BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Obat dibuat steril karena berhubungan langsung dengan darah atau cairan tubuh dan jaringan tubuh lain yang pertahanannya terhadap zat asing tidak selengkap pada saluran cerna atau gastrointestinal, misalnya hati yang dapat berfungsi untuk menetralisir atau menawarkan racun (detoksikasi= detoksifikasi). Diharapkan dengan kondisi steril dapat dihindari adanya infeksi sekunder. Dalam hal ini tidak berlaku relatif steril atau setengah steril, hanya ada dua pilihan yaitu steril dan tidak steril. Sediaan farmasi yang perlu disterilkan adalah obat suntik injeksi, tablet implant, tablet hipodermik, dan sediaan untuk mata seperti tetes mata (guttae ophth), cuci mata (collyrium) dan salep mata (oculenta).

B. Rumusan Masalah Alat/bahan yang digunakan di bidang kedokteran pada umumnya harus steril. Menurut Lay dan Hastowo (1992), bahan yang menjadi rusak bila disterilkan pada suhu yang tinggi dapat disterilkan secara kimiawi dengan menggunakan gas. Banyak di antaranya yang tidak tahan terhadap panas, sehingga tidak bisa disterilkan dengan uap air panas atau dipanaskan. Demikian pula sterilisasi dengan gas etilen oksida atau bahan kimia lain dapat menimbulkan residu yang membahayakan kesehatan. Satu-satunya jalan adalah sterilisasi dengan radiasi, dengan sinar gamma dan Co-60 yang dapat memberikan hasil yang memuaskan. Sterilisasi dengan cara tersebut sangat efektif, bersih dan praktis, serta biayanya sangat murah. Untuk transpiantasi jaringan biologi seperti tulang, serta amnion chorion untuk luka bakar, juga disterilkan dengan radiasi. Energi radiasi yang dipancarkan oleh suatu sumber radiasi, dapat menyebabkan perubahan fisis, kimia dan biologi pada materi yang dilaluinya.

Perubahan yang terjadi dapat dikendalikan dengan jalan memilih jenis radiasi ( atau neutron) serta mengatur dosis terserap, sesuai dengan efek yang ingin dicapai. Berdasarkan sifat tersebut, radiasi dapat digunakan untuk penyinaran langsung seperti antara lain pada radioterapi, dan sterilisasi. Pada teleterapi dan teknik sterilisasi, penetapan dosis radiasi sangat penting, dapat berarti antara hidup dan mati. Masalah dosimetri ini di-tangani secara sangat ketat di bawah pengawasan Badan Internasional WHO dan IAEA bekerjasama dengan laboratorium-laboratorium standar nasional. Berbeda halnya dengan teknik sterilisasi dengan cara penyaringan. Teknik penyaring yang melepaskan serat, terutama yang mengandung abses harus dihindari penggunaannya kecuali jika tidak ada alternative penyaring lain yang dapat digunakan. Dengan demikian, karena adanya berbagai kekhawatiran terhadap perubahan sifat kimia, sifat fisika, khasiat, serta struktur alat kedokteran terutama bahan obat, maka diperlukan berbagai pertimbangan dalam pemilihan cara sterilisasi yang efektif sehingga dapat memberikan hasil maksimal dengan proses yang sederhana, cepat dan biaya yang terjangkau.

Pemanasan kering dapat menyebabkan dehidrasi sel dan oksidasi .BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Adanya pertumbuhan mikroorganisme menunjukkan bahwa pertumbuhan bakteri masih berlangsung dan tidak sempurnanya proses sterilisasi. Sterilisasi Secara Fisika 1. Sterilisasi dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu panas. Jika sterilisasi berlangsung sempurna. 1992). DEFINISI STERILISASI Sterilisasi adalah suatu proses untuk membunuh semua jasad renik yang ada. STERILISASI ALAT-ALAT KESEHATAN METODE STERILISASI A. pemanasan bertahap dan perebusan. pemanasan kering kurang efisien dan membutuhkan suhu yang lebih tinggi serta waktu lama untuk sterilisasi. panas kering. Pemanasan Kering Dibandingkan pemanasan basah. Sedangkan sterilisasi dengan cara panas dapat dilakukan dengan panas basah. maka spora bakteri yang merupakan bentuk paling resisten dari kehidupan mikrobia akan diluluhkan (Lay dan Hastowo. radiasi. 1992). Hal ini disebabkan karena tanpa kelembaban maka tidak ada panas laten (Hadioetomo. B. penyaringan. Sterilisasi harus dapat membunuh jasad renik yang paling tahan panas yaitu spora bakteri (Fardiaz. STERILISASI OBAT-OBAT FARMASI KEDOKTERAN C. sehingga jika ditumbuhkan di dalam suatu medium tidak ada lagi jasad renik yang dapat berkembang biak. dan penambahan bahan kimia. 1985).

petrolatum. Sebagai tambahan sterilisasi panas kering adalah metode yang paling efektif untuk alat-alat gelas dan banyak alat-alat bedah. Yang termasuk dalam bahan ini adalah minyak lemak. Serbuk steril seperti talk. organisme pembentuk spora dalam medium anhidrat tidak dibunuh oleh suhu sampai 121o C (suhu yang biasanya digunakan dalam autoklaf bahkan setelah pemanasan sampai 45 menit). serbuk kering dan bahan yang sama tidak dapat disterilisasi dalam autoklaf. Keuntungan dari pemanasan kering adalah tidak adanya uap air yang membasahi bahan atau alat yang disterilkan. selain itu peralatan yang digunakan untuk sterilisasi uap kering lebih murah dibandingkan uap basah (Lay dan Hastowo. petrolatum cair. Selama pemanasan kering. a.5-2 jam dengan sistem udara statis (Fardiaz. Salah satu elemen penting dalam sterilisasi dengan menggunakan uap autoklaf. mikroorganisme dibunuh oleh proses oksidasi. dimana menggunakan oven dengan suhu 160-1800C selama 1. gliserin. Ini berlawanan dengan penyebab kematian oleh koagulasi protein pada sel . dan beberapa obat yang lain. paraffin. autoklaf merupakan metode yang tidak cocok untuk mensterilkan minyak. Sebagai contoh. kaolin dan ZnO. 1992). atau bahan-bahan lain yang mempunyai sedikit lembab atau tidak sama sekali. Untik alasan ini. Atau dengan adanya lembab dan penembusannya ke dalam bahan yang telah disterilkan. produk yang dibuat dengan basis minyak. 1992). Udara Panas Oven Bahan yang karena karakteristik fisikanya tidak dapat disterilisasi dengan uap destilasi dalam udara panas-oven. Pemanasan kering sering dilakukan dalam sterilisasi alat-alat gelas di laboratorium. Ini harus ditekankan bahwa minyak lemak.komponen-komponen di dalam sel (Fardiaz. propilen glikol. 1992).

Sterilisasi panas kering biasa digunakan untuk depirogenisasi alat-alat gelas dan bahanbahan lain yang memiliki kemampuan bertahan pada suhu yang digunakan. sebagai contoh : bahan-bahan gelas. validasi untuk alur depirogenisasi untuk proses panas kering selalu termasuk proses sterilisasinya. panas kering digunakan untuk sterilisasi bahan – bahan melalui proses pengabuan dari mikroorganisme. Sterilisasi panas kering membutuhkan pemaparan pada suhu 150°C sampai 170°C selama 1-4 jam. Saat sterilisasi di bawah uap panas dipaparkan pada suhu 121°C selama 12 menit adalah efektif. Suhu ini digunakan secara khusus untuk sterilisasi minyak lemak atau cairan anhidrat lainnya. Proses ini merupakan kelanjutan atau sekumpulan proses yang dilakukan dalam sebuah oven dengan temperatur sekelilingnya 170°C untuk sterilisasi atau 250°C untuk depirogenisasi. Panas kering digunakan untuk sterilisasi/depirogenisasi alat-alat gelas yang akan digunakan untuk proses produksi secara aseptik. Secara umum. Suhu yang biasa digunakan pada sterilisasi panas kering 160°C paling cepat 1 jam. Sama seperti sterilisasi uap air. terlalu tinggi untuk wadah-wadah plastik.bakteri yang terjadi dengan sterilisasi uap panas. Panas kering pada temperatur lebih 160oC efektif menghancurkan mikroorganisme hidup dengan sebuah proses kehilangan kelembaban secara inversible. dapat disterilkan pada suhu 170oC. Proses ini berjalan relatif lambat. Secara umum. Bagaimanapun juga range 150-170°C digunakan untuk streilisasi panas kering dan lain-lain. dimana beberapa serbuk seperti sulfonilamid harus disterilkan pada suhu rendah dan waktu yang lebih lama. Pada umumnya suhu yang lebih tinggi dan waktu pemaparan yang dibutuhkan saat proses dilakukan dengan uap di bawah tekanan. Suhu yang digunakan ini. . mengisyaratkan sedikitnya 1 jam pada suhu 160oC tetapi lebih cepat pada temperatur yang tinggi. Panas kering ini sering merugikan beberapa produk. tapi lebih baik 2 jam. prosesnya dapat diprediksi dan hasilnya dapat dikontrol.

ini diterima bahwa sel mikroba dalam daerah yang betul-betul kering menunjukkan resistensi terhadap inaktivasi panas kering. . serbuk talk. Oven digunakan untuk sterilisasi panas kering biasanya secara panas dikontrol dan mungkin gas atau elektrik gas. Ini jelas bahwa perhatian harus diberi untuk mendisain siklus sterilisasi panas kering untuk produk-produk rumah sakit dan validasi sistematis sterilisasi dengan metode sterilisasi standar. untuk menjaga alat tetap tajam. Karena panas kering kurang efisien dibanding panas lembab. Minyak dikatakan bereaksi sebagai lubrikan. Jumlah air dalam sel mikroba diketahui mempengaruhi resistensinya terhadap destruksi panas kering. Beberapa waktu dan suhu yang umum digunakan pada oven :     170°C (340 F) sampai 1 jam 160°C (320 F) sampai 2 jam 150°C (300 F) sampai 2. Minyak dan penangas lain Bahan kimia yang stabil dalam ampul bersegel dapat disterilisasi dengan mencelupkannya. Umumnya..5 jam 140°C (285 F) sampai 3 jam b. minyak mineral. pemaparan lama dan temperatur tinggi dibutuhkan. paling baik disterilkan dengan panas kering. wax. kondisi kelembaban dan faktor lain.Penerapan panas dengan keberadaan lembab lebih efktif untuk pembunuhan mikroorganisme diisyaratkan 15 menit pada suhu 121oC. Ini merupakan metode yang mensterilisasi alat-alat bedah. Misalnya petrolatum jelly. dalam penangas yang berisi minyak mineral pada suhu 1620C. lilin. larutan jenuh panas dari natrium atau ammonia klorida dapat juga digunakan sebagai pensterilisasi. Range luas waktu inaktivasi dalam temperatur bervariasi telah diterapkan berdasarkan tipe indikator steril yang digunakan. Beberapa bahan yang tidak dapat disterilkan dengan uap. dan untuk memelihara cat penutup.

ampul harus segera diisi dan disegel. Setelah pendinginan. Ini adalah metode yang diinginkan untuk sterilisasi larutan yang ditujukan untuk infeksi pada tubuh. Penggunanaan uap bertekanan atau metode sterilisasi yang paling umum memuaskan dan efektif yang ada.c. 2. sterilisasi panas lembab dilakukan pada suhu 121°C dibawah tekanan 15 psig. pembawa pada sediaan mata. F0 dari proses ini tidak jauh pada 121°C dengan waktu yang dibutuhkan. Pada suhu ini konsep letal dilakukan dengan F0 yang juga dilakukan bila suhu sterilisasi berbeda dari 121°C. lumping dan alu dapat disterilisasi dengan metode ini. Panas lembab Stelisisasi termal menggunakan tekanan uap jenuh dalam sebuah autoklaf. dan labu ukur. untuk menghasilkan kematian yang setara dengan hasil pada 121°C pada waktu tertentu. jarum logam dan kawat. gunting. Dalam semua kasus bagian yang paling kuat 20 detik. Secara umum. Papan salep. Pemijaran langsung Pemijaran langsung digunakan untuk mensterilkan spatula logam. bahan-bahan gelas. Untuk penggunaan darurat. Dalam keadaan darurat ampul dapat disterilisasi dengan memposisikan bagian leher ampul kearah bawah lubang kawat keranjang dan dipijarkan langsung dengan api dengan hati-hati. karena dapat diprediksi dan menghasilkan efek dekstruksi bakteri. Kerugian yang paling prinsip dan penggunaan uap ini adalah ketidaksesuaiannya untuk penggunaan pada bahan sensitif terhadap panas dan kelembaban. vial. Ini merupakan metode sterilisasi yang biasa digunakan dalam industri farmasi. Mulut botol. batang gelas. dalam menit. . filter logam bekerfield dan filter bakteri lainnya. pakaian dan alat kesehatan dan benda-benda karet. dan parameterparameter sterilisasi seperti waktu dan suhu dapat dengan mudah dikontrol dan monitoring dilakukan sekali dalam satu siklus yang divalidasi. Metode ini tidak dapat digunakan untuk sterilisasi misalnya. dan alat-alat lain yang tidak hancur dengan pemijaran langsung.

kematian mikroorganisme yang paling penting adalah proses oksidasi. Panas lembab merupakan bentuk uap jenuh di bawah tekanan yang merupakan cara sterilisasi yang paling banyak digunakan. USP menentukan sterilisasi uap sebagai penerapan uap jenuh di bawah tekanan paling kurang 15 menit dengan temperatur minimal 121oC dalam jaringan tekanan. Uap jenih pada 120°C mampu membunuh secara cepat semua bentuk vegetatif mikroorganisme hidup dalam waktu ½ menit. Keefektifan sterilisasi uap bertekanan tergantung pada 4 sifat dari uap jenuh kering yaitu :     Suhu Panas tersembunyi yang berlimpah Kemapuan untuk membentuk kondensasi air Kontraksi volume yang timbul selama kondensasi Waktu yang dibutuhkan untuk mensterilkan larutan saat suhu 121oC selama 12 menit. Metode ini mempunyai keterbatasan penggunaan uap mengalir dilakukan dengan proses sterilisasi bertingkat untuk mensterilkan .produk yang dibuat dari basis minyak dan serbuk. kematian mikroorganisme oleh panas lembab adalah hasil koagulasi protein sel. Uap jenuh ini dapat menghancurkan spora vegetatif yang tahan terhadap pemanasan tinggi. berbeda dengan cara panas kering. Bentuk yang paling sederhana dari autoklaf adalah “home pressure cooker”. ditambah waktu tambahan untuk larutan dalam wadah untuk mencapai Secara umum larutan dalam botol 100-200 ml akan membutuhkan kurang 5 menit botol 500 ml antara 10-15 menit. Uap panas pada 100oC Uap panas pada suhu 100oC dapat digunakan dalam bentuk uap mengalir atau air mendidih. a. Penyebab kematian dengan cara sterilisasi panas terhadap lembab berbeda dengan cara panas kering.

2% kresol atau 0. Metode ini jarang memuaskan untuk larutan yang mengandung bahan-bahan karena spora sering gagal tumbuh dibawah kondisi ini. fenol. adanya bakterisida sangat meningkatkan efektifitas metode ini. 0. prinsip dari metode ini adalah pada saat waktu pertama kali pemaparan pada uap membunuh bakteri vegetatif tapi tidak sporanya.media kultur. Kesuksesan dari proses ini tergantung pada spora yang berkembang ke bentuk vegetatif selama masa istirahat. Metode ini digunakan untuk larutan berair atau suspensi obat yang tidak stabil pada temperatur yang biasa diterapkan pada autoklaf. Tapi pada saat bahan disimpan pada inkubator atau pada suhu ruangan selam 24 jam. Dengan metode ini bahkan dipaparkan pada uap mengalir pada periode waktu bervariasi dari 20-60 menit setiap hari selama 3 menit. Temperatur suhu titik mati bervariasi. Bakterisida yang dapat digunakan termasuk 0. Untuk meyakinkan penghancuran spora. Pemanasan dengan bakterisida Ini menghadirkan aplikasi khusus dari pada uap pans pada 100oC.002% fenil merkuri nitrat saat larutan dosis tunggal lebih dari 15 ml larutan obat untuk . banyak spora akan tumbuh ke dalam bentuk vegetatif bentuk spora yang telah tumbuh ini akan dimatikan pada pemanasan hari ke dua.5% klorbutanol.5%. Dalam prakteknya. suatu perpanjangan pemaparan uap selama 20-60 menit akan membunuh semua bentuk vegetatif bakteri tapi tidak akan menghancurkan spora. sterilisasi berjeda yang juga disebut sterilisasi tidak berlanjut. 0. Larutan yang ditumbuhkan bakterisida ini dpanaskan dalam wadah bersegel pada suhu 100oC selama 20 menit dalam pensterilisasi uap atau penangas air. Penjedahan dan bertahap adalah tindalisasi digunakan. bentuk vegetatif dari kebanyakan bakteri yang tidak membentuk spora. tetapi tidak ada bentuk non spora yang bertahan. 2 metode uap mengalir digunakan. b. Antara pemaparan bahan terhadap uap yang disimpan pada suhu kamar atau pada inkubator pada 37oC.

tetapi suatu penambahan garam atau bahan tersuspensi dalam air atau udara menyebabakan penurunan derajat penetrasi dengan cepat.injeksi intratekal atau gastro intestinal sehingga tidak dibuat dengan metode ini. Sinar yang bersifat membunuh mikroorganisme (germisida) diproduksi oleh lampu kabut merkuri yang dipancarkan secara eksklusif pada 253. Untuk menigkatkan efisiensi pensterilan dari air. 5 % fenol. c.7 nm . Sinar UV menembus udara bersih dan air murni dengan baik. Sinar ultraviolet Sinar ultraviolet umumnya digunakan untuk membantu mengurangi kontaminasi di udara dan pemusnahan selama proses di lingkungan. Absorpsi energi ini menyebabkan meningginya keadaan tertinggi atom-atom dan mengubah kereaktivannya. 3. Air mendidih Penangas air mendidih mempunyai kegunaan yang sangat banyak dalam sterilisasi jarum spoit. Untuk kebanyakan pemakaian lama penetrasi dihindarkan dan setiap tindakan membunuh mikroorganisme dibatasi pada permukaan yang dipaparkan. Bahanbahan ini harus benar-benar tertutupi oleh air mendidih dan harus mendidih paling kurang 20 menit. Ketika eksitasi dan perubahan aktivitas atom-atom utama terjadi dalam . Aksi letal Ketika sinar UV melewati bahan. Setelah sterilisasi bahan-bahan dipindahkan dan air dengan pinset yang telah disterilisasi menggunakan pemijaran. penutup karet. 1-2% Na-carbonat atau 2-3% larutan kresol tersaponifikasi yang menghambat kondisi bahan-bahan logam. penutup dan alat-alat bedah. Cara Bukan Panas a. energi bebas ke elektron orbital dalam atom-atom dan mengubah kereaktivannya. b.

Mutasi ini disebabkan karena transformasi radiasi menjadi molekul penerima pada sinar x. Radiasi pengion Radiasi pengion adalah energi tinggi yang terpancar dari radiasi isotop radioaktif seperti kobalt-60 (sinar gamma) atau yang dihasilkan oleh percepatan mekanis elektron sampai ke kecepatan den energi tinggi (sinar katode. Pengaruh utamanya mungkin pada asam nukleat sel.all. kekurangan sinar ini adalah di hentikan dari. Pembentukan radikal bebas dan peroksida yang merupakan senyawa reaktif juga memberikan kontribusi pada letalitas dari proses sterilisasi ini. menyebabkan perubahan energi pada asam nukleat dan molekul lain sehingga hilangnya keberadaannya bagi metabolisme molekul sel bakteri (Leon Lachmann et. organisme itu mati atau tidak dapat berproduksi. . c. Aksi letal radiasi pengionan menghacurkan mikroorganisme dengan menghentikan rep-roduksi sebagai hasil mutasi letal.. 1998). dengan efek pada asam nukleat dari mikroorganisme yang nonreversibel. namun demikian.molekul-molekul mikroorganisme atau metabolit utamnya. Semua ini pada akhirnya. Sinar gamma mempunyai keuntungan mutlak karena tidak menyebabkan kerusakan mekanik. Sterilisasi dengan radiasi digunakan untuk alat-alat medis yang sensitive terhadap panas dan jika residu etilen oksida tidak diharapkan. 1998). yang diperhatikan untuk menunjukkan lapisan absorpsi kuat dalam rentang gelombang UV yang panjang (Leon Lachmann et. Pengukuran presisi dari dosis radiasi. Dekstruksi bakteri untuk menghasilkan kondisi steril dapat dilakukan dengan menggunakan radiasi pengion..all. sinar beta). Mutasi ini dapat disebabkan oleh tindakan tidak langsung. dimana molekul-molekul air diubah menjadi kesatuan yang berenergi tinggi seperti hidrogen dan ion hidroksil. mekanik elektron akselerasi (yang dipercepat) keuntungan elektron yang dipercepat adalah kemampuannya memberikan output laju doisis yang lebih seragam. menurut teori langsung. Dua tipe radiasi pengion yang dapat digunakan yaitu radiasi sinar gamma dan radiasi electron.

