Anda di halaman 1dari 28

BIOLISTRIK

Oleh: Muh. Ishak Jumarang

Fisika Kesehatan
1. 2. 3. 4. 5. 6. Mekanika Fluida Termodinamika Listrik dan magnet Bunyi dan cahaya Radiasi nuklir

Listrik pada Mahluk Hidup


Unsur listrik pada mahluk hidup digunakan untuk: 1. Sistem perlindungan 2. Sistem penginderaan 3. Sistem komunikasi Contoh: Belut listrik (electrophorus electricus), Ikan nile (Gymnarchus), Mormyriformes dan Gymnotoidel

Kelistrikan pada belut listrik


Organ belut listrik yang dapat menghasilkan listrik : organ induk, organ pemburu, organ sachs Organ listrik pada belut listrik tersusun secara seri Ketika belut melihat mangsa, otak akan mengirim sinyal melalui sistem syaraf ke sel-sel listrik Hal ini akan membuka saluran ion, sehingga natrium yang bermuatan positif dapat mengalir dan secara bersamaan merubah kutub muatan listrikbeda potensial besararus listrik

Kelistrikan pada belut listrik


Sel-sel otot belut listrik tersusun secara seri, setiap sel menghasilkan potensial listrik sebesal 0,1 volt Susunan sel otot mampu menghasilkan potensial listrik s.d 600 volt (5000 s.d 600 sel) Dengan arus 1 A (600 watt) sengatan listrik ini sangat mematikan bagi manusia

Kelistrikan pada Ikan Nile (Gymnarchus)


Selisih potensial kontinu berupa pulsa-pulsa dibangkitkan antara kepala dan ekor Pulsa yang dibangkitkan mencapai ratusan pulsa perdetik Arus listrik mengalir sepanjang garis-garis gaya disekitar tubuh ikan Besarnya arus tergantung pada resistansi medium di sekitar tubuh ikan Arus dideteksi oleh sel-sel indera pada kulit ikan

Kelistrikan pada Mormyriformes dan Gymnotoidel


Ikan ini dapat mendeteksi adanya potensial listrik dari ikan lainnya dengan tujuan untuk mengenal lawan atau kawan Potensial listrik dari ikan ini dimaksudkan sebagai tanda penyerangan dan persahabatan

Gaya Listrik

Teori Atom

Komputer, cahaya, motor, daya listrik

Gaya antara atom dan molekul


Metabolisme mahluk hidup

Muatan listrik
Atom memiliki inti yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif Inti atom terdiri dari : Protonpositif Neutrontidak bermuatan listrik Besar muatan pada proton dan elektron tepat sama, tetapi jenisnya berlawanan Atom dapat kehilangan ataupun mendapat tambahan elektronatom bermuatan positif atau negatif Air bersifat polarnetral tetapi muatannya tidak terdistribusi merata

Hantaran listrik materi


Konduktormateri penghantar listrik elektron terikat sangat longgar dan dapat bergerak bebas Isolator (non konduktor)materi yang tidak dapat menghantar listrik elektron terikat kuat ke intinya Semikonduktorbersifat konduktor pada keadaan tertentu

Teori kinetik dan gaya elektrostatik pada sel


Sel terdiri dari air dengan molekul-molekul yang terus bergerak dan saling bertumbukan Interaksi molekul-molekul sel, terdiri atas: Reaksi kimiamembentuk dan memutuskan ikatan antar atom Interaksi tarik menarik elektrostatis (terjadi lebih singkat)

MUATAN LISTRIK
bila sebatang gelas digosok dengan kain wool atau bulu domba; batang gelas tersebut mampu menarik sobekan-sobekan kertasgelas timbul muatan listrik Interaksi antara muatan-muatan: Dua muatan yang sejenis (kedua-duanya positif atau kedua-duanya negatif) saling tolak menolak; sedangkan dua muatan yang tidak sejenis (yang satu positif dan yang lain negatif) akan saling tarik menarik

MUATAN LISTRIK . . . . . .
benda yang bermuatan listrik; muatannya tersebar pada permukaan luar dari benda dan menyebarnya muatan listrik pada permukaan luar benda tidak sama rata

Hukum Coulomb
Gaya tarik/tolak antara dua muatan Berbanding lurus dengan besar muatanmuatannya dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua muatan

q1 . q 2 Fk 2 r

F = Gaya Tarik menarik (N) k= Konstanta pembanding ; 9 x 10 9 Nm2/Coulomb2 q = muatan elektron (Coulomb) 0 = 8,85 x 10-12 Coulomb2 / N m2

4 0

Kapasitansi
Kapasitor yang terdiri dari 2 buah keping sejajar yang masing-masing luasnya A m2 terpisah sejauh d meter satu sama lain Jumlah muatan yang terdapat pada tiap keping bergantung pada beda potensial antara keping dan konstanta pembanding c

Q C.V

Kapasitansi
Kapasitansi bergantung pada luas keping dan jarak antara keping
C

.A d

A = Luas penampang (m2) d = jarak antar keping (m) 0 = permitivitas ruang hampa (8,85 x 10-12 Coulomb2 / newton m2 )

Arus Listrik
Arus listrik pada kawat : jumlah total muatan yang melewatinya per satuan waktu pada satu titik

Q I t
dengan : I = arus listrik (C/detik ; ampere) Q = muatan listrik (C) t = waktu (detik)

Arus listrik . . . . . . .
Georg Simon Ohm (1787 1854) arus pada kawat logam sebanding dengan beda potensial V yang diberikan ke ujung-ujungnya. I V Aliran arus tidak hanya bergantung pada tegangan tapi juga bergantung hambatan kawat

Hukum ohm :

V IR

Arus listrik . . . . . . .
Resistor digunakan untuk mengendalikan besar arus.

Hambatan Jenis
Hambatan kawat logam berbanding lurus dengan panjang (L) dan berbanding terbalik dengan luas penampang lintang (A)

Hambatan Jenis . . . . .
dengan : L R = hambatan kawat(ohm) R A = hambat jenis (ohm. m) L = panjang kawat (m) A = luas penampang (m2)

Nilai hambat jenis bergantung pada kemurnian, perlakuan kalor, temperatur dan lain-lain

Daya listrik
Daya kecepatan perubahan energi

energi yang dirubah QV P waktu t


Muatan yang mengalir perdetik (Q/t) merupakan arus listrik I, sehingga : V P V P I ( IR) R P IV 2 2 V I R R Satuan daya : watt (Joule / detik)

Listrik dan magnet pada tubuh


Pada tubuh manusia mengalir sinyal-sinyal listrik dan magnet Fenomena listrik dan magnet dapat diamati antara lain dengan peralatan: Elektrokardiogram (EKG) Elektroensefalogram (EEG) Elektroretinogram (ERG) Elektroneurogram (ENG) Elektrookulogram (EOG) Magnetokardiogram (MKG) Magnetoensefalogram (MEG) dll

Elektrokardiogram
Merupakan pencatat/perekam sinyal-sinyal listrik yang berasal dari otot jantung Perangkat ini mengukur secara langsung tegangan listrik yang dihasilkan tubuh tanpa menggunakan media lain Denyut jantung diatur langsung oleh sinyal listrik yang dihasilkan oleh ransangan spontan dari sel-sel khusus yang terdapat dalam atrium kanan (sinoatrial) node

Elektrokardiogram
Sinoatrial node berfungsi sebagai facemaker yang aktif memberikan pulsa-pulsa listrik dengan selang waktu teratur 72 kali per menit Sinyal listrik dari sinoatrial node menyebabkan depolarisasi otot jantung atrium dan memompa darah ke ventrikel kemudian diikuti repolarisasi otot atrium Sinyal listrik dari sinoatrial node melintas ke dalam atrioventricular node yang menyebabkan depolarisasi ventrikel kanan dan kiri, sehingga membuat ventrikel berkontraksi yang selanjutnya memompa darah ke dalam paru dan sistem sirkulasi darah

Elektrokardiogram
Informasi untuk diagnostik akan tercapai dengan mengukur potensial listrik diberbagai tempat permukaan tubuh yang dihasilkan jantung Hubungan antara kegiatan pemompaan jantung dengan potensial listrik pada kulit dapat diterangkan dengan menganggap ada perambatan potensial listrik pada dinding jantung Aliran arus ion pada dinding jantung mengakibatkan suatu penurunan potensial seperti terjadi pada resistor Perubahan potensial dalam orde mV diperkuat Jumlah muatan: + 10-3 /m2 permukaan jantung

Proses timbulnya listrik dalam tubuh


Sistem syaraf dan neuron Merupakan alat komunikasi untuk mengendalikan otot-otot Pesan-pesan pada sistem syaraf merupakan sinyal-sinyal listrik yang melalui neuron (elemen dasar sistem syaraf) Sistem syaraf pusat terdiri dari otak, medulla spinalis dan syaraf perifer syaraf perifer berfungsi mengirim informasi sensoris ke otak atau medulla spinalis yang disebut syaraf efferen serat syaraf yang berfungsi menghantarkan informasi dari otak atau medulla spinalis ke otot serta kelenjar disebut saraf afferen

Sistem saraf otonom


Serat saraf ini mengatur organ dalam tubuh (mis: jantung, usus, dan kelenjar-kelenjar) Pengontrolan ini dilakukan secara tidak sadar Otak berhubungan langsung dengan medula spinalis; keduanya diliputi cairan serebro spinalis dan dilindungi tulang tengkorak serta vertebralis