Anda di halaman 1dari 1

LOCHIA Bersamaan dengan involusi uterus, tempat plasenta juga menjadi kecil.

Tempat ini cepat tertutup oleh anyaman fibrin setelah melahirkan, dan terjadi thrombosis di dalam pembuluh-pembuluh darah yang memberikan suplai kepadanya. Dibawah tempat plasenta ini, terbentuk barrier oleh makrofag, limfosit, dan polimorf yang juga meluas ke seluruh bagian rongga endometrium. Dalam 10 hari plasenta mengecil hingga berdiameter 2,5 cm dan sudah tumbuh lapisan epithelium baru, yang juga menutupi sisa rongga uterus. Jaringan superficial dinding uterus dan tempat plasenta terus menerus terlepas selama 6 minggu, yang menjadi bagian dalam lokia (Llewellyn-Jones, 2001).

Lochia adalah cairan secret yang berasal dari cavum uteri dan vagina dalam masa nifas. Terdiri dari (Mochtar, 1998):

1. Lochia rubra (cruenta): darah segar dan sisa selaput ketuban, sel desidua, verniks kaseosa, lanugo, dan mekoneum, selama 2 hari pasca persalinan. 2. Lochia sanguinolenta: warna merah kuning isi darah dan lendir; hari 3-7 pasca persalinan. 3. Lochia serosa: kuning, cairan tidak berdarah lagi; hari 3-7 pasca persalinan. 4. Lochia alba: cairan putih, setelah 2 minggu. 5. Lochia purulenta: terjadi infeksi, keluar cairan seperti nanah berbau busuk. 6. Lochio stasis: lochia tidak lancar keluarnya.

Sifat lokia berubah ketika thrombosis pembuluh darah di tempat itu mengalami organisasi. Warnanya menjadi coklat kemerahan dari hari ke 3 sampai 12, tetapi setelah itu kebanyakan rongga endometrium telah tertutup epithelium, lokia menjadi berwarna kuning. Kadang trombi pada ujung pembuluh darah pecah, dan mengeluarkan darah sehingga lokia kembali menjadi merah selama beberapa hari lagi (Llewellyn-Jones, 2001). Llewellyn-Jones, Derek. 2001. Dasar-Dasar Obstetri & Ginekologi Edisi 6. Jakarta: Hipokrates.