Anda di halaman 1dari 12

Disusun oleh

: Kelompok 5
(11) (15) (16) (19) (21)

o Ghulam Arfi Ghifari o M. Irfan Fahmi o Mahestra Putra U. o Rere Erlambang o Rizky Rachmawan

Kelas XII IPA 6

PEMERINTAH KABUPATEN TULUNGAGUNG DINAS PENDIDIKAN

SMA NEGERI 1 BOYOLANGU


Telepon (0355) 321462, Fax . (0355) 32182, Email: smaboy_smile@yahoo.co.id

TAHUN 2012

Tugas PLH
1. Sebutkan contoh tanaman peneduh! 2. Dari soal no. 1, sebutkan dan jelaskan cara perkembangbiakannya (vegetatif/ generatif)! Jawab: Jambu Biji Melinjo Jeruk Jambu Air Trembesi Kapuk Randu Alamanda Mangga Rambutan Sukun

Jambu Biji Melinjo

Jeruk

Alamanda

Jambu Air

Trembesi

Rambutan

JAMBU BIJI
Cara Perkembangbiakan Jambu secara Vegetatif: Cangkok Langkah-langkah Mencangkok Jambu Biji: Pilih cabang pohon jambu yang bergaris tengah kira-kira 2 cm. Panjang dahan kira-kira 100 cm dan dahan tumbuh tegak. Sayatlah kulit cabang secara melingkar sepanjang 3-5 cm. Kulit cabang yang disayat sebaiknya berada tepat di bawah kuncup daun. Keratlah kulit dahan itu dengan ujung pisau. Usap kambium yang masih melekat pada bagian kayu, buang lendir yang membasahinya. Keringkan bagian cabang yang telah dikupas dengan membiarkannya selama 25 hari. Bungkus cabang yang telah terkelupas dengan plastik, ijuk, atau sabut. Ikatlah bagian bawah lembaran pembungkus kira-kira 6 cm di bawah sayatan. Masukkan tanah basah yang telah dicampur pupuk kandang ke dalam pembungkus itu. Rapikan sehingga dahan yang terkelupas itu tertutup tanah seluruhnya. Ikatlah bagian atas lembaran pembungkus. Jagalah tanah pada bagaian yang dicangkok agar tetap lembap. Pertumbuhan akar yang sempurna membutuhkan waktu berbulan-bulan. Jika akar tumbuh sempurna, potonglah dahan tesebut dengan gergaji tepat di bawah pembungkus cangkokan. Tanamlah cangkokan di wadah persemaian (polybag) ini. Letakkan di tempat yang agak teduh. Waktu yang dibutuhkan untuk penyemaian kira-kira 3 bulan. Setelah itu semaian dapat dipindahkan ke tempat yang lebih banyak mendapat cahaya matahari. Hasil semaian (cangkokan) dapat ditanam di tanah terbuka.

Alat dan bahan: o tanah yang gembur

o pisau atau kater o gergaji o pembungkus dari plastik, sabut, atau ijuk o tali o kantong plastik hitam(polybag).

MELINJO
Cara Perkembangbiakan Melinjo secara Generatif Cara generatif, yakni melalui perkecambahan biji, akan diperoleh bibit tanaman melinjo dalam jumlah besar sehingga dapat menunjang pengembangan

tanamanmelinjo secara besar-besaran. Kebaikan: a. Pertumbuhan tanaman dapat kuat, karena sistem perakarannya dalam (berakar tunggang) sehingga lebih tahan terhadap kekeringan. b. Masa hidup atau umur tanaman lebih panjang dibandingkan dengan

tanamanyang berasal dari pengembangan vegetatif Kelemahan: a. Tanaman yang diperoleh sering berubah atau tidak sama dengan sifatsifattanaman induknya. b. Untuk dapat berproduksi membutuhkan waktu yang lama, yakni setelahtanaman berumur 5-7 tahun. c. Jenis kelamin tanaman tidak bisa diketahui sebelum tanaman itu

berbunga,sehingga dapat mengurangi efektivitas pengembangan secara besarbesarandalam kaitannya dengan jumlah hasil produksi biji melinjo yang diharapkansebanyak-banyaknya.

