAH
) 1 spasi Nomor : ................................/........... ) ) 4 spasi )

--26 karakter-----------------Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) ) 3 spasi

MEMERINTAHKAN
Kepada --26 karakter--------------- a. Nama b. Jabatan ) 2 spasi : ) 2 spasi : Mmmmmmmmmmmmmmmmm : Mmmmmmmmmmmmmmmmm

) 2 spasi : ) 2 spasi --26 karakter-----------------Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmm. Untuk ) ) 4 spasi


----------------------------- 45 karakter ----------------------------

.......................................,20..... WAKIL SEKRETARIS JENDERAL ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

---karakter---

) 2 spasi Tembusan : 1. Yth. Mmmmmmmmm 2. Yth. Mmmmmmmmm

103

Lampiran XI.4

(lambang KPU berwarna)

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI..........

) 6 spasi )

SURAT PERINTAH
) 1 spasi Nomor : ................................/........... ) ) 4 spasi )

--26 karakter-----------------Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) ) 3 spasi

MEMERINTAHKAN
Kepada --26 karakter--------------- a. Nama b. Jabatan ) 2 spasi : ) 2 spasi : Mmmmmmmmmmmmmmmmm : Mmmmmmmmmmmmmmmmm

) 2 spasi : ) 2 spasi --26 karakter-----------------Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmm. Untuk ) ) 4 spasi


----------------------------- 45 karakter ----------------------------

.......................................,20..... KETUA ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

---karakter---

) 2 spasi Tembusan : 1. Yth. Mmmmmmmmm 2. Yth. Mmmmmmmmm

104

Lampiran XI.5

KOMISI PEMILIHAN UMUM


PROVINSI ................
Alamat : ..............
Telp.................... Fax..................

) 6 spasi )

SURAT PERINTAH
) 1 spasi Nomor : ................................/........... ) ) 4 spasi )

--26 karakter-----------------Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) ) 3 spasi

MEMERINTAHKAN
Kepada --26 karakter--------------- a. Nama b. Jabatan ) 2 spasi : ) 2 spasi : Mmmmmmmmmmmmmmmmm : Mmmmmmmmmmmmmmmmm

) 2 spasi : ) 2 spasi --26 karakter-----------------Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmm. Untuk ) ) 4 spasi


----------------------------- 45 karakter ----------------------------

.......................................,20..... SEKRETARIS ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

---karakter---

) 2 spasi Tembusan : 1. Yth. Mmmmmmmmm 2. Yth. Mmmmmmmmm

105

Lampiran XI.6

(lambang KPU berwarna)

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN/KOTA..........

) 6 spasi )

SURAT PERINTAH
) 1 spasi Nomor : ................................/........... ) ) 4 spasi )

--26 karakter-----------------Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) ) 3 spasi

MEMERINTAHKAN
Kepada --26 karakter--------------- a. Nama b. Jabatan ) 2 spasi : ) 2 spasi : Mmmmmmmmmmmmmmmmm : Mmmmmmmmmmmmmmmmm

) 2 spasi : ) 2 spasi --26 karakter-----------------Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmm. Untuk ) ) 4 spasi


----------------------------- 45 karakter ----------------------------

.......................................,20..... KETUA ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

---karakter---

) 2 spasi Tembusan : 1. Yth. Mmmmmmmmm 2. Yth. Mmmmmmmmm

106

Lampiran XI.7

KOMISI PEMILIHAN UMUM


KABUPATEN/KOTA ................
Alamat : ..............
Telp.................... Fax..................

) 6 spasi )

SURAT PERINTAH
) 1 spasi Nomor : ................................/........... ) ) 4 spasi )

--26 karakter-----------------Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) ) 3 spasi

MEMERINTAHKAN
Kepada --26 karakter--------------- a. Nama b. Jabatan ) 2 spasi : ) 2 spasi : Mmmmmmmmmmmmmmmmm : Mmmmmmmmmmmmmmmmm

) 2 spasi : ) 2 spasi --26 karakter-----------------Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmm. Untuk ) ) 4 spasi


----------------------------- 45 karakter ----------------------------

.......................................,20..... SEKRETARIS ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

---karakter---

) 2 spasi Tembusan : 1. Yth. Mmmmmmmmm 2. Yth. Mmmmmmmmm

107

Lampiran XII.1

(kuning emas)

KOMISI PEMILIHAN UMUM ) 4 spasi

SURAT PERJANJIAN
NOMOR : ..................../20..... ) 2 spasi

TENTANG NAMA SURAT PERJANJIAN


) ) 4 spasi Pada hari ini .........................tanggal..............bulan............... tahun .............bertempat tinggal di ..........kami yang bertanda tangan di bawah ini : ) 2 spasi 1. Nama : .................................................... Pekerjaan/Jabatan : Ketua Komisi Pemilihan Umum Alamat : .................................................... Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ..................................................................................... Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA ............................................................................................ ) 2 spasi 2. Nama : .................................................... Pekerjaan/Jabatan : .................................................... Alamat : .................................................... Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ..................................................................................... Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA ................................................................................................. ) 3 spasi PIHAK PERTAMA DAN PIHAK KEDUA telah setuju untuk mengikat perjanjian dengan syarat-syarat sebagai berikut : ) 3 spasi Pasal......... Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmm dst... Pasal ......... (1) Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm (2) Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm dst......

108

) ) 2 spasi

Demikian surat perjanjian ini dibuat dan ditandatangani kedua belah pihak pada hari ini dan tanggal serta tahun tersebut diatas dalam rangkap ....................di atas kertas bermaterai cukup serta masing-masing pihak diberikan 1 (satu) rangkap. ) ) 4 spasi )

PIHAK II ) 2 spasi NAMA JABATAN

PIHAK I ) 2 spasi KOMISI PEMILIHAN UMUM KETUA ) 6 spasi NAMA TERANG ) 3 spasi SAKSI-SAKSI ) 3 spasi

) 6 spasi NAMA TERANG

NAMA JABATAN

NAMA JABATAN

) 6 spasi

) 6 spasi

NAMA TERANG

NAMA TERANG

109

Lampiran XII.2

(warna hitam)

KOMISI PEMILIHAN UMUM ) 4 spasi

SURAT PERJANJIAN
NOMOR : ..................../20..... ) 2 spasi

TENTANG NAMA SURAT PERJANJIAN


) ) 4 spasi Pada hari ini .........................tanggal..............bulan............... tahun .............bertempat tinggal di ..........kami yang bertanda tangan di bawah ini : ) 2 spasi 1. Nama : .................................................... Pekerjaan/Jabatan : Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum Alamat : .................................................... Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ..................................................................................... Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA ............................................................................................ ) 2 spasi 2. Nama : .................................................... Pekerjaan/Jabatan : .................................................... Alamat : .................................................... Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ..................................................................................... Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA ................................................................................................. ) 3 spasi PIHAK PERTAMA DAN PIHAK KEDUA telah setuju untuk mengikat perjanjian dengan syarat-syarat sebagai berikut : ) 3 spasi Pasal......... Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmm dst... Pasal ......... (1) Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm (2) Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm dst......

110

) ) 2 spasi

Demikian surat perjanjian ini dibuat dan ditandatangani kedua belah pihak pada hari ini dan tanggal serta tahun tersebut diatas dalam rangkap ....................di atas kertas bermaterai cukup serta masing-masing pihak diberikan 1 (satu) rangkap. ) ) 4 spasi )

PIHAK II ) 2 spasi NAMA JABATAN

PIHAK I ) 2 spasi KOMISI PEMILIHAN UMUM SEKRETARIS JENDERAL ) 6 spasi NAMA TERANG ) 3 spasi SAKSI-SAKSI ) 3 spasi

) 6 spasi NAMA TERANG

NAMA JABATAN

NAMA JABATAN

) 6 spasi

) 6 spasi

NAMA TERANG

NAMA TERANG

111

Lampiran XII.3

(lambang KPU berwarna)

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI.........

) 4 spasi

SURAT PERJANJIAN
NOMOR : ..................../20..... ) 2 spasi

TENTANG NAMA SURAT PERJANJIAN


) ) 4 spasi Pada hari ini .........................tanggal..............bulan............... tahun .............bertempat tinggal di ..........kami yang bertanda tangan di bawah ini : ) 2 spasi 1. Nama : .................................................... Pekerjaan/Jabatan : Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi.... Alamat : .................................................... Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ..................................................................................... Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA ............................................................................................ ) 2 spasi 2. Nama : .................................................... Pekerjaan/Jabatan : .................................................... Alamat : .................................................... Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ..................................................................................... Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA ................................................................................................. ) 3 spasi PIHAK PERTAMA DAN PIHAK KEDUA telah setuju untuk mengikat perjanjian dengan syarat-syarat sebagai berikut : ) 3 spasi Pasal......... Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmm dst... Pasal ......... (1) Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm (2) Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm dst......

112

) ) 2 spasi

Demikian surat perjanjian ini dibuat dan ditandatangani kedua belah pihak pada hari ini dan tanggal serta tahun tersebut diatas dalam rangkap ....................di atas kertas bermaterai cukup serta masing-masing pihak diberikan 1 (satu) rangkap. ) ) 4 spasi )

PIHAK II ) 2 spasi NAMA JABATAN

PIHAK I ) 2 spasi KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI.......... KETUA ) 6 spasi NAMA TERANG ) 3 spasi SAKSI-SAKSI ) 3 spasi

) 6 spasi NAMA TERANG

NAMA JABATAN

NAMA JABATAN

) 6 spasi

) 6 spasi

NAMA TERANG

NAMA TERANG

113

Lampiran XII.4

KOMISI PEMILIHAN UMUM


PROVINSI ................
Alamat : ..............
Telp.................... Fax..................

) 4 spasi

SURAT PERJANJIAN
NOMOR : ..................../20..... ) 2 spasi

TENTANG NAMA SURAT PERJANJIAN


) ) 4 spasi Pada hari ini .........................tanggal..............bulan............... tahun .............bertempat tinggal di ..........kami yang bertanda tangan di bawah ini : ) 2 spasi 1. Nama : .................................................... Pekerjaan/Jabatan : Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi.... Alamat : .................................................... Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ..................................................................................... Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA ............................................................................................ ) 2 spasi 2. Nama : .................................................... Pekerjaan/Jabatan : .................................................... Alamat : .................................................... Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ..................................................................................... Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA ................................................................................................. ) 3 spasi PIHAK PERTAMA DAN PIHAK KEDUA telah setuju untuk mengikat perjanjian dengan syarat-syarat sebagai berikut : ) 3 spasi Pasal......... Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmm dst... Pasal ......... (1) Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm (2) Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm dst......

114

) ) 2 spasi

Demikian surat perjanjian ini dibuat dan ditandatangani kedua belah pihak pada hari ini dan tanggal serta tahun tersebut diatas dalam rangkap ....................di atas kertas bermaterai cukup serta masing-masing pihak diberikan 1 (satu) rangkap. ) ) 4 spasi )

PIHAK II ) 2 spasi NAMA JABATAN

PIHAK I ) 2 spasi KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI.......... SEKRETARIS ) 6 spasi NAMA TERANG ) 3 spasi SAKSI-SAKSI ) 3 spasi

) 6 spasi NAMA TERANG

NAMA JABATAN

NAMA JABATAN

) 6 spasi

) 6 spasi

NAMA TERANG

NAMA TERANG

115

Lampiran XII.5

(lambang KPU berwarna)

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN/KOTA.........

) 4 spasi

SURAT PERJANJIAN
NOMOR : ..................../20..... ) 2 spasi

TENTANG NAMA SURAT PERJANJIAN


) ) 4 spasi Pada hari ini .........................tanggal..............bulan............... tahun .............bertempat tinggal di ..........kami yang bertanda tangan di bawah ini : ) 2 spasi 1. Nama : .................................................... Pekerjaan/Jabatan : Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota.... Alamat : .................................................... Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ..................................................................................... Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA ............................................................................................ ) 2 spasi 2. Nama : .................................................... Pekerjaan/Jabatan : .................................................... Alamat : .................................................... Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ..................................................................................... Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA ................................................................................................. ) 3 spasi PIHAK PERTAMA DAN PIHAK KEDUA telah setuju untuk mengikat perjanjian dengan syarat-syarat sebagai berikut : ) 3 spasi Pasal......... Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmm dst... Pasal ......... (1) Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm (2) Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm dst......

116

) ) 2 spasi

Demikian surat perjanjian ini dibuat dan ditandatangani kedua belah pihak pada hari ini dan tanggal serta tahun tersebut diatas dalam rangkap ....................di atas kertas bermaterai cukup serta masing-masing pihak diberikan 1 (satu) rangkap. ) ) 4 spasi )

PIHAK II ) 2 spasi NAMA JABATAN

PIHAK I ) 2 spasi KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN/KOTA.......... KETUA ) 6 spasi NAMA TERANG ) 3 spasi SAKSI-SAKSI ) 3 spasi

) 6 spasi NAMA TERANG

NAMA JABATAN

NAMA JABATAN

) 6 spasi

) 6 spasi

NAMA TERANG

NAMA TERANG

117

Lampiran XII.6

KOMISI PEMILIHAN UMUM


KABUPATEN/KOTA ................
Alamat : ..............
Telp.................... Fax..................

) 4 spasi

SURAT PERJANJIAN
NOMOR : ..................../20..... ) 2 spasi

TENTANG NAMA SURAT PERJANJIAN


) ) 4 spasi Pada hari ini .........................tanggal..............bulan............... tahun .............bertempat tinggal di ..........kami yang bertanda tangan di bawah ini : ) 2 spasi 1. Nama : .................................................... Pekerjaan/Jabatan : Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota.... Alamat : .................................................... Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ..................................................................................... Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA ............................................................................................ ) 2 spasi 2. Nama : .................................................... Pekerjaan/Jabatan : .................................................... Alamat : .................................................... Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ..................................................................................... Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA ................................................................................................. ) 3 spasi PIHAK PERTAMA DAN PIHAK KEDUA telah setuju untuk mengikat perjanjian dengan syarat-syarat sebagai berikut : ) 3 spasi Pasal......... Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmm dst... Pasal ......... (1) Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm (2) Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm dst......

118

) ) 2 spasi

Demikian surat perjanjian ini dibuat dan ditandatangani kedua belah pihak pada hari ini dan tanggal serta tahun tersebut diatas dalam rangkap ....................di atas kertas bermaterai cukup serta masing-masing pihak diberikan 1 (satu) rangkap. ) ) 4 spasi )

PIHAK II ) 2 spasi NAMA JABATAN

PIHAK I ) 2 spasi KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN/KOTA.......... SEKRETARIS ) 6 spasi NAMA TERANG ) 3 spasi SAKSI-SAKSI ) 3 spasi

) 6 spasi NAMA TERANG

NAMA JABATAN

NAMA JABATAN

) 6 spasi

) 6 spasi

NAMA TERANG

NAMA TERANG

119

Lampiran XIII

KOP NASKAH DINAS MENYESUAIKAN (SESUAI DENGAN YANG MEMBERI KUASA)


) 4 spasi

SURAT KUASA
) ) 3 spasi ----20 karakter-----Yang bertanda tangan di bawah ini : ) 2 spasi a. Nama :................................................. ) 1 spasi b. Jabatan :................................................. ) 3 spasi MEMBERI KUASA ) 2 spasi ----20 karakter-----Kepada : a. Nama b. Jabatan :................................................. ) 1 spasi :................................................. ) 2 spasi

----20 karakter------

Khusus untuk : ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm

----26 karakter------

Demikian supaya yang berkepentingan menjadi maklum.


) 4 spasi

----------------------------- 45 karakter ----------------------------

.......................................,20..... Yang memberi kuasa ) 1 spasi KOMISI PEMILIHAN UMUM NAMA JABATAN

Yang diberi kuasa ) 1 spasi NAMA JABATAN

) 6 spasi

) 6 spasi

NAMA TERANG

NAMA TERANG

120

Lampiran XIV

KOP NASKAH DINAS MENYESUAIKAN (SESUAI DENGAN YANG MEMBERI IZIN)


) 4 spasi

SURAT IZIN
) 2 spasi NOMOR : ......................... TANGGAL : ........................
----7 karakter-----Dasar : Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi ----20 karakter----------- b. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 3 spasi MENGIZINKAN ) 3 spasi Kepada : .......................................... ) 2 spasi Nama : .......................................... ) 2 spasi Nip : .......................................... ) 2 spasi Pangkat/Gol : .......................................... ) 2 spasi Alamat : .......................................... ) 2 spasi Untuk : .......................................... .......................................... ) 4 spasi a.

----------------------------- 45 karakter ----------------------------

.......................................,20..... NAMA JABATAN ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

) 2 spasi Tembusan : 1. Yth. ............................ 2. Yth. ............................

121

Lampiran XV.1

(kuning emas)

KOMISI PEMILIHAN UMUM ) 3 spasi

----------------------------45 karakter ------------

................................20..... ) 3 s/d 6 spasi Kepada Yth. Mmmmmmmmmmmmm ........................................ ) 2 spasi Mmmmmmmm

--10 karakter---

Nomor : Sifat : Lampiran: Perihal : Undangan

)3

--26 karakter----------------Dengan ini mengharapkan kehadiran Saudara dalam rapat/ pertemuan/ sidang yang akan diselenggarakan pada : --20 karakter---------: .................................................... ) 2 spasi Tanggal : .................................................... ) 2 spasi Waktu : .................................................... ) 2 spasi Tempat : .................................................... ) 2 spasi Acara : .................................................... ) 2 spasi Pimpinan Rapat : .................................................... Atas perhatian Saudara diucapkan terima kasih. ) 3 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

Hari

KETUA ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

) 2 spasi ---7 karakter---Tembusan : 1. Yth. ............................ 2. Yth. ............................

122

Lampiran XV.2

(warna hitam)

KOMISI PEMILIHAN UMUM ) 3 spasi

----------------------------45 karakter ------------

................................20..... ) 3 s/d 6 spasi Kepada Yth. Mmmmmmmmmmmmm ........................................ ) 2 spasi Mmmmmmmm

--10 karakter---

Nomor : Sifat : Lampiran: Perihal : Undangan

)3

--26 karakter----------------Dengan ini mengharapkan kehadiran Saudara dalam rapat/ pertemuan/ sidang yang akan diselenggarakan pada : --20 karakter---------: .................................................... ) 2 spasi Tanggal : .................................................... ) 2 spasi Waktu : .................................................... ) 2 spasi Tempat : .................................................... ) 2 spasi Acara : .................................................... ) 2 spasi Pimpinan Rapat : .................................................... Atas perhatian Saudara diucapkan terima kasih. ) 3 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

Hari

SEKRETARIS JENDERAL ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

) 2 spasi ---7 karakter---Tembusan : 1. Yth. ............................ 2. Yth. ............................

123

Lampiran XV.3

(warna hitam)

KOMISI PEMILIHAN UMUM ) 3 spasi

----------------------------45 karakter ------------

................................20..... ) 3 s/d 6 spasi Kepada Yth. Mmmmmmmmmmmmm ........................................ ) 2 spasi Mmmmmmmm

--10 karakter---

Nomor : Sifat : Lampiran: Perihal : Undangan

)3

--26 karakter----------------Dengan ini mengharapkan kehadiran Saudara dalam rapat/ pertemuan/ sidang yang akan diselenggarakan pada : --20 karakter---------: .................................................... ) 2 spasi Tanggal : .................................................... ) 2 spasi Waktu : .................................................... ) 2 spasi Tempat : .................................................... ) 2 spasi Acara : .................................................... ) 2 spasi Pimpinan Rapat : .................................................... Atas perhatian Saudara diucapkan terima kasih. ) 3 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

Hari

WAKIL SEKRETARIS JENDERAL ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

) 2 spasi ---7 karakter---Tembusan : 1. Yth. ............................ 2. Yth. ............................

124

Lampiran XV.4

(lambang KPU berwarna)

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI.........

) 3 spasi

----------------------------45 karakter ------------

................................20..... ) 3 s/d 6 spasi Kepada Yth. Mmmmmmmmmmmmm ........................................ ) 2 spasi Mmmmmmmm

--10 karakter---

Nomor : Sifat : Lampiran: Perihal : Undangan

)3

--26 karakter----------------Dengan ini mengharapkan kehadiran Saudara dalam rapat/ pertemuan/ sidang yang akan diselenggarakan pada : --20 karakter---------: .................................................... ) 2 spasi Tanggal : .................................................... ) 2 spasi Waktu : .................................................... ) 2 spasi Tempat : .................................................... ) 2 spasi Acara : .................................................... ) 2 spasi Pimpinan Rapat : .................................................... Atas perhatian Saudara diucapkan terima kasih. ) 3 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

Hari

KETUA ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

) 2 spasi ---7 karakter---Tembusan : 1. Yth. ............................ 2. Yth. ............................

125

Lampiran XV.5

KOMISI PEMILIHAN UMUM


PROVINSI ................
Alamat : ..............
Telp.................... Fax..................

) 3 spasi

----------------------------45 karakter ------------

................................20..... ) 3 s/d 6 spasi Kepada Yth. Mmmmmmmmmmmmm ........................................ ) 2 spasi Mmmmmmmm

--10 karakter---

Nomor : Sifat : Lampiran: Perihal : Undangan

)3

--26 karakter----------------Dengan ini mengharapkan kehadiran Saudara dalam rapat/ pertemuan/ sidang yang akan diselenggarakan pada : --20 karakter---------: .................................................... ) 2 spasi Tanggal : .................................................... ) 2 spasi Waktu : .................................................... ) 2 spasi Tempat : .................................................... ) 2 spasi Acara : .................................................... ) 2 spasi Pimpinan Rapat : .................................................... Atas perhatian Saudara diucapkan terima kasih. ) 3 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

Hari

SEKRETARIS ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

) 2 spasi ---7 karakter---Tembusan : 1. Yth. ............................ 2. Yth. ............................

126

Lampiran XV.6

(lambang KPU berwarna)

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN/KOTA........

) 3 spasi

----------------------------45 karakter ------------

................................20..... ) 3 s/d 6 spasi Kepada Yth. Mmmmmmmmmmmmm ........................................ ) 2 spasi Mmmmmmmm

--10 karakter---

Nomor : Sifat : Lampiran: Perihal : Undangan

)3

--26 karakter----------------Dengan ini mengharapkan kehadiran Saudara dalam rapat/ pertemuan/ sidang yang akan diselenggarakan pada : --20 karakter---------: .................................................... ) 2 spasi Tanggal : .................................................... ) 2 spasi Waktu : .................................................... ) 2 spasi Tempat : .................................................... ) 2 spasi Acara : .................................................... ) 2 spasi Pimpinan Rapat : .................................................... Atas perhatian Saudara diucapkan terima kasih. ) 3 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

Hari

KETUA ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

) 2 spasi ---7 karakter---Tembusan : 1. Yth. ............................ 2. Yth. ............................

127

Lampiran XV.7

KOMISI PEMILIHAN UMUM


KABUPATEN/KOTA ................
Alamat : ..............
Telp.................... Fax..................

) 3 spasi

----------------------------45 karakter ------------

................................20..... ) 3 s/d 6 spasi Kepada Yth. Mmmmmmmmmmmmm ........................................ ) 2 spasi Mmmmmmmm

--10 karakter---

Nomor : Sifat : Lampiran: Perihal : Undangan

)3

--26 karakter----------------Dengan ini mengharapkan kehadiran Saudara dalam rapat/ pertemuan/ sidang yang akan diselenggarakan pada : --20 karakter---------: .................................................... ) 2 spasi Tanggal : .................................................... ) 2 spasi Waktu : .................................................... ) 2 spasi Tempat : .................................................... ) 2 spasi Acara : .................................................... ) 2 spasi Pimpinan Rapat : .................................................... Atas perhatian Saudara diucapkan terima kasih. ) 3 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

Hari

SEKRETARIS ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

) 2 spasi ---7 karakter---Tembusan : 1. Yth. ............................ 2. Yth. ............................

128

Lampiran XVI.1

(kuning emas)

KOMISI PEMILIHAN UMUM ) 3 spasi

----------------------------45 karakter ------------

................................20..... ) 3 s/d 6 spasi Kepada Yth. Mmmmmmmmmmmmm ........................................ ) 2 spasi Mmmmmmmm

--10 karakter---

Nomor : Sifat : Lampiran: Perihal : Panggilan

) 3 s/d 6 spasi

--26 karakter----------------- Dengan ini diminta kedatangan Saudara di Kantor ...................... .............pada: --20 karakter---------Hari Tanggal Waktu Alamat Untuk : .................................................... ) 2 spasi : .................................................... ) 2 spasi : Pukul ........................................ ) 2 spasi : .................................................... ) 2 spasi : Mmmmmmmmmmmmmmmm Mmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi

Bila pangilan ini tidak ditaati akan diambil tindakan lebih lanjut sesuai dengan peraturan yang berlaku. ) 3 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

KETUA ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

) 2 spasi ---7 karakter---Tembusan : 1. Yth. ............................ 2. Yth. ............................

129

Lampiran XVI.2

(warna hitam)

KOMISI PEMILIHAN UMUM ) 3 spasi

----------------------------45 karakter ------------

................................20..... ) 3 s/d 6 spasi Kepada Yth. Mmmmmmmmmmmmm ........................................ ) 2 spasi Mmmmmmmm

--10 karakter---

Nomor : Sifat : Lampiran: Perihal : Panggilan

) 3 s/d 6 spasi

--26 karakter----------------- Dengan ini diminta kedatangan Saudara di Kantor ...................... .............pada: --20 karakter---------Hari Tanggal Waktu Alamat Untuk : .................................................... ) 2 spasi : .................................................... ) 2 spasi : Pukul ........................................ ) 2 spasi : .................................................... ) 2 spasi : Mmmmmmmmmmmmmmmm Mmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi

Bila pangilan ini tidak ditaati akan diambil tindakan lebih lanjut sesuai dengan peraturan yang berlaku. ) 3 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

SEKRETARIS JENDERAL ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

) 2 spasi ---7 karakter---Tembusan : 1. Yth. ............................ 2. Yth. ............................

130

Lampiran XVI.3

(warna hitam)

KOMISI PEMILIHAN UMUM ) 3 spasi

----------------------------45 karakter ------------

................................20..... ) 3 s/d 6 spasi Kepada Yth. Mmmmmmmmmmmmm ........................................ ) 2 spasi Mmmmmmmm

--10 karakter---

Nomor : Sifat : Lampiran: Perihal : Panggilan

) 3 s/d 6 spasi

--26 karakter----------------- Dengan ini diminta kedatangan Saudara di Kantor ...................... .............pada: --20 karakter---------Hari Tanggal Waktu Alamat Untuk : .................................................... ) 2 spasi : .................................................... ) 2 spasi : Pukul ........................................ ) 2 spasi : .................................................... ) 2 spasi : Mmmmmmmmmmmmmmmm Mmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi

Bila pangilan ini tidak ditaati akan diambil tindakan lebih lanjut sesuai dengan peraturan yang berlaku. ) 3 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

WAKIL SEKRETARIS JENDERAL ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

) 2 spasi ---7 karakter---Tembusan : 1. Yth. ............................ 2. Yth. ............................

131

Lampiran XVI.4

(lambang KPU berwarna)

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI.........

) 3 spasi ----------------------------45 karakter ------------

................................20..... ) 3 s/d 6 spasi Kepada Yth. Mmmmmmmmmmmmm ........................................ ) 2 spasi Mmmmmmmm

--10 karakter---

Nomor : Sifat : Lampiran: Perihal : Panggilan

) 3 s/d 6 spasi

--26 karakter----------------- Dengan ini diminta kedatangan Saudara di Kantor ...................... .............pada: --20 karakter---------Hari Tanggal Waktu Alamat Untuk : .................................................... ) 2 spasi : .................................................... ) 2 spasi : Pukul ........................................ ) 2 spasi : .................................................... ) 2 spasi : Mmmmmmmmmmmmmmmm Mmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi

Bila pangilan ini tidak ditaati akan diambil tindakan lebih lanjut sesuai dengan peraturan yang berlaku. ) 3 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

KETUA ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

) 2 spasi ---7 karakter---Tembusan : 1. Yth. ............................ 2. Yth. ............................

132

Lampiran XVI.5

KOMISI PEMILIHAN UMUM


PROVINSI ................
Alamat : ..............
Telp.................... Fax..................

) 3 spasi ----------------------------45 karakter -----------................................20..... ) 3 s/d 6 spasi Kepada Yth. Mmmmmmmmmmmmm ........................................ ) 2 spasi Mmmmmmmm

--10 karakter---

Nomor : Sifat : Lampiran: Perihal : Panggilan

) 3 s/d 6 spasi

--26 karakter----------------- Dengan ini diminta kedatangan Saudara di Kantor ...................... .............pada: --20 karakter---------Hari Tanggal Waktu Alamat Untuk : .................................................... ) 2 spasi : .................................................... ) 2 spasi : Pukul ........................................ ) 2 spasi : .................................................... ) 2 spasi : Mmmmmmmmmmmmmmmm Mmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi

Bila pangilan ini tidak ditaati akan diambil tindakan lebih lanjut sesuai dengan peraturan yang berlaku. ) 3 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

SEKRETARIS ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

) 2 spasi ---7 karakter---Tembusan : 1. Yth. ............................ 2. Yth. ............................

133

Lampiran XVI.6

(lambang KPU berwarna)

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN/KOTA.........

) 3 spasi ----------------------------45 karakter ------------

................................20..... ) 3 s/d 6 spasi Kepada Yth. Mmmmmmmmmmmmm ........................................ ) 2 spasi Mmmmmmmm

--10 karakter---

Nomor : Sifat : Lampiran: Perihal : Panggilan

) 3 s/d 6 spasi

--26 karakter----------------- Dengan ini diminta kedatangan Saudara di Kantor ...................... .............pada: --20 karakter---------Hari Tanggal Waktu Alamat Untuk : .................................................... ) 2 spasi : .................................................... ) 2 spasi : Pukul ........................................ ) 2 spasi : .................................................... ) 2 spasi : Mmmmmmmmmmmmmmmm Mmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi

Bila pangilan ini tidak ditaati akan diambil tindakan lebih lanjut sesuai dengan peraturan yang berlaku. ) 3 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

KETUA ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

) 2 spasi ---7 karakter---Tembusan : 1. Yth. ............................ 2. Yth. ............................

134

Lampiran XVI.7

KOMISI PEMILIHAN UMUM


KABUPATEN/KOTA................
Alamat : ..............
Telp.................... Fax..................

