Rumus-rumus Kependudukan dan Proyeksi Penduduk

METODA ANALISIS PERENCANAAN Definisi Ilmu Kependudukan Kependudukan atau demografi adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia. Meliputi di dalamnya ukuran, struktur, dan distribusi penduduk, serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran, kematian, migrasi, serta penuaan. Variabel Utama Demografi • • • Kelahiran (natalitas) Kematian (death/mortalitas) Migrasi (perpindahan)

Ketiga Variabel ini akan mempengaruhi keadaan dan komposisi penduduk (umur dan jenis kelamin).

sumber data kependudukan • 1. Sensus Penduduk (SP). Indonesia telah melakukan sesus pada tahun ’71, ’80, ’90, dan 2000 (SP71, SP80, SP90, dan SP2000) sampai 2010 Survey penduduk, yaitu diantaranya : - SUPAS (Survei Penduduk Antar Sensus) pada tahun 1985 dan 1995. - Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) - SKRT (Survei Kesehatan Rumah Tangga) - SDKI (Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia) 2. Registrasi Penduduk, misalnya : Akte Kelahiran, Akta Nikah, Pembuatan KTP. Seiring dengan waktu untuk mengetahui keadaan

Dinamika Penduduk • Dinamika penduduk akan melahirkan push and pull theory, yaitu merupakan keseimbangan yang dinamis antara kekuatan-kekuatan yang menambah dan mengurangi • Kekuatan menambah (dorong/push) : kelahiran, imigrasi • Kekuatan mengurangi (tarik/pull) : kematian, emigrasi

Laju Pertumbuhan Penduduk • Pertumbuhan penduduk adalah bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk di suatu daerah atau negara dalam kurun waktu tertentu Pengukuran laju pertumbuhan penduduk yaitu : Rate of natural increase (pertumbuhan penduduk alami): Pt = Po + ( B – D) + (Mi – Mo) Pertumbuhan Geometri : Pt = Po. (1+r)
n

• •

n : lamanya waktu antara Po dengan Pt (n=number) .D : Jumlah kematian yang terjadi pada jangka (Death=mati) .Mo :migrasi keluar pada jangka waktu yang sama . Untuk mengetahui sumber daya manusia yang tersedia atas dasar usia maupun jenis kelamin Untuk mengambil kebijakan yang berhubungan dengan kependudukan Untuk studi komparatif antar daerah Untuk mengetahui proses demografi • Komposisi umur dan jenis kelamin paling penting karena tidak hanya diketahui keadaan penduduk secara biologis. kita dapat membuat perbandingan berbagai karakteristik penduduk menurut Dependency Ratio (Rasio Ketergantungan) dan Sex Ratio (Rasio jenis kelamin). Dengan mengetahui susunan penduduk menurut umur dan jenis kelamin. Angka kematian.Po : jumlah penduduk pada waktu terdahulu (awal) . d. e Keterangan : .r : angka pertumbuhan penduduk (r=rate) . mortalitas/death rate. fertilitas.B : kelahiran yang terjadi pada jangka waktu antara kedua kejadian tersebut (B=Birth) . • Dependency Ratio • Dependency Ratio Perbandingan antara penduduk usia tidak produktif terhadap yang produktif.r = ( P 0-14) + (P65+) x K (P15-64) Keterangan : d. Migrasi keluar (emigrasi) yaitu perpindahan penduduk keluar dari suatu daerah asal (area of origin) r. Berdasarkan piramida penduduk. Migrasi masuk (imigrasi) yaitu masuknya penduduk ke suatu daerah tempat tujuan ( area of destination) 4. 2. n • Piramida Penduduk Komposisi penduduk perlu diketahui untuk berbagai hal antara lain : 1. 4.r = dependency ratio p = jumlah populasi usia tertentu k = konstanta.e : angka eksponential = 2. biasanya kasus kontrol = 100 • . 3. 3. namun juga kondisi penduduk secara ekonomi dan sosial.Pt : jumlah penduduk pada waktu sesudahnya (P=population) .Mi : migrasi masuk pada jangka waktu yang sama (M=migration) .71828 (e=eksponential/pangkat) • • • • Pertumbuhan penduduk di suatu daerah/negara disebabkan oleh faktor-faktor demografi 1. Angka kelahiran.Rumus-rumus Kependudukan dan Proyeksi Penduduk • • Pertumbuhan Eksponential: Pt = Po. natalitas/birth rate 2. maka dapat diketahui kemungkinan bertambahnya penduduk di masa yang akan datang.

