BERAGAM PENUH CAT SEMPROT

FRIZAL punya kabar gembira. Dia baru saja diberitahu bahwa kakaknya, Fadli, berhasil lulus ujian nasional sekolah menengah pertama. Frizal, yang kini di bangku kelas 5 sekolah dasar, senang kakaknya akan segera memasuki jenjang sekolah menengah atas. Apalagi, nilai yang diperoleh Kak Fadli sangat memuaskan. Rata-ratanya 9. “Kak Fadli memang pandai,” ungkap Frizal dalam hati. “Aku ingin seperti Kak Fadli kelak. Lulus dengan nilai 9 semua,” katanya lagi. Keberhasilan Kak Fadli memperoleh nilai tinggi dalam ujian nasional membuat Frizal sangat ingin menirunya. Dia ingin belajar lebih giat agar ketika mengikuti ujian nasional saat kelas 6 nanti hasilnya memuaskan seperti Kak Fadli. Menurut ibu, prestasi yang diraih Kak Fadli bukan diperoleh dengan mudah. Nilai bagus dalam ujian itu diperoleh Kak Fadli berkat belajar tekun dan rutin setiap hari. Setiap hari Kak Fadli belajar sekitar dua jam. Biasanya Kak Fadli belajar mulai sekitar pukul 19.00. “Berkat belajar setiap hari walau hanya dua jam, pelajaran yang diserap sangat banyak. Wajar kalau Kak Fadli nilainya bisa bagus,” ucap Ibu. “Frizal juga bisa seperti Kak Fadli. Nilainya bagus semua,” kata Ibu berusaha memotivasi Frizal agar lebih tekun belajar. Ketika hari pengumuman kelulusan ujian tingkat sekolah menengah, Frizal merasa ada yang aneh pada diri Kak Fadli. Pulang dari sekolah, penampilan Kak Fadli sungguh berbeda dibanding biasanya. Baju seragam Kak Fadli yang berwarna putih, berubah menjadi warna-warni. Ada banyak warna di seragam itu. Warna-Warna itu berasal dari cat semprot. Seragam Kak Fadli disemprot dengan cat. “Kenapa seragam Kak Fadli disemprot cat warna-warni begitu?” tanya Frizal kepada Kak Fadli. Kak Fadli tidak menjawab. Kak Fadli hanya menjawab pertanyaan itu dengan senyuman. Setelah itu, Kak Fadli bergegas menuju kamarnya. Frizal agak kecewa dengan sikap Kak Fadli tersebut. Namun, Frizal tak berani mendesak Kak Fadli untuk memberi jawaban dengan sebenarnya.

seragamnya disemprot oleh teman sekelasnya. tidak apa-apa. *** .Kak Fadli menjelaskan. Seragam milik Kak Fadli yang lain sebaiknya segera disumbangkan kepada pelajar lain melalui panitia di sekolah. Kepada Ibu. seragam masih bermanfaat.” kata Ibu ketika melihat seragam Kak Fadli penuh cat semprot.” kata Kak Fadli dengan nada menyesal. “Setuju Frizal besok juga akan meniru Kak Fadli. “Sudah. Frizal memahami penjelasan Ibu tersebut. “Wah…wah…seragam kamu bagus sekali Kak Fadli.” kata Ibu. lalu seragam disemprot. dia tidak berniat menyemprot seragamnya dengan cat.” papar Ibu. “Yang penuh cat kan hanya satu. Menurut Ibu. Namun. “Lebih baik seragam sekolah itu dikumpulkan untuk nantinya disumbangkan kepada pelajar yang butuh. Yang penting. Kak Fadli mengangkat kedua bahunya.“Kenapa baju seragam Kak Fadli disemprot cat warna-warni ya?” pikir Frizal.” teriak Frizal. seragam Frizal tidak akan disemprot pakai cat semprot. Kak Fadli tersenyum melihat Frizal yang bersemangat. Ibu memberikan saran kepada Kak Fadli. kita harus punya niat menyumbang. Frizal baru menemukan jawaban mengapa baju seragam Kak Fadli dicoret-coret pakai cat setelah mendapat penjelasan dari Ibu. Sebenarnya Kak Fadli ingin menyumbangkan seragam ini. Ibu berusaha menenangkan Kak Fadli. ungkapan kegembiraan semacam itu sebenarnya tidak tepat. seragam yang lain itu harus disumbangkan. “Kalau lilus sekolah dasar nanti.” pinta Ibu. Dengan begitu. Kak Fadli meminta maaf atas seragamnya yang penuh cat semprot. Kan ada program pemberian seragam pantas pakai. “Kak Fadli dipegangi teman-teman. Namun. Seragam dikirimkan setelah dikumpulkan melalui sekolah. mencoret-coret seragam sekolah merupakan salah satu bentuk ungkapan kegembiraan para pelajar yang dinyatakan lulus. Lebih baik Frizal sumbangkan. Bersamaan.” katanya. Kak Fadli keluar dari kamarnya sambil menenteng seragamnya yang dicat semprot warnawarni.