Tahap-tahap dalam melakukan pembuatan bibit tanaman melinjo secara generatif adalahsebagai berikut: a. Pengumpulan dan Pemilihan BijiMengumpulkan biji melinjo secukupnya menurut kebutuhan, kemudian dipilih yangkualitasnya baik yaitu: I. Bila masih ada kulit luarnya, dipilih yang warnaya merah tua. Bila sudah tidak adakulit luarnya, dipilih biji yang warna kulit luarnya hitam kecoklatcoklatan danmengkilat. II. Ukuran bijinya besar dan tidak cacat serta sehat (tidak terserang hama danpenyakit). b. Pembuatan Petak Tanah Pesemaian Dipilih tanah dengan ukuran 2 m x 6 m yang tidak tergenang air, gembur, dan cukup terkena sinar matahari. Tanah ini olah atau dicangkuli sedalam 10-15 cm,kemudian ditaburi sedikit abu dapur/kapur, atau obat pembasmi hama misalnya denganmenyiramkan larutan Formalin 4% sebanyak 10 liter larutan permeter persegi tanahpesemaian; kemudian ditutup selama 24 jam dengan plastik atau daun pisang. Hal inidilakukan untuk mensterilkan tanah pesemaian c. Penanaman pada Pesemaian Letakkan biji melinjo yang sudah tidak ada kulit kulit luarnya kedalam tanah pesemaian, dengan posisi yang agak runcung dibenamkan (ditaruh bagian bawah) sedalam 2-3 cm. Jarak antar biji yang disemai 10-15 cm. Lantas biji melinjo yang sudah tertanam dalam pesemaian itu ditutup dengan tanah gembur yang dicampuri kompos Lakukan penyiraman setiap hari dengan air secukupnya (tidak menggenang), dan setelah 9 bulan, biji-bijimelinjo sudah mulai berkecambah. Setelah berdaun sebanyak 4-5 pasang, bibit dapat dipindahkan pada keranjang bibit atau kantong plastik yang sebelumnya sudah diisidengan tanah gembur, subur, dan dicampur pupuk kandang yang sudah jadi. Bibit-bibit dalam keranjang atau plastik tersebut ditaruh pada tempat yang agakterlindung (tidak terkena sinar matahari terik sepanjang hari), dan dipelihara terus,terutama dilakukan penyiraman dan jangan sampai terdapat tanaman

pengganggu.Setelah daun-daun bibit bertambah banyak berarti sudah siap untuk ditanam dilapangan

JERUK
Cara Perkembangbiakan jeruk secara Vegetatif: Cangkok Langkah-langkah Mencangkok Jeruk: o Pilih cabang atau ranting jeruk yang tidak terlalu tua ataupun terlalu muda. o Kuliti hingga bersih cabang atau ranting tersebut sepanjang 5-10 cm. o Kerat kambiumnya hingga bersih, dan angin-anginkan. o utup dengan tanah, kemudian dibungkus dengan plastik atau sabut kelapa. Ikat pada kedua ujungnya seperti membungkus permen. Bila menggunakan plastik, lubangi plastiknya terlebih dahulu. o Jaga kelembaban tanah dengan cara menyiramnya setiap hari. o Setelah banyak akar yang tumbuh, potong cabang atau ranting tersebut lalu semaikan. o Jika sudah cukup tinggi, hasil semaian dapat ditanam di tanah terbuka.

Jambu Air
Pembibitan Jambu Air 1)Persyaratan Benih/Bibit Biji berasal dari varietas unggul, berumur lebih dari 15 tahun, produktif dan produksi stabil. Biji berasal dari buah masak pohon, yang besarnya normal dan mulus. Biji dikeringanginkan selama 1-3 hari di tempat teduh. Biji-biji yang memenuhi syarat adalah berukuran relatif besar, ukuran seragam, bernas dan tidak cacat, dianjurkan dalam meggunakan bibit jambu air hasil cangkokan/okulasi. Selain lebih mudah dilakukan, cara ini lebih cepat menghasilkan buah. 2)Persiapan Benih a.Bibit Enten (Grafting) Model sambungan yang terbaik adalah sambungan celah. Batang bawah

berasal dari bibit hasil perbanyakan dengan biji yang berumur 10 tahun, sedangkan

pucuk berasal dari pohon induk unggul. Setelah disambung bibit dipelihara selama 2-3 bulan b.Bibit Cangkok Cabang yang akan dicangkok berada pada tanaman yang unggul dan produktif. Cabang yang dipilih tidak dengan telalu diameter tua/muda, sedikitnya berwarna 1.5 cm. hijau Setelah keabu2-2.5

