Anda di halaman 1dari 11

Kelompok 2 Pendanaan Hutang Jangka Panjang PENDANAAN HUTANG JANGKA PANJANG

Pengertian Hutang Jangka Panjang Hutang jangka panjang menurut Kieso (2002 : 242) terdiri dari pengorbanan manfaat ekonomi yang sangat mungkin di masa depan akibat kewajiban sekarang yang tidak dibayarkan dalam satu tahun atau siklus operasi perusahaaan, mana yang lebih lama. Pengertian hutang jangka panjang oleh Dyckman, et al. (2000 : 218) adalah kewajiban dengan jangka waktu yang melebihi satu tahun dari tanggal neraca atau siklus operasi, mana yang lebih lama. Zaki Baridwan (2000 : 365) mengatakan bahwa hutang jangka panjang digunakan untuk menunjukkan hutang-hutang yang pelunasannya akan dilakukan dalam waktu lebih dari satu tahun atau akan dilunasi dari sumber-sumber yang bukan dari kelompok aktiva lancar. Pendapat yang dikemukakan oleh Gunadi (2005 : 83) bahwa kewajiban jangka panjang merupakan hutang yang tidak akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau yang pengeluarannya tidak menggunakan sumber aktiva lancar. Berdasarkan definisi dan penjelasan para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa hutang jangka panjang merupakan pinjaman yang diperoleh perusahaan dari pihak ketiga atau kreditor, yang jatuh temponya lebih dari satu tahun, dan dilunasi dengan sumber-sumber yang bukan dari aktiva lancar, serta jumlah hutang jangka panjang tersebut tidak boleh melebihi jumlah modal sendiri. Dapat disimpulkan hutang jangka panjang adalah utang yang diharapkan akan dibayar dalam jangka waktu lebih dari satu tahun atau lebih dari satu siklus operasi normal perusahaan (mana yang lebih panjang), dan dengan menggunakan aktiva tidak lancar yang ada atau dengan menimbulkan kewajiban jangka panjang lainnya atau dengan mengalihkan menjadi modal saham.

Akuntansi Keuangan Menengah II

M. Basyaruddin, R, S.E, Ak., M.Si Page - 1 -

Kelompok 2 Pendanaan Hutang Jangka Panjang


Jenis Hutang Jangka Panjang 1. Utang Obligasi Perusahaan seringkali melakukan peminjaman uang dengan cara mengeluarkan obligasi. Seperti halnya wesel, obligasi juga disertai dengan surat janji tertulis untuk membayar bunga dan pokok pinjaman (atau biasa disebut nilai nominal). Nilai nominal obligasi dan tingkat bunga obligasi dicantumkan pada surat obligasi. Tanggal pelunasan obligasi harus ditetapkan dengan pasti dan dicantumkan pada surat obligasi. Nilai nominal adalah nilai yangharus dilunasi pada tanggal jatuh obligasi tersebut. a. Beberapa jenis obligasi : 1) Obligasi seri 2) Obligasi Sinking Fund 3) Obligasi atas nama dan obligasi atas unjuk 4) Obligasi dengan jaminan dan obligasi tanpa jaminan b. Karakteristik Obligasi 1) Nilai obligasi (jumlah dana yang dipinjam) Dalam penerbitan obligasi, maka perusahaan akan dengan jelas menyatakan jumlah dana yang dibutuhkan yang dikenal dengan istilah jumlah emisi obligasi. Penentuan besar kecilnya jumlah penerbitan obligasi berdasarkan aliran arus kas perusahaan, Kebutuhan, serta kinerja bisnis perusahaan. 2) Jangka waktu obligasi Setiap obligasi mempunyai masa jatuh tempo atau berakhirnya masa pinjaman (maturity). Secara umum masa jatuh tempo obligasi adalah 5 tahun. Ada yang 1 tahun, adapula yang 10 tahun. Semakin pendek jangka waktu obligasi maka akan semakin diminati oleh investor, karena dianggap risikonya kecil. 3) Principal dan Coupon rate Nilai prinsipal obligasi adalah sejumlah uang yang disetujui oleh penerbit obligasi agar dibayarkan kepada pemegang obligasi pada masa jatuh tempo. Jumlah ini biasa berhubungan dengan redemption

Akuntansi Keuangan Menengah II

M. Basyaruddin, R, S.E, Ak., M.Si Page - 2 -

Kelompok 2 Pendanaan Hutang Jangka Panjang


value, maturity value, par value or face value. Coupon rate juga disebut nominal rate, nominal rate adalah tingkat bunga yang disetujui penerbit untuk dibayar kepada pemegang obligasi setiap tahun. Besarnya pembayaran bunga setiap tahun kepada pemilik obigasi selama jangka waktu obligasi dinamakan coupon. Tingkat persentase coupon dikali nilai prinsipal obligasi menghasilkan besarnya coupon. Contohnya, obligasi dengan 8% coupon rate dan nilai par nya adalah $1,000 akan membayar bunga per tahun sebesar $80. 4) Jadwal pembayaran Kewajiban pembayaran kupon obligasi oleh perusahaan penerbit, dilakukan secara berkala sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, bisa dilakukan triwulan, semesteran, atau tahunan 5) Diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah. c. Metode Pencatatan Obligasi 1) Utang obligasi dicatat sebesar nilai nominal obligasi yang terjual Neraca hanya menginformasikan besarnya Utang Obligasi pada suatu saat tertentu saja 2) Utang obligasi dicatat sebesar nilai nominal obligasi yang

diotorisasikan / diterbitkan. Neraca mampu memberikan informasi tentang : a) Besarnya nilai obligasi yang diterbitkan b) Besarnya nilai obligasi yang belum terjual c) Besarnya Utang Obligasi pada saat itu d. Prosedur Amortisasi Agio dan Disagio Obligasi Penjualan obliogasi dengan harga yang lebih besar atau lebih kecil dari nilai nominalnya menimbulkan agio atau disagio obligasi. Agio atau disagio obligasi merupakan penyesuaian terhadap tarif bunga nominal karena tarif bunga obligasi tidak sama dengan tarif bunga di pasar. Dengan kata lain ,agio dan disagio obligasi merupakan kapitalisasi dari perbedaan tarif bunga obligasi dengan tingkat bunga umum selama umur obligasi.

Akuntansi Keuangan Menengah II

M. Basyaruddin, R, S.E, Ak., M.Si Page - 3 -

Kelompok 2 Pendanaan Hutang Jangka Panjang


Jika pada penjualan obligasi timbul disagio,maka disagio ini akan ditambahkan pada biaya bunga obligasi yang dibayarkan selama umur obligasi dan dikreditkan ke rekening Disagio Obligasi. Jika penjualan obligasi menimbulkan agio,maka agio ini merupakan pengurangan terhadap biaya bunga obligasi yang dibayar selama umur obligasi dan dikreditkan ke rekening biaya bunga obligasi. Amortisasi agio dan disagio obligasi dapat dilakukan dengan cara garis lurus ataupun bunga efektif. Berikut ini diberikan contoh untuk menghitung amortisasi agio atau disagio obligasi dengan cara garis lurus. Contoh : PT MEGATENAN mengeluarkan obligasi nominal Rp 1 M, umur 5 tahun, bunga 10 % dibayar setahun dua kali, kurs 105 TABEL PERHITUNGAN AMORTISASI AGIO
Pembay aran Tahun Bunga ke 0 1 1 2 2 3 4 3 5 6 4 7 8 5 9 10 Bunga yg dibayar Amortisasi Agio Bunga efektif Agio obligasi 50 000 000 45 000 000 40 000 000 35000 000 30 000 000 25 000 000 20 000 000 15 000 000 10 000 000 5 000 000 0 Nilai buku obligasi 1 050 000 000 1045 000 000 1 040 000 000 1 035 000 000 1 030 000 000 1 025 000 000 1 020 000 000 1 015 000 000 1 010 000 000 1 005 000 000 1 000 000 000

