Anda di halaman 1dari 14

*

*DEFINISI
* Dapat dikatakan sebagai rasa nyeri atau rasa tidak
mengenakkan pada daerah atas kepala memanjang dari orbital sampai ke daerah belakang kepala (area oksipital dan sebagian daerah tengkuk).

* Nyeri kepala adalah nyeri yang berlokasi di atas garis

orbitomeatal. Pendapat lain mengatakan nyeri atau perasaan tidak enak diantara daerah orbital dan oksipital yang muncul dari struktur nyeri yang sensitif.

*
* I. Nyeri kepala PRIMER
* * * *
Migren Tension Type Headache Cluster headache Other primary headaches

* II.Nyeri kepala SEKUNDER * Nyeri kepala yang berkaitan dengan trauma kepala dan / atau leher. * Nyeri kepala yang berkaitan dengan kelainan vaskuler cranial atau servikal * Nyeri kepala yang berkaitan dengan kelainan non vaskuler intracranial. * Nyeri kepala yang berkaitan dengan substansi atau withdrawalnya. * Nyeri kepala yang berkaitan dengan infeksi. * Nyeri kepala yang berkaitan dengan kelainan hemostasis * Nyeri kepala atau nyeri vaskuler berkaitan dengan kelainan kranium, leher, mata,
telinga, hidung, sinus,gigi,mulut, atau struktur facial atau kranial lainnya. * Nyeri kepala yang berkaitan dengan kelainan psikiatrik.

*
* Definisi Tension Type Headache (TTH) * Merupakan sensasi nyeri pada daerah kepala akibat kontraksi

terus menerus otot- otot kepala dan tengkuk ( M.splenius kapitis, M.temporalis, M.maseter, M.sternokleidomastoid, M.trapezius, M.servikalis posterior, dan M.levator skapula).

* Etiologi dan Faktor Resiko Tension Type Headache (TTH) * Stress * Depresi * bekerja dalam posisi yang menetap dalam waktu lama * kelelahan mata * kontraksi otot yang berlebihan * berkurangnya aliran darah * ketidakseimbangan neurotransmitter seperti dopamin,
serotonin, noerpinefrin, dan enkephalin.

* Klasifikasi Tension Type Headache (TTH) * Tension Type Headache episodik frekuensi serangan tidak mencapai 15 hari setiap bulan berlangsung selama 30 menit 7 hari * Tension Type Headache kronik frekuensi serangan lebih dari 15 hari setiap bulan berlangsung lebih dari 6 bulan.

* Diagnosa Tension Type Headache (TTH)


* Tension Type Headache harus memenuhi syarat yaitu sekurang
kurangnya dua dari berikut ini :

sensasi tertekan/terjepit intensitas ringan sedang lokasi bilateral tidak diperburuk aktivitas tidak dijumpai mual muntah tidak ada salah satu dari fotofobia dan fonofobia.

Gejala klinis dapat berupa nyeri ringan- sedang berat


tumpul seperti ditekan atau diikat tidak berdenyut Menyeluruh nyeri lebih hebat pada daerah kulit kepala, oksipital, dan belakang
leher

terjadi spontan memburuk oleh stress, insomnia, kelelahan kronis, iritabilitas,


gangguan konsentrasi

kadang vertigo, dan rasa tidak nyaman pada bagian leher, rahang serta
temporomandibular.

* Pemeriksaan Penunjang Tension Type Headache (TTH)

* Tidak ada uji spesifik untuk mendiagnosis TTH dan pada saat

dilakukan pemeriksaan neurologik tidak ditemukan kelainan apapun. TTH biasanya tidak memerlukan pemeriksaan darah, rontgen, CT scan kepala maupun MRI.

* Diferensial Diagnosa Tension Type Headache (TTH) sakit kepala pada spondilo-artrosis deformans sakit kepala pasca trauma kapitis sakit kepala pasca punksi lumbal migren klasik migren komplikata cluster headache sakit kepala pada arteritis temporalis sakit kepala pada desakan intrakranial sakit kepala pada penyakit kardiovasikular sakit kepala pada anemia.

* Terapi Tension Type Headache (TTH) Relaksasi : bed rest, massage, latihan biofeedback
Pengobatan farmakologi :

simpel analgesia dan/atau mucles relaxants Ibuprofen naproxen sodium

* Prognosis dan Komplikasi Tension Type Headache (TTH) Progonis penyakit ini baik, dan dengan penatalaksanaan yang
baik maka > 90 % pasien dapat disembuhkan.

Komplikasi TTH : rebound headache yaitu nyeri kepala yang disebabkan oleh
penggunaan obat obatan analgesia seperti aspirin, asetaminofen, dll yang berlebihan.

* Pencegahan Tension Type Headache (TTH) mencegah terjadinya stress dengan : olahraga teratur istirahat yang cukup relaksasi otot (massage, yoga, stretching) Meditasi biofeedback. behavioral therapy

Menganti bantal atau mengubah posisi tidur


mengkonsumsi makanan yang sehat.