Bukan hanya itu Bella juga pindah ke Bandung ikut orang tuanya yang bekerja disana. “Males ah! Kamu aja sana aku tunggu disini nanti aku nyusul.” ajakku padanya.” jawabnya sambil berlari kearah orang-orang yang sedang bermain basket. Tunggu ya!”.” jawabnya. Aku langsung mencari siapa yang memanggilku. “Terserah kamu aja deh. “Kenapa kok tumben ke Jogja? Kangen ya sama aku?” tanya Ivan pada Bela. Kami berdua langsung setuju dengan ajakan Bela.” jawabnya. “Ya kangen dong kalian kan sahabat ku.“Ayo kita bermain basket ke lapangan. “Oh iya aku lupa! Sekarang udah besar ya. “Bella!” jawabku dengan sedikit teriak karena di lapangan sangat berisik.” ejek Ivan padaku. “Siapa?”tanyanya lagi. kami pun berangkat ke lapangan yang tidak begitu jauh dari rumah kakekku. Aku melihat keluar. Akhirnya Ivan pun datang menghampiri aku dan Bella.Setelah sampai di lapangan ternyata sudah ramai. “Ah! Dasarnya kamu aja males ngajak pulang!”. “Bella kan?” tanyaku padanya. “Ada yang dateng” jawabku. “Van! Sini” panggilku pada Ivan yang sedang asyik bermain basket. “Kamu lupa ya ini kan Dafa! Adikku. “Besok! Ya sekarang!” jawabnya dengan kesal. Setelah kami ngobrol tentang kabarnya aku pun memanggil Ivan.” kata beliau ramah. “Bella?” tanya dalam hati penuh keheranan. aku nggak bisa aku ada latihan nge-band. “Maaf banget Bell.Persahabatan Pagi hari saat aku terbangun tiba-tiba ada seseorang memanggil namaku. “Siapa? Nggak kedengeran!”. Sepertinya aku mengenalnya. “Apa lagi?” tanyanya padaku dengan malas. “Iya tapi cepat ya” pintanya. “Bela?” tanyanya sedikit kaget melihat Bella yang sedikit berubah. “Ok deh!” jawabku cepat. Ivan temanku sudah menunggu diluar rumah kakekku dia mengajakku untuk bermain bola basket. ini siapa?” tanyaku kepadanya. Ketika kami sampai di rumah Bela ada seorang anak laki-laki yang kira-kira masih berumur 4 tahun. Bella adalah teman satu SD denganku dulu. kami sudah tidak pernah bertemu lagi sejak kami lulus 3 tahun lalu.” Bella keluar dari rumah membawa minuman.” paksanya.“Wah dingin ya. “Hai masih ingat aku nggak?” tanyanya padaku.” jawabnya dengan senyumnya yang manis. “Emangnya kamu inget tadi?” tanyaku pada Ivan.Dengan heran ia melihat kearah kami. “Bukan aku kesini mau jenguk nenekku.” tanya Ivan sedikit lemas.” jawabnya kepada Bella. “Kita ikut main saja dengan orang-orang disini. “Biarin aja!”.Akhinya Bella mengajak kami kerumah neneknya. setelah dandan biar bikin Bella terkesan dan pamit keorang tuaku aku langsung berangkat ke rumah nenek Bella. “Ye sama aja!”.“Sebentar aku cuci muka dulu. “Cuma begini aja dingin payah kamu. “Eh nanti sore kalian mau nganterin aku ke mall nggak?” tanyanya pada kami berdua.” jawabnya.” jawabku malas.” kataku pada temanku. Sampai dirumah Bella aku mengetuk pintu dan mengucap salam ibu Bella pun keluar dan mempersilahkan aku masuk. “Iya . “Dasar pikun!” ejek Ivan padaku.Setelah aku cuci muka.“Ano!” seseorang teriak memanggil namaku.” ajaknya padaku. “Yupz!” jawabnya sambil tersenyum padaku. tapi kalau aku yang ajak susah banget. Ketika ia sampai dia heran melihat Bella yang tiba-tiba menyapanya. “Nggak sih!” jawabnya malu.Saat yang aku tunggu udah dateng. “Ye kalau buat Bella aja langsung mau. “Eh ano sini masuk dulu! Bellanya baru siap-siap. “Sini dulu aja pasti kamu seneng!”. “Bell. “Udah-udah jangan pada ribut terus. “Kalau aku jelas mau dong! Kalau Ivan tau!” jawabku tanpa pikir panjang. “Ramai sekali pulang aja males nih kalau ramai. “Oh gitu ya! Ya udah no nanti kamu kerumahku jam 4 sore ya!” kata Bella padaku. “Yah nggak kangen dong sama kita. Setelah dia mendekat aku baru ingat.”. “Ye GR! Dia tu kesini mau ketemu aku” jawabku sambil menatap wajah Bela yang sudah berbeda dari 3 tahun lalu. Tiba-tiba seorang gadis menghampiriku dengan tersenyum manis. “Sekarang?” tanyaku dengan sedikit mengantuk.

“Ayo Ano mampir dulu pasti capek kan?” ajak tante Vivi padaku. “Ya tante. aku masih tetap kepikiran Bella terus.Setelah waktu kurasa sudah malam aku meminta ijin pulang.Satu minggu berlalu. “Nggak! Nggak boleh aku masih kelas 3 SMP. aku terpesona melihatnya. “Ano kenapa? Kok dari tadi ngeliatin aku terus ada yang aneh?” tanyanya kepadaku. “Dari jalan-jalan!” jawabku sambil melanjutkan makan. “Udah siap ayo berangkat!” ajaknya padaku. Ibu Bella tante Vivi memang sudah kenal padaku karena aku memang sering main kerumah Bella. Selesai makan aku langsung menuju kekamar untuk tidur. Dan akhirnya Bella dan keluarganya berangkat ke Bandung.” bisikku dalam hati. aku masih harus belajar. Akhirnya keluarga Bella siap untuk berangkat. Setelah aku ganti baju aku makan malam. Kayanya aku suka deh sama Bella.tante!” jawabku sambil masuk kedalam rumah.“Maaf ano aku nggak bisa kita masih kecil!” jawabnya padaku. Aku dan Ivan datang kerumah Bella. Setelah selesai mencari-cari barang yang diperlukan Bella kami pun memtuskan untuk langsung pulang kerumah. “Kemana aja tadi sama Bella?” tanya ibuku padaku. “Iya ma bentar lagi” teriak Bella dari kamarnya. Akhirnya sore harinya Bella harus kembali ke Bandung lagi. Kami naik ke lantai atas untuk mencari barang-barang yang diperlukan Bella. Sampai dirumah Bella aku disuruh mampir oleh tante Vivi. “Eh nggak apa-apa kok!” jawabku kaget. Pada saat itu aku mengatakan kalau aku suka pada Bella. Tetapi aku terus memikirkan Bella. “Kita lebih baik Sahabatan kaya dulu lagi aja!”Aku memberinya hadiah kenang-kenangan untuknya sebuah kalung.” jawabku pada tante Vivi.Setelah pamit untuk pergi aku dan Bella pun langsung berangkat.“Bella aku suka kamu! Kamu mau nggak kamu jadi pacarku” kataku gugup. “Bella ini Ano udah dateng” panggil tante Vivi kepada Bella. . Setelah selesai siap-siap Bella keluar dari kamar. Walaupun sedikit kecewa aku tetap merasa beruntung memiliki sahabat seperti Bella. Sampai dirumah aku langsung masuk kekamar untuk ganti baju. Aku berharap persahabatan kami terus berjalan hingga nanti. Dari tadi pandanganku tak pernah lepas dari Bella.Kami pun sampai di tempat tujuan.

“Dasar pelit! “ Mia mengomel sebal.” Teriak Ibu dari ruang tengah.Ramuan Ajaib Terdengar gelak tawa kakek dan neneknya. Dengan santai ia melangkah dan bersiul-siul. apa sih?” Tanya Mia penasaran. Banyakk rumus yang harus dihafal.” Komentar Anton. . Bu.” “Wah. agar suara kakek dan nenek yang mulai tua terdengar jelas.” Yogi pergi sambil menggerutu sepanjang jalan menuju rumah. Dari balik pintu ia merekam semua percakapan kakek dan nenek. “Ha…ha…ha… dipanggil aja Mbah dukun.. Pokoknya ini rahasia!” jawab Yogi sambil mengerling genit. lo!” “Kalian saja yang belajar. “Ya. sesendok gula dan sedikit garam. aku tidak perlu melakukannya. Tetapi kadang telinganya dipaksa untuk tegak keika suara kakek dan nenek tidak terdengar jelas. Telinganya didekatkan daun pintu.” Jaka tertawa terbahak-bahak. Ia tetap serius. Ia tidak ingin orang lain mengetahui apa yang sedang dilakukannya di kamar.” “Alaa…ah.. teman-teman Yogi berkumpul dan bersiap ke rumah Mia.kk!” Yogi berlari ke jendela.” “Kok bisa begitu?” “Tentu bisa. Dia mendekat ke pintu. Yogi benar-benar tidak ingin ada sepatah kata pun yang terlewat. Sedang apa di kamar. Catatan matematika. mengamati lubang kunci dengan seksama. “Tidak apa-apa kok. “Jangan sembarangan. segelas air putih. Yogi segera mempersiapkan keperluannya. Dengan hati-hati tangannya membakar lembar demi lembar catatan matematikanya. belajar dong! Besok kan. Yogi hanya mempersiapkan untuk ujian besok.” “Resep. Dengan hati-hati tangan Yogi memasukkan abu ke dalam gelas sedikit demi sedikit. “Resep agar sukses ujian. Esok hari sepulang sekolah. Beberapa lembar catatannya terbakar. Malam telah tiba. “Gi! Ke mana? Nggak ikut ke rumah Mia?” Yogi mengelus botaknya beberapa kali. Abu bakaran ditampung di piring palstik yang diambilnya dari dapur. Sesekali kepalanya mengangguk-angguk. “Buat apa ke rumah Mia?” Tangannya berkacak pinggang memandang teman-temannya. “Huek. ujian matematika.” Yogi pun melanjutkan pekerjaannya. Ia memastikan pintu kamarnya telah terkunci. “Jangan-jangan kakeknya Yogi dukun. memuntahkan isi mulutnya. Nak? Kok ada bau benda terbakar dari kamarmu. “Yogi. Tapi Yogi tidak ikut tertawa. karena aku telah mendapatkan resep mujarab dari kakekku. ya! Kita lihat saja besok. Diaduknya larutan abu yang diberi gula dann garam dengan hati-hati. paling juga disuruh belajar. kalian salah. Yogi terperanjat.

Bu. Rupanya Yogi demam. Nak?” Uhuk. Yogi mengambil gelas yang disembunyikan di kolong tempat tidur.kk! Uhuk…k! Yogi terbatuk-batuk.tok…tok. “Benar kamu tidak apa-apa?” Yogi menggeleng. mending kuteruskan minum ramuannya.. “Ada apa. “Yogi hanya kesedak.” Yogi terkesiap..k!! Huekk…k!!” Kembali Yogi mual. **** Jam setengah tujuh pagi. tangan ibu Yogi mencoba menarik handel pintu.” Tok. Diamatinya gelas itu lama-lama. Wajahnya agak pucat. Yogi membuka matanya dengan berat. ya?” di pandanginya air keruh yang mengisi setengah gelas. Dia segera berlari ke jendela dan memuntahkan ramuannya. takut ibunya menemukan gelas yang disembunyikan. Bagaimana Kakek dulu meminumnya. Ibu buatkan susu hangat untukmu. “Kakek. nggak ya? Tanya Yogi dalam hati. Diambilnya sisa catatan yang belum dibakar. Yogi membayangkan dirinya akan menjadi bahan olok-olok teman-temannya jika tidak bisa mengerjakan ujian. Panas. Begitu banyak rumus yang harus dihafalkan. “Kamu sakit.“Ternyata rasanya tidak enak. Ia pun memilih tidur dengan harapan besok pagi semua rumus yang diminumnya sudah melekat di kepalanya. Yogi mencoba meminum lagi ramuan ajaibnya.. “Aku benar-benar tak dapat meminumnya.” Yogi sedikit gembira mengingat perkataan kakeknya. Dengan sedikit khawatir.. Ibu menaruh segelas susu di meja belajarnya. Kali ini Yogi menyiapkan segelas air putih yang baru diambilnya dari ruang makan. Dengan mata terpejam dia paksa meminumnya sekali lagi. Ah. Pintu terbuka. Klek. “Aha. Dengan cepat tangannya mengambil air putih dan meminumnya.” “Buka pintunya.! Bukankah kakek dulu juga merasa pusing dan mual? Artinya ramuan ini mulai bekerja. Kuteruskan. “Huek…kk!. Segera ia sembunyikan gelas yang berisi ramuan ke dalam lemari buku. kok Yogi tidak mendengar suaranya... Nak?” “Kepalaku pusing. Kenapa?” “Enggak. Yogi was-was. Bu. “Huekk.. Rupanya Yogi lupa mengunci pintunya setelah mengambil air putih tadi malam. Yogi mengelus botaknya berkali-kali. daripada susah-susah menghafal. Ibu Yogi memegang keningnya. Dengan wajah dibuat setenang mungkin ia membukakan pintu untuk ibunya. Berkali-kali ibunya mengetuk pintu. Huek.” Yogi mulai pasrah.” . Aku juga kedinginan. di mana?” “Ada di kamarnya.” Tak lama kemudian Ibu Yogi meninggalkan kamar. Yogi masih tidur di kamarnya.. Kepalanya pusing. Tapi tak ada jawaban.. Suara Ibu di depan pintu.kkk!!” “Yogi.

“Siapa yang mengajari?” Tanya Kakek bingung. “Lo.. Dan hasilnya. “Aduh Yogi. “Dua hari yang lalu aku mendengar Kakek sedang bercerita tentangramuan ajaib kepada nenek. Makanya aku mencobanya.” “Dan Kakek jadi pintar matematika. salin semua rumus di bukumu. ya.” “Nanti Ibu telepon ke sekolah.. Istirahat di rumah saja. Karena ia berharap dapat pandai matematika tanpa harus susah-susah belajar. di kamar mandi.” “Kalau begitu.” “Ha.” “Tapi Kakek dulu juga sakit kan setelah minum ramuan itu?” “Ya.” Yogi pun mengerti. “Ibu telepon ke gurumu. Diciumnya isi gelas denngan hati-hati. Bu.Haa. Tak lama kemudian Kakek telah muncul di depan pintu kamar Yogi. Kakek Yogi melihat isi kamar. “Yogi minum.“Kalau begitu. Yogi. Sebelum ibunya keluar Yogi memanggil.. itu rupanya penyebabnya. Sekarang istirahat dulu. Kakek melangkah mendekat meja dan mengangkat gelas. Kakek yakin kau akan dengan mudah menghafalnya.haa. Tidak ada jalan pintas untuk pintar. Dengan wajah murung Yogi menjawab. “Yogi ingin menghafal rumus-rumus matematika?” “Tentu saja. kakek dapat nilai tiga!. .” Yogi semakin lunglai. kalau ingin pintar ia harus belajar. ya. Aku akan mencobanya. bukankah kakek pandai matematika?” “Ya.” “Baiklah. Lalu tempelkan rumus-rumus itu di dinding kamar.” “Tapi hari ini Yogi ujian. Bukan dengan meminum rumus-rumus itu. agar boleh mengikuti ujian susulan. kopi?” Kepala Yogi menggeleng. kakek masih ikut ujian. Semua harus dimulai dengan usaha dan kerja keras.” Ibu Yogi mengangguk dan pergi meninggalkan kamarnya. “Bu.” Yogi mengangguk.” “Ha??! Tiga?” Yogi tidak percaya mendengarnya. Ooh.” Kakek mendekat dan duduk di tepi dipan.” “Ingat. tolong panggilkan Kakek. dan bawalah kemanapun kau pergi. Kakek langsung sakit.” Yogi hanya bisa pasrah. Matanya langsung tertuju pada gelas yang berisi cairan gelap. Makanya sekarang Yogi sakit. kan?” “Waduh! Pasti kau tidak mendengarkan dengan lengkap cerita kakek waktu itu. “Kamu membuat rauan ini?” Yogi mengangguk pelan.. bukan dengan minum ramuan ajaib. jangan masuk sekolah dulu. karena setelah itu Kakek rajin belajar agar semua rumus matematika dapat melekat di ke pala. Setelah minum ramuan itu. Dan bacalah jika senggang. mau ujian kok sakit.

