P. 1
Jurnal Untuk Asma

Jurnal Untuk Asma

|Views: 77|Likes:
Dipublikasikan oleh Keme Suko Koade
keektifan dalam pengobatan asma
keektifan dalam pengobatan asma

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Keme Suko Koade on Jun 07, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/20/2013

pdf

text

original

double-blind. parallel group study . 2011 The efficacy of nebulized procaterol versus nebulized salbutamol for the treatment of moderate acute asthma : a randomized.International Jurnal of Clinical Pharmacology and Therapeutics.

.Teknik Pencarian Search di Google scholar dengan kata kunci “Salbutamol for Asthma + Randomized clinical trial + double blind” dan dengan pengaturan waktu pencarian sejak tahun 2007.

Analisis PICO Patient Seorang laki-laki usia 80 tahun mengalami asma Intervensi Comparison Outcome Terapi nebulizer sabutamol Terapi nabulizer procaterol Asma cepat sembuh (efektivitas) Type of question Terapi Type of study RCT .

Nebulized procaterol Nebulized salbutamol .Sekilas…..

Procaterol merupakan β 2 agonists yang selektif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kemanjuran procaterol nebulasi dengan salbutamol nebulasi dalam pengobatan asma akut Kemanjuran ?? . dituntut untuk lebih selektif dari pada salbutamol.Abstract Objective : β 2 agonists pereda dalam manajemen asma.

buta ganda. kelompok paralel dalam 140 pasien dengan asma akut. variabel sekunder : membaiknya kejadian dan keparahan asma serta efek samping yang ditimbulkan. variabel primer : memprediksi peningkatan lajualiran ekspirasi puncak (PEFR) 2. Ada 2 variabel yang dilihat dari penelitian ini : 1. . Methods : Penelitian ini dilakukan secara acak.

001) di kelompok procaterol (n = 68) dan salbutamol (n = 69).001) dan asma skor (p <0. Setelah pengobatan. Palpitasi dan takikardia sinus ditemukan sebagai efek samping dengan insiden rendah . ada beberapa signifikan perbaikan PEFR% (p <0.Results Karakteristik dasar serupa pada kedua kelompok.

Kedua perlakuan ditoleransi dengan baik.Conclusion Pada asma akut moderat. nebulasi salbutamol dan nebulasi procaterol efektif dalam meningkatkan PEFR dan penurunan asma skor. reaksi samping jarang terjadi. .

” “Treatment allocation was according to block randomization using random permuted blocks of size 4. Apakah alokasi pasien terhadap terapi/ perlakuan dilakukan secara random? YA “Patients were randomly assigned to receive three doses of either nebulized procaterol or salbutamol.Validitas 1a.” .

1b. Apakah rendomisasi dilakukan tersembunyi? YA “This was a randomized. double-blind” “Both drugs were administered by other physicians (to keep the investigators blind to the study drug assigned)” “All of these measurements were performed by the investigators who were blinded to the study groups” .

Jakarta’’ . parallel group study in 140 patients with moderate acute asthma according to modified GINA 1998 who visited emergency department of Persahabatan Hospital. double-blind.1c. Apakah antara subyek penilitian dan peneliti “blind” terhadap terapi/ perlakuan yang diberikan? YA “This was a randomized.

Apakah semua subyek yang ikut serta dalam penelitian diperhitungkan dalam hasil / kesimpulan ? (apakah pengamanannya cukup lengkap?)  YA .2a.

2b. diluted with 2 ml of normal saline. apakah pengamatan yang dilakukan cukup panjang ? TIDAK “Patients received either one ampoule of procaterol. England) at the start of treatment (0 minute) and at 20. the patient was observed for adverse event(s) that might occur until 280 minutes. London. or one ampoule of salbutamol 3 times every 20 minutes (at 0. 60 and 120 minutes” “Then. 40. 20 and 40 minutes)” “The PEFR was measured using a miniwrights peak expiratory flow meter (Airmed Clement Clarke International.” .

had at least one evaluation afterwards.2c. apakah subyek dianalisis pada kelompok dimana subyek tersebut dikelompokkan dalam randomisasi ? YA “The primary analysis was intent-totreat (ITT) on all randomized patients who received at least one dose of the test drug. . and did not have any major violation of the entry criteria. The secondary analysis was per protocol (PP) on patients who completed the study”.

the patient was discharged from the study and received 6 tablets of bronchodilator (salbutamol2 mg/tablet) and 6 tablets of corticosteroid (methylprednisolone 4 mg/tablet)” . selain perilaku yang dieksperimenkan. apakah subyek diperlakukan sama ? YA “Afterwards.3a.

3b. apakah kelompok dalam penelitian sama pada awal penelitian ? YA .

TERIMA KASIH .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->