BERAGAM PENUH CAT SEMPROT

FRIZAL punya kabar gembira. Dia baru saja diberitahu bahwa kakaknya, Fadli, berhasil lulus ujian nasional sekolah menengah pertama. Frizal, yang kini di bangku kelas 5 sekolah dasar, senang kakaknya akan segera memasuki jenjang sekolah menengah atas. Apalagi, nilai yang diperoleh Kak Fadli sangat memuaskan. Rata-ratanya 9. “Kak Fadli memang pandai,” ungkap Frizal dalam hati. “Aku ingin seperti Kak Fadli kelak. Lulus dengan nilai 9 semua,” katanya lagi. Keberhasilan Kak Fadli memperoleh nilai tinggi dalam ujian nasional membuat Frizal sangat ingin menirunya. Dia ingin belajar lebih giat agar ketika mengikuti ujian nasional saat kelas 6 nanti hasilnya memuaskan seperti Kak Fadli. Menurut ibu, prestasi yang diraih Kak Fadli bukan diperoleh dengan mudah. Nilai bagus dalam ujian itu diperoleh Kak Fadli berkat belajar tekun dan rutin setiap hari. Setiap hari Kak Fadli belajar sekitar dua jam. Biasanya Kak Fadli belajar mulai sekitar pukul 19.00. “Berkat belajar setiap hari walau hanya dua jam, pelajaran yang diserap sangat banyak. Wajar kalau Kak Fadli nilainya bisa bagus,” ucap Ibu. “Frizal juga bisa seperti Kak Fadli. Nilainya bagus semua,” kata Ibu berusaha memotivasi Frizal agar lebih tekun belajar. Ketika hari pengumuman kelulusan ujian tingkat sekolah menengah, Frizal merasa ada yang aneh pada diri Kak Fadli. Pulang dari sekolah, penampilan Kak Fadli sungguh berbeda dibanding biasanya. Baju seragam Kak Fadli yang berwarna putih, berubah menjadi warna-warni. Ada banyak warna di seragam itu. Warna-Warna itu berasal dari cat semprot. Seragam Kak Fadli disemprot dengan cat. “Kenapa seragam Kak Fadli disemprot cat warna-warni begitu?” tanya Frizal kepada Kak Fadli. Kak Fadli tidak menjawab. Kak Fadli hanya menjawab pertanyaan itu dengan senyuman. Setelah itu, Kak Fadli bergegas menuju kamarnya. Frizal agak kecewa dengan sikap Kak Fadli tersebut. Namun, Frizal tak berani mendesak Kak Fadli untuk memberi jawaban dengan sebenarnya.

“Kenapa baju seragam Kak Fadli disemprot cat warna-warni ya?” pikir Frizal. “Yang penuh cat kan hanya satu. Ibu memberikan saran kepada Kak Fadli. seragam yang lain itu harus disumbangkan. Kak Fadli keluar dari kamarnya sambil menenteng seragamnya yang dicat semprot warnawarni. Bersamaan. Namun. Lebih baik Frizal sumbangkan.” teriak Frizal. “Wah…wah…seragam kamu bagus sekali Kak Fadli.” katanya. Dengan begitu. Menurut Ibu. “Kak Fadli dipegangi teman-teman. ungkapan kegembiraan semacam itu sebenarnya tidak tepat. Kak Fadli meminta maaf atas seragamnya yang penuh cat semprot.” kata Ibu ketika melihat seragam Kak Fadli penuh cat semprot. Ibu berusaha menenangkan Kak Fadli.” kata Ibu. seragam Frizal tidak akan disemprot pakai cat semprot. Frizal memahami penjelasan Ibu tersebut. lalu seragam disemprot. “Setuju Frizal besok juga akan meniru Kak Fadli. *** .” kata Kak Fadli dengan nada menyesal. dia tidak berniat menyemprot seragamnya dengan cat. Kak Fadli mengangkat kedua bahunya. Kak Fadli tersenyum melihat Frizal yang bersemangat. seragamnya disemprot oleh teman sekelasnya. Namun. Seragam dikirimkan setelah dikumpulkan melalui sekolah. mencoret-coret seragam sekolah merupakan salah satu bentuk ungkapan kegembiraan para pelajar yang dinyatakan lulus. kita harus punya niat menyumbang. tidak apa-apa. Sebenarnya Kak Fadli ingin menyumbangkan seragam ini.Kak Fadli menjelaskan. Kepada Ibu. Yang penting. seragam masih bermanfaat. Kan ada program pemberian seragam pantas pakai. “Sudah. Frizal baru menemukan jawaban mengapa baju seragam Kak Fadli dicoret-coret pakai cat setelah mendapat penjelasan dari Ibu.” papar Ibu. “Kalau lilus sekolah dasar nanti.” pinta Ibu. “Lebih baik seragam sekolah itu dikumpulkan untuk nantinya disumbangkan kepada pelajar yang butuh. Seragam milik Kak Fadli yang lain sebaiknya segera disumbangkan kepada pelajar lain melalui panitia di sekolah.

