KOMPETENSI DASAR

Mengkritik dan Memuji Karya Seni / Produk dengan Bahasa yang Lugas dan Santun

MENGKRITIK Memberikan tanggapan. karya seni. atau pendapat . kadang – kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya sastra.

PUJIAN / MEMUJI • Menyampaikan penghargaan yang tulus akan kebaikan atau keunggulan sesuatu atau melahirkan kekaguman dan penghargaan kepada sesuatu yang dianggap baik. berani. bagus. . indah. dan sebagainya.

Massa menghajar Juminem hingga babak belur . Joko Warsoyo. Peristiwa itu terjadi pada hari Selasa. rekan Juminem. Sementara itu. tertangkap ketika akan mencuri ponsel dan voucher di sebuah toko di Jalan Jenderal Sudirman. yang mengaku dari Solo.Contoh kalimat kritikan • Juminem (35). . kabur dengan membawa dua buah ponsel.

Pelaku kejahatan sebaiknya diserahkan kepada pihak yang berwajib. warga tidak main hakim sendiri. .Kalimat kritikan dalam paragraf di atas • Seharusnya.

Catatlah kekurangan / kelebihan karya tersebut 3. Penilaian diberikan seobjektif mungkin 4. Gunakan daya nalar dengan bahasa yang lugas dan santun ( tidak menyinggung perasaan)‫‏‬ 5.Mengkritik dan Memuji Berbagai Karya Seni Produk TEKNIK MENGKRITIK 1. Cermati secara detail karya yang akan dikritik 2. Yang dikritik adalah karyanya bukan orangnya .

Contoh Pantun 1 Pergi ke sungai mengail ikan Ikan didapat umpannya habis Guru bahasaku seorang cendikiawan Terampil mengolah kata secara kritis .

Contoh Pantun 2 Bermain bola di dalam gedung Bola keluar lewat jendela Jadi orang jangan suka bingung Kalau bingung mengurung diri saja .

Kalimat kritikan dan pujian terhadap kedua pantun 1. . Akan lebih baik jika pada baris keempat diganti dengan lebih baik belajar saja. tetapi jika dilihat dari segi isinya untuk pantun (2) merupakan contoh yang kurang baik. Kalimat kritikan Kedua pantun tersebut merupakan pantun yang baik jika dilihat dari segi syaratnya.

.2. baris ketiga dan keempat merupakan isi dan bersajak a b a b. Kalimat pujian Kedua pantun tersebut bagus karena sudah memenuhi syarat penulisan pantun yaitu terdiri atas 8 – 12 suku kata . baris pertama dan kedua sampiran. Tetapi dari segi isi yang berbeda pantun (1) berisi nasihat pantun (2) berisi nasihat kurang baik.

Gambar Lukisan .

Prosa. 2. 4. 3. Sastra – Puisi. 5.Konkrit Tari _ Tradisional.Modren Lainnya .Dangdut.Jaz.Mengkritik dan Memuji Berbagai Karya Seni Macam Karya Seni 1. Drama Musik _ Pop.Rock Lukis _ Abstrak.

Puisi: BUNDA Karya Riani S Aku seperti berdiri di tepi jurang Seakan dua kekuatan mencoba mendorong Saat kutengadahkan kepadaku Wajah bunda terbayang Seakan-akan menari-nari di pelupuk mata Kulihat senyum bunda Kurasakan kembali belaian bunda Terasa hangat menjalari tubuhku Tersentak aku Ingin kuteriakan sumpah serapah Pada orang yang menorehkan luka Di Kening bunda .

lihatlah…. Kenapa diam bunda Kenapa kau tersenyum dalam dukamu Bunda…… (sementara aku semakin rapuh tak kuasa hadapi kenyataan ini sendiri)‫‏‬ (Sumber: Apresiasi Puisi Remaja : Catatan Mengolah Cinta.2004.79-80 )‫‏‬ .mencoba mengoyak-ngoyak kain sutra Yang telah kau jalin Lihat bunda kembali menorehkan luka Yang telah lama kering Bunda.

79)‫‏‬ . 2004.Catatan Mengolah Cinta.Apresiasi Puisi Remaja.Puisi: Kekaguman Karya Yusri Halim Ibu Karena Rindu pada bijakmu Tiap saat kusunting doa dari nadiku Senyummu yang mempesona lewat Bingkai yang usang Membuat hulu dan muaraku menyatu Di taman surga Tetiralah yang damai di sisi-Nya Ayah Dua pertiga malam kita duduk di beranda Menatap dan menghitung kerlip Bintang di langit Segores petuah tak lupa kau titipkan Isyaratmu jualah mengantarku lelap Untuk menjemput hari esok (Sumber.

seperti pada larik berikut ini: // Tersentak aku/ ingin kuteriakan sumpah serapah/pada orang yang menorehkan luka/di kening bunda// . Puisi ini menjadi berkurang nilai keindahannya karena banyak menggunakan ungkapan (idiom) yang kasar. Namun.Kritikan Puisi “Bunda” Dan Pujian Puisi “Kekaguman Mengungkapkan tentang penderitaan hidup yang dialami oleh seorang ibu. Bahkan. meskipun penderitaan hidup berkali-kali menimpanya. sang Ibu terdiam dan tidak berbuat apa-apa. sang Ibu tetap tersenyum.

Puisi ini terasa indah karena menggunakan diksi (pilihan kata) yang tepat dan permainan rima(bunyi) yang teratur seperti pada larik berikut ini: //Karena rindu pada bijakmu/tiap saat kusunting doa dari nadiku/senyumanmu yang usang/ Membuat hulu dan muaraku menyatu/ tetiralah yang damai di sisi-Nya// . Penyair senantiasa berdoa semoga sang ibu beristirahat dengan damai di taman surga.Kritikan Puisi “Bunda” Dan Pujian Puisi “Kekaguman Puisi “Kekaguman” karya Yusri Halim mengungkapkan kerinduan penyair terhadap kebijakan ibunya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful