Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PRAKTIKUM DINAMIKA POPULASI

perhatian : diperbolehkan untuk meng-copy materi ini dengan syarat hanya untuk akademis dan mencantumkan alamat web halaman ini pada daftar pustaka anda.

LAPORAN PRAKTIKUM DINAMIKA POPULASI

Oleh

Teguh Heriyanto 0904121598 Ilmu Kelautan

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU 2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadiran Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum Dinamika Populasi. Semoga laporan ini dapat menambah kasanah dan wawasan ilmu bagi para pembaca sekalian. Dalam kesempatan kali ini penulis sadar sebagai manusia yang menyandang relativitas dalam kebenaran oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang membangun. Tak lupa pula penulis mengucapkan terimakasih kepada asisten yang telah membimbing penulis dalam menjalani praktikum ini dengan baik. Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih atas perhatian dari segala pihak.

Pekanbaru, 27 Maret 2011

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN I. PENDAHULUAN Latar Belakang....................................................................... Tujuan dan Manfaat ..............................................................

1.1 1.2

1 2

2.1 2.2 2.3 2.4

II. METODE PRAKTIKUM Waktu dan Tempat................................................................ 2 Bahan dan Alat...................................................................... 2 Prosedur Praktikum ............................................................................. Analisis Data.......................................................................... 5

III. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 ..... Hasil....................................................................................... 3.2 ..... Pembahasan........................................................................... IV. KESIMPULAN DAN SARAN 4.1...... Kesimpulan............................................................................... 4.2 ..... Saran......................................................................................... DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

7 10

11 11

DAFTAR TABEL Tabel Halaman 9

Sensus Berganda

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 14

Bahan dan Alat....

I.

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Indonesia sebagai negara kepulauan terletak diantara samudra pasifik dan samudra hindia dan mempunyai tatanan geografis yang rumit dilihat dari topografi dasar lautnya. Dasar perairan Indonesia di berbagai tempat, terutama di kawasan barat, menunjukkan bentuk yang sederhana atau rata dan hampir seragam, tetapi di tempat lain, terutama dikawasan timur, menunujukkan bentuk-bentuk yang lebih majemuk tidak teratur dan rumit (Feliatra et al, 2003). Propinsi Riau merupakan salah satu propinsi yang memiliki wilayah daratan 94.561 km2 dan 3.241 pulau-pulau yang memiliki empat satuan wilayah sungai yaitu sungai Rokan, Siak, Kampar dan sungai Indragiri yang merupakan perairan yang potensial untuk pembangunan usaha perikanan (Yuniarti, 2000). Luas perairan umum Riau adalah 62.648,53 Ha, terdiri dari luas perairan umum Indragiri Hilir 2.600 Ha, luas perairan umum Indragiri hulu 33,164 Ha, luas perairan umum kuansing

singingi 23.086 ha, luas perairan umum Pekanbaru 85 Ha, luas perairan umum Siak 764 Ha, luas perairan umum Bengkalis 70 Ha, dan luas perairan umum Kampar 2.795,99 Ha (Dinas Perikanan Dan Kelautan Propinsi Riau, 2001). Ikan adalah hewan yang bertulang belakang (vertebrata) yang berdarah dingin (poikilothermal) dimana hidupnya dilingkungan air, pergerakan dan keseimbangan dengan menggunakan sirip serta pada umumnya bernafas dengan insang. (Raharjo, 1980). Dinamika populasi merupakan konsep batasan identifikasi populasi dan stok serta parameter peubahnya yaitu pendugaan parameter pertumbuhan, rekruitmen, mortalitas alami dan penangkapan (Nurdin, 2011)

1.2

Tujuan dan Manfaat Adapun tujuan dari laporan praktikum dinamika populasi tentang perhitungan total, sensus tunggal, sensus berganda adalah untuk memberikan gambaran tentang jumlah populasi ikan di perairan. Sedangkan manfaat dari laporan praktikum ini adalah diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagaimana cara untuk mengetahui gambaran jumlah populasi ikan pada suatu perairan.

II.

BAHAN DAN METODE

2.1

Waktu dan Tempat Praktikum dinamika populasi tentang perhitungan tunggal, sensus tunggal dan sensus berganda ini dilaksanakan pada hari Rabu, 23 Maret 2011 pukul 13.00 14.40 WIB. Bertempat di ruangan MC 1 Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Riau.

