Anda di halaman 1dari 14

Laboratorium Geologi Minyak dan Gas Bumi 2012

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Pemetaan Geologi Bawah Permukaan adalah metoda atau teknik pemetaan struktur, ketebalan lapisan dan karakteristik unit batuan dengan menggunakan data bawah permukaan. Metoda Pemetaan Geologi Bawah Permukaan merupakan salah satu metoda yg penting dalam eksplorasi dan eksploitasi migas atau endapan mineral ekonomi lainnya. Pada prinsipnya pemetaan bawah permukaan sama dengan pemetaan pada permukaan, hanya terdapat beberapa perbedaan yang agak mencolok. Pada pemetaan permukaan kita berhadapan dengan satu bidang permukaan dan yang dipetakan adalah sifat-sifat/keadaan geologi/topografi yang dituangkan dalam bentuk gambar pada bidang permukaan tersebut. Pada pemetaan bawah permukaan, kita berhadapan dengan berbagai macam bidang permukaan atau interval-interval antara 2 bidang permukaan tersebut. Bidang permukaan ini biasanya adalah bidang perlapisan atau lapisan, tetapi dapat pula bidang-bidang lainnya misalnya bidang ketidkselarasanatau bidang patahan. Suatu hal yang khas dan peta-peta bawah permukaan adalah sifat kuantitatif dan peta-peta tersebut. Sifat kuantitatif itu dinyatakan dengan apa yang dinamakan garis iso atau secara popular disebut garis kontur (countour lines/tranches untuk peta topografi). Garis ini menyatakan titik-titik yang mempunyai nilai yang sama, terutama nilai kuantitatif dan suatu gejala atau sifat tertentu yang terdapat pada suatu bidang permukaan/perlapisan atau dalam interval antar dua bidang permukaan/perlapisan.

Nama : Gusti Indrawan Tritya Vijaya NIM : 111.100.120 Plug : 10

Laboratorium Geologi Minyak dan Gas Bumi 2012

Nilai dan gejala tersebut dapat berupa: Kedalaman suatu lapisan terhadap permukaan laut (kontur struktur) Kedalaman suatu permukaan (bidang ketidakselarasan, basement (isolath) Ketebalan suatu interval antar dua bidang Ketebalan total lapisan-lapisan batuan tertentu dalam suatu interval (isolith) Persentase ketebalan total lapisan-lapisan batuan tertentu dalam suatu interval perlapisan (isopresentase) Perbandingan ketebalan total suatu lapisan batuan tertentu terhadap ketebalan lapisan lain (isoratio)

I.2 Maksud dan Tujuan Maksud dari acara pembuatan peta bawah permukaan adalah untuk melakukan salah satu metode dalam upaya eksplorasi hidrokarbon dan mengetahui cadangan hidrokarbon dan seberapa jumlah besar hidrokarbon yang bisa diproduksi. Tujuan dari acara pembuatan peta bawah permukaan adalah agar praktikan bisa menentukan perkiraan cadangan hidrokarbon pada reservoar (STOIIP) dan yang dapat diproduksi dalam suatu reservoar (RR).

Nama : Gusti Indrawan Tritya Vijaya NIM : 111.100.120 Plug : 10

Laboratorium Geologi Minyak dan Gas Bumi 2012

BAB II DASAR TEORI

Peta Bawah Permukaan Penggambaran garis kontur merupakan suatu operasi teknik mekanistik yang harus dibimbing oleh pemikiran geologi dan apresiasi estetika. Dengan demikian tidakada rumus-rumus untuk garis kontur, akan tetapi ada prinsip-prinsip tertentu yang harus diikuti dalam menggambarkan garis kontur. Garis Kontur Sebagaimana telah diuraikan garis kontur adalah garis iso, atau persamaan nilai dari suatu sifat/keadaan yang dinyatakan dalam angka numeris dan bersifat kuantitatif. Antara (Spacing) Jarak antara dua garis kontur yang berdekatan secara horizontal/lateral dinyatakan dalam ukuran skala. Interval Kontur Perbedaan antara dua garis kontur yang berdekatan. Interval selalu merupakan angka konstan untuk seluruh peta. Nilai Kontur Nilai kontur harus selalu merupakan angka bulat atau angka yang mudah/simple. Pemilihan nilai kontur dan interval kontur sangat erat hubungannya dengan : 1. Ketelitian data dalam titik control, misalnya pembacaan kedalaman tidak dapat lebih teliti dari 0,5 m maka interval kontur harus paling sedikit 1m. 2. Kecepatan perubahan nilai secara lateral atau antara (spacing) 3. Jika perubahan terlalu cepat maka interval harus besar sehingga spacing tidak terlalu rapat.
Nama : Gusti Indrawan Tritya Vijaya NIM : 111.100.120 Plug : 10

Laboratorium Geologi Minyak dan Gas Bumi 2012

4. Dalam pemilihan nilai kontur harus dipergunakan angka-angka mudah, puluhan, ratusan, tengahan, limapuluhan, angka-angka genap atau fraksi.

Titik Kontrol Titik control adalah setiap lokasi dalam dimana data didapatkan. Titik ini dapat berupa sumur pemboran (kering ataupun yang menghasilkan minyak) ataupun berupa sumur pemboran disebut control sumur (well-control).Peta-peta, nama serta nomor biasanya dinyatakan pada titik tersebut.

Jika yang dipetakan adalah struktur geologi atau bentuk tektonik, maka harus dapat kita bayangkan bentuk-bentuk lipatan, struktur, antiklin, sumbu-sumbu lipatan, patahan dsb, yang akan membimbing kita dalam memberikan bentuk pada garis kontur. Jika yang dipetakan adalah fasies sedimen, maka harus dapat kita bayangkan asal transport sedimen, garis pantai, batas energi gelombang, bentuk cekungan, penebalan sediment dsb.

Pembuatan Peta 1. Peta Top Structure Peta ini menunjukkan penyebaran suatu lapisan dibawah permukaan berdasarkan dari top lapisan tersebut. Penyebaran puncak lapisan dapat

berupa sinklin, antiklin ataupun datar. Peta ini didapatkan dengan mencantumkan meter bawah permukaan laut (mbpl) top lapisan pada setiap sumur. Nilai-nilai ini sebagai acuan untuk membuat kontur struktur. 2. Peta Bottom Structure Peta ini menunjukkan penyebaran suatu lapisan dibawah permukaan berdasarkan dari bottom lapisan tersebut. Penyebaran puncak lapisan dapat berupa sinklin, antiklin ataupun datar. Peta ini didapatkan dengan

Nama : Gusti Indrawan Tritya Vijaya NIM : 111.100.120 Plug : 10

Laboratorium Geologi Minyak dan Gas Bumi 2012

mencantumkan meter bawah permukaan laut (mbpl) bottom lapisan pada setiap sumur. Nilai-nilai ini sebagai acuan untuk membuat kontur struktur.

3. Peta Fluid Contact Peta-peta ini menggambarkan garis-garis yang menghubungkan titiktitik suatu formasi/lapisan dengan ketebalan yang sama. Dalam peta bawah permukaan, peta ini merupakan peta batas OWC (Oil-Water Contact) yang diplotkan dan di-overlay pada top dan bottom structure. 4. Peta Gross Sand Mekanisme pembuatan peta gross sand sama dengan pembuatan peta top structure, namun data yang digunakan dalam pembuatan peta ini adalah ketebalan dari suatu lapisan. Dengan demikian peta gross sand tidak berhubungan dengan ketinggian atau kedalaman tetapi peta ini

