Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM EMBRIOLOGI DAN REPRODUKSI HEWAN

PERKEMBANGAN EMBRIO AYAM

Disusun oleh :

ISTIQOMAH WAHYU PRADANA K4309045 / B

PROGRAM PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEBELAS MARET SURAKARTA 2012

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM EMBRIOLOGI DAN REPRODUKSI HEWAN


I. JUDUL : Perkembangan Embrio Ayam

II. TANGGAL PELAKSANAAN : Rabu, 25 April 2012 III. TUJUAN 1. Mengetahui tahapan-tahapan perkembangan ayam 2. Mengetahui masa-masa pengeraman ayam melalui inkubasi 3. Mengetahui bentuk embrio ayam pada tiap tahap perkembangan melalui preparat awetan IV. DASAR TEORI Pada ayam, pembelahan terjadi sebelum telur keluar dari induknya karena fertilisasi secara internal. Perkembangan yang mudah diamati adalah masa pengeraman : a. Masa pengeraman 16 jam Adanya pertumbuhan yang cepat akan terlihat suatu daerah lekukan yang pinggirnya bertanggul pada daerah blastodiscus. Daerah ini disebut daerah primitive embrio yang nantinya akan berkembang secara anterior dari garis ini. b. Masa pengeraman 19-21 jam Pada masa ini, anterior dari nodus hensen telah berkembang system saraf yang masih berupa lekukan neural (neural groove) dan juga sudah terbentuk lekukan kepala anterior dari lipatan kepala terlihat daerah ini tidak ada penyebaran sel bakal mesoderm. Daerah ini disebut proamnion. c. Masa pengeraman 24-26 jam Pada masa inkubasi telah terbentuk 1 pasang somit lateral notochord. Somit berikutnya akan terbentuk posterior dari yang pertama setiap jam. Sedangkan lipatan kepala akan diikuti oleh pembentukan usus depan. Pada 35 jam inkubasi akan terbentuk jantung, yaitu dari mesoderm splandoris pada kaki, porta usus depan. Sedangkan pada mesoderm splunchis lainnya akan terbentuk pulaupulau darah. d. Masa pengeraman 33 jam Pada masa pengeraman ini, jantung sudah mulai membelok kea rah kanan dan sudah terbentuk satu pasang aorta dan vena vetilena. Sistem-sistem saraf juga sudah mulai terdifferensiasi dan lateral prosensotalon terlhat penebalan yang disebut vesikula optic.Sedangkan bagian posterior bumbung neural masih berupa keeping yang disebut sinus rhoboidalis. Porta usus depan sudah lebih ke posterior. e. Masa pengeraman 45-50 jam Perubahan yang sangat jelas ditemukan adalah terjadinya thorax f. Masa pengeraman 48 jam

Wilayah otak terbagi menjadi telensefalon, diensefalon, mesendefalon, metensefalon, dan mielensefalon. Vesikula optic invaginasi membentuk cawan ptik yang berdinding rangkap. Placoda telinga berinvaginasi membentuk vesikula telinga (vesikula otik). Vena vitelin bergabung menjadi vena omvalo mesenteriko yang lebih besar. Jantung berputar seperti huruf S dan sudah terbagi menjadi atrium, ventrikel, sinus venosus, dan trunchus arterosus. g. Masa pengeraman 72 jam Pada embrio ayam umur 72 jam, bakal hidung tebentuk berupa lekuk hidung yaitu hasil invaginasi placoda hidung. Tunas sayap terbentuk berupa tonjolan dari permukaan tubuh lateral dekat porta usus depan. (Yatim, W. 1990 : 115) Ayam merupakan contoh hewan ovipar yang mudah kita dapatkan. Pembuahan terjadi di dalam tubuh betina dan telur dikeuarkan dari tubuh sudah terbungkus oleh cangkang yang sangat kuat untuk melindungi embrio yang ada di dalamnya. Setelah telur dibuahai sehingga menjelang menetas ternyata menunjukkan perubahan-perubahan berat embrio dan bentuk tubuh. Seperti contoh berikut adalah perkembangan embrio ayam selama 24 jam.

