Anda di halaman 1dari 20

Program Rehabilitasi dan Program Rumatan Metadon

Riza Sarasvita

Pendahuluan
Sebagian besar pengguna heroin dengan masa pakai lama mengalami kekambuhan (krn berbagai sebab) setelah menjalani proses detoksifikasi (Dole & Joseph, 1978) Detoksifikasi saja tidak akan pernah cukup untuk memulihkan sebagian besar pengguna heroin Diperlukan program berkesinambungan untuk dapat mempertahankan proses pemulihan tersebut

Pendahuluan
Tidak ada satu jenis terapipun yang dapat sesuai bagi semua jenis pecandu, termasuk pecandu heroin (NIDA, 1999) Modalitas terapi:
program rumatan metadon rehabilitasi rawat inap program non-rumatan rawat jalan

dapat merubah perilaku secara signifikan apabila ybs bertahan dalam program setidaknya 3 bulan

Hasil Evaluasi Program Rumatan Metadon

Latar Belakang Demografis


Jenis kelamin Usia Status nikah Laki 89.9% ; Perempuan 10.1% Min 18; Max 43; Mean 27 (+ 4.55)

Tdk menikah: 58.2%; Menikah: 31.6% Tempat tinggal 63.5% tinggal bersama orangtua Agama Status kerja Pendidikan Muslim: 80.3% Tidak bekerja: 62.4% 60.9% lulus SMA

Latar Belakang Klinis


Riwayat Perawatan Usia pertama pakai heroin Lama pakai heroin HIV status Dosis maks (mg/day) 12.9% tidak pernah dirawat 37 % pernah dipenjara Min 12 years old ; Max 41 years old ; Median 19 years old Min 0.75 ; Max 15 ; Median 7.8 tahun HIV +: 63.4% (diantara 46 pasien yg pernah dites) Min: 25 mg Max: 255 mg ; Mean: 80 mg (+ 31 mg)

Persepsi Pasien atas Program


80.9% mengikuti PRM atas kemauan sendiri 87.5% merasa puas mengikuti program 84.9% mengatakan lokasi klinik cukup nyaman bagi pasien 87% memandang konselor program sebagai orang yang dapat dipercaya 58.1% memandang konselor program sebagai orang yang cukup peka atas kebutuhan pasien 71.2% mengatakan selalu datang pada sesi konseling yang telah dijadwalkan

Daya Tahan dalam Program


Proporsi daya tahan pasien di 3 klinik pada rentang waktu 3 bulan: 78% Proporsi daya tahan pasien di 3 klinik pada rentang waktu 6 bulan: 60% Proporsi pasien yang keluar masuk program: 25.8% dari mereka yang drop-out

Variabel Prediktif Daya Tahan Pasien PRM


Pemberian dosis Interaksi antara pemberian take-home dose dengan pengalaman klinik Usia Tingkat partisipasi pada program klinik Persepsi pasien atas kemampuannya mengakses program Persepsi pasien atas aksesibilitas program Dukungan kelompok sebaya atas perubahan perilaku pasien

Variabel Prediktif Daya Tahan Pasien PRM (lanjt)


Pemberian dosis yg tinggi menurunkan kecenderungan drop-out hingga 50.71% Pemberian take-home dose (THD) pada klinik yg lebih berpengalaman menurunkan kecenderungan drop-out hingga 41.58% Pemberian THD pada klinik yg belum berpengalaman menurunkan kecenderungan drop-out hingga 10.44%

Variabel Prediktif Daya Tahan Pasien PRM (lanjt)


Pertambahan usia pasien satu tahun menurunkan kecenderungan drop-out hingga 7.18% Jika partisipasi dalam program dirasakan pasien lebih kuat satu tingkat, kecenderungan drop-out turun hingga 7.07% Jika pasien memandang kemampuannya mengakses program meningkat satu tingkat, kecenderungan drop-out turun hingga 4.6%

Variabel Prediktif Daya Tahan Pasien PRM (lanjt)


Jika pasien memandang kelompok sebayanya satu tingkat lebih suportif, kecenderungan untuk drop-out justru meningkat hingga 12%

Penggunaan Heroin 30 hari terakhir


10

Frequency per day

Heroin use baseline

Heroin use 3mth

Heroin use 6mth

Status Keterlibatan Tindak Kriminalitas

Frequency in the last 30 days

10

Crime baseline

Crime 3mth

Crime 6mth

Status Keluhan Fisik


40

Number of physical complaints in days 20 last 3010 the 0 30

Health Baseline

Health 3mth

Health 6mth

Hasil Evaluasi Proses Program Rehabilitasi Halmahera

Latar Belakang Demografis


Jenis kelamin Usia Status nikah Laki-laki: 100% Min 21; Max 44; Mean 28 (+ 5.55)

Tdk menikah: 72.7%; Menikah: 18.2% Tempat tinggal 63.6% tinggal bersama orangtua Agama Status kerja Pendidikan Muslim: 72.7% Tidak bekerja: 77.3% 81.82% lulus SMA

Latar Belakang Klinis


Riwayat Perawatan HIV status Rentang perawatan 9% tidak pernah dirawat 36.3 % pernah dipenjara HIV +: 66.7% (diantara 20 pasien yg pernah dites) 74.5% lebih dari 3 bulan berada dalam program

Persepsi Pasien terhadap Konselor


90.9% setuju bahwa petunjuk konselor mudah dipahami 81.8% menganggap konselor mudah diajak bicara 54.5% memandang konselor peka terhadap masalah yang dihadapi pasien 90.9% menganggap konselor dapat membangun rasa percaya diri pasien

Persepsi Pasien terhadap Program


95.5% merasa belajar tanggungjawab & disiplin 59.1% menganggap program menolong memperbaiki diri 81.8% puas dengan program yg ada 95.5% merasa telah menunjukkan kemajuan yang berarti selama dlm program 90.9% setuju program telah memenuhi kebutuhan pasien akan terapi Napza