I. TANAH SEBAGAI HABITAT MAKROFAUNA DAN MIKROBIOTA A. Pendahuluan 1.

Latar Belakang Latar belakang kehidupan fauna tanah sangat tergantung pada habitatnya, karena keberadaan dan kepadatan populasi suatu jenis fauna tanah di suatu daerah sangat ditentukan keadaan daerah itu. Keberadaan dan kepadatan suatu populasi suatu jenis fauna tanah di suatu daerah sangat tergantung dari faktor lingkungan, yaitu lingkungan abiotik dan lingkungan biotik. Faktor lingkungan abiotik secara besar dapat dibagi atas faktor fisika dan faktor kimia. Faktor fisika antara lain ialah suhu, kadar air, porositas dan tekstur tanah. Faktor kimia antara lain adalah salinitas, pH, kadar organik tanah dan unsur-unsur mineral tanah. Faktor lingkungan abiotik sangat menentukan struktur komunitas fauna-fauna yang terdapat di suatu habitat. Faktor lingkungan biotik bagi fauna tanah adalah organisme lain yang juga terdapat di habitatnya seperti mikroflora, tumbuh-tumbuhan dan golongan fauna lainya. Pada komunitas itu jenis-jenis organisme itu saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. Interaksi itu bisa berupa predasi, parasitisme, kompetisi dan penyakit. Organisme tanah dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu mikrofauna, mesofauna, makrofauna, dan akar tanaman. Organisme tersebut berperan dalam mendekomposisikan bahan organik sehingga bermanfaat bagi kesuburan tanah. Kesuburan tanah tidak hanya bergantung pada komposisi fisik dan kimiawinya melainkan juga pada ciri alami dan diversitas biota tanah. Mikroorganisme tanah dapat hidup jika di dalam tanah terdapat asam amino. Asam amino ini berasal dari protein yang di uraikan oleh bakteri dalam tanah sehingga menjadi asam amino yang terkenal berjumlah 20

1

2

jenis. Setelah diteliti ternyata pada tanaman yang subur, termasuk sayuran, selalu terdapat mikroorganisme dibagian akarnya. Mikroorganisme tersebut adalah pseudomonas putida dan pseudomonas fluorescent. Keberdaan kedua jenis mikroorganisme ini mutlak harus ada. Pada tanaman yang tidak sehat tidak ditemui mikroorganisme ini. 2. Tujuan Praktikum Tujuan Praktikum Biologi dan Kesehatan Tanah acara I Tanah Sebagai Habitat Makrofauna dan Mikrobiota sebagai berikut: a. Menghitung populasi dan mengidentifikasi makrofauna tanah (anesik, epigeik, dan endogeik) pada perbedaan jenis lahan (lahan terbuka, rumput, semak dan pohon) di lingkungan Fakultas Pertanian UNS. b. Menghitung populasi mikrobia tanah pada perbedaan jenis lahan (lahan terbuka, rumput, semak dan pohon) di lingkungan Fakultas Pertanian UNS. c. Mempelajari pengaruh perbedaan jenis lahan terhadap populasi makrofauna dan mikrobiota tanah. 3. Waktu dan Tempat Praktikum Praktikum Biologi dan Kesehatan Tanah acara I Tanah Sebagai Habitat Makrofauna dan Mikrobiota dilaksanakan pada pukul 09.00-11.30 WIB hari Jumat, 19 April 2013 Bertempat di belakang gedung D dan Laboratorium Biologi Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. B. Tinjauan Pustaka Fauna tanah merupakan kelompok hayati yang sering dilupakan, padahal kelompok ini mempunyai potensi yang sangat tinggi dalam perombakan bahan organik tanah. Disamping itu fauna tanah juga menjadi penyeimbang lingkungan, beberapa diantaranya dapat digunakan sebagai bioindikator lingkungan. Informasi tentang fauna tanah ini belum banyak terutama di Indonesia sehingga masih perlu banyak koleksi yang dapat dilakukan. Salah satu cara untuk mengumpulkan fauna tanah adalah dengan menggunakan pitfall trap, karena jenis perangkap ini dinilai paling baik

3

dilakukan di Indonesia. Kendala yang dihadapi adalah sulitnya menentukan jenis larutan atau umpan tertentu untuk menangkap kelompok jenis fauna tanah tertentu, misalnya Collembola (Trimurti 2010). Fauna tanah merupakan bagian dari ekosistem tanah sehingga kehidupannya sangat ditentukan oleh faktor fisik dan kimia tanah serta lingkungan di sekitarnya. faktor-faktor yang mempengaruhi keberadaan serangga tanah di hutan, adalah: 1) struktur tanah berpengaruh pada gerakan dan penetrasi; 2) kelembaban tanah dan kandungan hara berpengaruh terhadap perkembangan dalam daur hidup; 3) suhu tanah mempengaruhi peletakan telur; 4) cahaya dan tata udara mempengaruhi kegiatannya. Fauna tanah bereaksi cepat terhadap perubahan di lingkungannya yang datang dari tanah itu sendiri, faktor iklim atau akibat pengolahan tanah (Suin 2003). Populasi fauna tanah umumnya meningkat pada tanah subur yang mampu menyuplai nutrisi tetapi sifat kimiawi tanah biasanya kurang berpengaruh langsungdaripada sifat fisik tanah. Selain itu pula kegiatan organisme tanah juga dipengaruhi oleh musim dan kedalaman tanah, karena setiap organisme tanah mempunyai selang optimum untuk pertumbuhannya. Kegiatan organisme tanah yang terbesar terjadi pada musim semi dan gugur, menurun pada musim panas dan dingin serta kegiatan biasanya terpusat di permukaan tanah (Wahid 2007). Fauna tanah dibagi menjadi dua golongan berdasarkan caranya mempengaruhi sistem tanah, yaitu: (1) Binatang eksopedonik (mempengaruhi dari luar tanah), golongan ini mencakup binatang-binatang berukuran besar, sebagian besar tidak menghuni sistem tanah, meliputi Kelas Mammalia, Aves, Reptilia, dan Amphibia. (2). Binatang endopedonik (mempengaruhi dari dalam tanah), golongan ini mencakup binatang-binatang berukuran kecil sampai sedang (diameter < 1 cm), umumnya tinggal di dalam sistem tanah dan mempengaruhi penampilannya dari sisi dalam, meliputi Kelas Hexapoda, Myriopoda, Arachnida, Crustacea, Tardigrada, Onychopora, Oligochaeta, Hirudinea, dan Gastropoda (Rahmawaty 2004).

4 Coleman et al. (2004) mengelompokkan fauna tanah berdasarkan derajat kehadiran dalam tanah. Megafauna dengan diameter tubuh lebih besar dari 2 cm contoh bekicot. Kuas kecil . Sungkup f. Temporary residents adalah fauna tanah yang berada di dalam tanah mulai dari fase telur hingga berbentuk larva. (Dermaptera) adalah contoh dari kelompok periodic residents. dimana larva ini mendapatkan makanan dengan cara mendekomposisikan sisa-sisa serasah dalam tanah. contohnya Batrisodes spp. ketika fase hibernasi selesai kelompok ini umumnya hidup pada lapisan tanaman hidup.02-0. (Diptera) merupakan salah satu anggota kelompok ini. Cangkul dan linggis b. Mesofauna dengan diameter tubuh 0. Frame besi untuk monolit c. yaitu transient. Transient merupakan kelompok fauna tanah yang hidup di tanah hanya pada saat fase hibernasi. Gelas plastik aqua d. temporary residents. Pada fase dewasa fauna ini terkadang hidup di permukaan tanah. periodic residents dan permanent residents. (Coleoptera). Flakon e. Berdasarkan ukuran tubuhnya.2-2 mm contoh nematoda. semut. Beberapa ahli menggabungkan megafauna dan makrofauna menjadi satu kelompok sehingga hanya terdapat tiga kelompok fauna berdasarkan ukuran tubuhnya (Nurrohmanhadi 2011). Makrofauna dengan diameter tubuh 2-20 mm contoh cacing. Bahan dan Cara Kerja 1. Forticula sp. Tipula spp. dimana kelompok ini menghabiskan hidup mereka di dalam tanah. dan rayap. Alat. Contoh dari kelompok ini adalah “Ladybird beetle”.2 mm contoh cilliata. collembola dan acarina. Permanent residents didefinisikan sebagai fauna yang secara permanen hidup di dalam tanah pada berbagai kedalaman. C. Alat a. fauna tanah dibedakan menjadi empat kelompok yaitu: Mikrofauna dengan diameter tubuh 0.

Menentukan lokasi pengambilan contoh makrofauna tanah dan sampel tanah. b. Lokasi dipilih berdasarkan tutupan vegetasi yaitu pohon. Media NA dan PDA 3. Petridish i. Autoklaf m. Dryglasky l. Mikropipet n.5 g. Bahan a. rumput dan lahan terbuka. Lalu memasukkan ke dalam flakon yang berisi alkohol 75% . Ember plastik h. Lup/kaca pembesar j. Cara Kerja a. Tanah pada berbagai jenis lahan b. Bunsen 2. mencuci specimen menggunkan air bersih. Deterjen e. Isolasi makrofauna epigeik (pitfall) 1) Membuat lubang untuk menanam gelas plastik aqua (perangkapm jebak) 2) Mengisi gelas dengan larutan deterjen sampai ¼ tinggi tabung 3) Menanam gelsa plastik aqua hingga sejajar dengan permukaan tanah. Formalin 4% d. Sampel tanah pada berbagai jenis tanah c. lalu pada bagian atasnya ditutup dengan sungkup 4) Membiarkan satu hari. Alkohol 75% f. lalu hari berikutnya mengambil gelas tersebut yang berisi makrofauna untuk melakukan identifikasi di laboratorium 5) Setelah di laboratorium. semak. Air/aquadest g. Pinset k.

3) Membuat seri larutan pengenceran sampai 10-4 dan diambil menggunakan mikropipet 0. Meratakan suspensi menggunakan drygalski. 10-20 cm. . 2) Menyiapkan erlenmeyer 125 atau 250 ml yang berisi 90ml larutan fisiologis steril.6 6) Mengidentifikasi dan menggambar makrofauna yang ditentukan c. Menginkubasikan pada suhu kamar selama 2x24 jam. Memasukkan 10 g tanah ke dalam erlenmeyer secara aseptis menggojog hingga homogen. Isolasi mikrobia tanah pada media NA dan PDA 1) Mengambil sampel tanah pada setiap penggunaan lahan yang berbeda. menbersihkan spesimen menggunakan air bersih lalu memasukkan kembali ke dalam flakon yang baru 6) Mengidentifikasi dan menggambar makrofauna yang ditemukan d. kemudian melakukan inokulasi secara plate count menggunakan suspense tanah pada tiap pengenceran. 20-30 cm dan memasukkan dalam ember plastik 4) Melakukan handsorting insitu. Specimen cacing tanah dimasukkan ke dalam flakon yang berisi formalin 4%. sedangkan makrofauna lainnya dimasukkan ke dalam flakon yang berisi alkohol 75% menggunakan kuas 5) Setelah di laboratorium. 4) Menyiapkan media NA dan PDA dalam petridish. Isolasi makrofauna anesik dan endogeik (monolit) 1) Meletakkan frame besi berukuran 25 x 25 x 10 cm3 pada titik yang ditentukan 2) Membuat 3 monolith dengan ukuran 25 x 25 x 30 cm3 3) Mengambil tanah tiap kedalaman 0-10 cm.1 ml suspensi tanah tersebut pada setiap seri pengenceran.

kepala “nyungsep” di bawah pronotumnya yang melebar. Bagian ujung belakang perut semut dilaengkapi dengan sengat sebagai alat perlindungan diri. seperti pada umumnya tubuh serangga.1 Hasil Pengamatan Pitfall di Berbagai Perlakuan Kelompok 1 Perlakuan Lahan Terbuka Jenis Makro fauna Kecoa Ciri . Tubuh rayap. Ciri utama mempunyai dua node dan antena yang terdiri dari 12 ruas dengan tiga ruas ujung menggembung. Tubuh Gambar Jumlah Semut Hitam Semut merah Rayap . Bersifat omnivor terutama yang manis dan mengandung protein. yaitu: Kepala. dan kakinya ditumbuhi duriduri Tubuh semut terdiri dari tiga bagian.5-3 mm (pekerja). dan perut. menjaga kelembaban.7 D. Lapisan ini berfungsi untuk mencegah rayap dari kekeringan. Hasil Pengamatan Tabel 1. Dada semut dilengkapi dengan tiga kaki yang kokoh dan sepasang sayap unuk semut jantan. Kepala semut dilengkapi dua buah antena. Hasil Pengamatan dan Pembahasan 1. ditutupi oleh suatu lapisan tipis epitikula yang tersusun dari lilin (parafin). Semut ini berwarna kuning terang sampai coklat kemerahan. berwarna coklat. sepasang rahang dan mata semu. dan mencegah infeksi oleh organisme lain. dada. antenanya panjang.ciri Bertubuh pipih. ukurannya 2.

8 2 Di Bawah Pohon Semut terbagi atas tiga bagian yaitu kepala. memiliki antena. memiliki tungkai 3 Semak Semut merah Berwarna merah 10 Laba-laba Kaki 8 Berwarna gelap 3 Jangkrik Bersayap Mempunyai sepasang antena 2 Semut hitam . Berwarna hitam. dan abdomen.Seluruh tubuh berwarna gelap 2 Kumbang . tubuh bersegmen Nyamuk Bersayap.Berkaki 6 .Bersayap 4 Di bawah Pohon Semut Berwarna merah dan hitam Mempunyai sepasang antenna Mempunyai tiga pasang kaki 28 . berkaki 6. dada (toraks). Setiap bagian memiliki ruas yang jelas kecuali pada bagian kepala.

sepasang sayap Di bawah tegakan pohon Semut 1 (besar) Warna hitam Ukuran besar Berkaki 6 (3 pasang) Warna coklat Ukuran kecil Berkaki 6 (3 pasang) 1 Semut 2 (kecil) 6 9 Jangkrik Punya antena Tubuh terdiri dari 3 bagian Berkaki 3 pasang - 1 7 - - - . 6 tungkai kaki. Sepasang antenna. Punya dua sayap. sepasang Tungkai. Dua antenna.9 Laba-Laba Mempunyai kakidelapan Berwarna abu-abu 8 Jangkrik Kutu Tanah Mempunyai sepasang antena Mempunyai sayap Berwarna hitam keabuabuan Mempunyai sepasang antena Tubuh beruas-ruas Jumlah kaki enam Punya Tungkai kaki. Dua pasang kaki Nyamuk Sepasang antenna. Tubuh bersegmen 6 1 5 Semak Jangkrik Semut Tubuh bersegmen. Cepalothorax.

Warna hitam .Kaki ada 6 1 1 Katak 1 9 10 Semak Semut hitam - 4 Semut merah Berwarna merah 4 Jangkrik Ulat Mempunyai sepasang antena Menpunyai sepasang sayap Berwarna hitam Beruas-ruas Berwarna coklat Tidak berbulu 3 1 Kumbang Berkaki 6 Mempunyai sayap 1 11 Di atas Permukaan Tanah Tomcat Mempunyai Antena Memiliki Sayap Memiliki 3 Pasang Kaki .10 8 Semak Semut Memiliki 3 pasang kaki Berwarna hitam Memiliki sepasang antena 2 Laba-laba Kecoa Memiliki 3 pasang kaki Berwarna coklat kehitaman Tubuh terdiri dari 3 bagian Mempunyai sayap Berkaki 4 Berwarna coklat kehitaman Mempunyai antena Berkaki 4 Hewan amfibi Berwarna hijau kecoklatan .

Kepala semut dilengkapi dua buah antena. .11 --- Memiliki Sayap Memiliki Antena Memiliki 3 Pasang Kaki Berwarna Putih --- Memiliki Antena dan Bersayap Memiliki 3 Pasang Kaki 12 Semaksemak Semut Merah Memilik antena Berkaki 4 Warna Merah Semut Hitam Warna hitam Berkaki 4 Tubuh terbagi menjadi 3 Belalang --- Bersayap Kaki 3 pasang Memiliki antena Kaki memiliki 2 warna berbeda Bersayap tipis Berkaki 3 pasang Semut hitam 13 Rumput Tubuh semut terdiri dari tiga bagian. Bagian ujung belakang perut semut dilaengkapi dengan sengat sebagai alat perlindungan diri. Dada semut dilengkapi dengan tiga kaki yang kokoh dan sepasang sayap unuk semut jantan. dan perut. dada. sepasang rahang dan mata semu. yaitu: Kepala.