Sex Ratio = jumlah penduduk laki-laki x 100 Jumlah penduduk perempuan • Proyeksi Penduduk • • Ekstrapolasi teknik grafik Ekstrapolasi fungsi matematika – – – – – Lung polinomial (garis lurus dan selisih kuadrat minimum) Bunga berganda Lung gompertz dan logistik Regresi Dst Metoda Grafik   Menghubungkan dua titik terakhir.b = tetapan yang diperoleh dari rumus berikut a = ∑ P ∑X .  Lung Polinomial GARIS LURUS :      P (t0+t1) = Pt + b (t1-t0) P (t0+t1) adalah jumlah populasi tahun yang dicari Pt = jumlah populasi tahun terakhir data diketahui b = rata-rata tambahan jumlah penduduk tiap tahun pada masa lampau hingga tahun sekarang (data terakhir) t1-t0= (tahun yang dicari-tahun data terakhir) GARIS REGRESI:     P (t+t1) = a + b (t1-t0) a. kemudian garis yang terjadi diperpanjang.∑X ∑ PX N ∑ X – (∑X) 2 2 2 . dibuat garis regresi dari garis yang sudah ada. Hal ini dilakukan dengan anggapan bahwa pertumbuhan masa yang akan datang memperlihatkan kombinasu sifat perkembangan terakhir dalam waktu terdahulu Sebagai penghalusan proses ini.Rumus-rumus Kependudukan dan Proyeksi Penduduk • Sex Ratio Sex ratio digunakan untuk mengukur komposisi jenis kelamin. kemudian diperpanjang. Hal ini memberi pengertian bahwa ciri perkembangan terakhir diharapkan akan terus berlangsung Menghubungkan titik awal dan akhir.

Apa saja faktor yang mempengaruhi jumlah penduduk? Jumlah Penduduk (P) 1899028 1901067 1902500 1904273 1926520 1963882 1993602 2006142 2036185 17533199 pertambahan Persentase pertambahan tahun 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 . Anggapannya adalah tambahan jumlah penduduk akan membawa konsekuensi bertambahnya tambahan jumlah penduduk. atau dapat juga faktor diluarnya.Rumus-rumus Kependudukan dan Proyeksi Penduduk   b = N ∑PX . Rumus: P (t+t1) =Pt (1+r) t1-t   Coba hitung jumlah penduduk tahun 2009 kota Medan dengan menggunakan rumus bunga berganda! Lung Gompertz Tahun 1 2 3 4 5 6 7 8 9 JUMLAH Korelasi   Perkembangan penduduk di suatu daerah atau kota dipengaruhi oleh berbagai faktor yang bekerja di dalam daerah atau kota yang bersangkutan.∑X ∑ P N ∑ X – (∑X) Contoh Data Jumlah Penduduk (P) 1 1899028 2 1901067 3 1902500 4 1904273 5 1926520 6 1963882 7 1993602 8 2006142 9 2036185 JUMLAH 17533199 Bunga Berbunga Tahun  X -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 0 X 2 2 2 PX -7596112 -5703201 -3805000 -1904273 0 Tahun 3987204 6018426 8144740 1105666 tahun 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 16 9 4 1 0 1 4 9 16 60 Teknik ini menganggap perkembangan jumlah penduduk akan berganda dengan sendirinya.

