Anda di halaman 1dari 13

Prakata

Manajemen Produksi merupakan sebuah mata kuliah yang unik. Di mana di dalamnya memerlukan tenaga, pikiran, waktu, serta materi yang tidak sedikit, hanya dikenai charge 2 sks saja. Namun tentu itu tidak menjadi masalah, semua mata kuliah mempunyai bobot yang sama. Tidak ada mata kuliah yang dianggap lebih penting dari mata kuliah yang lain. Semuanya sama. Manajeman produksi dalam prakteknya memang sangat memerlukan banyak waktu, ini berkaitan dengan perencanaan yang boleh dibilang even akbar tahunan di mana beratus pasang mata akan melihat kita. Di dalamnya terdapat sebuah sistem, di mana didalam sistem tersebut mempunyai sistem-sistem lain yang mendukung sistem utama. Dalam buku ini akan kita bicarakan mengenai sistem-tersebut, selama saya tahu, dan akan dibicarakan dengan bahasa yang nyaman, karena sasaran dari buku ini adalah mahasiswa yang akan menempuh mata kuliah manpro selanjutnya. Trims.

SEMARANG, JUNI 2010 ZAHIDI SEDYADIASTO

Terimakasih kepada
Allah SWT Ketua Jurusan, Pak Sahrul, Dosen pembimbing kita Pak Hasan dan Pak Bintang, Bapak dan Ibu di rumah, Temen-temen Manajemen Produksi 2010, Seluruh keluarga Sendratasik, B2 dan B7 beserta Gazebonya, Para Sponsor. Terima kasih telah mendukung acara kami, telah memberikan masukan yang berharga, sehingga kita dapat terus berjalan, untuk menuju sukses. Terimakasih,

Motto

Sebuah Sejarah, Sebuah Pengalaman

THE SHOW MUST GO ON ada dua cara menuju sukses 1. majulah selangkah demi selangkah, 2. apabila tidak bisa melangkah, karena sesuatu hal, ingat! Kembalilah ke langkah nomor 1

Read me

Sebuah Sejarah, Sebuah Pengalaman

Buku ini hanyalah catatan-catatan mengenai proses dan hari H pelaksanaan kuliah Manajemen Produksi. Dan bukan untuk diperjualbelikan. Buku ini dibuat sebagai inspirasi bagi siapa saja terutama bagi mahasiswa Manajemen Produksi tahun yang akan datang. Buku ini memang tidak ditulis secara resmi, dengan tujuan agar komunikatif, karena target utama (pembaca) adalah mahasiswa Manajemen Produksi. Isi di dalamnya adalah sebuah cerita Manajemen Produksi 2010 dari awal hingga akhir. Apabila ada yang silahkan hubungi penulis. menginginkan buku ini,

DAFTAR ISI

Sebuah Sejarah, Sebuah Pengalaman

MANAJEMEN PRODUKSI 2010


Sebuah Sejarah, Sebuah Pengalaman Manajemen Produksi

Sebuah Sejarah, Sebuah Pengalaman

Fungsi manajemen Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi tiga, yaitu: Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagibagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil. Pengarahan

Sebuah Sejarah, Sebuah Pengalaman

(directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.

Langkah Awal
Oke, langkah awal. Langkah awal adalah pondasi kita untuk membuat suatu bangunan yang kukuh. Sejauh yang saya lihat langkah awalnya adalah kita harus memperhatikan betul teori yang disampaikan oleh dosen pembimbing kita. Karena teori ini akan sangat membantu dalam proses kerja.

Sebuah Sejarah, Sebuah Pengalaman

Kemudian setelah 3 bulan kami memperoleh teori, akhirnya kita membentuk sebuah kepanitiaan. Tentu temen-temen sudah tahu, sebuah kepanitiaan terdiri dari ketua, wakil, bendahara dll sampai ke sienya. Nah, untuk membentuk ketua, kebetulan tahun ini saya dipercaya temen-temen untuk menjadi pimpinan produksi 2010. saya tidak begitu tahu kenapa saya direkomendasikan demikian. Tapi ya sudah karena temen-temen percaya sama saya akhirnya saya setuju. Apabila ketua sudah terbentuk, kemudian kita membuat pentolan (hhihih maap ^^) perseksi antara lain, Sekretaris, Bendahara, Humas, Acara, Keamanan, Perlengkapan (Artistik), Dekorasi, Dokumentasi dan Konsumsi. Bila diperlukan, bisa menambah sie lagi.

