Anda di halaman 1dari 3

A.

HARI, TANGGAL Selasa, 7 Mei 2013

B.

JUDUL Pemeriksaan Amfetamin

C. D.

METODE
One step Amphetamine Test (urine)-visual screening immunoassay

TUJUAN Mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan amfetamin dalam sampel.

E.

PRINSIP
AMP one step Amphetamine Test Device (Urine) adalah immunoassay chromatographic yang didasarkan pada prinsip Competitive Binding. Alat ini dipergunakan untuk mendeteksi keberadaan amphetamine dalam urin. Obat-obatan (amphetamine) yang terdapat didalam specimen urin akan berkompetisi melawan konjugasi amphetamine untuk berikatan dengan binding site yang dilapisi dengan antibody. Jika didalam urin terdapat amphetamine sejumlah <1000 ng/ml, tidak akan terjadi saturasi pada binding site. Sehingga, antibody yang terdapat di binding site hanya akan berikatan dengan konjugasi amphetamine saja. Jika antibody berikatan dengan konjugasi amphetamine maka terbentuklah garis warna merah pada area tes. Terbentuknya garis merah di area tes dan kontrol, menunjukkan hasil negatif. Sebaliknya, jika kadar amphetamine dalam specimen urin adalah > 1000 ng/ml, akan terjadi kompetisi antara amphetamine dan konjugasinya dalam berikatan dengan antibody di binding site. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya saturasi pada area tes tersebut, sehingga tidak akan terbentuk garis berwarna merah. Jika hanya terdapat garis merah pada area kontrol, maka hasilnya positif.

E.

REAKSI

F. DASAR TEORI
Amfetamin atau Amphetamine atau Alfa-Metil-Fenetilamin atau beta-fenil-isopropilamin, atau benzedrin, adalah obat golongan stimulansia (hanya dapat diperoleh dengan resep dokter) yang biasanya digunakan hanya untuk mengobati gangguan hiperaktif karena kurang perhatian atau Attention-deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada pasien dewasa dan anak-anak. Juga digunakan untuk mengobati gejala-gejala luka-luka traumatik pada otak dan gejala mengantuk pada siang hari pada kasus narkolepsi dan sindrom kelelahan kronis.

Pada awalnya, amfetamin sangat populer digunakan untuk mengurangi nafsu makan dan mengontrol berat badan. Merk dagang Amfetamin (di AS) antara lain Adderall, dan Dexedrine. Sementara di Indonesia dijual dalam kemasan injeksi dengan merk dagang generik. Obat ini juga digunakan secara ilegal sebagai obat untuk kesenangan (Recreational Club Drug) dan sebagai peningkat penampilan (menambah percaya diri atau PD). Istilah "Amftamin" sering digunakan pada campuran-campuran yang diturunkan dari Amfetamin. G. ALAT dan BAHAN Alat: 1. Strip 2. Wadah penampung Bahan: Urin H. CARA KERJA 1. Meletakkan bahan dan alat di suhu ruang. 2. Mengeluarkan strip tes dari bungkus. 3. Mencelupkan strip ke sampel urin. 4. Ketinggian urin harus mencapai garis maksimum yang tertera pada strip. 5. Menahan strip pada urin hingga warna kemerahan muncul, disudut bagian bawah membrane tes kira kira 10 detik. 6. Mengangkat strip di tempat yang bersih dan kering . Membaca hasil selama 3-8 menit setelahnya.

I. HASIL Gambar Hasil pengamatan

dua strip merah negatif

J.

PEMBAHASAN
Dari praktikum diatas menunjukkan sampel negative amfetamin karena muncul 2 garis pink atau ungu (pada tes region, garis pink atau ungu juga muncul). Sedangkan jika hasil positif akan muncul 1 garis pink atau. Jika pada tes region tidak muncul garis, maka ini mengindikasikan level obat-obatan diatas level sensitivitas.

K. KESIMPULAN Dari praktikum diatas dapat diketahui bahwa sampel urin tidak mengandung amfetamin. L. DAFTAR PUSTAKA Anonim.Buku Petunjuk Praktikum Toksikologi.Jurusan Analis Kesehatan. Yogyakarta, 13 Mei 2013 Pembimbing, Praktikan,

Tim Praktikum TOKSIKOLOGI

Ratri Risky Utami