NAMA NIM

: I Nyoman Yoga Arimbawa : PO7134011038

SISTEMIK LUPUS ERITEMATOSUS DALAM KEHAMILAN

PENDAHULUAN Lupus eritematosus sistemik (SLE) merupakan prototipe dari penyakit autoimun sistemik dimana autoantibodi dibentuk melawan sel tubuhnya sendiri. Karakteristik primer peyakit ini berupa kelemahan, nyeri sendi, dan trauma berulang pada pembuluh darah. SLE melibatkan hampir semua organ, namun paling sering mengenai kulit, sendi, darah, membran serosa, jantung dan ginjal. Beberapa penelitian menemukan angka kematian janin pada penderita SLE relatif tinggi, sehingga disarankan agar penderita SLE tidak boleh hamil. Secara keseluruhan sekitar 15-60% penderita SLE akan mengalami eksaserbasi dalam masa kehamilan dan postpartum, namun untungnya tigaperempatnya bersifat ringan sampai sedang dan dapat diobati dengan glukokortikoid dosis ringan sampai sedang PATOGENITAS Hingga kini penyebab SLE belum diketahui dengan jelas. Namun diperkirakan berkaitan erat dengan beberapa faktor, antara lain autoimun, kelainan genetik, faktor lingkungan, obat-obatan Autoimun : Mekanisme primer SLE adalah autoimunitas, suatu proses kompleks dimana sistem imun pasien menyerang selnya sendiri. Pada SLE, sel-T menganggap sel tubuhnya sendiri sebagai antigen asing dan berusaha mengeluarkannya dari tubuh. Diantara kejadian tersebut terjadi stimulasi limfosit sel B untuk menghasilkan antibodi, suatu molekul yang dibentuk untuk menyerang antigen spesifik. Ketika antibodi tersebut menyerang sel tubuhnya sendiri, maka disebut autoantibodi. Sel B menghasilkan sitokin.

DIAGNOSIS Diagnosis SLE ditegakkan berdasarkan gejala klinis dan dikonfirmasi dengan pemeriksaan antibodi yang beredar dalam sirkulasi. seperti IL 10 dan IL 6. Sejumlah antibodi dikenali berhubungan dengan kejadian SLE. Antibodi terhadap DNA untai ganda merupakan pemeriksaan yang paling spesifik untuk SLE dan ditemukan pada 80-90% penderita yang tidak diobati. dapat juga timbul artritis nonerosif pada dua atau lebih sendi perifer. Terdapat kelainan kulit menahun berupa bercak diskoid yang bermula sebagai eritema papul atau plak bersisik. Mungkin berupa golongan IgG. Antibodi tersebut termasuk lupus antikoagulan (LAC) dan antibodi antikardiolipin (ACAs). 2 . memegang peranan penting dalam SLE yaitu dengan mengatur sekresi autoantibodi oleh sel B. Antibodi terhadap DNA untai tunggal juga meningkat pada penderita SLE yang tidak diobati namun kurang spesifik dibanding antibodi DNA untai ganda. yang terutama adalah antinuclear antibodi (ANA). pneumonitis. Dapat pula terjadi kelaian darah berupa anemia hemoditik. IgM. kelainan jantung. gastrointestinal. kelainan ginjal. nyeri otot dan penurunan berat badan terdapat kelainan kulit spesifik berupa bercak malar menyerupai kupu-kupu dimuka dan eritema umum yang menonjol. Peningkatan kadar antibodi ini berhubungan dengan eksaserbasi penyakit dan persalinan prematur. gangguan saraf dan kelainan psikatrik. IgA yang berdiri sendiri-sendiri ataupun kombinasi MANIFESTASI KLINIK Keluhan utama dan pertama sistemik lupus eritematosus (SLE) adalah artralgia. lesu dan capek sehingga menghalanginya beraktivitas. Pasien mengeluh lemas.Sitokin tertentu disebut interleukin. Demam pegal linu seluruh tubuh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful