Anda di halaman 1dari 22

Geopolitik dan Geostrategi

Mohamad Aans

Geopolitik: Pengertian

Geopolitik atau dinamakan juga Wawasan Nusantara merupakan cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai dirinya yang bhineka, dan lingkungan geografinya yang berwujud negara kepulauan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Wawasan Nusantara ini dijiwai dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dan tetap menghargai serta menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional

Dasar, Kedudukan dan Fungsi Geopolitik


Dasar: Falsafah Pancasila Aspek kewilayahan Aspek sosial-buda Kedudukan: Pancasila sebagai falsafah, ideologi bangsa, dan dasar negara; berkedudukan sebagai landasan idiil. Undangundang Dasar (UUD) 1945 sebagai landasan konstitusi negara; berkedudukan sebagai landasan konstitusional. Wawasan Nusantara sebagai visi nasional; berkedudukan sebaga landasan konsepsional. Ketahanan Nasional sebagai konsepsi nasional; berkedudukan sebagai landasan konsepsional.

Fungsi:

Wawasan Nusantara berfungsi sebagai pedoman, motivasi, dorongan, serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijakan, keputusan, tindakan dan perbuatan bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa, dan bernegara.

Tujuan:

Wawasan Nusantara bertujuan mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala aspek kehidupan rakyat Indonesia dalam segala bidang kehidupan Demi tercapainya tujuan nasional tersebut merupakan pancaran dari makin meningkatnya rasa, pemahaman, dan semangat kebangsaan dalam jiwa bangsa Indonesia sebagai hasil pemahaman dan penghayatan Wawasan Nusantara

Unsur-unsur Geopolitik
1.

2.

3.

Wadah: wujud wilayah tata organisasi tata kelengkapan organisasi Isi wawasan nusantara: Cita-cita bangsa Indonesia tertuang di dalam pembukaan UUD 1945 Asas keterpaduan semua aspek kehidupan nasional berciri manunggal, utuh menyeluruh Tata Laku Wawasan Nusantara Mencakup Dua Segi, Batiniah dan Lahiriah

Geostrategi/Ketahanan Nasional

Ketahanan Nasional sebagai kondisi. Perspektif ini melihat ketahanan Nasional sebagai suatu penggambaran atas keadaan yang seharusnya dipenuhi. Keadaan atau kondisi ideal demikian memungkinkan suatu negara memiliki kemampuan mengemabangkan kekuatan nasional sehingga mampu menghadapi segala macam ancaman dan gangguan bagi kelangsungan hidup bangsa yang bersangkutan

Ketahanan Nasional sebagai pendekatan/metode/cara menjalankan suatu kegiatan khususnya pembangunan negara. Sebagai suatu pendekatan, ketahanan nasional menggambarkan pendekatan yang integaral. Integral dalam arti pendekatan yang mencerminkan antara segala aspek/ isi, baik pada saat membangun maupu pemecahan masalah kehidupan. Dalam hl pemikiran , pendekatn ini menggunakan pemikiran kesisteman.

Ketahanan Nasional sebagai doktrin. Ketahanan nasional merupakan salah satu konsepsi khas Indonesia yang berupa ajaran konseptual tentang pengaturan dan penyelenggaraan bernegara. Sebagai doktrin dasar nasional, konsep ketahanan nasional dimasukkan dalam GBHN agar setiap orang , masyarakat, dan penyelenggara negara menerima dan menjalankannya.

Jadi dapat dimaknai bahwa Ketahanan Nasional adalah kondisi dinamis yang merupakan integrasi dari setiap aspek kehidupan bangsa dan Negara . pada hakikatnya ketahanan nasional adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidup menuju kejayaan bnagsa dan Negara. Berhasilnya pembangunan nasional akan meningkatkan ketahanan nasional. Selanjutnya ketahanan nasional yang tangguh akan mendorong pembangunan.

Perkembangan Konsep Ketahanan Nasional di Indonesia

Kemunculan konsep Ketahanan nasional di Indonesia yaitu tahun 1968 dalam pemikiran Lemhanas Sehingga konsep tersebut sebagai pertanda beralihnya konsep kekuatan nasional menjadi ketahanan nasional

Skema rumusan konseptual ketahanan nasional :

Ulet & Tangguh


Dinamis

Kemampuan Mengembangkan Kekuatan Nasional

Ancaman Tantangan Hambatan Gangguan

Langsung/ tidak Dalam/ Luar

Unsur : Trigatra Pancaga tra Integritas Identitas Kelangsungan Tujuan Bangsa dan Negara

Ketahanan nasional meliputi :

Ketahanan ideology : kondisi mental bangsa Indonesia yang berlandaskan akan ideology Pancasila Ketahanan Politik : kondisi kehidupan politik bangsa Indonesia yang berlandaskan demokrasi politik berdasarkan pancasila dan UUD 1945 yang mampu memelihara sistem politik yang sehat dan dinamis. Ketahanan Ekonomi : kondisisi kehidupan perekonomian bangsa yang berlandaskan demokrasi ekonomi yang berlandaskan pancasila yang mampu memelihara stabilitas ekonomi.

Ketahanan sosial budaya : kondisi sosial budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional berdasarkan pancasila yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia an masyarakat Indonesia. Ketahanan pertahanan keamanan adalah kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran bela Negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan.

Unsur-Unsur Ketahanan Nasional

Unsur kekuatan nasional menurut Hans J Morgenthou


a.

b.

Faktar tetap ( satble factor ) : geografi dan sumber daya alam faktor yang berubah ( dynamic factors ) : kemampuan Industri, militer, demografi, karakter nasional, moral nasional, dan kualitas diplomatis.

Unsur ketahanan nasional model Indonesia :


a.

b.

Tri gatra adalah aspek alamiah ( tangible): penduduk, sumberdaya alam, dan wilayah Pancagatra adalah aspek sosial ( intangible) yang terdiri dari ideology, politik, ekonomi , sosila buadaya dan pertahanan keamanan.

Implementasi Geostrategi

Implementasi ketahanan nasional dalam bidang politik; menghadapi globalisasi diperlukan peningkatan kompetensi diplomat menjadi perunding internasional. Di samping itu banyak kasus disintegrasi disebabkan ketidakadilan politik, hukum, ekonomi dan budaya. Oleh karena itu persoalan tersebut harus diselesaikan dengan pendekatan modernisasi yang tida tercerabut dari akarnya, sementara untuk kasus disintegrasi hendaknya pemerintah mempertimbangkan hak asasi manusia dalam menyelesaika konflik tersebut.

Implementasi ketahanan nasional dalam bidang ekonomi; hal-hal yang harus dibenahi dalam bidang ekonomi adalah menata kebijakan fiscal, industri dalam negeri dan swasembada pangan agar tidak terjadi krisis pangan Implementasi ketahanan nasional dalam bidang social dan budaya; hal ini dapat dilakukan dengan standarisasi pendidikan serta keterjangkauan masyarakat kurang mampu terhadap pendidikan, toleransi dalam berbagai hal, termasuk agama, serta yang harus segera diimplementasikan adalah jaminan sosial dan kesehatan bagi seluruh masyarakat

Implementasi ketahanan nasional di bidang hukum. Hal ini harus betul dipahami aspek keadilan, profesionalitas hakim, penegakan hukum secara adil, serta yang harus segara diberantas adalah kasuskasus korupsi yang melibatkan banyak pejabat dan politisi

Keikutsertaan warganegara dalam bela Negara dapat berbentuk fisik dan non fisik. Berbentuk fisik dengan cara memanggul bedil . Bentuk non fisik segala upaya untuk memeprtahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan cara meningkatkan kesadaran berbagsa dan bernegara, menanamkan kecintaan terhadap tanah air serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara.

Indentifikasi terhadap Ancaman terhadap bangsa dan Negara : Bentuk bentuk dari ancaman militer :
Agresi berupa penggunaan kekuatan bersenjata Negara lain terhadap kedaulatan neagra , keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dan neagra. Pelanggaran wilayah yang dilakukan Negara lain Spionasi yang dilakuakn Negara lain Aksi teror internasional yang dilakuakan oleh jaringan terorisme Internasioanl Pemberontakan bersenjata

Sekian & Terima Kasih