♣ SAPOGENIN STEROID

►Sejarah perkembangan obat menunjukkan 3 cara pembuatan ; (i) isolasi, (ii) sintesis, (iii) semisintesis ►Ilustrasi : isolasi 1000 mg kortison dibutuhkan ± 1000 Kg ginjal sapi, rata-rata berat ginjal sapi 10 – 20 g / buah

►Cara termurah adalah cara semisintesis, mula dicoba mengubah asam empedu, ditemui kesulitan dan membutuhkan bahan awal lebih banyak

• Tahun 1935 Russel E.Marker meneliti bahan bahan murah & mudah didapat • Tahun 1939 menemukan struktur sapogenin steroid yang betul • Russel E.Marker menemukan prosedur mengubah sapogenin steroid ----- pregnadienon, prosedur kerja DEGRADASI MARKER • Tahun 1939 – 1942, menemukan sumber sapogenin steroid Dioscorea composita (barbasco) dan D.macrostachya (cabeza de negro) dikenal “The Mexican Yams”

BEBERAPA PENEMU STRUKTUR SAPOGENIN STEROID
H2 C C C H2 CH3 O CH2 O C4H8O

WINDAUS 1935

SIMPSON + JACOBS 1935

O

O

O

O

TSCHECHE + HAGEDORN 1935

MARKER + ROHRMAN 1939

BEBERAPA USAHA MEMBUAT OBAT STEROID
• Ahli Searle menemukan prosedur mikrobiologi ----- mengkonversi kolesterol, sitosterol, stigmasterol atau 17 – Alkil sterol ----- 17 – on Steroid • Progesteron oksidasi mikrobiologi ----11 a – hidroksiprogesteron ----- kortison dan hidrokortison • Oksidasi mikrobiologi kolesterol, sitosterol, diosgenin ----- 1,4-androstadien3,17 dion ----- pirolisis ----- estrogen

hasil dihidrolisis ----.O-metilestradiol. kolesterol.19-metil androstan ----.spironolakton . oksidasi mikrobiologi ----.19-Nortestosteron • Diosgenin.testosteron • Diosgenin ----.19-Norsteroid • Diosgenin. kolesterol ----.3b-asetoksi-5-androsten17-on ----.• Reduksi 3.oksidasi ----.

4-ANDROSTADIEN-3.SITOSTEROL STIGMASTEROL 17-ALKIL STEROL 17-ON STEROID STEROID OKSIDASI MIKROBIOLOGI HEKOGENIN PROGESTERON 11a-HIDROKSI PROGESTERON KORTISON HIDROKORTISON KOLESTEROL SITOSTEROL DIOSGENIN OKSIDASI 1.17-DION MIKROBIOLOGI ESTROGEN 19-NORSTEROID (19-NORTESTOSTERON) 19-METILANDROSTAN OKSIDASI OKSIDASI 3-O-METILESTRADIOL 3b-ASETOKSI-5ANDROSTAN-17-ON REDUKSI DIOSGENIN SPIRONOLAKTON .

STEROID ALAM BENTUK GLIKOSIDA STEROLIN SAPONIN BEBAS KARDIOAKTIF -Kocok dengan air ---.busa -Hemolisis butir darah merah .Hidrolisis asam GULA AGLIKON SAPOGENIN STEROID TRITERPENOID TRITERPEN STEROL .

N CABANG DENGAN .PEMBAGIAN SAPOGENIN STEROID SAPOGENIN STEROID ALAM (C-27) CABANG TANPA .N NON-SPIROSTAN SPIROSOLAN NON-SPIROSOLAN SPIROSTAN O O SOLASODAN HN O TOMATIDAN ON H .

Turunan 4-Pregnen-3.TURUNAN STEROID YANG BANYAK DIGUNAKAN A.20-Di-on O C CH2 O Nama Generik 6-C α 9-C α β 11-C α β 17-C α 21-C Kortison Hidrokortison Fludrokortison Medrison H H H CH3 H H F Cl C=O OH OH OH H H H H H H H H OH OH OH H OH OH OH H . GOLONGAN GLUKOKORTIKOID a.

