Anda di halaman 1dari 29

GANGGUAN KESEIMBANGAN ASAM BASA

ASIDOSIS DAN ALKALOSIS RESPIRATORIK

POKOK BAHASAN

Asam Basa Asidosis Alkalosis Regulasi respirasi thd keseimbangan a & b Asidosis respiratorik Alkalosis respiratorik
2

ASAM
Asam sekelompok zat yang mengandung hidrogen yang mengalami disosiasi apabila berada dalam larutan untuk menghasilkan H+ bebas dan anion (ion bermuatan negatif) Ada 2 macam asam, yaitu : Asam kuat Asam lemah
3

ASAM
Tingkat disosiasi @ asamkonstan jika berada dalam larutan yang dinyatakan konstanta disosiasi sebagai berikut : [H+][HCO3-]/[H2CO3] = K [H+][HCO3-]mewakili konsentrasi ion-ion yang terbentuk dari penguraian H2CO3 [H2CO3] mewakili konsentrasi H2CO3 utuh (tidak terurai)
4

ASAM
Asam kuatasam yg berdisosiasi dgn cepat & tu melepaskan sejumlah besar ion H+ dlm larutan ,mis : asam hidrochlorida (HCL) H+ bebas dan CL- (chlorida) apabila dilarutkan dalam H2O Asam lemahasam yang berdisosiasi dengan lambat hanya sebagian molekul yang terdisosiasi menjadi H+ bebas dan HCO3 (anion bikarbonat) apabila dilarutkan dalam H2O, mis : asam karbonat (H2CO3)
5

BASA
Basaion atau molekul yang dapat berikatan dengan H+ bebas dan menarik ion tersebut dari larutan Sinonimnya alkali suatu molekul yang terbentuk dari kombinasi satu atau lebih logam-logam alkali-natrium, kalium, litium dengan ion hidroksil [OH-] Ada 2 macam, yakni basa kuat dan lemah
6

BASA
Basa kuat basa yang bereaksi secara cepat dan kuat dengan H+, mis : [OH-] yang bereaksi H+ untuk membentuk air [H2O] Basa lemah basa yang bereaksi jauh lebih lemah dengan H+ dp [OH-], mis : basa bikarbonat [HCO3-]
7

ASIDOSIS & ALKALOSIS


pH darah arteri 7,45 pH darah vena 7,35rata-rata 7,4 Asidosispeningkatan sistemik konsentrasi ion H+, akibatnya pH darah turun di bawah 7,35, sebaliknya Alkalosis penurunan sistemik konsentrasi ion H+, akibatnya pH darah naik lebih dari 7,45
8

ASIDOSIS
Asidosis terjadi pada kondisi : Konsentrasi ion H+ me karena
Kegagalan paru mengeluarkan CO2 atau Produksi asam-asam yang mudah dan tidak mudah menguap secara ber>>>

Pengeluaran basa bikarbonat [HCO3-) karena :


Diare persisten Ginjal gagal menyerap kembali bikarbonat atau mensekresi ion H+

Mekanisme kompensasi sebagai berikut :


9

ASIDOSIS
Rasio HCO3- terhadap CO2 dalam CES me menyebabkan pe pH Pe ion bikarbonat [HCO3-] terhadap ion H+ dalam cairan tubulus ginjalion H+ ber>>> di dalam tubulus ginjalreabsorpsi HCO3- , NH4+, dan HPO4Pada asidosis, ginjal mereabsorpsi semua ion HCO3- yang disaring dan menyumbangkan HCO3baru mell pembentukan NH4+ dan asam tertitrasiuntuk ekskresi ion H+ dan Pe++ ion HCO3- thd CESpH kembali normal
10

ALKALOSIS
Alkalosis terjadi pada kondisi : Pengeluaran CO2 yang ber>>> pe Pco2 plasma yang disebabkan hiperventilasi Pe Pco2 plasmamenimbulkan pe kecepatan sekresi ion H+ oleh tubulus ginjal Keluarnya asam-asam yang tidak mudah menguap melalui muntah Asuhan basa yang ber>>>
11

ALKALOSIS
Pe kecepatan sekresi ion H+ akan mengurangi ion H+ dalam cairan tubulus ginjalakibatnya ion H+ tdk mampu bereaksi dengan semua HCO3yang disaringHCO3- yg tdk bereaksi dgn ion H+ tidak direabsorpsi dan diekskresikan dalam urinpe kons HCO3- plasma dan koreksi alkalosis
12

ALKALOSIS
Rasio HCO3- terhadap CO2 dalam CES me menyebabkan pe pH[pe kons. ion CO2] Pe ion bikarbonat [HCO3-] terhadap ion H+ dalam cairan tubulus ginjal Mekanisme kompensasi, ion HCO3- yg tidak dapat direabsorpsi tubulus, oleh karenanya dieksresikan dalam urin, jadi pada alkalosis, HCO3- dikeluarkan dari CES melalui ekskresi ginjalefek pe+++ ion H+ thd CESmembantu mengembalikan kons ion H+ dan pH kembali normal
13

PENGATURAN PERNAPASAN THD KESEIMBANGAN ASAM BASA

Pernapasan mempengaruhi pH cairan tubuh okpernapasan mengatur konsentrasi CO2 dalam cairan tubuh Pe Pco2 CES me pH, sebaliknya Pe Pco2 CES me pH Pe ventilasi CO2 dari CES mell kerja massa, akan mengu<<< konsentrasi ion H+, sebaliknya pe ventilasi akan me CO2 dan konsentrasi ion H+ dalam CES
14

PENGATURAN PERNAPASAN THD KESEIMBANGAN ASAM BASA

CO2 bereaksi dengan air [H2O] membentuk asam karbonat [H2CO3], yg akan terionisasiion H+ dan HCO3Makin banyak ion H+ terdapat dalam cairan tubuh, akan makin rendah pH, sebaliknya makin sedikit ion H+ terdapat dalam cairan tubuh, akan makin tinggi pH.
15

ASIDOSIS RESPIRATORIK
Asidosis respiratorikpe pH arteri yang terjadi akibat gangguan respirasi primerfrekuensi atau efesiensi pernapasan me sehingga terjadi penumpukan CO2 dalam cairan tubuh Ke>>> CO2 ini mengakibatkan pembentukan ion H+ >>>me pH Normal PaCO2 darah arteri 40 mmhg bila ber>>> [hiperkapnia] paru-paru gagal membuang CO2.

16

ASIDOSIS RESPIRATORIK
Asidosis respiratorikpe pH, pe kons ion H+ CES, dan pe Pco2 Respon kompensasi sbb : Pe HCO3- plasma, yang disebabkan oleh pe+++ HCO3- baru ke dalam CES ginjal Pe HCO3- membantu mengimbangi pe Pco2, sehingga mengembalikan pH plasma kembali normal
17

ALKALOSIS RESPIRATORIK
Alkalosis respiratorikpe pH arteri yang terjadi akibat gangguan respirasi frekuensi atau efesiensi pernapasan me sehingga terjadi pengeluaran CO2 ber >>> dan menurunkan pembentukan ion H+ Ke<<< CO2 ini mengakibatkan pembentukan ion H+ berkurang me pH Normal PaCO2 darah arteri 40 mmhg bila ber<<< [hipokapnia]

18

ALKALOSIS RESPIRATORIK
Respon kompensasi sebagai berikut : Penurunan Pco2 primer pada alkalosis respiratorik adalah penurunan konsentrasi HCO3- plasma yang disebabkan oleh pe ekskresi HCO3oleh ginjal. Hal ini dilakukan untuk membantu menurunkan sekresi ion H+ sehingga pH kembali normal.
19

KONTROL UMPAN BALIK NEGATIF RESPIRASI

20

Analisis gangguan asam basa yang sederhana

21

Pengambilan darah arteri


Persiapan alat
Spuit 2 ml atau 3 ml dengan jarum ukuran 22 atau 25 (untuk anak-anak) dan nomor 20 atau 21 untuk dewasa Heparin botol 10 ml, 1000 unit/ml (dosis-multi) Yodium-povidin Penutup jarum (gabus atau karet) Kasa steril Kapas alkohol
22

Plester dan gunting Pengalas handuk kecil Sarung tangan sekali pakai Obat anestesi lokal jika dibutuhkan Wadah berisi es (baskom atau kantong plastik) Kertas label untuk nama, tanggal, waktu, apakah menerima O2 dan bila ya berapa banyak dan dengan rute apa, suhu pasien. Thermometer Bengkok
23

Prosedur kerja
Baca status dan data klien untuk memastikan pengambilan AGD Cek alat-alat yang akan digunakan Cuci tangan Beri salam dan panggil klien sesuai dengan namanya Perkenalkan nama perawat Jelaskan prosedur yang akan dilakukan pada klien Jelaskan tujuan tindakan yang dilakukan
24

Beri kesempatan pada klien untuk bertanya Tanyakan keluhan klien saat ini Jaga privasi klien Dekatkan alat-alat ke sisi tempat tidur klien Posisikan klien dengan nyaman Pakai sarung tangan sekali pakai Palpasi arteri radialis Lakukan allens test Hiperekstensikan pergelangan tangan klien di atas gulungan handuk
25

Raba kembali arteri radialis dan palpasi pulsasi yang paling keras dengan menggunakan jari telunjuk dan jari tengah Desinfeksi area yang akan dipungsi menggunakan yodium-povidin, kemudian diusap dengan kapas alkohol Berikan anestesi lokal jika perlu Bilas spuit ukuran 3 ml dengan sedikit heparin 1000 U/ml dan kemudian kosongkan spuit, biarkan heparin berada dalam jarum dan spuit
26

Sambil mempalpasi arteri, masukkan jarum dengan sudut 45 sambil menstabilkan arteri klien dengan tangan yang lain Observasi adanya pulsasi (denyutan) aliran darah masuk spuit (apabila darah tidak bisa naik sendiri, kemungkinan pungsi mengenai vena) Ambil darah 1 sampai 2 ml Tarik spuit dari arteri, tekan bekas pungsi dengan menggunakan kasa 5-10 menit Buang udara yang berada dalam spuit, sumbat spuit dengan gabus atau karet
27

Putar-putar spuit sehingga darah bercampur dengan heparin Tempatkan spuit di antara es yang sudah dipecah Ukur suhu dan pernafasan klien Beri label pada spesimen yang berisi nama, suhu, konsentrasi oksigen yang digunakan klien jika kilen menggunakan terapi oksigen Kirim segera darah ke laboratorium Beri plester dan kasa jika area bekas tusukan sudah tidak mengeluarkan darah (untuk klien yang mendapat terapi antikoagulan, penekanan membutuhkan waktu yang lama)
28

Bereskan alat yang telah digunakan, lepas sarung tangan Cuci tangan Kaji respon klien setelah pengambilan AGD Berikan reinforcement positif pada klien Buat kontrak untuk pertemuan selanjutnya Akhiri kegiatan dan ucapkan salam Dokumentasikan di dalam catatan keperawatan waktu pemeriksaan AGD, dari sebelah mana darah diambil dan respon klien.
29