P. 1
Slide Teori Klasik,2, Konteks Sosial

Slide Teori Klasik,2, Konteks Sosial

5.0

|Views: 7,192|Likes:
Dipublikasikan oleh khairul Amin

More info:

Published by: khairul Amin on Apr 26, 2009
Hak Cipta:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

PERTEMUAN KE-2

KELAHIRAN TEORI SOSIOLOGI

Pertanyaan awal

Fakta seringkali tidak Untuk apa belajar teori, bisa dibaca melalui teori, apa manfaat belajar teori? lalu teori apa gunanya tanpa fakta?

Teori yang baik
• Ilmuan sosial sering dituduh berada di menara gading • Jauh dari realitas, jauh dari dunia nyata • Teori tidak praktis dan tidak relevan dengan dunia praktis

Teori yang mampu digunakan u/ memahami fakta, menjelaskan dan memberikan ramalan yang valid mengenai perencanaan masa depan yang baik

Teori sosiologi adalah

seperangkat proposisi yg memungkinkan u/ mensistematiskan dan peramalan tentang pengetahuan, penjelasan kehidupan sosial dan merumuskn hipotesis baru

dimaknai juga sebagai sistem ide gagasan yang bervariasi, yang terentang perilaku manusia yang penting dalam kehidupan sosialnya

Muatan Teori Sosiologi
Muatan ilmu Pengetahuan:
Teori sosiologi sebagai alat untuk membuat analisis yang teratur dan sistematis tentang fenomena2 sosial

Muatan ideologis:
Teori sosiologi tidak bersifat netral, ia mengandung Kepentingan (ideologi)

Dua kekuatan yang melahirkan Teori sosiologi

Kekuatan sosial: Kekuatan Sosiologi dikenal pasca revoluasi intelektual: Perancis 1789 & Pencerahan di Revolusi industri, Lahirnya teori Perancis Durkheim, kedua revolusi tsbt sosiologi Melahirkan kapitalisme. Jerman Karl Marx Kemudian sosialisme, dan Max Weber, urbanisasi, ilmu Italia Vilfredo Pengetahuan dan Pareto, Mosca dll. agama

Menjelang revolusi dan periode pencerahan, khususnya Abad ke18 dan 19, perubahan besar telah terjadi di berbagai komunitas, baik perubahan yang secara tiba2 maupun bertahap Sejak abad ke 15, berbagai perubahan telah berlangsung dalam struktur masyarakat

Kekuatan sosial
    

Munculnya sosialisme Perspektif feminisme Arus urbanisasi Perubahan keagamaan Pertumbuhan ilmu pengetahuan

 

Revolusi Perancis sangat besar pengaruhnya bagi perkembangan teori sosiologi Banyak Dampak positif dari revolusi Perhatian para ahli bukan pada dampak positifnya, tetapi dampak negatifnya Pasca revolusi terjadi kekacauan, karena kondisi itu, banyak pihak yang menghendaki kembali ke abad pertengahan yang penuh perdamaian

Revolusi bukanlah peristiwa tunggal, tetapi rangkaian proses perubahan masyarakat Barat, dari corak sistem pertanian menjadi industri Banyak industri bermunculan, akibatnya banyak orang beralih dari sistem pertanian ke pekerja pabrik (buruh) Sistem ekonomi kapitalis menjanjikan adanya transaksi ekonomi dan pasar bebas Dalam sistem kapitalis, segelintir orang memperoleh keuntungan sangat besar, sebagian besar orang yang bekerja membanting tulang dalam jam kerja yang panjang menerima upah yang rendah

Munculnya sosialisme

Sosialisme muncul sebagai upaya menanggulangi ekses sistem industri dan kapitalisme. Sosialisme dipandang sebaai solusi atas masalah industri, meski sebagian besar sosiolog, baik secara pribadi maupun intelektual menentangnya Hanya Marx yang aktif mendukung penghancuran sistem kapitalis dan diganti dengan sistem sosialis Durkheim dan Weber menentang sosialisme dan mereka lebih khawatir dari

Perspektif Feminisme

 