2.2

Bahan dan Alat Adapun bahan yang digunakan pada saat praktikum ini adalah kancing baju (ikan tak bertanda)dan kacang tanah (ikan bertanda) yang dianggap sebagai ikan yang berada di perairan. Sedangkan alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah nampan, kertas grafik, mangkok plastik, pena, buku tulis, kalkulator.

2.3 2.3.1

Prosedur Praktikum Perhitungan Total Perhitungan total hanya dapat digunakan pada perairan seperti danau. Danau dengan luas A dibagi bagi atas beberapa bagian yang sama, misalnya luas satu bagian itu adalah a. Kemudian diambil beberapa bagian dari perairan tersebut yang di dalam praktikum ini diambil 5 bagian dari perairan tersebut secara acak sehingga setiap bagian memiliki peluang yang sama. Setelah itu ikan ditangkap pada 5 bagian yang telah ditetapkan sehingga di peroleh nilai a1 , a2 , a3 , a4 , a5 . Nilai nilai yang telah didapatkan dimasukkan kedalm rumus berikut :

2.3.2

Sensus Tunggal Ikan yang ada di perairan ditangkap kemudian diberi tanda (M) dan selanjutnya dilepaskan kembali ke perairan. Pada saat penangkapan untuk kedua kalinya didapat ikan sebanyak C dimana diantara ikan yang ditangkap pada penangkapan kedua ini teradapat ikan yang bertanda (r). setelah data data diperoleh, masukkan kedalam rumus sebagai berikut :

2.3.3

Sensus Berganda Pada penagkapan hari pertama didapat ikan sebanyak Ct 1 dan ikan diberi tanda (Mt) kemudian dilepas ke perairan kembali maka Mt 1, Ct.Mt 1, It 1, rt 1, dan N 1 adalah 0 (nol). Pada penangkapan hari kedua didapat ikan sebanyak Ct 2, Mt 2 = Ct 1 dan diantara ikan yang bertanda pada hari kedua tersebut terdapat ikan bertanda yakni It 2 dan It 2 = rt 2 kemudian ikan yang tak bertanda diberi tanda kemudian dilepaskan kembali ke perairan. Pada penangkapan hari ketiga diperoleh ikan sebanyak Ct 3, Mt 3 = Ct 2 + Mt 2 - rt2 dan diantara ikan yang di tangkap pada hari ketiga terdapat ikan bertanda (It 3) dan rt 3 = rt 2 + It 3. Pada penangkapan hari keempat diperoleh ikan sebanyak Ct 4, Mt 4 = Ct 3 + Mt 3 - rt 3 dan diantara ikan yang di tangkap pada hari ketiga terdapat ikan bertanda (It 4) dan rt 4 = rt 3 + It 4. Setelah d ata data di peroleh, masukkan ke dalam rumus berikut :

2.4 2.4.1

Analisis Data Perhitungan Total Dalam perhitungan total digunakan formula sebagai berikut :

Dimana

: N = Pendugaan kelimpahan A = Luas perairan a = Luas bagian dari A Var (Ni) = Keragaman Ni Var (N) = Keragaman jumlah total populasi

2.4.2

Sensus Tunggal Dalam metode sensus tunggal digunakan rumus :

Dimana

: N = Pendugaan kelimpahan M = Jumlah ikan yanng ditandai C = Hasil tangkapan yang diambil pada sensus r = Jumlah ikan bertanda yang ditangkap kembali

2.4.3

Sensus Berganda

Sedangkan dalam menggunakan metode sensus berganda digunakan rumus :

Dimana

: N = Pendugaan kelimpahan Mt = Total ikan yang ditandai sebelum hari t Ct = Total contoh diambil pada hari t It = Total penangkapan kembali pada contoh rt = Total tangkapan kembali selama percobaan sampai hari t

III.

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 3.1.1

Hasil Perhitungan Total Diketahui : a=5 a1 = 3 a2 = 4 Ditanya : Jawab : Var (N) ? A = 30 a4 = 7 a5 = 4 a3 = 4

3.1.2

Sensus Tunggal Diketahui : M = 11

C = 28 r =5 Ditanya : Jawab : N?