50 000 000 50 000 000 50 000 000 50 000 000 50 000 000 50 000 000 50 000 000 50 000 000 50 000 000 50 000 000

5 000 000 5 000 000 5 000 000 5 000 000 5 000 000 5 000 000 5 000 000 5 000 000 5 000 000 5 000 000

45 000 000 45 000 000 45 000 000 45 000 000 45 000 000 45 000 000 45 000 000 45 000 000 45 000 000 45 000 000

TABEL PERHITUNGAN AMORTISASI DISAGIO Obligasi dijual dengan harga Rp 925 000 000
Tahun 0 1 2 3 4 5 Pemba yaran Bunga ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Bunga yg dibayar Amortisasi disagio Bunga efektif Disagio obligasi Nilai buku obligasi 75 000 000 67 500 000 60 000 52 500 45 000 37 500 30 000 22 500 15 000 7 500 925 000 000 932 500 000 940 000 947 500 955 000 962 500 970 000 977 500 985 000 992 500 1 000 000 000

50 000 000 50 000 000 50 000 000 50 000 000 50 000 000 50 000 000 50 000 000 50 000 000 50 000 000 50 000 000

7 500 000 7 500 000 7 500 000 7 500 000 7 500 000 7 500 000 7 500 000 7 500 000 7 500 000 7 500 000

57 500 000 57 500 000 57 500 000 57 500 000 57 500 000 57 500 000 57 500 000 57 500 000 57 500 000 57 500 000

Akuntansi Keuangan Menengah II

M. Basyaruddin, R, S.E, Ak., M.Si Page - 4 -

Kelompok 2 Pendanaan Hutang Jangka Panjang


e. Penjualan Obligasi Sebelum Jatuh Tempo Apabila obligasi yang dimiliki dengan tujuan untuk penanaman modal jangka panjang dijual sebelum tanggal jatuh temponya maka perhitungan laba atau rugi penjualan didasarkan pada jumlah uang yang diterima dengan nilai buku obligasi. Nilai buku obligasi dihitung dengan cara : Harga perolehan obligasi di tambah dengan akumulasi disagio sampai tanggal penjualan atau Harga perolehan obligasi di kurangi amortisasi agio sampai tanggal penjualan. Contoh perhitungan Nilai Buku dengan amortisasi agio Pada tanggal 1 April 2006 dibeli obligasi, nominal Rp. 100.000.000 bunga 12%, jatuh tempo tanggal 31 Desember 2008, dengan harga Rp. 106.600.000 (termasuk komisi dan biaya lainnya). Bunga di bayar setiap tanggal 1 Maret dan 1 September. Pada tanggal jatuh tempo obligasi dilunasi. Jawab : Agio obligasi sebesar Rp. 100.000.000 Rp. 106.600.000 = Rp. 6.600.000 Diamortisasi ( 1 April 2006 s/d 31 Desember 2008 ) : 33 bulan Maka amortisasi agio tiap bulan : Harga perolehan obligasi Rp. 106.600.000 Amortisasi Agio: Tahun 2006 = 9 bln x Rp. 2 rb = Rp. 1,8 jt Tahun 2007 = 12 bln x Rp. 2 rb = Rp. 2,4 jt Tahun 2008 = 3 bln x Rp. 2 rb = Rp. 6 jt Rp. 4.800.000 Nilai buku obligasi Rp. 101.800.000 Harga jual obligasi Rp. 101.500.000 Rugi penjualan obligasi Rp. 300.000 Bunga berjalan x 12% x Rp. 100 jt Rp. 1.000.000 Uang yang diterima = 101,5 jt + 1 jt Rp. 102.500.000

Akuntansi Keuangan Menengah II

M. Basyaruddin, R, S.E, Ak., M.Si Page - 5 -

Kelompok 2 Pendanaan Hutang Jangka Panjang


Pencatatan jurnalnya : Transaksi Jurnal

Mencatat amortisasi agio selama 3 bulan 3 bulan x Rp. 2.000.000

Pendapatan 6.000.000,Penanaman 6.000.000,-

bunga Modal

obligasi Obligasi

Rp. Rp.