Tak lama setelah kedua temannya pergi. dia datang lagi. Ma!” Di halaman. “Insyaallah sudah. Semoga menang. Sarah kita ke kamar mandi dulu . dua sahabat Sarah telah menunggu. Norma. Di dekat air terjun itu ada sebuah gubuk kecil yang halamnnya banyak ditumbuhi bunga-bunga.” Sarah pun turun dari sepeda motor dan mencium tangan mamanya. dengan bau yang besar-besar. selada. Ma. “Iya.” “Isinya apa?” “Ada daging ayam. Bisa-bisa Pak Burgernya pergi.” “Norma. Sarah pun bingung. Sarah yang selama ini belum pernah melihat Pak Burger jadi tertarik.” Gumam Sarah. Pak Burger nggak datang setiap hari lo. Di dalam gerobak yang terbuat dari kaca. Sarah. Anterin ya?” Maryam memegangi perutnya sambil meringis memandang Norma. Rasanya enak banget. Mereka adalah Norma dan Maryam. Benar saja. Aku juga sudah punya rencana tentang gambar yang akan kubuat. “Kamu sudah siap untuk lomba nanti siang?” Tanya Maryam pada Sarah.” Maryam berkata sambil mengerjapkan matanya berkali-kali. Tangan mereka segera melambai saat Sarah masuk ke halaman sekolah. Dua hari yang lalu.” Balas Norma. Sarah pun berlari menuju bangku taman tempat kedua sahabatnya duduk. “Kamu pengen beli? Beli sekarang saja. Sebuah air terjun yang jernih. 1500 berwarna kuning.dan saus. . “Kelihatannya enak. Pak Burger datang lagi. Ehm…mm pokoknya lezat. Seribu untuk jajan dan seribu untuk dimasukkan kotak infak yang biasa keliling tiap jum’at pagi sebelum pelajaran dimulai. ya.” Maryam menunjuk seorang lelaki yang menghentikan gerobak di depan gerbang sekolah. Sekarang kita sudah sampai. “Emang kalian pernah beli?” “Iya. “Eh. tampak tumpukan burger yang lezat. Dia ingin sekali merasakan Burger itu. “Sarah! Ke sini!” Teriak Norma tidak sabar. Di kaca tertempel harga burger Rp. “Doakan aku menang ya. Tapi di tasnya hanya ada uang dua ribu perak. Tak lupa Sarah mengucapkan salam dan melambaikan tangannya sebelum memasuki gerbang sekolah.” Sambung Norma dengan mata berbinar. Lihat itu. Sarah memang terpilih “Wah. ya.” Jawab Sarah sambil duduk menjajari mereka. “Ayo. sepertinya akan menjadi gambar yang bagus.” “Iya. sosis.” Sarah pun mengangguk.Sepotong Burger “Nah. Jangan lupa untuk memasukkan uang yang seribu ke kotak infak nanti. Semua perlengkapan menggambar telah kubawa. aku pengen ke kamar mandi. Eh. Mumpung kita belum masuk kelas.” “Iya. Pak burger tampak menggeser gerobaknya.

Kamu kan harus segera menuju lapangan sekolah.” Sarah menyerahkan dua lembar ribuan kepada Pak Burger.” Maryam pun bergegas pergi. Tepat saat memasukkan potongan burger terakhirnya.” Norma menghampiri bangku Sarah yang terletak dua bangku di belakangnya. “Beli berapa.” “Tadi Sarah makan apa?” Tanya Bu Fatimah. Menggigitnya pelan. “Maryam. Kemudian Pak Burger memberinya sekeping uang logam senilai limaratus rupiah. Kepala saya pusing. Namun sarah tidak melakukan apap-apa. Neng?” Tanya Pak Burger sambil membuka kotak kacanya. Bu. Ia hanya menunduk lesu. Nanti kamu terlambat. “Satu aja.” sarah kembali meletakkan kepalanya ke meja. Maryam sudah kembali bersama Bu Fatimah. “Kenapa Sarah?” “Perut saya sakit. Kepalaku juga pusing.” Sarah memakan burgernya dengan nikmat. “Makan burger. “Benar-benar burger yang enak. Bu. Itu artinya Sarah harus menyiapkan alat menggambarya untuk mengikuti lomaba menggambar. Sebentar lagi mamamu akan menjemput. mengunyah dengan lembut dan menelannya. Tadi Ibu sudah menelpon mamamu.” Sarah pun segera berlari menuju gerbang sekolah. Ia teringat burger lezat yang dimakannya sebelum masuk kelas. Seulas seyum pun segera menghias wajah mungilnya yang dibalut kerudung putih. *** Tee…et! Tee…et! Tee…et! Waktunya istirahat. Biar aku menemani Sarah di sini. “Perutku sakit sekali. Sarah diam sejenak.” Saran Bu Fatimah dengan lembut. “Tapi saya harus ke lapangan untk mengikuti lomba.Wajahnya tampak pucat. Tak lama kemudian. Sarah pun sadar bahwa ia merasakan sakit perut dan pusing tak lama setelah makan burger. minggu depan aku akan dapat menggantinya dengan uang sakuku. “Aha…! Bukankah aku selalu dapat uang saku setiap hari? Kalau uang infak kupakai beli burger lima ratus. Semua peserta lomba menggambar sedang bersiap-siap menuju ke sana. sebaiknya kamu menemui Bu Fatimah dan bilang kalau Sarah sakit.” “Kalau begitu Sarah ke ruang UKS dulu ya. Bu. bel tanda masuk berbunyi. “Kamu kenapa?” Tanya Norma cemas. “Pak Burger! Belii…!” Teriakan Sarah membuat Pak Burger menghentikan gerobaknya.” . “Sarah. Pak. Sarah segera bergegas menuju kelasnya sambil membersihkan sisa burger yang menempel di sudut mulutnya. Sarah mendongak sambil meringis.Sarah berpikir sejenak.

“Kenapa. Perutnya jadi sakit dan kepalanya pusing. “Sarah kenapa? Sarah kan nggak salah apa-apa. “Kalau Sarah sakit setelah makan burger itu. Kalau memaksa ikut. Sarah menyesal. Sarah tidak dapat mengikuti lomba menggambar. Yang lima ratus Sarah belikan burger.” Tangan Mama memeluk Sarah dengan erat. Dengan lemas. Ma. makanya Allah memberi rasa sakit pada Sarah. Sarah bertekad dalam hati untuk tidak jajan dengan uang infak.” Tanya mama bingung. Kemudian Sarah di ajak duduk di bangku. Sarah benar-benar menyesal telah membeli burger dengan uang yang seharusnya untuk infak.” Sarah tak bisa beruat apa-apa. Sarah nggak menuruti pesan Mama. kamu akan tambah sakit.“Saat ini kamu harus istirahat. Jadi sekarang kita ke UKS saja sambil menunggu mamamu datang.!” teriak Sarah sambil berjalan sedikit cepat. Ma?” “Tentu saja. “Sarah salah. Hu…hu…. Ma.” Sarah menurut. “Mama. “Karena Allah tidak ingin Sarah mengulangi perbuatan itu. maafkan Sarah ya. Allah ingin Sarah menjadi anak yang baik. tandanya Allah masih sayang sama Sarah.” Kata Bu Fatimah sambil menunjuk seorang wanita yangs edang berjalan ke arah mereka. Hari ini Sarah telah mendapatkan pelajaran berharga. Tadi Sarah hanya memasukkan uang lima ratus ke kotak infak. ia mengikuti langkah Bu Fatimah menuju ruang UKS. mamamu sudah datang.Sarah hanya bisa menangis menyesali apa yang telah dia lakukan.huu…” Sarah memeluk mamanya erat sambil menangis. Ia tak peduli lagi dengan teman-temannya yang sedang mengikuti lomba menggambar. “Nah itu.Dan jangan lupa untuk meminata maaf pada Allah. Akhirnya Sarah sakit perut dan pusing. Gara-gara burger itu. Asalkan Sarah benar-benar menyesal dan tidak mengulangi perbuatan itu. Sarah?” “Ma. pasti Sarah ingin mengulangi lagi perbuatan tadi.” “Apa Allah mau memaafkan Sarah.. Kalau Sarah tidak sakit.” “Mana mungkin Allah masih sayang sama Sarah? Bukankah Sarah tidak patuh pada Mama?” Tanya Sarah tak mengerti. Sarah juga nggak bisa ikut lomba menggambar. . Sekarang ayo kita pulang.

.dsb. Trus si Lupus jawab. padahal tetep aja ga etis seperti gak etisnya pedagang yang suka bohong. Hmmm… ternyata benar juga klo gak ati2 di Pasar bisa jadi tempat kita jual beli dosa. Intinya sih klo mo dagang jangan sampai menjatuhkan harga diri.” Nah itu emang penjual pensil yang agak eror tapi minimal punya selling skill. Terkadang ada juga yang kreatif. benci tapi rindu… klo didepan pedagang kita jadi sok mencibir… “kok mahal banget sih bang. Tapi juga pedagang emang suka menyebalkan tapi kok kita butuh ya.”Mang siputnya bisa dimakan ga?”.. Tinggal dikorek-korek ke kuping pasti hidup jadi lebih indah. wis pokoke sangat merepotkan. ceritanya Lupus lagi liat penjual siput laut atau keong. Adek mo beli?” tanya pedagangnya antusias. “ Aneh. tapi klo yang terakhir itu kurang disarankan…... klo gak bisa dimakan dan ga bisa gigit kok dijual? Mending jualan semut Rangrang aja...tetapi begitu nyampe rumah kita cekikikan seneng karena dapet barang bagus dan murah ampe dipamerin ma temen2 sekantor. Selain buat nulis pensil ini punya fungsi istimewa yaitu untuk relaksasi. misalnya penjual pensil di bis beberapa tahun yang lalu. kasihanilah. padahal yang namanya pembeli adalah yang bener2 melakukan transaksi.Penjual Pensil Tentunya kita pernah naik bis dan bertemu dengan pedagang yang aneh-aneh. ini kan siput laut. atau klo nekat bisa juga digunakan sebagai tusuk gigi. Jadi ingat Hilman dalam novelnya Lupus Kecil. Mungkin pertama kali heran tetapi akhirnya jadi sedikit sebal karena kita jadi waspada karena dititipi barang dagangan dengan paksa sehingga ga enak klo mo tidur..”trus bisa gigit Ga?” “ Gak dong pokoke aman kok buat mainan.. Sambil membagi dagangannya dia nyerocos…”Silahkan dipilih warnanya macem2. Pensil ini punya kemampuan bisa memendek dan kayunya empuk untuk diraut atau enak juga buat digigit-gigit karena bahannya tidak beracun dan ramah lingkungan. Budaya yang aneh dan mungkin bagi kita itu white lie.. walo ga bisa dimakan tapi kan bisa gigit…. hanya dengan uang lima ribu bisa dapet sepuluh pensil istimewa..”. juga bisa buat alat pertahanan diri tinggal dicolokin ke mata lawan. ditanggung gak habis dalam sepuluh tahun. trus dia nanyananya. barangnya ga bagus nih dsb…”.”waduh klo segitu sih buat kulakannya aja ga nutup Neng. Tapi klo aku sih daripada sebal mending menikmati momen sang penjual ngoceh berpromosi ria soal barang dagangannya. Masih inget gak waktu pertama kali dapat “hadiah” sebuah barang yang tiba-tiba dibagikan orang di pangkuan kita waktu duduk di bis?.. buat makan….” Nah itu baru sekelumit cerita tentang pedagang dan konsumen..”. maksa-maksa atau berbohong tentang barangnya. Sebagai konsumen kita juga ga boleh bikin pedagang sakit hati. warnanya pun gaul. Intinya sih sebagai konsumen kita juga ga boleh mengadul-adul barang dagangan orang tapi gak beli dengan legitimasi pembeli adalah raja.. Ada juga sih kita yang ceroboh menjatuhkan hingga ke kolong bangku.” hihihi cara yang ga mbois blas… Begitupun cara-cara yang gak etis misalnya ngancam-ngancam.. Jadi seperti hubungan dilematis. klo suka dangdut tinggal pake yang kelap-kelip. saya belum makan tiga hari... “ya gak bisa dek. misalnya dengan cara melas… “ Om ayo dong dibeli.” atau “pokoknya klo ada yang lebih murah ta belinya sendiri deh.

Aku pasti nilainya sama seperti Naira. sepertinya Maira dan Naira tidak bisa dikatakan selalu rukun. Naira tidak bisa berkonsentrasi saat bu Jingga menerangkan Matematika tentang Asosiatif dan Distributif. Pelajaran favorit Naira. Banyak murid yang nilai nya dibawah enam. sepasang saudara kembar yang selalu rukun. Tapi Maira dan Naira tidak mendengarkannya karena asik jambak– jambakan dan teriak–teriak. pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). sepertinya aku yang lebih pintar. Mata Naira terbalalak kaget saat melihat nilai nya Sembilan puluh delapan. selama ini nilai mereka tidak pernah beda. “Ehm . Maira dan Naira terus berteriak–teriak tanpa sadar kalau mereka sedang bertengkar di kelas. kata Naira dalam hati. “Kamu salah! Meskipun aku adik. sedangkan Maira Sembilan puluh tiga. inilah yang menjadi masalh! Suatu hari. sejak dilahirkan.” kata Maira sombong. Kecuali sekarang ini! Naira betul–betul memikirkan nilainya yang lebih randah dari Maira. sementara hasil ulangan Maira nilainya Seratus! Maira tersenyum penuh kemenangan kepada Naira. Kali ini. Tapi. aku lebih pinta darimu. Nah. Maira dan Naira mempunyai tingkat kepintaran yang sama. Naira tidak terlalu yakin. giliran Naira dan Maira yang menerima hasil ulangan Matematika. .. aku lebih pintar darimu! Kamu hanya sebutir debu kecil!” ejek Maira kepada Naira. Maklum. “Bukan! Aku yang lebih pintar!” teriak Naira.Maira Vs Naira Kembar harus saling rukun. teriakan Bu Endah benar–benar memekakan telinga. sejak dilahirkan. “Apa kamu bilang?!?! Aku sebutir DEBU KECIL!!! Kamu sendiri Cuma setengah butir debu kecil wleee :p !!” Balas Naira mengejek Maira. Aku pasti nilainya sama seperti Maira. Bu Endah membagikan hasil ulangan IPA tiga hari yang lalu. Itulah yang sering dikatakan mama kepada Maira dan Naira. saling berpandangan dan tersenyum. apakah nilainya bisa melampaui nilai Maira? Saat Naira menerima hasil ulangan dia girang sekali melihat nilainya seratus. “Huh! Siapa yang peduli! Hanyak beda dua nilai saja kok!” cibir Naira kepada Maira yang sedang tersenyum penuh kemenangan. Sekarang. Sekarang. terus tersenyum dari awal sampai akhir pelajaran. Karena aku KAKAK!” sindir Naira kepada Maira. Naira terbelalak marah kepada Maira . Maira mencibir kesal kepada Naira. “STOOP!!!” lerai Bu Endah lagi. Maira dan Naira pun langsung berhenti bertengkar. Maira dan Naira memang duduk sebangku. “Stop! Stop!” lerai bu Endah. Sedangkan Maira. kata Maira dalam hati. “Pokoknya aku lebih pintar daripada kamu!” Titik!” kata Maira. bukan kamu yang lebih pintar. Bu Jingga membagikan hasil ulangan Matematika. “Ternyata.

