Anda di halaman 1dari 20

KEAMANAN DAN KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN

KESELAMATAN DAN KEAMANAN KETENAGALISTRIKAN


KESELAMATAN DAN KEAMANAN YANG BERKAITAN DENGAN KONTRUKSI , OPERASI DAN PEMELIHARAAN INSTALASI KETENAGALISTRIK . PERSYARATANUMUM INSTALASI LISTRIK (PUIL 2000) BERTUJUAN AGAR TERSELENGGARANYA DENGAN BAIK PENGUSAHAAN INSTALASI LISTRIK TERUTAMA YANG MENYANGKUT KESELAMATAN MANUSIA, KEAMANAN INSTALASI LISTRIK BESERTA PERLENGKAPANNYA,KEAMANANGEDUNG BESERTA ISINYA TERHADAP AKIBAT KEBAKARAN LISTRIK
2

MEMASUKI RUANG KERJA LISTRIK


PERSYARATAN ORANG IZIN DARI YANG BERWENANG TIDAK BOLEH SENDIRI SEHAT JASMANI DAN ROHANI MENGGUNAKAN PAKAIAN KERING WASPADA TERHADAP BAHAYA MENGETAHUI PASTI APA YANG DILAKUKAN MENGGUNAKAN APD YANG SESUAI MEMPERHATIKAN RAMBU PERINGATAN PERSYARATAN RUANG PENERANGAN HARUS CUKUP

BEKERJA DALAM KEADAAN TANPA TEGANGAN


1. PEMIMPIN PEKERJAAN YANG DITUGASI/ DITUNJUK BERTANGGUNG JAWAB PENUH ATAS PEMBEBASAAN TEGANGAN YANG AKAN DILAKUKAN 2. PERLENGKAPAN LISTRIK YANG AKAN DIKERJAKAN DIBEBASKAN DARI TEGANGAN SESUAI ATURAN BERLAKU 3. SESEORANG YANG BERWENANG MEMERIKSA DENGAN ALAT DETEKTOR BAHWA PERALATAN SUDAH BENAR-BENAR BEBAS TEGANGAN
4

BEKERJA DALAM KEADAAN TANPA TEGANGAN ( LANJUTAN )


4. PERLENGKAPAN YANG AKAN DIKERJAKAN HARUS DIBUMIKAN SECARA BAIK 5. SETIAP SAKELAR/PEMISAH SIRKIT YANG MEMUNGKINKAN PEMASUKAN TEGANGAN HARUS DIKUNCI/DIGEMBOK DAN KUNCI DISIMPAN OLEH PEMIMPIN PEKERJAAN. 6. DITEMPAT DALAM BUTIR 5 DIPASANG RAMBU PERINGATAN JANGAN DIMASUKAN SEDANG ADA PEKERJAAN 7. DIDAERAH KERJA DIBERI BATAS DAN RAMBU SEDANG ADA PEKERJAAN 8. PEKERJAAN BARU DAPAT DILAKSANAKAN BILA BUTIR 1 SD 6 TELAH DILAKSANAKAN
5

TUJUAN PEMBUMIAN PERALATAN /SIRKIT SEBELUM MELAKSANAKAN PEKERJAAN


UNTUK MEMBUANG MUATAN SISA (MUATAN KAPASITIF) YANG ADA DIDALAM PERALATAN ATAU SIRKIT UNTUK MENJAGA KEMUNGKINAN ADANYA TEGANGAN YANG TIDAK DIDUGA PADA SAAT DILAKUKAN PEKERJAAN SEPERTI KESALAHAN MANUVER ,INDUKSI DAN TEGANGAN SURJA PETIR .
6

PROSEDUR MELAKUKAN PEMBUMIAN


PEMBUMIAN DENGAN PEMISAH TANAH
1. SAKELAR UTAMA DIBUKA , SETELAH ITU PEMISAH TANAH DIMASUKAN ( IDENTIFIKASI PERALATAN YANG DIBUMIKAN MELALUI SAKELAR TANAH )

PEMBUMIAN DENGAN PENGHANTAR BUMI


1. 2. 3. SIAPKAN PENGHANTAR BUMI (MIN TEMBAGA TELANJANG DAN FLEKSIBEL 16 MM2) DAN ELEKTRODA BUMI TANAM ELEKTRODA BUMI HUBUNGKAN PENGHANTAR BUMI DENGAN PERALATAN YANG AKAN DIBUMIKAN DENGAN MENGGUNAKAN TONGKAT BERISOLASI (SESUAI TEGANGAN KERJA) FASA DEMI FASA ATAU SEKALI GUS KETIGA FASA ( DAPAT JUGA DENGAN CARA DILEMPARKAN TEMPAT PEMASANGAN HARUS JELAS TERLIHAT DARI PEKERJA TAU LETAKNYA TIDAK BEGITU JAUH DARI PEKERJA.
7

4.

BEKERJA PADA SALURAN UDARA


TENAGA KERJA HARUS HARUS MENDAPAT SURAT IZIN DAHULU DARI PETUGAS YANG BERWENANG BEKERJA SELALU BERADA DIBAWAH PENGAWSAN SEORANG AHLI YANG BERADA DITEMPAT PEKERJAAN SABUK PENGAMAN HARUS SELALU DIPAKAI BEKERJA PADA SALAH SATU SIRKIT , SIRKIT GANDA YANG SATUNYA MASIH BERTEGANGAN; MAKA PEMBUMIAN HARUS DILAKUKAN PADA KEDUA UJUNG SIRKIT DAN PADA TEMPAT DILAKUKAN PEKERJAAN ( DIKEDUA SISI )
8

PEMBEBASAN TEGANGAN PADA TRAFO TERHUBUNG PARAREL


SAKELAR PADA KEDUA SISI HARUS DIBUKA BILA ADA TRAFO TEGANGAN , PELEBUR PADA SISI TEGANGAN RENDAH HARUS DIBUKA UNTUKM MENGHINDARI MASUKNYA TEGANGAN MELALUI GAWAI SINKRONISASI SEPERTI VOLTMETER. TITIK NETRAL JUGA HARUS DIBUKA KECUALI BILA IA DIBUMIKAN SENDIRI-SENDIRI
9

PEMOTONGAN KABEL TANAH


KABEL YANG AKAN DIPOTONG TELAH DIBUMIKAN PADA KEDUA UJUNGNYA PENANGGUNG JAWAB /PENGAWAS YANG BERWENANG MENUNJUK KABEL YANG AKAN DIPOTONG ; SETELAH TERLEBIH DAHULU MELAKUKAN PENGUJIAN-PENGUJIAN. PAKU BESI YANG DIIKAT PENGHANTAR BUMI TELAH DIPAKUKAN DALAM INTI KABEL DIMANA KABEL AKAN DIPOTONG
10

SYARAT BEKERJA DALAM KEADAAN BERTEGANGAN


MINIMAL TERDIRI DARI DUA ORANG YANG TERAMPIL , AHLI BEKERJA DALAM KEADAAN BERTEGANGAN DAN MEMILIKI IZIN KERJA DARI YANG BERWENANG. SALAH SATUHARUS BERTINDAK SEBAGAI PENGAWAS TENAGA KERJA HARUS DALAM KEADAAN SADAR ,TIDAK BOLEH MENGANTUK DAN MABUK. TENAGA KERJA HARUS BERDIRI DITEMPAT YANG BERISOLASI DAN ATAU MENGGUNAKAN PERKAKAS YANG BERISOLASI DAN ANDAL,ATAU PERALATAN LAIN YANG MEMENUHI SYARAT ,SESUAI DENGAN TEGANGAN PERLENGKAPAN YANG AKAN DIKERJAKAN.
11

SYARAT BEKERJA DALAM KEADAAN BERTEGANGAN (2)


TENAGA KERJA HARUS MENGGUNAKAN apd YANG SESUAI SEPERTI SARUNG TANGAN , SEPATU DAN TOPI PENGAMAN. SEMUA PERLENGKAPAN HARUS DIPERIKSA SETIAP KALI DIPAKAI SESUAI PETUNJUK YANG BERLAKU KEADAANCUACA HARUS BAIK TIDAK MENDUNG ATAUPUN HUJAN.
12

LARANGAN BEKERJA DALAM KEADAAN BERTEGANGAN


BEKERJA DIRUANG DENGAN BAHAYA
KEBAKARAN ATAU LEDAKAN LEMBAB ATAU TERLALU PANAS

MENYENTUH PERLENGKAPAN YANG BERTEGANGAN DENGAN TANGAN TELANJANG WALAUPUN IA TELAH MEMBUAT DIRINYA TERISOLASI DARI BUMI
KEBAKARAN ATAU LEDAKAN LEMBAB ATAU TERLALU PANAS
13

BEKERJA DIDEKAT INSTALASI BERTEGANGAN


HARUS BERADA PADA JARAK YANG MELEBIHI JARAK AMAN BEKERJA DIDEKAT INSTALASI YANG BERTEGANGAN LEBIH TINGGI DARI TEGANGAN PERALATAN YANG DIKERJAKAN HARUS TAHU PASTI TIDAK TERJADI KEBOCORAN ISOLASI ATAU DARI IMBAS YANG MEMBAHAYAKAN DIDEKAT PERLENGKAPAN LISTRIK DILARANG MENGGUNAKAN PENGUKUR PANJANG ATAU TALI DARI LOGAM ATAU ANYAMAN LOGAM.
14

