P. 1
Referat Dr Rudi Sp.ot

Referat Dr Rudi Sp.ot

|Views: 17|Likes:
Dipublikasikan oleh Cahya Daris Triwibowo

More info:

Published by: Cahya Daris Triwibowo on Jun 10, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/20/2014

pdf

text

original

REFRAT EMERGENCY ORTHOPEDICS

Disusun Oleh : Cahya Daris Tri Wibowo H2A008008

Kejadian kegawatan ortopedi (emergency orthopedics) banyak dijumpai. Penanganan emergency orthopedics telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Teknologi dalam bidang kesehatan juga memberikan kontribusi yang sangat untuk menunjang penanganan emergency orthopedics. Tenaga medis dituntut untuk mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang adekuat terkait dengan proses perawatan emergency orthopedics pertama kali di IGD yang komprehensif, yang dimulai dari pengkajian yang komprehensif, perencanaan intervensi yang tepat, implementasi tindakan, evaluasi hasil yang ditemukan selama perawatan serta dokumentasi hasil yang sistematis.

 sifatnya yang mengancam jiwa (life threatening )  Sifatnya yang mengancam kelangsungan ekstremitas ( limb threatening) .Berdasar sifatnya emergency orthopedics dibedakan menjadi dua.

Disrupsi Cincin Pelvis dengan Perdarahan D. Traumatik Amputation . Open Fracture B. Yang termasuk dalam kasus Emergency Orthopedics adalah : A. Compartment Syndrome C. Dislokasi E.

Osteomielitis Akut I.F. Fat Embolism System J. Unstable Cervical Spine . Trauma Vaskuler Besar G. Septic Arthritis H.

1. Fraktur merupakan terbuka emergensi bedah ortopedi. karena risiko untuk terjadinya infeksi pada tulang yang fraktur tinggi. Komplikasi jangka panjang adalah terancamnya fungsi tungkai. DEFINISI Dikatakan fraktur terbuka jika terdapat hubungan antara daerah yang fraktur dengan dunia luar. biasanya karena kulit di atasnya sudah tidak intak. 2010). dan dalam kasus infeksi sistemik dapat mengancam jiwa (Budiman. .

seringnya cedera kecepatan-tinggi dengan komponen kehancuran yang berat Laserasi luas. KLASIFIKASI DESKRIPSI Kulit terbuka < 1 cm. kehancuran minimal-sedang. fraktur segmental. fraktur transversum/oblique pendek yang sederhana dengan kominutif minimal Kerusakan jaringan lunak luas. flap. kulit dan struktur neurovaskular.2. termasuk otot. cedera tembak Kerusakan jaringan lunak luas dengan terkupasnya periosteal dan ekspos tulang. bersih. paling mungkin lesi dalam daripada luar. biasanya berhubungan dengan kontaminasi luas Cedera vaskular membutuhkan perbaikan I TIPE FRAKTUR II III III A III B III C . atau avulsi. fraktur transversum atau oblique yang sederhana Laserasi > 1 cm dengan kerusakan jaringan lunak luas. mencakup tulang adekuat. kontusio otot minimal.

dimana teknik antiseptik mulai digunakan. bersama dengan debridement semua jaringan yang terkontaminasi dan devitalisasi. PENATALAKSANAAN Amputasi telah menjadi pengobatan menetap sampai pertengahan abad ke 18. . Antiseptik. membuktikan reduksi pertama pada mortalitas.3.

A B C D b. Cuci Luka c. Pencegahan Tetanus . Debridement dalam golden period (6 jam) dengan general anestesia d. fragmen jangan dimasukkan e. Imobilisasi. Antibiotik dan analgetik f. luka ditutup kain bersih. Penatalaksanaan di IGD a.

Paula. Pilihan penanganan untuk sindrom kompartemen akut adalah dekompresi dini (Rasul. Ini biasanya terjadi setelah peristiwa traumatis. 2011) . 2012. Definisi Sindrom kompartemen akut terjadi ketika tekanan jaringan dalam kompartemen otot tertutup melebihi tekanan perfusi dan menyebabkan otot dan saraf iskemia.1. paling sering patah tulang.

nyeri) dan kehilangan fungsi jaringan (mati rasa dan lemah. nervus dan otot terlibat pada kompartemen yang terinfeksi) c. (Paula R. 2007) . Diagnosa pasti dengan mengukur tekanan kompartemen. menurunnya perfusi (pengisian kembali kapiler. Pemeriksaan fisik: bukti ketegangan kompartemen.2. Nyeri yang melebihi kapasitas cedera b. Gejala Klinis a.

Penatalaksanaan • Singkirkan penyebab kompresi • O2 • Pertahankan ekstremitas setinggi jantung • Konsultasi ortopedi atau bedah darurat • Fasciotomi .3.

Ahli bedah ortopedi dan ahli traumatologi secara luas mengklasifikasikan disrupsi cincin pelvis kedalam dua kelompok mayor : stabil dan tidak stabil.1. Stabilitas ini bergantung pada integritas struktur ligamen dan tulang (Guthrie et al.. . 2010). Definisi Perdarahan retroperitoneal dan cederacedera lain sehubungan dengan fraktur. Pelvis yang stabil didefenisikan sebagai sesuatu yang dapat tetap bertahan dari gaya fisiologis tanpa dislokasi.

pelvig sling. Terapi definitif pemasangan CCLAMP d. Hentikan perdarahan dengan : • Dirrect Preasure • Pemasangan stagen. Resusitasi cairan b. Rujuk .2. Penatalaksanaan a. PASG • Terapi definitif c.

1. melumpuhkan anggota badan . Definisi Dislokasi adalah cedera yang terisolasi.