Sistem dan Susunan kepanitiaan manajemen Produksi 2010 Sistem kepanitiaan

Sebuah Sejarah, Sebuah Pengalaman

10

1. pimpinan produksi 2. wakil pimpinan produksi 3. sekretaris 4. bendahara 5. humas 6. acara 7.perlengkapan (artistik) 8.keamanan 9.konsumsi 10.dekorasi dan dokumentasi

Bagan di atas menunjukkan mekanisme rapat manajemen produksi, karena banyaknya mahasiswa yang menempu mata kuliah ini (151 mahasiswa) akhirya dibuat perwakilan untuk rapat. Namun masih tetap ada rapat besar yang mempertemukan semuanya. Manajemen produksi 2010 ini terdiri dari 4 rombel, yang diampu oleh dua dosen. Untuk mempermudah penilaian dosen, tadinya akan dibuat empat malam setiap malam satu rombel. Misalnya

Sebuah Sejarah, Sebuah Pengalaman

hari pertma adalah rombel satu yang bekerja kemudian malam kedua berarti rombel dua dst. ] Namun ada sedikit kendala apabila kita memakai sistem ini, karena tidak semua mahasiswa rombel tertentu mempunyai skill yang lumayan tinggi. Yang dimaksud skill adalah kemampuan mengelola apa yang memang menjadi jobnya. Sedangkan kespesifikan kinerja adalah menjadi yang utama. Tidak mungkin saya memasukkan orang yang berkompeten dalam bidang perkabelan ke dalam bidang konsumsi bukan? Atas dasar itu, akhirnya kita tetap bekerja semuanya dalam hari H tersebut. Bagan diatas merupakan bagan mekanisme rapat supaya kita lebih mudah berkordinasi. Memang sulit sekali mengkondisikan 151 mahasiswa dalam satu ruangan. Seringkali mahasiswa tidak hadir dalam rapat karena suatu hal, sudah barang tentu ini menghambat kinerja yang lain. Akhirnya, untuk mengatasi hal tersebut kita berinisiatif membentuk suatu perwakilan. Pada produksi kali ini, kita ambil satu-satu dari tiap seksi, contohnya dari seksi acara diambil empat orang (karena terdapat empat rombel) kemudian bendahara empat orang, keamanan empat orang dst. Dengan begitu sudah ada 32 orang yang mewakili keempat rombel tersebut. Kemudian dari keempat orang tersebut diambil satu lagi untuk mewakili, inilah yang disebut koordinator utama. Kesepuluh komponen tadi harus sering ketemu dan berkordinasi. Arus informasinya adalah dari atas kebawah. Contoh, ketika konsumsi akan mengajukan lemper sebagai makanan utama, maka harus dirapatkan dengan semua koordinator inti termasuk ketua. Apabila sudah disepakati maka untuk ke bawah

10

Sebuah Sejarah, Sebuah Pengalaman

tinggal menginstruksikan lemper. Boleh dibilang tempat untuk beradu argumen adalah pada rapat koordinator utama.

Target
Menentukan target adalah salah satu kegiatan manajemen. Di mana target yang kita pilih adalah harus SMART. S = Specific = spesifik M = Measurable = terukur A = Attainable = targetnya R = Realistic = Realistik T = Timely = Tepat waktu Menentukan target hari H. Target hari H kita adalah tanggal 22 26 juni 2010 (plan B). diadakan selama 5 hari dimulai dari pukul 19.00 sampai dengan pukul 24.00. pertimbangannya, tanggal 22 adalah hari baik (cie kaya mo nikah aja ckikiki) untuk melakukan kegiatan. Plan A kita adalah tanggal 28 Juni, plan B adalah 22 Juni, dan plan C kita adalah (ektrime) setelah ujian. setelah menimbang, memikirkan, akhrinya kita memutuskan untuk Caranya : Langkah pertama, analisis berapa jumlah penyaji. Berapa jumlah manpro.

Sebuah Sejarah, Sebuah Pengalaman

11

cek terlebih dahulu, agenda jurusan, bila perlu agenda fakultas pada bulan hari H terdapat agenda apa saja. Bila diperlukan, cek agenda dosen pada bulan itu dan pastikan. Jangan sampai acara kita berbarenangan dengan agenda dosen. Sediakan selalu plan A, Plan B, plan C sampai dengan plan Z. Setelah menemukan hari baik konsultasikan ke dosen, baik dosen pembimbing maupun ketua jurusan. Bila di ACC silahkan melangkah ke target selanjutnya. Target selanjutnya adalah menentukan tempat pergelaran. Sebenarnya banyak tempat untuk melaksanakan pergelaran. Seperti rencana awal kita. Pergelaran musik 2010 akan diadakan di gedung B6, tanggal 22 Juni. Namun setelah dirembug, ternyata B6 tidak bisa digunakan, alasannya yang pertama seni Tari menggunakan B6 pada tanggal 19 -20 Juni. Kita tanggal 22 Juni, hanya ada sela tanggal 21 Juni. Artinya kita hanya punya waktu 24 jam sebelum hari H dimulai. Negatif. Kita tidak bisa mempersiapkan semuanya dalam waktu 24 jam. termasuk di dalamnya adah dekorasi, sound dll. Alasan kedua adalah (maaf ^^) akustik ruang B6, untuk audio kurang begitu baik dibandingkan dengan outdoor. Sedangkan 99.9% kegiatan kita dalah berkaitan dengan audio. Negatif.

12

Sebuah Sejarah, Sebuah Pengalaman

Kemudian muncul pertanyaan berikiutnya. Mengapa kita tidak melaksanakan di panggung terbuka yang telah disediakan? Alasannya yang pertama adalah dekat dengan tempat perkuliahan (B1). Sedangkan kita check sound hari H mulai dari pukul 12.00 tentunya ini mengganggu. Kemudian dilihat dari sisi audionya sedikit lebih baik dibanding B6.

Sebuah Sejarah, Sebuah Pengalaman

13