Anda di halaman 1dari 3

Histologi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari Histologi adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur jaringan secara detail menggunakan mikroskop pada sediaan jaringan yang dipotong tipis, salah satu dari cabang-cabang biologi. Histologi dapat juga disebut sebagai ilmu anatomi mikroskopis. Histologi amat berguna dalam mempelajari fungsi fisiologi sel-sel dalam tubuh, baik manusia, hewan, serta tumbuhan, dan dalam bentuk histopatologi ia berguna dalam penegakan diagnosis penyakit yang melibatkan perubahan fungsi fisiologi dan deformasi organ. Sebagai contoh, di bidang kedokteran, kehadiran tumor memerlukan hasil pemeriksaan contoh (sampel) jaringan. Di bidang pertanian, pemeriksaan kondisi jaringan pengangkut dapat mendukung diagnosis serangan hawar daun tembakau.

Pembuatan sediaan (preparat)


Histologi sangat menggantungkan diri pada penggunaan mikroskop dan teknik penyediaan contoh jaringan. Cara pembuatan sediaan histologis disebut mikroteknik. Pembuatan sediaan dari suatu jaringan dimulai dengan operasi, biopsi, atau autopsi. Jaringan yang diambil kemudian diproses dengan fiksatif yang akan menjaga agar sediaan tidak akan rusak (bergeser posisinya, membusuk, atau rusak). Fiksatif yang paling umum digunakan untuk jaringan hewan (termasuk manusia) adalah formalin (10% formaldehida yang dilarutkan dalam air). Larutan Bouin juga dapat digunakan sebagai fiksatif alternatif meskipun hasilnya tidak akan sebaik formalin karena akan meninggalkan bekas warna kuning dan artefak. Artefak adalah benda yang tidak terdapat pada jaringan asli, namun tampak pada hasil akhir sediaan. Artefak ini terbentuk karena kurang sempurnanya pembuatan sediaan. Sampel jaringan yang telah terfiksasi direndam dalam cairan etanol (alkohol) bertingkat untuk proses menghilangkan air dalam jaringan (dehidrasi). Selanjutnya sampel dipindahkan ke dalam toluena untuk menghilangkan alkohol (dealkoholisasi). Langkah terakhir yang dilakukan adalah memasukkan sampel jaringan ke dalam parafin panas yang menginfiltrasi jaringan. Selama proses yang berlangsung selama 12-16 jam ini, jaringan yang awalnya lembek akan menjadi keras sehingga lebih mudah dipotong menggunakan mikrotom. Pemotongan dengan mikrotom ini akan menghasilkan lapisan dengan ketebalan 5 mikrometer. Lapisan ini kemudian diletakkan di atas kaca objek untuk diwarnai. Pewarnaan perlu dilakukan karena objek dengan ketebalan 5 mikrometer akan terlihat transparan meskipun di bawah mikroskop. Pewarna yang biasa digunakan adalah hematoxylin dan eosin. Hematoxylin akan memberi warna biru pada nukelus, sementara eosin memberi warna merah muda pada sitoplasma. Masih terdapat berbagai zat warna lain yang biasa digunakan dalam

mikroteknik, tergantung pada jaringan yang ingin diamati. Ilmu yang mempelajari pewarnaan jaringan disebut histokimia.

Klasifikasi histologis jaringan hewan


epitelium: melapisi kelenjar, saluran pencernaan, kulit, dan beberapa organ seperti hati, paru-paru, ginjal endotelium: melapisi pembuluh darah dan pembuluh limfa mesotelium: melapisi rongga pleural, peritoneal, dan perikardial mesenkima: sel yang mengisi ruangan antarorgan, misal sel lemak, otot, dan tendon sel darah: terdiri dari sel darah merah dan darah putih, baik di limfa maupun limpa neuron: sel-sel yang membentuk otak, saraf, dan sebagian kelenjar seperti pituitari dan adrenal plasenta: organ terspesialisasi yang berperan dalam pertumbuhan fetus dalam rahim sang ibu sel induk: sel-sel yang dapat berkembang menjadi satu atau beberapa jenis sel di atas

Histologi berasal dari bahasa Yunani: "jaringan", dan--logia adalah studi tentang anatomi mikroskopis sel dan jaringan tanaman dan hewan. Dalam histologi biasanya dilakukan dengan memeriksa sel dan jaringan dengan sectioning dan pewarnaan, diikuti dengan pemeriksaan di bawah mikroskop cahaya atau mikroskop elektron. Studi histologis dapat dilakukan melalui kultur jaringan, di mana sel-sel hidup dapat diisolasi dan dipelihara dalam lingkungan yang tepat di luar tubuh untuk berbagai proyek penelitian. Kemampuan untuk memvisualisasikan atau diferensial mengidentifikasi struktur mikroskopis sering ditingkatkan melalui penggunaan noda histologis. Histologi adalah alat penting biologi dan kedokteran. Histologi ini merupakan ilmu dari segala sesuatu yang berhubungan dengan jaringan tubuh: struktur mikroskopis, pengembangan dan fungsinya. Histologi ini kadang-kadang diidentifikasi dengan anatomi mikroskopis, karena penelitian tidak berhenti dalam jaringan, namun lebih jauh lagi, mencatat juga di dalam sel dan partikel lainnya, berinteraksi dengan biokimia dan sitologi. Investigasi histologis awal dimulai dari tahun 1600, ketika bergabung dengan studi anatomi mikroskopis. Marcello Malpighi adalah pendiri histologi dan namanya masih terkait dengan berbagai struktur histologis. Pada tahun 1665 ia menemukan adanya unit-unit kecil dalam jaringan dan sel-sel. Pada tahun 1830, perbaikan diperkenalkan di mikroskop optik, yang gagal dalam membedakan inti sel. Pada 1838 ia memperkenalkan konsep teori sel. Dalam tahun-tahun berikutnya, Virchow memperkenalkan konsep bahwa setiap sel berasal dari sel lain (ex cellula cellula omni). Perkembangan teknologi serta alat penelitian modern memungkinkan kemajuan besar dalam

pengetahuan histologis. Di antaranya mikroskop elektron, imunohistokimia, teknik hibridisasi in situ. Teknik terbaru ditambah dengan penelitian baru memberi jalan untuk munculnya biologi sel. Histologi ini mempelajari struktur mikroskopik dari bahan biologis secara struktural dan fungsional berhubungan dengan kedua komponen individu. Hal ini penting bagi kedokteran dan biologi karena berhubungan antara biokimia, biologi molekuler dan fisiologi di satu sisi proses dan penyakit. Para histologists lebih memperhatikan masalah kimia sehari-hari. Jadi, misalnya, menentukan komposisi kimia dari struktur tertentu massa hidup, mempelajari enzim, ion, protein, karbohidrat, lemak, dan lipoids, ragi, dll. dalam sel dan jaringan dengan bantuan mikroskop. Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2317609-pengertianhistologi/#ixzz2MvyVQzh9