4-Pregnadien-3.20-Dion O C CH2 O Nama Generik Prednison 6-C α H 9-C α H β 11-C α β H =O 17-C α OH 24-C OH Prednisolon Meprednisolon Dexamethason Betamethason Triamcinolon Fluocortelon Fluorometolon H CH3 H H H F CH3 H H H F F H F OH OH OH OH OH OH OH H H CH3 H H CH3 H H H H CH3 H H H OH OH H OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH H .b. Turunan 1.

GOLONGAN KONTRASEPTIK a.C α -COCH3 H -OCOCH3 OCO(CH2)4CH4 Tambahan 6-CH3 -OH -OH -OH -OH -OH cincin A aromatik -C≡CH -C≡CH -C≡CH -C≡CH 19-Nor CH3 13-C2H5 Dimethisterone Norethynodrel H Δ6 -C≡CH -C≡CH -OH -OH 6-CH3 .C β -CH3 -CH3 -CH3 -CH3 -CH3 H H H H H -C≡CH H H 17 . Turunan Progesteron O C CH3 O Nama Generik Progestin Dydrogesteron Magesterol Asetat Hidroksi Progesteron Kaproat Ethisteron Noretindrone Ethynodiol Diasetat Ethinylestrenol Norgestrol 10 .B.

C b C=O H C≡CH C≡CH -OH -OH -OH Estron Estradiol Ethinyl astradiol-3-O-Methyl 17-Ethinyl Estradiol (Mestranol) -OH -OH -OH -O-CH3 .b. Turunan Estron Nama Generik 3-C a 17 .

GOLONGAN ANDROGENIK Turunan 17b-Hidroksi Androstan OH O Nama Generik Testosteron Metil Testosteron Fluoxymesteron Mesterolon Methandostenolone Nondrolon (Durabolin) 5-C 9-C H H FH 11-C 17-C H H H OH H H H CH3 CH3 H CH3 10-Nor CH3 5-H H H .C.

GOLONGAN MINERALOKORTIKOSTEROID Turunan Aldosteron O OH C CH2OH CH H H H O E. GOLONGAN ANTAGONIS MINERALOKORTIKOSTEROID Turunan Spironolakton O O CH3 O S C CH3 O .D.

costus Trillium sp Trigonella foenum-graecum Transvaal & Nepal Amerika Tengah Mexico India India Japan Indonesia Amerika Utara India. composita D. prazeri D. Mesir & Maroko Tempat tumbuh . deltoidea D. mexicana D. hispidus.SUMBER SAPOGENIN STEROID ALAM Sapogenin / Tanaman asal Diosgenin Dioscorea sylvatica D. tokoro D.

Sapogenin / Tanaman asal Hekogenin Agave sisalana Hechtia texensis Sarsapogenin Yucca sp Smilax sp Sarmentogenin Tempat tumbuh Amerika Subtropis Amerika Tengah Amerika Tenga Strophanthus sp Solasodin Trigonella foerum-graecum Solanum macrantum Solanum khasianum Afrika Indonesia Indonesia Indonesia .

CIRI-CIRI SAPOGENIN STEROID • KELOMPOK STEROID C-27. MEMECAH BUTIR SEL DARAH. RACUN IKAN (MAMALIA TIDAK MENGABSORPSI SAPOGENIN STEROID) • CINCIN CABANG SPIROKETAL DAN SPIROAMINOKETAL TERIKAT PADA ATOM C-16 DAN C-17 DENGAN KEDUDUKAN b • BIDANG CINCIN F TERLETAK TEGAK LURUS PADA BIDANG CINCIN E .TERIKAT SEBAGAI GLIKOSIDA • BERBUSA DENGAN AIR.

