Anda di halaman 1dari 2

BISNIS.

COM, PEKANBARU--Posisi karet alam sebagai produk ramah lingkungan harus dimanfaatkan untuk memaksimalkan potensi pasar yang ada. Penasehat Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Asril Sutan Amir mengatakan permintaan wacana pemanasan global seharusnya turut mendongkrak permintaan terhadap karet alam. "Pohon karet alam yang tinggi dan akar yang dalam merupakan faktor penolong bagi tersedianya air dan penurunan suhu permukaan bumi, sekaligus penghasil oksigen dan penyerap karbon dioksida. Karet alam termasuk eco friendly product untuk mengatasi global warming, yang pada gilirannya memperbesar peluang penggunaan karet alam dibandingkan dengan karet sintetis," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (21/5/2013). Asril menambahkan harga karet alam di pasar dunia menunjukkan trend penurunan sepanjang 3 bulan pertama tahun ini. Harga yang sempat berada di kisaran US$4,5 per kilogram, anjlok ke level US$2,5 per kilogram di kuartal I 2013. Krisis ekonomi Eropa yang berimbas pada lesunya industri otomotif dituding menjadi penyebab anjloknya harga karet alam. Menurutnya, telah terjadi kelebihan stok karet alam di beberapa pusat perdagangan dunia. "Terdapat kelebihan stockpile di pusat perdagangan karet alam sekitar 200-500 ribu ton di beberapa pusat perdagangan seperti Tocom, Shanghai, dan Sicom," terangnya. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan tingginya harga karet pada periode 2000--2010. Asril menyebut ketika itu tingkat konsumsi yang tinggi menyebabkan kurangnya pasokan karet alam hingga 500 juta ton per tahun. Asril memperkirakan harga karet beberapa bulan mendatang masih dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di Eropa, Amerika Serikat, dan kawasan Asia Pasifik. Selain itu, harga karet alam juga dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak dunia. "Peluang naiknya harga karet alam masih terbuka kalau ekonomi dunia pulih. Selain itu, jika harga minyak bumi yang merupakan bahan baku karet masih diatas US$70 --US$80 per barel, harga karet alam semestinya diatas $ 3,5 per kilo," ungkapnya. Di tengah penurunan harga jual karet, lanjutnya, empat negara produsen utama karet alam yakni Thailand, Indonesia, Malaysia dan Vietnam harusnya mengambil peran stabilisasi harga. Menurutnya, posisi keempat negara tersebut sebagai penghasil 80% produk karet alam dunia merupakan kunci dalam pembentukan harga karet alam. Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga bisa menyiasati penurunan harga karet alam dengan melakukan penanaman kembali. Pasalnya, produktivitas karet Indonesia Indonesia masih terhitung rendah jika dibandingkan dengan negara penghasil karet lainnya.(yop)

Editor : Yoseph Pencawan