Sebelumny Selanjutnya Bagian: Gawat Darurat Departemen Selain itu.2. Dislokasi dari kaki pertama mungkin sulit untuk direduksi. Dislokasi dari jari-jari kaki sering dapat dikurangi dengan anestesi lokal (blok digital) di UGD dengan traksi longitudinal yang sederhana. perawatan biasanya melibatkan analgesia yang tepat. metatarsophalangeal pertama (MTP) dan dislokasi interphalangeal (IP) yang terbuka atau tidak dapat direduksi memerlukan konsultasi ortopedi. Penatalaksanaan Di IGD. . es. dan elevasi. Sebagian lainnya MTP dan IP dislokasi mudah dikelola oleh dokter IGD.

Definisi Amputasi traumatik adalah hilangnya bagian tubuh biasanya jari.1. kelopak mata dan alat kelamin. kaki. lengan. lengan (radius/ulna). tulang belikat (tulang belikat) dan tulang kerah (klavikula). jari tangan. tangan (metakarpal). atau kaki yang terjadi sebagai hasil dari kecelakaan atau trauma. pergelangan tangan (carpals). jari kaki. Sebuah amputasi traumatik dapat melibatkan bagian tubuh. hidung. tangan. jari kaki. telinga. . Anggota tubuh bagian atas termasuk jari-jari (falang). lengan atas (humerus). termasuk lengan.

.2. rehabilitasi awal. darurat awal dan manajemen perawatan kritis. dan infeksi. 2001). shock. teknik bedah baru. Penatalaksanaan Yang paling penting di sini adalah meminimalkan perdarahan. Teknik ekstremitas replantation baru telah cukup berhasil. dan prostetik baru. tapi regenerasi saraf tidak lengkap tetap menjadi faktor pembatas utama (Pike. Hasil jangka panjang untuk diamputasi telah meningkat karena pemahaman yang lebih baik dari manajemen amputasi traumatik.

. arteri inguinalis. tekanan femoralis di luka ekstremitas bawah) (Scott. arteri brachialis dan arteri femoralis. Kontrol pendarahan dengan penekanan untuk pembuluh darah proksimal dari cedera (misalnya. Lesi vaskuler besar yang tersering adalah arteri poplitea dan arteri radialis. 2011). Penanganan cedera vena diligasi dan berikan resusitasi cairan. Diagnosis umumnya ditegakkan dengan arteriografi atau Dopler. dan pengukuran saturasi O2 jari distal.

Definisi Septic artritis adalah suatu proses inflamasi yang steril biasanya hasil dari proses ekstra-artikular.1. Septic arthritis biasanya menyebabkan ketidaknyamanan dan kesulitan menggerakkan sendi yang terkena (Yuliasih. . 2009).

Tanda dan gejalanya antara lain: › Demam › Nyeri parah pada sendi yang terkena. terutama ketika menggerakkan sendi › Pembengkakan sendi yang terkena › Hangat di daerah sendi yang terkena Penanganan › Drainase › Antibiotik › Mobilisasi sendi secara lembut .2. 3.

Definisi Osteomyelitis adalah proses inflamasi akut atau kronik pada tulang dan struktur sekundernya karena infeksi oleh bakteri piogenik. Resusitasi cairan › › › › Antibiotika Pemeriksaan biakan darah Immobilisassi anggota gerak yang terkena Analgetik antipiretik . Penanganan › 2.1.

.1. 2009). Definisi Fat embolism syndrome (FES) adalah suatu keadaan klinis diamana emboli lemak atau fat macrobules dalam sirkulasi menyebabkan disfungsi multisistem (Shaikh.

2. Petekhie axiler atau subkonjungtival. PaO2 di bawah 60 mmHg. 3. dan edema pulmonal . Depresi saraf pusat yang tidak sesuai dengan hipokseminya. Terjadi sebentar saja (4 – 6 jam).Kriteria mayor : 1. Hipoksemia. 4.

Emboli tampak pada retina pada pemeriksaan fundoskopi. Demam lebih dari 38. 6. 3. Gumpalan lemak tampak pada sputum. Penurunan hematokrit atau jumlah platelet yang mendadak dan tidak diketahui penyebabnya. Lemak terdeteksi pada urine. 4. .5ºC. 7. Takikardi lebih dari 110 bpm 2. Peningkatan LED atau viskositas plasma.Kriteria minor : 1. 5.

 Menurut kriteria gurd diagnosis FES membutuhkan setidaknya 1 tanda dari kriteriamayor dan setidaknya 4 tanda dari kriteria minor  Penatalaksanaan › Spontaneous ventilator › CPAP dan ventilasi non invasif › Mechanical ventilation and PEEP › Resusitasi cairan .

misal rontgen. dan puasakan pasien Lakukan prosedur diagnostik. beri analgetik.       Penanganan : Ambulasi. seperti 4 orang mengangkat balok. Glisson Traction 3-5 kg Pindahkan ke bangsal. . Di atas bed dengan alas datar dan keras Infus RL. Crutchfild.

 Beberapa emergensi ortopedi dalam lingkup dunia kedokteran yang menjadi prioritas dan penanganan khusus. dislokasi. teknik reduksi. dislokasi. yaitu : open fracture. fraktur pelvic yang tidak stabil. fraktur dengan cidera vaskuler. membuat dan menginterpretasikan suatu hasil radiologi yang dibutuhkan dalam penanganan terhadap kasus emergensi ortopedi. compartement syndrome. dibutuhkan untuk mengelola cedera serta pemahaman tentang pembacaan radiologi. osteomyelitis akut. dan teknik bidai. pola fraktur. dan fat embolism syndrome  . traumatik amputasi.Pengetahuan dasar mengenai cedera ortopedi.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->