BEKERJA DIDEKAT INSTALASI BERTEGANGAN (2)


DI DEKAT BAGIAN YANG BERTEGANGAN YANG TERBUKA DILARANG MENGGUNAKAN TANGGA KAYU ATAU TANGGA BAMBU YANG DIPERKUAT DENGAN BATANG LOGAM YANG MEMANJANG SEARAH DENGAN ARUS LISTRIK BILA JARAK AMAN TIDAK DAPAT DIPENUHI , HARUS DIGUNAKAN PENYEKAT DARI BAHAN ISOLASI
15

JARAK KERJA AMAN


JARAK MINIMAL YANG HARUS DIJAGA DARI PERALATAN BERTEGANGAN AGAR ORANG DAPAT BEKERJA DENGAN AMAN
TEGANGAN FASA BUMI Uo (KV)

JARAK AMAN MINIMAL (CM)


50 60 75 100 125 160 300
16

1 12 20 70 150 220 500

PROSEDUR MEMBEBASKAN TEGANGAN


1. SEMUA SAKELAR KEMUDIAN PEMISAH YANG MEMUNGKINKAN TENAGA LISTRIK MENGALIR KE PERALATAN YANG AKAN DIBUAT TIDAK BERTEGANGAN HARUS DIBUKA DAN DIKUNCI 2. PATRON LEBUR DARI PENGAMAN LEBUR YANG BERSANGKUTAN YANG MEMUNGKIN-KAN ADANYA TEGANGAN MASUK HARUS DIKELUARKAN. 3. SEMUA PENGHANTAR YANG TERHUBUNG KEMETER YANG MEMUNGKINKAN ADANYA TEGANGAN HARUS DIPUTUS ATAU DIPISAH
17

PROSEDUR MEMBEBASKAN TEGANGAN (2 )


3. LAKUKAN PEMBUANGAN MUATAN 4. DALAM KEADAAN DARURAT , UNTUK MENYELAMATKAN JIWA , HARTABENDA, ATAU INSTALASI LISTRIK .SESEORANG TANPA MEMBERITAHUKANKEPADA PETUGAS ,DIBENARKAN MENGAMBIL TINDAKAN CEPAT UNTUK MENGHNTIKAN PENYALURAN TENAGA LISTRIK DENGAN CARA MEMBUKA SAKELAR ATAU CARA LAIN YANG SAMA
18

MENGAMANKAN KEADAAN TIDAK BERTEGANGAN


1. DIPERIKSA DAN DIPASTIKAN TEGANGAN BENAR SUDAH TIDAK ADA DENGAN MENGGUNAKAN PERALTAN YANG SESUAI 2. LAKUKAN PEMBUMIAN SESUAI PROSEDUR 3. LAKUKAN HUBUNG PENDEK PADA PENGHANTAR DITEMPAT PEMUTUSAN 4. PASANG RAMBU PERINGATAN PADA TITIK-TITIK PEMUTUSAN 5. JIKA BAGIAN INSTALASI YANG HARUS DIBUAT TAK BERTEGANGAN MEMPUNYAI KEMUNGKINAN MENDAPAT TEGANGAN DARI SUMBER LAIN , PEMUTU ATAU PEMISAH SUMBER LAIN ITU HARUS DIBUKA DAN DIPASANG RAMBU PERINGATAN
19

MEMULIHKAN TEGANGAN
1. SEMUA HUBUNG PENDEK YANG TERPASANG HARUS DILEPAS 2. PEMBUMIAN SEMENTARA UNTUK PENGAMANAN DIBUKA DENGAN PROSEDUR YANG BENAR 3. AHLI /PENGAWAS YANG BERTANGGUNG JAWAB, HARUS YAKIN BAHWA PEKERJAAN TELAH SELESAI DAN AMAN UNTUKDIBERI TEGANGAN 4. PENANGGUNG JAWAB PEKERJAAN HARUS YAKIN BAHWA TIDAK ADA LAGI PEKERJA YANG BEKERJA DAN IA HARUS MEMBERITAHU MEREKA BAHWA TEGANGAN LISTRIK AKAN DIMASUKAN. 5. PATRON LEBUR DAN PEMISAH DIMASUKAN KEMBALI 6. TEGANGAN DIMASUKAN DAN TUNGGU BEBERAPA SAAT.BILA TIDAK TERJADI HAL-HAL YANG TIDAK DIINGINKAN 20 PEKERJAAN DINYATAKAN SELESAI.