Anda di halaman 1dari 12

LUPUS VULGARIS

Oleh: Siti Hardianti Harahap,S.Ked Pembimbing: dr. Fitriani,Sp.KK

Definisi
Lupus vulgaris atau tuberkulosis luposa adalah suatu bentuk tuberkulosis kutis kronik dan progressif yang terjadi pada individu dengan imunitas sedang dan sensitivitas tuberculin test yang tinggi.

Epidemiologi
Lupus vulgaris salah satuTB yang paling sering ditemukan. 10-15% dari TB kutis Jarang terjadi pada daerah tropis Banyak ditemukan di Afrika selatan Umumnya mengenai dewasa Wanita 2-3 kali lebih sering dibandingkan laki-laki.

Etiologi
M.tuberkulosis merupakan etiologi utama. M.bovis dan BCG strain yang dilemahkan dari M.bovis juga dapat menimbulkan lesi

Di RSCM mycobacterium tuberculosis (91,5%). Sisanya (8.5%) mikobakteriaatipikal yang terdiri atas golongan II atau skotokromogen yakni M. Scrofuloceum (80%) dan golongan IV atau rapid growers (20%). M.bovis dan M.avium belum pernah ditemukan.

Patogenesis
LV tempat inokulasi pada scar skrofuloderma, atau sebagian besar berasal tempat jauh dari fokus infeksi awal. Sekitar 50% dari lupus vulgaris terbukti memiliki tuberculosis ditempat lain. Sebagian besar pasien akan memiliki test tuberculin positif LV hematogen, limfatik, atau penjalaran dari tempat lain yang berdekatan dalam tubuh

LV dapat berkembang secara sekunder dari tuberculosis kutis verucosa, scrofuloderma atau inokulasi BCG

Manifestasi Klinik
Lesi biasanya soliter, bisa meliputi 2 atau lebih tempat secara bersamaan. Pada pasien dengan tuberculosis paru aktif , dapat ditemukan focus multipel. Hampir 90% LV mengenai kepala dan leher. Biasanya muncul pertama pada hidung, pipi, daun telinga, scalp, dan secara lambat akan meluas naik ke regio yang berdekatan di atasnya.

Lesi awal macula berwarna merah kecoklatan (Brownish red), lunak atau rapuh. Papul dengan permukaan halus atau hiperkeratotik. Papul dapat menyembuh pada suatu area dan progres pada area lainnya. Test diaskopi warna apple jelly Progresifitas elevasi, warna makin kecoklatan (deeper brownish color), dan pembentukan plak.Plak dapat ditutupi skuama yang lengket. Dapat menyebabkan ulserasi dan meninggalkan scar.

Gambar 1. A: Lupus vulgaris ,lesi sedikit meonojol plak kecoklatan. B: Lupus vulgaris selama 10 tahun ( plak luas yang mengenai pipi, rahang, dan telinga).

Pemeriksaan penunjang
Pewarnaan BTA Test tuberculin Histopatologi Kultur bakteri dan klinis lupus vulgaris PCR

Penatalaksanaan
Pada umumnya sama dengan tuberkulosis organ lain. LV terlokalisasi tanpa adanya bukti berhubungan dengan tuberculosis internal isoniazid sampai 12 bulandiperlukan pengobatan minimal 2 bulan setelah involusi komplete dari lesi.

Next
Akhir-akhir ini CDC merekomendasikan kemoterapi masih dalam penelitian Obat-obat immunomodulator seperti thalidomide Dimasa depan penghambatan fungsi proteosome akan memberikan pendekatan terapi yang tepat.

Komplikasi
LV yang lama dapat berkembang menjadi carcinoma yaitu Squamous cell carcinoma (lebih sering ditemukan dan resiko metastase lebih tinggi) atau sel basal carcinoma .

Gambar 4. Lupus vulgaris dengan destruksi nasal. Tampak carcinoma sel squamous pada bibir atas.