Posisi perempuan yang termarginal atau subordinat dari laki2. Gerakan feminisme telah ada sejak 1630-an yang dimanifestasikan melalui kegiatan tulismenulis Puncaknya melalui gerakan liberalisme Barat Munculnya tuntutan penggunaan hak pilih perempuan dan reformasi UU kewarnegaraan dan industrial Gerakan feminisme secara intelektual telah memengaruhi teori sosiologi Teori ttg hal ini masih bersifat konservatif, karena dirumuskan oleh laki2, bukan perempuan

Proses urbanisasi

Pasca revolusi, banyak orang yang tercerabut dari akar tradisional mereka, lalu pindah ke kota Migrasi besar2an disebabkan oleh tarikan lapangan kerja yang disediakan oleh industri di kota Selain itu, perluasan kota menimbulkan sejumlah masalah urban, seperti kepadatan penduduk, polusi, kebisingan, kepadatan lalulintas, dsb. Kondisi inilah yang menarik perhatian para sosiolog, apalagi sosiolog Amerika pertama memberikan perhatian pada masalah kota

Perubahan keagamaan

Perubahan yang terjadi pasca revolusi sangat berpengaruh terhadap religiusitas Sosiolog awal banyak yang berlatar belakang religius dan terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan profesional Cara berpikir mereka dibawa kedalam sosiologi Sosiologi ditransformasi ke dalam agama, dan teori mereka tentang agama dinilai baik Marx mempunyai orientasi keagamaan yang kritis dibandingkan dengan

Pertumbuhan Ilmu Pengetahuan

Awal munculnya sosiologi, minat terhadap ilmu pengetahuan meningkat pesat, khususnya fisika, biologi dan kimia Sosiolog awal menginginkan sosiologi agar meniru kesuksesan fisika dan biologi Perdebatan muncul, karena ada pihak yang menerima model sains dan pihak yang memandang bahwa ciri2 kehidupan sosial berbeda dgn ciri2 objek studi sains Hingga kini perdebatan itu masih tersu berlangsung, meski keunggulan pemikiran yang menyukai sosiologi sebagai sains

Dari proposisi yang berasal dari reaksi konservatif terhadap pencerahan dapat dipandang dalam konteks kekuatan dan basis intelektual dari pembangunan teori sosiologi klasik di Eropa khususnya Perancis

Kekuatan intelektual
Abad pencerahan  Reaksi konservatisme atas pencerahan

Kesuksesan revolusi berdampak pada meluasnya penyediaan sarana penting untuk memenuhi kebutuhan manusia Sementara gerakan pencerahan menyediakan basis intelektual bagi perubahan sosial Relasi-relasi sosial baru terbentuk dalam masyarakat sebagai konsekuensi perubahan sosial

Abad pencerahan

Pencerahan sebagai faktor penting yang memengaruhi revolusi teori sosiologi Pencerahan sebagai sebuah periode perkembangan intelektual dan pembahsan pemikiran filsafat Sejumlah gagasan dan keyakinan lama, dibuang dan diganti dengan selama periode pencerahan Pencerahan dipengaruhi oleh sains dan filsafat

Abad pencerahan

Filsafat abad ke-17 dipengaruhi oleh Descartes, Hobbes, Dn John Locke. Gagasan mereka sangat abstrak, umum dan rasional Pencerahan berikutnya tidak menolak sistem gagasan yang abstrak dan rasional, tetapi berusaha mendapatkan ide dari kehidupan nyata dan mengujinya dalam kehidupan nyata itu Mereka ingin mengembangan riset empiris dengan pertimbangan akal

Abad pencerahan

Pemikir pencerahan bukan Cuma menginginkan gagasan mereka yang ada berasal dari dunia nyata, tetapi mereka pun menginginkan agar gagasan mereka bermanfaat bagi dunia sosial. Abad pencerahan ditandai oleh keyakinan bahwa manusia mampu memahami dan mengontrol alam semesta dengan menggunakan akal dan riset empiris Alam fisik ditentukan oleh hukum alam, maka dunia sosial harus ditentukan oleh suatu hukum tertentu

Abad pencerahan

Hakekat dunai sosial dapat diketahui baik dengan menggunakan akal ataupun riset Tujuan praxis pemikir pencerahan setelah mereka tahu cara kerja dunia sosial, a/ menciptakan dunia yang lebih baik dan rasional Pemikir pencerahan menolak otoritas tradisonal Otoritas tradisonal sngat tidak rasional, menghambat pertumbuhan dan perkembangan manusia Misi pencerahan a/ mengatasi sistem yg tak rasional

Reaksi Kaum konservatif

 

Rekasi terhadap pencerahan muncul dari kalangan agamawan Mereka menentang gerakan pencerahan dan revolusi Perancis Mereka merindukan abad pertengahan yang penuh keharmonisan, kedamaian Bagi mereka Tuhan a/ sumber kehidupan Tuhan menciptakan masyarakat, manusia tak perlu merusak dan tak boleh merusak kesakralan ciptaan Tuhan

Reaksi Kaum konservatif

Hidup ini bagi kaum konservatif tidak hanya ada aspek rasional, tapi juga aspek irrasional Fenomena berupakan tradisi, imajinasi, emosional dan agama merupakan komponen yang penting dan berguna bagi kehiduapn sosial Mereka tidak menyukai pergolakan, dan revolusi yang melahirkan kegoncangan dalam masyarakat

Proposisi utama lahirnya teori sosiologi klasik

Pemikir pencerahan cenderung menekankan pada individu, reaksi konservatif mengarahkan perhatian pada sosiologi umum dan menekankan pada masyarakat dan fenomena skala luas. Masyarakat a/ unit analisis terpenting: masyarakat dipandang lebih penting ketimbang individu. Masyarakatlah yang membentuk individu terutama melalui proses sosialisasi Individu bukan tak dilihat sebagai unsur paling mendasar dalam masyarakat (terdiri dari bagian2 komponen seperti: peran, posisi, hubungan, struktur dan institusi.

Proposisi utama lahirnya teori sosiologi klasik

Bagian dlm masyarakat saling berhubungan, itulah basis utama masyarakat. Rusaknya suatu bagian akan merusakn seluruh sistem Perubahan menjadi ancaman bagi masyarakat dan komponennya (individu dan masyarakat), kalau bagiannya diganggu akan membawa penderitaan bagi rakyat dan akhirnya terjadi kekacauan Sedikit keinginan u/ meneliti efek negatif dari struktur dan institusi sosial

Proposisi utama lahirnya teori sosiologi klasik

Unit kecil (keluarga, tetangga, kelompok keagamaan dll) dipandang penting bagi individu dan masyarakat, karena menyediakan lingkungan tatap muka yg intim bagi individu Perubahan sosial seperti industrialisasi, urbanisasi dan birokratisasi dpt menimbulkan kekacauan tatanan, perubahan menakutkan dan menggelisahkan Perubahan menuju pd rasionalitas, konservatif menekankan pd faktor nonrasional dlm kehidupan sosial seperti ritual, seremoni dan ibadah

Perkembangan sosiologi Perancis

Saint Simon (1760-1825): pengembang teori sosiologi konservatif, ia ingin mempertahankan kehidupan sosial seperti apa adanya, tetapi tak juga ingin kembali ke kehidupan adab pertengahan Ia yakin bahwa studi sosial dapat dilakukan dgn teknik ilmiah sebagaimana dilakukan dalam sains Pikiran radikalnya a/ perlu reformasi sosialis terutama sentralisasi

Perkembangan sosiologi Perancis

August Comte (1798-1857): sebagai murid Simon, Comte banyak belajar filsafat dan corak berpikir model Simon, meski ia tidak selalu sependapat dengan gurunya Comte ingin melakukan perubahan revolusioner dan reformasi menyeluruh terhadap struktur masyarakat Sama sekali tidak ada keinginan kembali ke abad pertengahan dan atau mempertahankan tradisi yang

Perkembangan sosiologi Perancis

Emile Durkheim (1858-1917): pewaris pencerahan, karena penekanan pada sains dan reformisme sosial Durkheim secara politik sangat liberal, tetapi secara intelektual sangat konservatif Durkheim membenci kekacauan sosial, ia melakukan studi tentang tertib sosial Kekacauan sosial dapat dikurangi dgn reformasi sosial

Perkembangan sosiologi Jerman
 

 

