FAKTOR-FAKTOR DALAM TEKNIK IRIGASI

IKLIM SUMBER AIR

SUMBER AIR PERMUKAAN

SUMBER AIR BAWAH PERMUKAAN

KETERSEDIAAN TEKNOLOGI

TINGKAT TEKNOLOGI MASYARAKAT

SID LA COM

 TOPOGRAFI TANAH  SIFAT FISIK LAHAN  SIFAT KIMIAWI LAHAN  BIOLOGI TANAMAN  EKONOMI MASYARAKAT  SOS & BUD MASYARAKAT

TEKNIK IRIGASI

Kebutuhan pelayanan irigasi Sumber air permukaan/Mata air Ya Tidak Air tanah Ya Tidak I R I G A S I P E R D E S A A N Tidak Kuantita s cukup? Ya Tidak Kualit as baik? Ya Tidak Gravit asi Ya Peta geohidrologi Sumur eksisting Sumur observasi Kuantit as cukup? Ya Tidak Peta topografi Data curah hujan Sawah tadah hujan Data Geologi Tidak Embu ng Ya Tidak Tidak bisa dipakai Kualitas baik? Ya Tidak bisa dipakai Distribusi ke sawah Ya Bendung Ya Pom pa Tanah porous Ya Bangunan Sodetan Ya Distribusi ke sawah Ya Tidak Tanah porou s Tidak Ya Saluran terbuka dgn pasangan Distribusi ke sawah Ya Saluran tanpa pasangan/pipa Tanah porous Ya Saluran terbuka tanpa pasangan Saluran dgn pasangan/pipa Saluran terbuka dengan pasangan .

Tahun 2100 SM merinci sistem yang digunakan. Cina mempunyai irigasi sejak 2200 SM. salah satunya saluran sepanjang 19-km ( 12-mil) yang menyalurkan Sungai Nil untuk dialirkan (floodwaters) ke Danau Moeris. .IRIGASI 1 Sejarah irigasi Arsip paling awal yang digali dalam penggunaan irigasi pertama adalah oleh Bangsa Mesir sepanjang sungai Nil sekitar 5000 SM. Bangsa Sumeria membuat irigasi yang besar di selatan Mesopotamia (sekarang selatan Iraq) sejak 2400 SM.

juga termasuk Indonesia. Sedangkan kincir air digunakan oleh bangsa Persia dan India sejak saat ini. dan Orang Amerika Asli pada waktu yang sama mempunyai lebih dari 101. di mana tinggi air dapat diatur sesuai kebutuhan dengan mengatur/mendesain tinggi bendung.Peru juga membangun sistem canggih sebelum Masehi. Suatu metoda yang jauh lebih maju adalah pembuatan bendung.000 hektar ( 250. yang mana suatu keranjang ditempatkan pada ujung sebatang kayu suatu kutub counterweighted. Air bisa diangkat untuk suatu tingkatan diinginkan.000 akre) lahan yang diairi di Salt River Lembah Arizona Di antara alat untuk pengangkatan air dari sungai ketempat yang tinggi adalah bangsa Mesir Shadoof. Air kemudian mengalir dengan gaya berat melalui/sampai saluran atau areal yang lebih rendah yang diinginkan. .

danau. waduk. ARTI IRIGASI: ………. dengan menggunakan pekerjaan menembok/ membendung atau menggunakan struktur beton mahabesar seperti Bendungan Great Coulee di Washington. kemudia air yang tidak terpakai lagi disalurkan lagi melalui saluran pembuang ke saluransaluran alami atau sungai. penggunaan struktur tanah yang sederhana. . bangunan-bangunan ketempat yang diperlukan. atau air tanah yang disalurkan melalui saluran-saluran. Hal itu merupakan prinsip yang sama pada irigasi modern.Metoda ini telah dipraktekkan secara besar-besaran pada awal peradaban. Suatu sistem pemberian air dari sumber air seperti sungai.

Pemakaian air dapat memenuhi beberapa kenyataan. Irigasi dikehendaki. Menjamin sepenuhnya persediaan air untuk kehidupan tanaman Menjamin waktu panen pada saat musim kemarau/kering Menjaga suhu tanah agar tetap dingin Mencuci garam-garam yang berada dalam tanah Memperkecil resiko rembesan air tanah Agar tanah lebih mudah dikerjakan pada saat mengolah tanah. sebab: Jumlah hujan < dari kebutuhan tanaman Jumlah hujan cukup tetapi distribusi tidak sesuai dengan waktu yang dikehendaki. .

Aspek irigasi: Aspek engineering Penyimpanan. pengangkutan Membawa air ke ladang/sawah pertanian Pemakaian air untuk persawahan Mengeringkan air yang berlebihan Pembangkit tenaga air Aspek Agrikultural Kedalaman air yang diperlukan untuk berbagai tanaman Distribusi air secara seragam dan berkala Reklamasi tanah tandus dan tanah alkaline . penyimpangan.

Tujan Irigasi Membasahi tanah Merabuk Mengatur suhu tanah Membersihkan tanah Kolmatase Membersihkan air kotor Meninggikan air tanah Pemeliharaan ikan Akibat buruk irigasi Banyaknya nyamuk yang bersarang bila saluran drainase kurang baik Udara menjadi lembab .

kelembaban. iklim. UDARA.HUBUNGAN TANAH. & tanaman itu sendiri Faktor yang tidak dapat dikontrol adalah: iklim (suhu/temperatur. matahari). Kesuburan tanaman tergantung: Unsur hara Air Suhu tanah Udara Cahaya . AIR. hujan. angin. & TANAMAN Rainfal Cloud interception Canopy water evaporation transpiration n Surface evaporation Through fall Stem flow Stream: Surface run off Quick flow Lateral out flow Base flow percolation Infiltration recharge uptake Surface run on Subsurface lateral TANAH & UNSUR HARA FAKTOR LAIN : air.

Semua jenis tanah terdiri atas tiga bahan. . Ca. air. yaitu bahan padat. P. K. kecuali batuan tetap. H. & O Tanah tersusun dari bahan-bahan mineral dan bahan bahan organik Tanah Istilah “tanah” dalam ilmu teknik sipil atau bangunan adalah semua endapan alam terdiri atas lempung (clay) sampai dengan berangkal atau batu-batuan besar. v Unsur hara makro : N. dan Fe v Yang berasal dari air: C. Cu. dan udara yang terdapat diantara butirbutir tanah tersebut. dan S v Unsur hara mikro : Mn.Unsur hara: Terdiri dari 16 unsur. Zn. Mo. Mg. Cl. B.

dan (2) sebagai habitat tumbuh-tumbuhan. cair. Dengan demikian. dan gas. . Benda alami ini terbentuk oleh hasil interaksi antara iklim dan jasad renik yang hidup terhadap suatu bahan induk yang dipengaruhi oleh relief tempatnya terbentuk. Lebih jauh dinyatakan bahwa. dan berubah dari waktu ke waktu. dan mempunyai sifat serta perilaku yang dinamik. ilmu tanah memandang tanah dari dua konsep utama.Sedangkan Arsyad (2000) lebih luas menyatakan bahwa tanah adalah suatu benda yang heterogen yang terdiri atas komponen-komponen padat. ciri dan perilaku tanah berbeda dari satu tempat ke tempat yang lainnya. yaitu: (1) sebagai hasil hancuran bio-fisiko-kimia.

Sedangkan konsep kedua (pendekatan Edafologi) akan mengidentifikasikan dan menerangkan mengapa ada perbedaan produktivitas dan kemampuan penggunaan tanah. tanah mempunyai dua fungsi utama. yaitu: (1) sebagai sumber unsur hara bagi tumbuhan. dan lain sebagainya. dan tempat unsur-unsur hara dan air ditambahkan. untuk pertanian. mengembangkan cara-cara meningkatkan produktivitas tanah. dan (2) sebagai matriks tempat akar tumbukan berjangkar dan air tersimpan. Hilangnya fungsi tanah ini disebut dengan kerusakan tanah atau degradasi tanah. . Sebagai sumber daya alam. atau tempat di mana bangunan atau infrastruktur itu didirikan. memelihara kelestarian fungsi tanah. Kedua fungsi tersebut dapat menurunkan dan menghilangkan fungsi tanah.Teknik sipil memandang tanah sebagai konsep pertama (pendekatan Pedologi) yaitu sebagai bahan bangunan.

. untuk itu diberikan pemupukan Pupuk yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan tanaman tersebut. juga untuk memperbaiki struktur tanah Usaha pemberian air irigasi harus memperhatikan ke-asaman tanah.Apabila tanaman kekurangan unsur-unsur tertentu berarti tanaman akan terganggu. pemupukan itu bertujuan menambah unsur hara.

5 v Karet.0 v Tembakau.8 – 6. pH: 5.5 .5 – 7.5 v Kedelai.5 disebut alkalis atau basa Nilai pH <4 atau >10 berpengaruh buruk terhadap tanaman.0 – 6.5 – 8.0 – 7.3 – 6.5 disebut asam atau masam Bila pH> dari 6.5 – 7. v Padi .0 – 8.5 Bila pH < dari 6. pH: 5. pH: 5.5 v Jagung. pH: 6. pH: 6.0 v Tebu.8 – 6. pH: 4.0 – 6. pH 5.5 v Ubi kayu & ubi jalar.Apakah keasaman tanah ini? Biasanya dinyatakan dengan pH Dikatakan tanah netral bila pH antara 6. pH: 3. pH: 6.0 – 7.0 v Kacang tanah.5 v Pisang. pH: 5. pH: 6.5 v Kelapa.0 v Kentang.5 v Nanas. pH: 5.5 – 7.5 – 7.

S. Seruni Ds. Sumpitan Contoh : Irigasi Sederhana . Ambawang Ds. Amandit Ds.

0 S. Ambawang Ds.BA. Sumpitan Contoh : Irigasi Semi Teknis . Amandit Ds. Seruni Ds.

2 Ds. Ambawang BAm.1 BA.3 BAm.BA. Seruni Ds. Amandit BA.3 BS. Sumpitan Contoh : Irigasi Teknis .1 BS.2 BSu.1 BSu.0 S.1 BAm.3 BSu.2 BA.2 BS.3 Ds.