abuan/kecoklat-coklatan

bulan (sudah berakar), bibit segera dipotong dan ditanam dipolibag dengan media campuran : pupuk kandang 1 : 1. Bibit dipelihara selama 1 bulan. 3)Teknik Penyemaian Benih Persemaian dapat dilakukan di dalam bedengan atau di polibag. a)Bedengan 1.Olah tanah sedalam 30-40 cm dengan cangkul kemudian keringkan selama 15-30 hari. 2.Buat bedengan dengan lebar 100-120 cm, tinggi 30-40 cm, panjang sesuai lahan dan jarak antar bedengan 60 cm. 3.Campurkan 2 kg/m2 pupuk kandang dengan tanah bedengan. 4.Buat sungkup bedengan berbentuk setengah lingkaran dengan tinggi pusat lingkaran b)Polybag 1. 2. 3. Lubangi dasar polybag diameter 10-15 cm. Isi polibag dengan media berupa campuran tanah, pupuk kandang (2 : 1). Simpan polybag di dalam sungkup. minimal 50 cm. Naungi sungkup dengan plastik bening.

4)Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Pemeliharaan pembibitan dilakukan dengan cara sebagai berikut: a)Penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari, terutama jika kemarau. b)Penyiangan dilakukan sesuai dengan pertumbuhan gulma. c)Pemupukan setiap 3 bulan dengan urea, SP-36 dan KCl (2:1) sebanyak 50-100 gram/m2 atau 4 gram/polibag. d)Penyemprotan pestisida dengan konsentrasi 30-50% dari dosis anjuran. e)Membuka sungkup jika cuaca cerah secara berangsur-angsur agar tanaman dapat beradaptasi dengan lingkungan kebun.

5)Pemindahan Bibit Bibit di bedengan dipindahkan ke polybag setelah berumur 6 bulan. Pindah tanam ke lapangan dilakukan setelah bibit berumur 10-12 bulan di persemaian.

TREMBESI
Budidaya Perkembangbiakan trembesi dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu pembibitan (metode yang biasanya digunakan), pemotongan dahan, ranting, batang dengan cara pencangkokan. Proses pembibitan untuk skala besar dapat menggunakan biji trembesi dengan cara : Perkecambahan biji akan tumbuh dengan baik sekitar 36 -50% tanpa perlakuan. Perkecambahan biji yang tidak diperlakuan akan tumbuh di tahun pertama penyimpanan biji (Seed Storage) Pembibitan biji dapat dilakukan dengan memberi perlakuan tertentu pada biji trembesi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan lebih cepat, yaitu dengan memasukkan biji dalam air selama 1-2 menit dengan suhu 800C (1760F) dengan voluem air 5x lebih banyak dari volume biji, aduk biji kemudian keringkan. Rendam biji dalam air hangat dengan suhu 30-400 C (86-1040F )selama 24 jam. Metode ini akan membnatu perkecambahan biji 90-100%. (Craig and George, tanpa tahun). Skarifikasi biji (pengelupasan biji) akan tampak 3-5 hari setelah perlekuan dengan menyimpannya dalam tempat teduh dengan pemberian air yang konstan untuk membantu pertumbuhan biji. Biji sudah siap untuk ditanam setelah perkecambahan. Saat itu panjang kecambah 20-30 m. Bibit yang mempunyai diameter >10 mm dapat lebih bertahan dari air hujan. Perkiraan ukuran bibit saat penanaman yaitu ketika mempunyai tinggi sekitar 15-30 cm (6-12 inci) dengan panjang akar sekitar 10 cm (4 inci) dan panjnag batang mencapai 20 cm (8 inci). Diameter batang dari bibit harus mencapai 5-30 mm. Penanaman ini dapat dilakukan di pasir (tempat pembibitan) atau di tanam di polybag yang berukuran 1020 cm dengan komposisi 3:1:1 (tanah : pasir : kompos). Perawatan bibit diperlukan untuk menjaga bibit agar bisa tumbuh besar terutama dari serangan hama dan terpaan angin.

Perawatan ini dilakukan sampai Rain Tree menjadi lebih tinggi dan siap untuk melindungi.

KAPUK RANDU Untuk perbanyakannya, kapuk randu dapat dilakukan dengan cara stump, yaitu pembibitan kapuk randu dilakukan pada bedengan-bedengan pembibitan dimana untuk 1Ha diperlukan biji kapuk sebanya 16 kg. Setelah berumur 1 (satu) tahun akar tunggang dipotong sampai tertinggal kurang lebih 30 cm dan lingkar batang pada leher akar telah mencapai kurang lebih 10 cm. Cara kedua adalah stek, yaitu dengan cara mengambil dari batang kapuk randu yang sudah tua, sepanjang 1,5 2 m. Kapuk randu kurang menghendaki tanah yang berpasir.. Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Untuk tanah subur, lubang tanam dibuat dengan ukuran 40x40x40 cm, jika tanahnya kurang subur maka dibuat lubang tanam dengan ukuran 80x80x80 cm. Untuk penanaman skala perkebunan besar dapat dipakai jarak 77 m atau 88 m, jika dipakai pola tumpang sari antara kapuk randu dengan palawija sebaiknya berjarak tanam 1010 m serta jarak tanaman tumpangsari dibatasi 2 m dari pohon kapuk randu. Pemupukan diberikan 2 (dua) kali setahun atau sekaligus setahun sekali. Perawatan kapuk randu dilakukan untuk mengurangi gulma serta benalu Pemangkasan sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan. Kapuk randu sangat

bermanfaat bagi para petani di daerah yang bertanah tandus dan beriklim kering, selain bernilai ekonomi juga berfungsi sebagai penahan tanah dari erosi, mencegah banjir dan sebagai tanaman penghijauan yang dapat diandalkan untuk usaha pengawetan tanah dan melestarikan sumber daya alam.

ALAMANDA
Alamanda Cathartica adalah tanaman hias dan tanaman peneduh, umum disebut sebagai buttercup. Bunga alamanda berasal dari daerah Amerika Tengah dan Selatan dan banyak ditemukan di Brazilia karena bentuknya yang indah. Bunga ini digunakan sebagai bunga alamanda dan juga sering disebut sebagai bunga terompet emas, bunga lonceng kuning, atau bunga Alamanda lebih dikenal dengan sebutan Yellow Bell, Golden Trumpet, atau Buttercup Flower. Namun seiring dengan perkembangan, bunga Terompet

diperbanyak dengan cara penyilangan atau stek dan dapat menghasilkan bunga Terompet berwarna putih, ungu, merah muda atau oranye. Perkembangbiakan tanaman alamanda dapat dilakukan dengan cara vegetative yaitu merunduk. Caranya ialah: Rundukkan cabang alamanda hingga dekat atau menempel pada tanah. Tanam rundukan cabang tersebut. Potong dan tanam potongan rundukan tersebut.

MANGGA
Cara Perkembangbiakan mangga secara Vegetatif: Cangkok Langkah-langkah Mencangkok Mangga: Pilih cabang pohon mangga yang bergaris tengah kira-kira 2 cm dan dahan tumbuh tegak. Sayatlah kulit cabang secara melingkar. Kulit cabang yang disayat sebaiknya berada tepat di bawah kuncup daun. Keratlah kulit dahan itu dengan ujung pisau. Usap kambium yang masih melekat pada bagian kayu, buang lendir yang membasahinya. Keringkan bagian cabang yang telah dikupas dengan membiarkannya selama 25 hari.

Bungkus cabang yang telah terkelupas dengan plastik, ijuk, atau sabut. Ikatlah bagian bawah lembaran pembungkus di bawah sayatan. Masukkan tanah gembur ke dalam pembungkus itu. Rapikan sehingga dahan yang terkelupas itu tertutup tanah seluruhnya. Ikatlah bagian atas lembaran pembungkus. Jagalah tanah pada bagaian yang dicangkok agar tetap lembap. Pertumbuhan akar yang sempurna membutuhkan waktu berbulan-bulan. Jika akar tumbuh sempurna, potonglah dahan tesebut dengan gergaji tepat di bawah pembungkus cangkokan.

Tanamlah cangkokan di wadah persemaian (polybag) ini. Letakkan di tempat yang agak teduh. Waktu yang dibutuhkan untuk penyemaian kira-kira 3 bulan. Setelah itu semaian dapat dipindahkan ke tempat yang lebih banyak mendapat cahaya matahari. Hasil semaian mangga dapat ditanam di tanah terbuka.