Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PENDAHULUAN PELAKSANAAN KOMUNIKASI EFEKTIF : SBAR MANAJEMEN KEPERAWATAN DI RUANG BEDAH LANTAI 5 RSPAD GATOT SOEBROTO JAKARTA

PUSAT

KELOMPOK BEDAH: ISTI CHAHYANI MANGGAR SARI M. UDIN KURNIA PUTRA NOVA INDRAWATI BARASA SANDRA AMELIA SEPTI KURNIASI YANITA ASTUTI 0806457086 0806334054 0806334123 0806334180 0706271166 0806334432 1006823614

PRAKTIK PROFESI MANAJEMEN KEPERAWATAN FAKULANTAIAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS INDONESIA 2013

1.1 Latar Belakang Komunikasi dalam praktik keperawatan profesional merupakan unsur utama bagi perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Komunikasi memegang peranan penting untuk pengoptimalan pemberian asuhan keperawatan. Komunikasi efektif antara dokter dan perawat dapat dilakukan dengan metode komunikasi SBAR. Komunikasi SBAR adalah kerangka teknik komunikasi yang disediakan untuk petugas kesehatan dalam menyampaikan kondisi pasien yang meliputi Situation, Background, Assessment, dan Recommendation. Berdasarkan hasil penyusunan prioritas masalah manajemen keperawatan di ruang bedah Lantai 5 RSPAD Gatot Soebroto, mahasiswa dan perawat menentukan tiga prioritas masalah utama, yaitu potensial peningkatan pendokumentasian SBAR, potensial peningkatan pendokumentasian SOAP dan belum optimalnya peran perawat penanggung jawab pada shift sore dan malam. Tujuan pertemuan ini untuk meningkatkan kemampuan perawat dalam pelaksanaan metode komunikasi SBAR di ruang bedah lantai 5 RSPAD Gatot Soebroto. Dengan pelaksanaan metode komunikasi SBAR yang optimal dapat menurunkan tingkat kesalahan dalam pemberian pelayanan kesehatan kepada pasien. Melalui kegiatan ini, diharapkan perawat yang ada di Lantait 5 bedah dapat melaksanakan metode komunikasi SBAR secara optimal sehingga pemberian pelayanan kesehatan kepada pasien berjalan dengan baik. Masalah manajemen keperawatan yang ada di ruangan perlu diselesaikan secara bersama-sama, untuk itu mahasiswa FIK UI bekerja sama dengan tim keperawatan melakukan koordinasi untuk menyelesaikan masalah-masalah manajemen keperawatan yang ada. Salah satu bentuk usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah potensial peningkatan pendokumentasian SBAR adalah dengan melakukan kegiatan Penyegaran Komunikasi SBAR di ruang bedah lantai 5 RSPAD Gatot Soebroto. 1.2. Tujuan 1.2.1 Tujuan Umum Setelah dilakukan kegiatan dengan perawat ruangan bedah Lantai 5 diharapkan mahasiswa bersama perawat ruangan mampu melaksanakan komunikasi SBAR dengan optimal. 1.2.2 Tujuan Khusus Setelah dilakukan kegiatan, diharapkan perawat mampu : a. Menjelaskan pengertian metode komunikasi SBAR.

b. Menjelaskan manfaat metode komunikasi SBAR c. Mengenal situasi-situasi yang memerlukan komunikasi SBAR d. Melakukan simulasi metode komunikasi SBAR. e. Melakukan pendokumentasian SBAR dengan benar. 1.3 Rancangan kegiatan 1. Topik 2. Metode 3. Media 4. Hari/tanggal 5. Waktu 6. Tempat 7. Sasaran Undangan : Penyegaran metode komunikasi SBAR : Diskusi dan tanya jawab : LCD, Papan tulis, spidol, alat tulis, daftar hadir : Jumat, 7 Juni 2013 : 1 x 50 menit (13.00-13.50 WIB) : Ruang Mahasiswa Lantai 5 Bedah RSPAD Gatot Soebroto : Kaur Lantai 5 Bedah, Ketua TIM I, II, dan III serta perawat pelaksana. Jumlah undangan yang disebar di Lantai 5 Bedah untuk pertemuan ini adalah sebanyak 15 orang 8. Pengorganisasian a. PJ Kegiatan Job desk : Bertanggungjawab mulai dari persiapan sampai pelaksanaan kegiatan Mengkoordinasikan anggota kelompok dan menjalankan tugas dan peran masing-masing anggota Memimpin pertemuan untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan : Nova Indrawati.Kep : Isti Chahyani., Kep

b. Moderator dan presenter Job desk: c. Acara

Membuka dan menutup acara kegiatan Mengatur acara selama pelaksanaan kegiatan Memimpin jalannya acara Menyajikan materi kepada peserta. : Yanita Astuti., S.Kep Manggarsari., S.Kep

Moch. Udin Kurnia P., S.Kep Job desk: Menyusun materi yang akan disajikan Membuat roleplay Menyusun dan memperbanyak bahan materi penyegaran yang akan diberikan. d. Notulen & Observer Job desk: Membantu moderator untuk menuliskan proses kegiatan selama diskusi : Sandra, S.Kep

Mengamati dan mencatat jalannya kegiatan dari awal hingga akhir. Menjadi time keeper saat kegiatan berlangsung : Septi Kurniasih, S.Kep

e. PJ Perlengkapan Job desk:

Mempersiapkan tempat yang akan digunakan untuk pertemuan Mempersiapkan peralatan yang diperlukan selama acara tersedia dan berfungsi dengan baik

f. Pengorganisasian Waktu Susunan acara Penyegaran Komunikasi Efektif : SBAR 1. MC/moderator memimpin acara 2. Brainstorming komunikasi efektif : SBAR 3. Roleplay
4. Penutup dan kontrak mendatang

10 menit 20 menit 15 menit 5 menit

9. Setting tempat

Keterangan: : Notulen : Moderator : Pembawa acara : Fasilitator : Peserta : Observer

1..4 Kriteria Evaluasi 1. Kriteria Struktur a. Laporan pendahuluan pertama sudah dibuat, dikonsultasikan dan disetujui. b. Media dan alat yang dibutuhkan tersedia dengan lengkap c. Tempat, di Ruang Mahasiswa Lantai 5 Bedah disiapkan sehari sebelum acara d. Waktu pelaksanaan telah ditentukan, Jumat 7 Juni 2013 pk. 13.00 WIB e. Undangan telah dibuat dan disebar satu hari sebelum acara 2.Kriteria Proses a. Mahasiswa hadir dan siap 30 menit sebelum acara dimulai b. 60 % dari jumlah undangan dapat hadir c. Semua peserta berperan aktif dalam brainstorming, diskusi dan tanya jawab d. Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat pada saat pertemuan berjalan e. Waktu pelaksanaan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan 3.Kriteria Hasil a. 60% perawat yang diundang hadir dan mengikuti kegiatan penyegaran komunikasi efektif : SBAR. b. 100% perawat yang hadir ke penyegaran komunikasi efektif : SBAR mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. c. 100% perawat yang hadir mampu mendemonstrasikan pelaksanaan komunikasi efektif : SBAR dengan benar.