Semut ini berwarna merah Bertubuh pipih. dan satu sampai empat pasang mata. merupakan gabungan dari kepala dan dada (thorax). warna coklat.5 cm. Berkaki 8 dengan panjang kaki 1. ukuran badan 1. dada. Segmen bagian depan disebut cephalothorax. berwarna cokelat sampai hitam. Bagian ujung belakang perut semut dilengkapi dengan sengat sebagai alat perlindungan diri. dan perut.2 cm Kecoa Laba-laba 14 Tanah Lapang Kepiting 1 . Segmen bagian belakang disebut abdomen. Pada cephalothorax melekat empat pasang kaki. kepala menekuk di bawah peonotumnya yang lebar.12 Semut merah Tubuh semut terdiri dari tiga bagian. Antara cephalothorax dan abdomen terdapat penghubung tipis yang dinamai pedicle. memiliki antena panjag. dan kaki yang berduri laba-laba memiliki dua bagian tubuh. sepasang rahang dan mata semu. ada beberapa bulu kaki. Kepala semut dilengkapi dua buah antena. yaitu: Kepala. terdapat pula sepasang atau beberapa alat bantu mulut serupa tangan yang disebut pedipalpus. Dada semut dilengkapi dengan tiga kaki yang kokoh. Selain sepasang rahang bertaring besar (disebut chelicera).

13 Semut Berkaki 6. setiap segmen mempunyai organ tubuh. alat reproduksinya hermaprodit. ukuran panjang tubuh 0. tubuh bersegmen.5 cm 2 Belatung 1 tungau berwarna coklat (colembola kehitaman ) berkaki 6 semut hitam kecoa berkaki 6 berantena warna hitam berwarna hitam berbadan bulat telur berbulu berkaki 6 Bersegmen Berkaki banyak 1 15 Di bawah Pohon 4 2 16 Semak Tungau 1 Semut Berkaki 6 1 Sumber : Data Rekapan Tabel 1. Tubuhnya simetris bilateral.2 Hasil Pengamatan Monolith di Berbagai Tempat Kelompok 1 Perlakuan Lahan Terbuka Kedalaman Tanah (cm) 0-10 Jenis Makro fauna Cacing (1 ekor) Ciri-Ciri Avertebrata. alat gerak dengan chetae. dengan sepasang alat eksksresi yang saling berhubungan dan terkoordinasi. antena 1 pasang. Sistem pencernaan sempurna (Sistem sarafnya tangga tali. berlapis kutikula. warna hitam dan merah kecoklatan Warna putih. ukuran tubuh 1 cm dan 0. dan sistem peredaran Gambar .5 cm.

setiap segmen mempunyai organ tubuh. Sistem sarafnya tangga tali. dengan sepasang alat eksksresi (nefridium) yang saling berhubungan dan terkoordinasi. Tubuhnya simetris bilateral. alat reproduksinya hermaprodit. pembuluh darah.14 10-20 Telur rayap (6 buah) darah tertutup berbentuk silinder dengan ukuran panjang yang bervariasi antara 11. tubuh bersegmen (metameri). dengan sepasang alat eksksresi yang saling berhubungan dan terkoordinasi. Telur akan menetas setelah berumur 8-11 hari. dan sistem peredaran darah tertutup Avertebrata. setiap segmen mempunyai organ tubuh (sistem pencernaan.5 mm. sedangkan alat gerak dengan chetae. tubuh bersegmen (metameri). alat reproduksinya hermaprodit. Sistem pencernaan sempurna . alat gerak dengan chetae. dan sistem peredaran darah tertutup Cacing (7 ekor) 20-30 Cacing (14 ekor) . Berwarna putih. berlapis kutikula. Tubuhnya simetris bilateral. berlapis kutikula. Sistem pencernaan sempurna (memiliki anus). otot. Sistem sarafnya tangga tali. Avertebrata.

bersegmen. tungkai memiliki 10-20 Siput Bercangkang. tidak memiliki kaki Semut Bersegmen (terdiri dari kepala. memiliki antena Belalang Bersayap. bentuk ekor mirip capit. kepala berbentuk segitiga Bersayap. toraks dan abdomen Berkaki banyak.15 2 Di Bawah Pohon 0-10 Cacing Bersegmen. bersegmen banyak Tomcat Kumbang Colembola Rayap Tubuh terdiri dari kepala. tubuh ditutupi lapisan epitikula (lilin) Berwarna berkaki enam Putih. Larva Kecoa Pipih. setiap segmen mempunyai organ tubuh. memiliki antena. toraks dan abdomen). bergerak lambat . memiliki antenna Bersegmen. abdomen. toraks. tubuhnya terbagi atas kepala.

bersegmen. ekor memiliki bentuk seperti capit 20-30 Siput Bercangkang Laba-laba Berkaki 6. memiliki antena Semut Berwarna Hitam. memiliki antena Tubuh bersegmen. toraks dan abdomen). memiliki antena 3 Semaksemak 0-10 Cacing Bersegmen Bentuk silinder Uret Kaki di thorax Semut Tubuh berwarna merah dan hitam Tubuh gelap berwarna .16 Telur Semut Berwarna Putih Semut Tomcat Berwarna Hitam. Bersegmen (terdiri dari kepala.

17 Kumbang Bersayap Kaki seribu Bersegmen Mempunyai kaki banyak Undurundur Bersegmen Mempunyai antena 10-20 Cacing Bersegmen Bentuk silinder Semut Tubuh berwarna merah dan hitam Mempunyai sepasang antena 20-30 Cacing Bersegmen Bentuk silinder 4 Di Bawah Tegakan Pohon 0-10 Cacing Tubuh bersegmen Kelabang Mempunyai yang banyak Mempunyai antenna kaki dua Uret Kaki di thorax Tubuh berwana putih Tubuh lunak Kaki di perut jumlahnya enam Kepala berwarna merah Rayap .

Laba-laba Cepalo Thorax Bersegmen 10-20 Cacing Cepalo Thorax Bersegmen . Memiliki banyak (seperti cilliata). Bertubuh banyak. Memliki cepalothorax - Rayap Orog-orog Memiliki sepasang antenna. Cepalo thorax Berkaki Banyak. Tidak memiliki kaki. Berlendir Memiliki sepasang antenna. Berkaki delapan.18 Semut Warna tubuh merah dan hitam Memiliki kaki berjumlah enam Warna tubuh merah dan hitam Memiliki kaki berjumlah enam Tubuh bersegmen 10-20 Semut cacing 5 Semaksemak 20-30 0-10 Cacing Bersegmen.

