Anda di halaman 1dari 2

Dalam perspektif hukum islam,tidak ada tindakan mempercepat proses kematian karena yang berhak menentukan kematian hanya

Allah.Firman-Nya:Apabila telah datang ajal mereka,maka mereka tidak dapat mengundurkan barang sesaat pun dan tidak pula mendahulukannya.(QS 12:49).Dengan demikian segala tindakan yang memepercepat kematian seseorang baik disengaja(qatl al-amd) atau tidak sengaja(ghair al-amd) hukumnya haram.Sedangkan dalam islam,pebunuhan hanya boleh dilakukan ketika ditemukan 3 alasan yaitu: 1. 1.Pezina mukhsan (sudah berkeluarga)harus dirajam sampai mati. 2. 2.Membunuh dengan sengaja 3. 3.Pelaku yang murtad yang kemudian memerangi Allah swt. Dan rasul-Nya<ia harus dibunuh,disalib,dan diasingkan dari daerahnya.(HR.Abu Dawud dan AlNasai) Perbuatan yang mengakibatkan kematian dalam islam dimasukkan dalam katagori jarimah(tindakan pidana) yang harus dikenakan sanksi hukum.Euthanasia dapat digolongkan sebagai jarimah atau tindakan yang bisa diancam dengan hukuman pidana dan dilarang oleh islam. Dalam firman-Nya (QS:10:56):Dialah yang menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada-Nyalah kamu kembali.Dengan euthanasia berarti manusia telah mengambil hak mutlak Allah yang sudah menjadi ketetapan-Nya.Euthanasia juga mengindikasi sikap pasrah pada keadaan,padahal Allah swt menyuruh manusia untuk berikhtiar. Fatwa haramnya euthanasia dapat menjadi mubah(boleh) jika memudahkan proses kematian dengan cara pasif(euthanasia pasif) yang diistilahkan dengan euthanasia negatif.Menurut pemikir Islam kontemporer asal Mesir,Yusuf Qardhawi,euthanasia negatif (taisir al-maut-al-munfail) adalah menghentikan pengobatan atau tidak memberikan pengobatan terhadap pasien yang menurut keyakinan dokter kalaupun obat tersebut tetap diberikan maka tidak ada gunanya. .Islam memperbolehkan menghentikan pengobatan papbila pasien telah diberi berbagai macam pengobatan dalam waktu yang cukup lama,tetapi tidak ada perubahan yang cukup signifikan,maka melanjutkan pengobatan tidaklah wajib. Sedangkan euthanasia aktif yaitu tindakan memudahkan kematian atas nama kasih sayang yang dilakukan oleh dokter adalah haram baik menggunakan instrument atau tidak.Denagan demikian,memudahkan kematian scara pasif atau negatif dengan syarat bahwa kondisi pasien secara medis sudah tidakmungkin disembuhkan dan sepanjang tidak diembel-embeli dengan ungkapan membunuh dengan kasih sayang,serta bukan karena alas an ekonomi maka hukumnya jaiz alias boleh Euthanasia aktif sebagai mana firman Allah menurut surat An-Nisa 93 dan surat Al-Isra 33 disamakan dengan tindakan pembunuhan dengan kesengajaan yang mana pelakunya dapat dihukum qishas(HR.Ibnu Majjah).Sedangkan euthanasia pasif merupakan tindakan penghentian hidup yang tidak didasarkan keinginan mempercepat kematian,karena hal itu dapatlah disamakan dengan bunuh diri.

Dalam perspektif KUHP dikategorikan sebagai kejahatan terhadap nyawa.Euthanasia secara hukum merupakan atas permintaan korban yakni permintaan pasien pada dokter.Pasal yang dapat diterapkan berkaitan dengan euthanasia adalah pasal mengenai pembunuhan,yakni pasal 338,340,344,dan 345 KUHP.