maka hubungan antara kedua variabel sangat lemah atau tidak ada hubungan sama sekali.Rumus-rumus Kependudukan dan Proyeksi Penduduk    Dalam bahasa matematika. Secara kuantitatif. faktor yang mempengaruhi perkembangan penduduk disebut sebagai faktor penentu atau variabel bebas (X). Jika r = -1 atau mendekati -1. Besarnya korelasi dinyatakan sebagai koefisien korelasi (r). Namun dalam tahap awal dapat memberikan gambaran akan kemampuan daerah yang diamati. sebagai ukuran korelasi antara dua variabel dapat digunakan model matematika. Cara ini belum memberikan kesimpulan akhir karena hasilnya masih harus dianalisa lebih dalam menggunakan teknik analisa lainnya. Tahun 1 2 3 4 5 6 JUMLAH Jumlah Penduduk (P) 1963882 1993602 2006142 2036185 2067288 2098005 UMR 464000 505000 537000 600000 737794 820000 tahun 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Location quotient       Teknik analisis Location Quotient adalah cara awal untuk mengetahui kemampuan suatu daerah dalam sektor kegiatan tertentu. namun umumnya adalah jumlah buruh dan hasil produksi. Teknik ini pada dasarnya menggunakan perbandingan antara kemampuan suatu daerah pada suatu sektor dengan kemampuan daerah lain pada sektor yang sama. Jumlah penduduk disebut sebagai variabel terikat (Y). Rumusnya adalah sbb:  LQ = Si/Ni x 100% atau Si/S x 100% S/N Ni/N Si = jumlah buruh industri i di daerah yang dianalisa S = jumlah buruh seluruhnya di daerah yang dianalisa . maka hubungan antara kedua variabel sangat kuat dan negatif.     Nilai r berkisar antara -1 dan 1 Jika r = 0 atau mendekati 0. Satuan yang digunakan sebagai ukuran bisa bermacam-macam.

Produksi dan produktivitas tidak sama 4.Tingkat konsumsi tidak sama pada tiap daerah 2.  LQ memberikan indikasi sebagai berikut:  LQ >1.Rumus-rumus Kependudukan dan Proyeksi Penduduk Ni= jumlah buruh industri I di daerah yang lebih luas dimana daerah yang dianalisa menjadi bagian di dalamnya N = jumlah seluruh buruh di daerah yang lebih luas dimana daea yang dianalisa menjadi bagian di dalamnya. Satu industri dapat menghasilkan lebih dari 1 macam hasil produksi. Tingkat pendapatan tidak sama pada tiap daerah 3. melainkan harus disertakan dengan analisa lain yang lebih mendalam.  Asumsi penggunaan rumus ini adalah * kualitas buruh di setiap jenis industri sama * tingkat pendapatan di tiap-tiap daerah yang dibandingkan sama * tiap industri menghasilkan produk tunggal Pada kenyataannya: 1.  LQ <1. Kenyataan ini yang membuat rumus ini tidak dapat berdiri sendiri. Contoh soal: Buruh industri Buruh industri i j k l jumlah industri i j k l Konsumsi dan tabungan Sub daerah A 52473 7382 87806 419302 536963 A 15260 867 23173 45915 85215 B B 10420 898 27464 138997 177779 C C 17185 2010 20243 89706 129144 D D 9608 3607 16926 144684 174825 Daerah X . menyatakan daerah yang dianalisa mempunyai potensi ekspor pada kegiatan tertentu. menyatakan daerah yang dianalisa mempunyai kecenderungan impor produk tertentu  LQ = 1 menunjukkan bahwa daerah yang bersangkutan telah mencukupi kebutuhannya pada produk atau kegiatan tertentu.

Rumus-rumus Kependudukan dan Proyeksi Penduduk     Y = C+S Y = tabungan C = konsumsi S = tabungan Keluarga 1 2 3 4 5 Tingkat pendapatan 500 1000 1500 2000 2500 Konsumsi 600 1000 1400 1750 2050 Tabungan .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful