Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 6 ( ENAM )

ADHI PERMANA
ANASTASIA EVIRA
EVANPHILO IBIE
NORISA JUMALA
RHOPI KLAWA

JANUARI 2009
SMA NEGERI 2
PALANGKARAYA
I. TUJUAN PERCOBAAN :
Tujuan percobaan ini adalah untuk menentukan pengaruh pergeseran
kesetimbangan dalam suatu reaksi.

II. ALAT DAN BAHAN :

Adapun alat-alat serta bahan yang dipergunakan dalam praktikum ini,


antara lain sebagai berikut :

• ( sendok ) spatula
• tabung reaksi
• pipet tetes
• akuades
• butiran kristal PbNo4
• larutan KI 1 M
• larutan K2SO4 1M

III. CARA KERJA :

 Proses kerja yang diperlakukan terhadap tabung reaksi


pertama :

1. Memasukkan satu ( sendok ) spatula kristal PbSO4 ke dalam


tabung reaksi A.

2. Menambahkan kira-kira 4 mL larutan KI 1 M.


3. Mengaduk campuran tersebut dengan cara menguncang-
guncangkannya, kemudian mengamati perubahan warna yang
terjadi.
4. Mendiamkan tabung reaksi A selama beberapa saat, sampai
terjadi pengendapan.

5. Membuang air yang ada, sehingga yang tersisa hanya dalam


bentuk endapan saja.
6. Mencuci endapan dengan akuades, yaitu mencampurkan
endapan dengan akuades, menunggu terjadinya pengendapan,
setelah air dan endapan terpisah, maka air akuades kembali
dibuang.
7. Menambahkan larutan K2SO4 1M kira-kira 4 mL ke dalam tabung
reaksi yang berisi endapan, mengaduk dengan cara
mengguncang-guncangkannya, kemudian mengamati reaksi
yang terjadi.
 Proses kerja yang diperlakukan terhadap tabung reaksi kedua
:

1. Memasukkan satu ( sendok ) spatula kristal PbSO4 ke dalam


tabung reaksi B.
2. Menambahkan kira-kira 4 mL larutan K2SO4 1 M.
3. Mengaduk campuran tersebut dengan cara menguncang-
guncangkannya, kemudian mengamati perubahan warna yang
terjadi.

4. Mendiamkan tabung reaksi B selama beberapa saat, sampai


terjadi pengendapan.
5. Membuang air yang ada, sehingga yang tersisa hanya dalam
bentuk endapan saja.

6. Mencuci endapan dengan akuades, yaitu mencampurkan


endapan dengan akuades, menunggu terjadinya pengendapan,
setelah air dan endapan terpisah, maka air akuades kembali
dibuang.
7. Menambahkan larutan KI 1M kira-kira 4 mL ke dalam tabung
reaksi yang berisi endapan, mengaduk dengan cara
mengguncang-guncangkannya, kemudian mengamati reaksi
yang terjadi.
IV. DATA PERCOBAAN DAN REAKSI KIMIA :

A. Data Percobaan ( Pelaksanaan Praktikum ):

• Hari dan tanggal : Rabu, 21 Januari 2009


• Tempat : Laboratorium Biologi-Kimia SMAN 2
Palangkaraya
• Guru Pembimbing : Herlina, Spd.
• Laboran : Kristian, Spd.
 Hasil Pengamatan :

(reaksi pertama)
• Butiran timbal sulfat (PbSO4) berwarna putih dan larutan kalium iodida
1M (KI) berwarna bening bereaksi bersama – sama membentuk larutan
bening dan endapan yang berwarna kuning.
• Endapan berwarna kuning yang telah dipisahkan dengan larutannya,
kemudian direaksikan bersama larutan kalium sulfat 1M (K2SO4) yang
berwarna bening menghasilkan produk berupa larutan bening dan
endapanberwarna putih.

(reaksi Kedua)
• Butiran kristal timbal sulfat (PbSO4) berwarna putih dan larutan kalium
sulfat 1M (K2SO4) bereaksi bersama – sama membentuk larutan bening
dan endapan berwarna putih.
• Endapan berwarna putih yang telah dipisahkan dengan larutannya,
kemudian direaksikan bersama larutan kalium iodida 1M (KI) berwarna
bening, menghasilkan produk berupa larutan bening dan endapan
berwarna kuning.

B. Reaksi Kimia :
(*Sudah disetarakan)
I = PbSO4 + 2KI PbI2 + K2SO4
(terbentuk endapan putih) (terbentuk endapan kuning)

II = PbI2 + K2SO4 PbSO4 + 2KI


(terbentuk endapan kuning) (terbentuk endapan putih)

V. FOTO-FOTO PERCOBAAN :

Berikut ini adalah beberapa tambahan foto yang berhasil kami rekam
pada saat praktikum di luar foto-foto pada saat proses kerja sebelumnya :

# Alat dan bahan yang digunakan selama praktikum :


Perlengkapan tabung reaksi

Butiran kristal PbSO4


Akuades

Larutan KI 1 M

Pipet tetes, tissue, dan peralatan serta bahan yang lainnya


Hasil Percobaan

# Kelompok 6 yang serius dan tenang ( tidak


mengikuti kelompok lain yang sibuk ber-narsis ria . . . ) :

Ki-ka : Evan dan Adhi sedang sibuk mencatat-catat


untuk kepentingan praktikum
Rhopi menyiapkan alat-alat praktikum
yang akan digunakan serta membenahi alat-alat
yang sudah dipakai

Ki-ka : Anastasia dan Norisa yang bertugas


untuk menjalankan semua proses kerja praktikum

Kelompok 6 : Keep Fight!!!!

VI. PEMBAHASAN :

Reaksi dapat balik (reversible) berlangsung tindak tuntas.


Kesetimbangan dikatakan bergeser ke kanan, jika produk bertambah atau
pereaksi berkurang. Kesetimbangan dikatakan bergeser ke kiri, jika produk
berkurang atau pereaksi bertambah.

 AZAS LE CHATELIER

Pada tahun 1884, Hendri Louis Le Chatelier (1850 – 1936) berhasil


menyimpulkan pengruh faktor luar terhadap kesetimbangan. Kesimpulan
Le Chatelier tersebut kini kita kenal sebagai azas Le Chatelier sebagai
berikut : Bila terhadap suatu kesetimbangan dilakukan suatu tindakan
(aksi), maka sistem itu akan mengadakan reaksi yang cenderung
mengurangi pengaruh aksi tersebut. Secara singkat, azas le chatelier
dapat disimpulkan sebagai berikut :
Reaksi = –Aksi

 PENGARUH KONSENTRASI

Sesuai dengan azas Le chatelier (reaksi = –aksi), jika konsentrasi salah


satu komponen diperbesar maka reaksi sistem adalah mengurangi
komponen tersebut. Sebaliknya, jika konsentrasi salah satu konponen
diperkecil, maka reaksi sistem adalah menambah komponen itu.
• Jika konsentrasi pereaksi diperbesar, kesetimbangan akan bergeser ke
kanan.
• Jika konsentrasi pereaksi diperkecil, kesetimbangan akan bergeser ke
kiri.

 PENGARUH TEKANAN

Penambahan tekanan dengan cara memperkecil volum akan


memperbesar konsentrasi semua komponen. Sesuai dengan azas Le
Chatelier, maka sistem akan bereaksi dengan mengurangi tekanan.
Tekanan gas bergantung pada jumlah molekul dan tidak bergantung pada
jenis gas. Oleh karena itu, untuk mengurangi tekanan maka reaksi
kesetimbangan akan bergeser ke arah yang jumlah koefisiennya kecil.
Sebaliknya, jika tekanan dikurangi dengan cara memperbesar volum,
maka sistem akan bereaksi dengan menambah tekanan dengan cara
menambah jumlah molekul. Reaksi akan bergeser ke arah yang
koefisiennya lebih besar.
• Jika tekanan diperbesar (volum diperkecil), kesetimbangan akan
bergeser ke arah yang jumlah koefisiennya terkecil.
• Jika tekanan diperkecil (volum diperbesar), kesetimbangan akan
bergeser ke arah yang jumlah koefisiennya terbesar.

 PENGARUH KOMPONEN PADAT DAN CAIR

Penambahan komponen yang berupa larutan atau gas akan


berpengaruh pada kerapatan antarpartikel dalam campuran. Jika suatu
komponen gas atau terlarut ditambahkan, maka konsentrasi meningkat,
sehingga sistem bereaksi untuk mengurangi konsentrasi. Jika yang
ditambahkan berupa padatan atau cairan murni, hal itu tidak mengubah
konsentrasi karena jarak antarpartikel dalam padatan dan cairan adalah
tetap.
Demikian juga halnya pada perubahan tekanan atau volum. Perubahan
tekanan atau volum tidak mempengaruhi konsentrasi padatan atau cairan
murni. Jadi, ketika mempertimbangkan pengaruh tekanan dan volum,
koefisiennya komponen padat tidak diperhitungkan. Tekanan hanya
berpengaruh pada sistem kesetimbangan gas. Komponen padat atau cair
tidak menggeser kesetimbangan.

 PENGARUH SUHU
Sesuai denga azas Le Chatelier, jika suhu sistem kesetimbangan
dinaikkan, maka reaksi sistem adalah menurunkan suhu, kesetimbangan
akan bergeser ke pihak reaksi yang menyerap kalor (ke pihak reaksi
endoterm). Sebaliknya, jika suhu diturunkan, maka kesetimbagan akan
bergeser ke pihak reaksi eksoterm.
• Jika suhu dinaikkan, kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi
endoterm.
• Jika suhu diturunkan, kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi
eksoterm.

 PENGARUH KATALIS

Katalis memperbesar laju reaksi karena menurunkan energi pengaktifan.


Penurunan energi pengaktifan tersebut berlaku untuk kedua arah. Jadi,
katalis akan mempercepat laju reaksi maju sekaligus laju reaksi balik. Oleh
karena itu, penggunaan katalis akan mempercepat tercapainya keadaan
setimbang. Meskipun katalis dapat mempercepat pencapaian keadaan
setimbang, namun katalis tidak mengubah komposisi kesetimbangan.

VII. KESIMPULAN :

• Reaksi yang berlangsung antara


PbSO4 + 2KI PbI2 + K2SO4
Merupakan reaksi bolak – balik yang berlangsung dalam 2 arah. Dalam
rekasi tersebut, telah tercapai kesetimbangan, dimana tidak ada lagi
perubahan yang dapat diamati atau diukur (sifat makroskopis tidak
berubah), tetapi reaksi sebenarnya masih berlangsung di tingkat
molekul (tingkat mikroskopis).
• Pergeseran kesetimbangan, menurut azas Le Chartelier dipengaruhi :
a. Konsentrasi
b. Tekanan
c. Suhu

 Komponen padat dan/atau cair tidak menggeser kesetimbangan.


 Katalis tidak mengubah komposisi kesetimbangan melainkan hanya dapat
mempercepat pencapaian.