Anda di halaman 1dari 12

TUGAS PENDAHULUAN PRAKTIKUM BIOKIMIA

PERCOBAAN II LIPID
NAMA NIM KELOMPOK : SALMIAH : 12.071.014.047 : IV (EMPAT)

TGL PRAKTIKUM : 26 JUNI 2013

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM MAKASSAR MAKASSAR 2013

1. Jelas kan pengertian lipid ? Jawab : Lipid adalah nama suatu golongan senyawa organik yang meliputi sejumlah senyawa yang terdapat di alam yang semuanya dapat larut dalam pelarut-pelarut organik tetapi sukar larut atau tidak larut dalam air.

2. a). Jelaskan dan berikan contoh klasifikasi lipid ! b). Jelaskan dan berikan contoh klasifikasi asam lemak! Jawab: a). 1. Lipid sederhana, yaitu ester asam lemak dengan berbagai alkohol, contohnya lemak atau gliserida dan lilin (waxes). 2. Lipid gabungan yaitu ester asam lemak yang mempunyai gugus tambahan, contohnya fosfolipid, cerebrosida. 3. Derivate lipid, yaitu senyawa yang dihasilkan oleh proses hidrolisis lipid, contohnya asam lemak, gliserol dan sterol. b). Berdasarkan penampilannya yang dapat dilihat oleh mata, lemak dibagi menjadi lemak terlihat (visible fat) misalnya lemak hewani, mentega, margarin dan shortening, serta lemak tidak terlihat (invisible fat) misalnya lemak dalam susu, kuning telur, daging, dan dalam biji-bijian atau kacang-kacangan. Berdasarkan sumbernya, dapat dibedakan lemak hewani dan lemak nabati. Salah satu kelebihan lemak nabati adalah karena banyak diantaranya yang mengandung asam lemak esensial, yaitu asam linoleat dan linolenat dalam jumlah tinggi, misalnya minyak kedelai, minyak jagung dan minyak biji bunga matahari. Untuk diketahui, asam lemak esensial adalah asam lemak yang tidak dapat disintesis oleh tubuh, sehingga harus disuplai dari makanan.

3. Tuliskan prinsip dasar tiap uji dalam percobaan lipid! Jawab : Lipida pada umumnya tidak larut dalam air tetapi sedikit larut dalam alkohol dan larut sempurna dalam pelarut organik seperti: eter, kloroform, aseton, benzena atau pelarut non polar lainnya. Minyak dalam air akan membentuk emulsi yang tidak stabil, karena bila dibiarkan kedua cairan akan terpisah menjadi dua lapisan. 4. Jelaskan pengertian dari : a. Emulsi b. Antioksidan c. Saponifikasi Jawab : a). Emulsi adalah sediaan yang mengandung bahan obat cair atau cairan obatterdispersi dalam cairan pembawa distabilkan dengan zat pengemulsi atau surfaktanyang cocok. Merupakan sistem dua fase, yang salah satu cairannya terdispersi dalamcairan yang lain, dalam bentuk tetesan kecil. yang berukuran 0,1-100 mm, yangdistabilkan dengan

emulgator/surfaktan yang cocok. b). Antioksidan adalah zat kimia yang membantu melindungi terhadap kerusakan sel-sel oleh radikal bebas. Antioksidan terkenal termasuk vitamin A, vitamin C, vitamin E, karotenoid, dan flavonoid. c). Saponifikasi adalah reaksi kimia antara basa kuat dan trigliserida yang menghasilkan pembentukan garam. Proses ini melibatkan hidrolisis, di mana air molekul membelah menjadi anion dan kation hidrogen hidroksida.Garam yang dihasilkan dapat membuat emulsi minyak dan air untuk membersihkan dan lebih dikenal awam sebagai sabun. Proses ini juga menghasilkan pembentukan gliserin, suatu senyawa kimia dengan berbagai penggunaan.

5. Jelaskan perbedaan minyak dan lemak? Jawab : LEMAK Temp. kamar berwujud padat gliserida pada hewan berupa lemak (lemak hewani) Gliserida memiliki asam lemak jenuh yang lebih banyak MINYAK Berwujud cair gliserida pada tumbuhan berupa minyak (minyak nabati) gliserrida yang memiliki asam lemak tak jenuhlebih banyak

6. Sebutkan sifat-sifat dari lipid ? Jawab : 1) tidak larut dalam air , tetapi larut dalam satu atau lebih dari satu pelarut organic misalnya eter, aseton, kloroforn, benzene, yang sering juga di sebut pelarut lemak 2) ada hubungan dengan asam-asam lemak atau esternya 3) mempunyai ke mungkinan di gunakan oleh makhluk hidup 4) pada suhu kamar, jika berbentuk cair , cenderung di sebutdengan minyak 5) jika berbentuk padat di sebut sebagai lemak.erti 6) Tidak larut dalam air sse hingga di sebut hidrofobik (takut air), sifat ini sngat penting dalam pembentukan membrane sel 7) Fosfolipid bersifat ampifatik, yaitu dalam satu molekul ada bagian molekul yang non polar dan hidrofob dan di bagian lain ada yang polar dan hidrofil (suka air) 8) Larut dalam solven semacam alcohol hydrogen, dan oksigen tapi kadar oksigen setiap molekulnya lebih rendah dari yang dimiliki karbohidrat.

KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat- Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas dari praktikum biokimia yaitu enzim dan fungsinya. Tak lupa pula saya mengucapkan terimakasih kepada pihak pihak yang telah mendukung dan memberikan bimbingan kepada saya. Saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan karena faktor batasan pengetahuan penyusun, maka saya dengan senang hati menerima kritik serta saran saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga hasil dari penyusunan makalah ini dapat dimanfaatkan bagi generasi mendatang, khususnya mahasiswa/mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. Akhir kata, melalui kesempatan ini saya penyusun makalah mengucapkan banyak terimakasih.

A. Pengertian Enzim adalah molekul biopolimer yang tersusun dari serangkaian asam amino dalam komposisi dansusunan rantai yang teratur dan tetap. Enzim memegang peranan penting dalam berbagai reaksi didalam sel. Sebagai protein, enzim diproduksi dan digunakan oleh sel hidup untuk mengkatalisis reaksi, antara lain konversi energi dan metabolisme pertahanan sel. Amilase mempunyai kemampuan untuk memecah molekul molekul pati dan glikogen Molekul pati yang merupakan polimer dari alfa-D-glikopiranosa akan dipecah oleh enzim pada ikatan alfa-1,4- dan alfa-l, 6-glikosida. (Muh. Firdaus, S.Farm. 2004) Enzim digolongkan menurut reaksi yang diikutinya, sedangkan masing-masing enzim diberi nama menurut nama substratnya, misalnya urease, arginase dan lainlain. Di samping itu ada pula beberapa enzim yang dikenal dengan nama lama misalnya pepsin, tripsin dan lain-lain. Oleh Commision on Enzymes of the International Union of Biochemistry, enzim dibagi dalam enam golongan besar.Penggolongan ini didasarkan atas reaksi kimia di mana enzim memegang peranan. (Muh. Firdaus, S.Farm. 2004) Dalam mempelajari mengenai enzim, dikenal beberapa istilah diantaranya holoenzim, apoenzim, kofaktor, gugus prostetik, koenzim, dan substrat. Apoenzim adalah suatu enzim yang seluruhnya terdiridari protein, sedangkan holoenzim adalah enzim yang mengandung gugus protein dan gugus nonprotein. Gugus yang bukan protein tadi dikenal dengan istilah kofaktor. Pada kofaktor ada yang terikat kuat pada protein dan sukar terurai dalam larutan yang disebut gugus prostetik dan ada pula yang tidak terikat kuat pada protein sehingga mudah terurai yang disebut koenzim. Baik gugus prostetik maupun koenzim, keduanya merupakan bagian

yang memungkinkan enzim bekerja pada substrat. Substrat merupakan zat-zat yang diubah atau direaksikan oleh enzim. (Muh. Firdaus, S.Farm. 2004) Enzim meningkatkan laju sehingga terbentuk kesetimbangan kimia antara produk dan pereaksi. Pada keadaaan kesetimbangan, istilah pereaksi dan produk tidaklah pasti dan bergantung pada pandangan kita. Dalam keadaan fisiologi yang normal, suatu enzim tidak mempengaruhi jumlah produk dan pereaksi yang sebenarnya dicapai tanpa kehadiran enzim. Jadi, jika keadaan kesetimbangan tidak menguntungkan bagi pembentukan senyawa, enzim tidak dapat mengubahnya. (Muh. Firdaus, S.Farm. 2004)

B. Komponen Enzim Penyusun utama suatu enzim adalah molekul protein yang disebut apoenzim. Agar berfungsi sebagaimana mestinya, enzim memerlukan komponen lain yang disebut kofaktor. Kofaktor adalah komponen nonprotein berupa ion atau molekul. Berdasarkan ikatannya, kofaktor dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu gugus prostetik, ko-enzim, dan ion ion anorganik. (Rachmawati, F., Urifah, N., Wijayati, A. 2009)
1. Gugus prostetik merupakan tipe kofaktor yang biasanya terikat kuat pada enzim, berperan memberi kekuatan tambahan terhadap kerja enzim. Contohnya adalah heme, yaitu molekul berbentuk cincin pipih yang mengandung besi. Heme merupakan gugus prostetik sejumlah enzim, antara lain katalase, peroksidase, dan sitokrom oksidase. (Rachmawati, F., Urifah, N., Wijayati, A. 2009) 2. Ko-enzim merupakan kofaktor yang terdiri atas molekul organik nonprotein yang terikat renggang dengan enzim. Ko-enzim berfungsi untuk memindahkan gugus kimia, atom, atau elektron dari satu enzim ke enzim yang lain. Contohnya, tiamin pirofosfat, NAD, NADP+, dan asam tetrahidrofolat. (Rachmawati, F., Urifah, N., Wijayati, A. 2009) 3. Ion ion anorganik merupakan kofaktor yang terikat dengan enzim atau substrat kompleks sehingga fungsi enzim lebih efektif. Contohnya, amilase dalam ludah akan bekerja lebih baik dengan adanya ion klorida dan kalsium. (Rachmawati, F., Urifah, N., Wijayati, A. 2009)

Beberapa kofaktor tidak berubah di akhir reaksi, tetapi kadang-kadang berubah dan terlibat dalam reaksi yang lain. Enzim yang terikat dengan kofaktornya disebut haloenzim. (Rachmawati, F., Urifah, N., Wijayati, A. 2009)

C. Jenis Jenis Enzim Enzim dalam metabolisme dibedakan menjadi 6 golongan yaitu:

1. Oksido-reduktase yaitu enzim yang bekerja pada reaksioksidasi dan reduksi, contoh: katalase. 2. Transferase yaitu bekerja untuk memindahkan gugus kimia, contoh: peptidil transferase. 3. Hidrogenase yaitu enzim yang berperan dalam penambahan atomhydrogen. 4. Hidrolase yaitu bekerja pada reaksi yang menggunakan air, contoh: amylase, lipase, dan peptidase. 5. Ligase yaitu bekerja pada reaksi penggabungan dua senyawa atau lebih. 6. Desmolase yaitu bekerja pada reaksi pemutusan senyawa, contoh: deaminase, dekarboksilase.

D. Sifat Enzim A. Enzim sebagai biokatalisator Enzim adalah senyawa organik, yaitu senyawa protein berperan sebagai katalisator, yang disebut biokatalisator. Katalisator adalah zat yang dapat mempercepat atau memperlambat reaksi kimia, tetapi zat itu sendiri tidak ikut dalam reaksi. Enzim mempengaruhi kecepatan reaksi, tetapi tidak terpengaruh atau dipengaruhi oleh reaksi tersebut. Enzim mengatur kecepatan dan kekhususan ribuan reaksi kimia yang berlangsung di dalam sel dan di luar sel - Enzim menurunkan energi aktivasi Enzim mengkatalis reaksi dengan meningkatkan kecepatan reaksi, dengan cara menurunkan energi aktivasi (energi yang diperlukan untuk memulai suatureaksi) - Enzim merupakan protein Enzim merupakan protein, sehingga sifat sifat enzim sama dengan protein, yaitu dipengaruhi oleh suhu dan pH. Pada suhu tinggi enzim akan mengalami kerusakan koagulasi (penggumpalan), yang akhirnya akan terdenaturasi enzim. Pada suhu rendah enzim tidak aktif (inaktif). Aplikasi dalam kehidupan adalah penyimpanan bahan makanan dalam lemari pendingin agar tetap segar tidak busuk oleh bakteri pembusuk. Enzim bekteri pembusuk tidak aktif pada suhurendah. - Enzim bekerja spesifik Enzim bekerja spesifik satu enzim hanya khusus untuk satu substrat. Contoh enzim maltase hanya dapat memecah maltosa menjadi glukosa.

E. Aktifitas Enzim

Faktor faktor yang mempengaruhi kerja enzim - Suhu Reaksi yang dikatalisis oleh enzim akan meningkat seiring dengan kenaikan suhu 0 35oC. Secara umum kenaikan 10 oC maka kecepatan reaksi menjadi dua kali lipatnya dalam batas suhu yang wajar. Suhu ideal kerja enzim adalah 30 40oC, dengan suhu optimum 36oC. Dibawah atau diatas suhu tersebut kerja enzim lemah bahkan mengalami kerusakan. Enzim akan menggumpal (denaturasi) dan hilang kemampuan katalisisnya jika dipanaskan. - Logam berat Logam berat seperti Ag, Zn, Cu, Pb, dan Cd, menyebabka enzim menjadi tidak aktif. - Logam Aktivitas enzim meningkat jika bereaksi dengan ion logam jenis Mg, Mn, Ca, dan Fe. - pH Enzim bekerja pada pH tertentu, enzim hanya dapat bekerja pada pH yang ideal. Enzim Ptialin hanya dapat bekerja pada pH netral, enzim pepsin bekerja pada pH asam sedangkan enzim tripsin bekerja pada pH basa. - Konsentrasi Semakin tinggi konsentrasi enzim maka kerja, waktu yang dibutuhkan untuk suatu reaksi semakin sedikit, sedangkan kecepatan reaksi dalam keadaan konstan Semakin tinggi konsentrasi substrat, semakin cepat kerja enzim, tapi jika kerja enzim telah mencapai titik maksimal, maka kerja enzim berikutnya akan konstans. - Faktor dalam (faktor internal) Vitamin dan hormon berpengaruh terhadap aktivitas kerja enzim. Hormon tiroksin merupakan hormon yang mempengaruhi proses metabolisme tubuh. semakin tinggi konsentrasi hormon tiroksi yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid, makan semakin cepat proses metabolisme dalam tubuh, demikian sebaliknya. Vitamin dalam tubuh berfungsi sebagai alat pengaturan seluruh proses fisiologi dalam tubuh. - Keberadaan Aktivator dan Inhibitor Aktivator merupakan molekul yang mempermudah ikatan enzim dengan substrat.

Inhibitor merupakan molekul yang menghambat ikatan antara enzim dengan substrat. Ada dua macam inhibitor yaitu:
1. Inhibitor kompetitif adalah inhibitor yang kerjanya bersaing dengan substrat untuk mendapatkan sisi aktif enzim. 2. Inhibitor non kompetitif adalah inhibitor yang melekat pada tempat selain sisi aktif sehingga bentuk enzim berubah dan substrat tidak dapat melekat pada enzim. 3. Inhibitor umpan balik (feed back) adalah hasil suatu reaksi kimia dapat menjadi inhibitor umpan balik bila sudah cukup atau sesuai kebutuhan. Hasil akhir reaksi kima itu akan menghentikan enzim dengan menempati sisi alisterik enzim, sehingga enzim terkunci atau inaktif.

F.

Pengaturan alosterik enzim

Pengaturan alosterik merupakan perubahan pada enzim atau protein lainnya dalam rangka berikatan dengan molekul efektor pada tempat alosterik protein (yaitu tempat pada bagian aktif lainnya dari protein tersebut). Efektor yang bekerja meningkatkan aktivitas protein disebut aktivator alosterik, sedangkan efektor yang menghambat aktivitas protein disebut inhibitor alosterik. Pengaturan alosterik merupakan suatu proses alami dari lingkaran kontrol, seperti mekanisme umpan balik dari produk akhir atau sinyal perangsangan dari substrat awal. (www.scribd.com, jenis jenis enzim)

G.

Macam macam enzim pada tubuh manusia dan fungsinya

Pencernaan makanan secara kimiawi terjadi dengan bantuan zat kimia tertentu. Enzim pencernaan merupakan zat kimia yang berfungsi memecahkan molekul bahan makanan yang kompleks dan besar menjadi molekul yang lebih sederhana dan kecil. Molekul yang sederhana ini memungkinkan darah dan cairan getah bening (limfe) mengangkut ke seluruh sel yang membutuhkan. Secara umum enzim memiliki sifat: bekerja pada substrat tertentu, memerlukan suhu tertentu dan keasaman (pH) tertentu pula. Suatu enzim tidak dapat bekerja pada substrat lain. Molekul enzim juga akan rusak oleh suhu yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Demikian pula enzim yang bekerja pada keadaan asam tidak akan bekerja pada suasana basa dan sebaliknya. Macam-macam enzim pencernaan yaitu:
1. Enzim Ptialin

Enzim ptialin terdapat di dalam air ludah, dihasilkan oleh kelenjar ludah. Fungsi enzim ptialin untuk mengubah amilum (zat tepung) menjadi glukosa .
1. Enzim amilase

Enzim amilase dihasilkan oleh kelenjar ludah (parotis) di mulut dan kelenjar pankreas. Kerja enzim amilase yaitu: amilum sering dikenal dengan sebutan zat tepung atau pati. Amilum merupakan karbohidrat atau sakarida yang memiliki molekul kompleks. Enzim amilase memecah molekul amilum ini menjadi sakarida dengan molekul yang lebih sederhana yaitu maltosa.
1. Enzim maltase

Enzim maltase terdapat di usus dua belas jari, berfungsi memecah molekul maltosa menjadi molekul glukosa. Glukosa merupakan sakarida sederhana (monosakarida). Molekul glukosa berukuran kecil dan lebih ringan dari pada maltosa, sehingga darah dapat mengangkut glukosa untuk dibawa ke seluruh sel yang membutuhkan.
1. Enzim pepsin

Enzim pepsin dihasilkan oleh kelenjar di lambung berupa pepsinogen . Selanjutnya pepsinogen bereaksi dengan asam lambung menjadi pepsin. Cara kerja enzim pepsin yaitu: Enzim pepsin memecah molekul protein yang kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana yaitu pepton. Molekul pepton perlu dipecah lagi agar dapat diangkut oleh darah.
1. Enzim tripsin

Enzim tripsin dihasilkan oleh kelenjar pancreas dan dialirkan ke dalam usus dua belas jari (duodenum). Cara kerja enzim tripsin yaitu: asam amino memiliki molekul yang lebih sederhana jika dibanding molekul pepton. Molekul asam amino inilah yang diangkut darah dan dibawa ke seluruh sel yang membutuhkan. Selanjutnya sel akan merakit kembali asam amino-asam amino membentuk protein untuk berbagai kebutuhan sel.
1. Enzim renin

Enzim renin dihasilkan oleh kelenjar di dinding lambung. Fungsi enzim renin untuk mengendapkan kasein dari air susu. Kasein merupakan protein susu, sering disebut keju. Setelah kasein diendapkan dari air susu maka zat dalam air susu dapat dicerna.
1. Asam khlorida (HCl)

Asam khlorida (HCl) sering dikenal dengan sebutan asam lambung, dihasilkan oleh kelenjar didalam dinding lambung. Asam khlorida berfungsi untuk membunuh mikroorganisme tertentu yang masuk bersama-sama makanan. Produksi asam khlorida yang tidak stabil dan cenderung berlebih, dapat menyebabkan radang lambung yang sering disebut penyakit maag.
1. Cairan empedu

