Anda di halaman 1dari 3

1.

Apa saja yang termasuk PKP menurut Peraturan Pemerintah Nomor 143 TAHUN 2000 ? Jawab : Yang termasuk PKP menurut Peraturan Pemerintah Nomor 143 tahun 2000 adalah : a. Pengusaha yang baru berniat akan melakukan penyerahan Barang Kena Pajak/Jasa Kena Pajak (dalam tahap pra operasi/belum berproduksi komersial), artinya perusahaan tersebut belum memulai usahanya tetapi dari kegiatan persiapan yang dilakukan seperti pembelian barang modal atau bahan baku dapat diketahui bahwa Pengusaha ini berniat akan melakukan penyerahan Barang Kena Pajak/Jasa Kena Pajak. b. Bentuk kerja sama operasi (Joint Operation/Joint Venture) yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak/Jasa Kena Pajak. Apabila Joint Operationt tersebut hanya merupakan alat koordinasi, sedangkan transaksi penyerahan BKP/JKP tetap dilakukan sendiri-sendiri oleh peserta JO, maka JO tersebut tidak perlu dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak.

2. 3.

Pengurusan NPWP dapat dilakukan dimana saja? Jawab : Apa arti kode NPWP yang berupa angka 15 digit itu? Jawab :

Kode NPWP terdiri dari 15 digit, dengan perincian sebagai berikut:

2 digit pertama merupakan identitas wajib pajak, yaitu : - 01 sampai dengan 03 = Wajib Pajak Badan - 04 dan 06 = Wajib Pajak Pengusaha - 05 = Wajib Pajak Karyawan - 07, 08 dan 09 = Wajib Pajak Orang Pribadi 6 digit kedua merupakan nomor registrasi / urut yang diberikan Kantor Pusat DJP kepada KPP, contoh : 855.081

1 digit ketiga diberikan untuk KPP sebagai alat pengaman agar tidak terjadi pemalsuan dan kesalahan NPWP, contoh : 4

3 digit keempat adalah kode KPP, contoh : 005

3 digit terakhir adalah status wajib pajak (Tunggal, Pusat atau Cabang), yaitu : - 000 = Tunggal atau pusat - 00, dst = Cabang ke-, dst

contoh : NPWP PT ABC : 01.855.081.4-005.000, dengan penjelasan sbb :

- 01 artinya WP Badan - 855.081, artinya nomor registrasi / nomor urut terdaftar - 4 artinya kode cek digit - 005 artinya kode KPP Jakarta Kramat Jati - 000 artinya status WP adalah WP tunggal
4. Apa saja manfaat yang dapat kita peroleh jika sudah memiliki NPWP? Jawab : Manfaat yang dapat diperoleh jika sudah memiliki NPWP antara lain :

a. Sebagai pembayaran pajak di muka (angsuran) atas Fiskal Luar Negeri yang dibayar sewaktu Wajib Pajak bertolak ke Luar Negeri, dimana fiscal luar negeri ini dapat menjadi kredit pajak atau pengurang bagi wajib pajak b. Sebagai salah satu persyaratan ketika melakukan pengurusan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) c. Sebagai salah satu syarat pembuatan Rekening Koran di bank-bank.
5. Bagaimana cara membuat NPWP? Jawab : a. Wajib Pajak yang akan mendaftarkan diri datang langsung ke Kantor Pajak tempat domisili atau lokasi usaha kita dan wajib mengisi Formulir Pendaftaran Wajib Pajak. b. Pengisian dan penandatanganan formulir dapat dilakukan oleh Wajib Pajak sendiri atau oleh orang lain yang diberi kuasa Khusus. Formulir dan Lampiran yang diperlukan diserahkan kepada petugas dan akan segera diproses, dan sesuai dengan janji DJP seharusnya NPWP langsung jadi dalam tempo 1jam bila tidak ada masalah dalam proses registrasi ini. c. Penyampaian formulir pendaftaran Wajib Pajak yang telah diisi dan ditandatangani, dapat dilakukan oleh Wajib Pajak sendiri atau orang lain yang diberi kuasa penuh.

6.

Berapa lama jangka waktu Pencabutan PKP? Jawab : Berdasarkan PMK Nomor 20/PMK.03/2008 Tanggal 6 Februari 2008, Atas permohonan Wajib Pajak untuk melakukan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, Direktur Jenderal Pajak setelah melakukan pemeriksaan harus memberikan keputusan dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak tanggal permohonan diterima secara lengkap. Apabila jangka waktu tersebut telah lewat, Direktur Jenderal Pajak tidak memberi suatu keputusan, maka permohonan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak dianggap dikabulkan dan surat keputusan mengenai Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak harus diterbitkan dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan setelah jangka waktu tersebut berakhir

7.

Jika sudah ounya NPWP dan apabila ada rumah / harta yang belum didaftarkan dalam laporan pajak, apakah rumah atau harta tersebut bisa diurus proses jual belinya? Jawab :

Bila sudah memiliki NPWP, maka wajib pajak berkewajiban menyampaikan SPT, yaitu dengan melaporkan harta, penghasilan dan kewajiban selama tahun berjalan. Karena perpajakan kita menganut sistem self assessment yang artinya wajib pajak memberikan kepercayaan penuh dalam menghitung pajak terutangnya sendiri. Sehingga, apabila terdapat harta, penghasilan ataupun kewajiban yang belum dilaporkan, wajib dilakukan pembetulan atas SPT yang telah disampaikan. 8. Apa saja dasar hokum yang melandasi adanya NPWP? Jawab : Dasar hukum yang melandasi adanya NPWP meliputi : a. b. c. d. e. 9. H UU KUP no.6 tahun 1983 terakhir diubah dengan UU no.28 tahun 2007 PP no.80 tahun2007 Keputusan Menteri Keuangan no.573 tahun 2000 Perdirjen no.44/2008 jo.41/2009 Keputusan Dirjen Pajak no.701 tahun 2001

10. G 11. G 12. T 13. Y 14. Y 15. Y 16. Y 17. Y 18. Y 19. Y 20. t