cincin A/B bisa berfusi sis atau trans • Inti perhidrosiklopentanofenantren.KERANGKA INTI SAPOGENIN STEROID • Kerangka inti perhidrosiklopentanofenantren. dengan subtituen metil angular pada atom C-10 dan C-13 • Fusi cincin D/C dan C/B selalu berkonfigurasi trans. dibuktikan dengan didehidrogenasi katalisator selenium menghasilkan hidrokarbon Diels O O H2 / Se .

petunjuk cincin cabang adalah keton yang terikat sebagai spiroketal • Gugus spiroketal E (tetrahidrofuran) terikat langsung pada kerangka inti steroid pada atom C-16 dan C-17 ----. brominasi dan reduksi Clemensen ----.oksidasi ----.CINCIN CABANG SAPOGENIN STEROID • Golongan spirostan bila didehidrogenasi ----keton delapan atom karbon + hidrokarbon Diels • Reaksi hidrogenasi.asam etio (allo) bilianat • Cincin F dibuktikan sebagai tetrahidropiran ----pemanasan 200o dengan anhidrida asetat ----furostan – 26 – ol asetat .

mungkin a (seri 22R) atau b (seri 22S) ---.• Cincin E dan F dihubungkan C-22 sebagai ikatan spiro ---.26-DIASETOKSI-20.belum dapat dibukitkan dengan reaksi kimia O O COOH COOH SAPOGENIN STEROID O ASAM ETIO (ALLO) BILIANAT OAc O 200o C Ac2O SAPOGENIN STEROID 3b.22 FUROSTAN O .

HIDROKARBON DIELS O C8H16 +O KETON O dehidrogenasi O H2 OH OH CrO3 Br2 O O Br2 O HOOC O .

STRUKTUR (25x) – 5x – SPIROSTAN O 21 18 12 19 11 1 2 A 3 4 H 9 10 5 B 7 6 C 13 14 8 17 D 20 E O 16 15 24 22 23 F 27 26 25 H .

dan tidak diketahui x (psi) Konfigurasi C-16 dan C-17 jika berbeda untuk spirostan diberi petunjuk 16 b (H) dan 17 b (H) Konfigurasi pada atom C-20 dan C-22. yaitu 16. jika berbeda dengan struktur di atas. 4.NOMENKALTUR SAPOGENIN STEROID • BERDASAR INTERNATIONAL UNION of PURE and APPLIED CHEMISTRY (IUPAC) dan INTERNATIONAL UNION of BIOCHEMISTRY (IUB) Nama spirostan untuk struktur di atas. digunakan aturan sikuen (aturan R – S). kalau belum diketahui ditandai x 1.26 – diepoksi kolestan Subtituen pada kerangka inti dibawah bidang diberi prefiks (indeks) a. 3. 2. .2222.

3 b.(25R) . 27 TRIOL (24R) .BROMO . Subtituen pada cincin F (C-23. 6.1 b. C-25 atau C-26) dijelaskan kedudukannya dengan aturan sikuen.menggambarkan konfigurasi C-22.5 b .SPIROSTAN . spirostan alam ditetapkan 20S dan 22R) H 21 18 12 20 22 O H O 16 23 H 26 25 21 18 12 19 11 1 2 9 10 5 4 6 13 14 8 7 H 22 20 O H O 16 23 CH3 26 25 CH2OH 24 H 24 H 2 OH 19 1 11 9 10 5 H H 6 13 14 8 7 17 17 H 15 H H 15 Br H 3 H H 3 H HO HO 4 H H (25S) .5 b .3 b .OL .SPIROSTAN . C-24.5. belum diketahui ditandai x Cincin F biasa digambarkan sebagai konfigurasi kursi ----.

