Anda di halaman 1dari 10

RESUME MATERI Potensi dan Kendala Elemen Sumber Daya Air

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Statistik

Embuat

Disusun Oleh : Inas Nadia Hanifah 21040112130081 Kelas: A

PROGRAM STUDI SARJANA I JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2013

Potensi dan Kendala Elemen Sumber daya Air

Pengertian Sumber Daya Air Sumberdaya air adalah air dan semua potensi yang terdapat pada air, sumber air, termasuk sarana dan prasarana pengairan yang dapat dimanfaatkan, namun tidak termasuk kekayaan hewani yang ada di dalamnya (Sunaryo, 2004).

Manfaat Sumber Daya Air Beberapa karakteristik dasar dari sumberdaya air dinyatakan antara lain oleh aliran yang dapat mencakup beberapa wilayah administratif sehingga air sering kali disebut sebagai sumberdaya dinamis yang mengalir (dynamic flowing resource). Selain itu, air pun dimanfaatkan oleh berbagai sektor, tidak hanya untuk keperluan domestik seperti minum dan mencuci, namun juga untuk usaha di bidang pertanian, industri, pembangkitan daya listrik, peternakan hewan, serta transportasi. Oleh karena sifat air yang selalu mengalir, maka dengan sendirinya ada keterkaitan yang sangat erat antara kuantitas dan kualitas, hulu dengan hilir, in-stream dengan off-stream, air permukaan dengan air bawah tanah. Air memerlukan sifat kelanggengan ketika dipergunakan atau dimanfaatkan baik oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang (Sunaryo, 2004).

Ketersediaan dan Komposisi Air Ketersediaan air dipengaruhi oleh beragam faktor, baik populasi manusia yang mencapai 7 milyar, pemanasan global, berkurangnya hutan, perubahan cuaca yang ekstrim, bencana alam, dan lain sebagainya. Meskipun air adalah komposisi terbesar di bumi (berkisar 70%), namun yang dapat dipergunakan oleh manusia hanyalah 0,7%, baik berupa air tanah dan air permukaan, sisanya 97,2% lautan dan 2,1% es di kutub.

Dari sumber air yang dapat diakses manusia, air tanah-lah yang memiliki kualitas baik. Air tanah adalah air hujan yang meresap masuk ke dalam bumi dan tersimpan dalam lapisan akifer dan dalam kondisi jenuh. Air tanah dibedakan menjadi air tanah dangkal dan air tanah dalam. Air tanah menjadi penting karena sangat mudah diambil, tidak tercemar, dan belum banyak dieksplor, sedangkan pemanfaatan air tanah secara berlebihan berdampak pada struktur tanah dan cadangan air tanah.

Pengelolaan Sumber Daya Air Pengelolaan sumberdaya air adalah upaya merencanakan, melaksanakan, memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan konservasi sumberdaya air, pendayagunaan

sumberdaya air, dan pengendalian daya rusak air. Adapun visi dan misi pengelolaan

sumberdaya air adalah mewujudkan kemanfaatan sumberdaya air bagi kesejahteraan seluruh rakyat dan konservasi sumberdaya air yang adil untuk berbagai kebutuhan masyarakat. Salah satu tujuan pengelolaan sumberdaya air adalah mendukung pembangunan regional dan nasional yang berkelanjutan dengan mewujudkan keberlanjutan sumberdaya air (Sunaryo, 2004). Pengelolaan air dilakukan dengan proses: o Terpadu (multisektor) o Menyeluruh (hulu-hilir, kuantitas-kualitas, instream-offstream, air permukaan-air tanah) o Berkelanjutan (antar generasi) o Berwawasan Lingkungan o Satuan wilayah hidrologis: wilayah sungan atau DAS sebagai satuan pengelolaan o One river-one plan-one management

Potensi Sumber Daya Air o Air permukaan Adalah sumber air yang terdapat di atas permukaan bumi, dapat dilihat secara visual dengan tidak menggunakan peralatan tertentu. Air sangat potensial untuk kepentingan kehidupan, namun pemanfaatan air secara terus menerus

mengakibatkan turunnya permukaan air di daerah industri antara 3 15 m.

o Sungai Adalah suatu torehan dipermukaan lahan yang didalamnya terdapat air dan mengalir secara terus menerus ataupun pada waktu tertentu. Daerah sungai meliputi: aliran air, bantaran, tanggul, dan areal yang dinyatakan sebagai daerah sungai. o Danau Adalah cekungan alamiah dipermukaan bumi dan terdapat genangan air yang mempunyai volume yang besar. Sangat potensial dalam penyediaan sumber daya air

yang sangat besar, sehingga dalam pengelolaan dan pemanfaatannya akan memerlukan bangunan air lainnya. o Waduk Menampung kelebihan air dalam periode kelebihan air yang akan digunakan selama musim kering berikutnya. Digunakan juga sebagai tempat menampung air banjir untuk sementara waktu dan dilepas / dibuang ke hilir pada waktu banjir surut. Fungsi utama: memperbaiki dan menstabilkan aliran air sungai, baik dengan pengaturan penyediaan air yang tidak tetap dari suatu aliran sungai.

o Rawa Bersifat payau dan mengandung kadar asam yang cukup tinggi, dan sering disertai lahan gambut. Penyelenggaraan Konservasi Rawa: Perlindungan pengawetan secara lestari Peningkatan fungsi Pemanfaatan rawa sebagai ekosistem sumber

o Pantai Daerah rawa dengan ditandai oleh tumbuhan bakau dan atau mangrove.

Potensi air laut perlu memperhatikan: o Kelandaian dasar pantai o Sedimentasi o Kualitas air o Tumbuhan pada sepanjang daerah pinggir laut o Kedalaman air laut

Potensi air rawa dan laut: o Tambak udang, o Energi listrik dari ombak,

Permasalahan Sumber Daya Air Sumber daya air merupakan kebutuhan mendasar bagi kehidupan manusia, tanaman dan hewan. Ketersediaan air sangat diperlukan namun harus berada dalam jumlah yang cukup memadai, tidak berlebih atau kekurangan. Dalam perkembangannya terdapat beberapa maslah krusial yang memerlukan upaya tindak lanjut segera dan penanganan terpadu yaitu : 1. Lemahnya koordinasi di antara instansi yang terkait dan kurangnya akuntabilitas, transparansi serta partisipasi stakeholder daloam pengelolaan sumber daya air. 2. Meningkatnya konflik karena semakin terbatasnya ketersediaan air sementara kebutuhan air semakin meningkat. 3. Kurangnya dana untuk investasi dan tidak mencukupinya dana untuk cost recorvery 4. Semakin beratnya pencemaran air. 5. Meningkatnya kerusakan kawasan vegetasi hutan lindung yang merupakan daerah tangkapan air menyebabkan menurunnya debit aliran air sungai dan meningkatnya erosi dan sedimentasi. 6. Kurang efektifnya pemeliharaan jaringan irigasi dan belum terjaminnya biaya untuk rehabilitasi berkala jaringan irigasi. 7. Kurang memadainya organisasi pengelolaan tingkat wilayah sungai. 8. Kurang arukasinya data hidrologi dan kualitas air.

Konservasi SDA Konservasi Sumber Daya Air adalah upaya memelihara keberadaan serta keberlanjutan keadaan, sifat, dan fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup, baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang. (Pasal 1 Angka 18 UU Nomor 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air).

1. Konservasi Daerah Aliran Sungai Eksploitasi sumber daya alam tanah, hutan, dan air telah mengakibatkan semakin bertambahnya lahan kritis. Dampaknya akan mengubah tata air (siklus hidrologi) separti banjir, kekeringan, serta meningkatkan laju erosi dan sedimentasi. Untik mengatasi proses erosi dan sedimentasi itu diperlikan teknik konservasi tanah dan air. Sampai saat ini telah banyak usaha yang dilakukan untuk mengatasi kerusakan DAS, terutama yang berada di Pulau Jawa. Metode yang diterapkan adalah : a. Metode Vegetatif yaitu penggunaan tanaman untuk mengurangi daya perusak hujan yang jatuh sehingga mengurangi aliran permukaan dan erosi. b. Yang termasuk dalam metode ini antara lain reboisasi yaitu kegiatan penanaman pohon pada kawasan hutan dan penghijauan yaitu upaya rehabilitasi lahan luar kawasan hutan dengan tanaman tahunan. c. Metode teknik sipil yaitu pembuatan bangunan sipil untuk mengurangi aliran permukaan dan erosi dan meningkatkan penggunaan tanah serta memperbesar infiltrasi air ke dalam tanah. d. Yang termasuk dalam metode ini antara lain bending pengendali, waduk, tanggul, teras, pembuatan irigasi pada daerah pertanian, guludan, dan lain-lain.

2. Teknologi Pengendalian Banjir Banjir merupakan bahaya laten yang setiap tahun merusak dataran rendah disekitar sungai. Penyebab utamanya adalah kerusakan DAS di hulu sehingga menyebabkan debit banjir membesar, pendangkalan sungai, dan penutupan muara. Ini menyebabkan kapasitas sungai sangat menurun. Dalam rangka peningakatan usaha penanggulangan banjir perlu ditingkatkan beberapa hal yaitu : a. Meningkatkan fungsi waduk yang benar-benar dapat menampung dan meregulasi banjir, baik pembangunan baru maupun modifikasi bendungan lama. b. Meningkatkan kapasitas sungai dengan kanalisasi antar sungai, disamping caranya sama seperti penanggulan juga merupakan upaya normalisasi profil sungai dan sudetan.

c. Memperbaiki kondisi muara sekaligus menggali potensinya seperti bangunan kendali intrusi air laut dan waduk muara. d. Mengendalikan aliran sungai di hilir dengan membangun pompa, bangunan pintu air dan sebagainya. e. Pemeliharaan tanggul untuk mengantisipasi penurunan yang terjadi akibat timbunan di atas tanah lunak dan penggerusan tanggul akibat lalu lintas hewan dan manusia.

3. Teknologi Penanggulangan Kerusakan Sungai Mengingat pasir yang terbaik untuk kontruksi bangunan adalah pasir sungai maka beberapa sungai didaerah yang sedang dibangun sarana fisik banyak menderita kerusakan.Untuk itu diperlukan beberapa upaya pengendalian yaitu : a. Penyusunan pedoman teknis penambangan golongan C pada sungai. b. Penyusunan peta pada bagian atau ruas sungai yang dapat atau boleh ditambang dengan persyaratannya. c. Pengembangan aplikasi bottom controller untuk bangunan air dan bangunan bawah jembatan, 4. Teknologi Konservasi Air Tanah Pada PJP I telah dikembangkan suatu teknik recharge air tanah dengan cara penampungan dan peresapan air hujan pada perumahan sehingga selain mengubah air tanah juga mencegah banjir local. Di samping aplikasi tersebut, pada PJP II perlu juga dikembangkan teknologi waduk recharge yang dapat menyerap air hujan dan permukaan untuk imbuhan air tanah. Selain upaya konservasi jumlah ketersediaan air tanah diperlukan diperlukan pula konservasi kualitasnya karena terbukti pada beberapa daerah urban dan industry menjadi pencemaran air tanah. Pola tata ruang yang memerhatikan zona perlindungan bagi sumber air tanah perlu dikembangkan terutama dengan penurunan kuantitas air tanah. Pola tata ruang yang memerhatikan zona perlindungan bagi sumber air tanah perlu dikembangkan terurama dengan penurunan kuantitas air akifer pada beberapa kota besar akibat pemompaan sumur dalam yang tidak terkendali.

5. Teknologi Pengelolaan Kualitas Air Upaya pengendalian pencemaran air melalui program Prokasih yang sedang dilaksanakan sejak akhir Pelita V ternyata memerlukan dukungan teknologi, yaitu teknologi pengelolaan air limbah yang pada saat ini masih kurang. Beberapa pilot plant pengolahan air limbah telah dibangun dan diaplikasikan oleh industri, sedangkan prototype pengolahan air limbah industry secara gabungan masih dalam tahap pembangunan. Sistem pengolahan kuantitas air pada daerah aliran sungai perlu dikembangkan dengan memerhatikan kemampuan sunagi dalam menampung beban pencemaran air serta teknologi yang dibutuhkan dan standar air limbah yang ekonomis. Sistem pengelolaan kualitas air perlu pula diperhatikan pada penyusunan tata ruang spasial.

Sumber Literatur

http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/53084/BAB%20II%20Tinjauan%20Pustaka.pdf? sequence=2 http://mahadarmaworld.wordpress.com/2011/12/27/konservasi-sumber-daya-air/ http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=potensi%20sumber%20daya%20air&source=web&cd=7&cad =rja&sqi=2&ved=0CFIQFjAG&url=http%3A%2F%2Fhmtsunsoed.files.wordpress.com%2F2011%2F10%2F 2-potensi-sumber-daya-air.ppt&ei=UYtRUd3hNMnPrQf1l4C4Bg&usg=AFQjCNE_Pc9iKCjl8trcifntYcAYzxZSQ&bvm=bv.44342787,d.bmk http://penelitihukum.org/tag/pengertian-konservasi-sumber-daya-air/ http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._GEOGRAFI/196406031989031DEDE_ROHMAT/PW_PSDA-Pengelolaan_SDA.pdf

Anda mungkin juga menyukai