Anda di halaman 1dari 5

Teori Akuntansi Normatif Lanjutan

Literatur akuntansi terkandung banyak perbedaan sudut pandang teori. Konsep yang dijelaskan sangatlah luas dan memiliki fokus yang yang berbeda dari yang ditawarkan dalam buku teks akuntansi keuangan. Nature Of Theory Tujuan akuntansi teori adalah untuk menjelaskan dan meramalkan praktek akuntansi. Pendefinisian akuntansi adalah luas. Disebabkan perkembangan dan sifat dasar dari akuntansi hampir terkait dengan auditing. Praktek auditing merupakan bagian dari praktek akuntansi. Explanation berarti menyediakan alasan untuk praktek observasi. Sedangkan Prediction of accounting berarti bahwa teori memprediksi fenomena akuntansi yang tidak terobservasi. Mengapa Teori Akuntansi Penting Banyak individu harus membuat keputusan tentang pelaporan akuntansi eksternal. Manager harus menentukan prosedur akuntansi mana yang akan digunakan untuk menghitung angka - angka dalam laporan. Manager juga membuat representasi ke lembaga dalam menentukan prosedur akuntansi yang digunakan pelaporan akuntansi eksternal. Manager juga harus memilih firma audit. Akuntan publik akan diminta masukannya mengenai laporan dan bagaimana melakukannya. Petugas dari lembaga yang meminjamkan harus memberikan penilaian terhadap perusahaan dengan menggunakan prosedur akuntansi yang berbeda. Sebagai pendonor mereka harus mempertimbangkan implikasi dariperbedaan prosedur akuntansi dalam membuat keputsan apakah melanjutakanpinjaman atau berinvestasi. Investor dan analis keuangan diperkerjakan oleh bursa saham, dana pensiun dan anggota penafsir informasi akuntansi sebagai input dalammembuat keputusan investasi. Khususnya mereka membantu perusahaan yang menggunakan prosedur dan auditor yang berbeda. Seperti akuntan publik dan eksekutif perusahaan. Terakhir, individu dalam lembaga pengaturan standar akuntansi seperti FASB dan SEC bertanggung jawab dalam membuat prosedur akuntansi yang dapat digunakan dalamperusahaan.mereka menentukan mulai dari prosedur samapai sangsinya. Mereka juga menentukan isuseperti seberapa sering perusahaan membuat laporan dan apa yang harus diaudit. Kita mengasumsikan bahwa seluruh pihak dalam memilih dan merekomendasikan prosedur tindakan akuntansi dan audit adalah untuk memaksimalkan kesejahteraan mereka. Untuk membuat keputusan dalam pelaporan akuntansi, individu ingin mengetahui alternatif metode pelaporan berefek pada kesejahteraan mereka. Manager ingin mengetahui teori yang menjelaskan hubungan pelaporanakuntansi, saham dan ikatan harga. Menentukan hubungan antara keputusan pelaporan akuntansi dan variabel yang erefek pada kesejahteraan individu adalah sulit. Hubungan antara prosedur akuntansi dan nilai pasar saham adalah Farid Rachman (P3400212010) Page 1

Teori Akuntansi Normatif Lanjutan

kompleks dan tidak dapat ditentukan hanya melalui pengamatan apakah harga saham berubah ketika prosedur akuntansi berubah. Juga effek dari alternatif prosedur pelaporan akuntansi, alternatif pelaporan dan metode akuntansi pada harga obligasi, penganggaran SEC, pada keuntungan praktek akuntansi dsb, adalah kompleks dan tidak dapat ditentukan hanya melalui pengamatan semata. Akuntan publik atau manajer perusahaan boleh mengamati hubungan antara variabel seperti perubahan padaprosedur dan perubahan dan perubahan pada harga saham, tetapi tidak dapat mengatakan apakah itu saling berhubungan. Oleh karena itu berdasarkan pengalaman mereka akuntan publik, petugas pinjaman, dsb akan membangun teori yang lengkap utuk membantu melihat efek dari perbedaan prosedur akuntansi atau perubahan dalam prosedur akuntansi ketika membuat keputusan. Evolusi Teori Akuntansi Perhatian utama penulis akuntansi pada akhir abad sembilan belas dan awal abad ke dua pulu h adalah bagaimana menjelaskan praktek observasi dan dengan menyediakan aturan pedagogis untuk mengklasifikasi praktek tersebut. Teori Akuntansi telah menjadi lebih konsern dengan rekomendasi kebijakan; mereka menjadi lebih normatif, pedli apa yang harus dilakukan. Sanagt sedikit yang peduli pada validasi empiris dari hipotesis dimana formulasinya dibuat. Teori ini dianggap sebagai sifat alami akuntansi. pengenalan dari percobaan hipotesis empiris berskala besar dalam ekonomi dan keuangan, khususnya hipotesis pasar efisien akhirnya memiliki efek pada riset akuntansi. Pada akhir tahun 60an pengetesan dari hipotesis pasar efisien menghasilkan hal yang bertentangan dengan formula dari akuntan normative. Khususnya hasil yang meyiratkan bahwa pasar saham secara sistematis di sesatkan oleh metode akuntansi. Kontradiksi ini ditemukan oleh para periset baru denganmenggunakan metode yang berbeda, diantara mereka yang paling memberikan impact adalah Ball and Brown (1968). Pada awalnya studi empiris berbasis ekonomi mengetes hipotesis pada literatur akuntansi yang ada dan menginvestigasi hubungan antara hubungan angka dalam akuntansi dan variabel ekonomi dan time series dari angka akuntansi . hampir semua paper itu tidak berupaya untuk menjelaskan praktek akuntansi. Perhatian pada pengetesan teori yang telah ada dan kurangnya perhatian pada pembangunan teori praktek akuntansi dapat dijelaskan secra terpisah oleh keinginan untuk mengaplikasikan metodologi baru yang dialamatkan pada apa yang mereka anggap sebagai hipotesis pentingdalam literature yang sudah ada. Ini juga bisa dijelaskan pada bagamana pengaruh riset keuangan pada saat itu. Pada pertengahan tahun 70an periset keuangan menyadari setelah kejatuhan dari penjelasan lama, mereka ditinggal tanpa penjelasanuntuk praktek keuangan dan tanpa teori. Kesadaran ini membimbing kearah perkembangan teori keuangan yang berpotensi menjelaskan praktek keuangan. Juga pada pertengahan tahun 70an periset akuntansi telah mengobservasi perilaku sistematis dalam praktik

Farid Rachman (P3400212010)