Cairan empedu dihasilkan oleh hati dan ditampung dalam kantong empedu. Empedu mengandung zat warna bilirubin dan biliverdin yang menyebabkan kotoran sisa pencernaan berwarna kekuningan. Empedu berasal dari rombakan sel darah merah (erithrosit) yang tua atau telah rusak dan tidak digunakan untuk membentuk sel darah merah yang baru. Fungsi empedu yaitu memecah molekul lemak menjadi butiran-butiran yang lebih halus sehingga membentuk suatu emulsi. Lemak yang sudah berwujud emulsi ini selanjutnya akan dicerna menjadi molekul molekul yang lebih sederhana lagi.
1. Enzim lipase

Enzim lipase dihasilkan oleh kelenjar pankreas dan kemudian dialirkan ke dalam usus dua belas jari (duodenum). Enzim lipase juga dihasilkan oleh lambung, tetapi jumlahnya sangat sedikit. Cara kerja enzim lipase yaitu: Lipid (seperti lemak dan minyak) merupakan senyawa dengan molekul kompleks yang berukuran besar. Molekul lipid tidak dapat diangkut oleh cairan getah bening, sehingga perlu dipecah lebih dahulu menjadi molekul yang lebih kecil. Enzim lipase memecah molekul lipid menjadi asam lemak dan gliserol yang memiliki molekul lebih sederhana dan lebih kecil. Asam lemak dan gliserol tidak larut dalam air, maka pengangkutannya dilakukan oleh cairan getah bening (limfe).

H.
1.

Kesimpulan
1. Enzim adalah katalisator yang bekerja sangat spesifik. 2. Faktor faktor yang mempengaruhi kerja enzim antara lain: suhu, pH, konsentarsi enzim, konsentrasi substrat, dan inhibitor. 3. Secara umum enzim memiliki sifat: bekerja pada substrat tertentu, memerlukan suhu tertentu, enzim pada suhu rendah berlangsung lambat, sedangkan di atas suhu optimum enzim akan terdenaturasi. Suhu optimum enzim antara 25C 37C dan keasaman (pH) tertentu pula karena enzim yang bekerja pada keadaan asam tidak akan bekerja pada suasana basa dan sebaliknya. Suatu enzim tidak dapat bekerja pada substrat lain.

4. Penyusun utama suatu enzim adalah apoenzim, selain apoenzim enzim juga memerlukan komponen lain adalah kofaktor yang mempunyai tiga gugus yaitu gugus prostetik, ko-enzim, dan ion ion anorganik. 5. Pengaturan alosterik merupakan perubahan pada enzim atau protein lainnya dalam rangka berikatan dengan molekul efektor pada tempat alosterik protein (yaitu tempat pada bagian aktif lainnya dari protein tersebut)

DAFTAR PUSTAKA

http://www.scribd.com/doc/53725157/Sekilas-Tentang-enzim oleh Muhammad Firdaus, S.Farm. 2004. Diakses pada 30-03-2012 http://maretbio01cs.weebly.com/uploads/4/6/2/8/4628764/03_bab2.pdf oleh Weebly, 2010. Diakses pada 30-03-2012 http://www.scribd.com/doc/70184559/15/Jenis-jenis-enzim Diakses pada 30-032012 http://praset.ohlog.com/macam-macam-enzim-pada-tubuh.oh86785.html oleh Prasetya Wardana. Diakses pada 30-03-2012 http://www.scribd.com/doc/53618839/ALOSTERIK Diakses pada 30-03-2012 http://education.poztmo.com/2011/05/fungsi-enzim-dalam-metabolisme.html Diakses pada 30-03-2012 Rachmawati, F., Urifah, N., Wijayati, A. 2009. Biologi untuk SMA/MA kelas XII Program IPA. Pusat perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional: Jakarta Williams. Wilkins. S. 1996. Biokimia Kedokteran Dasar: Sebuah Pendekatan Klinis. Penerjemah: Suyono, J. dr. dkk. EGC, Jakarta. Original Book Basic Medical Biochemistry: a Clinical Approach.