Anda di halaman 1dari 2

DASAR TEORI ASAM SULFAT Nama sistematisnya adalah asam sulfat, nama lainnya berupa minyak vitriol.

Asam sulfat (H 2SO4) merupakan asam mineral (organik) yang kuat. Zat ini larut dalam air pada semua perbandingan. Asam sulfat mempunyai banyak kegunaan dan merupakan salah satu produk utama industri kimia. Kegunaan utamanya termasuk proses bijih mineral, sintesis kimia, pemprosesan air limbah dan pengilangan minyak. Sifat dari asam sulfat Sifat Massa molar Penampilan Densitas Titik leleh Titik didih Kelarutan Keasaman Viskositas Bahaya Cairan bening, tak berwarna, tak berbau 1,84 gr/cm3, cair 10o C, 283 K, 50o F 337o C, 610 k, 639o F Tercampur penuh dalam air -3 26,7 cp (20o C) Korosif sifatnya Keterangan 98,08 gr/mol

Walaupun asam sulfat yang mendekati 100 % dapat dibuat, ia akan melepaskan SO3 pada titik didihnya dan menghasilkan asam 98,3 %. Asam sulfat 98% lebih stabil untuk di simpan dan merupakan bentuk asam sulfat yang paling umum. Terdapat berbagai jenis konsentrasi asam sulfat yang digunakan untuk berbagai keperluan. 10 %, asam sulfat encer untuk kegunaan laboratorium. 33,53 %, asam baterai 62,18 %, asam bilik atau asam pupuk 73,61 %, asam menara atau asam glover 97 %, asam pekat Apabila SO3 dalam konsentrasi tinggi ditambahkan kedalam H2SO4, H2S2O7 akan terbentuk. Senyawa ini disebut sebagai asam pirosulfat, asam berasap ataupun oleum. Konsentrasi oleum diekspresikan sebagai % SO3 (disebut % oleum) atau % H2SO4 adalah 40% oleum (109% H2SO4) dan 65 % oleum ( 114,6 % H2SO4). H2SO4 murni terdapat dalam bentuk padat dengan titik leleh 36o C. Asam sulfat murni berupa cairan bening seperti minyak dinamakan minyak vitriol. ISOBUTIL ALDEHYD Nama IUPACnya adalah 2 metil propanol 2 metil propanol. Sifat dari isobutyl aldehyde (C4H8O) Sifat Massa molar Penampilan Density Titik lebur Titik didih Keterangan 72,11 gr/mol Cairan berwarna 0,79 gr/cm3 - 65o C 63o C

Kelarutan dalam air Kelarutan dalam pelarut lain Indeks bias Frase R Frase S Flash point

Moderat Bercampur dalam pelarut organik 1,374 11 16 -2o F

OKSIDASI PARSIAL MENJADI ALDEHID Oksidasi alkohol akan menghasilkan aldehyd jika digerakan alkohol yang berlebihan dan aldehyd bisa dipisahkanmelalui distilasi sesaat setelah terbentuk. Alkohol yang berlebih berarti bahwa tidak ada agen pengoksidasi yang cukup untuk melakukan tahap oksidasi kedua. Pemisahan aldehyd sesegera mungkin setelah terbentuk berarti bahwa tidak tinggal menunggu untuk dioksidasi kembali. Jika digunakan etana sebagai sebuah alkohol primer sederhana, maka dihasilkan aldehyd dan etana, CH3CHO. Sifat sifat Aldehyd 1) 2) 3) 4) Aldehyd mempunyai titik didih yang lebih tinggi dari pada alkana yang sederajat, tetapi lebih rendah dari pada alkohol yang sesuai, hal ini karena aldehyd tidak memiliki ikatan hidrogen. Pada suhu kamar berupa gas (seperti metanal) dan pada suku yang lebih tinggi berwujud cair dan padat. Semakin panjang rantai atom karbon, maka semakin sedap baunya (seperti metanal) Sangat mudah larut dalam air (seperti metanal atau formaldehid, asetaldehid atau etanal). Hal ini karena senyawa dengan dengan gugus fungsi aldehyd bersifat polar terutama bagi senyawa dengan jumlah atom C sedikit. Kegunaan Aldehid 1) 2) 3) Seperti pada larutan formaldehid dalam air dengan kadar 37% disebut formalin. Zat ini banyak digunakan untuk mengawetkan spesimen biologi dalam laboratorium karena dapat membunuh germs (disenfektan) Digunakan untuk membuat plastik termoset, damar buatan, serta insektisida dan germisida Seperti pada etanol atau asetaldehyda dipakai untuk karet atau damar buatan, zat warna, dan bahan organik yang penting, misalnya : asam asetat, aseton, etil asetat, dan 1- butanol.