(Sarjono. 1991 : 123) Aves juga memahami tingkat pertumbuhan, perbanyakan, blastulasi, gastrulasi, dan tubulasi (pembentukan pipa-pipa), differensisasi, dan kelahiran. Pada aves, inti yang diselimuti dengan sedikit sitoplasma terletak di dorsal. Yolk yang mengisi bagian terbesar embrio ini terjadi pada saat blastulasi. Pada saat gastrulasi, embrio dilapisi oleh 3 lapisan bening (germ layer) masing-masing : ectoderm, mesoderm, dan endoderm. ( Harlita. 2005 : 30) Membran sekunder merupakan membrane yang dibuat oleh dinding saluran telur pada saat ovum melewatinya, misalnya lapisan lendir yang mengelilingi ovum pada amfibia yang berguna untuk melindungi ovum dan merekatkan dengan yang lainnya dan dengan substrat. (Sugiyarto, 1996) Penebalan menyempit membentuk garis primitive dari posterior ke anterior sepanjang 60-70 %. Area pellucida menjadi sumbu anterior posterior di embrio nantinya. Terbentuknya lekuk primitive, fungsinya bibir blastoporus pada katak ditemukan benjolan yang disebut nodus hansen bergerak ke arah anterior untuk membentuk mesoderm di daerah kepala.

V. ALAT DAN BAHAN a. Alat Nama alat Pensil Penghapus Kertas Mikroskop jumlah 1 buah Secukupnya Secukupnya 1 buah b. Bahan Nama bahan 1. Embrio ayam strio primitive 2. Embrio ayam 3 somit 3. Embrio ayam 5 somit 4. Embrio ayam 11 somit 5. Embrio ayam 30 ayam 6. Embrio ayam 48 jam 7. Embrio ayam 72 somit jumlah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah

VI. CARA KERJA 1. Mempersiapkan semua alat dan bahan yang diperlukan dalam praktikum. 2. Menyiapkan mikroskop dan preparat embrio ayam. 3. Meletakkan preparat pada mikroskop dengan perbesaran yang sesuai sehingga terlihat jelas. 4. Menggambar obyek yang terlihat, mengidentifikasi bagian-bagian, dan memberi keterangan pada hasil pengamatan yang diperoleh dalam laporan sementara (data pengamatan). 5. Mengulangi langkah 2-4 pada preparat embrio ayam yang lain. VII. HASIL PENGAMATAN DAN ANALISIS PENGAMATAN A. Preparat embrio ayam strio primitiva Gambar Keterangan

Deskripsi Pada saat stria primitive, akan tumbuh somit-somit yang nantinya akan menjadi tulang belakang. Strio primitive merupakan daerah lengkukan yang pinggirnya bertanggal pada daerah median blastodiscus. Daerah ini terbentuk karena adanya pertumbuhan cepat. Embrio nantinya akan berkembang anterior dari garis ini. Primitive streak mulai terbentuk di daerah posterior. Lalu, sel-sel dalam primitive streak itu sendiri memperbanyak diri, kemudian hampir separuh area pellucida yang terdiri dari bakal prechorda notochord dan mesoderm berkonvergensi ke primitive streak lalu berinvolusi antara hipotalamus dan epiblast Terdapat dua area, yaitu : a. Area pellucida (bagian tengah di atas blastocoels) b. Area Opara (bagian yang di bawahnya terdapat yolk) Terdapat epiblast (bagian luar) yang akan berkembang menjadi embrio yang terdapat hipoblast (bagian bawah) selaput ekstraembrional untuk melindungi dan member makanan bagi embrio. Ciri khas terbentuknya garis primitive (primitive streak), yaitu penebalan yang mula-mula bagian tengah dari area pellucida terjadi karena migrasi sel-sel dari bagian lateral dari epiblast posterior menuju tengah penyebaran menyempit garis primitive dari posterior ke anterior sepanjang 60-70% area pellucida sumber anterior posterior embrio nantinya. Terbentuknya lekuk primitive fungsinya bibit blastoporus, yaitu tempat terjadinya involusi dari sel ke dalam blastocoels. B. Preparat embrio ayam 3 somit Gambar Keterangan

Deskripsi Pembentukan lipatan kepala diikuti pembentukan usus depan. Dan terdapat 3 somit untuk setiap sisi kiri dan kanan. Somit pertama terbentuk pada 21 jam setelah inkubasi. Setelah 21 jam inkubasi berbentuk satu pasang somit dan lateral notochord lalu terbentuk somit-somit berikutnya. Somit-somit posterior dan yang pertama terbentuk setiap jam. Sedangkan lipatan kepala akan diikuti oleh terbentuknya usus depan. Somit yang terbentuk berjumlah 3 pasang. Somit-somit tersebar terletak pada lateral notochord. Sistem saraf terbentuk melalui lekuk neural. Pada jam ke 35 akan terbentuk jantung nodus hensen telah berkembang system syaraf yang masih berupa lekukan neural anterior dari lipatan kepala terlihat daerah bening dimana tidak ada penyebaran sel bakal mesoderm. Daerah inilah yang dengan proamnion lipatan kepala akan diikuti pembentukan usus depan. Pada 2 jam inkubasi terbentuk 1 pasang sudut lateral notocohrd. C. Preparat embrio ayam 5 somit Gambar Keterangan

Deskripsi

Terdapat 5 buah somit pada setiap sisi kanan dan kiri. Embrio dengan 5 somit terbentuk pada 25 jam inkubasi. Terbentuk jantung, yaitu dari mesoderm spanchis pada porta usus depan. Mesoderm spanchis lainnya akan terbentuk pulau-pulau darah. Somit-somit nantinya akan berkembang menjadi otot-otot penting di dalam tubuh. Pada jantan, porta usus 5 buah somit dengan penebalan yang disebut vesicular optic. Darah dan pembuluh darah yang tumbuh dari pulaupulau darah telah mengalami pertumbuhan (area opaco verculosa). Sedangkan yang berasal dari mesoderm berdifferensiasi menjadi berbagai jenis dan jaringan mesenchim.

D. Preparat embrio ayam 11 somit Gambar

Keterangan

Deskripsi Terbentuk penebalan disebut vesikula optik pada lateral proenchenpalon. Merupakan masa pengeraman ayam selama 33 jam. Pada fase ini telah terbentuk 11 pasang somit. Telah ada perubahan yang disebut vesicula optica. Bagian posterior dinding neural masih berupa keping jantung sudah membelok ke kanan yang sudah terbentuk satu pasang aorta dan vena viteline.

Vesicula optica sebagai bakal mata. Somit sudah terbentuk memanjang pada samping chorda dorsalis. Pada kepala bakal otak terbentuk mesencephalon dan prosenchepalon strio primitive masih terlihat saluran syaraf masih berupa canal-canal. Sistem syaraf sudah mulai berdifferensiasi dan lateral proenchepalon menunjukkan penebalan yang disebut vesicular optica. Sedangkan bagian posterior bumbung neural masih berupa keeping yang disebut chordalis. Porta usus bagian depan sudah lebih ke posterior. Bagian posterior dinding neural masih berupa keeping disebut sinus chombodorsalis.

E. Preparat embrio ayam 30 jam Gambar

Keterangan

Deskripsi

Terbentuk somit dan somit-somit berikutnya akan terbentuk posterior dan yang pertama dalam setiap jam. Porta usus depan sudah lebih ke posterior. Terjadi proses pembentukan jantung yang membelok ke kanan di daerah ventral anterior intestinal portal. Bagian jantung terdiri dari : a. Ectocardium c. Endocardium b. Mesocardium d. Myocardium Pada daerah ini, coelom disebut daerah pericardium yang merupakan lapisan pembungkus jantung. Sistem syaraf sudah terlihat mulai berdifferensiasi dari lateral procenchepalon terlihat penebalan yang disebut vesicular optica. Posterior bumbunf neural masih berupa shikus rhoboideus. Pembentukan jantung dimulai dari pelipatan median sepanjang kapiler subintestinal di ventral foregul yang diikuti splanchis mesoderm membentuk lapisan epymiocardium di rentang gembungan yang ikut merapat ke dalam.

F. Preparat embrio ayam 48 jam Gambar

Keterangan

Deskripsi Terdapat tunas ekor berupa tonjolan ekor disebut falltoid, terdapat perubahan yang sangat cepat, yaitu terbentuknya torsi. Pada somit 1 terbentuk pharynx archus duschu chorda dorsalis dan selaput embrio. Chorda dorsalis dan foregut ada pada somit ke 2. Perkembangan somit 3 ditemukan anterior intestinalis portae sudah terbentuk lipatan ekor dan 4 archus brachialis. Otak sudah mulai terbentuk pada daerah bawah mata. Terdapat tonjolan di sekitar daerah mata yang disebut vesicular optica. Jadi, spinal coral telah menempati daerah dorsal. Somit-somit telah berkembang lebih banyak dan hamper sempurna. Tonjolan tunas ekor berada di atas yolk. Yolk disebut juga dengan jaringan ekstraembrional telah terbentuk celah yang disebut rubc phallic spare. Pada seri 1 terbentuk pharynk arcus ascusticus, aorta dorsalis dan selaput embrio. Canalis neuralis, chorda dorsalis, somit berada pada seri III. G. Preparat embrio ayam 72 jam Gambar Keterangan

Deskripsi Sudah terdapat bakal jantung, bakal telinga, dan mata. Terdapat tunas ekor dan tunas kaki. Terdapat proenchepalon dan mesenchepalon. Terdapat hemisphere otak. Terdapat selaput ekstraembrional. Somit 1 dan 2 hampir sama, hanya saja bedanya pada mesenchepalon agak bergeser untuk menjadi farinx, linear,

ventrikal, dienchepalon, dan lien terbentuk pada seri 3. Padas omit 4 didapati amphalu mesentrico artery. Notochord telah berkembang menjadi tulang belakang (vertebra), perut, celum, dan ekor berbentuk pada seri ke 5. Terjadi parsi di daerah posterior terjadi invaginasi (proectoderm) yang akan bertemu dengan bumbung endoderm menjadi dubur. Bakal jantung telah hampir sempurna mesensentrica kiri. Pada stadium ini sudah mulai ada kuantum kaki somit, kuantum lenyap dan ventrikel serta atrium. Embrio ayam pada sistem reproduksinya setelah tumbuh vena yang terbagi menjadi vena amphola mesentrica kanan dan amphola mesentica kiri. Pada daerah anterior tumbuh menjadi invaginasi yang disebut stomedeum yang akan bertemu dengan bumbung endoderm yang berkembang menjadi mulut di bagian ventrikel ketiga lapisan benih ke meredian dari lateral bersatu.

VIII. KESIMPULAN 1. Pada ayam pembelahan terjadi sebelum telur dikeluarkan oleh induk fertilisasi pada ayam termasuk fertilisasi internal. 2. Ayam merupakan hewan ovipar yang mengeluarkan telur yang terbungkus oleh cangkang yang kuat untuk melindungi embrio. 3. Tahap-tahap perkembangan embrio ayam : a. Embrio ayam strio primitive - Terdapat garis primitive yang dikelilingi oleh lipatan primitive - Primitiva streak terbagi menjadi beberapa bagian : Primitiva grove, Primitiva fold, dan Primitiva knot b. Embrio ayam 3 somit - Terbentuk somit yang berjumlah lateral pada lateral notochord - Somit pertama terbentuk pada 21 jam inkubasi c. Embrio ayam 5 somit - Terbentuk 5 pasang somit pada bagian sisi notochord - Terjadi penebalan yang disebut vesicular optica - Terjadi setelah pengeraman 32 jam d. Embrio ayam 11 somit - Terjadi 11 pasang somit - Terjadi setelah pengeraman ayam 33 jam - Pada kepala bakal otak terbentuk mesenchepalon dan proenchepalon e. Embrio ayam 30 somit - Terbentuk jantung dan terbagi menjadi 3 bagian : mesocardialis, endocardialis, dan entocardialis - Posterior bumbung neural masih berupa keeping yang disebut sinus chemboideus. f. Embrio ayam 48 jam - Sudah terbentuk tunas ekor - Sudah terbentuk lipatan ekor dan 4 archus branchialis

- Ada perubahan yang sangat jelas, yaitu terjadinya torsi g. Embrio ayam 72 jam - Terdapat bakal jantung, bakal telinga, mata, dan hemisphere otak - Terdapat selaput ekstraembrional IX. DAFTAR PUSTAKA A. V Lualbandov. 1990. Fisiologi Pada Reproduksi Mamalia dan Unggas. Jakarta : PT. EEC Harlita. 2010. Modul Praktikum Embriologi Hewan. Surakarta :UNS Press Jaquera, L.C. 1980. Histologi Dasar. Jakarta: EGC Sarjono. 1991. Penuntun Praktikum Perkembangan Hewan. Bandung : P. MIPA Sudarwati. 1993. Perkembangan Hewan. Bandung : ITB Press Yatim, Wildan. 1984. Reproduksi dan Embriologi. Bandung : Tarsito X. LAMPIRAN 1 lembar fotokopi laporan sementaraPerkembangan Embrio Ayam 1 lembar jawaban pertanyaan Mengetahui, Asisten Surakarta, 2 Mei 2012 Praktikan

ISTIQOMAH WAHYU P K4309045

Jawaban Pertanyaan 1. a. Pipa ectoderm : menghasilkan jaringan epitel, sebelah luar tubuh, kulit epidermis. b. Pipa mesoderm : otot lurik, otot polos, jantung, columna vertebrae, notocohrd c. Pipa endoderm : usus, sistem pencernaan, organ dalam 2. Awal terbentuknya pembuluh darah a. Masa pengeraman 32 jam b. Awal terbentuknya jantung 3. Umur 33 jam : jantung, satu pasang aorta, vena vitellina, vesikula optik. Umur 48 jam : wilayah otak terbagi menjadi tolencephalon, diencephalon, mesencephalon, metenchepalon.