menggambarkan penyebaran tebal tipisnya lapisan. 5. Peta Net Sand Peta ini menggambarkan akumulasi ketebalan batupasir, tidak termasuk akumulasi pengotor seperti batulempung dan sebagainya yang ada dalam suatu lapisan. Sama halnya dengan peta gross sand, peta ini tidak berhubungan dengan ketinggian melainkan menggambarkan ketebalan. 6. Peta Net Pay Peta ini menggambarkan ketebalan batupasir yang mengandung hidrokarbon. Lain halnya dengan peta net sand yang menginformasikan ketebalan batupasir secara keseluruhan. Informasi yang dapat dilihat pada peta ini adalah pola penyebaran lapisan yang ditunjukkan dengan kontur, penyebaran ketebalan batupasir yang ditunjukkan dengan kontur net sand dan fluid contact (OWC). Dengan demikian peta net pay merupakan gabungan dari peta fluid contact dan net sand.

Nama : Gusti Indrawan Tritya Vijaya NIM : 111.100.120 Plug : 10

Laboratorium Geologi Minyak dan Gas Bumi 2012

II.2 Menghitung Cadangan Metode perhitungan cadangan dalam dunia perminyakan adalah jumlah kandungan hidrokarbon yang terdapat didalam reservoir. Berdasarkan nilainya, cadangan digolongkan dalam : 1. Cadangan Minyak mula-mula di Reservoir (STOIIP) Merupakan jumlah cadangan minyak pada reservoir secara keseluruhan sebelum diproduksikan, biasa ditulis dengan STOIIP. 2. Cadangan Minyak Ekonomis (Recoverable Reserve) Cadangan minyak ekonomis adalah jumlah cadangan minyak yang terdapat pada reservoir yang biasa diproduksikan, biasa dinotasikan RR.

Perbandingan antara cadangan minyak ekonomis dengan cadangan minyak mula mula disebut sebagai recovery factor, secara matematis adalah : Metode Perhitungan Cadangan Secara umum perhitungan cadangan dapat dilakukan dengan 4 metode, yaitu : 1. Metode Volumetrik 2. Metode Material Balance 3. Metode Decline Curva (kurva penurunan produksi) 4. Metode Monte Carlo

1. Volume Bulk Reservoir Dalam perhitungan volume reservoir dibutuhkan data berupa net pay area dan alat planimeter, dimana alat planimeter akan dapat mengukur luas masing-masing kontur ketebalan yang ada pada peta net pay area.Kemudian dari bentuk kontur yang ada pada peta tersebut,dapat digambarkan bentuk reservoir.Untuk menghitung volume reservoir,ditentukan dengan dua cara,yaitu cara pyramidal dan cara trapezoidal.

Nama : Gusti Indrawan Tritya Vijaya NIM : 111.100.120 Plug : 10

Laboratorium Geologi Minyak dan Gas Bumi 2012

a. Cara Pyramidal Metode ini digunakan bila harga perbandingan antara kontur yang berurutan kurang atau sama dengan 0,5 atau An+1/An<0,5 (Sylvan,J.Pirson,1985). Dimana persamaan yang digunakan : Vb = h/3 x (An + An+1 + An x An+1) b. Cara Trapezoidal Metode ini digunakan bila harga perbandingan antara kontur yang berurutan lebih dari 0,5 atau An+1/An>0,5 (Sylvan,J.Pirson,1985). Dimana persamaan yang digunakan : Vb = h/2 x (An + An+1) Dimana : Vb H An = Volume Bulk, (m) = Interval garis-garis net pay area (m) = Luas daerah yang dibatasi oleh garis net pay terendah (m)

An+1 = Luas daerah yang dibatasi oleh garis net pay diatasnya (m)

2. Penentuan Cadangan Minyak dengan Metode Volumetris Pada metode ini perhitungan didasarkan pada persamaan volume, data-data yang menunjang dalam perhitungan cadangan ini adalah porositas dan saturasi hidrokarbon, persamaan yang digunakan dalam metode volumetric adalah : STOIIP = 77758 x Vb x x Sh (STB) Boi Atau STOIIP = Vb x x Sh (STM) BOI Dimana : STOIIP : Volume hidrokarbon mula-mula (a) STB atau (b) STM

Nama : Gusti Indrawan Tritya Vijaya NIM : 111.100.120 Plug : 10

Laboratorium Geologi Minyak dan Gas Bumi 2012

Vb Sh Boi

: Volume reservoir, (a) acre feet atau (b) STM : Porositas batuan : Hidrokarbon saturasi : Faktor volume formasi minyak mula-mula (a) BBL/STB atau (b) m/STM.