Bersegmen.19 Kelabang Bertubuh panjang. Berlendir Punya 3 pasang kaki Terdiri dari 3 bagian tubuh Punya sepasang antena Berkaki banyak Tubuh beruas-ruas Punya sepasang antena Tubuh beruas-ruas Bentuk gilik Ukuran kecil Punya 3 pasang kaki Terdiri dari 3 bagian tubuh Punya sepasang antena Berwarna coklat Berkaki 6 Terdiri dari 3 bagian tubuh 20-30 Cacing 6 Di bawah tegakan pohon 0-10 cm Orongorong Kelabang Cacing 10-20 cm Orongorong Rayap Cacing kecil Tubuh beruas-ruas Bentuk gilik Ukuran kecil Cacing besar Tubuh beruas-ruas Bentuk gilik Ukuran besar Warna gelap Tubuh beruas-ruas Bentuk gilik Ukuran kecil 20-30 Cacing . Bertubuh panjang Bersegmen. Tidak memiliki kaki. Tidak memiliki kaki. Berlendir Berkaki banyak.

20 7 Monolith Tempat Terbuka 0-10 Cacing Tubuh beruas-ruas Bentuk gilik Tubuh berwarna coklat kehitaman Semut Berkaki 6 Berwarna hitam Memiliki anthena 10-20 Rayap Berwarna coklat Berkaki 6 Kelabang Berkaki banyak Tubuh beruas-ruas Memiliki sepasang anthena 8 Semaksemak 20-30 0-10 OrongOrong Kelabang Mempunyai 3 pasang kaki Tubuh terdiri dari 3 bagian Mempunyai sepasang antena Berkaki banyak Tubuh beruas-ruas Mempunyai sepasang antena Tubuh beruas-ruas Berbentuk gilik Tubuh berwarna coklat kehitaman - Cacing .

4 kaki Cacing Bersegmen. ada 2 ekor Kepik Kecil. warnanya pucat . warnanya pucat lintah Lunak.21 Semut Memiliki 3 pasang kaki Berwarna hitam Memiliki sepasang antena Mempunyai 3 pasang kaki Tubuh terdiri dari 3 bagia Mempunyai sepasang antena Memiliki 3 pasang kaki Tubuh berwarna coklat Tubuh beruas-ruas Berbentuk gilik Tubuh berwarna coklat kehitaman 10-20 Orongorong Rayap Cacing 9 Semak 0-10 Semut Ada 2 antena. keras hitam. warna hitam Kecoa Di tengah ada 4 sungut. kulit 10-20 Cacing Bersegmen. panjang. panjang.

kulit keras 10 Semak 20-30 0-10 Cacing Tanah Tubuh beruas-ruas Berwarna coklat Berlendir - Semut Berkaki 6 Berwarna hitam Memiliki antena Kelabang Tubuh beruas-ruas Memiliki antena Berkaki banyak 10-20 Kelabang Tubuh beruas-ruas Memiliki antena Berkaki banyak Kecoa Berkaki 6 Memiliki antena bersayap 11 Di Bawah Tegakan Pohon 20-30 0-10 Ulat Berbulu Insekta - Cacing Tanah Bersegmen Tubuhnya Kumbang Mempunyai Sepasang Sayap Kaki Seribu Berkaki Banyak Tubuhnya Bersegmen .22 Kepik Kecil. hitam.

berwarna merah kecoklatan . Tubuhnya simetris bilateral. memiliki 3 psg kaki. warna putih kekuningan Cacing Tubuhnya tersusun atas segmen-segmen yang berbentuk cincin.23 Semut Mempunyai Antena 10-20 Cacing Tanah Bersegmen Tubuhnya Laba-laba Memiliki kaki 8 Chepalotora Semut Mempunyai Antena Warna Hitam Tubuh terbagi menjadi 3 12 Semaksemak 0-10 Cacing Tanah Bersegmen 10-20 Cacing Tanah Bersegmen Kutu Berruas-ruas Berkaki 4 13 Rumput 0-10 Larva Kumbang Bersegmen. berlapis kutikula.

24 Kutu Tanah Berwarna hitam. 3 psg kaki 10-20 Semut Cacing 20-30 Cacing 14 Tanah Lapang 0-10 Semut Memiliki antena. badan bersegmen. ukuran 1 cm.5 cm Kutu Bentuk oval. keras Warna merah kecoklatan. bagian perut kedua berhubungan Ag tungkai membentuk pinggang sempit. berlapis kutikula. Rayap 10-20 Kumbang Semut Warna hitam. memiliki sepasang antena. memiliki 6 pasang kaki Tubuhnya tersusun atas segmen-segmen yang berbentuk cincin. kulit mengkilap. berwarna merah kecoklatan Berkaki 6. ukuran 0. berwarna merah kecoklatan Tubuhnya tersusun atas segmen-segmen yang berbentuk cincin. warna hitam-coklat bergaris . Tubuhnya simetris bilateral. berlapis kutikula. 1 ps antena. memiliki eksoskeleton. Tubuhnya simetris bilateral. warna merah kecoklatan Ukuran warna coklat kecil.

25 Rayap Ukuran 0.5 cm dan 2 cm.laba Ukuran -/+ 1 cm.2 cm. warna merah. warna coklat Keong Warna putih.3 cm Semut 15 Di Bawah Pohon 0-10 Semut Hitam Semut Rangrang Berkaki 6 Mempunyai Antenna Warna Hitam Berkaki 6 Berantena 1 Warna Merah Berwarna Putih Berkaki 6 Rayap Kumbang Berwarna Hitam Berkaki 6 Tungau/ Comlebola 10-20 20-30 Cacing Berwarna Coklat Kehitaman Badannya Berkaki 6 Dan Bersegmen Buntutnya Lancip Badan Bersegmen Warna Pink Ukuran Kecil Badan Warna Hitam Berkaki 6 Berantena 2 - Semut Hitam . warna coklat muda Laba . masih ada isinya (keong) Berkaki 6. berkaki 8. ukuran 0. ukuran 0.8 cm. warna coklat kekuningan 20-30 Cacing Ukuran 1.

26 Laba-Laba Berkaki 8 Berwarna Coklat 16 Semak 0-10 Laba-laba Berkaki 8 Kaki berada di thorax Cacing Bersegmen Tidak berkaki Tungau Bersegmen Berkaki banyak Kecoa Berkaki 6 Bersayap 10-20 Cacing Bersegmen Tidak berkaki Tungau Bersegmen Berkaki banyak 20-30 Cacing Bersegme Tidak berkaki Sumber : Data Rekapan .

sehinggadapat dilihat jelas dengan bantuan kaca pembesar.3 Isolasi Mikrobiota Tanah diBawah Tegakkan Pohon Lapisan 3 2. jangkrik.2 mm hingga 10 mm. mesofauna. Diplura. serta moluska.1 Isolasi Mikrobiota Tanah diBawah Tegakkan Pohon Lapisan 1 Pengenceran 10-3 Pengenceran 10-4 Gambar 1. Makrofauna tanah terdiri dari: fauna-fauna besar pelubang tanah (tikus dan kelinci). cacing tanah. Protura. diplopoda (kaki seribu). chilopoda (kelabang).2 x 106 Jumlah 95 1 x 105 SPC Sumber : Laporan Sementara Pengenceran 10-3 Pengenceran 10-4 Gambar 1.27 Tabel 1. Makrofauna terdiri atas: Enchytraeida. dan kalangjengking) dan insecta (belalang. Organisme tanah berdasarkan ukurannya diklasifikasikan menjadi tiga. Anthropoda. meliputi crustacea (kepiting tanah dan udang tanah). Makrofauna adalah semua fauna tanah yang dapat dilihat langsung dengan mata tanpa bantuan mikroskop dan berukuran lebih dari 10 mm. dan mikrofauna. yaitu: makrofauna. kutu. Mesofauna adalah semua fauna tanah yang berukuran lebih kecil berkisar antara 0. Pembahasan Tanah merupakan tempat hidup organisme.2 Isolasi Mikrobiota Tanah diBawah Tegakkan Pohon Lapisan 2 Pengenceran 10-3 Pengenceran 10-4 Gambar 1. semut dan rayap). .3 Isolasi Mikrobiota Tanah di Bawah Tegakkan Pohon Lapisan 10-3 L1 10-4 L1 10-3 L2 10-4 L2 10-3 L3 10-4 L3 Jenis Jamur Bakteri Jamur Jamur Bakteri Jamur Bakteri Bakteri Warna Tepi putih Tengah hijau Krem Tepi putih Tengah hijau Tepi putih Tengah hitam Krem Tepi putih Tengah hijau Krem Krem Bentuk Circular Circular Circular Circular Sprider Circular Sprider Sprider Elevasi Convex Raise Convex Convex Flat Convex Flat Flat Margin Entire Entire Entire Entire Lobate Entire Lobate Lobate 24 TBUD TBUD >3 x 106 21 TBUD 0. arachnida (lebah.

kesuburan tanah terjaga. biota tanah melalui aktivitasnya mampu membuat sifat fisika tanah menjadi lebih baik. keberadaan biota tanah dan mempengaruhi kesehatan tanah.28 Paraupoda. namun juga berpengaruh terhadap kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman sehingga disebut sebagai bioindikator kesehatan tanah. Sedangkan sebagai bioindikator keberlanjutan tanah. siput. yaitu tipe epigeik. dan ciliata) dan Nematoda (Omnivorous dan Predaceus). Berdasarkan sebarannya di dalam tanah biota tanah di kelompokkan menjadii tiga. Cacing tanah yang ditemukan didaerah-daerah pertanian tidak sekedar menggambarkan variasi lingkungan tanah. bioindikator keberlanjutan tanah dan bioindikator pencemaran. dan anesik. Aktivitas biota tanah yang menguntungkan akan membantu menyediakan unsur hara yang diperlukan tanaman sehingga pertumbuhan tanaman tidak terganggu. aerasi dan draenasi tanah baik. belalang. Adanya biota tanah tertentu dapat menjadi bioindikator adanya pencemaran logam berat dalam tanah. Kelompok tipe epigeik meliputi semut. Tipe endogeik merupakan makrofauna yang hidup dan mencari makan di dalam tanah (subsoil). kecoa. Misalnya dengan adanya bakteri Rhizobium. Makrofauna sebagai bagian dari biologi tanah dapat berfungsi sebagai bioindikator produktivitas. tungau-tungau tanah (Acarina) dan springtail (Colleombola). endogeik. yaitu kurang dari 0. memakan bahan organik dan sisa perakaran serta menelan . flagellata. Makrofauna tanah adalah berbagai biota tanah yang berukuran > 2 mm dan hidup di tanah. dan cacing tanah berpigmen. Sedangkan mikrofauna adalah fauna tanah yang berukuran sangat kecil. Biota tanah juga berperan sebagai bioindikator pencemaran. Sebagai bioindikator produktivitas. memfragmentasi dan menguraikan seresah namun tidak mendistribusikan pada profil tanah. Mikrofauna terdiri dari: Protozoa (amoeba.2 mm. Tipe epigeik merupakan makrofauna tanah yang hidup di permukaan tanah. Sehingga dengan adanya sifat fisika tanah yang baik. baik di permukaan tanah maupun di dalam tanah. kebutuhan tanaman akan unsur N tercukupi.

tungau dan kecoa. Sedangkan tipe anesik merupakan kelompok makrofauna yang mencari makan di permukaan tanah lalu dibawa ke subsoil. 10 – 20 cm dan 20 – 30 cm. Praktikum ini dilakukan pada kondisi lahan yang berbeda. ulat dan tungau. Penggunaan detergen dimaksudkan untuk menarik makrofauna yang ada. Perendaman dengan alkohol dan formalin bertujuan untuk membunuh mikroorganisme yang telah ditemukan. Sedangkan untuk mengetahui tipe anesik dan endogeik dapat menggunakan metode monolith yaitu dengan memasang frame yang berukuran 25 x 25 x 30 cm2 pada beberapa kedalaman yaitu kedalaman 0 – 10 cm. Jenis makrofauna epigeik yang terdapat pada lahan terbuka adalah semut merah. Perangkap jebak atau Pitfall Traps yaitu wadah kecil yang berisi air dicampur dengan detergen yang ditanam setinggi permukaan tanah selama semalam. Metode pitfall ini digunakan untuk mengetahui makrofauna tipe epigeik. mendistribusikan tanah atasan (topsoil). Kelompok tipe endogeik meliputi cacing tanah.29 mineral tanah. Sedangkan di bawah pohon adalah semut. Pada semak ditemukan . dibawah tegakan pohon. katak. Praktikum Biologi dan Kesehatan Tanah acara 1 yaitu Tanah Sebagai Habitat Makrofauna dan Mikrobiota menggunakan metode Pitfall dan Monolith. jangkrik. yaitu pada lahan terbuka. kumbang. rayap dan laba-laba. kecoak. laba-laba. semak. semut hitam. jangkrik. Makrofauna yang termasuk dalam kelompok ini adalah cacing tanah tidak berpigmen dan rayap pemakan tanah. Jika yang ditemukan cacing direndam ke dalam formalin sedangkan fauna tanah lainnya ke dalam alkohol. mineral dan bahan organik pada profil tanah. Cacing tidak direndam ke dalam alkohol karena akan merusak organ/struktur tubuhnya. Makrofauna yang aktif dipermukaan tanah akan terjebak jatuh ke dalam wadah dan dapat dikumpulkan kemudian diidentifikasi pada pagi harinya. nyamuk. kutu tanah. Berdasarkan hasil pengamatan dari pitfall jumlah makrofauna epigeik banyak terdapat pada semak. laba-laba.

Sedangkan dibawah pohon ditemukan cacing. dan abdomen. dan kaki yang . rata-rata makrofauna banyak ditemukan pada kedalaman 0-10 cm pada setiap jenis lahannya. menjaga kelembaban. Bagian kepala semut terdapat 2 antena. belalang dan kumbang. Berdasarkan tingkat kedalaman. Tubuh terbagi atas tiga bagian yaitu kepala. uret. berwarna cokelat sampai hitam. colleombola. orong-orong. yaitu kepala. kumbang. Pada lahan terbuka makrofauna anesik dan endogeik yang ditemukan diantaranya: cacing. makrofauna yang ditemukan semakin sedikit atau tidak ada sama sekali. Lapisan ini berfungsi untuk mencegah rayap dari kekeringan. tungau. orong-orong. laba-laba. undur-undur. ulat. dan tungau. Bagian dada semut terdiri atas tiga pasang kaki. molusca. kumbang. dan kutu tanah. kepala menekuk di bawah peonotumnya yang lebar. rayap. larva.2 diketahui metode monolith yang jumlah makrofauna tipe anesik dan endogeik terbanyak terdapat pada dibawah tegakan pohon. dada dan perut. kaki seribu. seperti pada umumnya tubuh serangga. semut. Kedalaman tanah sangat mempengaruhi keberadaan makrofauna. Berdasarkan tabel 1. uret. dan tungau. sepasang rahang dan mata semu. memiliki antena panjag. kelabang. kelabang.30 semut merah. Setiap bagian memiliki ruas yang jelas kecuali pada bagian kepala. lintah. jangkrik. ditutupi oleh suatu lapisan tipis epitikula yang tersusun dari lilin (parafin). larva kumbang. kelabang. semut tomcat. semut. Masing-masing makrofauna memiliki karakteristik tertentu dalam menempati habitatnya. kutu. katak. kecoa. Misalnya saja semut memiliki karakteristik tubuhnya terbagi tiga bagian. kaki seribu. semut dan telurnya. laba-laba. rayap dan telurnya. semut hitam. laba-laba. ulat. dan mencegah infeksi oleh organisme lain. sepasang sayap untuk semut jantan. nyamuk. Jenis makrofauna anesik dan endogeik yang ditemukan pada semak adalah cacing. belalang. Kecoa memiliki ciriciri bertubuh pipih. sedangkan bagian ujung dilengkapi dengan sengat yang berfungsi sebagai perlindungan diri. kecoa. Semakin dalam. kecoa. kepik. dada (toraks). Tubuh rayap.

berlapis kutikula. Cacing merupakan avertebrata.31 berduri. setiap segmen mempunyai organ tubuh. berbentuk circulae. Pengenceran 10-2. alat reproduksinya hermaprodit. dengan sepasang alat eksksresi yang saling berhubungan dan terkoordinasi. 10-4. Mikroorganisme pada tanah bermacam dan untuk mengetahuinya maka dilakukan isolasi bakteri. Laba-laba memiliki dua bagian tubuh. menunjukkan pengurangan populasi bakteri. Populasi koloni yang sedikit dapat dipergunakan untuk penanaman bakteri ataupun jamur. segmen bagian depan disebut cephalothorax. dan segmen bagian belakang disebut abdomen. Isolasi bakteri yaitu memisahkan bakteri dari habitat asalnya kemudian ditumbuhkembangkan pada media NA dan PDA. merupakan gabungan dari kepala dan dada (thorax). Pengenceran merupakan proses yang dilakukan untuk menurunkan atau memperkecil konsentrasi larutan dengan menambah zat pelarut ke dalam larutan sehingga volume larutan menjadi berubah. Antara cephalothorax dan abdomen terdapat penghubung tipis yang dinamai pedicle. dan margin entire.3 isolasi mikrobiota tanah dibawah tegakan pohon diketahui pada lapisan 1 dengan pengeceran 10-3 memiliki jumlah koloni 95 terdiri dari jamur berwarna putih pada bagian tepi dan hijau pada bagian tengah. dan margin entire. elevasi convex. dan satu sampai empat pasang mata. alat gerak dengan chetae. tubuh bersegmen. dan 10-5. Pada lapisan ke-2 pengeceran 10-3 jumlah koloni terlalu banyak untuk dihitung terdiri dari jamur berwarna . Sedangkan lapisan 1 pada pengeceran 10-4 terdapat 21 koloni jamur dengan karakteristik sama dengan pada jamur pengeceran 10-3. bentuk circular. elevasi raise. Hal ini dikarenakan telah mengalami proses pengenceran sehingga jumlah mikrobia yang dihasilkan sedikit bahkan bisa dihitung secara kuantitatif. 10-3. dan terdapat jamur dengan karakteristik warna krem. Pada cephalothorax melekat empat pasang kaki. Berdasarkan tabel 1. Tubuhnya simetris bilateral. Pengenceran bertujuan untuk mengurangi kepadatan kepadatan bakteri yang ditanam.

lapisan 2 dan lapisan 3 adalah 1 x 105. rata-rata makrofauna banyak ditemukan pada kedalaman 0-10 cm pada setiap jenis lahannya. b. dan >3 x 106. dan bakteri berbentuk sprider. suhu. dan jumlah koloni terlalu banyak untuk dihitung.32 putih bagian tepi dan hitam bagian tengah dengan bentuk. E. Hal ini karena adanya faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah koloni. 2 x 105. Perhitungan SPC diketahui pada lapisan 1. dan mikrofauna. mesofauna. a. . Kesimpulan Berdasarkan pengamatan praktikum Biologi dan Kesehatan Tanah acara I Tanah sebagai Habitat Makrofauna dan Mikrobiota yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Populasi terbanyak pada lapisan ketiga dan terendah pada lapisan pertama. cahaya. berwarna krem. dan metode Monolith jumlah jenis makrofauna tipe anesik dan endogeik terbanyak terdapat pada dibawah tegakan pohon c. Pengenceran merupakan proses yang dilakukan untuk menurunkan atau memperkecil konsentrasi larutan dengan menambah zat pelarut ke dalam larutan sehingga volume larutan menjadi berubah. elevasi flat. yaitu kelembaban. Metode Pitfall jumlah jenis makrofauna epigeik banyak terdapat pada semak. Organisme tanah berdasarkan ukurannya diklasifikasikan menjadi tiga. Kesimpulan dan Saran 1. Pada lapisan ketiga dengan pengeceran 10-3 maupun 10-4 hanya terdapat bakteri dengan karakteristik berbentuk sprider. elevasi flat. Sedangkan lapisan 2 pada pengeceran 10-4 terdapat 24 koloni jamur dengan karakteristik sama dengan jamur pada lapisan 1 dengan pengeceran 10-3. margin lobate. Berdasarkan tingkat kedalaman. elevasi dan margin sama dengan lapisan 1 dengan pengeceran 10-3. margin lobate dan berwarna krem. d. Semakin mendekati permukaan tanah populasi mikrobiota tanah semakin sedikit. yaitu: makrofauna.

. Semakin mendekati permukaan tanah populasi mikrobiota tanah semakin sedikit. Populasi mikrobiota terbanyak pada lapisan ketiga dan terendah pada lapisan pertama. Tempat pelaksanaan praktikum hendaknya diperluas jangkauannya sehingga data yang diperoleh mendekati valid. f.33 e. kedalaman dan jumlah serta jenis seresah daun. b. Faktor yang mempengaruhi keanekaragaman makrofauna adalah sifat dan kondisi tanah. Waktu pelaksanaan praktikum di sesuaikan dengan kondisi cuaca. 2. cahaya matahari. Saran Beberapa saran yang dapat diberikan untuk praktikum acara I yaitu Tanah Sebagai Habitat Makrofauna dan Mikrobiota adalah : a.

Tanah Mineral dan Interaksi Apiflora-Faun Tanah. http://nurrohmanhadi. Suin N M 2003. Fundamental of Soil Ecology.scribd. Beberapa Kelompok Fauna Tanah yang Tertangkap Di Zona Koleksi Hutan Alam Kebun Raya Unmul Samarinda Menggunakan 4 Macam Larutan. Nurrohmanhadi 2011.com/2011/08/30/tanahmineral-daninteraksi-epiflora-fauna-tanah/. USA. Cossley DAJr. Rahmawaty 2004. Diakses pada tanggal 26 April 2013. Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. http://library.pdf.usu. Ekologi Populasi. Padang. Wahid A 2007. USU. Ed ke-2.wordpress. Kabupaten Daerah Tingkat II Deli Serdang. and Hendrix PF. Studi Keanekaragaman Hexapoda Tanah di Berbagai Jenis Penutupan Lahan pada Ekosistem Mangrove.34 DAFTAR PUSTAKA Coleman DC. Trimusrti S 2010.com/doc/73733793/9/B-TinjauanUmum-Fauna-Tanah. 2004. . Propinsi Sumatra Utara). Academic. Andalas University. http://id. Bioprospek 7 (2) : 41-45.id/download/fp/hutan-rahmawaty12. Kecamatan Sibolangit.ac. Studi Keanekaragaman Mesofauna Tanah di Kawasan Hutan Wisata Alam Sibolangit (Desa Sibolangit. Diakses pada tanggal 26 April 2013.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.