Tapi. “Oh.” jelas mama yang terdengar marah besar. dipisah memakai pintu tipis yang tidak bening. mereka harus menyalin lagi semua soal dan jawabannya! Wah. aku enggak mau rukun denganmu. Sebenarnya.. Maira dan Naira pun bilang tidak mau rukun. “Aduh untung anak–anak mama selalu rukun. Bu Endah memang terkenal sebagai guru yang jutek . Ma. “Ini semua gara-gara kamu Danu! Kita jadi disuruh bersihin toilet bau ini!” tuduh Dania kepada Danu yang sama-sama sedang membersihkan bak air. Sesampainya di rumah. padahal mereka sudah rukun dengan bekerja sama dalam berpura-pura. toilet disini memang dipisahkan antara laki laki dan perempuan. Tapi kita harus pura pura rukun di depan mama. Aku engga IKHLAS!” “Ok. di toilet lantai tiga. “Mama tahu dari mana?” Tanya Maira kaget. Naira Mengerti? Mama beri kalian soal Pendidikan Kewarganegaraan. killer dan galak. kalau kembar harus selalu rukun. Maira dan Naira pun kaget. batin Maira dan Naira. “Mama pernah bilang. dan ditambah lagi kalau ada yang salah. aku setuju. “Huh! Ini semua gara-gara Maira! Aku enggak mau bersaudara dengannya!” rutuk Naira sambil menggosok lantai toilet dengan karbol lantai beraroma jeruk. si kembar Dania dan Danu. “Ehm… dari BU ENDAH. Sekarang kalian mama hukum! Kalian harus mengerjakan seratus soal yang sudah mama buat tadi! Harus benar semua! Kalau ada satu yang salah. Aku juga enggak ikhlas melakukannya!” balas Naira cemberut. Maira dan Naira sama sama merengut dan tidak mau saling pandang di dalam mobil. Mereka pun menjadi lemas. Maira dan Naira lebih kaget lagi setelah mengetahui bahwa soal soalnya adalah soal soal untuk anak anak kelas 6 semester dua. “Uuuh! Naira tidak pantas jadi kakak! Pokoknya.. Jadi. Oh ya. “Yeee! Memangnya siapa yang ngajak teriak-teriak?” balas Danu kepada Dania. “Iya. Naira menuju toilet lantai dua dan yang ikut teriak–teriak tadi.“Maira! Bersihkan toilet lantai satu! Naira! Bersihkan toilet lantai dua! Dan yang tadi ikut–ikutan berteriak. iya!” seru Maira saat teringat sesuatu. Akhirnya. Dania dan Danu saling teriak. tanganku bisa patah kalau harus mengerjakan seperti itu. kalian harus menyalin seratus soal itu dan menulis jawaban lagi. aku gak ikhlas sih melakukannya. meuju toilet lantai tiga. Apalagi. Tapi. soalnya ada seratus. anak rukun kok saling teriak saat pelajaran IPA dan dihukum membersihkan toilet?” sindir mama. tetap bisa mendengar suara orang di toilet sebelah. aku lebih pintar dari Naira!” gerutu Maira sambil menyirami lantai toilet dengan air. Maira.” jawab Maira dan Naira sambil tersenyum dengan paksa. Maira berlari menuju toilet lantai satu. . sapa mama ketika Maira dan Naira sampai di rumah. bersikan toilet lantai tiga! SEKARANG !!!” perintah BU Endah. Maira dan Naira langsung lemas ketika mengetahui soal PKN alias Pendidikan Kewarganegaraa adalah pelajaran yang paling tidak disukai Maira dan Naira. “Tapi.

Mereka cemberut saja kerjanya. Maira dan Naira masih juga marahan.” kata Mira mengumumkan. Pertama–tama. “IPA. “Begini saja deh ..” Kata Kaysha mengumumkan. . “kita tes saja siapa yang lebih pintar. Sekarang. “Jadi. semua orang punya kelebihan dan kekurangan. Keesokan harinya… Di sekolah. Matematika. Maira dan Nairasudah berbaikan dan menjadi saudara kembar yang rukun lagi.. Buktinya. Maka. Maira dan Naira lemah dalam pelajaran PKN. Pintar di bidang yang berbeda..” Ujar Novita. mereka dites matematika.!” “Iya . Maira!” kata Dania memotong ucapan Maira. Setelah itu. Tapi. deh.Dan malam itu. Mereka berdua baru sadar kalau kelebihan tiap orang itu berbeda. setuju!” timpal Andi. soalnya menulis seratus soal sebanyak lima kali. Pegeeel banget. Mereka masih juga berpikir lebih pandai dari saudaranya. yang lebih tinggi nilainya Naira. kalian berdua sama sama pintar. “Intinya.” kata Kasysha yang mencoba merukunkan hubungan mereja. “Hmmmm. acara Maira vs Naira berhenti. Maira dan Naira malu sekali. aku lebih… “ “Kelebihan semua orang berbeda beda. “Jadi. Maira tersenyum sinis kepada Naira. Akhirnya. yang lebih tinggi nilainya Maira.. siapa yang lebih pintar?” Tanya Naira yang tidak sabar ketika selesai dites. Maira dan Naira pun dites oleh mereka. Maira dan Naira tidur dengan tangan yang terasa patah. mereka dites IPA.

