Anda di halaman 1dari 3

GI (Group Investigasi)

Model pembelajaran kooperatif tipe group investigasi telah banyak dibahas pada blog ptk dan model pembelajaran ini. Silakan baca tentang model pembelajaran kooperatif group investigasi: Model pembelajaran kooperatif telah diyakini oleh banyak ahli pendidikan sebagai model pembelajaran yang dapat memberi peluang siswa untuk terlibat dalam diskusi, berpikir kritis, berani dan mau mengambil tanggung jawab untuk pembelajaran mereka sendiri (Gokhale, 1995:6). Meskipun model pembelajaran kooperatif mengutamakan peran aktif siswa bukan berarti guru tidak berpartisipasi, sebab dalam proses pembelajaran guru berperan sebagai perancang, fasilitaor dan pembimbing proses pembelajaran. Dalam implementasinya, pembelajaran kooperatif tipe group investigasi, setiap kelompok presentasi atas hasil investigasi mereka di depan kelas.Tugas kelompok lain, ketika satu kelompok presentasi di depan kelas adalah melakukan evaluasi sajian kelompok. Model pembelajaran kooperatif tipe group investigasi dapat dipakai guru untuk mengembangkan kreativitas siswa, baik secara perorangan maupun kelompok. Model pembelajaran kooperatif dirancang untuk membantu terjadinya pembagian tanggung jawab ketika siswa mengikuti pembelajaran dan berorientasi menuju pembentukan manusia sosial (Mafune,2005:4). Model pembelajaran kooperatif dipandang sebagai proses pembelajaran yang aktif, sebab siswa akan lebih banyak belajar melalui proses pembentukan (contructing) dan penciptaan, kerja dalam kelompok dan berbagi pengetahuan serta tanggung jawab individu tetap merupakan kunci keberhasilan pembelajaran. Asumsi yang digunakan sebagai acuan dalam pengembangan Model pembelajaran kooperatif tipe group investigasi, yaitu (1) untuk meningkatkan kemampuan kreativitas siswa dapat ditempuh melalui pengembangan proses kreatif menuju suatu kesadaran dan pengembangan alat bantu yang secara eksplisit mendukung kreativitas, (2) komponen emosional lebihpenting daripada intelektual, yang tak rasional lebih penting daripada yang rasional dan (3) untuk meningkatkan peluang keberhasilan dalam memecahkan suatu masalah harus lebih dahulu memahami komponen emosioanl dan irrasional.

Bagaimanakah bentuk instrumen untuk mengevaluasi efektivitas kelompok pada model pembelajaran kooperatif Group Investigation (GI / Group Investigasi)?
Masih terkait tulisan sebelumnya tentang model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI), kini blog http://penelitiantindakankelas.blogspot.com akan memberikan contoh instrumen untuk mengetahui efektivitas (keefektifan)

setiap kelompok kooperatif dalam memahami materi pelajaran. Pemahaman setiap anggota kelompok dalam model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) adalah salah satu aspek penting, selain evaluasi terhadap proses inkuiri setiap kelompok, dan evaluasi kerja kelompok-kelompok tersebut. Instrumen/alat evaluasi efektivitas kelompok kooperatif ini dapat diterapkan kepada siswa sebagai bentuk penilaian mandiri (self assessment), dapat pula dilakukan langsung oleh guru. Jika dijadikan sebagai alat evaluasi mandiri, maka yang guru harus lakukan adalah memberikan format tersebutkepada setiap siswa (anggota kelompok). Berikut adalah contoh instrumen / alat evaluasi untuk mengecek pemahaman terhadap efektivitas kelompok yang kami maksudkan dalam bentuk skala rating.

Sebagaimana para guru mungkin sudah ketahui, salah satu bagian penting dalam model pembelajaran kooperatif tipe group investigation adalah adanya kegiatan / proses inkuri oleh kelompok-kelompok kooperatif siswa. Salah satu tujuan dalam pembelajaran kooperatif group investigation adalah: siswa belajar bagaimana proses inkuiri, sebagaimana yang dilakukan oleh para ilmuwan itu dilakukan. Dalam hal ini tentu meliputi (1) tujuan inkuiri itu sendiri, (2) bagaimana proses inkuiri itu mereka lakukan; dan (3) produk dari inkuiri. Siswa-siswa dalam kegiatan ber-inkuiri ini seharusnya diajak merefleksi proses yang telah mereka lakukan, dan mengevaluasi kinerja mereka dalam ber-inkuiri.

Evaluasi dapat dilakukan melalui bentuk skala rating atau daftar ceklis. Melalui format evaluasi ini mereka diharapkan dapat melakukan evaluasi diri (evaluasi mandiri) saat diajak berpikir reflektif tentang kegiatan inkuiri yang telah mereka

lakukan. Penggunaan skala rating atau ceklis berupa evaluasi diri /evaluasi mandiri ini sangat bagus juga untuk meningkatkan kemampuan siswa berpikir analitis. Selain, tentu dapat menstimulasi terjadinya diskusi antar anggota-anggota kelompok kooperatif berdasarkan rambu-rambu dari skala rating / daftar ceklis tersebut.