Page 2

Teori Akuntansi Normatif Lanjutan

akuntansi. Perkembangan dalam keuangan bertujuan pada penjelasan praktek keuangan yang enyediakan dasar bagi teori tersebut. Basis lain yang muncul dari teori akuntansi adalah perdebatan yang terjadi pada keinginan dari peraturan pemerintah pada penyingkapan keuangan. Studi empiris awal telah adanya mempertanyakan rasionalisasi pada regulasi,tetap[i periset menemukan rasionalisasi baru dalam teori ekonomi. Perdebatan berujung pada pengenalan bahwa rasinalisasi bersandar pada model sederhana dari perilaku politikus dan birokrat yang tidak konsisten dengan bukti yang muncul dalam perekonomian. Hal ini menjadikan para periset akuntansi membuat asumsi yang mana berefek di dalam peraturan praktik akuntansi. Dalil Positif dan Normatif Melalui dirinya sendiri teori seperti yang telah dijelaskan, tidak mengahilkan sebuah formula untuk praktik akuntansi. Ini menyangkut penjelasan praktek akuntansi. Ini di desain untuk menjelaskan perusahaan mana yang akan dan tidak akan menggunakan metode tertentu dari penilaian harta, tetapi dikatakan tidaka ada dari metode yang harus digunakan oleh perusahaan. Formula membutuhkan spesifikasi tujuan dan sebuah fungsi tujuan. Hasil keputusan dari tujuan adalah subjektif dan kita tidak punyametoode untuk menyelesaikan perbedaan dalam keputusan individu. Efisiensi ekonomis sering digunakan sebagai tujuan dari perekonomian dan akuntansi.meskipun tidak semua mendukung hal tersebut. Kita harus menambahkan bahwa periset adalah subjektive dalam membangun teori. Topik yang dipilih periset untuk dikerjakan dan model yang mereka kembangkan semata - mata oleh nilai dari periset.meskipun dalam mengevaluasi, walaupun dalam mengevaluasi riset tersebut. Dalam ekonomi konsep teori digunakan dalam ilmupengetahuan secara tradisional disebut teori positif untuk membedakan dari formula dan perdebatan normatif. Terminologi ini dipopulerkan oleh Friedman yang mengarah pada teori positif Dalil Teori positif perhatian pada bagaimana dunia bisa bekerja. sedangkanDalil normatif lebih memperhatikan formula. Sebagai catatan akhir dari hubungan antara positive dan normative . kita tekankan bahwa teori positif tidak akan membuat dalil normatif menjadi tidak penting. URAIAN METODOLOGI Membangun teori Teori terdiri dari 2 bagian yaitu 1. Asumsi, didalam asumsi terdapat definisi variabel, dan logika yang enghubungkan mereka, dan sekumpulan hipotesis substansif.

Farid Rachman (P3400212010)

Page 3

Teori Akuntansi Normatif Lanjutan

2. Pengembangan dari teori dimulai periset berfikir tentang penjelasan tentang beberpa fenomena. Apakah dia muncul dengan formal atau tidak. Periset akan membuat asumsi tertentu. Dari asumsi periset secara explisit atau implisit memperoleh implikasi yang secara empiris dapat dites. Asumsi yang dibuat periset boleh jadi sangat simple. Asumsi, logika dan hipotesis bisa saja tidak disebutkan bagaimanapun periset harus secara implisit mengambil langkah - langkah tersebut sebelum mengerjakannya secra empiris.alasnanny dia harus memiliki hipotesis untuk mengumpulkan data, sebab tanpa hipotesis periset tidak akan mengetahui data mana yang harus dia selidiki. Teori akan berkembang dan berubah sebagai akibat usaha yang dilakukan periset. Ketiadaan Teori Yang Sempurna dan Peran Anomali Tidak ada teori yang dapat menjelaskan dan memprediksi fenomena akuntansi.alasannya teori hanyalah simplifikasi dari realir=ta dan dunia itu koplex serta selalu berubah. Para teoritis hanya mencoba menjelaskan dan memprediksi sebuah fenomena dan sebagai konsekwensinya, mencoba menangkap dalam asumsi mereka variabel umum dalam kelas tersebut. Sifat Alami Bukti Karena mereka perhatian pada prediksi untuk kelas fenomena dan menyadari kesalahan prediksi yang dibutuhkan ada, periset skeptis terhadap bukti anekdot. Mereka khawatir bahwa kejadian yang dijelaskan mungkin adalah khas atau diprediksi error. Sebagai konsekwensi periset akan menggunakan sample yang lebih besar untuk mengetes hipotesis dengan menggunakan statistikal signifikan. Kriteria Teori Yang Sukses Apa yang menentukan kesuksesan dan ketahanan teori? Salah satunya adalah nilai teori tersebut buat penggunanya. Popper mengatakan (1959, p.108) kita memilih teori yang paling kuat bertahan dikompetisi dengan teori lain. Yang oleh seleksi alam mampu membuktikan dirinya.

Farid Rachman (P3400212010)

Page 4

Teori Akuntansi Normatif Lanjutan

Farid Rachman (P3400212010)

Page 5