Hegel (1770-1831): pemikir dan ahli dalam filsafat sejarah, politik dan kultur. Hampir semua pelajar Jerman pada masa itu mempelajari itu dalam kerangka Hegelian Konsep Hegel yang terkenal a/ dialektika dan idealisme Dialektika a/ cara berpikir dan citra ttg dunia, menekankan arti penting dari proses, hubungan, dinamika, konflik dan kontradiksi – cara berpikir dinamis Dialektika a/ memandang bahwa dunia bukan tersusun dari struktur yang statis, tetapi dari proses, hubungan, dinamika dan kontradiksi Idealisme menekankan pada pentingnya pikiran dan produk mental ketimbang kehidupan sosial Yang penting bukan kehiduapn itu sendiri, melainkan definisi sosial

Perkembangan sosiologi Jerman

Feuerbach (1804-1872): ia penganut Hegelian atau dapat disebut Hegelian Muda yang tetap berkarya dalam tradisi Hegelian, namun mengkritik Hegel Ia menentang idealisme subjektif Hegel dan kemudian memusatkan perhatian pada realitas dan bukan pada gagasan Ia menerima filsafat materialisme

Perkembangan sosiologi Jerman

Karl Marx (1818-1883): ia penganut dan mengikuti gagasan umum Hegel terutama dalam hal filsafat materialisme dan dialektika Marx sama seperti Feuerbach mengkritik Hegel yang terlalu menekankan pada gagasan yang abstrak tanpa merujuk pada realitas sosial Marx menjadi pemikir terkemuka dalam hal ekonomi politik

Perkembangan sosiologi Jerman

Max Weber (1864-1920): penganut aliran sosiolog yang berusaha memahami fenomena sosial dengan pendekatan dan metode ilmu pengetahuan Weber banyak memahami persoalan yang bersifat spesifik seperti agama Weber yang menekankan teori sosiologinya pada tingkah laku sosial dan arti penting suatu tindakan sosial Motif yang mendorong suatu tindakan sosial

Perkembangan sosiologi Ingris
 

Sosiologi Ingris didirikan diatas tiga pilar yaitu: ekonomi politik, Ameliorisme dan Evolusi Sosial Ekonomi politik: teori tentang masyarakat industri dan kapitalis Ameliorisme: keinginan u/ menyelesaikan masalah sosial melalui reformasi individu. Adanya kebodohan, kemiskinan, struktural perkotaan, sanitasi yang buruk, kemelaratan, kejahatan dan minuman keras merupakan persoalan individu yang pada waktu itu sudah menjadi perhatian sosiolog Evolusi sosial: proses pertumbuhan dari yang sederhana ke kompleks, berlipat2 pertumbuhannya Tokohnya Herbert Spencer

Perkembangan sosiologi Italia

 

Sosiologi Italia dikembangkan oleh Vilfredo Pareto (1848-1923) dan Gaettano Mosca (18581942) Pareto mengembangkan teori tentang elite Elite merupakan sekelompok kecil yang memperoleh banyak keuntungan dan memerintah massa yang didominasi oleh faktor emosional Massa tidak bisa menjadi kekuatan revolusioner, karena kebanyakan mereka tidak rasional Satu2nya perubahan dapat dilakukan, ketika elite berkuasa mengalami kemerosotan moral dan digantikan oleh elite baru

Dua kondisi sebelum Ilmu Sosial muncul

Naturalisme. Doktrinnya a/ semua gejala dapat dijelaskan dlm logika sebab akibat yg lazim terjadi pada alam, tetapi juga dapat diterapkan dalam fenomena sosial  Sistem evaluasi etis harus diminimalkan. Hal ini dilakukan agar gejala sosial tidak terkekang dalam persoalan

Proposisi aliran rasionalisme dan naturalisme

Pikiran merupakan perangkat yg secara universal dimiliki manusia Hakikat manusia sama secara universal. Hanya saja perbedaan2 manifestasi manusia dapat dilihat dari kondisi daerah, latar belakang, dan kebiasaan hidup Lembaga dibangun bagi manusia, bukan manusia ada untuk lembaga Kemajuan merupakan hukum utama masyarakat

