Anda di halaman 1dari 17

About

Pengertian Kalimat
Dec26

Kalimat adalah gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan pola intonasi akhir. Kalimat dapat dibagi-bagi lagi berdasarkan jenis dan fungsinya yang akan dijelaskan pada bagian lain. Contohnya seperti kalimat lengkap, kalimat tidak lengkap, kalimat pasif, kalimat perintah, kalimat majemuk, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah contoh kalimat secara umum : Joy Tobing adalah pemenang lomba Indonesian Idol yang pertama. Pergi! Bang Napi dihadiahi timah panas oleh polisi yang mabok minuman keras itu. The Samsons sedang konser tunggal di pinggir pantai ancol yang sejuk dan indah. Setiap kalimat memiliki unsur penyusun kalimat. Gabungan dari unsur-unsur kalimat akan membentuk kalimat yang mengandung arti. Unsur-unsur inti kalimat antara lain SPOK : Subjek / Subyek (S) Predikat (P) Objek / Obyek (O) Keterangan (K) 1. Predikat (P) Predikat dalam pandangan aliran struktural dianggap unsur yang paling penting dan merupakan inti kalimat. Predikat dalam bahasa Indonesia bisa berwujud kata atau frasa verbal, adjektival, nominal, numeral, dan preposisional. Perhatikan beberapa contoh kalimat di bawah ini: a. Yasmina duduk-duduk di ruang tamu. b. Anda dan saya tidak harus pergi sekarang. c. Letusan Gunung Merapi keras sekali. d. Makanan itu mahal. e. Ayah saya guru bahasa Indonesia. f. Anda guru? g. Anak kami tiga . h. Peserta audisi itu puluhan ribu orang. i. Dia dari Medan j. Pak Nurdin ke Saudi. Pada sepuluh kalimat di atas, terdapat bagian yang dicetak miring. Ada yang berbentuk kata maupun frasa (lebih dari satu kata). Kata atau frasa yang dicetak miring tersebut berfungsi sebagai predikat. Kalimat a dan b adalah contoh kalimat dengan predikat berkatagori verbal, disebut kalimat verbal. Kalimat c dan d adalah contoh kalimat dengan predikat berkatagori adjektival, disebut kalimat adjektival. Kalimat e dan f adalah contoh kalimat dengan predikat berkatagori nominal, disebut kalimat nominal. Kalimat g dan h adalah contoh kalimat dengan predikat berkatagori numeral, disebut kalimat numeral. Kalimat i dan j adalah contoh kalimat dengan predikat berkatagori preposisional, disebut kalimat preposisional. 2. Subjek (S) Disamping predikat, kalimat umumnya mempunyai unsur yang berfungsi sebagai subjek. Dalam pola kalimat bahasa Indonesia, subjek biasanya terletak sebelum predikat, kecuali jenis kalimat inversi. Subjek umumnya berwujud nomina, tetapi pada kalimat-kalimat tertentu, katagori lain bisa juga mengisi kedudukan subjek. Pada sepuluh contoh kalimat di atas, kata atau frasa Yasmina, Anda dan saya, letusan Gunung Merapi, makanan itu, ayah saya, anak kami, peserta audisi itu, dia, dan Pak Nurdin berfungsi sebagai subjek. Subjek yang tidak berupa nomina, bisa ditemukan pada contoh kalimat seperti ini: 1. Merokok merupakan perbuatan mubazir. 2. Berwudlu atau bertayamum harus dilakukan sebelum sholat. 3. Tiga adalah sebuah angka. 4. Sakit bisa dialami semua orang.

3. Objek (O) Objek bukan unsur wajib dalam kalimat. Keberadaanya umumnya terletak setelah predikat yang berkatagori verbal transitif. Objek pada kalimat aktif akan berubah menjadi subjek jika kalimatnya dipasifkan. Demikian pula, objek pada kalimat pasif akan menjadi subjek jika kalimatnya dijadikan kalimat aktif. Objek umumnya berkatagori nomina. Berikut contoh objek dalam kalimat: a. Dr. Ammar memanggil suster Ane. b. Adik dibelikan ayah sebuah buku. c. Kami telah memicarakan hal itu Suster ane, ayah, sebuah buku, dan hal itu pada tiga kalimat di atas adalah contoh objek. Khusus pada kalimat b. Terdapat dua objek yaitu ayah (objek 1) dan sebuah buku (objek 2) 4. Pelengkap (PEL) Pelengkap atau komplemen mirip dengan objek. Perbedaan pelengkap dengan objek adalah ketidakmampuannya menjadi subjek jika kalimatnya yang semula aktif dijadikan pasif. Perhatikan kata-kata yang dicetak miring pada kalimat-kalimat di bawah ini. Kata-kata tersebut berfungsi sebagai pelengkap bukan objek. Contoh: a. Indonesia berdasarkan Pancasila b. Ardi ingin selalu berbuat kebaikan c. Kaki Cecep tersandung batu. 5. Keterangan (K) Unsur kalimat yang tidak menduduki subjek, predidkat, objek, maupun pelengkap dapat diperkirakan menduduki fungsi keterangan. Berbeda dengan O dan PEL. yang pada kalimat selalu terletak dibelakang P, unsur yang berfungsi sebagai keterangan (K) bisa terletak di depan S atau P. Contoh: a. Di perpustakaan kami membaca buku itu. b. Kami membaca buku itu di perpustakaan. c. Kami /di perpustakaan/ membaca buku itu. d. Tono mencabut paku dengan tang. e. Dengan tang Tono mencabut paku. f. Tono /dengan tang/ mencabut paku. Pada enam kalimat di atas, tampak bahwa frasa di perpustakaan dan dengan tang yang berfungsi sebagai keterangan mampu ditempatkan di awal maupun di akhir. Khusus jika ditempatkan antara S dan P, cara membacanya (intonasi) harus diubah sedemikian rupa (terutama jeda) agar pemaknaan kalimat tidak keliru. Dilihat dari bentuknya, keterangan pada sebuah kalimat bisa dikenali dari adanya penggunaan preposisi dan konjungsi (di, ke, dari, kepada, sehingga, supaya, dan sejenisnya.). Akan tetapi, tidak semua keterangan berciri demikian, ada pula keterangan yang berbentuk kata, seperti pada contoh berikut: a. Kami telah mengengoknya kemarin. b. Tiga tahun kami telah bekerja sama dengannya.
Like Be the first to like this. This entry was posted on December 26, 2011. Bookmark the permalink. Leave a comment

Post navigation
Contoh Iklan Unsur Unsur Kalimat

Leave a Reply

Recent Posts

Keunggulan Android Smartphone Berbagai Manfaat Teknologi Informasi bagi Mahasiswa Peran Ibu dalam Pengawasan Internet pada Anak Tips Penulisan Ilmiah Menulis dengan Proses Berpikir

Archives

May 2012 April 2012 March 2012 December 2011 November 2011 October 2011 June 2011 May 2011 December 2010 November 2010

Categories

Uncategorized

Meta

Register Log in Entries RSS Comments RSS WordPress.com

Blog at WordPress.com. | Theme: Bouquet by Automattic. Follow

Follow elgrid
Get every new post delivered to your Inbox.
Powered by WordPress.com

Ingin Copy Paste?


<p><strong>Pengertian <a title="kalimat" href="http://kangmoes.com/artik atau <strong>definisi kalimat</s

Gunakan kode diatas untuk copy paste aman dan legal di blog anda. Lihat caranya

Nama Anda

eMail

Website (kalau punya)

oktaridro pangumbahas

saya sangat berterima kasih. Reply

qwerty saya sngat berterima kasih Reply

oktaridro pangumbahas

saya sangat terbantu dengan ini Reply

galau

sayaberterima kasih ;;) Reply

imroatul mufidah

infonya sangat membantu Reply

Handy Dannu

Terima kasih banyak Reply

hanna

terima kasih karena sngat membantu dlam penyelesaian tugas sya Reply pengertian kalimat, definisi kalimat, arti kalimat, arti frase menurut para ahli, kalimat arti, kalimat artikel, macam macam IPTEK dan manfaatnya, pengertian frasa menurut para ahli, pengertian kakimat Souvenir Pernikahan Saran Pernikahan

Situs ini bertenaga WordPress | Situs ini berisi Kumpulan Artikel

Yantisa [School Information]