Kompabilitas dari bahan yang disterilkan dengan radiasi adalah factor yang harus diperhatikan sejak bahan-bahan dan alat-alat dipengaruhi oleh radiasi. Radiasi produk juga dapat menghasilakn perubahan warna dan kerapuhan beberapa wadah gelas dan bahan plastik (A. adalah merupakan faktor kontrol dalam sterilisasi radiasi selama dengan waktu iradiasi. antibiotik. Kebanyakan prosedur sterilisasi produk lain harus diselenggarakan dalam batch setrilisasi dengan proses berkesinambungan memerlukan pengendalian yang tepat. Radiasi pengion juga digunakan untuk sterilisasi bahan-bahan obat dan bahan-bahan formulasi. perubahan dari sterilisasi etilen oksida ke sterilisasi radiasi membutuhkan penentuan efek radiasi jangka pendek dan jangka panjang. dan kadang membutuhkan modifikasi produksi bahan plastik dan karet untuk membuatnya sesuai dengan sterilisasi radiasi (James Agalloco. tube palstik. steroid hormon dan transplantasi tulang dan jaringan dan alat pengobatan seperti alat untuk suntik plastik. Penerapan untuk sterilisasi ini Elektron dipercepat atau sinar gamma dapat digunakan untuk mensterilkan produk-produk pilahan dengan suatu proses berkesinambungan. mungkin tidak dengan segera dilakukan penanganan tetapi setelah stabilitas produk dapat dipengaruhi. Radiasi ionisasi digunakan untuk sterilisasi industri untuk alat-alat rumah sakit. katter. Radiasi ioniasasi dapat menghasilkan perubahan dalam molekul organik yang dapat mempengaruhi kemujaraban sediaan atau dapat menginduksi toksisitas. . Untuk bahan-bahan medis dan plastik. alat beda. sehingga tidak ada bagian yang lepas dari keefektifan sterilisasi (Leon Lachmann et. Monitoring dan kotrol proses sangat sederhana.all..yang tidak berhubungan dengan suhu. jarum. 1998). vitamin. 2008). Gennaro.R. 2008). 1990). tetapi kehati-hatian akan keamanan harus dilakukan oleh operator sterilisasi (James Agalloco. benang bedah dan cawan Petri.

termasuk ultra dari bahan radioaktif seperti kobalt 60 atau sesium 137 adalah yang paling sering digunakan sebagai sumber energi sterilisasi adhesi elektromagnetik. Radiasi elektromagnetik dan energi foton. B.7 nm. Kerugian penggunaan germisida radiasi sinar UV adalah penetrasinya terbatas. Beberapa informasi mengenai efek sterilisasi ultraviolet juga dihadirkan. Satusatunya sekarang yang digunakan untuk sterilisasi radiasi pada obat-obat rumah sakit dan laboratorium. diserap oleh banyak bahan dan membuat penggumpalan organisme dan hal tersebut dilindungi oleh debu dan puing-puing. termasuk penjelasan singkatnya. Bagaimanapun banyak prosedur sterilisasi industri manggunakan radiasi. Oleh sebab itu baik partikel maupun elektromagnetik.Sterilisasi radiasi dapat dilakukan baik dengan radiasi elektromagnetik dan radiasi partikel. dipertimbangkan sebagai radiasi ionisasi yang berbeda dengan radiasi sinar ultraviolet. Perpindahan elektron ini kemudian bentindak sebagai partikel beta dalam reduksi. Radiasi partikel atau molekul termasuk daftar partikel yang steril. pada panjang gelombang 253. Sterilisasi Secara Kimia Sterilisasi Gas Pharmaceutical Technology : 281 . Untuk menghindari aksi letal panggunaan radiasi sinar UV sebagai cara sterilisasi tidak direkomendasikan lemak jika bahan-bahan yang diradiasi sangat bersih dan bebas yang dapat melindungi mikroorganisme. Prinsip bermuatan negatif sepeti elektron yang berinteraksi langsung dengan bahan menyebabkan ionisasi seperti elektron elektromagnetik menyebabkan ionisasi pada mekanisme yang bervariasi yang menghasilkan perpindahan suatu orbital elektron dengan mekanisme jumlah tertentu dari energi yang ditransfer dalam insiden sinar gamma.

Konsentrasi minimum etilen oksida dalam 450 mg/L. Seperti Carboxide.Sterilisasi gas digunakan dalam pemaparan gas atau uap untuk membunuh mikroorganisme dan sporanya. temperatur dan konsentrasi etilen oksida. Tetapi mikroorganisme muncul peningkatan resistensinya dengan penurunan kelembaban. Penghilangan sifat eksplosif dengan menggunakan campuran etilen oksida dan karbondioksida. keduanya diluent inert yang mempunyai tekanan uap yang tinggi dan bereaksi sebagai pembakar etilen oksida keluar dari silinder masuk ke dalam chamber steril. gas ini tidak inert. konsentrasi ini 85°C dan 50% kelembaban relativ dibutuhkan 4-5 jam pemaparan. Beberapa lembab dibutuhkan untuk etilen oksida berpenetrasi dan menghancurkan sel. Kelembaban rendah misalnya minimal 20%. campuran etilen oksida dengan hidrokarbon terflouronasi seperti Storoxide 12. Dalam prakteknya. Etilen oksida bersifat eksplosif ketika dicampur dengan udara. Komponen terfloronasi mempunyai keuntungan over karbondioksida yang disimpan dalam wadah yang ringan dan campuran mengizinkan tekanan parsial tinggi dari etilen oksida pada chamber pensteril pada tekanan total yang sama. angka kematian tidak logaritmik (tidak nyata). Di bawah kondisi sama 1000 . 271 Psi. sterilisasi adalah fenomena permukaan dan mikroorganisme yang terkristal akan dibunuh. hidroksi atau gugus sulfur dari enzim seluler atau protein. Meskipun gas dengan cepat berpenetrasi ke dalam pori dan serbuk padat. dan streptomisin kehilangan protein ketika disterilkan dengan etilen oksida. Sterilisasi gas berjalan lambat waktu sterilisasi tergantung pada keberadaan kontaminasi kelembaban. kelembaban dalam chamber pensteril ditingkatkan dari 50-60% dan dipegang untuk suatu waktu pada permukaan dan kelembaban membran sel sebelum penggunaan etilen oksida. Oxyfume 20. Etilen oksida bereaksi sebagai bakterisida dengan alkalis asam amino. riboflavin. dan kereaktifannya terhadap bahan yang disterilkan harus dipertimbangkan misalnya thiamin. Sterilisasi yang digunakan dalam bidang farmasi untuk mensterilkan bahan-bahan dan menghilangkan dari bahan yang disterilkan pada akhir jalur sterilisasi.

