Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTEK MEKANIKA TANAH

Uji CBR (California Bearing Ratio)


14 Mei 2012

Oleh:

Muhammad Fahmi (5415102712) Rianto Wildan Hakim Erwin Septiadi (5415102713) (5415102715) (5415102717)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2012

I.

PENDAHULUAN

Bagian dari permukaan bumi, baik atas maupun permukaan bawah sering kali digunakan sebagai tumpuan beban konstruksi. Selain sebagai tumpuan beban, konstruksi material tanah dapat juga di manfaatkan sebagai bagian dari konstruksi, misalnya sebagai bahan tanggul, bendungan dan lain-lain dengan cara di padatkan hingga nilai kepadatan optimal. Oleh karena itu diperlukan Uji CBR (California Bearing Ratio). Untuk menentukan CBR tanah dan campuran tanah yang dapat dipadatkan dilaboratorium pada kadar air tertentu. Untuk mendapat nilai CBR rencana maka percobaan diulangi lagi dengan jumlah tumbukan 25 x dan 56 x (praktek yang kami lakukan sebanyak 35 x) dengan dibebani kecepatan 1,3 mm/menit dengan selang waktu 1/4m, 1/2m, 1m, 1 1/2m, 2m, 3m, 4m, 6m, 8m, 1m. Kemudian dibuat grafik untuk mendapatkan nilai CBR rencana tersebut.

II. Alat:

ALAT DAN BAHAN

1. Mold berbentuk silindris dengan diameter dalam 15 cm, tinggi 17,8 cm, dengan leher sambungan yang dapat dilepas

setinggi 5cm dan pelat dasar yang berlubang. 2. Piringan pemisah 15 cm dan tinggi 6 cm. 3. Alat penumbuk dengan berat 2,5 kg, 5 cm dengan tinggi jatuh 30,5 cm.

4. Alat untuk mengukur pengembangan yang terdiri dari pelat pengembangan 15 cm dan berlubang dengan lubang 1,6 mm dan tripod untuk menyanggah arloji pembacaan yang dipasang pada leher sambungan.

5. Arloji pembacaan. 6. Beban permukaan pelat bulat dengan lubang di tengah 5,4 cm dan pelat setengah bulatan yang kesemuanya berdiameter 15 cm dengan berat 2,25 kg. 7. Piston penetrasi 5 cm dan panjang 10 cm.

8. Alat penekan. 9. Bak perendaman. 10. Oven pengering. 11. Perlengkapan lain seperti baki pencampur, sendok, filter, dan lain-lain.

Bahan:

Tanah pada kadar air optimum 3%

III.

PROSEDUR PENGUJIAN

1. Pasang mold pada pelat dasar, leher penyambung dan timbang beratnya (siapkan dua buah mold) 2. Campur contoh tanah pada kadar air optimum 3 % 3. Padatkan tanah dalam mold sebanyak 5 lapisan dengan tumbukan sejumlah 15 x untuk setiap lapisan. 4. Periksa kadar airnya 5. Lepaskan leher penyambung dan ratakan permukaannya.

6. Ambil salah satu mold untuk direndam 7. Tempatkan pelat pengembangan dan pasang arloji pembebanan dan rendam selama 4 x 24 jam.

% Pengembangan = perubahan tinggi x 100% Tinggi semula 8. Contoh yang lain dan juga contoh yang sudah direndam 4 x 24 jam akan Diperiksa nilai daya dukungnnya sebagai berikut: a. pasang beban diatas permukaan tanah. b. Pasang piston penetrasi pada alat penekan c. Bebani dengan kecepatan 1,3mm/menit. Catat beban setiap penetrasi mencapai : 0,64; 1,27; 1,91; 2,54;,5,08; dan 7,62 mm. CATATAN Untuk mendapat nilai CBR rencana maka percobaan ini diulangi lagi dengan jumlah tumbukan 25 x dan 56 x, sehingga didapat 3 nilai CBR. Ketiga nilai CBR tersebut dibuat grafik untuk mendapatkan nilai CBR rencana tersebut.

IV.

PERHITUNGAN

Berat Silinder (W1) = 10800 gr Berat tanah + silinder setelah ditumbuk (W2) = 15800 gr Berat talam = 210 gr - berat cawan + tanah basah awal = 1300 gram

- berat cawan + tanah kering oven = 1075 gram - Kadar air ( W ) = = 26,01 % Berat Isi : V= . r2. t = 3,14 . 7,52. 16,6 = 2931,975 cm3 ( W2 W1 ) / V = ( 15800 10800 ) / 2931,975 = 1,705 gr / cm3 x 100 %

Waktu 1 1 2 3 4 5 8 10

Tekanan (penetrasi) 2 3 3,5 4,5 24 55 90 133 283 394

Penurunan 47 79 101 127 377 538 696 848 1340 1901

V. IMPLIKASI Uji CBR bertujuan untuk mendapatkan nilai daya dukung tanah dalam keadaan padat maksimum.