3.1.3

Sensus Berganda

Hari Ct Ke 1 2 3 4 7 9 15 27

Mt

Ct.Mt

It

rt

0 7 12 17

0 63 180 459

0 4 6 12

0 4 10 22

0 16 18 21

Tabel 1. Sensus Berganda

3.2 3.2.1

Pembahasan Perhitungan Total Pada perhitungan jumlah total populasi ikan di suatu perairan dengan menggunakan metode perhitungan total diperoleh hasil yakni sebesar 300 ekor ikan. Hal ini menunjukkan jumlah populasi yang cukup besar jika di lihat dari luas perairan yang menjadi objek praktikum yakni 30 satuan luas.

3.2.2

Sensus Tunggal Pada metode sensus tunggal ini diperoleh nilai penduggan kelimpahan atau jumlah total populasi ikan yakni sebesar 62 ekor ikan. Menempatkan selang kepercayaan pada kelimpahan yang diduga ternyata lebih sulit. Pendekatan perhitungan tergantung pada proposi ikan yang ditandai yang ditangkap kembali dan cara cara penangkapannya.

3.2.3

Sensus Berganda Pada metode sensus berganda ini diperoleh nilai pendugaan kelimpahan atau jumlah total populasi ikan pada hari pertama : 0 ekor ikan, pada hari kedua : 16 ekor ikan, pada hari ketiga : 18 ekor ikan, pada hari keempat : 21 ekor. Pada metode sensus berganda, apabila jumlah ikan yang ditandai meningkat maka keragaman pendugaan tersebut akan menurun. IV. KESIMPULAN DAN SARAN

4.1

Kesimpulan Metode perhitungan total hanya dapat dilakukan diperairan tenang seperti danau karena untuk menggunakan metode ini harus ditetapkan dahulu luas areanya dan berapa banyak

pembagian luas perairan tersebut. Selain itu metode ini tidak dapat mewakili jumlah ikan sebenarnya. Dalam menggunakan metode sensus tunggal dan sensus berganda, apabila pada pengangkapan selanjutnya didapatkan jumlah ikan yang bertanda lebih besar dari pada ikan yang tidak bertanda dikarenakan ikan yang bertanda tidak tersebar merata maka akan menunjukkan pendugaan kelimpahan menjadi menurun.

4.2

Saran Adapun saran untuk praktikum dinamika populasi adalah agar informasi yang disampaikan tidak hanya rumus tiap tiap metode saja tetapi juga apa arti atau makna yang dapat kita telaah dari nilai N yang diperoleh sehingga pembuatan laporan lebih mudah dan dapat memberikan informasi bagi pembaca.

DAFTAR PUSTAKA Dinas Perikanan Dan Kelautan Propinsi Riau, 2001. Potensi dan tingkat pemanfaatan sumber daya perikanan dan kelautan propinsi Riau. 45 hal (tidak diterbitkan). Feliatra, Arthur Brown, Syafril Nurdin, Kusai, Putu Sedana, Sukendi, Suparmi,Elberizon. 2003. Pengantar Perikanan dan Ilmu Kelautan II.Faperikan Press Universitas Riau. Pekanbaru.180 hal. Yuniarti. 2000. Inventarisasi dan identifikasi ikan Channidae yang terdapat di Sungai Kampar Propinsi Riau. Laporan Praktek lapang. Fakultas perikanan dan ilmu kelautan, Universitas Riau, Pekanbaru. 32 hal (tidak diterbitkan).

Nurdin, Syafril. 2011. Dinamika Populasi. Universitas Riau. Pekanbaru, 83 hal. (tidak diterbitkan) Rahardjo, S. 1980. Oseanografi Perikanan I. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. 141 hal.

