Anda di halaman 1dari 2

2. Apa sebabnya terjadi kelainan bunyi paru-paru ?

PENDAHULUAN & TINJAUAN PUSTAKA : Pada hewan percobaan (kelinci) diperiksa tanda-tanda vital dan normalnya terlebih dahulu, dengan pemeriksaan auskultasi didengarkan bunyi suara paru-paru pada kondisi normal atau sebelum di anestesi , terdengar suara paru normal. Bunyi paru normal ditimbulkan oleh pergerakan turbulen udara dalam saluran napas, terutama di trakea dan saluran napas besar. Getaran bunyi ini akan merambat melalui udara yang terdapat pada bronkus utama menuju ke perifer paru. Ketika melalui udara pada bronkiolus yang kecil, transmisi getaran suara menjadi sangat terbatas sehingga getaran beralih memilih melewati parenkim paru. Suara napas mempunyai dua komponen bunyi, yaitu bunyi bronkial yang berfrekuensi tinggi dan bunyi vesikular yang berfrekuensi lebih rendah. Suara tracheal mempunyai ciri suara dengan frekuensi tinggi, kasar, disertai dengan masa istirahat (pause) antara fase inspirasi dan ekspirasi, dengan komponen ekspirasi terdengar sedikitlebih lama. Suara nafas trakeal dapat ditemukan dengan menempelkan membran diafragma pada bagian lateral leher atau pada fossa suprasternal. Sumber bunyinya adalah turbulensi aliran cepat pintu glottis. Suara nafas bronkial mempunyai bunyi yang juga sama kasar, frekuensi tinggi,dengan fase inspirasi sama dengan fase ekspirasi. Suara ini terdapat pada saluran nafas dengandiameter 4 mm atau lebih, misalnya pada bronkus utama. Suara nafas bronkial dapat didengarkanpada daerah antara kedua scapula. Karena karakteristik suara trakeal dan bronkial hampir sama,beberapa penulis menggolongkannya menjadi satu terminologi, yaitu suara trakeobronkial

HASIL & ANALISA PADA PECOBAAN : Pada hewan percobaan saat mulai dianestesi menggunakan ether saat menit ke delapan mulai memperlihatkan tanda-tanda penurunan kesadaran, di ikuti dengan bunyi jantung yang menjadi tenang atau regular yang pada sebelumnya bunyi jantung terdengar sangat cepat (takikardi) mungkin dikarenakan kelinci panic. Suara pernafasan pada kelinci dari yang kami dengarkan sangat cepat, kelinci juga dibernafas dengan pernafasan perut/ diafragma. Frekwensi nafas yang kami dapat 19x/menit. Tidak terdengan suara paru tambahan, berikut contoh suara paru tambahan :

a).Rales (crekles) adalah suara yang dihasilkan saat udara melewati jalan nafas yang penuh eksudat, biasanya terdengar saat inspirasi, tidak hilang saat dibatukkan, terjadi pada pneumonia, TBC. b) Ronchi adalah suara yang dihasilkan saat udara melewati jalan nafas yang penuh cairan / mukus, terdengar saat inspirasi maupun ekspirasi. c) Wheezing adalah bunyi yang terdengar saat inspirasi maupun ekspirasi karena penyempitan bronkus eksudat yang lengket pada pasien asma dan bronkitis. d) Pleara Friction Rub adalah suara kering yang terdengar saat inspirasi maupun ekspirasi pada peradangan pleura.

Pada percobaan ketika Hewan percobaan telah teranestesi akan terdengar suara ronchi , karena saat terbius maka akan terjadi hipersalivasi , adanya Bradipnea : penurunan frekuensi napas atau pernapasannya menjadi melambat ini disebabkan adanya efek dari anestesi ether yang dihirup oleh hewan percobaab sehingga terjadi depresi pada pusat pernapasan. Pada suara paru saat menilai tingkat kesadaran dan tanda vital tidak mendpatkan suara ronchi pada auskultasi saat kelinci dalam keadaan terbius.