Mencatat penjualan Kas Rp.102.500.000,dan penerimaan bunga Rugi penjualan obligasi Rp. 300.000,Penanaman modal obligasi Rp. 101.800.000,Pendapatan bunga Rp. 1.000.000,-

f. Pertukaran Obligasi Apabila obligasi yang dimiliki minta di tukar dengan surat berharga lain, maka rekening penanaman modal dalam obligasi ditutup dan dibuka rekening penanaman modal yang baru. Surat berharga yang diterima dicatat sebesar harganya di bursa, selisihnya dengan nilai buku obligasi dicatat sebagai laba atau rugi. Contoh soal penukaran obligasi dengan saham biasa Misal obligasi dengan nilai nominal Rp. 100.000.000,- bunga 12%, dibayarkan tiap tanggal 1 Maret dan 1 September. Pada tanggal 1 April 2007 nilai bukunya sebesar Rp. 102.400.000,dan ditukarkan dengan 10 lembar saham biasa, nominal Rp. 1.000.000,/lbr. Pada tanggal tersebut harga pasar saham biasa tercatat sebesar Rp. 1.200.000/lbr.

Akuntansi Keuangan Menengah II

M. Basyaruddin, R, S.E, Ak., M.Si Page - 6 -

Kelompok 2 Pendanaan Hutang Jangka Panjang


Maka jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi diatas : Transaksi Mencatat amortisasi agio selama 3 bulan Jurnal Pendapatan bunga obligasi Rp. xxx Penanaman Modal Obligasi Rp. xxx Penanaman modal saham Rp.120.000.000,Penanaman modal obligasi Rp. 102.400.000,Laba pertukaran obligasi Rp. 9.600.000,Kas Rp. 1.000.000,Pendapatan bunga Rp. 1.000.000,-

Mencatat pertukaran obligasi dengan saham biasa

Mencatat penerimaan bunga berjalan obligasi untuk 1 bulan : 1/12 x 12% x 100.000.000 = Rp. 1.000.000,-

g. Pelunasan Obligasi sebelum Jatuh Tempo Obligasi yang dapat dilunasi kembali sebelum tanggal jatuh tempo biasanya dilakukan dengan memberi agio pada pemegang obligasi pada waktu pelunasan terjadi. Akumulasi disagio atau amortisasi agio dalam buku investor tidak lagi dengan cara garis lurus tetapi menggunakan amortisasi dipercepat. Contoh soal pelunasan sebelum jatuh tempo dengan amortisasi agio dipercepat Obligasi dibeli tanggal 1 Januari 1996 dan jatuh tempo pada tanggal 1 Januari 2016. daftar tanggal pelunasan dengan jumlah pelunasan sebagai berikut : Dilunasi tanggal 1 Januari 2001 sampai 31 Desember 2005 = 105 Dilunasi tanggal 1 Januari 2006 sampai 31 Desember 2010 = 103 Dilunasi tanggal 1 Januari 2011 sampai 31 Desember 2015 = 101

Akuntansi Keuangan Menengah II

M. Basyaruddin, R, S.E, Ak., M.Si Page - 7 -

Kelompok 2 Pendanaan Hutang Jangka Panjang


Apabila obligasi ini dibeli diatas nilai nominal maka perhitungan amortisasi agionya harus dibuat sedemikian rupa agar nilai buku obligasi tidak melebihi nilai jatuh tempo tiap-tiap jangka waktu. Misal obligasi nominal Rp. 10.000.000 dibeli dengan harga Rp. 11.000.000,- amortisasi yang dipercepat dihitung sebagai berikut : Kurs 105 Kurs 103 Kurs 101 Kurs 100 Pelunasan obligasi seperti ini dicatat dalam buku investor dengan debit kas, kredit penanaman modal dalam obligasi sedangkan laba ruginya merupakan selisihnya. Penerimaan bunga tetap dikreditkan ke rekening pendapatan bunga. h. Dana Pelunasan Obligasi Perusahaan yang mengeluarkan obligasi seringkali harus