“Yupz!” jawabnya sambil tersenyum padaku.”. “Hai masih ingat aku nggak?” tanyanya padaku. “Ye kalau buat Bella aja langsung mau. “Siapa?”tanyanya lagi. “Maaf banget Bell. “Kita ikut main saja dengan orang-orang disini. Ivan temanku sudah menunggu diluar rumah kakekku dia mengajakku untuk bermain bola basket.Setelah aku cuci muka.“Ayo kita bermain basket ke lapangan.” ajaknya padaku. “Ye sama aja!”.” jawabnya. “Ada yang dateng” jawabku. “Bell. Setelah dia mendekat aku baru ingat.Persahabatan Pagi hari saat aku terbangun tiba-tiba ada seseorang memanggil namaku. Ketika ia sampai dia heran melihat Bella yang tiba-tiba menyapanya.Akhinya Bella mengajak kami kerumah neneknya.” ejek Ivan padaku. “Eh ano sini masuk dulu! Bellanya baru siap-siap. Ketika kami sampai di rumah Bela ada seorang anak laki-laki yang kira-kira masih berumur 4 tahun. “Ye GR! Dia tu kesini mau ketemu aku” jawabku sambil menatap wajah Bela yang sudah berbeda dari 3 tahun lalu. Bukan hanya itu Bella juga pindah ke Bandung ikut orang tuanya yang bekerja disana. “Nggak sih!” jawabnya malu.” tanya Ivan sedikit lemas. “Dasar pikun!” ejek Ivan padaku. “Besok! Ya sekarang!” jawabnya dengan kesal. “Bella kan?” tanyaku padanya. Sampai dirumah Bella aku mengetuk pintu dan mengucap salam ibu Bella pun keluar dan mempersilahkan aku masuk. “Kalau aku jelas mau dong! Kalau Ivan tau!” jawabku tanpa pikir panjang.” jawabnya kepada Bella. “Bukan aku kesini mau jenguk nenekku.“Sebentar aku cuci muka dulu. Sepertinya aku mengenalnya. “Udah-udah jangan pada ribut terus. ini siapa?” tanyaku kepadanya. Akhirnya Ivan pun datang menghampiri aku dan Bella.“Wah dingin ya.” kataku pada temanku. “Apa lagi?” tanyanya padaku dengan malas. “Terserah kamu aja deh.” jawabnya sambil berlari kearah orang-orang yang sedang bermain basket. “Biarin aja!”. tapi kalau aku yang ajak susah banget. “Ramai sekali pulang aja males nih kalau ramai. “Oh gitu ya! Ya udah no nanti kamu kerumahku jam 4 sore ya!” kata Bella padaku. “Van! Sini” panggilku pada Ivan yang sedang asyik bermain basket.Setelah sampai di lapangan ternyata sudah ramai. “Males ah! Kamu aja sana aku tunggu disini nanti aku nyusul.” jawabnya.” jawabku malas. “Cuma begini aja dingin payah kamu. “Bela?” tanyanya sedikit kaget melihat Bella yang sedikit berubah. “Yah nggak kangen dong sama kita. “Emangnya kamu inget tadi?” tanyaku pada Ivan. Setelah kami ngobrol tentang kabarnya aku pun memanggil Ivan.” Bella keluar dari rumah membawa minuman.Dengan heran ia melihat kearah kami. “Ok deh!” jawabku cepat. “Kenapa kok tumben ke Jogja? Kangen ya sama aku?” tanya Ivan pada Bela. “Bella!” jawabku dengan sedikit teriak karena di lapangan sangat berisik. “Eh nanti sore kalian mau nganterin aku ke mall nggak?” tanyanya pada kami berdua. Kami berdua langsung setuju dengan ajakan Bela. Tunggu ya!”.” jawabnya. “Ya kangen dong kalian kan sahabat ku. “Iya . “Sekarang?” tanyaku dengan sedikit mengantuk.” ajakku padanya. setelah dandan biar bikin Bella terkesan dan pamit keorang tuaku aku langsung berangkat ke rumah nenek Bella. Aku melihat keluar. “Kamu lupa ya ini kan Dafa! Adikku. “Oh iya aku lupa! Sekarang udah besar ya.” paksanya.Saat yang aku tunggu udah dateng. Aku langsung mencari siapa yang memanggilku. aku nggak bisa aku ada latihan nge-band. Bella adalah teman satu SD denganku dulu. Tiba-tiba seorang gadis menghampiriku dengan tersenyum manis. “Sini dulu aja pasti kamu seneng!”. kami pun berangkat ke lapangan yang tidak begitu jauh dari rumah kakekku.” kata beliau ramah.” jawabnya dengan senyumnya yang manis. “Siapa? Nggak kedengeran!”. “Ah! Dasarnya kamu aja males ngajak pulang!”. kami sudah tidak pernah bertemu lagi sejak kami lulus 3 tahun lalu.“Ano!” seseorang teriak memanggil namaku. “Iya tapi cepat ya” pintanya. “Bella?” tanya dalam hati penuh keheranan.

Setelah aku ganti baju aku makan malam. “Nggak! Nggak boleh aku masih kelas 3 SMP. Kayanya aku suka deh sama Bella. Aku dan Ivan datang kerumah Bella. Akhirnya sore harinya Bella harus kembali ke Bandung lagi. “Eh nggak apa-apa kok!” jawabku kaget.“Maaf ano aku nggak bisa kita masih kecil!” jawabnya padaku.Setelah waktu kurasa sudah malam aku meminta ijin pulang. Tetapi aku terus memikirkan Bella. “Iya ma bentar lagi” teriak Bella dari kamarnya. Walaupun sedikit kecewa aku tetap merasa beruntung memiliki sahabat seperti Bella. Aku berharap persahabatan kami terus berjalan hingga nanti. aku masih tetap kepikiran Bella terus. Dari tadi pandanganku tak pernah lepas dari Bella. “Ano kenapa? Kok dari tadi ngeliatin aku terus ada yang aneh?” tanyanya kepadaku. “Udah siap ayo berangkat!” ajaknya padaku. “Ya tante.” jawabku pada tante Vivi. Setelah selesai mencari-cari barang yang diperlukan Bella kami pun memtuskan untuk langsung pulang kerumah. . Kami naik ke lantai atas untuk mencari barang-barang yang diperlukan Bella. Sampai dirumah aku langsung masuk kekamar untuk ganti baju. Setelah selesai siap-siap Bella keluar dari kamar. Ibu Bella tante Vivi memang sudah kenal padaku karena aku memang sering main kerumah Bella. “Dari jalan-jalan!” jawabku sambil melanjutkan makan. Sampai dirumah Bella aku disuruh mampir oleh tante Vivi.Satu minggu berlalu. “Ayo Ano mampir dulu pasti capek kan?” ajak tante Vivi padaku. Dan akhirnya Bella dan keluarganya berangkat ke Bandung. aku terpesona melihatnya.Setelah pamit untuk pergi aku dan Bella pun langsung berangkat. Selesai makan aku langsung menuju kekamar untuk tidur.Kami pun sampai di tempat tujuan. “Kita lebih baik Sahabatan kaya dulu lagi aja!”Aku memberinya hadiah kenang-kenangan untuknya sebuah kalung.” bisikku dalam hati.“Bella aku suka kamu! Kamu mau nggak kamu jadi pacarku” kataku gugup. “Bella ini Ano udah dateng” panggil tante Vivi kepada Bella. Akhirnya keluarga Bella siap untuk berangkat. Pada saat itu aku mengatakan kalau aku suka pada Bella. “Kemana aja tadi sama Bella?” tanya ibuku padaku.tante!” jawabku sambil masuk kedalam rumah. aku masih harus belajar.

Pokoknya ini rahasia!” jawab Yogi sambil mengerling genit. Catatan matematika. Nak? Kok ada bau benda terbakar dari kamarmu. Banyakk rumus yang harus dihafal. “Dasar pelit! “ Mia mengomel sebal. Ia tidak ingin orang lain mengetahui apa yang sedang dilakukannya di kamar. Malam telah tiba. kalian salah.. “Jangan sembarangan. Tapi Yogi tidak ikut tertawa. apa sih?” Tanya Mia penasaran. Tetapi kadang telinganya dipaksa untuk tegak keika suara kakek dan nenek tidak terdengar jelas. Yogi terperanjat. “Jangan-jangan kakeknya Yogi dukun. Ia memastikan pintu kamarnya telah terkunci. “Gi! Ke mana? Nggak ikut ke rumah Mia?” Yogi mengelus botaknya beberapa kali..kk!” Yogi berlari ke jendela. Yogi benar-benar tidak ingin ada sepatah kata pun yang terlewat. Yogi segera mempersiapkan keperluannya. Abu bakaran ditampung di piring palstik yang diambilnya dari dapur. “Ha…ha…ha… dipanggil aja Mbah dukun. Esok hari sepulang sekolah.” Komentar Anton. Dengan hati-hati tangannya membakar lembar demi lembar catatan matematikanya. Dengan hati-hati tangan Yogi memasukkan abu ke dalam gelas sedikit demi sedikit.” Yogi pergi sambil menggerutu sepanjang jalan menuju rumah. ujian matematika. “Huek. Yogi hanya mempersiapkan untuk ujian besok. Sesekali kepalanya mengangguk-angguk. Diaduknya larutan abu yang diberi gula dann garam dengan hati-hati. karena aku telah mendapatkan resep mujarab dari kakekku. Dari balik pintu ia merekam semua percakapan kakek dan nenek. mengamati lubang kunci dengan seksama. sesendok gula dan sedikit garam. aku tidak perlu melakukannya.” Jaka tertawa terbahak-bahak. paling juga disuruh belajar. teman-teman Yogi berkumpul dan bersiap ke rumah Mia. “Resep agar sukses ujian. “Yogi. “Tidak apa-apa kok.” Teriak Ibu dari ruang tengah. . memuntahkan isi mulutnya. agar suara kakek dan nenek yang mulai tua terdengar jelas. segelas air putih.Ramuan Ajaib Terdengar gelak tawa kakek dan neneknya.” Yogi pun melanjutkan pekerjaannya. Sedang apa di kamar. Ia tetap serius. Telinganya didekatkan daun pintu.” “Resep. “Ya.” “Wah.” “Kok bisa begitu?” “Tentu bisa. belajar dong! Besok kan. Bu.” “Alaa…ah. lo!” “Kalian saja yang belajar. “Buat apa ke rumah Mia?” Tangannya berkacak pinggang memandang teman-temannya. Dengan santai ia melangkah dan bersiul-siul. Dia mendekat ke pintu. ya! Kita lihat saja besok. Beberapa lembar catatannya terbakar.

Ah. Yogi mengambil gelas yang disembunyikan di kolong tempat tidur. Dengan wajah dibuat setenang mungkin ia membukakan pintu untuk ibunya. Ibu buatkan susu hangat untukmu.” Tak lama kemudian Ibu Yogi meninggalkan kamar. “Kamu sakit. Kuteruskan. Dengan cepat tangannya mengambil air putih dan meminumnya. “Ada apa. Bu. “Aha.. mending kuteruskan minum ramuannya. Suara Ibu di depan pintu. Berkali-kali ibunya mengetuk pintu. Kali ini Yogi menyiapkan segelas air putih yang baru diambilnya dari ruang makan.” Yogi sedikit gembira mengingat perkataan kakeknya. Ibu menaruh segelas susu di meja belajarnya. “Kakek. Yogi membayangkan dirinya akan menjadi bahan olok-olok teman-temannya jika tidak bisa mengerjakan ujian. Kepalanya pusing.tok…tok. Rupanya Yogi lupa mengunci pintunya setelah mengambil air putih tadi malam. Panas. tangan ibu Yogi mencoba menarik handel pintu. Dia segera berlari ke jendela dan memuntahkan ramuannya. **** Jam setengah tujuh pagi.. Klek.kkk!!” “Yogi..” Tok.. “Huekk. Wajahnya agak pucat. Yogi mencoba meminum lagi ramuan ajaibnya.. nggak ya? Tanya Yogi dalam hati. Diamatinya gelas itu lama-lama. Yogi membuka matanya dengan berat. di mana?” “Ada di kamarnya. Begitu banyak rumus yang harus dihafalkan. Yogi mengelus botaknya berkali-kali.“Ternyata rasanya tidak enak. Huek. ya?” di pandanginya air keruh yang mengisi setengah gelas. Bu.. Segera ia sembunyikan gelas yang berisi ramuan ke dalam lemari buku. “Aku benar-benar tak dapat meminumnya. Tapi tak ada jawaban. Ia pun memilih tidur dengan harapan besok pagi semua rumus yang diminumnya sudah melekat di kepalanya. Ibu Yogi memegang keningnya. Nak?” Uhuk. Yogi was-was. Yogi masih tidur di kamarnya.” Yogi terkesiap.” “Buka pintunya. kok Yogi tidak mendengar suaranya. Rupanya Yogi demam. Aku juga kedinginan. daripada susah-susah menghafal.k!! Huekk…k!!” Kembali Yogi mual. “Huek…kk!. Bagaimana Kakek dulu meminumnya.” Yogi mulai pasrah. “Benar kamu tidak apa-apa?” Yogi menggeleng.. takut ibunya menemukan gelas yang disembunyikan. Dengan sedikit khawatir. Nak?” “Kepalaku pusing.kk! Uhuk…k! Yogi terbatuk-batuk. “Yogi hanya kesedak. Pintu terbuka..! Bukankah kakek dulu juga merasa pusing dan mual? Artinya ramuan ini mulai bekerja. Dengan mata terpejam dia paksa meminumnya sekali lagi.. Diambilnya sisa catatan yang belum dibakar.” . Kenapa?” “Enggak.

“Lo. Lalu tempelkan rumus-rumus itu di dinding kamar.” “Baiklah. itu rupanya penyebabnya. Semua harus dimulai dengan usaha dan kerja keras.” “Nanti Ibu telepon ke sekolah. Sekarang istirahat dulu.” “Ingat.” Kakek mendekat dan duduk di tepi dipan. Dan hasilnya.” “Dan Kakek jadi pintar matematika. Sebelum ibunya keluar Yogi memanggil. “Ibu telepon ke gurumu.” “Tapi Kakek dulu juga sakit kan setelah minum ramuan itu?” “Ya. ya. kalau ingin pintar ia harus belajar. “Dua hari yang lalu aku mendengar Kakek sedang bercerita tentangramuan ajaib kepada nenek. Istirahat di rumah saja. kan?” “Waduh! Pasti kau tidak mendengarkan dengan lengkap cerita kakek waktu itu. . Diciumnya isi gelas denngan hati-hati. jangan masuk sekolah dulu. Bu. Setelah minum ramuan itu..” Yogi hanya bisa pasrah. salin semua rumus di bukumu. Makanya aku mencobanya.. kopi?” Kepala Yogi menggeleng. Tidak ada jalan pintas untuk pintar. Bukan dengan meminum rumus-rumus itu. Karena ia berharap dapat pandai matematika tanpa harus susah-susah belajar.. “Aduh Yogi. kakek dapat nilai tiga!.” Ibu Yogi mengangguk dan pergi meninggalkan kamarnya.” “Ha??! Tiga?” Yogi tidak percaya mendengarnya. Matanya langsung tertuju pada gelas yang berisi cairan gelap. Kakek langsung sakit.Haa. Aku akan mencobanya. agar boleh mengikuti ujian susulan. Yogi..” “Ha.” Yogi mengangguk. mau ujian kok sakit. “Yogi ingin menghafal rumus-rumus matematika?” “Tentu saja. dan bawalah kemanapun kau pergi. Ooh.“Kalau begitu. Kakek Yogi melihat isi kamar. tolong panggilkan Kakek. “Bu. Tak lama kemudian Kakek telah muncul di depan pintu kamar Yogi. Dan bacalah jika senggang. kakek masih ikut ujian. “Siapa yang mengajari?” Tanya Kakek bingung.” Yogi semakin lunglai. di kamar mandi. bukan dengan minum ramuan ajaib.” Yogi pun mengerti. “Yogi minum. Kakek yakin kau akan dengan mudah menghafalnya. Dengan wajah murung Yogi menjawab.” “Tapi hari ini Yogi ujian. karena setelah itu Kakek rajin belajar agar semua rumus matematika dapat melekat di ke pala.” “Kalau begitu. Makanya sekarang Yogi sakit. bukankah kakek pandai matematika?” “Ya.haa. Kakek melangkah mendekat meja dan mengangkat gelas. “Kamu membuat rauan ini?” Yogi mengangguk pelan. ya.

” Jawab Sarah sambil duduk menjajari mereka. Mumpung kita belum masuk kelas. Bisa-bisa Pak Burgernya pergi.” Sarah pun mengangguk. Sarah.” “Iya. “Insyaallah sudah.” Sarah pun turun dari sepeda motor dan mencium tangan mamanya. Tangan mereka segera melambai saat Sarah masuk ke halaman sekolah. Sekarang kita sudah sampai. Dua hari yang lalu. Pak Burger nggak datang setiap hari lo.” Gumam Sarah.” Maryam berkata sambil mengerjapkan matanya berkali-kali. Sarah memang terpilih “Wah. Semoga menang. Rasanya enak banget. “Eh. “Ayo.Sepotong Burger “Nah. 1500 berwarna kuning. “Emang kalian pernah beli?” “Iya. Benar saja. “Kamu sudah siap untuk lomba nanti siang?” Tanya Maryam pada Sarah. Sarah pun berlari menuju bangku taman tempat kedua sahabatnya duduk. “Sarah! Ke sini!” Teriak Norma tidak sabar. Ma. Di kaca tertempel harga burger Rp. Ma!” Di halaman. Pak burger tampak menggeser gerobaknya. “Doakan aku menang ya. Sarah yang selama ini belum pernah melihat Pak Burger jadi tertarik. Eh. Tapi di tasnya hanya ada uang dua ribu perak. sosis. Ehm…mm pokoknya lezat. Mereka adalah Norma dan Maryam.” “Norma.dan saus. tampak tumpukan burger yang lezat. ya. aku pengen ke kamar mandi. Dia ingin sekali merasakan Burger itu. Aku juga sudah punya rencana tentang gambar yang akan kubuat. . Norma. sepertinya akan menjadi gambar yang bagus. “Kelihatannya enak. Jangan lupa untuk memasukkan uang yang seribu ke kotak infak nanti. selada. Sarah pun bingung.” “Iya.” Maryam menunjuk seorang lelaki yang menghentikan gerobak di depan gerbang sekolah. Sebuah air terjun yang jernih. Tak lupa Sarah mengucapkan salam dan melambaikan tangannya sebelum memasuki gerbang sekolah. Semua perlengkapan menggambar telah kubawa. dengan bau yang besar-besar. Di dekat air terjun itu ada sebuah gubuk kecil yang halamnnya banyak ditumbuhi bunga-bunga. dua sahabat Sarah telah menunggu. Anterin ya?” Maryam memegangi perutnya sambil meringis memandang Norma. “Iya.” “Isinya apa?” “Ada daging ayam. Seribu untuk jajan dan seribu untuk dimasukkan kotak infak yang biasa keliling tiap jum’at pagi sebelum pelajaran dimulai. Tak lama setelah kedua temannya pergi. “Kamu pengen beli? Beli sekarang saja. Sarah kita ke kamar mandi dulu . Di dalam gerobak yang terbuat dari kaca.” Sambung Norma dengan mata berbinar. Lihat itu. Pak Burger datang lagi. dia datang lagi. ya.” Balas Norma.

” Sarah menyerahkan dua lembar ribuan kepada Pak Burger. Ia hanya menunduk lesu. “Beli berapa.” “Tadi Sarah makan apa?” Tanya Bu Fatimah. Sebentar lagi mamamu akan menjemput.Wajahnya tampak pucat. “Maryam. mengunyah dengan lembut dan menelannya. “Satu aja.” “Kalau begitu Sarah ke ruang UKS dulu ya. Biar aku menemani Sarah di sini. *** Tee…et! Tee…et! Tee…et! Waktunya istirahat. “Sarah.Sarah berpikir sejenak. Bu. Kamu kan harus segera menuju lapangan sekolah. Namun sarah tidak melakukan apap-apa. “Kenapa Sarah?” “Perut saya sakit. Itu artinya Sarah harus menyiapkan alat menggambarya untuk mengikuti lomaba menggambar. minggu depan aku akan dapat menggantinya dengan uang sakuku. Bu. “Kamu kenapa?” Tanya Norma cemas.” Saran Bu Fatimah dengan lembut. Kemudian Pak Burger memberinya sekeping uang logam senilai limaratus rupiah.” Sarah memakan burgernya dengan nikmat. Ia teringat burger lezat yang dimakannya sebelum masuk kelas. Maryam sudah kembali bersama Bu Fatimah. bel tanda masuk berbunyi. Kepala saya pusing. Seulas seyum pun segera menghias wajah mungilnya yang dibalut kerudung putih.” . Neng?” Tanya Pak Burger sambil membuka kotak kacanya. Sarah segera bergegas menuju kelasnya sambil membersihkan sisa burger yang menempel di sudut mulutnya. “Tapi saya harus ke lapangan untk mengikuti lomba. Pak. “Makan burger. Tepat saat memasukkan potongan burger terakhirnya. “Aha…! Bukankah aku selalu dapat uang saku setiap hari? Kalau uang infak kupakai beli burger lima ratus. “Benar-benar burger yang enak. Tadi Ibu sudah menelpon mamamu. Sarah diam sejenak.” sarah kembali meletakkan kepalanya ke meja. Menggigitnya pelan.” Maryam pun bergegas pergi. “Perutku sakit sekali. Sarah mendongak sambil meringis. Bu.” Norma menghampiri bangku Sarah yang terletak dua bangku di belakangnya.” Sarah pun segera berlari menuju gerbang sekolah. Kepalaku juga pusing. Nanti kamu terlambat. sebaiknya kamu menemui Bu Fatimah dan bilang kalau Sarah sakit. “Pak Burger! Belii…!” Teriakan Sarah membuat Pak Burger menghentikan gerobaknya. Tak lama kemudian. Semua peserta lomba menggambar sedang bersiap-siap menuju ke sana. Sarah pun sadar bahwa ia merasakan sakit perut dan pusing tak lama setelah makan burger.

“Kenapa. Yang lima ratus Sarah belikan burger. Hari ini Sarah telah mendapatkan pelajaran berharga. maafkan Sarah ya. Asalkan Sarah benar-benar menyesal dan tidak mengulangi perbuatan itu. Sarah juga nggak bisa ikut lomba menggambar. Jadi sekarang kita ke UKS saja sambil menunggu mamamu datang. “Sarah kenapa? Sarah kan nggak salah apa-apa. “Kalau Sarah sakit setelah makan burger itu. Gara-gara burger itu. Ia tak peduli lagi dengan teman-temannya yang sedang mengikuti lomba menggambar. kamu akan tambah sakit..” Tanya mama bingung. Ma?” “Tentu saja. “Karena Allah tidak ingin Sarah mengulangi perbuatan itu.” Tangan Mama memeluk Sarah dengan erat. makanya Allah memberi rasa sakit pada Sarah.Sarah hanya bisa menangis menyesali apa yang telah dia lakukan. Tadi Sarah hanya memasukkan uang lima ratus ke kotak infak. ia mengikuti langkah Bu Fatimah menuju ruang UKS. Perutnya jadi sakit dan kepalanya pusing. mamamu sudah datang. Hu…hu….huu…” Sarah memeluk mamanya erat sambil menangis. “Mama. Allah ingin Sarah menjadi anak yang baik. Dengan lemas. Ma.” “Mana mungkin Allah masih sayang sama Sarah? Bukankah Sarah tidak patuh pada Mama?” Tanya Sarah tak mengerti. Sarah benar-benar menyesal telah membeli burger dengan uang yang seharusnya untuk infak. Akhirnya Sarah sakit perut dan pusing. .Dan jangan lupa untuk meminata maaf pada Allah. pasti Sarah ingin mengulangi lagi perbuatan tadi. Sarah menyesal. Sarah tidak dapat mengikuti lomba menggambar.” Kata Bu Fatimah sambil menunjuk seorang wanita yangs edang berjalan ke arah mereka.” Sarah tak bisa beruat apa-apa.“Saat ini kamu harus istirahat. Sarah?” “Ma. Sekarang ayo kita pulang. “Nah itu. Kalau Sarah tidak sakit.!” teriak Sarah sambil berjalan sedikit cepat. Sarah bertekad dalam hati untuk tidak jajan dengan uang infak. Ma.” Sarah menurut. “Sarah salah. Kemudian Sarah di ajak duduk di bangku. Kalau memaksa ikut. Sarah nggak menuruti pesan Mama.” “Apa Allah mau memaafkan Sarah. tandanya Allah masih sayang sama Sarah.

. Adek mo beli?” tanya pedagangnya antusias. Selain buat nulis pensil ini punya fungsi istimewa yaitu untuk relaksasi. tapi klo yang terakhir itu kurang disarankan…. hanya dengan uang lima ribu bisa dapet sepuluh pensil istimewa.. Terkadang ada juga yang kreatif.. klo suka dangdut tinggal pake yang kelap-kelip. . ini kan siput laut.” Nah itu emang penjual pensil yang agak eror tapi minimal punya selling skill. “ya gak bisa dek. Intinya sih sebagai konsumen kita juga ga boleh mengadul-adul barang dagangan orang tapi gak beli dengan legitimasi pembeli adalah raja. Sambil membagi dagangannya dia nyerocos…”Silahkan dipilih warnanya macem2.Penjual Pensil Tentunya kita pernah naik bis dan bertemu dengan pedagang yang aneh-aneh. Sebagai konsumen kita juga ga boleh bikin pedagang sakit hati. Masih inget gak waktu pertama kali dapat “hadiah” sebuah barang yang tiba-tiba dibagikan orang di pangkuan kita waktu duduk di bis?. Mungkin pertama kali heran tetapi akhirnya jadi sedikit sebal karena kita jadi waspada karena dititipi barang dagangan dengan paksa sehingga ga enak klo mo tidur. Tinggal dikorek-korek ke kuping pasti hidup jadi lebih indah.”waduh klo segitu sih buat kulakannya aja ga nutup Neng.”trus bisa gigit Ga?” “ Gak dong pokoke aman kok buat mainan..”. trus dia nanyananya. benci tapi rindu… klo didepan pedagang kita jadi sok mencibir… “kok mahal banget sih bang. Hmmm… ternyata benar juga klo gak ati2 di Pasar bisa jadi tempat kita jual beli dosa. ceritanya Lupus lagi liat penjual siput laut atau keong. klo gak bisa dimakan dan ga bisa gigit kok dijual? Mending jualan semut Rangrang aja. padahal tetep aja ga etis seperti gak etisnya pedagang yang suka bohong. atau klo nekat bisa juga digunakan sebagai tusuk gigi. buat makan…. Ada juga sih kita yang ceroboh menjatuhkan hingga ke kolong bangku.. Pensil ini punya kemampuan bisa memendek dan kayunya empuk untuk diraut atau enak juga buat digigit-gigit karena bahannya tidak beracun dan ramah lingkungan.tetapi begitu nyampe rumah kita cekikikan seneng karena dapet barang bagus dan murah ampe dipamerin ma temen2 sekantor. ditanggung gak habis dalam sepuluh tahun.. Tapi juga pedagang emang suka menyebalkan tapi kok kita butuh ya. Budaya yang aneh dan mungkin bagi kita itu white lie. Jadi ingat Hilman dalam novelnya Lupus Kecil..” hihihi cara yang ga mbois blas… Begitupun cara-cara yang gak etis misalnya ngancam-ngancam. barangnya ga bagus nih dsb…”. “ Aneh. padahal yang namanya pembeli adalah yang bener2 melakukan transaksi. juga bisa buat alat pertahanan diri tinggal dicolokin ke mata lawan. warnanya pun gaul.. misalnya dengan cara melas… “ Om ayo dong dibeli.. wis pokoke sangat merepotkan.dsb. Intinya sih klo mo dagang jangan sampai menjatuhkan harga diri.”Mang siputnya bisa dimakan ga?”. Tapi klo aku sih daripada sebal mending menikmati momen sang penjual ngoceh berpromosi ria soal barang dagangannya.... saya belum makan tiga hari. walo ga bisa dimakan tapi kan bisa gigit…. maksa-maksa atau berbohong tentang barangnya.” Nah itu baru sekelumit cerita tentang pedagang dan konsumen.” atau “pokoknya klo ada yang lebih murah ta belinya sendiri deh.. misalnya penjual pensil di bis beberapa tahun yang lalu. Trus si Lupus jawab. Jadi seperti hubungan dilematis..”. kasihanilah..

Aku pasti nilainya sama seperti Naira. Itulah yang sering dikatakan mama kepada Maira dan Naira.Maira Vs Naira Kembar harus saling rukun. selama ini nilai mereka tidak pernah beda. sepertinya Maira dan Naira tidak bisa dikatakan selalu rukun. Maira dan Naira memang duduk sebangku. Maira dan Naira mempunyai tingkat kepintaran yang sama.. “Bukan! Aku yang lebih pintar!” teriak Naira. Naira tidak terlalu yakin. Naira tidak bisa berkonsentrasi saat bu Jingga menerangkan Matematika tentang Asosiatif dan Distributif. “Kamu salah! Meskipun aku adik. Pelajaran favorit Naira. Tapi Maira dan Naira tidak mendengarkannya karena asik jambak– jambakan dan teriak–teriak. Maira dan Naira pun langsung berhenti bertengkar. Naira terbelalak marah kepada Maira . Tapi. “STOOP!!!” lerai Bu Endah lagi. inilah yang menjadi masalh! Suatu hari. “Stop! Stop!” lerai bu Endah. pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). sepasang saudara kembar yang selalu rukun. kata Maira dalam hati. Sekarang. Bu Endah membagikan hasil ulangan IPA tiga hari yang lalu.” kata Maira sombong. “Pokoknya aku lebih pintar daripada kamu!” Titik!” kata Maira. saling berpandangan dan tersenyum. “Huh! Siapa yang peduli! Hanyak beda dua nilai saja kok!” cibir Naira kepada Maira yang sedang tersenyum penuh kemenangan. Bu Jingga membagikan hasil ulangan Matematika. sejak dilahirkan. Maklum. Sedangkan Maira. apakah nilainya bisa melampaui nilai Maira? Saat Naira menerima hasil ulangan dia girang sekali melihat nilainya seratus. “Ternyata. Kecuali sekarang ini! Naira betul–betul memikirkan nilainya yang lebih randah dari Maira. Nah. Sekarang. Kali ini. . bukan kamu yang lebih pintar. Maira mencibir kesal kepada Naira. sepertinya aku yang lebih pintar. Maira dan Naira terus berteriak–teriak tanpa sadar kalau mereka sedang bertengkar di kelas. teriakan Bu Endah benar–benar memekakan telinga. Mata Naira terbalalak kaget saat melihat nilai nya Sembilan puluh delapan. sedangkan Maira Sembilan puluh tiga. Aku pasti nilainya sama seperti Maira. sejak dilahirkan. giliran Naira dan Maira yang menerima hasil ulangan Matematika. sementara hasil ulangan Maira nilainya Seratus! Maira tersenyum penuh kemenangan kepada Naira. aku lebih pinta darimu. terus tersenyum dari awal sampai akhir pelajaran. aku lebih pintar darimu! Kamu hanya sebutir debu kecil!” ejek Maira kepada Naira. “Ehm . Banyak murid yang nilai nya dibawah enam. Karena aku KAKAK!” sindir Naira kepada Maira. “Apa kamu bilang?!?! Aku sebutir DEBU KECIL!!! Kamu sendiri Cuma setengah butir debu kecil wleee :p !!” Balas Naira mengejek Maira. kata Naira dalam hati.

soalnya ada seratus. “Ini semua gara-gara kamu Danu! Kita jadi disuruh bersihin toilet bau ini!” tuduh Dania kepada Danu yang sama-sama sedang membersihkan bak air. Akhirnya.” jelas mama yang terdengar marah besar.“Maira! Bersihkan toilet lantai satu! Naira! Bersihkan toilet lantai dua! Dan yang tadi ikut–ikutan berteriak. toilet disini memang dipisahkan antara laki laki dan perempuan. si kembar Dania dan Danu. . aku lebih pintar dari Naira!” gerutu Maira sambil menyirami lantai toilet dengan air. Maira. Maira dan Naira pun kaget. Apalagi. Aku juga enggak ikhlas melakukannya!” balas Naira cemberut. “Uuuh! Naira tidak pantas jadi kakak! Pokoknya.. Sesampainya di rumah. sapa mama ketika Maira dan Naira sampai di rumah. Sekarang kalian mama hukum! Kalian harus mengerjakan seratus soal yang sudah mama buat tadi! Harus benar semua! Kalau ada satu yang salah. Dania dan Danu saling teriak. Sebenarnya. aku gak ikhlas sih melakukannya. Oh ya. Mereka pun menjadi lemas. Maira berlari menuju toilet lantai satu. meuju toilet lantai tiga. Tapi. “Aduh untung anak–anak mama selalu rukun. Aku engga IKHLAS!” “Ok. Naira Mengerti? Mama beri kalian soal Pendidikan Kewarganegaraan. anak rukun kok saling teriak saat pelajaran IPA dan dihukum membersihkan toilet?” sindir mama. Maira dan Naira langsung lemas ketika mengetahui soal PKN alias Pendidikan Kewarganegaraa adalah pelajaran yang paling tidak disukai Maira dan Naira. dipisah memakai pintu tipis yang tidak bening. “Tapi. Ma. Tapi kita harus pura pura rukun di depan mama.. “Oh. kalian harus menyalin seratus soal itu dan menulis jawaban lagi. Maira dan Naira sama sama merengut dan tidak mau saling pandang di dalam mobil. iya!” seru Maira saat teringat sesuatu. Naira menuju toilet lantai dua dan yang ikut teriak–teriak tadi.” jawab Maira dan Naira sambil tersenyum dengan paksa. Jadi. mereka harus menyalin lagi semua soal dan jawabannya! Wah. “Mama tahu dari mana?” Tanya Maira kaget. “Mama pernah bilang. tetap bisa mendengar suara orang di toilet sebelah. di toilet lantai tiga. Bu Endah memang terkenal sebagai guru yang jutek . “Huh! Ini semua gara-gara Maira! Aku enggak mau bersaudara dengannya!” rutuk Naira sambil menggosok lantai toilet dengan karbol lantai beraroma jeruk. “Iya. kalau kembar harus selalu rukun. batin Maira dan Naira. dan ditambah lagi kalau ada yang salah. tanganku bisa patah kalau harus mengerjakan seperti itu. Maira dan Naira pun bilang tidak mau rukun. aku enggak mau rukun denganmu. padahal mereka sudah rukun dengan bekerja sama dalam berpura-pura. “Yeee! Memangnya siapa yang ngajak teriak-teriak?” balas Danu kepada Dania. Tapi. “Ehm… dari BU ENDAH. aku setuju. killer dan galak. bersikan toilet lantai tiga! SEKARANG !!!” perintah BU Endah. Maira dan Naira lebih kaget lagi setelah mengetahui bahwa soal soalnya adalah soal soal untuk anak anak kelas 6 semester dua.

Akhirnya. aku lebih… “ “Kelebihan semua orang berbeda beda. kalian berdua sama sama pintar.!” “Iya . Maira dan Nairasudah berbaikan dan menjadi saudara kembar yang rukun lagi. acara Maira vs Naira berhenti. semua orang punya kelebihan dan kekurangan. Tapi.Dan malam itu. Maira dan Naira masih juga marahan. “Begini saja deh . Maira tersenyum sinis kepada Naira.. Buktinya. Maira dan Naira pun dites oleh mereka.” kata Mira mengumumkan. Maira!” kata Dania memotong ucapan Maira. Pegeeel banget. Pertama–tama. mereka dites matematika. “kita tes saja siapa yang lebih pintar. soalnya menulis seratus soal sebanyak lima kali. Mereka berdua baru sadar kalau kelebihan tiap orang itu berbeda. Maka.. . yang lebih tinggi nilainya Naira. “Jadi. yang lebih tinggi nilainya Maira. setuju!” timpal Andi. Mereka masih juga berpikir lebih pandai dari saudaranya. siapa yang lebih pintar?” Tanya Naira yang tidak sabar ketika selesai dites. Setelah itu. Pintar di bidang yang berbeda.” Kata Kaysha mengumumkan. Maira dan Naira malu sekali. “Intinya. Maira dan Naira tidur dengan tangan yang terasa patah.” kata Kasysha yang mencoba merukunkan hubungan mereja. Sekarang. “IPA.” Ujar Novita. “Jadi.. “Hmmmm. mereka dites IPA.. deh. Keesokan harinya… Di sekolah. Matematika. Maira dan Naira lemah dalam pelajaran PKN. Mereka cemberut saja kerjanya.