Teori sosiologi pasca revoluasi (revolusi Perancis dan industri) bertujuan menyampaikan sesuatu sesuai dengan realitas sosial (rasional) dan tidak menjelaskan mitos-mitos. Dari revolusi Perancis dan Industri telah melahirkan perspektif struktural-fungsional (terjadi konsensus) yang kemudian melahirkan disorder (kekacauan) dan kemudian di order (teratur)

Dari perjalanan itu lahirlah sosiologi makro  Di AS justru terjadi sebaliknya, berkembangnya sosiologi mikro dengan spesifikasi ilmu tertentu yang didukung oleh liberalisasi  Kekuatan-kekuatan itu mengakui kekuatan pihak lain – bergeser dari kolektif menjadi individual

Tokoh-tokoh atau ahli Teori Sosiologi Klasik yang sering dijadikan sumber diantaranya; Emile Durkheim, Max Weber, Karl Marx, George Simmel, Herbert Spencer, Pitirim A. Sorokin,dan August Comte. Tentu beberapa lagi yang lain seperti Ferdinand Tonnies, Saint Simon, dll.

2.

3.

4.

5.

Dari ahli itu, secara umum teori-teori sosial dapat diklasifikasi menurut tingkat analisa; Pola-pola budaya (nilai-nilai, norma- norma, pandangan hidup, arti-arti, sistem-sistem simbol dll.) Struktur sosial (besarnya, pembagian kerja, derajat konsensus, tipe kekuasaan atau struktur otoritas dll.) Hubungan antar pribadi (intensitasnya, frekwensinya, derajat kerjasama atau konflik dll.) Hubungan tingkat individu (pola motivasi, karakteristik, pribadi, orientasi subyektif,

Teori sosiologi spesifik
Teori ini bertujuan menjelaskan dan memahami fenomena dan konteks sosial masyarakat yang hidup terbelakang dan jauh dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.  Teori spesifik bertujuan menjelaskan kondisi masyarakat yang masih percaya pada mitos, legenda dan takhayul dan masih jauh dari semangat rasionalitas

Proses dialektis dalam rangka memahami konteks masyarakat terbelakang, akan terjadi objektivikasi dan proses rasionalisasi untuk ditransformasikan dalam kehidupan sosial  Ketika rasionalitas diterima, keyakinan dan kepercayaan yang berdiam dibawah sadar perlahan mengalami kemunduran, meski dalam tradisi keagamaan, keyakinan dan kepercayan

Teori spesifik atau yang bersifat implisit (atau berada di bawah sadar) menciptakan struktur masyarakat yang “stabil”, pro status quo dan cenderung menghindar dari perubahan, apabila mereka tidak konsisten dengan bangunan teoritiknya. Teori spesifik yang bersifat implisit akan mempunyai sisi eksplisit, ketika teori itu tunduk pada objektivikasi dan analisa kritik. Tidak semua teori dapat diterima, tapi mungkin sekali teori itu akan memperoleh dukungan

Para pengikut teori implisit apabila tidak sadar akan perspektif lain, maka kebiasaan-kebiasaan atau kepercayaan itu tetap memperoleh dukungan.  Teori implisit akan mengalami pemudaran apabila suatu masyarakat sering kontak dengan masyarakat luar atau lainnya. Perubahan sosial yang pesat akan merubah kebiasaan dan kepercayaan yang sudah mapan,

Kelompok reformis akan memperoleh perlawanan dari kelompok status quo yang tetap ingin mempertahankan teori lama atau kebiasaan lama  Contoh, apabila suatu komunitas masih tetap dalam bingkai tradisional dan menerima dengan mentah-mentah, maka anak mudah tidak akan pernah berpikir untuk memperoleh alternatif yang realistis bagi masa depannya.

Konteks Sejarah Lahirnya Sosiologi

Perhatian intelektual telah lama terhadap sosiologi atau masalah kemasyarakatan. Para ahli filsafat pencerahan pada abad 18 sudah menekankan peranan akal budi yang potensial dalam memahami perilaku manusia Ibn Khaldun (Tunisia) telah merumuskan satu model tentang masyarakat yaitu masyarakat nomaden yang bertipe keras dan masyarakat halus bertipe menetap dalam satu

Konteks sosial lahirnya Sosiologi
 

Dipengaruhi oleh aliran pencerahan yang dilancarkan oleh filosof Pencerahan berkembang, karena adanya problem politik kekuasaan dan legitimasi Perubahan-perubahan sosial pasca revolusi (revolusi Perancsi dan revolusi industri di Inggris) yang mendorong berkembangnya teori-teori sosial Meskipun revolusi Perancis menyentuh wilayah struktur politik, tapi tergambar

Spencer dan Marx berkunjung ke Inggris untuk memahami dan menjelaskan tipe keteraturan sosial baru yang muncul sebagai konsekuensi pertumbuhan industri dan teknologi. Revolusi industri telah merusakkan hubungan sosial tradisional dan menciptakan perpecahan baru dalam struktur sosial, tapi revolusi juga membentuk basis yang potensial untuk suatu jenis keteraturan sosial baru. Di Jerman pun, industrialisasi dan pergolakan politik menambah usaha orang untuk mengerti masyarakat dan

Perkembangan teknologi dan pertumbuhan industri, bangkitnya kesadaran nasional, penjelajahan geografis dan ekspansi kolonial, pergeseran dalam struktur kelas dan meningkatnya urbanisasi yang pesat sudah terjadi sebelum Comte memberi nama bagi ilmu sosiologi. Sebelum teknologi berkembang pesat, pada abad ke-18 orang percaya akan akal budi optimis dan abad ke-19 menjadi sangat berkurang. Hukum alam diyakini dengan baik, sebaliknya abad ke-19 ditandai dengan munculnya kesadaran yang bertambah akan keterbatasan akal budi dan sejumlah dasardasar nonrasional dari motivasi manusia dan institusi sosial Atas dasar itu, Comte perlu “membangu agama

Perkembangan itulah yang melahirkan sosiologi. Ilmu ini bersifat sejarah artinya ia membentuk suatu penghargaan akan cara di mana perubahan sosial yang besar dan perubahan budaya merangsang semacam perhatian intelektual di mana sosiologi akhirnya berkembang. Tidak ada dobrakan ilmiah atau intelektual yang terjadi dalam kekosongan, dan sosiologi lebih dari ilmuilmu pengetahuan lainnya, dipengaruhi oleh kontek sosial. Pada momen lahirnya sosiologi terjadi sejumlah perubahan besar, kerajaan tumbuh dan berganti, ambruk dan ditaklukkan dan teknologi baru

Isntitusi politik dan ekonomi yang cepat berubah, sementara gereja masih tradisional, mesti akhirnya perlawanan revolusioner pun yang menyebabkan gereja harus mengikuti irama perubahan, hingga gereja “terseret” dalam politik perlawanan yang dipergunakan oleh kaum proletariat untuk melawan kaum borjuasi.

Proses ini memberi kemungkinan baru bagi para ilmuan sosial, masyarakat mengalami transisi – dari dogmatis ke rasional. Kesulitan ilmuan sosial kala itu adalah mereorganisasi masyarakat secara rasional. Masyarakat Eropa dahulu hanya mendengar cerita yang dibawa oleh para pedagang, misionaris, dan orang2 yang tertarik untuk melihat kehidupan sosial di tempat lain. Cerita2 itu diterima sebagai dasar bagi kehidupan tanpa ada rasionalisasi yang kuat. Masa lalu menekankan pada stabilitas dan kedamaian, sementara perubahan melahirkan distorsi sosial dan konflik.

Masa lalu menekankan kebersamaan, masa kini justru menekankan kepentingan diri sendiri dan tidak adanya komitmen moral. Egoisme ini di Eropa melahirkan konsep Walfare state, Islam mengenai konsep zakat, infaq dan shadaqah, agar yang memiliki kelebihan harta benda dapat berkontribusi untuk membantu yang wong cilik, dhu’afa melalui tangan negara. Isntitusi politik dan ekonomi yang cepat berubah, sementara gereja masih tradisional, mesti akhirnya perlawanan revolusioner pun yang menyebabkan gereja harus mengikuti irama perubahan, hingga gereja “terseret” dalam politik perlawanan yang dipergunakan oleh kaum proletariat untuk melawan kaum borjuasi.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->