DINAMIKA POPULASI
DINAMIKA POPULASI I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perairan Indonesia yang meliputi dua pertiga wilayahnya merupakan potensi sumberdaya hayati perikanan yang besar, dan belum seluruhnya dapat dikelola dengan baik. Mengingat sangat mendesaknya kebutuhan masyarakat akan protein hewani yang berasal dari ikan, maka sudah seharusnya pemanfaatan sumberdaya hayati perairan yang akan menunjang perluasan kesempatan kerja dan dapat meningkatkan pendapatan nelayan serta perbaikan gizi masyarakat. Sejalan dengan pertumbuhan penduduk serta kondisi geografis yang memerlukan peningkatan produksi komoditi perikanan. Perikanan merupakan semua kegiatan yang berhubungan dengan pengolahan dan pemanfaatan sumberdaya ikan. Dalam lingkungan sumberdaya ikan yaitu tempat hidup sumberdaya ikan, seperti biota dan factor alamiah sekitarnya, dilakukan pegolahan sumberdaya ikan, yang bertujuan agar sumberdaya ikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berlangsung terus menerus, seperti kegiatan penangkapan ikan dan atau pembudidayaan ikan. Berbagai kegiatan yang dilakukan dalam bidang parikanan, diantaranya adalah usaha perikanan sebagai usaha perorangan atau badan hukum untuk menangkap atau membudidayakan ikan, seperti kegiatan menyimpan, mendinginkan atau mengawetkan ikan untuk tujuan komersial. Penangkapan ikan bertujuan untuk memperoleh ikan diperairan, dengan alat atau cara apapun,termasuk kegiatan yang menggunakan kapal untuk memuat,mengangkut, menyimpan, mendinginkan, menolah atau mengawetkan ikan. Jadi usaha penangkapan ikan memerlukan manajemen perikanan yang cukup komplek, terutama sekali dalam hal yang berkaitan denga mengelola sumberdaya ikan. Dengan kata lain penangkapan ikan harus mempertimbangkan dinamika atau perubahan stock ikan yang akan menjadi tujuan penankapan, untuk maksud tersebut diperlukan ilmu dinamika populasi. ( Rujukkan Bahan Kuliah Dinamika Populasi, 2007 ). Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dalam mengkaji suatu stock ikan di suatu perairan maka, perlu penerapan yang khusus dilakukan dalam lengkajinya. Dan salah satu lokasi yang tepat dalam hal ini ialah Pelabuhan Perikanan Samudra Bungus. Untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya kelautan berbagai cara dapat dilakukan, antara lain mengusahakan dan mengembangkan perikanan dalam rangka peningkatan daya guna dan daya saing komoditi itu sendiri. Adanya usaha pendayagunaan komoditi perikanan baik yang dilakukan oleh Pemerintah maupun swasta telah dirasakan adanya kemajuan yang mendorong pembangunan negara secara umum dan perekonomian rumah tangga secara khusus. Salah satu komoditi yang potensial untuk diusahakan adalah perikanan, karena ikan merupakan komoditi yang dapat dipanen sepanjang tahun atau tidak terlalu tergantung pada musim. Ikan merupakan komoditi yang sangat dibutuhkan oleh manusia baik yang dikonsumsi langsung maupun yang melalui proses lebih lanjut, seperti yang dikemukakan Dahuri Rokhmin (2002) sudah banyak penelitian yang menunjukkan besarnya manfaat mengkonsumsi ikan, baik dari segi kesehatan, maupun dari harganya yang relatif lebih murah dari pada sumber protein lain seperti daging. Dilihat dari perkembangannya perikanan laut Indonesia jauh masih tertinggal jika dibandingkan

dengan negara lain hal seperti ini disebabkan oleh berbagai faktor. Diantara faktor penghambat tersebut berupa kurangnya; pengetahuan, permodalan, law enforcement yang akhirnya para nelayan melakukan aktifitasnya dengan cara yang sangat tradisional. Masalah utama dalam perikanan sebagian besar berasal dari kegiatan manusia seperti penangkapan, masyarakat perikanan, nelayan, pengusaha dan rantai pemasarannya. Konsep penangkapan ikan merupakan fungsi dari lima parameter yang meliputi : (1) penangkapan (2) kelimpahan (3) rekruitment (4) pertumbuhan dan (5) mortalitas alamiah Dalam mempelajari dinamika populasi ikan tidak terlepas dengan pengkajian stok ikan yang tujuannya memberikan saran tentang pemanfaatan yang optimum sumberdaya hayati perairan seperti ikan dan udang. Pengkajian stok itu sendiri adalah upaya pencarian tingkat pemanfaatan yang dalam jangka panjang memberikan hasil tangkapan maksimum perikanan dalam bentuk bobot. Prasyarat untuk identifikasi stok adalah kemampuan untuk memisahkan spesies yang berbeda. Pengkajian stok dilakukan secara terpisah bagi tiap stok dan hasilnya digabung dalam suatu pengkajian perikanan multi spesies.

1.2 Tujuan dan Manfaat Praktikum Tujuan dilakukannya praktikum dinamika populasi adalah untuk mengetahui secara fisik/nyata mengenai dinamika populasi,. Mengetahui jenis alat tangkap yang di gunakan oleh nelayan, jumlsh alat penangkapan di pelabuha dan menduga potensi lestari (MSY) ikan di perairan setempat. Manfaat praktikum ini adalah merndapatkan informasi yang berguna bagi praktisi perikanan setempat dalam mendapatkan hasil tangkapan serta dalam penggunaan alat tangkap yang sesuai dengan tujuan penangkapan.untuk mengetahui dinamika populasi di lapangan, mengetahui jumlah ikan yang ditangkap pertahun, berapa stok ikan yang masih ada dalam perairan, dan berapa persentase kemungkinan jumlah ikan yang akan ditangkap 1 (satu) tahun yang akan datang menambah pengetahuan dan wawasan penulis,

II. METODE PRAKTIKUM

2. 1. Waktu dan Tempat Praktikum Dinamika Populasi ini telah dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 28 April 2010 pada pukul 15.00 sampai selesai, di Laboratorium Ekologi Perairan Fakiltas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau, Pekanbaru. 3. 2. Bahan dan Alat

Peralatan yang digunakan dalam praktikum Dinamika Populasi ini adalah alat dokumentasi dan alat tulis serta alat pendukung lainnya. Bahan yang digunakan dalam praktikum dinamika populasi adalah kertas grafik atau peta waduk, kacang hijau, kacang kedelai dan jagung yang digunakan sebagai ikan yang ditangkap. 3. 3. Metode Prakikum Metode praktikum yang digunakan adalah metode survei (dilaboratorium) dimana pratikum ini dilaksanakan dilaboratorium dengan menghitung jumlah ikan yang tertangkap (jagung, kacang kedelai dan jacang hijau) pada saat ditebarkan di atas kertas grafik atau peta lokasi waduk. Dalam pratikim ini digunakan 2 metode, yaitu : 1) Metode Enumersal langsung ( Perhitungan Parsial) dengan rumus : dan Var Nt = dan Var N = . 2) Metode Mark-Rekapture (Sensus Tunggal) dengan rumus: N = dan (Sensus berganda) dengan rumus: N = . 3.4. Prosedur Praktikum Persiapkan bahan (kacang kedelai, jagung dan kacang hijau) dan alat yang akan digunakan dalam penelitian, kemudian hitung luas darikolam tersebut yang tergambar pada kertas grafik, lalu buat denah waduk pada kertas grafik dan dibagi menjadi lima bagian (kolam) dan disebarkan diatas kertas grafik dan hitung pada setiap kolam untuk nilai a masing-masing luas 1ha (perhitungan parsial). Untuk perhitungan sensus tunggal dan berganda, sebarkan kacang atau jagung dan hitung jumlah semua yang tertangkap pada kolam pada kertas grafik, kemudian capurkan dengan kacang hijau dan hitung lagi ikan yang tertangkap bertanda. Kemudian dilepaskan lagi kemudian ditangkap kembali dan hitung rasio dari ikan yang ditandai dan ditangkap kembali. 3.5. Analisis Data Dalam praktikum ini penulis melakukan survei langsung (dilaboratorium) dengan menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut: 1) Quisioner mempraktekkan langsung, yaitu alat yang digunakan untuk memperoleh data dengan cara membuat daftar pertanyaan terlebih dahulu, yaitu mengenai hal-hal yang berhubungan dengan permasalahan yang sedang dibahas dalam praktikum ini yang diisi oleh para responden. 2) perhitungan langsung, yaitu proses pengumpulan data dengan menggunakan metode Enumeral langsung dan Mark-Rekapture.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1. Hasil Hasil selama melakukan praktikum dinmika populasi tersebut, diperoleh data yaitu sebagaiberikut:. 3.1.1. Metode Enumersal langsung ( Perhitungan Parsial) Diketahiu luas waduk atau danau 80 ha, masing- masing dibagi menjadi 5 kisi, masing-masing luasnya 1 ha (a). Lima kisi diantaranya ditetapkan secara acak sebagai unit pengamatan dan dihitung populasi ikannya melalui foto udara. Dimana a1: 7 ha, a2: 9 ha, a3: 10 ha, a4: 5 ha, a5: 8 ha. a. N: N : 16 x 39 = 624 b. Var Nt = c. Var N = . Var Nt : Var N =

Var Nt : Var Nt = Var Nt : : 3,70 Var Nt = = 4440 3.1.2. Metode Mark-Rekapture A . Sensus Tunggal Rumusnya N =

Diketahui : C : 126, m : 85, r : 40 N= N = = 267,75 B . Sensus Berganda Rumusnya : N = . Ct Mt Ct x Mt It rt N 51 0 0 0 0 0 60 51 3060 6 6 510 53 105 5565 18 14 398 46 150 6900 12 26 265

3.2 Pembahasan 1.Penghitungan Enumersal langsung Metode ini digunakan untuk memperoleh penghitungan langsung dengan sedikit potensi modifikasi agar dapat digunakan seefektif metode Mark/Recapture yang digunakan untuk penaksiran secara cepat kelimpahan ikan diwaduk faperika (kita akan bicarakan ini lebih lanjut pada bahasan lain) terutama sekali individu dewasa (jantan primer/ jantan dominan) sebagai komponen dari populasi. Bagaimanapun, pada saat ini lebih atau kurang sebuah metode penghitungan langsung, kita tidak bisa mengetahui seberapa akurat metode tersebut. Pada saat ini penghitungan langsung mengarah kepada sejumlah bias yang akan membawa kita kepada eror (kesalahan) dimana akan terjadi over atau under-estimasi ukuran populasi ikan di waduk faperika. 2. Metode Mark/Recapture Metode statistik Mark/Recapture dibagi mejadi 2 kategori : Metode Mark/Recapture untuk populasi tertutup dan populasi terbuka. (Kursus ini kita akan lebih konsentrasi dalam metode untuk populasi terbuka). Jika kita berencana menggunakan sampling jangka pendek (beberapa hari hingga beberapa minggu, misal mirip dengan waktu yang digunakan untuk sensus ikan) untuk mendapat perkiraan populasi, akan menjadi seperti menggunakan metode Mark/Recapture untuk populasi tertutup. Populasi tertutup adalah sebuah populasi satwa yang tertutup dari faktor tambahan (kelahiran dan imigrasi) dan faktor pengurangan (kematian dan emigrasi). Jadi populasi dianggap konstan selama waktu penelitian. Unsur pembatas populasi tertutup : 1. Pembatas Geografis : Populasi tertutup oleh pembatas fisik sehingga satwa tidak berpindah keluar area dimana populasi tersebut terperangkap 2. Pembatas Demografis : Tertutup dari faktor kelahiran, imigrasi, kematian dan emigrasi.

IV.KESIMPULAN DAN SARAN

4.1.Kesimpulan Dalam pratikum ini, guna untuk mempelajari dinamika populasi yaitu : untuk mengetahui secara fisik/nyata mengenai dinamika populasi,. Mengetahui jenis alat tangkap yang di gunakan oleh nelayan, jumlsh alat penangkapan di pelabuha dan menduga potensi lestari (MSY) ikan di perairan setempat. Dalam pratikum ini, digunakan 2 metode, yaitu : 1) Metode Enumersal langsung ( Perhitungan Parsial) dengan rumus : dan Var Nt = dan Var N = . 2) Metode Mark-Rekapture (Sensus Tunggal) dengan rumus: N = dan (Sensus berganda) dengan rumus: N = 4.2.Saran Dari hasil praktikum dinamika populasi ini diharapkan perlunya perhatian dari pemerintah terutama terhadap kesejahteraaan masyarakat, terutama pada sektor perikanannya. Padahal apabila dikembangkan dengan optimal akan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Dalam meningkatkan perekonomian masyarakat pemerintah disarankan agar dapat memberikan arahan atau bimbingan kepada nelayan-nelayan yang terdapat dalam hal penangkapan, penanganan pasca panen maupun budidaya, sehingga mereka dapat mengetahui cara melakukan penangkapan dengan tetap memperhatikan kelestarian dari ikan-ikan tersebut. Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap masyarakat nelayan dalam meningjkatkan penghasilan dengan memberikan modal agar nelayan dapat meningkatkan hasil perikanan.