) 3 spasi ----------------------------45 karakter -----------................................20..... ) 3 s/d 6 spasi Kepada Yth. Mmmmmmmmmmmmm ........................................ ) 2 spasi Mmmmmmmm

--10 karakter---

Nomor : Sifat : Lampiran: Perihal : Panggilan

) 3 s/d 6 spasi

--26 karakter----------------- Dengan ini diminta kedatangan Saudara di Kantor ...................... .............pada: --20 karakter---------Hari Tanggal Waktu Alamat Untuk : .................................................... ) 2 spasi : .................................................... ) 2 spasi : Pukul ........................................ ) 2 spasi : .................................................... ) 2 spasi : Mmmmmmmmmmmmmmmm Mmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi

Bila pangilan ini tidak ditaati akan diambil tindakan lebih lanjut sesuai dengan peraturan yang berlaku. ) 3 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

SEKRETARIS ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

) 2 spasi ---7 karakter---Tembusan : 1. Yth. ............................ 2. Yth. ............................

135

Lampiran XVII

KOP NASKAH DINAS MENYESUAIKAN


(SESUAI DENGAN PEJABAT YANG MENGIRIM/MEMBUAT NOTA DINAS)

) 4 spasi

NOTA DINAS
) 3 spasi
-- 20 karakter -- Kepada Dari Tembusan Tanggal Nomor Sifat Lampiran Perihal : .............................................................. : .............................................................. : .............................................................. : .............................................................. : .............................................................. : .............................................................. : .............................................................. : ..............................................................

) 3 spasi --26 karakter--------------------Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) 3 spasi

----------------------------- 45 karakter ----------------------------

NAMA JABATAN PEJABAT YANG MENGIRIM ) ) 6 spasi )

NAMA TERANG

136

Lampiran XVIII.1

(kuning emas)

KOMISI PEMILIHAN UMUM ) 6 spasi

PENGUMUMAN
) 1 spasi NOMOR : .......................... ) 2 spasi TENTANG MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM ) 4 spasi -----26 karakter----Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) 4 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

....................,..........................20...... KETUA ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

137

Lampiran XVIII.2

(warna hitam)

KOMISI PEMILIHAN UMUM ) 6 spasi

PENGUMUMAN
) 1 spasi NOMOR : .......................... ) 2 spasi TENTANG MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM ) 4 spasi -----26 karakter----Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) 4 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

....................,..........................20...... SEKRETARIS JENDERAL ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

138

Lampiran XVIII.3

(warna hitam)

KOMISI PEMILIHAN UMUM ) 6 spasi

PENGUMUMAN
) 1 spasi NOMOR : .......................... ) 2 spasi TENTANG MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM ) 4 spasi -----26 karakter----Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) 4 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

....................,..........................20...... WAKIL SEKRETARIS JENDERAL ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

139

Lampiran XVIII.4

(lambang KPU berwarna)

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI.........

) 6 spasi

PENGUMUMAN
) 1 spasi NOMOR : .......................... ) 2 spasi TENTANG MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM ) 4 spasi -----26 karakter----Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) 4 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

....................,..........................20...... KETUA ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

140

Lampiran XVIII.5

KOMISI PEMILIHAN UMUM


PROVINSI ................
Alamat : ..............
Telp.................... Fax..................

) 6 spasi

PENGUMUMAN
) 1 spasi NOMOR : .......................... ) 2 spasi TENTANG MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM ) 4 spasi -----26 karakter----Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) 4 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

....................,..........................20...... SEKRETARIS ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

141

Lampiran XVIII.6

(lambang KPU berwarna)

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN/KOTA.........

) 6 spasi

PENGUMUMAN
) 1 spasi NOMOR : .......................... ) 2 spasi TENTANG MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM ) 4 spasi -----26 karakter----Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) 4 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

....................,..........................20...... KETUA ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

142

Lampiran XVIII.7

KOMISI PEMILIHAN UMUM


KABUPATEN/KOTA................
Alamat : ..............
Telp.................... Fax..................

) 6 spasi

PENGUMUMAN
) 1 spasi NOMOR : .......................... ) 2 spasi TENTANG MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM ) 4 spasi -----26 karakter----Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) 4 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

....................,..........................20...... SEKRETARIS ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

143

Lampiran XVIII.8

PANITIA PEMILIHAN KECAMATAN


KECAMATAN ............ KABUPATEN/KOTA.......
Alamat :......................................
Telp.................... Fax...............

) 6 spasi

PENGUMUMAN
) 1 spasi NOMOR : .......................... ) 2 spasi TENTANG MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM ) 4 spasi -----26 karakter----Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) 4 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

....................,..........................20...... KETUA ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

144

Lampiran XVIII.9

PANITIA PEMILIHAN LUAR NEGERI


PERWAKILAN RI ............
Alamat :......................................
Telp.................... Fax...............

) 6 spasi

PENGUMUMAN
) 1 spasi NOMOR : .......................... ) 2 spasi TENTANG MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM ) 4 spasi -----26 karakter----Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) 4 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

....................,..........................20...... KETUA ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

145

Lampiran XVIII.10

PANITIA PEMUNGUTAN SUARA


KELURAHAN/DESA ............ KECAMATAN
Alamat :......................................
Telp.................... Fax...............

) 6 spasi

PENGUMUMAN
) 1 spasi NOMOR : .......................... ) 2 spasi TENTANG MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM ) 4 spasi -----26 karakter----Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm. ) 4 spasi
----------------------------- 45 karakter ----------------------------

....................,..........................20...... KETUA ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

146

Lampiran XIX

KOP NASKAH DINAS MENYESUAIKAN


(SESUAI DENGAN PEJABAT/PERSONIL/KETUA KELOMPOK/KETUA TIM/BADAN PELAKSANA PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM YANG BERSIFAT SEMENTARA, YANG MENGIRIM/MEMBUAT LAPORAN)

) 3 spasi

LAPORAN
MMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM
) 3 spasi I. --26 karakter------------PENDAHULUAN ) 2 spasi ---- -------- Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 3 spasi MMMMMMMMMM ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm

II.

III.

MMMMMMMMMM ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm

) 4 spasi )
----------------------------- 45 karakter ---------------------

....................,..........................20...... NAMA JABATAN PEJABAT/PERSONIL/ KETUA KELOMPOK/PANITIA/TIM ) ) 6 spasi ) NAMA TERANG

147

Lampiran XX

KOP NASKAH DINAS MENYESUAIKAN


) ) 3 spasi
-----45 karakter -------------------------------------------------Kepada ) 2 spasi Yth. Mmmmmmmmmmmmmmm ............................................... di MMMMMM ) 2 spasi

SURAT PENGANTAR
) 2 spasi Nomor :.............................. NO URUT JENIS YANG DIKIRIM BANYAKNYA KETERANGAN

) 3 spasi

....................,..........................20...... ) spasi Diterima tanggal .................................... Yang menerima NAMA JABATAN

) 6 spasi

) 6 spasi

NAMA TERANG

NAMA TERANG

148

Lampiran XXI

KOP NASKAH DINAS MENYESUAIKAN

LEMBAR DISPOSISI

SURAT DARI NOMOR SURAT TANGGAL SURAT JAM DITERIMA DITERIMA PERIHAL :

: : : :

ARAHAN PETUNJUK/DISPOSISI

NOMOR DIAGENDA

TANGGAL : KEPADA YTH :

149

Lampiran XXII

KOP NASKAH DINAS MENYESUAIKAN


) 3 spasi

BERITA ACARA MMMMMMMMMMMMMMM


Nomor :.................................... ) 3 spasi ---- 26 karakter -Pada hari ini ................. tanggal.............. bulan............... tahun ............... ... Kami masing-masing : 1. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm yang selanjutnya disebut Pihak I. (memuat nama, NIP, Pangkat/Golongan, Jabatan dan alamat) 2. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm yang selanjutnya disebut Pihak II. (memuat nama, NIP, Pangkat/Golongan, Jabatan dan alamat) ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm. Demikian Berita Acara ini dibuat dalam rangkap .... untuk dipergunakan sebagaiman mestinya. ) 4 spasi

....................,..........................20...... ) 2 spasi PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

) 6 spasi

) 6 spasi

NAMA TERANG

NAMA TERANG

) 2 spasi MENGETAHUI INSTANSI NAMA JABATAN

) 6 spasi NAMA TERANG Catatan : Contoh Berita Acara ini dapat digunakan untuk model berita acara .... dengan penyesuaian.

150

Lampiran XXIII

KOP NASKAH DINAS MENYESUAIKAN

) 6 spasi

TELAAHAN STAF MMMMMMMMMMMMMMMMM


) 4 spasi

----20 karakter---

I.

PENDAHULUAN .................................................................................................. .................................................................................................. ..................................................................................................

II. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN .................................................................................................. .................................................................................................. .................................................................................................. III. PEMBAHASAN .................................................................................................. .................................................................................................. .................................................................................................. IV. PENUTUP a. Kesimpulan .................................................................................................. .................................................................................................. b. Saran .................................................................................................. ) 3 spasi

.............................20...... NAMA JABATAN YANG MENYUSUN

151

Lampiran XXIV.1

(Kuning emas)

KOMISI PEMILIHAN UMUM ) 4 spasi

REKOMENDASI
NOMOR :......../......./20... ) 4 spasi

--26 karakter ----

Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi a. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi b. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi c. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 4 spasi

--------------45 karakter ---------------------

....................,..........................20...... ) 2 spasi KETUA

) 6 spasi

NAMA TERANG

152

Lampiran XXIV.2

(warna hitam)

KOMISI PEMILIHAN UMUM ) 4 spasi

REKOMENDASI
NOMOR :......../......./20... ) 4 spasi

--26 karakter ----

Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi a. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi b. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi c. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 4 spasi

--------------45 karakter ---------------------

....................,..........................20...... ) 2 spasi SEKRETARIS JENDERAL

) 6 spasi

NAMA TERANG

153

Lampiran XXIV.3

(warna hitam)

KOMISI PEMILIHAN UMUM ) 4 spasi

REKOMENDASI
NOMOR :......../......./20... ) 4 spasi

--26 karakter ----

Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi

a. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi b. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi c. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 4 spasi

--------------45 karakter ---------------------

....................,..........................20...... ) 2 spasi WAKIL SEKRETARIS JENDERAL

) 6 spasi

NAMA TERANG

154

Lampiran XXIV.4

(lambang KPU berwarna)

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI/KABUPATEN/KOTA.........

) 4 spasi

REKOMENDASI
NOMOR :......../......./20... ) 4 spasi

--26 karakter ----

Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi a. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi b. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi c. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 4 spasi

--------------45 karakter ---------------------

....................,..........................20...... ) 2 spasi KETUA

) 6 spasi

NAMA TERANG

155

Lampiran XXIV.5

KOMISI PEMILIHAN UMUM


PROVINSI/KABUPATEN/KOTA.......
Alamat : ..............
Telp.................... Fax..................

) 4 spasi

REKOMENDASI
NOMOR :......../......./20... ) 4 spasi

--26 karakter ----

Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi a. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi b. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi c. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 4 spasi

--------------45 karakter ---------------------

....................,..........................20...... ) 2 spasi SEKRETARIS

) 6 spasi

NAMA TERANG

156

Lampiran XXIV.6

PANITIA PEMILIHAN KECAMATAN


KECAMATAN ............ KABUPATEN/KOTA.......
Alamat :......................................
Telp.................... Fax...............

) 4 spasi

REKOMENDASI
NOMOR :......../......./20... ) 4 spasi

--26 karakter ----

Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi a. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi b. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi c. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 4 spasi

--------------45 karakter ---------------------

....................,..........................20...... ) 2 spasi KETUA

) 6 spasi

NAMA TERANG

157

Lampiran XXIV.7

PANITIA PEMILIHAN LUAR NEGERI


PERWAKILAN RI..........
Alamat :......................................
Telp.................... Fax...............

) 4 spasi

REKOMENDASI
NOMOR :......../......./20... ) 4 spasi

--26 karakter ----

Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi a. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi b. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi c. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 4 spasi

--------------45 karakter ---------------------

....................,..........................20...... ) 2 spasi KETUA

) 6 spasi

NAMA TERANG

158

Lampiran XXIV.8

PANITIA PEMUNGUTAN SUARA


KELURAHAN/DESA ............ KECAMATAN.......
Alamat :......................................
Telp.................... Fax...............

) 4 spasi

REKOMENDASI
NOMOR :......../......./20... ) 4 spasi

--26 karakter ----

Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi a. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi b. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi c. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 2 spasi Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 4 spasi

--------------45 karakter ---------------------

....................,..........................20...... ) 2 spasi KETUA

) 6 spasi

NAMA TERANG

159

Lampiran XXV.1

KOP NASKAH DINAS MENYESUAIKAN


) ) 3 spasi DAFTAR HADIR RAPAT/ PERTEMUAN ) 2 spasi HARI/TANGGAL WAKTU TEMPAT ACARA : ............................... : ............................... : ............................... : ............................... ) 3 spasi

NO

NAMA

JABATAN

TANDA TANGAN

) 4 spasi
....................,..........................20...... ) 3 spasi NAMA JABATAN PENANGGUNG JAWAB

) 6 spasi

NAMA TERANG

160

Lampiran XXV.2

KOP NASKAH DINAS MENYESUAIKAN

DAFTAR HADIR KERJA


TANGGAL S P S

NO

NAMA

GOL

KET

KASUBBAG/SEKSI

) 4 spasi
....................,..........................20...... ) 3 spasi NAMA JABATAN PENANGGUNG JAWAB

) 6 spasi

NAMA TERANG

161

Lampiran XXVI.1

PIAGAM PENGHARGAAN

KOMISI PEMILIHAN UMUM


Dengan ini memberikan penghargaan kepada: ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... Dalam rangka......................................................... ............................................................................

...........,...................20...... ) 2 spasi KOMISI PEMILIHAN UMUM KETUA

NAMA TERANG

162

Lampiran XXVI..2

PIAGAM PENGHARGAAN
KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI/KABUPATEN/KOTA.......
Dengan ini memberikan penghargaan kepada: ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... Dalam rangka......................................................... ............................................................................

...........,...................20...... ) 2 spasi KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI/KAB/KOTA..... KETUA (stempel)

NAMA TERANG

163
Lampiran XXVII

KOP NASKAH DINAS MENYESUAIKAN

) 6 spasi SURAT TUGAS NOMOR :..................... ) 4 spasi

--20 karakter-- DASAR

: 1. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm 2. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) 3 spasi MENUGASKAN :

KEPADA

: 1. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm 2. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm

KEPERLUAN : 1. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm 2. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm LAMANYA : Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm

Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm.

) 4 spasi
-------45 karakter ---------------------------....................,..........................20...... ) 3 spasi NAMA JABATAN PEMBERI TUGAS

) 6 spasi

NAMA TERANG

164
Lampiran XXVIII

KOP NASKAH DINAS MENYESUAIKAN

) 6 spasi SURAT PERNYATAAN NOMOR :..................... ) 4 spasi

--20 karakter-- Yang bertanda tangan di bawah ini : ) 3 spasi Nama NIP Pangkat/Gol Jabatan : ...................................................... : ...................................................... : ...................................................... : ......................................................

) 3 spasi
Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa .............................................. mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm

-------45 karakter ----------------------------

....................,..........................20...... ) 3 spasi NAMA JABATAN YANG MEMBUAT PERNYATAAN

) 6 spasi

NAMA TERANG

Lampiran XXIX

165

KOP NASKAH DINAS MENYESUAIKAN

) 3 spasi
-----45 karakter -------------------------------------------------...........,.............................20.... ) 3 s/d 6 spasi

Kepada Yth. Mmmmmmmmmmmmmmm ............................................... ) 2 spasi MMMMMM ) 3 s/d 6 spasi

SURAT PERINGATAN
NOMOR :........................... ) 3 spasi --26 karakter ----------Mengingat ....mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm --20 karakter------- mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm Dengan ini mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm Demikian mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) ) 3 spasi -------45 karakter ---------------------------NAMA JABATAN YANG MEMBUAT PERINGATAN

) 6 spasi

NAMA TERANG ) 2 spasi -- 7 karakter-- Tembusan 1. Yth. ......................... 2. Yth ..........................

Lampiran XXX

166

KOP NASKAH DINAS MENYESUAIKAN

) 3 spasi
-----45 karakter -------------------------------------------------...........,.............................20.... ) 3 s/d 6 spasi

Kepada Yth. Mmmmmmmmmmmmmmm ............................................... ) 2 spasi MMMMMM ) 3 s/d 6 spasi

RISALAH RAPAT
NOMOR :........................... ) 3 spasi --26 karakter ----------Mengingat ....mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm --20 karakter------- mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm Dengan ini mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm Demikian mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm ) ) 3 spasi -------45 karakter ---------------------------NAMA JABATAN YANG MEMBUAT RISALAH

) 6 spasi

NAMA TERANG ) 2 spasi -- 7 karakter-- Tembusan 1. Yth. ......................... 2. Yth ..........................

167

BAB V PROSEDUR ADMINISTRASI NASKAH DINAS KOMISI PEMILIHAN UMUM

A. Naskah Dinas Dalam Bentuk Peraturan Perundang-Undangan 1. Peraturan Komisi Pemilihan Umum a. Konsep awal peraturan disiapkan berdasarkan perintah ketentuan undang-undang dan atau berdasarkan keputusan rapat pleno Komisi Pemilihan Umum karena adanya kebutuhan untuk pengaturan lebih lanjut ketentuan undang-undang. b. Konsep awal peraturan disiapkan oleh Biro Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum berdasarkan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam susunan organisasi Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, atas perintah tertulis Ketua Komisi Pemilihan Umum dan atau Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum hasil rapat pleno Komisi Pemilihan Umum. c. Biro Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum menyampaikan konsep awal peraturan kepada Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum yang dilampiri naskah akademis, untuk kemudian oleh Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum dimintakan saran/pendapat/pertimbangan kepada Biro terkait Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum. d. Biro terkait Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum wajib menyampaikan saran/pendapat/ pertimbangan terhadap konsep awal peraturan kepada Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum, yang kemudian saran/pendapat/pertimbangan tersebut disampaikan kepada biro yang menyiapkan konsep awal peraturan. e. Biro yang menyiapkan konsep awal peraturan mengadakan perbaikan/penyempurnaan berdasarkan saran/pendapat/pertimbangan, yang kemudian disampaikan kembali kepada Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum. f. Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum menyampaikan konsep awal peraturan tersebut kepada Biro Hukum Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum untuk mendapat saran/pendapat/pertimbangan dari sudut penyusunan peraturan perundangundangan berdasarkan peraturan perundang-undangan tentang pembentukan peraturan perundang-undangan. g. Biro Hukum Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum menyampaikan saran/pendapat/pertimbangan hukum penyusunan peraturan perundang-undangan kepada Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum. h. Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum menyampaikan konsep peraturan kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum untuk dijadikan bahan rapat pleno Komisi Pemilihan Umum, dengan ketentuan konsep peraturan tersebut terlebih dahulu 1 (satu) rangkap dibubuhi paraf biro-biro terkait pada stempel koordinasi dalam 3 (tiga) rangkap.

168

i. Berdasarkan hasil rapat pleno Komisi Pemilihan Umum: 1) apabila terdapat koreksi terhadap konsep peraturan tersebut, dikembalikan kepada Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum untuk dilakukan perbaikan/penyempurnaan; dan 2) apabila tidak terdapat koreksi/disetujui, konsep peraturan tersebut terlebih dahulu pada rangkap yang dibubuhi paraf biro-biro terkait, dibubuhi paraf oleh Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum dan anggota-anggota Komisi Pemilihan Umum sebagai bukti persetujuan, dan selanjutnya ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum. j. Terhadap konsep peraturan Komisi Pemilihan Umum yang terdapat koreksi rapat pleno Komisi Pemilihan Umum, setelah diadakan perbaikan/penyempurnaan, kemudian oleh Sekretaris Jenderal disampaikan kembali kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum sesuai dengan ketentuan huruf i angka 2). k. Terhadap Peraturan Komisi Pemilihan Umum yang telah ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum, oleh Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum disampaikan kepada Biro Hukum Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum untuk diadakan proses otentifikasi. Proses otentifikasi adalah pembuatan salinan Peraturan Komisi Pemilihan Umum sesuai dengan aslinya tanpa tanda tangan Ketua Komisi Pemilihan Umum. Biro Hukum Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum menyampaikan Peraturan Komisi Pemilihan Umum yang telah diotentifikasi kepada Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum, dan selanjutnya Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum menyampaikan kepada biro terkait untuk proses penomoran peraturan dan dibubuhi cap dinas Komisi Pemilihan Umum. l. Peraturan Komisi Pemilihan Umum yang ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum disimpan oleh biro terkait dan rangkap Peraturan Komisi Pemilihan Umum yang dibubuhi paraf oleh biro-biro terkait, Sekretaris Jenderal, dan anggotaanggota Komisi Pemilihan Umum disimpan oleh biro penyusun konsep awal. m. Peraturan Komisi Pemilihan Umum yang diotentifikasi oleh Biro Hukum Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum oleh biro terkait disampaikan kepada Ketua, Anggota Komisi Pemilihan Umum, Sekretaris Jenderal, Provinsi, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, lembaga/instansi terkait, dan pihak yang berkepentingan. n. Biro penyusun konsep peraturan wajib menyimpan konsep pertama sampai dengan konsep terakhir. 2. Keputusan Komisi Pemilihan Umum a. Konsep awal keputusan disiapkan berdasarkan perintah ketentuan undang-undang dan atau berdasarkan keputusan rapat pleno Komisi Pemilihan Umum karena adanya kebutuhan untuk pengaturan lebih lanjut ketentuan undang-undang. b. Konsep awal keputusan disiapkan oleh Biro Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum berdasarkan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam susunan organisasi Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, atas perintah tertulis Ketua Komisi Pemilihan Umum dan atau Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum hasil rapat pleno Komisi Pemilihan Umum. c. Biro Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum menyampaikan konsep awal keputusan kepada Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum yang dilampiri naskah akademis, untuk kemudian oleh Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum dimintakan saran/pendapat/pertimbangan kepada Biro terkait Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum.

169

d. Biro terkait Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum wajib menyampaikan saran/pendapat/ pertimbangan terhadap konsep awal keputusan kepada Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum, yang kemudian saran/pendapat/pertimbangan tersebut disampaikan kepada biro yang menyiapkan konsep awal keputusan. e. Biro yang menyiapkan konsep awal keputusan mengadakan perbaikan/ penyempurnaan berdasarkan saran/pendapat/pertimbangan, yang kemudian disampaikan kembali kepada Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum. f. Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum menyampaikan konsep awal keputusan tersebut kepada Biro Hukum Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum untuk mendapat saran/pendapat/pertimbangan dari sudut penyusunan peraturan perundangundangan berdasarkan peraturan perundang-undangan tentang pembentukan peraturan perundang-undangan. g. Biro Hukum Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum menyampaikan saran/pendapat/ pertimbangan hukum penyusunan peraturan perundang-undangan kepada Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum. h. Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum menyampaikan konsep keputusan kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum untuk dijadikan bahan rapat pleno Komisi Pemilihan Umum, dengan ketentuan konsep keputusan tersebut terlebih dahulu 1 (satu) rangkap dibubuhi paraf biro-biro terkait pada stempel koordinasi dalam 3 (tiga) rangkap. i. Berdasarkan hasil rapat pleno Komisi Pemilihan Umum: 1) apabila terdapat koreksi terhadap konsep keputusan tersebut, dikembalikan kepada Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum untuk dilakukan perbaikan/ penyempurnaan; dan 2) apabila tidak terdapat koreksi/disetujui, konsep keputusan tersebut terlebih dahulu pada rangkap yang dibubuhi paraf biro-biro terkait, dibubuhi paraf oleh Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum dan anggota-anggota Komisi Pemilihan Umum sebagai bukti persetujuan, dan selanjutnya ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum. j. Terhadap konsep keputusan Komisi Pemilihan Umum yang terdapat koreksi rapat pleno Komisi Pemilihan Umum, setelah diadakan perbaikan/penyempurnaan, kemudian oleh Sekretaris Jenderal disampaikan kembali kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum sesuai dengan ketentuan huruf i angka 2). k. Terhadap Keputusan Komisi Pemilihan Umum yang telah ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum, oleh Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum disampaikan kepada Biro Hukum Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum untuk diadakan proses otentifikasi. Proses otentifikasi adalah pembuatan salinan keputusan Komisi Pemilihan Umum sesuai dengan aslinya tanpa tanda tangan Ketua Komisi Pemilihan Umum. Biro Hukum Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum menyampaikan keputusan Komisi Pemilihan Umum yang telah diotentifikasi kepada Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum, dan selanjutnya Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum menyampaikan kepada biro terkait untuk proses penomoran peraturan dan dibubuhi cap dinas Komisi Pemilihan Umum. l. Keputusan Komisi Pemilihan Umum yang ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum disimpan oleh biro terkait dan rangkap keputusan Komisi Pemilihan Umum yang dibubuhi paraf oleh biro-biro terkait, Sekretaris Jenderal, dan anggota-anggota Komisi Pemilihan Umum disimpan oleh biro penyusun konsep awal.

170

m. Keputusan Komisi Pemilihan Umum yang diotentifikasi oleh Biro Hukum Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum oleh biro terkait disampaikan kepada Ketua, Anggota Komisi Pemilihan Umum, Sekretaris Jenderal, Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, lembaga/instansi terkait, dan pihak yang berkepentingan. n. Biro penyusun konsep keputusan wajib menyimpan konsep pertama sampai dengan konsep terakhir. 3. Keputusan Bersama a. Konsep awal keputusan bersama disiapkan berdasarkan perintah ketentuan undangundang dan atau berdasarkan keputusan rapat pleno Komisi Pemilihan Umum karena adanya kebutuhan untuk pengaturan lebih lanjut ketentuan undang-undang. b. Konsep awal keputusan bersama disiapkan oleh Biro Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum berdasarkan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam susunan organisasi Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, atas perintah tertulis Ketua Komisi Pemilihan Umum dan atau Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum hasil rapat pleno Komisi Pemilihan Umum. c. Biro Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum menyampaikan konsep awal keputusan bersama kepada Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum yang dilampiri naskah akademis, untuk kemudian oleh Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum dimintakan saran/pendapat/pertimbangan kepada Biro terkait Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum. d. Biro terkait Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum wajib menyampaikan saran/pendapat/ pertimbangan terhadap konsep awal keputusan bersama kepada Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum, yang kemudian saran/pendapat/pertimbangan tersebut disampaikan kepada biro yang menyiapkan konsep awal keputusan bersama. e. Biro yang menyiapkan konsep awal keputusan bersama mengadakan perbaikan/ penyempurnaan berdasarkan saran/pendapat/pertimbangan, yang kemudian disampaikan kembali kepada Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum. f. Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum menyampaikan konsep awal keputusan bersama tersebut kepada Biro Hukum Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum untuk mendapat saran/pendapat/pertimbangan dari sudut penyusunan peraturan perundang-undangan berdasarkan peraturan perundang-undangan tentang pembentukan peraturan perundang-undangan. g. Biro Hukum Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum menyampaikan saran/pendapat/ pertimbangan hukum penyusunan peraturan perundang-undangan kepada Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum. h. Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum menyampaikan konsep keputusan bersama kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum untuk dijadikan bahan rapat pleno Komisi Pemilihan Umum, dengan ketentuan konsep keputusan bersama tersebut terlebih dahulu 1 (satu) rangkap dibubuhi paraf biro-biro terkait pada stempel koordinasi dalam 3 (tiga) rangkap. i. Berdasarkan hasil rapat pleno Komisi Pemilihan Umum : 1) apabila terdapat koreksi terhadap konsep keputusan tersebut, dikembalikan kepada Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum untuk dilakukan perbaikan/ penyempurnaan; dan

171

2)

apabila tidak terdapat koreksi/disetujui, konsep keputusan tersebut terlebih dahulu pada rangkap yang dibubuhi paraf biro-biro terkait, dibubuhi paraf oleh Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum dan anggota-anggota Komisi Pemilihan Umum sebagai bukti persetujuan, dan selanjutnya ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum.

j. Terhadap konsep Keputusan Bersama yang terdapat koreksi rapat pleno Komisi Pemilihan Umum, setelah diadakan perbaikan/penyempurnaan, kemudian oleh Sekretaris Jenderal disampaikan kembali kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum sesuai dengan ketentuan huruf i angka 2). k. Terhadap Keputusan Bersama yang telah ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum, oleh Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum disampaikan kepada Biro Hukum Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum untuk diadakan proses otentifikasi. Proses otentifikasi adalah pembuatan salinan Keputusan Bersama sesuai dengan aslinya tanpa tanda tangan Ketua Komisi Pemilihan Umum. Biro Hukum Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum menyampaikan keputusan Komisi Pemilihan Umum yang telah diotentifikasi kepada Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum, dan selanjutnya Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum menyampaikan kepada biro terkait untuk proses penomoran peraturan dan dibubuhi cap dinas Komisi Pemilihan Umum. l. Keputusan Bersama yang ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum disimpan oleh biro terkait dan rangkap keputusan Komisi Pemilihan Umum yang dibubuhi paraf oleh biro-biro terkait, Sekretaris Jenderal, dan anggota-anggota Komisi Pemilihan Umum disimpan oleh biro penyusun konsep awal. m. Biro penyusun konsep Keputusan Bersama wajib menyimpan konsep pertama sampai dengan konsep terakhir. 4. Keputusan Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum; a. Konsep awal Keputusan Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum disiapkan berdasarkan perintah ketentuan undang-undang dan atau berdasarkan keputusan rapat pleno Komisi Pemilihan Umum karena adanya kebutuhan untuk pengaturan lebih lanjut ketentuan undang-undang. b. Konsep awal Keputusan Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum disiapkan oleh Biro Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum berdasarkan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam susunan organisasi Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, atas perintah tertulis Ketua Komisi Pemilihan Umum dan atau Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum hasil rapat pleno Komisi Pemilihan Umum. c. Biro Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum menyampaikan konsep awal Keputusan Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum kepada Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum yang dilampiri naskah akademis, untuk kemudian oleh Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum dimintakan saran/pendapat/pertimbangan kepada Biro terkait Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum. d. Biro terkait Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum wajib menyampaikan saran/pendapat/ pertimbangan terhadap konsep awal keputusan kepada Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum, yang kemudian saran/pendapat/pertimbangan tersebut disampaikan kepada biro yang menyiapkan konsep awal keputusan.

172

e. Biro yang menyiapkan konsep awal Keputusan Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum mengadakan perbaikan/ penyempurnaan berdasarkan saran/pendapat/pertimbangan, yang kemudian disampaikan kembali kepada Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum. f. Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum menyampaikan konsep awal keputusan tersebut kepada Biro Hukum Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum untuk mendapat saran/pendapat/pertimbangan dari sudut penyusunan peraturan perundangundangan berdasarkan peraturan perundang-undangan tentang pembentukan peraturan perundang-undangan. g. Biro Hukum Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum menyampaikan saran/pendapat/ pertimbangan hukum penyusunan peraturan perundang-undangan kepada Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum.

h. Apabila terdapat koreksi terhadap konsep keputusan tersebut, dikembalikan oleh Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum kepada Biro terkait penyusun untuk dilakukan perbaikan/ penyempurnaan; dan apabila tidak terdapat koreksi/disetujui, konsep keputusan tersebut terlebih dahulu pada rangkap yang dibubuhi paraf biro-biro terkait, dan selanjutnya ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal; i. Terhadap Keputusan Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum yang telah ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum disampaikan kepada Biro Hukum Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum untuk diadakan proses otentifikasi. Proses otentifikasi adalah pembuatan salinan keputusan Komisi Pemilihan Umum sesuai dengan aslinya tanpa tanda tangan Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum. Biro Hukum Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum menyampaikan keputusan Komisi Pemilihan Umum yang telah diotentifikasi menyampaikan kepada biro terkait untuk proses penomoran peraturan dan dibubuhi cap dinas Komisi Pemilihan Umum. j. Keputusan Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum disimpan oleh biro terkait dan rangkap Keputusan Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum yang dibubuhi paraf oleh biro-biro terkait disimpan oleh biro penyusun konsep awal. k. Keputusan Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum yang diotentifikasi oleh Biro Hukum Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum oleh biro terkait disampaikan pihak yang berkepentingan. l. Biro penyusun konsep keputusan wajib menyimpan konsep pertama sampai dengan konsep terakhir.

5. Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi a. Konsep awal keputusan disiapkan berdasarkan perintah ketentuan undang-undang dan atau berdasarkan keputusan rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Provinsi karena adanya kebutuhan untuk pengaturan lebih lanjut ketentuan Peraturan Komisi Pemilihan Umum dan Keputusan Komisi Pemilihan Umum. b. Konsep awal keputusan disiapkan oleh Bagian Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi berdasarkan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam susunan organisasi Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi, atas perintah tertulis Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan atau Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi hasil rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Provinsi.

173

c. Bagian Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi menyampaikan konsep awal keputusan kepada Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi yang dilampiri naskah akademis, untuk kemudian oleh Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi dimintakan saran/pendapat/pertimbangan kepada Bagian terkait Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi. d. Bagian terkait Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi wajib menyampaikan saran/pendapat/ pertimbangan terhadap konsep awal keputusan kepada Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi, yang kemudian saran/pendapat/pertimbangan tersebut disampaikan kepada bagian yang menyiapkan konsep awal keputusan. e. Bagian yang menyiapkan konsep awal keputusan mengadakan perbaikan/ penyempurnaan berdasarkan saran/pendapat/pertimbangan, yang kemudian disampaikan kembali kepada Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi. f. Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi menyampaikan konsep awal keputusan tersebut kepada Bagian Hukum Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi untuk mendapat saran/pendapat/ pertimbangan dari sudut penyusunan peraturan perundangundangan berdasarkan peraturan perundang-undangan tentang pembentukan peraturan perundang-undangan. g. Bagian Hukum Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi menyampaikan saran/pendapat/ pertimbangan hukum penyusunan peraturan perundang-undangan kepada Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi. h. Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi menyampaikan konsep keputusan kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi untuk dijadikan bahan rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dengan ketentuan konsep keputusan tersebut terlebih dahulu 1 (satu) rangkap dibubuhi paraf bagian-bagian terkait pada stempel koordinasi dalam 3 (tiga) rangkap. i. Berdasarkan hasil rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Provinsi : 1) apabila terdapat koreksi terhadap konsep keputusan tersebut, dikembalikan kepada Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi untuk dilakukan perbaikan/ penyempurnaan; dan 2) apabila tidak terdapat koreksi/disetujui, konsep keputusan tersebut terlebih dahulu pada rangkap yang dibubuhi paraf bagian-bagian terkait, dibubuhi paraf oleh Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan anggota-anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi sebagai bukti persetujuan, dan selanjutnya ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi. j. Terhadap konsep Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi yang terdapat koreksi rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Provinsi, setelah diadakan perbaikan/penyempurnaan, kemudian oleh Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi disampaikan kembali kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi sesuai dengan ketentuan huruf i angka 2). k. Terhadap Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi yang telah ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi, oleh Sekretaris Provinsi disampaikan kepada Bagian Hukum Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi untuk diadakan proses otentifikasi. Proses otentifikasi adalah pembuatan salinan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi sesuai dengan aslinya tanpa tanda tangan Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi. Bagian Hukum Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi menyampaikan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi yang telah diotentifikasi kepada Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan selanjutnya Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi menyampaikan kepada bagian terkait untuk proses penomoran peraturan dan dibubuhi cap dinas Komisi Pemilihan Umum Provinsi.

174

l. Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi yang ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi disimpan oleh bagian terkait dan rangkap Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi yang dibubuhi paraf oleh bagian-bagian terkait, Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan anggota-anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi disimpan oleh bagian penyusun konsep awal. m. Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi yang diotentifikasi oleh Bagian Hukum Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi oleh bagian terkait disampaikan kepada Ketua, Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, lembaga/instansi terkait, dan pihak yang berkepentingan. n. Bagian penyusun konsep keputusan wajib menyimpan konsep pertama sampai dengan konsep terakhir. 6. Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota; a. Konsep awal keputusan disiapkan berdasarkan perintah ketentuan undang-undang dan atau berdasarkan keputusan rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota karena adanya kebutuhan untuk pengaturan lebih lanjut ketentuan Peraturan Komisi Pemilihan Umum, Keputusan Komisi Pemilihan Umum dan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi. b. Konsep awal keputusan disiapkan oleh Sub Bagian Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota berdasarkan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam susunan organisasi Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, atas perintah tertulis Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota dan atau Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota hasil rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota. c. Sub Bagian Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota menyampaikan konsep awal keputusan kepada Sekretaris yang dilampiri naskah akademis, untuk kemudian oleh Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota dimintakan saran/pendapat/pertimbangan kepada Sub Bagian terkait Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota. d. Sub Bagian terkait Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota wajib menyampaikan saran/pendapat/ pertimbangan terhadap konsep awal keputusan kepada Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, yang kemudian saran/pendapat/pertimbangan tersebut disampaikan kepada sub bagian yang menyiapkan konsep awal keputusan. e. Sub bagian yang menyiapkan konsep awal keputusan mengadakan perbaikan/ penyempurnaan berdasarkan saran/pendapat/pertimbangan, yang kemudian disampaikan kembali kepada Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota. f. Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota menyampaikan konsep awal keputusan tersebut kepada Sub Bagian Hukum Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota untuk mendapat saran/pendapat/pertimbangan dari sudut penyusunan peraturan perundang-undangan berdasarkan peraturan perundang-undangan tentang pembentukan peraturan perundang-undangan. g. Sub Bagian Hukum Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota menyampaikan saran/ pendapat/pertimbangan hukum penyusunan peraturan perundang-undangan kepada Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota.

175

h. Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota menyampaikan konsep keputusan kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota untuk dijadikan bahan rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, dengan ketentuan konsep keputusan tersebut terlebih dahulu 1 (satu) rangkap dibubuhi paraf Sub bagian - Sub bagian terkait pada stempel koordinasi dalam 3 (tiga) rangkap. i. Berdasarkan hasil rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota : 1) apabila terdapat koreksi terhadap konsep keputusan tersebut, dikembalikan kepada Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota untuk dilakukan perbaikan/ penyempurnaan; dan 2) apabila tidak terdapat koreksi/disetujui, konsep keputusan tersebut terlebih dahulu pada rangkap yang dibubuhi paraf sub bagian-sub bagian terkait, dibubuhi paraf oleh Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota dan anggota-anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota sebagai bukti persetujuan, dan selanjutnya ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota. j. Terhadap konsep Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota yang terdapat koreksi rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, setelah diadakan perbaikan/penyempurnaan, kemudian oleh Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota disampaikan kembali kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota sesuai dengan ketentuan huruf i angka 2). k. Terhadap Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota yang telah ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, oleh Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota disampaikan kepada Sub Bagian Hukum Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota untuk diadakan proses otentifikasi. Proses otentifikasi adalah pembuatan salinan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota sesuai dengan aslinya tanpa tanda tangan Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota. Sub Bagian Hukum Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota menyampaikan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota yang telah diotentifikasi kepada Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, dan selanjutnya Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota menyampaikan kepada sub bagian terkait untuk proses penomoran peraturan dan dibubuhi cap dinas Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota. l. Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota yang ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota disimpan oleh biro terkait dan rangkap keputusan Komisi Pemilihan Umum yang dibubuhi paraf oleh sub bagian- sub bagian terkait, Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, dan anggota-anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota disimpan oleh sub bagian penyusun konsep awal. m. Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota yang diotentifikasi oleh Sub Bagian Hukum Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota oleh sub bagian terkait disampaikan kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, lembaga/instansi terkait, dan pihak yang berkepentingan. n. Sub Bagian penyusun konsep keputusan wajib menyimpan konsep pertama sampai dengan konsep terakhir.

7. Keputusan Panitia Pemilihan Kecamatan, Panitia Pemungutan Suara, Panitia Pemilihan Luar Negeri, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara, dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri;

176

a.

Konsep awal Keputusan PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN disiapkan berdasarkan perintah ketentuan undang-undang dan atau berdasarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, karena adanya kebutuhan untuk pengaturan lebih lanjut ketentuan undang-undang, Peraturan Komisi Pemilihan Umum, Keputusan Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota. Konsep awal Keputusan PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN disiapkan oleh Sekretariat PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN berdasarkan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam susunan organisasi Sekretariat Keputusan PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN, atas perintah tertulis Ketua PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN dan atau Sekretaris PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN hasil rapat PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN. Sekretaris PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN menyampaikan konsep keputusan kepada Ketua PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN untuk dijadikan bahan rapat PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN, dengan ketentuan konsep keputusan tersebut terlebih dahulu 1 (satu) rangkap dibubuhi paraf Sekretaris PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN dalam 3 (tiga) rangkap. Berdasarkan hasil rapat PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN: 1) apabila terdapat koreksi terhadap konsep keputusan tersebut, dikembalikan kepada Sekretaris PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN untuk dilakukan perbaikan/ penyempurnaan; dan 2) apabila tidak terdapat koreksi/disetujui, konsep keputusan tersebut terlebih dahulu pada rangkap yang dibubuhi paraf oleh Sekretaris PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN dan anggota-anggota PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN sebagai bukti persetujuan, dan selanjutnya ditandatangani oleh Ketua PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN.

b.

c.

d.

e.

Terhadap konsep Keputusan PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN yang terdapat koreksi rapat PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN, setelah diadakan perbaikan/penyempurnaan, kemudian oleh Sekretaris PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN disampaikan kembali kepada Ketua PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN sesuai dengan ketentuan huruf i angka 2). Terhadap Keputusan PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN yang telah ditandatangani oleh Ketua PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN, oleh Sekretaris PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN disampaikan kepada Sekretariat untuk diadakan proses otentifikasi. Proses otentifikasi adalah pembuatan salinan Keputusan sesuai dengan aslinya tanpa tanda tangan Ketua. Sekretariat menyampaikan Keputusan PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN yang telah diotentifikasi kepada Sekretaris PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN, dan selanjutnya Sekretaris PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN menyampaikan kepada sekretariat terkait untuk proses penomoran peraturan dan dibubuhi cap dinas PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN. Keputusan PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN yang ditandatangani oleh Ketua PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN disimpan oleh sekretariat dan rangkap Keputusan PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN yang dibubuhi paraf oleh Sekretaris PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN, dan anggota-anggota PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN disimpan oleh sekretariat yang menyusun konsep awal.

f.

g.

177

h.

Keputusan PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN yang diotentifikasi oleh sekretariat PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN disampaikan kepada Ketua PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN, Anggota PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN, Sekretaris PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN, lembaga/instansi terkait, dan pihak yang berkepentingan. Sekretariat PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN wajib menyimpan konsep pertama sampai dengan konsep terakhir.

i.

B. Naskah Dinas Dalam Bentuk Surat 1) Konsep awal naskah dinas dalam bentuk surat disiapkan berdasarkan perintah keputusan rapat pleno Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota. 2) Konsep awal naskah dinas dalam bentuk surat disiapkan oleh Biro Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Bagian Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Sub Bagian Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota. 3) Biro pada Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Bagian pada Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Sub Bagian pada Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, menyampaikan konsep awal naskah dinas dalam bentuk surat kepada Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, untuk kemudian oleh Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, dimintakan saran/pendapat/pertimbangan kepada Biro terkait pada Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Bagian pada Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Sub Bagian pada Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, untuk diadakan penyempurnaan. 4) Ketua Komisi Pemilihan Umum, Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, menerima hasil penyempurnaan untuk dijadikan bahan rapat pleno Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota dengan ketentuan konsep naskah dinas dalam bentuk surat tersebut terlebih dahulu 1 (satu) rangkap dibubuhi paraf Sekretaris jenderal, Wakil Sekretaris Jenderal, biro-biro terkait, Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi, bagian-bagian terkait pada Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Sekretaris Kabupaten/Kota, dan sub-sub bagian terkait pada Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota. 5) Selain 1 (satu) rangkap dibubuhi paraf sebagaimana dimaksud pada ayat (4) juga disediakan stempel paraf koordinasi dalam 3 (tiga) rangkap, yaitu : (1) Stempel paraf koordinasi sebagaimana dimaksud angka 4 disediakan oleh unit pengolah dengan pemberian nomor kode biro masing-masing dan inspektorat. (2) Stempel paraf koordinasi untuk anggota Komisi Pemilihan Umum disediakan oleh Tata Usaha Pimpinan. (3) Stempel paraf koordinasi untuk anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota disediakan oleh Sub bagian yang membidangi ketatausahaan.

178

6) Naskah dinas dalam bentuk surat Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, yang ditandatangani oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum, Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, disimpan oleh biro terkait, bagian terkait, sub bagian terkait, dan naskah dinas dalam bentuk surat yang dibubuhi paraf oleh Sekretaris Jenderal, Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota bagian terkait, sub bagian terkait, disimpan oleh biro, bagian, sub bagian penyusun konsep awal. 7) Biro pada Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, bagian pada Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi, sub bagian pada Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, penyusun konsep naskah dinas dalam bentuk surat wajib menyimpan konsep pertama sampai dengan konsep terakhir. C. Naskah Dinas Tahapan Pemilihan Umum 1. Naskah Dinas Tahapan Pemilu yaitu naskah dinas yang berbentuk dokumen-dokumen yang berkaitan dengan tahapan pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD, pemilu presiden dan wakil presiden, serta pemilu kepala daerah dan wakil kepala daerah. Naskah Dinas tahapan pemilu yang berasal dari KPPS, PPS, dan PPK disimpan oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota yang selanjutnya diserahkan kepada kantor Arsip Daerah. Naskah dinas tahapan pemilu yang berasal dari KPPSLN dan PPLN disimpan oleh Komisi Pemilihan Umum yang selanjutnya diserahkan kepada Arsip Nasional.

2.

3.

D. Pengendalian Naskah Dinas 1. Penomoran Naskah Dinas Penomoran naskah dinas keluar yang ditandatangani Ketua Komisi Pemilihan Umum, Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Biro-biro dan panitia-panitia pada Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, Bagian/Sub bagian pada Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, dan panitia-panitia Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, terlebih dahulu diproses oleh Bagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum/Bagian Umum pada Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi/ Sub Bagian Umum pada Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota. 2. Tata Cara Penomoran Naskah Dinas Biro pada Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, bagian pada Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan sub bagian pada Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota : a. Komisi Pemilihan Umum
NO 1. 2. 3. 4. 5. JENIS NASKAH Peraturan Komisi Pemilihan Umum Keputusan Komisi Pemilihan Umum Keputusan Sekretaris Jenderal Keputusan Bersama (kerjasama) Surat biasa (yang ditandatangani): a. Ketua Komisi Pemilihan Umum b. Sekretaris Jenderal Berita Acara a. Umum b. Panitia Pengadaan Barang dan Jasa: 1) Penjelasan 2) Pembukaan Penawaran 3) Klarifikasi & Negosiasi PENOMORAN No....TAHUN No..../Kpts/KPU/TAHUN No..../Kpts/Setjen/TAHUN No..../KB/KPU/TAHUN

No..../KPU/Bulan/Tahun No..../SJ/Bulan/Tahun

6.

No..../BA/Bulan/Tahun No..../BA-Pjls-BJ/Bulan/Tahun No..../BA-Ppnr-BJ/Bulan/Tahun No..../BA-KN-BJ/Bulan/Tahun 179

4) Pemeriksaan & Penerimaan Barang dan Jasa c. Pejabat Pengadaan Barang & Jasa 1) Pembukaan Penawaran 2) Klarifikasi & Negosiasi 3) Pemeriksaan & Penerimaan Barang dan Jasa 7. d. Serah Terima

No..../BA-PP-BJ/Bulan/Tahun

No..../BA-Ppnr/kode biro*)/ Bulan/Tahun No..../ BA-KN/kode biro*)/ Bulan/Tahun No..../ BA-PP/kode biro*)/ Bulan/Tahun

No..../BA-ST/Bulan/Tahun

8.

Undangan : a. Umum b. Pengadaan Barang & jasa Surat Tugas Nota Dinas : a. Sekretaris Jenderal b. Biro-biro c. Pengadaan Barang & jasa Perjanjian (SPK/Kontrak)

No..../UND/Bulan/ Tahun No..../UND-PBJ/Bulan/ Tahun No..../ST/Bulan/Tahun No..../ND/SJ/Bulan/Tahun No..../ ND/ kode biro*)/Bulan/Tahun No..../ND-PBJ/Bulan/Tahun No..../SPK/Bulan/Tahun

9.

*) 01 kode Biro Perencanaan dan Data Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum *) 02 kode Biro Keuangan Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum *) 03 kode Biro Hukum Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum *) 04 kode Biro Umum Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum *) 05 kode Biro Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum *) 06 kode Biro Teknis dan Hupmas Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum *) 07 kode Biro Logistik Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum *) 08 kode Inspektorat Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum

a.1. Biro pada Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum


NO. NAMA BIRO JENIS NASKAH DINAS Nota Dinas NOMOR KODE NASKAH DINAS NO :...../ND/01/BLN/TAHUN

1. 2.

Biro Perencanaan dan Data

Biro Keuangan

Nota Dinas

NO :...../ND/02/BLN/TAHUN

3.

Biro Hukum

Nota Dinas

NO :...../ND/03/BLN/TAHUN

4.

Biro Umum

Nota Dinas

NO :...../ND/04/BLN/TAHUN

5.

Biro Sumber Daya Manusia

Nota Dinas

NO :...../ND/05/BLN/TAHUN

6.

Biro Teknis dan Hupmas

Nota Dinas

NO :...../ND/06/BLN/TAHUN

7.

Biro Logistik

Nota Dinas

NO :...../ND/07/BLN/TAHUN

8.

Inspektorat

Nota Dinas

NO :...../ND/08/BLN/TAHUN

180

b. Komisi Pemilihan Umum Provinsi


NO 1. 2. 3. JENIS NASKAH Keputusan KPU Provinsi Keputusan Bersama (kerjasama) Surat biasa (yang ditandatangani): a. Ketua KPU Provinsi b. Sekretaris KPU Provinsi Berita Acara a. Umum b. Panitia Pengadaan Barang dan Jasa: 1) Penjelasan 2) Pembukaan Penawaran 3) Klarifikasi & Negosiasi 4) Pemeriksaan & Penerimaan Barang dan Jasa c. Pejabat Pengadaan Barang & Jasa 1) Pembukaan Penawaran 2) Klarifikasi & Negosiasi 3) Pemeriksaan & Penerimaan Barang dan Jasa d. Serah Terima Undangan : a. Umum b. Pengadaan Barang & jasa Surat Tugas Nota Dinas : a. Sekretaris KPU Provinsi b. Bagian-bagian c. Pengadaan Barang & jasa Perjanjian (SPK/Kontrak) PENOMORAN No..../Kpts/KPU-Prov-kode wil*)/TAHUN No..../KB/KPU-Prov-kode wil*)/TAHUN No..../KPU-Prov-kode wil*)/Bulan/Tahun No..../Sesprov-kode wil/Bulan/Tahun

4.

No..../BA/Bulan/Tahun No..../BA-Pjls-BJ/Bulan/Tahun No..../BA-Ppnr-BJ/Bulan/Tahun No..../BA-KN-BJ/Bulan/Tahun No..../BA-PP-BJ/Bulan/Tahun

No..../BA-Ppnr/Bulan/Tahun No..../ BA-KN/Bulan/Tahun No..../ BA-PP/Bulan/Tahun No..../BA-ST/Bulan/Tahun

5.

No..../UND/Bulan/ Tahun No..../UND-PBJ/Bulan/ Tahun No..../ST/Bulan/Tahun

6. 7.

No..../ND/Sesprov/Bulan/Tahun No..../ ND/ kode bagian/Bulan/Tahun No..../ND-PBJ/Bulan/Tahun No..../SPK/Bulan/Tahun

8.

*) 001 Kode KPU Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam *) 002 Kode KPU Provinsi Sumatera Utara *) 003 Kode KPU Provinsi Sumatera Barat *) 004 Kode KPU Provinsi Riau *) 005 Kode KPU Provinsi Jambi *) 006 Kode KPU Provinsi Sumatera Selatan *) 007 Kode KPU Provinsi Bengkulu *) 008 Kode KPU Provinsi Lampung *) 009 Kode KPU Provinsi Bangka Belitung *) 010 Kode KPU Provinsi DKI Jakarta *) 011 Kode KPU Provinsi Jawa Barat *) 012 Kode KPU Provinsi Jawa Tengah *) 013 Kode KPU Provinsi D.I. Yogyakarta *) 014 Kode KPU Provinsi Jawa Timur *) 015 Kode KPU Provinsi Banten *) 016 Kode KPU Provinsi Bali *) 017 Kode KPU Provinsi Nusa Tenggara Barat

*) 018 Kode KPU Provinsi Nusa Tenggara Timur *) 019 Kode KPU Provinsi Kalimantan Barat *) 020 Kode KPU Provinsi Kalimantan Tengah *) 021 Kode KPU Provinsi Kalimantan Timur *) 022 Kode KPU Provinsi Kalimantan Selatan *) 023 Kode KPU Provinsi Sulawesi Utara *) 024 Kode KPU Provinsi Sulawesi Tengah *) 025 Kode KPU Provinsi Sulawesi Selatan *) 026 Kode KPU Provinsi Sulawesi Tenggara *) 027 Kode KPU Provinsi Gorontalo *) 028 Kode KPU Provinsi Maluku *) 029 Kode KPU Provinsi Maluku Utara *) 030 Kode KPU Provinsi Papua *) 031 Kode KPU Provinsi Kepulauan Riau *) 032 Kode KPU Provinsi Papua Barat *) 033 Kode KPU Provinsi Sulawesi Barat

181

b.1. Bagian pada Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi


NO. NAMA BAGIAN JENIS NASKAH DINAS Nota Dinas NOMOR KODE NASKAH DINAS NO :...../ND/09/BLN/TAHUN

1. 2.

Bagian Program, Data Organisasi dan Sumber Daya Manusia Bagian Keuangan, Umum dan Logistik Bagian Hukum, Teknis dan Hupmas

Nota Dinas

NO :...../ND/10/BLN/TAHUN

3.

Nota Dinas

NO :...../ND/11/BLN/TAHUN

c. Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota


NO 1. 2. 3. JENIS NASKAH Keputusan KPU Kabupaten/Kota Keputusan Bersama (kerjasama) Surat biasa (yang ditandatangani): a. Ketua KPU Kabupaten/Kota b. Sekretaris KPU Kabupaten/Kota Berita Acara a. Umum b. Panitia Pengadaan Barang dan Jasa: 1) Penjelasan 2) Pembukaan Penawaran 3) Klarifikasi & Negosiasi 4) Pemeriksaan & Penerimaan Barang dan Jasa PENOMORAN No..../Kpts/KPU-Kab/Kota-kode wil *)/TAHUN No..../KB/KPU- Kab/Kota -kode wil *)/TAHUN No..../KPU- Kab/Kota -kode wil *)/Bulan/Tahun No..../SesKab/Kota -kode wil *)/Bulan/Tahun

4.

No..../BA/Bulan/Tahun No..../BA-Pjls-BJ/Bulan/Tahun No..../BA-Ppnr-BJ/Bulan/Tahun No..../BA-KN-BJ/Bulan/Tahun No..../BA-PP-BJ/Bulan/Tahun

5.

c.

6. 7.

Pejabat Pengadaan Barang & Jasa 1) Pembukaan Penawaran 2) Klarifikasi & Negosiasi 3) Pemeriksaan & Penerimaan Barang dan Jasa

No..../BA-Ppnr/Bulan/Tahun No..../ BA-KN/Bulan/Tahun No..../ BA-PP/Bulan/Tahun

No..../BA-ST/Bulan/Tahun d. Serah Terima Undangan : a. Umum b. Pengadaan Barang & jasa Surat Tugas Nota Dinas : a. Sekretaris KPU Kabupaten/Kota b. Sub Bagian-sub bagian c. Pengadaan Barang & jasa Perjanjian (SPK/Kontrak) No..../ND/SesKab/Kota /Bulan/Tahun No..../ ND/ kode sub bagian/Bulan/Tahun No..../ND-PBJ/Bulan/Tahun No..../SPK/Bulan/Tahun No..../UND/Bulan/ Tahun No..../UND-PBJ/Bulan/ Tahun No..../ST/Bulan/Tahun

8.

182

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam


*) 001.434461 *) 001.434470 *) 001.434486 *) 001.434492 *) 001.434512 *) 001.434521 *) 001.434552 *) 001.434537 *) 001.434568 *) 001.434574 *) 001.434580 *) 001.434543 Kab. Aceh Selatan Kab. Aceh Tenggara Kab. Aceh Timur Kab. Aceh Tengah Kab. Aceh Barat Kab. Aceh Besar Kab. Pidie Kab. Aceh Utara Kab. Simeu Kab. Aceh Singkil Kab. Bireuen Kab. Aceh Barat Daya *) 001.434599 *) 001.434619 *) 001.434625 *) 001.434600 *) 001.434631 *) 001.434640 *) 001.434656 *) 001.434662 *) 001.434506 *) 001.964834 *) 001.964840 Kab. Gayo Lues Kab. Aceh Jaya Kab. Nagan Raya Kab. Aceh Tamiang Kota Banda Aceh Kota Sabang Kota Lhoksemawe Kota Langsa Kab. Bener Meriah Kab. Pidie Jaya Kota Subulussalam

Provinsi Sumatera Utara


*) 002.434687 *) 002.434693 *) 002.434707 *) 002.434713 *) 002.434722 *) 002.434738 *) 002.434744 *) 002.434769 *) 002.434775 *) 002.434781 *) 002.434790 *) 002.434801 *) 002.434826 *) 002.434863 Kab. Tapanuli Tengah Kab. Tapanuli Utara Kab. Tapanuli Selatan Kab. Nias Kabupaten Langkat Kab. Karo Kab. Deli Serdang Kab. Simalungun Kab. Asahan Kab. Labuhan Batu Kab. Dairi Kab. Toba Samosir Kab. Mandailing Natal Kota Medan *) 002.434872 *) 002.434888 *) 002.434894 *) 002.434908 *) 002.434914 *) 002.434920 *) 002.434832 *) 002.434857 *) 002.434841 *) 002.434750 *) 002.434810 *) 002.964812 *) 002.964962 *) 002.964953 Kota Pematang Siantar Kota Sibolga Kota Tanjung Balai Kota Binjai Kota Tebing Tinggi Kota Padang Sidimpuan Kab. Nias Selatan Kab. Humbang Hasundutan Kab. Pak Pak Bharat Kab. Serdang Bedagai Kab. Samosir Kab. Batubara Kab. Padang Lawas Kab. Padang Lawas Utara

Provinsi Sumatera Barat


*) 003.434945 *) 003.434951 *) 003.434976 *) 003.434991 *) 003.435002 *) 003.435042 *) 003.435058 *) 003.435064 *) 003.435089 *) 003.435095 Kab. Pesisir Selatan Kab. Solok Kab. Sawah Lunto Sijunjung Kab. Tanah Datar Kab. Padang Pariaman Kab. Agam Kab. Lima Puluh Kota Kab. Pasaman Kab. Kep. Mentawai Kota Padang *) 003.435109 *) 003.435115 *) 003.435121 *) 003.435130 *) 003.435146 *) 003.435152 *) 003.434960 *) 003.434982 *) 003.435070 Kota Solok Kota Sawah lunto Kota Padang Panjang Kota Bukit Tinggi Kota Payakumbuh Kota Pariaman Kab. Solok Selatan Kab. Dharmas Raya Pasaman Barat

183

Provinsi Riau
*) 004.435183 *) 004.435192 *) 004.435177 *) 004.435228 *) 004.435240 *) 004.435203 Kab. Indragiri Hulu Kab. Indragiri Hilir Kab. Kuantan Sangingi Kab. Kampar Kab. Bengkalis Kab. Pelalawan *) 004.435234 *) 004.435259 *) 004.435212 *) 004.435265 *) 004.435271 Kab. Rokan Hulu Kab. Rokan Hilir Kab. Siak Kota Pekanbaru Kota Dumai

Provinsi Jambi
*) 005.435296 *) 005.435300 *) 005.435316 *) 005.435322 *) 005.435331 Kab. Kerinci Kab. Merangin Kab. Sarolangun Kab. Batang Hari Kab. Muaro Jambi *) 005.435353 *) 005.435347 *) 005.435362 *) 005.435378 *) 005.435384 Kab. Tanjung Jabung Barat Kab. Tanjung Jabung Timur Kab. Bungo Kab. Tebo Kota Jambi

Provinsi Sumatera Selatan


*) 006.435472 *) 006.435450 *) 006.435441 *) 006.435435 *) 006.435429 *) 006.435410 *) 006.435384 *) 006.435501 Kab. Ogan Komering Ulu Kab. Ogan Komering Ilir Kab. Muara Enim Kab. Lahat Kab. Musi Rawas Kab. Musi Banyuasin Kab. Banyuasin Kota Palembang *) 006.435532 *) 006.435517 *) 006.435523 *) 006.435497 *) 006.435481 *) 006.435466 *) 006.964730 Kota Prabumulih Kota Pagar Alam Kota Lubuk Linggau Kab. Ogan Komering Ulu Selatan Kab. Ogan Komering Ulu Timur Kab. Ogan Ilir Kab. Empat Lawang

Provinsi Bengkulu
*) 007.434305 *) 007.434320 *) 007.434342 *) 007.434382 *) 007.434367 Kab. Bengkulu Selatan Kab. Rejang Lebong Kab. Bengkulu Utara Kota Bengkulu Kab. Seluma *) 007.434351 *) 007.434373 *) 007.434336 *) 007.434311 Kab. Kaur Kab. Muko Muko Kab. Lebong Kab. Kepahiang

Provinsi Lampung
*) 008.435620 *) 008.435554 *) 008.435560 *) 008.435579 *) 008.435585 *) 008.435591 Kab. Lampung Selatan Kab. Lampung Tengah Kab. Lampung Utara Kab. Lampung Barat Kab. Tulang Bawang Kab. Tenggamus *) 008.435605 *) 008.435611 *) 008.435642 *) 008.435636 *) 008.964916 Kab. Lampung Timur Kab. Way Kanan Kota Bandar lampung Kota Metro Kab. Pesawaran

Provinsi Bangka Belitung


*) 009.436477 *) 009.436452 *) 009.436512 *) 009.436492 Kab. Bangka Kab. Belitung Kota Pangkal Pinang Kab. Bangka Tengah *) 009.436461 *) 009.436503 *) 009.436483 Kab. Belitung Timur Kab. Bangka Selatan Kab. Bangka Barat

184

Provinsi DKI Jakarta


*) 010.328830 *) 010.328846 *) 010.328861 Kota Jakarta Selatan Kota Jakarta Timur Kota Jakarta Barat *) 010.328852 *) 010.328877 *) 010.328883 Kota Jakarta Pusat Kota Jakarta Utara Kab. Kepulauan Seribu

Provinsi Jawa Barat


*) 011.329971 *) 011.329980 *) 011.329996 *) 011.329047 *) 011.329062 *) 011.329078 *) 011.329084 *) 011.329104 *) 011.329090 *) 011.329129 *) 011.329053 *) 011.329110 *) 011.329031 Kab. Bogor Kab. Sukabumi Kab. Cianjur Kab. Bandung Kab. Garut Kab. Tasikmalaya Kab. Ciamis Kab. Kuningan Kab. Cirebon Kab. Majalengka Kab. Sumedang Kab. Indramayu Kab. Subang *) 011.329022 *) 011.329016 *) 011.329000 *) 011.329141 *) 011.329150 *) 011.329135 *) 011.329166 *) 011.329172 *) 011.329181 *) 011.329201 *) 011.329197 *) 011.329217 *) 011.329865 Kab. Purwakarta Kab. Karawang Kab. Bekasi Kota Bogor Kota Sukabumi Kota Bandung Kota Cirebon Kota Bekasi Kota Depok Kota Cimahi Kota Tasikmalaya Kota Banjar Kab. Bandung Barat

Provinsi Jawa Tengah


*) 012.329382 *) 012.329373 *) 012.329398 *) 012.329402 *) 012.329455 *) 012.329449 *) 012.329430 *) 012.329418 *) 012.329470 *) 012.329461 *) 012.329492 *) 012.329512 *) 012.329506 *) 012.329486 *) 012.329260 *) 012.329367 *) 012.329351 *) 012.329311 Kab. Cilacap Kab. Banyumas Kab. Purbalingga Kab. Banjarnegara Kab. Kebumen Kab. Purworejo Kab. Wonosobo Kab. Magelang Kab. Boyolali Kab. Klaten Kab. Sukoharjo Kab. Wonogiri Kab. Karang Anyar Kab. Sragen Kab. Grobongan Kab. Blora Kab. Rembang Kab. Pati *) 012.329320 *) 012.329342 *) 012.329254 *) 012.329232 *) 012.329424 *) 012.329248 *) 012.329285 *) 012.329279 *) 012.329336 *) 012.329291 *) 012.329305 *) 012.329568 *) 012.329574 *) 012.329537 *) 012.329521 *) 012.329543 *) 012.329552 Kab. Kudus Kab. Jepara Kab. Demak Kab. Semarang Kab. Temanggung Kab. Kendal Kab. Batang Kab. Pekalongan Kab. Pemalang Kab. Tegal Kab. Brebes Kota Magelang Kota Surakarta Kota Salatiga Kota Semarang Kota Pekalongan Kota Tegal

185

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta


*) 013.329599 *) 013.329600 *) 013.329619 Kab. Kulon Progo Kab. Bantul Kab. Gunung Kidul *) 013.329625 *) 013.329631 Kab. Sleman Kota Yogyakarta

Provinsi Jawa Timur


*) 014.329826 *) 014.329857 *) 014.329914 *) 014.329939 *) 014.329671 *) 014.329738 *) 014.329781 *) 014.329750 *) 014.329713 *) 014.329662 *) 014.329693 *) 014.329894 *) 014.329863 *) 014.329841 *) 014.329888 *) 014.329790 *) 014.329722 *) 014.329801 *) 014.329769 Kab. Pacitan Kab. Ponorogo Kab. Trenggalek Kab. Tulung Agung Kab. Blitar Kab. Kediri Kab. Malang Kab. Lumajang Kab. Jember Kab. Banyuwangi Kab. Bondowoso Kab. Situbondo Kab. Probolinggo Kab. Pasuruan Kab. Sidoarjo Kab. Mojokerto Kab. Jombang Kab. Nganjuk Kab. Madiun *) 014.329775 *) 014.329810 *) 014.329687 *) 014.329920 *) 014.329744 *) 014.329707 *) 014.329656 *) 014.329872 *) 014.329832 *) 014.329908 *) 014.329976 *) 014.329960 *) 014.329991 *) 014.329449 *) 014.329430 *) 014.329424 *) 014.329982 *) 014.329945 *) 014.329951 Kab. Magetan Kab. Ngawi Kab. Bojonegoro Kab. Tuban Kab. Lamongan Kab. Gresik Kab. Bangkalan Kab. Sampang Kab. Pamekasan Kab. Sumenep Kota Kediri Kota Blitar Kota Malang Kota Probolinggo Kota Pasuruan Kota Mojokerto Kota Madiun Kota Surabaya Kota Batu

Provinsi Banten
*) 015.436389 *) 015.436395 *) 015.436409 *) 015.436415 Kab. Tangerang Kab. Serang Kab. Pandeglang Kab. Lebak *) 015.436421 *) 015.436430 *) 015.436900 Kota Tangerang Kota Cilegon Kota Serang

Provinsi Bali
*) 016.433733 *) 016.433795 *) 016.433789 *) 016.433758 *) 016.433742 Kab. Jembrana Kab. Tabanan Kab. Badung Kab. Gianyar Kab. Klungkung *) 016.433770 *) 016.433764 *) 016.433727 *) 016.433809 Kab. Bangli Kab. Karang Asem Kab. Buleleng Kota Denpasar

186

Provinsi Nusa Tenggara Barat


*) 017.433821 *) 017.433830 *) 017.433846 *) 017.433861 *) 017.433877 Kab. Lombok Barat Kab. Lombok Tengah Kab. Lombok Timur Kab. Sumbawa Kab. Dompu *) 017.433852 *) 017.433892 *) 017.433903 *) 017.433883 Kab. Bima Kota Mataram Kota Bima Kab. Sumbawa Barat

Provinsi Nusa Tenggara Timur


*) 018.434031 *) 018.434022 *) 018.433928 *) 018.433959 *) 018.433940 *) 018.433934 *) 018.434053 *) 018.433965 *) 018.433980 *) 018.433971 Kab. Sumba Barat Kab. Sumba Timur Kab. Kupang Kab. Timor Tengah Selatan Kab. Timor Tengah Utara Kab. Belu Kab. Rote- Ndao Kab. Alor Kab. Flores Timur Kab. Sikka *) 018.433996 *) 018.434000 *) 018.434016 *) 018.434047 *) 018.434078 *) 018.434062 *) 018.964761 *) 018.964752 *) 018.964947 *) 018.964746 Kab. Ende Kab. Ngada Kab. Manggarai Kab. Lembata Kota Kupang Kab. Manggarai Barat Kab. Sumba Barat Daya Kab. Sumba Tengah Kab. Manggarai Timur Kab. Nagekeo

Provinsi Kalimantan Barat


*) 019.435667 *) 019.435698 *) 019.435702 *) 019.435724 *) 019.435730 *) 019.435755 *) 019.435673 Kab. Sambas Kab. Pontianak Kab. Sanggau Kab. Ketapang Kab. Sintang Kab. Kapuas Hulu Kab. Bengkayang *) 019.435682 *) 019.435761 *) 019.435770 *) 019.435718 *) 019.435749 *) 019.964931 *) 019.964828 Kab. Landak Kota Pontianak Kota Singkawang Kab. Sekadau Kab. Melawi Kab. Kubu Raya Kab. Kayong Utara

Provinsi Kalimantan Tengah


*) 020.435792 *) 020.435806 *) 020.435812 *) 020.435837 *) 020.435843 *) 020.435925 *) 020.435821 Kab. Kota Waringin Barat Kab. Kota Waringin Timur Kab. Kapuas Kab. Barito Selatan Kab. Barito Utara Kota Palangkaraya Kab. Katingan *) 020.435852 *) 020.435868 *) 020.435874 *) 020.438550 *) 020.435899 *) 020.435919 *) 020.435900 Kab. Seruyan Kab. Sukamara Kab. Lamandau Kab. Gunung Mas Kab. Pulang Pisau Kab. Murung Raya Kab. Barito Timur

187

Provinsi Kalimantan Timur


*) 021.436163 *) 021.436157 *) 021.436141 *) 021.436132 *) 021.436126 *) 021.436110 *) 021.436101 Kab. Pasir Kab. Kutai Kartanegara Kab. Berau Kab. Bulungan Kab. Nunukan Kab. Malinau Kab. Kutai Barat *) 021.436090 *) 021.436208 *) 021.436194 *) 021.436188 *) 021.436172 *) 021.436081 *) 021.964922 Kab. Kutai Timur Kota Balikpapan Kota Samarinda Kota Tarakan Kota Bontang Kab. Penajam Paser Utara Kab. Tana Tidung

Provinsi Kalimantan Selatan


*) 022.436044 *) 022.436038 *) 022.436022 *) 022.436013 *) 022.436007 *) 022.435971 *) 022.435987 Kab. Tanah Laut Kab. Kotabaru Kab. Banjar Kab. Barito Kuala Kab. Tapin Kab. Hulu Sungai Selatan Kab. Hulu Sungai Tengah *) 022.435993 *) 022.435962 *) 022.436050 *) 022.436069 *) 022.435956 *) 022.435940 Kab. Hulu Sungai Utara Kab. Tabalong Kota Banjarbaru Kota Banjarmasin Kab. Tanah Bumbu Kab. Balangan

Provinsi Sulawesi Utara


*) 023.436220 *) 023.436239 *) 023.436245 *) 023.436282 *) 023.436291 *) 023.436251 *) 023.436260 Kab. Bolaang Mongondow Kab. Minahasa Kab. Kepulauan Sangihe Kota Manado Kota Bitung Kab. Kepulauan Talaud Kab. Minahasa Selatan *) 023.436302 *) 023.436276 *) 023.964783 *) 023.964803 *) 023.964777 *) 023.964792 Kota Tomohon Kab. Minahasa Utara Kab. Minahasa Tenggara Kab. Kep. Siau Tagulandang Biaro Kota Kotamobagu Kab. Bolaang Mongondow Utara

Provinsi Sulawesi Tengah


*) 024.433124 *) 024.433130 *) 024.433149 *) 024.433155 *) 024.433161 Kab. Banggai Kepulauan Kab. Banggai Kab. Poso Kab. Morowali Kab. Donggala *) 024.433170 *) 024.433186 *) 024.433192 *) 024.433212 *) 024.433206 Kab. Toli-Toli Kab. Buol Kab. Parigi Moutong Kota Palu Kab. Tojo una una

Provinsi Sulawesi Selatan


*) 025.433237 *) 025.433243 *) 025.433252 *) 025.433268 *) 025.433274 *) 025.433280 *) 025.433299 *) 025.433300 *) 025.433319 *) 025.433325 Kab. Selayar Kab. Bulu Kumba Kab. Bantaeng Kab. Jeneponto Kab. Takalar Kab. Gowa Kab. Sinjai Kab. Bone Kab. Maros Kab. Pangkajene Kepulauan *) 025.433444 *) 025.433501 *) 025.433356 *) 025.433362 *) 025.433371 *) 025.433387 *) 025.433393 *) 025.433407 *) 025.433469 *) 025.433481 Kab. Luwu Utara Kota Palopo Kab. Wajo Kab. Sindereng Rappang Kab. Pinrang Kab. Enrekang Kab. Luwu Kab. Tanatoraja Kab. Luwu Timur Kota Makassar

188

*) 025.433331 *) 025.433340

Kab. Barru Kab. Soppeng

*) 025.433490

Kota Parepare

Provinsi Sulawesi Tenggara


*) 026.433532 *) 026.433541 *) 026.964871 *) 026.433557 *) 026.433608 *) 026.433614 Kab. Buton Kab. Muna Kab. Konawe Utara Kab. Kolaka Kota Kendari Kota Bau-Bau *) 026.433563 *) 026.433594 *) 026.433572 *) 026.433588 *) 026.433526 *) 026.964880 Kab. Konawe Selatan Kab. Kolaka Utara Kab. Bombana Kab. Wakatobi Kab. Konawe Kab. Buton Utara

Provinsi Gorontalo
*) 027.436534 *) 027.436540 *) 027.436571 Kab. Gorontalo Kab. Boalemo Kota Gorontalo *) 027.436565 *) 027.436559 *) 027.964859 Kab. Pahuwato Kab. Bone Bolango Kab. Gorontalo Utara

Provinsi Maluku
*) 028.433660 *) 028.433639 *) 028.433682 *) 028.433691 *) 028.433702 Kab. Maluku Tenggara Kab. Maluku Tengah Kab. Maluku Tenggara Barat Kab. Buru Kota Ambon *) 028.433651 *) 028.433645 *) 028.433676 *) 028.964896 Kab. Seram Bagian Timur Kab. Seram Bagian Barat Kab. Kepulauan Aru Kota Tual

Provinsi Maluku Utara


*) 029.434402 *) 029.434418 *) 029.436358 *) 029.436311 Kab. Halmahera Barat Kab. Halmahera Tengah Kota Ternate Halmahera Utara *) 029.436327 *) 029.436342 *) 029.436333 *) 029.436364 Halmahera Selatan Kepulauan Sula Halmahera Timur Kota Tidore Kepulauan

Provinsi Papua
*) 030.434129 *) 030.434135 *) 030.434090 *) 030.434150 *) 030.434110 *) 030.434104 *) 030.434166 *) 030.434141 *) 030.434172 *) 030.434279 *) 030.434248 *) 030. *) 030. *) 030. Kab. Merauke Kab. Jaya Wijaya Kab. Jayapura Kab. Nabire Kab. Yapen Waropen Kab. Biak Numfor Kab. Puncak Jaya Kab. Paniai Kab. Mimika Kota Jayapura Kab. Boven Digoel Kab. Dogiyai Kab. Nduga Kab. Yalimo *) 030.434254 *) 030.434260 *) 030.434201 *) 030.434217 *) 030.434223 *) 030.434181 *) 030.434197 *) 030.434232 *) 030.434285 *) 030.965029 *) 030. *) 030. *) 030. Kab. Mappi Kab. Asmat Kab. Pegunungan Bintang Kab. Yahukimo Kab. Tolikara Kab. Sarmi Kab. Keerom Kab. Waropen Kab. Supiori Kab. Memberamo Tengah Kab. Lanny Jaya Kab. Mamberamo Raya Kab. Puncak

189

Provinsi Kepulauan Riau


*) 031.436690 *) 031.436710 *) 031.436729 Kab. Bintan Kab. Karimun Kab. Natuna *) 031.436735 *) 031.436741 *) 031.436704 Kota Batam Kota Tanjung Pinang Kabupaten Lingga

Provinsi Papua Barat


*) 032.436596 *) 032.436600 *) 032.436616 *) 032.436678 *) 032.436647 Kab. Fak-Fak Kab. Sorong Kab. Manokwari Kota Sorong Kab. Kaimana *) 032.436622 *) 032.436653 *) 032.436662 *) 032.436631 Kab. Sorong Selatan Kab. Teluk Bintuni Kab. Teluk Wondama Kab. Raja Ampat

Provinsi Sulawesi Barat


*) 033.433413 *) 033.433422 *) 033.433438 Kab. Polewali Mamasa (Mandar) Kab. Majene Kab. Mamuju *) 033.433450 *) 033.433475 Kab. Mamasa Kab. Mamuju Utara

c.1 Sub Bagian pada Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota


NO. NAMA SUB BAGIAN JENIS NASKAH DINAS Nota Dinas NOMOR KODE NASKAH DINAS NO :...../ND/12/BLN/TAHUN

1.

