Anda di halaman 1dari 7

Penanganan atonia uteri dengan balon kateter dan metode jahitan B-Lynch

Oleh: Fatimah Jufria Pembimbing: dr. H. M. Natsir Nugroho, Sp.OG. M.Kes

Penanganan atonia uteri dengan balon kateter


Posisi pasien lithotomi. Penolong dan asisten memasang sarung tangan. Masukkan kateter pada kondom, ikat dengan benang yang kuat dan ikatan yang kuat

Dengan bantuan spekulum sim dan klem untuk melihat area, masukkan kateter kondom dalam cavum uteri

Bagian luar kateter disambungkan dengan ujung tali infus dan difiksasi dengan benang. Alirkan cairan (normal saline) melalui kateter ke dalam kondom di cavum uteri sampai seluruh cavitas penuh (ditandai dengan terhentinya aliran cairan). Jika telah penuh, masukkan kasa pada vagina untuk memfiksasi. Observasi perdarahan dan kontraksi uterus selama pemasangan kondom kateter 24-48 jam, sambil diberikan drip oksitosin untuk mempertahankan kontraksi uterus (minimal sampai 6 jam pasca tindakan) dan dilindungi dengan triple regimen antobiotik selama 7 hari. Jika terjadi perbaikan maka normal saline dalam kondom kateter dikurangi bertahap yaitu 20 ml tiap 10-15 menit.

Metode B-Lynch
Kompresi bimanual pada uterus untuk apakah jahitan Blynch berhasil dilakukan. Apabila perdarahan berhenti maka teknik ini dikerjakan. Benang monocril no.1/no.2 atau benang kromik nomor 2 (90 cm) dengan jarum bulat 3/8 digunakan untuk menembus uterus sekitar 3 cm di bawah tepi kanan segmen bawah rahim (SBR), di sebelah sisi tubuh pasien, kemudian masuk dalam kavum uteri 3 cm diatas tepi insisi dan 4 cm pada batas lateral uterus. Dari titik jahitan tadi dilewatkan diatas sisi kanan dari comu uterus kira-kira 3-4 cm dari tepi comu. Hal ini untuk mencengkeram dan mencegah jahitan tadi agar tidak lepas dari fundus. Kemudian ke belakang dan turun ke bawah sampai setinggi jahitan sebelah kiri pada kavum uteri anterior.

Jahitan kemudian diteruskan menembus dinding posterior uterus ke dalam kavum uteri dengan pandangan langsung dari operator kemudian ditembuskan pada dinding posterior kurang lebih 4 cm sebelah kiri dari tusukan sebelumnya. Dengan benang jahitan berada dibelakang dari kavum uteri kemudian dilewatkan keatas dari sisi kiri kornu, kurang lebih 3 cm dari tepi uterus. Dimaksudkan untuk memfiksasi fundus kemudian dibawa ke anterior dan turun vertikal setinggi tepi kiri dari SBR. Jarum kemudian dilewatkan, dimasukkan ke tepi kiri setinggi di jahitan di sisi kanan.