Pribadi

"Belajar Itu Indah"

MACAM-MACAM KALIMAT
Mei 9, 2008

Kalimat dapat dibedakan berdasarkan bermacam-macam hal sebagai berikut: (1) Berdasarkan nilai informasinya (sasaran atau tujuan yang akan dicapai) kalimat dibedakan atas: (a) kalimat berita adalah suatu kalimat yang mengandung peristiwa atau kejadian. Kalimat Berita dibagi menjadi 2 bagian: 1. Ucapan langsung Contoh : Dia akan Pergi Bekerja 2. Ucapan tidak langsung Contoh : Rian bukan anak yang suka mencontek (b) kalimat tanya adalah suatu kalimat yang mengandung pertanyaan tentang yang belum diketahui Contoh : Kapan Kakak pulang ke rumah ibu? (c) kalimat perintah adalah kalimat yang berisi perintah kepada orang lain untuk melakukan sesuatu dan untuk mendapatkan tanggapan sesuatu. kalimat perintah dapat berupa : - suruhan - ajakan - permintaan - larangan (d) kalimat harapan (e) kalimat pengandaian (2) Berdasarkan diatesis kalimat dibedakan atas: (a) Kalimat Aktif adalah kalimat yang memiliki subjek untuk melakukan pekerjaan dan predikat yang berupa kata kerja me-atau ber- , Contoh : Adik mencuci baju kakak (b) Kalimat Pasif adalah kalimat yang memiliki subjek untuk melakukan pekerjaan dan predikat yang berupa kata kerja di- . Contoh : baju kakak dicuci oleh adik (3) Berdasarkan urutan katanya, kalimat dibedakan atas: (a) kalimat normal (subjek mandahului predikat) (b) kalimat inversi (predikat mendahului subjek) (4) Berdasarkan jumlah inti yang membentuknya, kalimat dibedakan atas: (a) kalimat minor ialah kalimat yang hanya mengandung satu unsur inti atau unsur pusat. contoh : Diam! (b) kalimat mayor ialah kalimat yang sekurang-kurangnya mengandung dua unsur inti. contoh : ria pergi kedapur , tia belajar di kamar

(5) Berdasarkan pola-pola dasar yang dimilikinya, kalimat dibedakan atas: (a) kalimat inti ialah kalimat yang memiliki ciri terdiri dari dua kata, berpola S-P, dan intonasinya netral. (b) kalimat luas ialah kalimat inti yang sudah diperluas dengan kata-kata baru sehingga tidak hanya terdiri dari dua kata. (c) kalimat transformasi ialah kalimat inti yang sudah mengalami perubahan baik berupa penambahan kata maupun perbanyakan unsur inti. Ciri-ciri kalimat inti: * hanya terdiri atas dua kata * kedua kata itu sekaligus menjadi inti kalimat (kata pertama menduduki jabatan subjek, kata kedua menduduki jabatan predikat) * urutannya adalah subjek mendahului predikat * intonasinya adalah intonasi berita yang netral (6) Berdasarkan jumlah kontur yang terdapat di dalamnya, kalimat dibedakan atas: (a) kalimat minim (hanya mengandung satu kontur) (b) kalimat panjang (mengandung lebih dari satu kontur) Kontur adalah bagian arus ujaran yang diapit oleh dua kesenyapan. Contoh: (i) # Pergi! # (ii) # Berita daerah membangun # disiarkan TVRI # setiap hari # Kalimat (i) adalah kalimat minim, sedangkan kalimat (ii) adalah kalimat panjang. (7) Berdasarkan jumlah klausa yang terkandung di dalamnya, kalimat dibedakan atas: 1. kalimat tunggal (kalimat yang hanya mengandung satu klausa/satu pola S-P) 2. kalimat majemuk (kalimat yang mengandung lebih dari satu klausa/lebih dari satu pola S-P) Kalimat majemuk, berdasarkan hubungan antar klausanya dibedakan lagi atas: (b. 1) kalimat majemuk setara ialah kalimat majemuk yang klausa-klausanya sama tinggi kedudukannya. kalimat majemuk setara dibagi menjadi 5 bagian : a. Kalimat Majemuk Setara Penggabungan: kalimat yang menggunakan kata penghubung dan b. Kalimat Majemuk Setara Penguatan: kalimat yang menggunakan kata penghubung bahkan c. Kalimat Majemuk Setara Pemilihan: kalimat yang menggunakan kata penghubung atau d. Kalimat Majemuk Setara Berlawanan: kalimat yang menggunakan kata penghubung tetapi, sedangkan, melainkan e. Kalimat Majemuk Setara Urutan Waktu: kalimat yang menggunakan kata penghubung kemudian, lalu, lantas. (b.2) kalimat majemuk betingkat adalah dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya berbeda yang memiliki unsur induk kalimat dan anak kalimat. Contoh : Ayah mencuci motor ketika matahari berada di ufuk timur. (b.3) kalimat majemuk campuran gabungan antara kalimat majemuk tunggal dan kalimat majemuk setara. Contoh: Andi bermain dengan budi. (b.4) kalimat majemuk rapatan

(8) Berdasarkan Pengucapannya Kalimat dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu: 1. Kalimat Langsung Kalimat langsung adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan orang. Kalimat langsung juga dapat diartikan kaliamt yang memberitakan bagaimana ucapan dari orang lain (orang ketiga). Kalimat ini biasanya ditandai dengan tanda petik dua (.) dan dapat berupa kalimat tanya atau kalimat perintah. Contoh: - Tina berkata: Ria, jangan membuang sampah itu disembarang tempat! 2. Kalimat Tak Langsung Kalimat tak langsung adalah kalimat yang menceritakan kembali ucapan atau perkataan orang lain. Kalimat tak langsung tidak ditandai lagi dengan tanda petik dua dan sudah dirubah menjadi kalimat berita. Contoh: - Kakak berkata bahwa dia senang melihat aku mendapatkan pekerjaan
Suka Be the first to like this.

Kategori: Bahasa Indonesia 33 Komentar Dikaitkatakan dengan:

RANGKUMAN PELAJARAN

JANJIKU Pinta hambamu Comments on: "MACAM-MACAM KALIMAT" (33)

1. Adam x said: Agustus 14, 2009 pada 10:31 am

Thx ya. Buat ngerjain tugas cuk !

2. esa said: Oktober 11, 2009 pada 10:29 pm

adalagi gk slain isi berita di atas seperti berdasarkan struktur,gramatikal danleksikalnya

3. anik said: Oktober 14, 2009 pada 10:01 am

I like it! tapi lebih baik lagi, jika dilengkapi dengan contoh kalimatnya

yantysa said: Januari 22, 2010 pada 5:08 pm

terma kasih.. untuk materi lain akan dicoba

4. RIKE RUMIYANTI said: November 7, 2009 pada 8:31 pm

Mohon beri contoh contoh kalimat berdasarkan kontur

5. jamaludin afandi said: November 9, 2009 pada 3:12 pm

mw tnya klo kalimat provokatif apa an??

6. NINA said: Desember 10, 2009 pada 3:53 pm

kenapa yang ditulis tidak mendetail,dan cuman garis besarnya/pointnya saja???/

7. winda said: Januari 4, 2010 pada 11:16 am

klo kalimat lepas itu apa ya ??? termasuk ke dlm macam kalimat gak ??

8. eka said: Januari 4, 2010 pada 5:22 pm

kurang lenkap

yantysa said: Januari 22, 2010 pada 4:59 pm

terima kasih kritik

9. nisa said: Januari 17, 2010 pada 11:24 am

mbak,tolong kalau nerbitin entri kasih penjelasannya juga yaaaaa!!!!!!!! thanks

yantysa said: Januari 22, 2010 pada 4:59 pm

saya akan mencoba

yantysa said:

Februari 21, 2010 pada 8:52 pm

ok

10. Najamuddin said: Juni 17, 2010 pada 8:50 pm

Makasi artikelnya ya

11. Afifah Syabania Sanubari said: Agustus 1, 2010 pada 7:54 am

hasil na tx terlalu bgs

yantysa said: Oktober 1, 2010 pada 1:40 pm

terima kasih atas kritiknya

12. rora said: Agustus 2, 2010 pada 3:53 pm

thx a lot bner2 ngebantu wat tugas b.indo neh

13. made said: Agustus 6, 2010 pada 8:14 am

diperlukan penjelasan yang lebih rinci

14.

irmanursinta said: Agustus 20, 2010 pada 5:08 pm

asslamu alaikum ba bisa g uraikan pengertian tentang kalimat ambigu mnurut emba atau dari sumbernya. mff ba udh ganggu

yantysa said: Oktober 1, 2010 pada 1:39 pm

maaf. baru bisa lihat.. akan saya cari

monica said: Januari 25, 2011 pada 6:00 pm

.ya gak papa.. .salam kenal.

15. cytha said: Desember 29, 2010 pada 6:22 pm

kalau bisa di perjelas lagi macam-macam kalimatnya

16. billa said: Maret 9, 2011 pada 6:44 pm

koq disini g da kalimat langsung,tak langsung,intransitif ma transitif eaa.??

17. gufta (@gufta1) said: September 6, 2011 pada 10:29 am

tq ya ni yg kucari buat ngerjain tugas

18. ria said: September 28, 2011 pada 10:28 pm

mba .. pengertian2nya sudah dpt saya fahami, tapi saya akan lebih memahaminya lagi apabila d sertai contoh2nya

19. ahmad salim said: November 23, 2011 pada 5:14 pm

kalimat-kalimat yang anda masukkan sempurna

20. Yusuf said: Januari 14, 2012 pada 8:15 am

Mbak Tisa, kalau diperbolehkan saya minta referensi nama-nama judul buku yang membahas tentang kalimat minor. terima kasih sebelumnya. ini email saya: matalang_pwr@yahoo.co.id

21. nurul said: Februari 22, 2012 pada 8:40 am

mbak macam-macam kalimat tanya nya dong

22. edogawa el bart said: Februari 27, 2012 pada 8:39 pm

thanks yaw uwda ngunggah artikel ne, artikel ne sangat berguna bagi saya. . .sukses slalu.

23. hendri said: Februari 28, 2012 pada 9:18 am

ini buat bantu ngerjain pr bahasa

24. damar alamsyah said: April 25, 2012 pada 1:31 pm

thx sodara,,,,,,,,,,,,,

25. adit said: Juni 8, 2012 pada 11:31 am

kalau contoh kalimat tanya samar gmana ya?????????? ditunggu jawabanya secepatnya.

yantysa said: Juli 23, 2012 pada 9:27 am

contoh : Sudilah kiranya Bapak mengabulkan permohonan saya ini? maaf ya saya baru membuka blog.. sehingga baru bisa saya jawab sekarang.

Tinggalkan Balasan

Cari Pencarian: Kategori

agama islam

Artikel Bahasa Indonesia CERPEN Curhat Elektro fisika Humor Ipa Jaringan Kewarganegaraan kimia KKPI Linux Lirik Lagu PUISI RANGKUMAN PELAJARAN o Program-program sederhana Struktur Data TUTORIAL

Tulisan Terkini

Program Menghitung Bujur Sangkar Andrigo feat Hanny ( Demi Cinta ) GOOD GOVERNANCE

Arsip

September 2012 Juli 2011 Juni 2011 Februari 2010 Januari 2010 Juni 2009 Maret 2009 Februari 2009 September 2008 Agustus 2008 Juni 2008 Mei 2008

Senarai Blog

Abdi muhartin Ahmad irvandi rifky Bakti Julianto Fakhrul Arifin Jamel Virgiawan Jeffry Effendi Kak Ayel Kak Daniel Labschool Laili Makhfuzah M. Fakhrozy M.Fitrah Aditya Pak Jef Pak MZ Pak OQ

Pungky Nurwibowo Ria resty susanti Robby anggara Rodhiyah Desviana Tri Agustia Ningsih

Awan Tag

Jaringan komputer PUISI internet virus laptop flashdisk topologi windows Curhat usb hacker password wireless RANGKUMAN PELAJARAN CERPEN anti virus storage senyawa unsur reaksi pemilu TUTORIAL malware autorun referensi kabel Cross routing script kabel Artikel Mengetik firewire desktop HP memory

Blog pada WordPress.com. | Tema: Spectrum oleh Ignacio Ricci.


Ikuti

Follow Yantisa [School Information]


Get every new post delivered to your Inbox.
Powered by WordPress.com