Sub Bagian Program dan Data

2.

Sub Bagian Teknis Pemilu dan Hupmas Sub Bagian Hukum

Nota Dinas

NO :...../ND/13/BLN/TAHUN

3.

Nota Dinas

NO :...../ND/14/BLN/TAHUN

4.

Sub Bagian Umum

Nota Dinas

NO :...../ND/15/BLN/TAHUN

a. Penerimaan naskah dinas masuk dari lembaga/instansi/pihak lain harus melalui Bagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Bagian Umum Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Sub Bagian Umum Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, Sekretariat PPK, PPS, PPLN, KPPS dan KPPSLN, dengan menggunakan tanda terima yang telah ditetapkan dalam tata naskah dinas. b. Naskah dinas masuk, selanjutnya diagendakan dengan mencatat nama pengirim, nomor dan tanggal, sifat, dan perihal. c. Naskah dinas yang telah diagendakan, selanjutnya didistribusikan dengan menggunakan lembar disposisi, dengan ketentuan: 1) Naskah dinas yang ditujukan untuk Ketua Komisi Pemilihan Umum/Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota disampaikan kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum/Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota dengan menggunakan buku ekspedisi, kecuali yang bersifat tembusan disampaikan kepada anggota Komisi Pemilihan Umum/anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi/anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota berdasarkan kordinator wilayah dan atau divisi.

190

2) Naskah dinas yang ditujukan untuk Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum/Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota disampaikan kepada Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum/Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota dengan menggunakan buku ekspedisi. d. Naskah dinas yang sudah disampaikan kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum /Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, selanjutnya disampaikan kepada Sekretaris Jenderal /Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota untuk diproses lebih lanjut dengan menggunakan lembar disposisi. e. Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum/Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota selanjutnya menyampaikan naskah dinas tersebut kepada biro/bagian/sub bagian sesuai dengan tugas pokok dan fungsi. f. Biro Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum/Bagian Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Sub Bagian Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota menyiapkan saran/pertimbangan/konsep jawaban terhadap subtansi permasalahan yang terdapat dalam naskah dinas, yang dalam pelaksanaannya dapat mengadakan koordinasi dengan biro/bagian/sub bagian pada Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum/Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota. g. Saran/pertimbangan/konsep jawaban tersebut oleh biro/bagian/sub bagian pada Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum/Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota disampaikan kepada Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum/Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota dengan menggunakan nota dinas biro/bagian/sub bagian pada Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum/Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota kepada Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum/Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota dan nota dinas Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum /Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum/Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota apabila diperlukan. h. Naskah dinas yang telah disetujui oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum/Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota atau Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum/Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota setelah dibubuhi tanda tangan, dibubuhi nomor, dan cap dinas, selanjutnya diperlakukan prosedur naskah dinas keluar. E. Tata Kearsipan 1. Dalam penataan berkas/arsip pemilihan umum dibedakan antara berkas/arsip substantif, yaitu arsip/berkas yang menunjang tugas pokok dan berkas/arsip fasilitatif, yaitu arsip/berkas yang menunjang tugas penunjang dari Komisi Pemilihan Umum dan badan penyelenggara pemilihan umum. 2. Penyimpanan berkas/arsip ditata dalam suatu susunan yang sistimatis dengan memperhatikan kegunaan bentuk dan sifat berkas/arsip yang bertujuan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan organisasi.

191

3. Penataan berkas/arsip dalam bentuk self indexing yaitu susunan yang ditata sedemikian rupa sehingga permasalahan-permasalahan yang disimpan dapat dilihat dengan jelas dan memudahkan penemuan kembali berkas/arsip yang diperlukan. 4. Berkas/arsip dinamis aktif baik diterima maupun yang diterbitkan suatu unit kerja penataannya dilakukan oleh Tata Usaha Pengolah yang berangkutan. 5. Sarana/peralatan penataan berkas pemilihan umum adalah sebagai berikut: a. Sarana/peralatan penataan berkas/arsip dinamis aktif meliputi: 1) Sekat; 2) Folder besar; 3) Filing Cabinet. b. Sarana/peralatan penatan berkas/arsip dinamis inaktif meliputi: 1) Boks arsip; 2) Rak arsip; 3) Lemari bergerak/beroda. 6. Penataan Berkas/Arsip Fasilitatif Khusus Keuangan dan Personalia Arsip masalah personalia meliputi arsip surat-surat dalam rangka pengelolaan personalia dan arsip yang menyangkut data pribadi personil. Arsip keuangan meliputi arsip surat-surat dibidang keuangan dan arsip surat-surat buku (formal) dibidang keuangan seperti : a. Arsip-arsip Surat Keputusan Otorisasi (SKO); b. Arsip-arsip Surat Permintaan Pembayaran (SPP); c. Arsip-arsip Surat Perintah Membayar Utang (SPMU); d. Arsip-arsip pengesahan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ); e. Arsip-arsip mengenai Pertanggung Jawab (SOJ); f. Arsip-arsip Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP). Penataan berkas/arsip fasilitatif adalah sebagai berikut : a. Arsip Personalia 1) Berkas/arsip dalam bentuk surat yang berkaitan dengan masalah personil penataannya sama seperti yang dilakukan pada penataan berkas/arsip pada umumnya yaitu berdasarkan nomor kode klasifikasi permasalahan; 2) Berkas/arsip dalam bentuk Data Pribadi penataannya dilakukan sebagai berikut: a) Data personil dikelompokan menurut Unit Kerja penempatan yang bersangkutan; b) Tiap kelompok disusun secara beraturan menurut Nomor Induk Pegawai (NIP) atau secara alfabetis dari nama personil; c) Memisahkan data pribadi yang sifatnya asli dengan kelengkapan lainnya. b. Arsip Keuangan 1) bagi berkas/arsip yang sifatnya menyangkut surat menyurat dilaksanakan seperti penataan berkas/arsip pada umumnya, yaitu disusun secara lengkap sesuai dengan nomor kode klasifikasi permasalahan; 2) Penataan berkas/arsip seperti SKO, SPP, SKKP dan pengesahan SPJ, disusun berdasarkan nomor urut; 3) Berkas/arsip yang bersifat pertanggung jawaban, dikelompokan dan ditata menurut instansi pengirim serta berdasarkan sub permasalahannya; 4) Bagi berkas/arsip yang nilai gunanya sudah sangat jarang digunakan dimasukkan kedalam boks arsip dan diserahkan kepada Tata usaha (Unit Kearsipan) untuk disimpan.
192

F. Penyusutan Arsip 1. Umum a. Penyusutan arsip adalah kegiatan pengurangan arsip, dengan cara : 1) Memindahkan arsip inaktif dari Unit Pengolah ke Unit Kearsipan; 2) Memusnahkan arsip sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku; 3) Menyerahkan arsip statis oleh Unit Kearsipan kepada Arsip Nasional b. Penyusutan arsip merupakan salah satu cara untuk memaksimalkan pemanfaatan ruangan dan mengatur menumpuknya arsip yang tidak berguna lagi, sehingga dapat berdayaguna dan berhasilguna dan dengan memperhatikan pengamanannya. Penyusutan arsip didasarkan atas nilai guna dari berkas/arsip yang bersangkutan dengan ketentuan : 1) Bagi yang diperkirakan masih mempunyai nilai guna diserahkan kepada Unit Kearsipan (primary value); 2) Bagi yang diperkirakan nilai gunanya sudah menerus (primary value), untuk diserahkan kepada Arsip Nasional (Vemdary value); 3) Bagi yang sudah tidak berguna lagi, dapat dimusnahkan.

c.

2. Pemindahan Berkas/Arsip Proses pemindahan berkas/arsip dilakukan dalam 2 tahap yaitu: a. Tahap Persiapan 1) Memisah-misahkan dan mengelompokan antara arsip dinamis aktif dan arsip dinamis inaktif; 2) Membuat daftar pertelaahan dengan mencatat arsip dinamis inaktif dan menyiapkan berita acara pemindahan; 3) Berkas/arsip yang telah dikelompokan dimasukan dalam boks arsip dan disusun/ ditata berdasarkan kode klasifikasi pokok permasalahan berserta sub-sub masalahnya dengan memberi label. b. Tahap Pelaksanaan 1) Pada Tata Usaha Unit Pengolah Boks arsip yang telah berisikan berkas/arsip dan kartu kendali yang dinilai tidak bermanfaat lagi diserahkan kepada Tata Naskah (Unit Kearsipan) disertai daftar pertelahaan dan berita acara pemindahan. 2) Pada Tata Usaha a) Boks arsip yang berisikan berkas/arsip dan kartu kendali yang dinilai tidak bermanfaat lagi diserahkan kepada Tata Usaha dan Kearsipan Komisi Pemilihan Umum disertai daftar pertelaan dan berita acara pemindahan; b) Boks arsip yang diterima dari Tata Usaha Unit Pengolah sebagai dimaksud pada huruf a diatas, terlebih dahulu dilakukan penilaian dengan ketentuan: i. Bagi berkas/arsip yang dipandang masih memiliki nilai guna tetap disimpan dan digabungkan dengan berkas/arsip kelompoknya masingmasing; ii. Bagi berkas/arsip yang tidak memiliki nilai guna lagi digabungkan dengan boks, arsip sebagaimana dimaksud pada angka 1) diatas, untuk diserahkan kepada Tata Usaha dan Kearsipan Komisi Pemilihan Umum (Unit Kearsipan).

193

3. Pemusnahan Arsip Seperti halnya pada kegiatan pemindahan, kegiatan pemusnahan arsip juga terdiri dari 2 (dua) tahapan dengan rincian kegiatan sebagai berikut: a. Tahap Persiapan 1) Memisah-misahkan dan mengelompokan berkas/arsip sesuai dengan nilai gunanya untuk menentukan bekas/arsip antara yang boleh dimusnahkan dan yang tidak. 2) Membentuk Tim Pemusnahan Arsip dengan komponen terkait. 3) Membuat berita acara pemusnahan arsip dan pertelaan arsip-arsip yang akan dimusnahkan. b. Tahap Pelaksanaan 1) Seluruh berkas non arsip yang sudah tidak digunakan dapat langsung dimusnahkan (tanpa adanya pertelaan maupun berita acara pemusnahan). 2) Bagi berkas/arsip yang sudah tidak memiliki nilai guna dimusnahkan dengan disaksikan oleh Tim Pemusnahan Arsip dengan ketentuan: a) bagi berkas/arsip yang menyangkut bidang keuangan terlebih dahulu mendapat pertimbangan dari pejabat Badan Pemeriksa Keuangan; b) Sedangkan berkas/arsip bidang kepegawaian terlebih dahulu mendapat pertimbangan dari pejabat badan Adminstrasi Kepegawaian Negara. 3) Pemusnahan arsip dilakukan secara total/keseluruhan, dengan cara dibakar dan lain sebagainya, sehingga tidak dapat dikenal lagi baik isi maupun bentuknya guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

4. Penyerahan Arsip a. Tahap persiapan Arsip yang mempunyai nilai kegunaan sebagai bahan pertanggungjawaban Nasional, tetapi sudah tidak diperlukan lagi untuk penyelenggaraan administrasi sehari-hari, setelah melampaui jangka waktu penyimpanan ditetapkan: 1) Bagi arsip yang disimpan oleh Lembaga-lembaga Negara atau Badan-badan Pemerintahan di Tingkat Pusat harus diserahkan kepada Arsip Nasional; 2) Bagi arsip yang disimpan oleh Badan-badan Pemerintahan di Tingkat Daerah harus diserahkan kepada Arsip Nasional Daerah. b. Tahap Pelaksanaan Penyerahan arsip dilakukan sekurang-kurangnya sekali dalam sepuluh tahun serta dilaksanakan dengan membuat Berita Acara Penyerahan Arsip yang disertai Daftar Pertelaan Arsip dari arsip-arsip yang diserahkan.

194

BAB VI PENUTUP

Ketentuan Pasal 22 E ayat (5) Undang-Undang Dasar 1945 menyatakan bahwa pemilihan umum diselenggarakan oleh suatu Komisi Pemilihan Umum yang bersifat nasional, bebas, dan mandiri. Pengaturan lebih lanjut berkenaan dengan keberadaan Komisi Pemilihan Umum sebagai penyelenggara pemilihan umum Anggota DPR, DPD, DPRD, Presiden dan Wakil Presiden, serta Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah adalah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemiliham Umum. Perubahan mendasar berkenaan organisasi penyelenggara pemilihan umum adalah Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota adalah bersifat tetap, serta Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), serta Kelompok Penyelenggara pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) adalah bersifat sementara. Dalam melaksanakan tugas, wewenang dan kewajiban Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota dibantu oleh Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota yang merupakan lembaga kesekretariatan dan bertugas melayani pelaksanaan tugas, wewenang dan kewajiban Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67, Pasal 68 dan Pasal 69 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemiliham Umum. Dalam melaksanakan fungsi kesekretariatan tersebut, diperlukan suatu dasar hukum mengenai tata naskah dinas Komisi Pemilihan Umum yang berlaku dan mengikat bagi Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota serta seluruh perangkat penyelenggara pemilihan umum, dengan mendasarkan dan memperhatikan asas keamanan, pembakuan, pertanggungjawaban, kecepatan, ketepatan, dan keterkaitan.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal KETUA,

Prof. Dr. H.A. HAFIZ ANSHARY AZ, MA

195