Shara melotot.. “Jangan kasih tau siapa-siapa ya.. “Shar.” kata Shara... Icha.Sama bayar SPP atau iuran bulan ini. Sampe nyebut nama panjang segala! Komiknya kan seru banget! Ada apa sih??” ujarnya jengkel.. “Udah. Sumpaaah. tadi aku ngobrol dikit kok sama Olla” katanya. “INtan. Mataku menangkap Intan.. Tapi kamu jawab yang serius ya. Masa langsung nyerocos. “Iuuuhhhh!” seruku.” aku bingung mulai dari mana. ada apa Naj?” ia terlihat kaget karena sepertinya sedang melamun. “Samperin yuk” Tanpa jawab pertanyaanku.? Tapi gimana mau bayar. dan semuanya sedang bercanda tawa... keliatannya sih lagi baca komik buatn mereka. “Kamu kenapa sih. Shara kok main langsung nyahut gitu sih. Salsa. udah janji dosa lho kalo boong! Kenapa kamu dari tadi diem dan murung teruus?” seru Shara. gugup. Cuma lagi enggak mau baca komik aja. tapi tadi Najma dari mana?” Intan akhirnya menyerah juga.” Intan menarik napas. Hmmm.. dan di hari Sabtu bapak ngojek. “Dan ibu hanya buka warung kecil disamping rumah doang. Siska..” kataku. “Mau nanya. Kiara. uang lebih kadang Cuma 20 ribu. Dea. kenapa tuh si Intan?” tegurku pada Shara yang asyik membaca komik humornya.. 250 ribu kan ya Shar?. Aku udah nunggak SPP selama 2 bulan. yang berada di baris depan. Hmmm. karena bapak sehari kerja Cuma dari jam 8:30 pagi sampai jam 4:30 sore.. Pukul 2:30. Aku enggak apa-apaa. Sebenernya. ini bener-bener rahasia. “Enggak kok. Gaji bapak perbulan saja kalau tidak salah kurang lebih 300 ribu..” Sapaku.” c erita Intan panjang. Jadi 500 ribu kan. kenapa ya si Intan diem terus? Padahal Olla juga lagi ada di mejanya Alya sama Jasmine.. Mencari kata yang tepat dulu.. Saking KEPO alias mau tahu aja aku sampe bilang Sumpah-Sumpah segala. karena dua pelajaran terakhir ini kosong.” UJarku.. tak sabar. Untuk makan. Kucubit pelan paha Shara. . Eh ya. Dia sedang terdiam sendiri. biasanya kamu ikut” Aku kaget. “Eh iya apa? Siapa? Kapan? Dimana?” Shara latah. menjawab pertanyaan Intan. Ngaku aja deeehhhh. “Eh Najma. “Iya” kata Intan singkat. kok dari tadi diem terus? Keliatannya lagi sedih ya? Olla lagi di meja Jasmine.? Bapak cuman supir salah satu keluarga. “Woy!! Kayshara Audiva Kyrani!!” seruku... temanku. “Tadi?? Abis beli seragam yang baruu. hihi. Wkwkwk. Kuputar mataku ke segala arah. Aku dan Shara diam.. tanpa ba bu be bo dia malah menarik lenganku ke meja Intan. Itupun harus dipakai yang lain. Ga bakal bocoriiinnn. Biasanya si Intan ikutan?” ujarku.. Dhiya. Intan nunggak SPP 2 bulan berarti jadi Rp500.000 rupiah yang harus dibayar dan lima ratus ribu rupiah itu bukan jumlah sedikit. “Liat deh. Shara tak menggubris... “Ada apa Shar? Kok kamu ngagetin aku segitunya siih. “Hmmm. bel pulang berbunyi. “Janji ya lho. “OH” “Ayo.Story About Me and Friends Aku dan Shara sedang bergurau.. Teman-teman yang lain juga.

Donat keju . dari 20 gelas es the manis. Alhamdulillah. dan kami bubar. dan tidak pernah rendah diri walau miskin. “Kalau soal barang yang dijual? Bisa nggak ikhlas aja beliin barang jualannya?” ujar Alya. Dena. Jasmine. Shara. “udah” kompakku dan Shara. Icha dan Raissa mengangguk. sama Dea yang bagian jualan makanan di bazaar itu. “Gimana kalau jualan?” usul Dea.. lollipop. “Great. Laki-laki pada keluar setelah Shalat Jum’at di Masjid Jami An-Nadaa diseberang bazaar ini. jepitan yang dibuat dari sedotan. Dea! Di depan kompleks rumah Sunset Valley.500. yang rumahnya di Flowerist Housing. Alya. Tapi pasti maish kurang. komplek aku tiap jumat. sabtu. “SETUJU!!!” teriak kami yang rumahnya di kompleks Sunset Valley. bagus dan murah!” seru Priscila. Cha. dan Alya akan menjual makanan dan minuman yakni: . sekotak donat keju. Dea. Kami pulang pukul 11 siang. Priscila. jus jeruk. Alhamdulillah. Icha. sama Raissa bagian jualan aksesori kayak jepitan. Kami bersebelas (di kelasku yang perempuan ada 11). Aku membicarakan masalah Intan. dan 10 gelas es jeruk laku semua. Shara. Priscila. “Yuk. Aku. siap-siap ya! Es the siap. donat. “Kak. .Aku sudah mengumumkan jangan pulang dulu semuanya yang perempuan. tiba-tiba melontarkan usul.Coklat batangan . sekotak donat meisis. 50% nya pada mampir ke bazaar. Raissa jualan di itu!” seruku.Es Teh Manis . Semua sudah sepakat. “Oke.DOnat meisis . “Gimana kalau aku. coklat. kalung” kataku. Setuju semua. “Kita. es teh manisnya berapa?” Tanya seorang anak laki-laki yang kayaknya sih berumur 7-8 tahunan. kita beli aksesori-aksesori di ‘Melody Shop aja. Kami melayani banyak sekali. dapat uang 157.. Hari Jum’at. sama yang lain?” kata Siska.Permen lollipop . gimana? Dapet berapa? Laku enggak?” tanyaku bertubi-tubi. 15 batang coklat. rapat di kelas. 10 batang lollipop. yang rumahnya nggak di Kompleks Sunset Valley?” Tanya Dena. Icha. Alya. Intan memang anak yang baik. dan minggu ada bazaar yang jual makanan sama aksesoris gitu. dan Icha. Sa. “Pris. “Gimana kalau aku. dan Olla jualan di sekolah ke adik-adik kelas 1 sampai kelas 4. Shara. Siapa yang rumahnya di kompleks Sunset Valley” seruku.Jus jeruk “Sudah hamper mulai bazarnya! Tuh liat Priscil (panggilan buat Priscila). sudah kan?” absen Dea. stiker. dan Raissa mengangkat tangan.

penghapus.. laku semuaa! Ga ada sisa! Dapat 175.. dll lah” kata Dea. .“Alhamdulillah lho Naj. harganya 22 rb.. bilangin!” “Dek Najma. abi certain tentang teman kamu ke teman abi.! 573. Ku mengajak temen perempuan sekelas 5A konferensi lewat YM. penghapus 1.000! Sorenya. Senin hari. ini jadi ada 500. Masih kurang sedikit lah. Harganya 90. dan loose leaf pada adik-adik kelas. pensil biasa 1. Alhamdulillah!! Lebih.000 jadi satu juta delapan ratus tujuh puluh tiga. Jasmine_khainisa09: Bunda mau ikut nyumbang juga. Shara_Kyranni: yang beli tasnya Dea. Ga ada sisa!” seru Dea senang. Siska. kuat bahannya. ada beberapa yang mau nyumbang. “Alhamdulillah. lagi diskon smpe lusa. “Wah.. Kasihin ya.. makasih berat.. 100. pensil yang dikaish hiasan. Alhamdulillah. “Dek Najma. ada yang mau nyumbang 300.500. ditambah hasil kita 573 ribu. di sekolah. Mau ga? Priscila1111: Mau lah. digabung terkumpul 115. pensil mekanik 1.000” kata abi malamnya.000.000 nih buat temen kamu.000. “Alhamdulillah. alat tulis. temen kakak ada yang mau bantu temen kamu nih.000 nya kt pke beliin dia tas dan alat-alat tulis? klo spatu dia kan bru dikasih sm Diandra. legkaplah.. Lagian lebih bagus kalo ngepas satu juta. Dena.. alat tulisnya najma.” kataku. AKu setuju banget sama jasmine ^_^ Salmadea_audiva123: Boleh tuch. Kami sekelas jualan jepitan. aku tau toko yg jual tas bagus-bagus tapi lumayan harganya.000. “Gimana ya. temen temen kakak.500. penggaris. “ALHMADULILLAH! Makasih ya.000! Kasihin ya” kata kakakku Adinda. bagus juga kan.. Kalau kamu? Gimana?” seru Priscil. nyumbang 200.. sumbangan dari bundaku 100. trs ktnya ibunya Shara mau nyumbang 200. Alhamdulillah. Najmanabilaaa: Hei. Aku dapat 157. mereka jualan jepit dari sedotan. amanah” kata ummi.000 Maaf dikit ? Berarti. kebetulan ada yg model baru. Ada sejuta. ummi certain ke temen ummi. Gede banget! Gmn 173. umi dan abi aku pada mau nyumbang buat Intan.000. Mau ga? Najmanabilaaa: boleh banget ? ? ? Denaniratafidha01: RT Najma ^_^ Olla_star: Boleh tuch Najmanabilaaa: Aku juga ada baru nemu di pertokoan alat tulis lengkap motif garis-garis. kata mereka hasil jualan keliling komplek dapet 123. Alhamdulillah. ditambah sumbangan dari najma satu juta. “Dek Najma. Uang baru terkumpul kira-kira Rp 458. ada pulpen 2.. Jasmine dan Olla?” “Aku SMS Dena.000. Alhamdulillah!” seruku.

Dea mengacungkan jempol.” kata Dea. dua lembar 100 ribu dan menerima kembalian.. peraut. Aku dapat tugas membelikan alat-alat tulis. Eh kamu mau beli tasnya di toko mana? Aku di Disney World” Kataku... yuuk! Najmanabilaaa: Udah ya. ada yang motif garis-garis dan sakunya gambar Minnie Mouse! Itu saja! Harganya 89. yang kamu pilih saja. penghapus. Itu toko baru. Aq setuju Najmanabilaaa: Gimana? Kebetulan uang hasil jualan kita sudah di aku kan? Waktu itu Priscil udah ngasihin waktu ketemuan. Aku pergi ya! Janjian sama Dea di taman Sunset Valley!” seruku minta izin. Dimana? Disney World? Aku ebli tasnya disana juga ah! Ayo!” Dea bangkit.000! Diskon 30%” kataku. Aku pun diantar kak Adinda. “Wih! Alat tulis ini lengkap nih! Tip-ex. Sesampainya di Taman Kompleks Sunset Valley.. iya boleh” kkata ummi. “Dea! Maaf ya telat. jadi disana ada diskon. Diskon 25%! Harganya 32.. ke rekening bank aq.000 rupiah” kata kasir. “Ummi. aku disuruh umi udahan maen computer Tak ada yang membalas lagi.. Semuanya gimana? Setuju Shara_kyranni: Setuju lah. Disney World itu toko tempat aku mau beli alat-alat tulis.. Kami juga membelikan 5 buah buku tulis. “Iya yah! Bagus. Jasmine. Karena aku sambil membawa uang satu juta delapan ratus tujuh puluh tiga ribu rupiah! Hasil jualan+sumbangan buat Intan. pensil mekanik. “Gak telat kok Naj. Ini sudah jam 3:20. Kuambil deh.. pensil. sumbangan untuk intan+hasil jualan. pake sepeda. Kami akan membayarnya menggunakan uang ini. Taunya ada kak Dina. pukul 3:30 alias setengah empat. Jasmine_khainisa09: iya baru aja bunda transfer Najmanabilaaa: Dea ketemuan sm aku di taman Sunset Valley Salmadea_audiva123: Ok. kakak Dea. penggaris. Di Disney World. “Iya! Tapi sama kak Adinda! Terus mau kemana?” jawab ummi. . “Oke lah. Aku janjian sama Dea hari ini. Kta bikin kejutan gt looh Khairumnisa_icha: SETUJU. Risandasiska_: Aku jg bru nongool. “Tuh. “Jadi Rp 136.Jasmine_khainisa09: Boleh tuh naj.. Yang kutahu alat tulis lengkap di diskon 25 persen sementara tas diskon 35%! Gimana gak ngiler? “Oh. Kulihat kak Adinda menjauh. plus notes lagi!. Tau-tau semua dah offline. Pake sepada! Terus mau ke Disney World! Toko baru itu loh!” kataku. km transferin uang sumbangan bunda km ya. Senin. buat Intan?” Kataku minta persetujuan. langsung To The Point. Dea sama najma belinya bisa hari ini/sabtu. tak mau emnguping. “Tasnya yang ini bagus? Lagipula banyak kok anak kelas 5 tasnya ada yang kartun!” kata Dea. AKu menyerahkan uangnya. Kita berempat ke Disney World deh. pulpen. baru 2 hari lalu bukanya.000! Murahnya! Beli ini aja ya De.. Eh kok icha baru nongol. wkwkwk. Ntar kasihinnya hari Senin minggu depan ajaa.

karena 500 ribunya sudah dipaakai bayar SPP Intan. Ada tas. ada beberapa barang juga buat kamu.. ah. tolong segera!” seru Bu Nisha. Perwakilan dari kelas.. Dia menangis terharu. Terus. kaus kaki (kita tau kaus kakinya sudah bolong-bolong).. karena tau kamu kekurangan uang untuk membayar SPP kita bersedia berjualan dan mengumpulkan uang. terutama yang perempuan. “Maaf bu baru sekarang! Tadi baru! Aku lupa terus!” Celetuk Faiz. “Intan. Jasmine yang membawa kamera digital memotrt-motret dan akhirnya terjadilah acara narsis-narsisan. Hanya. “Sudah lunas? Tapi saya belum bayar bu!” Intan terheran dan kaget. pada kita semua dengan terharu.Aku sudah menyerahkan uang buat Intan. ya. “Iya” kata bu Nisha. kita sekelas. aku enggak tau. mereka bersedia (yang cowok) jualan dan hasilnya 50. Aku segera maju. Karena mereka bersedia jualan dan sebagainya untuk memberikanmu uang. lalu menyodorkan plastik kreset yang berisi alat sekolah untuk Intan. Saya akan segera melunaskannya saat Bapak punya uang” kata Intan pelan. plus kita juga pesan baju seragam sekolah AnNadaa yang batik.. “Yah. SPP bulan ini dan bulan lalu sudah lunas” kata bu Nisha. Najma.” kata bu Nisha.. Intan menganga. silakan maju” kata bu Nisha. Yang laki-laki pada lari keluar semua. Semua mata tertuju kepada INtan dan tersenyum.. “Berterimakasihlah pada semua anak kelas ini.000. sejumlah. “Anak-Anak… Bagi yang belum melunaskan SPP Bulan lalu dan sekarang. Bu Nisha memberikan isyarat untuk berbicara. jelas dia sedih sekali. Dan kita sudah melunaskan SPP-mu sebesar 500 ribu. “Maaf Bu. Dari nada suaranya. alat tulis. “Terima kasih ya. Yang laki-laki sudah tau lho! Baiknya.” kataku. buku tulis. semuanya” kata Intan. tempat pensil (Kita juga tau tempat pensilnya hanya berupa kantong kecil).. “Intan. Yangperempuan akhirnya menangis semua karena terharu.. Ga banyak kata-kata sih buat Intan. Ia tak percaya itu. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful