Anda di halaman 1dari 27

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Keluarga berencana (KB) adalah istilah yang mungkin sudah lamadikenal. KB artinya mengatur jumlah anak sesuai kehendak dan menentukan sendiri kapan seseorang ingin hamil. Bila ia memustuskan untuk tidak hamil sesudah menikah, ia bisa mengikuti program KB. Layanan KB di Indonesia cukup mudah untuk di peroleh. KB termasuk masalah yang kontroversional, sehingga 1.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan 1.4 Manfaat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Keluarga Berencana (KB) 2.2 Macam-Macam Keluarga Berencana (KB) 2.2.1 Metode Sederhana 1) Tanpa Alat a. KB Alamiah: Metode Kalender (Ogino-Knaus) Dasar: menentukan waktu ovulasi dari data haid yang dicatat selama 6-12 bulan terakhir. Tahun 1930 Kyusaku Ogino di Jepang dan Herman Knaus di Austria, yang bekerja sendiri-sendiri,

menemukan bahwa: Ogino : ovulasi umumnya terjadi pada hari ke-15 sebelum haid berikutnya, tetapi dapat pula terjadi 12-16 hari sebelum haid yang akan datang. Knaus : ovulasi selalu terjadi pada hari ke 15 sebelum haid yang akan datang. Teknik Metode Kalender: Seorang wanita menentukan masa suburnya dengan: Mengurangi 18 hari dari siklus haid terpendek, untuk menentukan awal dari masa suburnya. Mengurangi 11 hari dari siklus haid terpanjang, untuk menentukan akhir dari masa suburnya.

Metode Suhu Badan Basal (Termal) Dasar : Peninggian suhu badan basal 0,2-0,5 0C pada waktu ovulasi

Peninggian suhu badan basal mulai 1-2 hari setelah ovulasi,dan disebabkan oleh peninggian kadar hormone progesterone.

Teknik Metode Suhu Badan Basal: Umumnya digunakan thermometer khusus dengan kalibrasi yang diperbesar (basal thermometer), meskipun thermometer biasa dapat juga dipakai. Waktu pengukuran harus pada saat yang sama setiap pagi dan setelah tidur nyenyak sedikitnya 3-5 jam serta masih dalam keadaan istirahat mutlak. Pengukuran dilakukan secara: o Oral (3 menit) o Rectal (1 menit), ini cara terbaik o Vagina Efektifitas Metode Suhu Badan Basal: Angka kegagalan : 0,3-6,6 kehamilan pada 100 wanita per tahun. Kerugian utama metode suhu badan basal ialah bahwa abstinens sudah harus dilakukan pada masa pra-ovulasi.

Metode Lendir Serviks (Billings) Dasar : perubahan siklus dari lendir serviks yang terjadi karena perubahan kadar estrogen. Peranan Lendir Serviks. Lendir serviks yang diatur oleh hormone

estrogen dan progesterone ikut beperan dalam reproduksi. Pada tiap siklus haid di produksi 2 macam lendir serviks oleh sel-sel serviks, yaitu: Lendir Type-E (Estrogenik): o Di produksi pada fase akhir pra-ovulasi dan fase ovulasi

o Sifat-sifat: Banyak, tipis, seperti air (jernih)dan

viskositas rendah. Spinnbarkeit (elastisitas) besar.

Spinnbarkeit= sampai seberapa jauh lendir dapat diregangkan selama putus. Bila dikeringkan terjadi bentuk seperti daun pakis (fernlikepatterns, ferning, arborization). o Spermatozoa dapat menembus lendir ini Lendir Type-G (Gestagenik): o Di produksi pada fase awal pra-ovulasi dan setelah ovulasi o Sifat-sifat: Kental Viskositas tinggi Keruh (opaque) o Dibuat karena peninggian kadar progesterone o Spermatozoa tidak dapat menembus lendir ini

Cirri-ciri lendir serviks pada berbagai fase dari siklus haid (30 hari): Fase 1: o Haid o Hari 1-5 o Lendir dapat ad atau tidk, dan tertutup oleh darah haid. o Perasaan wanita : bash atau licin (lubrikatif) Fase 2: o Pasca haid o Hari 6-10 o Tidak ada lendir atau sedikit sekali

o Perasaan wanita kering Fase 3: o Awal pra-ovulasi o Hari 11-13 o Lendir keruh, kuning atau putih dan liat o Perasaan wanita : liat atau lembab Fase 4: o Segera sebelum, pada saat dan sesudah ovulasi o Hari 14-17 o Lendir bersifat jernih, licin, basah atau dapat diregangkan o Dengan konsistensi seperti putih telur o Hari terakhir dari fase ini dikenal sebagai gejala puncak (peak symptom). o Perasaan wanita : lubrikatif atau basah Fase 5: o Pasca ovulasi o Hari 18-21 o Lendir sedikit, keruh, liat o Perasaan wanita : liat atau lembab Fase 6: o Akhir pasca ovulasi atau segera pra haid o Hari 27-30 o Lendir jernih dan seperti air o Perasaan wanita: liat atau lembab Teknik Metode Lendir Serviks: Abstinens dimulai pada hari pertama diketahui adanya lendir setelah haid dan berlanjut sampai dengan hari ke-4 setelah gejala puncak (peak symptom).

Efektifitas Metode Lendir Serviks Angka kegagalan 0,4-39,7 kehamilan pada 100 wanita pertahun. Di samping abstinens pada saat yang diperlukan, masih ada sebab lain terjadinya

kegagalan/kehamilan: o Pengeluaran lendir mulainya terlambat. o Gejala-puncak(peak symptom) timbul terlalu awal/dini. o Lendir tidak dirasakan oleh wanita atau dinilai salah.

Metode Simpto-Termal Dasar : kombinasi antara bermacam metode KB Alamiah untuk menentukan masa

subur/ovulasi Efektivitas : angka kegagalan 4,9-34,4 kehamilan pada 100 wanita pertahun Kontra indikasi Metode KB Alamiah Umumnya merupakan kontra indikasi relative: Siklus haid yang tidak teratur Riwayat siklus haid yang an-ovulatoir Kurve suhu badan yang tidak teratur.

Keuntungan dan Kerugian dari Kontrasepsi KB Alamiah Keuntungan: o Aman o Murah/tanpa biaya o Dapat diterima oleh banyak golongan agama o Sangat berguna baik untuk merencanakan maupun menghindari terjadinya kehamilan

o Mengajar wanita, kadang-kadang suaminya, perihal siklus haid o Tanggung jawab berdua sehingga menambah komunikasi dan kerja sama Kerugian: o Kurang begitu efektif dibandingkan metodemetode kontrasepsi lain. o Perlu instruksi dan konseling sebelum memakai metode ini o Memerlukan catatan siklus haid yang cukup o Dapat menghambat spontanitas psikologis dan kseulitan-kesulitan dalam perkawinan o Bila siklus haid tidak teratur dapat mempersulit. o Bila terjadi kehamilan ada risiko bahwa ovum/spermatozoa sudah terlalu tua. b. Coitus Interruptus Coitus interruptus adalah suatu metode kontrasepsi dimana sanggama diakhiri sebelum terjadi ejakulasi intravagina. Ejakulasi terjadi jauh dari genetalia eksterna wanita. Keuntungan: Tidak memerlukan alat/murah Tidak menggunakan zat-zat kimiawi Selalu tersedia setiap saat Tidak mempunyai efek samping

Kerugian: Angka kegagalan cukup tinggi: o 16-23 kehamilan per 100 wanita per tahun o Faktor-faktor yang menyebabkan angka kegagalan yang tinggi ini adalah: Adanya cairan pra-ejakulasi (yang sebelumnya sudah tersimpan dalam kelenjar prostat, uretra,

kelenjar cowper), yang dapat keluar setiap saat, dan setiap tetes sudah dapat mengandung berjuta-juta spermatozoa. Kurangnya control diri pria , yang pada metode ini justru sangat penting. Kenikmatan seksual berkurang bagi suami-istri, sehingga dapat mempengaruhi kehidupan perkawinan. Konta-Indikasi : ejakulasi premature pada pria 2) Dengan alat a. Mekanis (Barrier) Dasar : mengahalangi masuknya spermatozoa ke dalam traktus genetalia interna wanita kondon tidak hanya mencegah kehamilan, tetapi juga mencegah IMS termasuk HIV/AIDS efektif bila dipakai dengan baik dan benar dapat dipakai bersama kontrasepsi lain untuk mencegah IMS

Kondom merupakan selubung/ sarung karet yang terbuat dari berbagai bahan di antaranya latex(karet), plastik (vinil) atau bahan alami (produksi hewani) yang dipasang pada saat berhubungan seksual. Kondom terbuat dari karet sintesis yang tipis, berbentuk silinder, dengan muaranya berpinggir tebal, yang bila digunakan berbentuk rata atau mempunyai bentuk seperti putting susu. Berbagai bahan telah ditambahkan pada kondom baik untuk meningkatkan efektivitasnya (misalnya penambahan spermisida), maupun sebagai aksesoris aktivitas seksual. Modifikasi tersebut dilakukan dalam hal: bentuk, warna, pelumas, ketebalan, bahan.

Cara kerja: kondom menghalangi terjadinya pertemuan terjadinya pertemuan sperma dan sel telur dengan cara mengemas sperma di ujung selubung karet yang dipasang pada penis sehingga cara sperma tersebut tidak tercurah ke dalam saluran reproduksi perempuan mencegah penularan mikroorganisme (IMS termasuk HBV dan HIV/AIDS) dari satu pasangan kepada pasangan yang lain (khusus kondom yang terbuat dari bahan lateks dan vinil. Efektivitas: kondom cukup efektif bila dipakai secara benar pada setiap kali berhubungan seksual. Pada beberapa pasangan, pemakaian kondom tidak efektif karena tidak dipakai secara konsisten. Secara ilmiah didapatkan hanya sedikit angka kegagalan kondom yaitu 2-12 kehamilan

perempuan pertahun. Manfaat: kontrasepsi: o efektif bila dilakukan dengan benar o tidak mengganggu produksi ASI o tidak mengganggu kesehatan klien o Tidak mempunyai pengaruh sistemik o Murah dan dapat dibeli secara umum o Tidak perlu resep dokter atau pemeriksaan kesehatan khusus o Metode kontrasepsi sementara bila metode

kontrasepsi lainnya harus ditunda. Nonkontrasepsi o Memberi dorongan kepada suami untuk ikut ber KB o Dapat mencegah penularan IMS

o Mencegah ejakulasi dini o Membantu mencegah terjadinya kanker serviks (mengurangi iritsi bahan karsinogenik eksogen pada serviks) o Saling berinteraksi sesame pasangan o Mencegah imuno infertilitas

b. Kimiawi Spermisida adalah bahan kimia (biasanya non oksinol-9)digunakan untuk menon-aktifkan atau membunuh sperma. Dikemas dalam bentuk: aerosol (busa);tablet vagina, suppositoria atau dissolvable film; krim. Cara Kerja : Menyebabkan sel membrane sperma terpecah, memperlambat pergerakan sperma dan menurunkan kemampuan pembuahan sel telur. Manfaat: Kontrasepsi o Efektif seketika(busa dank rim) o Tidak mengganggu produksi ASI o Bisa digunakan sebagai pendukung metode lain o Tidak menggangu kesehatan klien o Tidak mempunyai pengaruh sistemik o Mudah digunakan o Meningkatkan lubrikasi selama hubungan seksual o Tidak perlu resep dokter atau pemeriksaan kesehatan khusus Nonkontrasepsi o Merupakan salah satu perlindungan terhadap IMS termasuk HBV dan HIV/AIDS.

Keterbatasan: Efektivitas kurang (3-21 kehamilan per 100 wanita per tahun pertama) Efektivitas sebagai kontrasepsi bergantung pada

kepatuhan mengikuti cara penggunaan. Ketergantungan pengguna dari motivasi berkelanjutan dengan memakai setiap melakukan hubungan seksual. Pengguna harus menunggu 10-15 menit setelah aplikasi sebelim melakukan hubungan seksual (tablet busa vagina, suppositoria dan film). Efektivitas aplikasi hanya 1-2 jam..

2.2.2 Metode Modern 1) Kontrasepsi Hormonal: a. Per kombinasi: Dasar: Efektif dan reversible Harus diminum setiap hari Pada bulan-bulan pertama efek samping berupa mual dan perdarahan bercak yang tidak berbahaya dan segera akan hilang Efek samping serius jarang terjadi Dapat dipakai oleh semua ibu usia reproduksi, baik yang sudah mempunyai anak maupun yang belum Dapat mulai diminum setiap saat bila yakin sedang tidak hamil Tidak dianjurkan pada ibu yang sedang menyusui Dapat dipakai sebagai kontrasepsi darurat.

Jenis: Monofasik : pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormone aktif estrogen/progestin (E/P)

dalam dosis yang sama dengan 7 tablet tanpa hormone aktif Bifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormone aktif estrogen/progestin(E/P) dengan dua dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa hormone aktif. Trifasik: pil yang tersedia dlam kemasan 21 tablet yang mengandung hormone aktif estrogen/progestin (E/P) dengan tiga dosis yang bebeda, dengan 7 tablet tanpa hormone aktif. Cara kerja: Menekan ovulasi Mencegah implantasi Lendir serviks mengental sehingga sulit dilalui oleh sperma Pergerakan tuba terganggu sehingga transportasi telur dengan sendirinya akan terganggu pula. Manfaat: Memiliki efektifitas yang tinggi(hamper menyerupai efektivita tubektomi), bila digunakan setiap hari (1 kehamilan per 1000 wanita dalam tahun pertama penggunaan) Risiko terhadap kesehatan sangat kecil Tidak menggangu hubungan seksual Siklus haid menjadi teratur, banyak darah haid berkurang(mencegah anemia), tidak terjadi nyeri haid Dapat digunakan jangka panjang selam wanita masih ingin menggunakannya untuk mencegah kehamilan. Dapat digunakan sejak usia remaja hingga menopause

Nudah dihentikan setiap saat. Kesuburan segera kembali setelah penggunaan pil dihentikan. Dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat. Membantu mencegah: o Kehamilan ektopik o Kanker ovarium o Kanker endometrium o Kista ovarium o Penyakit radang panggul o Kelainan jinak pada payudara o Disminore o Akne

Keterbatasan: Mahal dan membosankan karena harus menggunakan setiap hari. Mual, terutama pada 3 bulan pertama Perdarahan bercak atau perdarahan sela, terutama 3 bulan pertama Pusing Nyeri payudara Berat badan naik sedikit, tetapi pada wanita tertentu kenaikan berat badan justru memiliki dampak positif Berhenti haid (amenore), jarang pada pil kombinasi Tidak boleh diberikan pada wanita menyusui

(mengurangi ASI). Pada sebagian kecil perempuan dapat menimbulkan depresi, dan perubahan suasana hati, sehingga keinginan untuk melalukan hubungan seksual berkurang.

Dapat meningkatkan tekan darah dan retensi cairan, sehingga risiko stroke, dan gangguan pembekuan darah pada vena dalam sedikit meningkat. Pada wanita usia >35 tahun dan merokok perlu hati-hati.

Tidak

mencegah

IMS

(infeksi

Menular

Seks),

HBV,HIV/AIDS b. Injeksi/Suntikan kombinasi Jenis suntikan kombinasi adalah 25 md depo medroksiprogesteron asetat dan 5 mg estradiol sipionat yang diberikan injeksi I.M. sebulan sekali (Cyclofem), dan 50 mg noretindron enantat dan 5 mg estradiol valerat yang diberikan injeksi I.M. sebulan sekali. Cara kerja: Menekan ovulasi Membuat lendir serviks menjadi kental sehingga penetrasi sperma terganggu Perubahan pada endometrium (atrofi) sehingga

implantasi terganggu Menghambat transportasi gamet oleh tuba.

Efektifitas: Sangat efektif (0,1-0,4 kehammilan per 100 wanita) selama tahun pertama penggunaan. Keuntungan Kontrasepsi: Risiko terhadap kesehatan kecil Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri Tidak diperlukan pemeriksaan dalam Jangka panjang Efek samping sangat kecil Klien tidak perlu menyimpan obat suntik

Keuntungan Nonkontrasepsi: Mengurangi jumlah perdarahan Mengurangi nyeri saat haid Mencegah anemia Khasiat pencegahan terhadap kanker ovarium dan kanker endometrium Mengurangi penyakit payudara jinak dan kista ovarium Mencegah kehamilan ektopik Melindungi klien dari jenis-jenis tertentu penyakit radang panggul Pada keadaan tertentu dapat diberikan pada perempuan usia perimenopause. Kerugian: Terjadi perubahan pada pola haid, seperti tidak teratut, perdarahan bercak/spotting, atau perdarahan sela sampai 10 hari. Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan dan keluhan seperti ini akan hilang setelah suntikan kedua dan ketiga. Ketergantungan klien terhadap pelayanan kesehatan. Klien harus kembali setiap 30 hari untuk mendapatkan suntikan Efektivitasnya berkurang bila digunakan bersamaan dengan obat-obat epilepsy (fenitoin dan barbiturate) atau obat tuberculosis (rifampisin). Dapat terjadi efek samping yang serius, seperti serangan jantung, stroke, bekuan darah pada patu atau otak, dan kemungkinan timbul tumor hati. Penambahan berat badan Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual, hepatitis B virus atau injeksi virus HIV.

Kemungkinan terlambanya pemulihan kesuburan setelah penghentian pemakaian.

c. Sub-kutis:Implant Dikenal dua macam impalant: Non Biodegradable impalant o Norplant (6 kapsul), berisi hormone Levonorgestrel, daya kerja 5 tahun. o Norplant-2 (2 batang), idem, daya kerja 3 tahun. o Satu batang, berisi hormone ST-1435, daya kerja 2 tahun. Rencana siap pakai: tahun 2000 o Satu batang, berisi hormone 3-keto desogestrel, daya kerja 2,5-4 tahun. Rencana siap pakai:awal

dasawarsa 1990. Saat ini di Indonesia sedang di uji caba implanon, implant 1 batang dengan panjang 4 cm, diameter luar 2mm, terdiri dari suatu inti EVA (Ethylene Vinyl Acetat) berisi 60mg 3-kerja 2-3 tahun. Biodegradable impalant Yang sedang di uji coba saat ini: o Capronor Suatu kapsul polymer berisi hormone

Levonorgestrel dengan daya kerja 18 bulan. Rencana siap-pakai: pertengahan dasawarsa 1990. o Pellets Berisi norethindrone dan sejumlah kecil kolesterol, daya kerja 1 tahun. Rencana siap pakai: pertengahan dasawarsa 1990 Cara kerja: Lendir serviks menjadi kental Mengganggu proses pembentukan endometrium

sehingga sulit terjadi implantasi

Mengurangi transportasi sperma Menekan ovulasi

Efektifitas: sangat efektif (0,2-1 kehamilan per 100 wanita) Keuntungan Kontrasepsi: Daya guna tinggi Pelindungan jangka panjang (sampai 5 tahun) Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan. Tidak memerlukan pemeriksaan dalam Bebas dari pengaruh estrogen Tidak mengganggu hubungan seksual Tidak mengganggu produksi ASI Klien hanya perlu kembali ke klinik bila ada keluhan Dapat dicabut setiap saat sesuai dengan kebutuhan.

Keuntungan Nonkontrasepsi: Mengurangi nyeri haid Mengurangi jumlah darah haid Mengurangi/ memperbaiki anemia Melindungi terjadinya kanker endometrium Menurunkan angka kejadian kelainan jinak payudara Melindungi diri dari beberapa penyebab penyakit radang panggul Menurunkan angka kejadian endometriosis.

Keterbatasan: Pada kebanyakan klien dapat menyebabkan

perubahan pola haid berupa perdarahan baercak (spotting), hipermenorea, atau meningkatnya jumlah darah haid, serta amenorea. Timbul keluhan-keluhan, seperti: Nyeri kepala Peningkatan/penurunan berat badan

Nyeri payudara Perasaan mual Pening/pusing (mood) atau kegelisahan (nervousness) Membutuhkan tindak pembedahan minor untuk insersi dan pencabutan Tidak memberikan efek protektif terhadap infeksi menular seksual termasuk AIDS. Klien tidak dapat menghentikan sendiri pemakaian kontrasepsi ini sesuai dengan keinginan, akan tetapi harus pergi ke klinik untuk pencabutan. Efektifitasnya menurun bila menggunakan obat tuberculosis

(rifampisin)atau obat epilepsy (fenitoin dan barbiturate). Terjadinya kehamilan ektopik sedikit lebih tinggi (1,3 per 100.000 wanita per tahun).

2) Intra Uterine Devices (IUD, AKDR) Dasar: Sangat efektif dan berjangka panjang (dapat sampai 10 tahun:CuT-380A) Haid menjadi lebih lama dan lebih banyak Pemasangan dan pencahutan memerlukan pelatihan. Dapat dipakai oleh semua wanita usia reproduksi Tidak boleh dipakai oleh wanita yang terpapar pada Infeksi Menular Seksual Jenis: AKDR CuT-380A. kecil, kerangka dari plastik yang fleksibel, berbentuk huruf T diselubungi oleh kawat halus yang berbuat dari tembaga (Cu). Tersedia di Indonesia dan terdapat dimana-mana.

AKDR lain yang beredar di Indonesia ialah NOVA T (Schering).

Cara Kerja: Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopii. Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri. AKDR bekerja terutama mencegah sperma dan ovum bertemu, walaupun AKDR membuat sperma sulit masuk ke dalam alat reproduksi wanita dan mengurangi kemampuan sperma untuk fertilisasi. Memungkinkan untuk mencegah implantasi telur dalam uterus. Keuntungan: Sebagai kontrasepsi, efektivitasnya tinggi. Sangat efektif 0,6-0,8 kehamilan/100 wanita dalam 1 tahun pertama (1 kegagalan dalam 125-170 kehamilan) AKDR dapat efektif segera setelah pemasangan. Metode jangka panjang (10 tahun proteksi dari CuT-380A dan tidak perlu diganti) Sangat efektif karena tidak perlu lagi mengingat-ingat. Tidak mempengaruhi hubungan seksual. Meningkatkan kenyamanan seksual karena tidak perlu takut untuk hamil. Tidak ada efek samping hormonal dengan Cu AKDR (Cu380A) Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus (apabila tidak tejadi infeksi).

Dapat digunakan sampai menopause (1 tahun atau lebih setelah haid terakhir). Tidak ada interaksi dengan obat-obata. Membantu mencegah kehamilan ektopik.

Kerugian: Efek samping yang umum terjadi: Komplikasi lain: Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS. Tidak baik digunakan pada wanita dengan IMS atau pada wanita yang sering berganti pasangan. Penyakit Radang Panggul terjadi sesudah wanita dengan IMS memakai AKDR.PRP dapat memicu infertilitas. Prosedur medis, termasuk pemeriksaan fisik diperlukan dalam pemasangan AKDR. Seringkali perempuan takut selama pemasangan. Sedikit nyeri dan perdarahan (spotting) terjadi segera setelah pemasangan AKDR. Biasanya menghilang dalam 1-2 hari. Klien tidak dapat melepas AKDR oleh dirinya sendiri. Petugas kesehatan terlatih yang harus melepaskan AKDR. Mungkin AKDR keluar dari uterus tanpa diketahui (sering terjadi apabila AKDR dipasang segera sesudah melahirkan). Tidak mencegah terjadinya kehamilan ektopik karena fungsi AKDR untuk mencegah kehamilan normal. Perempuan harus memeriksa posisi benang AKDR dari waktu ke waktu. Untuk melakukan ini perempuan harus memasukkan jarinya ke vagina, sebagian perempuan tidak mau melakukan ini.

3) Kontrasepsi Mantap a. Tubektomi Tubektomi adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan ferlititas (kesuburan)seorang wanita secara permanen. Dasar: Sangat efektif dan permanen Tindak pembedahan yang aman dan sederhana Tidak ada efek samping Konseling dan informed consent mutlak diperlukan.

Jenis: Minilaparotomi Laparoskopi

Mekanisme Kerja: Dengan mengoklusi tuba falopii (mengikat dan memotong atau memasang cincin), sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan ovum. Manfaat: Kontrasepsi o Sangat efektif(0,2-4 kehamilan per 100 wanita selama tahun pertama penggunaan) o Permanen o Tidak mempengaruhi proses menyusui

(breastfeeding). o Tidak bergantung pada faktor hubungan seksual. o Baik bagi klien apabila kehamilan akan menjadi risiko kesehatan yang serius. o Pembedahan sederhana, dapat dilakukan dengan anestesi local. o Tidak efek samping dalam jangka panjang.

o Tidak ada perubahan dalam fungsi seksual (tidak ada efek pada produksi hormone ovarium). Nonkontrasepsi Berkurangnya risiko kanker ovarium. Keterbatasan: Harus dipertimbangkan sifat permanen metode

kontrasepsi ini(tidak dapat dipulihkan kembali), kecuali dengan operasi rekanalisasi. Klien dapat menyesal di kemudian hari. Risiko komplikasi kecil (meningkat apabila digunakan anestesi umum). Rasa sakit/ketidaknyamanan dalam jangka pendek setelah tindakan. Dilakukan oleh dokter yang terlatih (dibutuhkan dokter spesialis ginekologi atau dokter spesialis bedah untuk proses laparoskopi). Tidak melindungi diri dari IMS, termasuk HBV dan HIV/AIDS. b. Vasektomi Vasektomi adalah prosedur klinik untuk

menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan jalan melakukan oklusi vasa deferensia sehingga alur transportasi sperma terhambat dan proses fertilisasi (penyatuan dengan ovum)tidak terjadi. Vasektomi merupakan suatu metode kontrasepsi opertif minor pada pria yang sangat aman, sederhana dan sangat efektif, memakan waktu operasi yang singkat dan tidak memerlukan anestesi umum. c. Rekanalisasi Operasi rekanalisasi dengan teknik bedah mikro sudah banyak dikembangkan. Teknik ini tidak saja menyambung

kembali tuba falopii dengan baik, tetapi juga menjamin kembalinya fungsi tuba. Hal ini disebabkan oleh teknik bedah mikro yang secara akurat menyambung kembali tuba dengan trauma yang minimal, mengurangi perlekatan pascaoperasi, mempertahankan sisiologi tuba, serta menjamin fimbriae tuba tetap bebas sehingga fungsi penangkapan ovum masih tetap baik. 2.3 Hukum yang Melindungi Program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia 2.4 Pandangan Agama tentang Keluarga Berencana (KB) A. Agama Islam Kita mengenal KB sebagai metode yang dipakai untuk mencegah kehamilan. Hal tersebut yang paling sering diperdebatkan dalam Islam. Hukum KB dalam Islam dilihat dari 2 pengertian 1. Tahdid an-nasl (pembatasan kelahiran) Jika program KB dimaksudkan untuk membatasi

kelahiran, maka hukumnya haram. Islam tidak mengenal pembatasan kelahiran. Bahkan terdapat banyak hadits yang mendorong umat Islam untuk memperbanyak anak. Misalnya, tidak bolehnya membunuh anak apalagi karena takut miskin atau tidak mampu memberikan nafkah. 2. Tanzhim an-nasl (pengaturan kelahiran) Jika program KB dimaksudkan untuk mencegah kelahiran dengan berbagai cara dan sarana, maka hukumnya mubah, bagaimanapun motifnya. Berdasarkan keputusan yang telah ada sebagian ulama menyimpulkan bahwa pil-pil untuk mencegah kehamilan tidak boleh dikonsumsi. Karena Allah SWT mensyariatkan untuk hamba-Nya sebab-sebab untuk mendapatkan keuturunan dan memperbanyak jumlah umat. Selanjutnya, alat kontrasepsi yang dibolehkannya adalah : a. Untuk wanita seperti:

IUD/AKDR Pil Obat suntik Susuk

b. Untuk Pria, seperti: Kondom Coitus interrupus(azal menurut islam) Sedangkan alat kontrasepsi yang dilarang dalam islam; adalah: a. Untuk wanita, seperti: Menstrual regulation (MR atau penguguran kandungan yang masih muda) Abortus atau pengguguran kandungan yang sudah bernyawa. Ligasi tuba( mengikat saluran kantong ovum), dan tubektomi (mengangkat tempat ovum). b. Untuk pria, seperti: seperti vasektomi (mengingat atau memutuskan saluran sperma dari buah Zakar) dan cara ini juga disebut sterilisasi. Selanjutnya, mengenai alasan-alasan sehingga alat kontrasepsi tersebut dilarang dalam islam, dapat dilihat pembahasan pada bagian yang lain dario tulisan ini. Adapun dasar dibolehkannya KB dalam islam menurut dalil akli, adalah karena pertimbangan kesejahteraan penduduk yang didiamdiamkan oleh bangsa dan negara. Sebab kalau pemerintahan tidak melaksanakannya maka keadaan rakyat di masa datang, dapat menderita. Oleh karena itu, pemerintahan menempuh suatu cara untuk mengatasi ledakan penduduk yanmg tidak seimbang dengan pertumbuhan perekonomian nasional dengan mengadakan program KB, untuk mencapai kemaslahatan seluruh rakyat. Pertimbangan kemaslahatan umat (rakyat) dapat dijadikan dasar pertimbangan untuk menetapkan hokum islam menurut mazdhab maliki; di Negara Indonesia yang tercinta ini, pemerintahan sebagai pelaksana amanat rakyat,berkewajiban untuk melaksanakan program KB, sesuai

dengan petunjuk GBHN. Maka program tersebut hukumnya boleh dalam islam, karena pertimbangan kemaslahatan umat (rakyat). B. Agama Kristen Pandangan tentang manusia menurut Kristen harus menjadi acuan utama dalam membangun keluarga sejahtera. Langkah awal mewujudkan keluarga sejahtera menurut alkitabiah, tercermin dari perkawinan. Perkawinan sebagai sebuah proses. Sebuah proses yang

bertanggungjawab. Dari perspektif Kristen, kesejahteraaan keluarga memiliki makna yang paralel dengan apa yang disebut keluarga yang bertanggungjawab. Keparalelan tersebut terletak pada tanggung jawab membawa bahtera rumah tangga dalam takut akan Allah. Karena itu, Kristen mendukung program KB. Bagi agama Kristen, program KB dapat menunjang terciptanya kebahagiaan keluarga, di mana hak dan peran anggotanya dapat diwujudkan secara memadai. KB, yang intinya mengatur kelahiran, secara filosofis bertujuan untuk melindungi hidup. Kita perlu membatasi hidup. Pandangan ini didasarkan antara lain, bahwa kebahagiaan suatu keluarga bergantung dari tiap anggota, bagaimana ia memainkan peranannya dengan tepat terhadap tiap anggota yang lain. Namun terdapat sedikit perbedaan dalam pandangan agama Kristen.Agama Kristen Protestan tidak melarang umatnya berKB. Tapi sedikit berbeda dengan agama Katolik yang memandang kesejahteraan keluarga diletakkan dan diwujudkan dalam pemahaman holistik sesuai dengan kehendak Allah. Untuk mengatur kelahiran anak, suami-istri harus tetap menghormati dan menaati moral Katolik dan umat Katolik dibolehkan berKB dengan metode alami yang memanfaatkan masa tidak subur.

C. Agama Buddha Menurut Sigalovada Sutta, ada 5 kewajiban yang harus dilaksanakan oleh orang tua, yaitu: a. Berusaha untuk menghindarkan anak-anaknya dari kejahatan. b. Mengajarkan mereka untuk berbuat bauik. c. Memberikan pendidikan yang baik bagi anak-anaknya. d. Menikahkan anak-anaknya dengan passangan yang sesuai. e. Memberikan warisan kepada anak-anaknya di waktu yang tepat. Jadinya, bila kita perhatikan isi dari Sigalovada Sutta tersebut KB patut kita laksanakan, karena KB menimbulkan kesejahteraan keluarga. Untuk melaksanakan KB ada 8 (delapan) cara, yaitu : a. KB dengan jalan menelan pil anti hamil atau injeksi dengan obat Depo Provera 150, setiap tiga bulan sekali, hal ini bertujuan untuk mencegah pematangan sel telur di dalam indung telur. b. KB dengan jalan memakai kondom, hal ini tertujuan untuk mencegah masuknya sperma kedalam rahim. c. KB dengan jalan membunuh sperma, hal ini bertujuan untuk mencegah sperma menemui sel telur. d. KB dengan jalan melakukan vasektomi atau tubektomi, hal ini bertujuan untuk mencegah pertemuan Sperma dengna Ovum. e. KB dengan jalan sistem kalender/penanggalan, hal ini bertujuan untuk mencegah matangnya sel telur didalam indung telur. f. KB dengan jalan melakukan susuk yang berbentuk anak korek api pada lengan kiri wanita, hal ini bertujuan untuk mencegah pembuahan pada kandungan wanita. (disebut Susuk KB atau Norplant) g. KB dengan jalan melakukan abortus/pengguguran, hal ini bertujuan untuk mengeluarkan janin. h. KB dengan jalan memakai spiral, hal ini mempunyai 2 tujuan, yaitu : 1. Mencegah tumbuhnya janin didalam rahim setelah terjadi pembuahan.

2.

Mencegah sperma menemui sel telur Kehamilan akan gterjadi bila dipenuhi tiga syarat, yaitu: 1. Adanya pertemuan sperma dengan ovum 2. Saat yang subur dari calon ibu 3. Patisandhi vinnana memasuki rahim Patisandhi Vinnana masuk dalam rahim pada saat pertemuan

Sperma dan Ovum, dan keduanya dalam keadaan kuat/memenuhi syarat. Pada tahap pertama (Uppadakkhana) Patisandhi Vinnana timbul dalam rahim, Kamma Jarupa ikut timbul pula sebanyak tiga kalapa, yaitu Kayadasakakalapa, Bhavadasakakalapa dan Vatthudasakakalapa.

Kemudian menyusul timbul rupa-rupa yang lain apabila tiba saatnya. Jadinya, cara KB bentuk (a) s/d (f) yang tersebut diatas dapat dibenarkan dalam agama Buddha, karena Patisandhi Vinnana

(kesadaran/jiwa/roh yang bertumimbal lahir) belum masuk dalam rahim, hal ini tidak melanggar sila) Cara KB bentuk (g) yang tersebut diatas, yaitu abortus/pengguruan TIDAK DIBENARKAN dalam agama Buddha, karena Patisandhi Vinnana telah masuk dalam rahim, hal ini termasuk pembunuhan penuh dan melanggar sila. Cara KB bentuk (h) yaitu memakai spiral masih diragukan mengenai keterangannya, karena para dokter ahli belum mampu memberikan keterangan secara pasti. Bila memakai spiral tujuannya : 1. Mencegah tumbuhnya janin didalam kandungan setelah terjadi pembuahan, hal ini TIDAK DIBENARKAN dalam agama Buddha, karena Patisandhi Vinnana telah masuk dalam rahim, ini termasuk pembunuhan dan melanggar sila. 2. Mencegah Sperma menemui sel telur, hal ini TIDAK

DIBENARKAN dalam agama Buddha, karena Patisandhi Vinnana belum masuk dalam rahim dan tidak melanggar sila.