harus dilakukan. Merupakan agen alkilasi yang menyebabkan dekstruksi mikroorganisme termasuk sel-sel spora dan vegetatif. Digunakan untuk sterilisasi ala-alat medis dan baju-baju medis. yang dapat dilakukan dengan mengubah suhu lebih tinggi dari suhu kamar. gas dan suhu dalam bahan pengemas. konsentrasi gas. 2008). Juga perlu dilakukan perlindungan terhadap personil dari efek berbahaya gas ini (James Agalloco. Faktor-faktor yang mempengaruhi sterilisasi ini termasuk kelembaban. Semprot aerosol etilen oksida telah digunakan untuk mensterilkan daerah sempit dimana dilakukan teknik aseptis. Gas ini sangat mudah menguap dan sangat mudah terbakar. penetrasi melalui bahan pengemas. Mekanisme aksi etilen oksida . Penghancuran bakteri tergantung pada adanya kelembaban. Residu etilen oksida adalah bahan yang toksik yang harus dihilangkan dari bahan –bahan yang disterilkan setelah proses sterilisasi. suhu dan distribusi gas dalam chamber pengsterilan. 2008). juga telah digunakan untuk sterilisasi benang. bahan-bahan seperti pipet sekali pakai dan cawan petri yang digunakan dalam laboratorium mikrobiologi. Dalam partikel 6 jam pemaparan etilen oksida digunakan untuk menyiapkan tepi yang aman dan memperbolehkan waktu untuk penetrasi gas ke dalam bahan sterilisasi. Sterilisasi menghasilkan bahan toksik seperti etilen klorohidrin yang menghasilkan ion klorida dalam bahan-bahan. plastik tube. Sisa gas dihilangkan dengan terminal vakum dilanjutkan oleh pembersihan udara yang difiltrasi. Penggunaan etilen oksida untuk sterilisasi akhir peralatan parenteral tertentu seperti kertas karf dan lapisan tipis polietilen.mg/L membutuhkan sterilisasi 2-3 jam. persyaratan desain khusus pada bahan pengemas (James Agalloco. Gas yang biasa digunakan adalah etilen oksida dalam bentuk murni atau campuran dengan gas inert lainnya. Sterilisasi dilakukan dalam ruang/chamber sterilisasi (James Agalloco. 2008). pada pengemas pertama atau kedua. Cara ini digunakan untuk mensterilkan obat serbuk seperti penisilin.

Ukuran nominal pori penyaring 0. khusunya jika digunakan berpasangan dengan sistem proses aseptik (James Agalloco. poliester. C. selulosa nitrat. 2008) Keefektifan sterilisasi filtrasi dapat merupakan fungsi magnitude dari beban mikroorganisme.2 μm atau kurang dan penyaring dibuat dari berbagai jenis bahan seperti selulosa asetat. karboksil atau hidroksil dengan suatu radikal hidroksi etil metabolit yang tidak diubah dengan tidak tersedia bagi mikroorganisme sehingga mikroorganisme ini mati tanpa reproduksi. dan karakteristik dari peenyaring adalah parameter yang harus dikontrol untuk mencapai sterilisasi pada produk yang dapat diprediksi dan reproduksibel. . Cara sterilisasi ini untuk produk berupa cairan yang dapat disaring atau bahan yang tidak tahan terhadap panas dan tidak dapat disterilkan dengan cara sterilisasi lain. Teknologi tinggi membran filtrasi meningkatkan penggunaan sterilisasi filtrasi. Tekanan.Teori dan Praktek Farmasi Industri : 1286 Etilen oksida dianggap menghasilkan efek letal terhadap mikroorganisme dengan mengalkilasi metabolit esensial yang terutama mempengaruhi proses reproduksi. polivinil klorida. Sterilisasi Secara Mekanik Filter Bakteri Cara kerja dari sterilisasi ini berbeda dari metode lainnya karena sterilisasi ini menghilangkan mikroorganisme melalui penyaringan dan tidak menghancurkan mikroorganisme tersebut. laju aliran. selama tersumbat pada penyaring dapt terjadi pada konsentrasi yang tinggi dari mikroorganisme. polikarbonat. florokarbonat. amina. 2008). vinil. Penghilangan mikroorganisme secara fisik melalui penyaring dengan matriks pori ukuran kecil yang tidak membiarkan mikroorganisme untuk dapat melaluinya (James Agalloco. polimer akrilik. Alkilasi ini barangkali terjadi dengan menghilangkan hidrogen aktif pada gugus sulfhidril.

tetapi kekurangannya adalah banyak dari bahan aktif larutan dihilangkan oleh adsorbsi pada lilin. Karena alat-alat ini mudah dibersihkan filter seitz yang menggunakan lapisan asbes dan filter-glass mungkin lebih berguna untuk farmasis. Dengan meningkatnya kekentalan dari lilin filter sangat menghasilkan filtrasi yang efektif. asbes dan gelas fritled.nilon. Untuk membuat larutan bebas dari bakteri dan steril. filter dengan berbagai tipe digunakan. Filter dapat menjadi sangat efisien dan sangat cepat. secara prinsip oleh adsorbsi pada dinding filter dan penghilangan partikel besar dari bahan yang mengandung virus. filter bakteri tidak membebaskan larutan dari virus. filter bakteri ditujukan untuk filtrasi bebas bakteri. Bagaimanapun. Sediaan obat yang disterilkan dengan metode ini dibutuhkan yang mengandung bahan. porcelin. politef. Faktor lain dari filter bakteri yaitu keseimbangan permukaan antara bahan dari filter dengan bakteri dari larutan. Bagaimanapun alat ini tidak mengurangi jumlah dan adanya virus. 2008). The Art of Compounding : 404 Larutan dapat dibebaskan dari organisme vegetatif dan spora bakteri dengan melalui filter bakteri. kecuali dinyatakan lain. tidak boleh ditambahkan bahan bakterisida. tidak disterilkan dengan metode ini karena dapat meningkatkan permeabilitas dari filter bakteri. Tipe ini termasuk filter yang terbuat dari silikon murni (diatomaccus atau klesegurh). dengan mengatur ukuran pori dan kekentalan dari filter sampai optimum. Metode sterilisasi ini membutuhkan penggunaan teknik aseptik yang benar. Sterilisasi dengan filter bakteri digunakan untuk larutan farmasetik atau bahan biologi yang tidak diefektifkan oleh panas. Larutan yang ditujukan untuk injeksi intratekal atau merupakan larutan dosis tunggal intravena dengan volume lebih dari 15 ml. tekanan yang . bakteristatik. Paraffin cair dan minyak lain. dan berbagai tipe bahan lain termasuk memban logam (James Agalloco. Filter dengan pori yang lebih kecil menghilangkan bakteri tetapi beberapa filtrasi sangat lambat untuk tujuan praktis. Berbeda dengan metode filtrasi lain.

Karena larutan alkohol pekat tidak mengembang. Keuntungan utama dari filter seitz adalah lapisan filter dapat dibuang setelah digunakan dan untuk masalah ini pembersihannya berkurang. Filter seitz Bagian dari filter ini dibuat dari bahan asbestos yang dijepit pada dasar wadah besi. Keutamaan untuk digunakan filter swinny di bungkus dengan kertas dan autoklaf. Kerugian kedua dari seitz adalah permukaan serat dari lapisan filtrat. Filter seitz juga cenderung menghilangkan substrat dari filtrate dengan absorpsi. membuat larutan tidak cocok untuk injeksi. Hal ini dapat diatasi dengan perawatan pertama dengan filter dengan dibasahkan dengan HCl dan kemudian dibilas dengan air. filter swinny mempunyai adaptor khusus yaitu terdiri dari lapisan asbes. Filter Swinny Sebuah adaptasi dari filter seitz.digunakan. Ini dapat diatasi dengan menempatkan ayakan dari nilon atau sutra. di bawah lapisan filter sebelum menempatkan lapisan di dalam filter atau sebuah fritted glass dapat ditempelkan pada saluran. dan apomorphin. Bagian yang dipotong dihubungkan pada spoit werlock dan cairan dimasukkan ke potongan asbes dengan menggunakan tekanan pada sal spoit. bersama dengan layer dan pencuci. . Kerugian pertama dari filter ini cenderung memberikan komponen magnesium pada filtrat. Filter ini mampu dengan kapasitas volume dari 30 ml hingga lebih 100 ml. Efisiensi dari filter ini tergantung pada pengembangan serat dan lapisan filter oleh air. pH dari bahan yang disaring dan absorpsi dari protein dan bahan lain. Bahan alkalin ini dapat menyebabkan pengendapan dari alkaloid bebas dari garamnya dan dapat menginaktifkan bahwa yang sensitiv seperti insulin. filter ini tidak digunakan untuk mensterilkan larutan yang mengandung alcohol dengan jumlah besar. ekstrak pituitary. Kedua untuk menghilangkan serat. epinefrin. muatan listrik dan filter. waktu filtrasi.

Filter Fritted-Glass Filter Sintered Fritted-Glass dapat dihancurkan oleh kandungan dalam serbuk. Tersedia dalam beberapa prioritas berdasarkan permeabilitasnya ke dalam air dalam Bekerfeld atau Mandler. . Masing-masing filter bermuatan negatif. Filter Berkefeld dan Mandler Mandler terbuat dari tanah silika murni. potongan disegel dengan pemanasan didalam gelas pirex seperti corong Buchner. asbestos dan kalsium sulfat. ada bahaya kecil partikel-partikel dari filter jauh dalam larutan. Permeabilitas dari filter berbanding lurus dengan berkembangnya ukuran. tombol bulat dari gelas digabungkan bersama dengan penggunaan panas untuk menempatkan ukuran dari bentuk potongan. Filter Candles-Pasteur-Chamberland Ada pemanasan dengan Bekerfeld tetapi dibuat dari pori porselen tak berkaca dengan pori kecil yang menghasilkan filtrasi lambat. Karena masing-masing partikel meliputi filter semata-mata bersama selama proses manufaktur. Berkefeld disusun juga dari tanah silika murni. Filter Selas Filter ini secara kimia. Setelah potongan dibentuk. menjadi resistensi terhadap semua larutan yang tidak menyerang silika.

BAB III PENUTUP KESIMPULAN Metode sterilisasi yaitu : 1. 160oC selama 2 jam. alat bedah. Metode Fisika a. Suhu sterilisasi yang digunakan adalah 170oC selama 1 jam. (i) Udara panas oven Digunakan untuk sterilisasi alat gelas yang tidak berskala. parafin. petrolatum. ZnO. minyak lemak. Pemanasan kering Prinsipnya adalah protein mikroba pertama-tama akan mengalami dehidrasi sampai kering. . 150oC selam 3 jam. kaolin. Selanjutnya teroksidasi oleh oksigen dari udara sehingga menyebabkan mikrobanya mati. serbuk stabil seperti talk.

Tidak digunakan untuk larutan obat injeksi intravena dosis tunggal lebih dari 15 ml. Uap jenuh ini dapat menghancurkan spora bakteri yang tahan pemanasan. untuk alat logam sampai berpijar. (i) Uap bertekanan (autoklaf) Digunakan untuk sterilisasi alat gelas. alat berskala. Suhu yang digunakan 500-600oC dalam waktu beberapa detik. bahan yang terbuat dari porselen. bahan kimia stabil dalam ampul. (ii) Pemanasan dengan bakterisida Digunakan untuk sterilisasi larutan berair atau suspensi obat yang tidak stabil dalam autoklaf.(ii) Pemijaran langsung Digunakan untuk sterilisasi alat logam. injeksi intratekal. Uap jenuh pada suhu 121oC mampu membunuh secara cepat semua bentuk vegetatif mikroorganisme dalam 1 atau 2 menit. b. . Larutan yang ditambahkan bakterisida dipanaskan dalam wadah bersegel pada suhu 100 oC selama 10 menit di dalam pensteril uap atau penangas air. Waktu yang dibutuhkan untuk sterilisasi larutan suhu 121oC adalah 12 menit. (iii) Minyak dan penangas lain Digunakan untuk sterilisasi alat bedah seperti gunting bedah sebagai lubrikan menjaga ketajaman alat. larutan yang dimaksudkan untuk diinjeksikan ke dalam tubuh. Larutan natrium atau amonium klorida jenuh dapat digunakan pula sebagai pengganti minyak mineral. bahan karet. Pemanasan basah Prinsipnya adalah dengan cara mengkoagulasi atau denaturasi protein penyusun tubuh mikroba sehingga dapat membunuh mikroba. atau intrasisternal. tidak cocok untuk alat yang berlekuk karena pemanasannya tidak rata.

0. 0. Penyaringan ini menggunakan filter bakteri. Sterilisasi gas Dalam pensterilan digunakan bahan kimia dalam bentuk gas atau uap. klorin oksida. Hanya dilakukan dalam keadaan darurat.2% klorokresol. (iii) Air mendidih Digunakan untuk sterilisasi alat bedah seperti jarum spoit. Cara bukan panasSterilisasi dengan radiasi (i) Prinsipnya adalah radiasi menembus dinding sel dengan langsung mengenai DNA dari inti sel sehingga mikroba mengalami mutasi. Filtrasi Digunakan untuk sterilisasi larutan yang termolabil. kloropikrin.5% fenol. Metode mekanik a. Metode ini tidak dapat membunuh mikroba. Digunakan untuk sterilisasi bahan atau produk yang peka terhadap panas (termolabil). fenol 5%. makanan. Ada dua macam radiasi yang digunakan yakni gelombang elektromagnetik (sinar x. Menggunakan bahan kimia Dalam pensterilan digunakan bahan kimia seperti alkohol 70%. metilbromida. seperti etilen oksida. beta propiolakton. mikroba hanya akan tertahan oleh pori-pori filter dan terpisah dari filtratnya.002 % fenil merkuri nitrat. 3. formaldehid. . plastik. 2. b.Bakterisida yang digunakan 0. Dapat membunuh bentuk vegetatif mikroorganisme tetapi tidak sporanya. 0. propilen oksida. Metode Kimia a. Digunakan untuk sterilisasi bahan yang termolabil seperti bahan biologi. antibiotik. c.5% klorobutanol. sinar γ) dan arus partikel kecil (sinar α dan β).

Rajawali Press Jakarta. Validation of Pharmaceutical Processes (electronic version).all. Lay. B. 1974. 1988. DAFTAR PUSTAKA Glenn L. dan Wheeler. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.R. 1998. Parenteral Manual Technology. 2008. Remington’s Pharmaceutical Sciences 18 th Edition. Parrott.Dibutuhkan penguasaan teknik aseptik yang baik dalam melakukan metode ini. Fardiaz. 1990. PAU Pangan dan Gizi. James Agalloco. A. jakarta : UI-Press. 1982. USA : Interpharm Press Inc. PT. porselen. Hadioetomo. 1992.S.Mikrobiologi Pangan.Mikrobiologi. Filtrat bebas dari bakteri tetapi tidak bebas dari virus. 1985. Scoville’s : The Art of Compounding. New York : MCGraw Hill Book Companies. M. Mikrobiologi Dasar dalam Praktek. Leon Lachmann et.all. Volk. R. Teori dan Praktek Farmasi Industri (terjemahan). Jakarta . 1957.A. dan Hastowo. Minneapolis : Burgess Publishing Company.F.. W. Institut Pertanian Bogor. Filter biasanya terbuat dari asbes. Srikandi. Eugene L. Gennaro. Penerbit Erlangga. 1988. Pharmaceutical Technology. Mikrobiologi Dasar. Jenkins et. Pennsylvania : Mack Publishing Company. groves. USA : Informa Healthcare Inc..Jakarta. W. Michael J.Gramedia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful