Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN SECSIO SESARIA

Operator Kooperator Indikasi : Tidak ada kemajuan persalinan dengan kehamilan serotinus Jam 13.35 Cuci tangan secara fuhrbringer Anastesi narkose mulai Desinfeksi kulit perut Jam 13.55 Goresan kulit melintang membuka dinding perut Membuka dinding perut lapis demi lapis Insisi kulit perut dan sub cutis : a. b. Jam 14.00 Jam 14.05 Jam 14.10 Jam 14.15 Insisi memanjang pada linea alba 1 2 jari diatas symfisis sampai 1 -2 jari dibawah pusat Insisi pada pelvic linea Sayatan kecil pada fasia musculus rectus abdominis dan dengan bantuan pinset anatomis lalu fasia digunting kebawah dan keatas Musculus rectus abdominis secara tumpul kelateral sehingga peritoneum bebas Peritonium parietalis dijepit dengan pinset anatomis diangkat lalu digunting keatas dan kebawah ; pinggir-pinggir diklem (peritoneal klem) Buikspreider dan Blasts haak dipasang : dr Imam Ahmad Arif : dr. Bambang

MEMBUKA UTERUS Jam 14.20 Blass peritonium diangkat dengan pinset, digunting kanan kiri, dipisahkan, diklem Insisi SBR melintang + 10 cm berbentuk konkaf Insisi pada corpus uteri memanjang + 10 cm sampai sub endometrium lalu endometrium ditembus dengan jari secara tumpul MENGELUARKAN JANIN, PLASENTA DAN SELAPUT KETUBAN Jam 14.30 Jam 14.35 Janin dikait keluar menurut presentasinya (letak kepala) Plasenta dan selaput ketuban dilahirkan secara manual Eksplorasi pada cavum uteri dan ostium uteri internum Pinggir luka-luka uterus diklem untuk presentasi

MENUTUP LUKA UTERUS Jam 14.45 Luka uterus dijahit : 1. Interupted sutures (Geknoopt) pada miosubendometrium dengan catgut 2. Continues suture pada seromuskular (over-hecting) dengan catgut 3. Pada Low servical peritonealisasi yaitu Continues suture yang merupakan tumpang tindih peritoneal flap MENUTUP LUKA DINDING PERUT Jam 14.50 Luka dinding perut dijahit lapis demi lapis sebagai berikut : 1. Peritoneal parietalis secara Continues suture (Doorlopen) dengan catgut 2. Otot dihit secara interrupted sutures agak longgar 3. Fascia (M. rectus abdominis) dijahit secara 8 atau X-figure suture dengan catgut 4. Kalau perlu subcutis geknoop 5. Kutis (kulit): Donathi dengan benang Zijde menurut skin scratches lalu agrave sebanyak kebutuhan. Bila agrave tidak ada kulit dijahit dengan benang (Zijde) Jam 15.15 Operasi selesai

IMPLEMENTASI
KALA I Tgl 12/08/05 Jam 13.00 No. Dx 1 Implementasi dan Hasil 1. Menjelaskan prosedur sebelum memulai melakukan tindakan operasi Hasil : Ibu memahami dan siap untuk menjalani operasi SC 13.05 2. Memberikan gambaran yang jelas tentang jalannya operasi SC Hasil : Klien dapat menerima dan pasrah terhadap tindakan yang akan dilakukan 13.05 3. Memantau TTV Hasil : TD = 135/90 mmHg SB = 37,5oC Hasil : 13.10 VT dilatasi serviks 2 cm (sempit) ; tidak ada kemajuan kala I selama 20 jam 5. Menganjurkan kepada keluarga untuk berpartisipasi dan memberikan support dan menemani klien sementara atau selama menunggu proses SC 13.10 12/08/05 13.15 2 Hasil : Keluarga berpartisipasi dan menemani klien disampingnya 1. Menganjurkan tehnik relaksasi nafas dalam 6 9 x/menit Hasil : pelayanan asuhan keperawatan maternitas 13.15 2. Melakukan masase atau gosokan pada pinggang Jam 13.30 S: beradaptasi dengan nyeri N = 100 x/ m R = 24 x/ mnt Jam 13.30 S: Ibu mengatakan siap menjalani operasi SC O: Ekspresi wajah rileks dan mampu menerima tindakan yang akan diberikan padanya A: Masalah Teratasi P: Pertahankan Intervensi SOAP

4. Memberitahukan pasien hasil pemeriksaan yang didapatkan

Klien dapat melakukan nafas dalam dengan bimbingan dari pemberi Klien mengatakan mampu yang dirasakan

Hasil : 13.15 dirasakan pinggang bawah Hasil : 13.20 Keluarga melakukan kompres hangat pada pinggang 4. Memberikan HE pada klien bahwa respon nyeri ini sudah indikasi (+) dan memang harus ada pada kala I Hasil : 12/08/05 13.20 3 Klien dapat mengerti proses nyeri yang terjadi sebelum persalinan 1. Mempertahankan tehnik cuci tangan yang benar Hasil : Pemberi asuhan keperawatan melakukan tehnik cuci tangan yang benar 13.25 2. Menggunakan tehnik aseptik selama VT Hasil : Memakai handscoen steril sebelum VT 13.25 13.30 basah 4. Mengobservasi TTV Hasil : TD = 130/90 mmHg S = 37,5oC P = 24 x / mnt N = 92 x / mnt KALA IV

O: A: P: Pertahankan intervensi

Ibu mengatakan nyeri berkurang dan mampu beradaptasi dengan nyeri yang Tampak rileks diantara his 3. Menganjurkan pada keluarga untuk memberikan kompres hangat pada Nyeri teratasi

Jam 13.30 S :O:A: Infeksi tidak terjadi P:

3. Menganjurkan perawatan perineal setelah eliminasi dan mengganti linen bila Pertahankan intervensi

Tgl 12/08/05

Jam 14.20

No. Dx 1

Implementasi dan Hasil SOAP 1. Mengobservasi timbulnya perdarahan pada luka operasi dan tempat Jam 15.30 insersi plasenta dan uterus Hasil : Perdarahan + air ketuban = + 900 cc S :O: Turgor kulit baik, membran mukosa lembab : RL 2 kolf + NaCl 1 kolf = 1500 cc dan tidak terjadi diaforesis A: Keseimbangan volume cairan adekuat P: P = 20 x / mnt N = 80 x / mnt ------------

14.25

2. Mengobservasi jumlah perdarahan dan diaforesis (output cairan) Hasil : Input Output : 900 cc + 500 cc = 1400 cc

14.25

3. Mengobservasi TTV : Hasil : TD = 125/80 mmHg S = 37,5oC

14.30 12/08/05 15.15 15.15 15.15 15.20 15.20 2

4. Menganjurkan kepada ibu untuk meningkatkan intake cairan peroral Hasil : Klien mengerti dan mau melaksanakannya 1. Menganjurkan perawatan septik dan anti septik u/ mengganti balutan 2. Menganjurkan kepada ibu agar mengganti balutan bila basah 3. Mengkaji adanya tanda-tanda infeksi Hasil : Tanda-tanda infeksi tidak ditemukan 4. Mengkaji TTV : TD = 120/80 mmHg S = 37,5oC P = 20 x / mnt N = 80 x / mnt Jam 15.30 Faktor Risiko tidak ditemukan A: Infeksi tidak terjadi P: Pertahankan intervensi

5. Penatalaksanaan pemberian antibiotic (Amoxixilin 1 gram / 8 jam)

BAB IV PEMBAHASAN
A. Pengkajian Pengkajian dilakukan pada klien Ny. N melalui wawancara langsung baik dengan klien maupun dengan keluarganya, status klien dan observasi perawatan terhadap klien, dari hasil pengkajian tersebut didapatkan bahwa semua data-data yang ada pada klien sesuai dengan teori telah diuraikan sebelumnya walaupun tidak semua data-data yang mungkin ditemukan pada klien sesuai menurut teori dimanifestasikan oleh klien. B. Diagnosa Keperawatan Diagnosa Keperawatan diangkat berdasarakan data-data yang menunjang baik data subyektif maupun data objektif dari klien serta pemeriksaaan laboratorium yang didapatkan, dari sepuluh diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada klien dengan persalinan Sectio Caesaria, maka terdapat lima diagnosa yang muncul, yang terdiri dari dua diagnosa teridentifikasi aktual dan tiga diagnosa keperawatan adalah bersifat risiko. C. Implementasi Implementasi yang diberikan kepada klien berdasarkan intervensi yang sudah direncanakan dari lima diagnosa yang diangkat pada klien, namun tidak semua intervensi yang direncanakan tersebut dapat diiplementasikan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan Setelah melaksanakan intervensi dan pembelajaran kesehatan selama di kamar operasi dan ruang bersalin BPRS Syech Yusup Kabupaten Gowa dengan diagnosa persalinan Seksio Caesaria, kami menyimpulkan sebagai berikut : 1. Dalam penerapan Asuhan keperawatan secara sistematis dari pengkajian sampai evaluasi pada Ny. S dengan persalinan seksio caesaria ditemukan lima diagnosa keperawatan, tidak semua diagnosa yang ditemukan adalah aktual, dari semua diagnosa yang diangkat: ansietas dapat teratasi, resiko infeksi tidak terjadi, risiko volume cairan tidak terjadi. Nyeri masih ada namun mulai berkurang dan klien mulai dapat beradaptasi dengan rasa nyerinya. 2. Sesuai dengan teori pada pasien Seksio Caesaria terdapat 10 diagnosa keperawatan tetapi pada praktik hanya ditemukan 2 diagnosa aktual dan 3 diagnosa yang bersifat risiko yang ditemukan sesuai dengan respon dan kondisi klien 3. Berakhirnya praktik profesi Ners kelompok III B2 di BPRS Syech Yusup Kabupaten Gowa lebih khusus dalam penerapan Asuhan Keperawatan pada Ny N, tidak terlepas dari peranan pembimbing yang dibutuhkan. B. 1. Saran Pelaksanaan Asuhan Keperawatan akan berhasil apabila ada kerjasama yang baik antara sesama perawat, tim medis dan tenaga kesehatan lainnya karena itu hendaknya kerjasama yang baik senantiasa dipelihara dan terus dipertahankan 2. Agar proses keperawatan berlangsung dengan tepat dan benar hendaknya pengadaan sarana penunjang/alat-alat dapat disediakan sehingga dapat dimanfaatkan semaksimal dan seefektif mungkin. dalam memberikan bimbingan secara terus-menerus juga antusias menyediakan fasilitas

3.

Disarankan kepada semua tenaga

keperawatan

agar

meluangkan waktu dan tenaga untuk melakukan dokumentasi keperawatan setelah selesai melakukan tindakan sebagai bukti legal pelaksanaan asuhan keperawatan profesional 4. Diharapkan kepada pembimbing agar terus meningkatkan intensitas bimbingan dan komunikasi serta koordinasi yang lebih baik sehingga mutu praktek keperawatan dari hari kehari semakin meningkat.