mengumpulkan dana pelunasan obligasi agar dapat memenuhi perjanjian pada waktu menjual obligasi. Dana yang terkumpul digunakan untuk melunasi obligasi pada tanggal jatuh tempo. Dana biasanya dibentuk dengan simpanan tiap-tiap periode, simpanan ini bisa dalam jumlah yang sama dapat juga dalam jumlah yang tidak sama. dana ini biasanya digunakan dulu untuk mencari pendapatan yaitu dengan cara di tanamkan pada modal surat berharga berjangka pendek. Pengurusan dana ini bisa oleh perusahaan itu sendiri atau di walikan. Jika perusahaan itu sendiri maka langsung dicatat dalam buku-buku perusahaan. Jika di wali-kan maka setiap periode, wali mengirimkan laporan mengenai kegiatan dana. i. Dana dan Pembatasan Laba Tidak Dibagi Pembatasan laba tidak dibagi dimaksudkan agar para pemegang saham tidak dapat meminta pembagian seluruh saldo laba tidak dibagi sebagai deviden. Hal ini dimaksudkan agar tidak mengganggu jalannya

Akuntansi Keuangan Menengah II

M. Basyaruddin, R, S.E, Ak., M.Si Page - 8 -

Kelompok 2 Pendanaan Hutang Jangka Panjang


usaha perusahaan. Bisa juga untuk memelihara jalannya perusahaan pada waktu perusahaan membentuk dana misalnya dana pelunasan obligasi. Misalnya PT. DANA JAYA membentuk Dana Pelunasan Obligasi (DPO) sebesar Rp. 1.000.000.000,- pembentukan dana ini dicatat dengan jurnal sebagai berikut : Dana Pelunasan Obligasi-Kas Kas Rp. 1.000.000.000,Rp. 1.000.000.000,-

Sehubungan dengan pembentukan dana ini diadakan pembatasan laba tidak dibagi dan dicatat dengan jurnal sebagai berikut : Laba Tidak Dibagi Rp. 1.000.000.000,Rp. 1.000.000.000

Laba Tidak Dibagi untuk DPO

Sesudah dilakukan pembatasan dengan jurnal seperti diatas maka laba tidak dibagi yang masih bebas dan dapat dibagi sebagai deviden berkurang sebesar Rp. 1.000.000.000,- apabila hutang obligasi sudah dilunasi dengan menggunakan dana pelunasan obligasi maka tidak diperlukan lagi pembatasan laba tidak dibagi. Untuk penghapusan maka laba tidak dibagi dikembalikan ke rekening Laba Tidak Dibagi, jurnal : Laba Tidak Dibagi untuk DPO Laba Tidak Dibagi Rp. 1.000.000.000,Rp. 1.000.000.000,-

2. Utang Wesel Jangka Panjang Utang wesel jangka panjang mirip dengan obligasi keduanya memiliki tanggal jatuh tempo lebih dari 1 tahun dan tingkat bunga implicit yang telah ditentukan. Utang wesel jangka panjang dinilai sebesar nilai sekarang aliran kas dimasa yang akan datang termasuk pokok dan bunga. Penentuan tingkat bunga wesel jangka panjang lebih sulit,terutama apabila tingkat bunga wesel tidak realistic.

Akuntansi Keuangan Menengah II

M. Basyaruddin, R, S.E, Ak., M.Si Page - 9 -

Kelompok 2 Pendanaan Hutang Jangka Panjang


3. Utang Hipotik a. Pengertian Hutang Hipotik Hutang Hipotik adalah pinjaman yang harus dijamin dengan harta tidak bergerak. Di dalam perjanjian hutang disebutkan kekayaan peminjam yang dijadikan jaminan misalnya berupa tanah atas gedung. Jika peminjam tidak melunasi pinjaman pada waktunya, maka pemberi pinjaman dapat menjual jaminan untuk diperhitungkan dengan pinjaman yang bersangkutan.Pinjaman hipotik biasanya diambil jika dana yang diperlukan dapat dipinjam dari satu sumber, misalnya dengan mengambil pinjaman dari suatu bank tertentu. Kredit-kredit bank dengan jaminan harta tak bergerak adalah contoh hipotik yang banyak dijumpai dalam praktik. Mengingat pinjaman hipotik hanya diambil dari satu sumber maka akuntansi untuk hipotik relatif sederhana, b. Hak-hak Hipotik Hak itu pada hakikatnya tidak dapat dibagi-bagi, dan diadakan atas semua barang tak bergerak yang terikat secara keseluruhan, atas masing-masing dari barang-barang itu, dan atas tiap bagian dari barang-barang itu. Barang-barang tersebut tetap memikul beban itu meskipun barang-barang tersebut berpindah tangan kepada siapa pun juga. c. Benda-benda yang dapat dibebani Hipotik Benda-benda yang dapat dibebani Hipotik antara lain : 1) Benda-benda tak bergerak yang dapat dipindah tangankan beserta segala perlengkapannya. 2) Hak pakai hasil atas benda-benda tersebut beserta segala

perlengkapannya 3) Hak numpang karang dan hak guna usaha 4) Bunga tanah baik yang harus dibayar dengan uang maupun yang harus dibayar dengan hasil tanah dalam wujudnya. d. Hapusnya Hipotik 1) Karena hapusnya ikatan pokok 2) Karena pelepasan hipotik oleh si berpiutang atau kreditur

Akuntansi Keuangan Menengah II

M. Basyaruddin, R, S.E, Ak., M.Si Page - 10 -

Kelompok 2 Pendanaan Hutang Jangka Panjang


3) Karena penetapan oleh hakim e. Azas Hipotik Azas-azas Hipotik, antara lain : 1) Azas publikasi 2) Azas spesifikasi f. Prosedur Pengadaan Hipotik 1) Harus ada perjanjian hutang piutang, 2) Harus ada benda tak bergerak untuk dijadikan sebagai jaminan hutang. 4. Uang Muka Dari Perusahaan Afiliasi Afiliasi adalah hubungan kepemilikan modal/saham antara Perusahaan pelapor dengan mitra transaksi minimal sebesar 10% atau termasuk dalam satu grup. Afiliasi dibedakan atas: (1) pemegang saham di luar negeri (P), yaitu bukan penduduk yang memiliki modal/saham pada Perusahaan pelapor minimal sebesar 10%. (2) perusahaan terafiliasi di luar negeri (T), yaitu perusahaan lain di luar negeri yang modal/sahamnya dimiliki oleh Perusahaan pelapor minimal sebesar 10%. (3) perusahaan dalam satu grup di luar negeri (G), yaitu perusahaan lain di luar negeri yang tidak terdapat hubungan kepemilikan modal/saham atau memiliki hubungan kepemilikan modal/saham di bawah 10% namun termasuk dalam satu grup dengan Perusahaan pelapor. 5. Hutang Kredit Bank Jangka Panjang Pinjaman Jangka adalah vanili komersial pinjaman dasar. Mereka biasanya membawa tingkat suku bunga tetap, dan jadwal pembayaran bulanan atau triwulanan dan menyertakan tanggal jatuh tempo ditetapkan. Bankir cenderung mengklasifikasikan pinjaman jangka menjadi dua kategori: Pinjaman jangka-Intermediate Pinjaman jangka panjang

Akuntansi Keuangan Menengah II

M. Basyaruddin, R, S.E, Ak., M.Si Page - 11 -