Ga bakal bocoriiinnn. “Tadi?? Abis beli seragam yang baruu. Sampe nyebut nama panjang segala! Komiknya kan seru banget! Ada apa sih??” ujarnya jengkel. Mencari kata yang tepat dulu. udah janji dosa lho kalo boong! Kenapa kamu dari tadi diem dan murung teruus?” seru Shara. Pukul 2:30. “Jangan kasih tau siapa-siapa ya. “Eh Najma. karena bapak sehari kerja Cuma dari jam 8:30 pagi sampai jam 4:30 sore. “Eh iya apa? Siapa? Kapan? Dimana?” Shara latah.. kenapa tuh si Intan?” tegurku pada Shara yang asyik membaca komik humornya. Intan nunggak SPP 2 bulan berarti jadi Rp500.” kata Shara. “Mau nanya. “Kamu kenapa sih. gugup... “Hmmm. “Iya” kata Intan singkat...Story About Me and Friends Aku dan Shara sedang bergurau. Shara tak menggubris. tadi aku ngobrol dikit kok sama Olla” katanya. Ngaku aja deeehhhh. Salsa..” Sapaku. kenapa ya si Intan diem terus? Padahal Olla juga lagi ada di mejanya Alya sama Jasmine.? Bapak cuman supir salah satu keluarga. uang lebih kadang Cuma 20 ribu... keliatannya sih lagi baca komik buatn mereka. menjawab pertanyaan Intan. dan di hari Sabtu bapak ngojek. . Sebenernya. “INtan. bel pulang berbunyi. ini bener-bener rahasia. Dea... Dia sedang terdiam sendiri. Hmmm. Mataku menangkap Intan. Biasanya si Intan ikutan?” ujarku. Jadi 500 ribu kan.Sama bayar SPP atau iuran bulan ini.? Tapi gimana mau bayar.. Saking KEPO alias mau tahu aja aku sampe bilang Sumpah-Sumpah segala. “Liat deh. Aku udah nunggak SPP selama 2 bulan. Itupun harus dipakai yang lain. tanpa ba bu be bo dia malah menarik lenganku ke meja Intan.” c erita Intan panjang.000 rupiah yang harus dibayar dan lima ratus ribu rupiah itu bukan jumlah sedikit. tak sabar.. Gaji bapak perbulan saja kalau tidak salah kurang lebih 300 ribu. Kiara. Shara kok main langsung nyahut gitu sih.. kok dari tadi diem terus? Keliatannya lagi sedih ya? Olla lagi di meja Jasmine... Shara melotot. Siska. “Ada apa Shar? Kok kamu ngagetin aku segitunya siih. “Enggak kok. Teman-teman yang lain juga. Dhiya. “Iuuuhhhh!” seruku.” aku bingung mulai dari mana. yang berada di baris depan.. Untuk makan. karena dua pelajaran terakhir ini kosong. “Udah. dan semuanya sedang bercanda tawa. Aku enggak apa-apaa. Cuma lagi enggak mau baca komik aja. “Samperin yuk” Tanpa jawab pertanyaanku. “Dan ibu hanya buka warung kecil disamping rumah doang. ada apa Naj?” ia terlihat kaget karena sepertinya sedang melamun. Eh ya. “Shar.” kataku. tapi tadi Najma dari mana?” Intan akhirnya menyerah juga. temanku.. 250 ribu kan ya Shar?.. Aku dan Shara diam. Hmmm. Kuputar mataku ke segala arah. Masa langsung nyerocos. “OH” “Ayo.” Intan menarik napas. Kucubit pelan paha Shara.” UJarku.... Wkwkwk.. Icha. Tapi kamu jawab yang serius ya.. biasanya kamu ikut” Aku kaget. hihi. “Janji ya lho. Sumpaaah. “Woy!! Kayshara Audiva Kyrani!!” seruku.

kalung” kataku. jus jeruk. sekotak donat keju. “Kak. Icha dan Raissa mengangguk. Kami pulang pukul 11 siang. Alhamdulillah. Laki-laki pada keluar setelah Shalat Jum’at di Masjid Jami An-Nadaa diseberang bazaar ini. Alya. “Yuk. jepitan yang dibuat dari sedotan. dan minggu ada bazaar yang jual makanan sama aksesoris gitu. Icha. stiker. Shara. Sa. Setuju semua.. dapat uang 157. Jasmine. “Gimana kalau jualan?” usul Dea. rapat di kelas. 10 batang lollipop. tiba-tiba melontarkan usul. Kami melayani banyak sekali. 15 batang coklat.Jus jeruk “Sudah hamper mulai bazarnya! Tuh liat Priscil (panggilan buat Priscila).Donat keju . sekotak donat meisis. Dena.Coklat batangan . coklat. Shara. yang rumahnya di Flowerist Housing. 50% nya pada mampir ke bazaar. dan Olla jualan di sekolah ke adik-adik kelas 1 sampai kelas 4. gimana? Dapet berapa? Laku enggak?” tanyaku bertubi-tubi. Tapi pasti maish kurang.Permen lollipop . Hari Jum’at. sama Raissa bagian jualan aksesori kayak jepitan. . Icha. lollipop. Dea.500. donat. Intan memang anak yang baik. Siapa yang rumahnya di kompleks Sunset Valley” seruku. “Gimana kalau aku. bagus dan murah!” seru Priscila. “Pris. Priscila. “Oke. sama Dea yang bagian jualan makanan di bazaar itu. Raissa jualan di itu!” seruku. kita beli aksesori-aksesori di ‘Melody Shop aja. Kami bersebelas (di kelasku yang perempuan ada 11). komplek aku tiap jumat.. Aku membicarakan masalah Intan.DOnat meisis . Shara. dan kami bubar.Aku sudah mengumumkan jangan pulang dulu semuanya yang perempuan. Aku. “Kita. Cha. Semua sudah sepakat. Alhamdulillah. “Great. dan Alya akan menjual makanan dan minuman yakni: . Dea! Di depan kompleks rumah Sunset Valley. dan Raissa mengangkat tangan. “SETUJU!!!” teriak kami yang rumahnya di kompleks Sunset Valley. “Kalau soal barang yang dijual? Bisa nggak ikhlas aja beliin barang jualannya?” ujar Alya. sama yang lain?” kata Siska. sabtu. sudah kan?” absen Dea. siap-siap ya! Es the siap. Alya. dan Icha. Priscila. dari 20 gelas es the manis. dan 10 gelas es jeruk laku semua. es teh manisnya berapa?” Tanya seorang anak laki-laki yang kayaknya sih berumur 7-8 tahunan. “Gimana kalau aku.Es Teh Manis . yang rumahnya nggak di Kompleks Sunset Valley?” Tanya Dena. dan tidak pernah rendah diri walau miskin. “udah” kompakku dan Shara.

temen temen kakak. kata mereka hasil jualan keliling komplek dapet 123. amanah” kata ummi. digabung terkumpul 115. harganya 22 rb. legkaplah. laku semuaa! Ga ada sisa! Dapat 175. ummi certain ke temen ummi.000 jadi satu juta delapan ratus tujuh puluh tiga. Alhamdulillah. makasih berat. abi certain tentang teman kamu ke teman abi. Senin hari.000 Maaf dikit ? Berarti. “Wah. “Alhamdulillah. alat tulisnya najma. Uang baru terkumpul kira-kira Rp 458. ini jadi ada 500. lagi diskon smpe lusa. Ada sejuta. kuat bahannya. bagus juga kan. Dena.! 573. AKu setuju banget sama jasmine ^_^ Salmadea_audiva123: Boleh tuch. sumbangan dari bundaku 100. Siska. Jasmine_khainisa09: Bunda mau ikut nyumbang juga. . dll lah” kata Dea.000. aku tau toko yg jual tas bagus-bagus tapi lumayan harganya. umi dan abi aku pada mau nyumbang buat Intan...” kataku. Kami sekelas jualan jepitan. Ga ada sisa!” seru Dea senang.. ada yang mau nyumbang 300..500. Harganya 90. Lagian lebih bagus kalo ngepas satu juta. ditambah hasil kita 573 ribu. pensil biasa 1. penghapus 1.. “Gimana ya. dan loose leaf pada adik-adik kelas.000 nih buat temen kamu. Shara_Kyranni: yang beli tasnya Dea. penggaris.000.000! Sorenya.000. Jasmine dan Olla?” “Aku SMS Dena. ada beberapa yang mau nyumbang. Kasihin ya. mereka jualan jepit dari sedotan. kebetulan ada yg model baru. nyumbang 200. Mau ga? Priscila1111: Mau lah.000” kata abi malamnya. “Dek Najma. Gede banget! Gmn 173... Masih kurang sedikit lah. pensil yang dikaish hiasan.500.000 nya kt pke beliin dia tas dan alat-alat tulis? klo spatu dia kan bru dikasih sm Diandra.000. alat tulis. penghapus. Alhamdulillah. 100. Alhamdulillah.“Alhamdulillah lho Naj. di sekolah. trs ktnya ibunya Shara mau nyumbang 200. temen kakak ada yang mau bantu temen kamu nih. ditambah sumbangan dari najma satu juta.. Alhamdulillah!! Lebih. bilangin!” “Dek Najma.. “ALHMADULILLAH! Makasih ya.. ada pulpen 2. Mau ga? Najmanabilaaa: boleh banget ? ? ? Denaniratafidha01: RT Najma ^_^ Olla_star: Boleh tuch Najmanabilaaa: Aku juga ada baru nemu di pertokoan alat tulis lengkap motif garis-garis.000! Kasihin ya” kata kakakku Adinda. pensil mekanik 1. Najmanabilaaa: Hei. “Dek Najma. Ku mengajak temen perempuan sekelas 5A konferensi lewat YM.000.. Kalau kamu? Gimana?” seru Priscil. Aku dapat 157. “Alhamdulillah. Alhamdulillah!” seruku.

penggaris.000! Diskon 30%” kataku. Aku dapat tugas membelikan alat-alat tulis. “Tuh.. . buat Intan?” Kataku minta persetujuan. wkwkwk. yuuk! Najmanabilaaa: Udah ya. Eh kok icha baru nongol. Ntar kasihinnya hari Senin minggu depan ajaa. dua lembar 100 ribu dan menerima kembalian. Kuambil deh. Pake sepada! Terus mau ke Disney World! Toko baru itu loh!” kataku. “Oke lah. Karena aku sambil membawa uang satu juta delapan ratus tujuh puluh tiga ribu rupiah! Hasil jualan+sumbangan buat Intan. Di Disney World. pensil. Aq setuju Najmanabilaaa: Gimana? Kebetulan uang hasil jualan kita sudah di aku kan? Waktu itu Priscil udah ngasihin waktu ketemuan. “Iya yah! Bagus.000! Murahnya! Beli ini aja ya De. tak mau emnguping.. penghapus. pukul 3:30 alias setengah empat. Jasmine_khainisa09: iya baru aja bunda transfer Najmanabilaaa: Dea ketemuan sm aku di taman Sunset Valley Salmadea_audiva123: Ok. pulpen.. Taunya ada kak Dina. peraut. Sesampainya di Taman Kompleks Sunset Valley. “Gak telat kok Naj. langsung To The Point. yang kamu pilih saja..” kata Dea. kakak Dea. Dea mengacungkan jempol.. Kami akan membayarnya menggunakan uang ini. iya boleh” kkata ummi.. Kami juga membelikan 5 buah buku tulis. Jasmine. km transferin uang sumbangan bunda km ya. plus notes lagi!. pake sepeda. Eh kamu mau beli tasnya di toko mana? Aku di Disney World” Kataku.. Yang kutahu alat tulis lengkap di diskon 25 persen sementara tas diskon 35%! Gimana gak ngiler? “Oh. “Iya! Tapi sama kak Adinda! Terus mau kemana?” jawab ummi. ke rekening bank aq. Aku janjian sama Dea hari ini. Senin. “Jadi Rp 136... Dimana? Disney World? Aku ebli tasnya disana juga ah! Ayo!” Dea bangkit. “Dea! Maaf ya telat. Ini sudah jam 3:20. “Tasnya yang ini bagus? Lagipula banyak kok anak kelas 5 tasnya ada yang kartun!” kata Dea. aku disuruh umi udahan maen computer Tak ada yang membalas lagi. Kita berempat ke Disney World deh. Kulihat kak Adinda menjauh. Kta bikin kejutan gt looh Khairumnisa_icha: SETUJU.000 rupiah” kata kasir. Aku pergi ya! Janjian sama Dea di taman Sunset Valley!” seruku minta izin. Dea sama najma belinya bisa hari ini/sabtu. Diskon 25%! Harganya 32. AKu menyerahkan uangnya. Semuanya gimana? Setuju Shara_kyranni: Setuju lah. Tau-tau semua dah offline. ada yang motif garis-garis dan sakunya gambar Minnie Mouse! Itu saja! Harganya 89. baru 2 hari lalu bukanya. Itu toko baru. “Wih! Alat tulis ini lengkap nih! Tip-ex.Jasmine_khainisa09: Boleh tuh naj. sumbangan untuk intan+hasil jualan.. Aku pun diantar kak Adinda. jadi disana ada diskon. “Ummi. Disney World itu toko tempat aku mau beli alat-alat tulis. pensil mekanik. Risandasiska_: Aku jg bru nongool.

mereka bersedia (yang cowok) jualan dan hasilnya 50. alat tulis. pada kita semua dengan terharu. Najma. tempat pensil (Kita juga tau tempat pensilnya hanya berupa kantong kecil). plus kita juga pesan baju seragam sekolah AnNadaa yang batik. buku tulis. aku enggak tau. silakan maju” kata bu Nisha. ah. jelas dia sedih sekali.. Perwakilan dari kelas. lalu menyodorkan plastik kreset yang berisi alat sekolah untuk Intan. “Anak-Anak… Bagi yang belum melunaskan SPP Bulan lalu dan sekarang. Saya akan segera melunaskannya saat Bapak punya uang” kata Intan pelan. “Intan. Terus. Yang laki-laki sudah tau lho! Baiknya. ya. Jasmine yang membawa kamera digital memotrt-motret dan akhirnya terjadilah acara narsis-narsisan. “Berterimakasihlah pada semua anak kelas ini. sejumlah. Dan kita sudah melunaskan SPP-mu sebesar 500 ribu.Aku sudah menyerahkan uang buat Intan. Aku segera maju. terutama yang perempuan. Intan menganga.. Ga banyak kata-kata sih buat Intan. .. karena tau kamu kekurangan uang untuk membayar SPP kita bersedia berjualan dan mengumpulkan uang. ada beberapa barang juga buat kamu. “Iya” kata bu Nisha. Dia menangis terharu. “Yah.. semuanya” kata Intan.. Hanya.” kata bu Nisha. Semua mata tertuju kepada INtan dan tersenyum. kita sekelas. kaus kaki (kita tau kaus kakinya sudah bolong-bolong). karena 500 ribunya sudah dipaakai bayar SPP Intan. “Maaf bu baru sekarang! Tadi baru! Aku lupa terus!” Celetuk Faiz. “Maaf Bu... Ia tak percaya itu. “Terima kasih ya. Yangperempuan akhirnya menangis semua karena terharu. Yang laki-laki pada lari keluar semua. Dari nada suaranya.” kataku. Karena mereka bersedia jualan dan sebagainya untuk memberikanmu uang. “Intan. Bu Nisha memberikan isyarat untuk berbicara.. SPP bulan ini dan bulan lalu sudah lunas” kata bu Nisha. Ada tas.000. tolong segera!” seru Bu Nisha. “Sudah lunas? Tapi saya belum bayar bu!” Intan terheran dan kaget.