7758

: Konstanta konversi, BBL/acre feet

Sedangkan cadangan minyak yang dapat terambil adalah :

RR = STOIIP x RF Dimana STOIIP RR RF : Volume hidrokarbon mula-mula,STB atau STM : Cadangan hidrokarbon yang dapat diambil,STB atau STM : Harga recovery factor

Nama : Gusti Indrawan Tritya Vijaya NIM : 111.100.120 Plug : 10

Laboratorium Geologi Minyak dan Gas Bumi 2012

BAB III PEMBAHASAN

I.

Pembuatan Peta Bawah Permukaan Pemetaan bawah permukaa dilakukan dengan data dari hasil korelasi 11 sumur GMB. Korelasi dilakukan dengan korelasi struktur dengan membuat datum pada nilai data TVDSS (True Vertical Depth Sub-surface) yang sama. Setelah didapatkan nilai top dan bottom dari lapisan yang ditentukan, maka kita dapat dibentuk peta top structure, dimana dapat dilihat pola penyebaran lapisan batupasir. Menentukan letak LKO (Last Known Oil) pada peta top dan bottom yaitu pada kedalaman -1256 TVDSS. Dari masingmasing LKO dari top dan bottom dimasukan dalam satu peta tersendiri sebagai peta Fluid Contact (OWC). Pembuatan peta Gross sand dilakukan dengan mengurangkan nilai bottom dan nilai top sehingga kita mendapatkan nilai kedalamannya. Untuk peta Net Sand, dilakukan pengurangan antara ketebalan lapisan terhadap pengkuran ketebalan total dari ketebalan sisipan lempung yang tedapat pada masing-masing lapisan batupasir di setiap data sumur. Pembuatan peta Net Pay, dilakukan overlay antara peta Fluid Contact dan peta Net Sand. Dari perpotongan antara Fluid Contact dan Net Sand dihubungkan dengan setiap nilai kontur sehingga di dapatkan suatu luasan area, yang nantiya akan digunakan untuk mendapatkan nilai luasan dalam satuan acre.

Nama : Gusti Indrawan Tritya Vijaya NIM : 111.100.120 Plug : 10

Laboratorium Geologi Minyak dan Gas Bumi 2012

II.

Perhitungan Cadangan
Top -1245 -1175 -1177 -1230 -1188 -1189 -1161 -1198 -1219 -1248 -1222 Bottom -1257 -1185 -1184 -1241 -1198 -1198 -1171 -1203 -1235 -1256 -1228 Gross 11 10 7 11 10 9 10 5 16 8 6 Net 9 7.5 3 8 7.5 5.5 7 3.5 13 6.5 3

Nomor Sumur 27 26 47 54 35 49 34 23 46 45 06

TABEL 1 Area Bidang Kontur A0 A1 (A1(1) + A1(2)) TABEL 2 Area Bidang Kontur A1(1) A2(1) A3 Luas Luas Bidang Sebenarnya Kontur (cm2) (acre) 81 22.5 0 1,250.94 347.48 0 Perbandi ngan Luas 0.28 0 Selang Kedalaman (feet) 16.4 16.4 Volume Reservoir (acre feet) 12,342.28 1,899.58 Luas Luas Bidang Sebenarnya Kontur (cm2) (acre) 273.75 150 4,227.73 2,316.56 Perbandi ngan Luas 0.55 Selang Kedalaman (feet) 16.4 Rumus Trapezoidal Volume Reservoir (acre feet) 53,663.17

Rumus Pyramidal Pyramidal

Nama : Gusti Indrawan Tritya Vijaya NIM : 111.100.120 Plug : 10

10

Laboratorium Geologi Minyak dan Gas Bumi 2012

TABEL 3 Area Bidang Kontur A1(2) A2(2) Luas Luas Bidang Sebenarnya 2 Kontur (cm ) (acre) 69 0 1,065.62 0 Perbandi ngan Luas 0 Selang Kedalaman (feet) 16.4 Rumus Pyramidal Volume Reservoir (acre feet) 5,825.38

Total Volume Reservoir (acre feet)

73,730.41

Luas Area 1. A0 = 273.75 x 2502 x 0.0002471 = 4,227.73 acre A1 (A1(1) + A1(2)) = 150 x 2502 x 0.0002471 = 2,316.56 acre 2. A1(1) = 81 x 2502 x 0.0002471 = 1,250.94 acre A2(1) = 22.5 x 2502 x 0.0002471 = 347.48 acre

A3 = 0

Nama : Gusti Indrawan Tritya Vijaya NIM : 111.100.120 Plug : 10

11

Laboratorium Geologi Minyak dan Gas Bumi 2012

3. A1(2) = 69 x 2502 x 0.0002471 = 1,065.62 acre

A2(2) = 0

Volume Reservoir (Vb) 1. A0 A1 (A1(1) + A1(2)) = x (4,227.73 + 2,316.56)

= 53,663.17 acre feet

2. A1(1) A2(1) =

x [(1,250.94 + 347.48) +

= 12,342.28 acre feet

3. A2(1) A3 =

x [(347.48 + 0) +

= 1,899.58 acre feet

4. A1(2) A2(2) =

x [(1,065.62 + 0) +

= 5,825.38 acre feet

Volume Reservoir (Vb) Total = 53,663.17 + 12,342.28 + 1,899.58 + 5,825.38 = 73,730.41 acre feet

III.

Perhitungan Cadangan
STOIIP =

= 39,414,410.88 BBL

Nama : Gusti Indrawan Tritya Vijaya NIM : 111.100.120 Plug : 10

12

Laboratorium Geologi Minyak dan Gas Bumi 2012

RR

= STOIIP x RF

= 7,882,882.18 BBL

Jadi, cadangan minyak yang dapat diproduksi (ekonomis) adalah 7,882,882.18 BBL

Nama : Gusti Indrawan Tritya Vijaya NIM : 111.100.120 Plug : 10

13

Laboratorium Geologi Minyak dan Gas Bumi 2012

BAB IV KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari hasi analisa ini adalah: 1. Didapatkan bentuk lipatan antiklin pada bawah permukaan dengan litologi batupasir dan batulempung (shaly sandstone) 2. Keberadaan kedalaman minyak terakhir yang terdapat pada reservoar (Last Known Oil / LKO) terdapat pada kedalaman (TVDSS) -1,256 meter. 3. Reservoar yang dianalisa berupa batupasir dengan ketebalan yang tidak merata 4. Peta Net Pay dibuat untuk menggambarkan sebuah bentukan tempat terakumulasinya suatu cadangan hidrokarbon yang digunakan untuk menghitung luasan reservoar dan volume reservoirnya, sehingga dengan diketahui volume reservoirnya bisa didapatkan jumlah cadangan seluruh hidrokarbon pada reservoar tersebut dan seberapa banyak jumlah hidrokarbon yang dapat diambil. 5. Didapatkan luasan reservoar seluas 6,891.77 acre reservoirnya sebesar 73,730.41 acre feet 6. Sedangkan cadangan minyak mula-mula di reservoir (STOIIP / Stock-tank Oil Initially in Place) adalah sebanyak 39,414,410.88 BBL dan jumlah cadangan minyak yang bisa diproduksikan (ekonomis) adalah sebanyak 7,882,882,28 BBL dengan volume

Nama : Gusti Indrawan Tritya Vijaya NIM : 111.100.120 Plug : 10

14