25R)-5a-spirosolan ♥ (22S. 2. BEBERAPA NAMA YANG BIASA DIGUNAKAN 1. 25R)-5a-27-azaspirostan = (22R.SAPOGENIN STEROID ALKALOIDA BELUM DITETAP KAN. 25S)-5a-27-azaspirostan = (22S. 3. 25S)-5a-spirosolan 4. Nama induk 27 – azaspirostan untuk cabang cincin spiroaminoketal Ketentuan lain mengikuti aturan spirostan Ada yang menggunakan spirosolan pengganti 27 – azaspirostan ♥ (22R. Membedakan epimer 22R dan 22S diberi nama induk berturut-turut solasodan dan tomatidan (tanpa subtituen) dan ditetapkan dengan konfigurasi sbb : .

23 21 18 12 19 11 1 2 3 4 9 10 5 13 14 8 7 6 17 20 22 H N 24 25 H O 16 26 CH3 H 15 H H H (22S.5 a .27 AZASPIROSTAN H 21 18 12 19 11 1 2 3 4 9 10 5 6 13 14 8 7 17 20 22 H N H O 16 23 26 25 CH3 24 H H 15 Br H H (22R.27 AZASPIROSTAN . 25R) .5 a . 25S) .

L) – 20 bF (aF) = 20 L (20D) = 20 S (20R) – 22 bF (aF) = 22 L (20D) = 22 S (20R) – 25 bF (aF) = 25 L (20D) = 25 S (20R) . tarik lurus ketas sehingga 26 – CH2N (H2) atau 26 – CH2O terletak diujung atas • Proyeksi menurut aturan Fieser.ATURAN SIKUEN KONFIGURASI KARBON ASIMETRIS • Mula-mula tetapkan dengan konvensi Platner.subtituen sebelah kiri beri prefeksi bF dan kanan aF (indeks F untuk membedakan subtituen pada inti dasar) • Pakai aturan konfigurasi absolut Fieser (D. yang merupakan perubahan aturan Fieser : • Potong ikatan heteroatom cincin E dan F.

25 aF .25 aF .SPIROSTAN b 18 20 E O 13 14 8 20 bF .22 aF (N) .CH2O 25 Ca b 18 20 E O 13 14 8 17 D 16 15 20 bF .SPIROSOLAN 17 17 D 16 15 H3C 24 O b C H N a 22 23 F 17 C a 25 C C 22 26 C a NH 20 24 H3C C O a 22 23 F 26 a C 25 O 22 C b 20 C CH2N 25 CH3 O 26 .22 aF .

SPIROSOLAN 24 13 14 8 16 15 ( 22 R. 25 R ) SPIROSOLAN 23 a H N 24 F a 25 26 SOLASODAN 18 20 E 17 D 22 O 20 bF .SPIROSOLAN 20 L.TANPA SUBTITUEN PADA KERANGKA INTI O 18 20 E O 13 14 8 17 D 16 15 24 22 23 F 26 a 25 27 20 bF . 22 S. 25 D .22 aF . 25 R .SPIROSOLAN 20 S.22 bF . 25 S ) SPIROSOLAN TOMATIDAN .25 aF .25 bF . 22 L.22 aF . 22 R.SPIROSTAN 25 R .SPIROSOLAN 20 L.SPIROSTAN 22 L. 25 L . 25 S .SPIROSOLAN 20 S. 25 D .SPIROSTAN H H N a 18 20 E O 17 D 22 23 F 26 a 25 20 bF . 22 D.25 aF . 22 D.SPIROSOLAN 13 14 8 16 15 ( 22 S.

Uji warna Carr . kuantitatif atau semikuantitatif 4.SKRINING DAN ANALISIS SAPOGENIN STEROID • SYARAT PROSEDUR SKRINING : 1. Uji busa b. relatif cepat • DIPERLUKAN DUA TAHAP SKRINING • 1. UJI PENDAHULUAN a. Prosedur dan peralatan sederhana 2. Uji warna Liebermann – Bouchard c. UJI LANJUTAN .Price • 2. Selektif 3.

Analisis Kromatografi Lapis Tipis ab. UJI LANJUTAN a. Spirosolan .• 2. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Gol. Spirostan aa. Analisis Spektrofotometer Inframerah ac. Analisis Spektrofotometer Ultraviolet b. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Gol.

(reaksi positif sapogenin steroid ----merah atau ungu ----. Jika terganggu.lempeng panaskan 105 -110o C ----.perlahan menjadi biru) c. dingin ----.kocok ----. Satu ml filtrat + pereaksi Liebermann – Bouchard (20 tetes anhidrida asetat dengan 1 tetes asam sulfat pekat) ----amati perubahan warna.1. busa tidak hilang dengan penambahan 1 tetes HCl 2M b.(re-aksi positif sapogenin steroid ----. elusi dengan eluen dari campuran kloroform. tambah 5 ml kloroform ----. ----. Uji busa 0. UJI PENDAHULUAN a. Uji warna Liebermann – Bouchard 0.Price .panaskan diatas tangas air sambil dikocok ----dinginkan.5 g serbuk kering sampel dalam tabung reaksi. metanol dan air perbandingan volume (435 : 15 : 1) atau BAW (4 : 1 : 1) ----semprot dengan pereaksi Carr .ungu merah).5 g serbuk kering sampel dalam tabung reaksi.busa tahan > 10 menit (ukur tinggi busa). tambah 10 ml air mendidih.kering ----semprot perekasi Carr – Price (larutan jenuh Antimon (III) klorida dalam kloroform) ----. Uji warna Carr – Price Totolkan filtrat diatas (b) di atas lempeng KLT.

1 jam Sisa contoh + 300 ml etanol 80% refluks 1 jam sisa kering Timbang.SKRENING DAN ANALISIS SAPOGENIN STEROID CONTOH SERBUK KERING Timbang . orientasi lemak + kotoran saring .Uji busa -Uji warna -Uji susut pengeringan 105o C 50 g serbuk contoh Soksletasi dengan 200 ml n-heksan n-heksan pencuci destilasi Sisa contoh keringkan tanur 50o C sisa kering tanur 105o C.

FILTRAT SISA Cuci 3 x 50 ml Et-OH 80% Saring 3xFiltrat Filtrat ke-3 UJI KLT Ampas Buang FILTRAT GABUNGAN + EtOH 80% ad 500.0 ml FILTRAT GABUNGAN .pipet Spirostan Spirosolan .

0 mL (200 µg Contoh) kisatkan Sisa kering + 3 ml HCl 1 M refluks 3 jam Hidrolisat + NaOH 1 M ad basa Hidrolisat netral + 3 ml HOAc + H2O ad 25.5 ml NaOH 1 M SOLASODIN 2.0 g Contoh) kisatkan Sisa + 7.Spirosolan ALKALOIDA TOTAL 10.0 ml Hidrolisat basa + 3 x 5 ml CHCl3 Lapisan air Hidrolisat netral Spektrofometri Lapisan CHCl3 .5 ml HCl 1 M refluks 3 jam Hidrolisat + 7.0 ML (1.

0 ml CHCl3 Lar.Lapisan CHCl3 kisatkan Lapisan Air sisa buang + 2.0 ml Lar cont 10.0 ml kolom kromatografi eluat kisatkan sisa KLT / HPLC + HOAc 20% ad 10. CHCl3 2 ml pipet Lapisan CHCl3 1.0 ml pipet Spektrofotometri .

+ CHCl3 ………………………………. . + dapar asetat ……………………….0 ml 4 ml 5 ml 1 ml + 5..0 3 5 1 + 5.Saring ……………………………… .Kocok 10’ ………………………….Masukkan dalam ………………… .. + Na2SO4 anh ……………………….0 CHCl3 250 mg + CHCl3 + A425 . .Ambil lapisan …………………….0 2 5 1 + 5.SPEKTROFOTOMETRI + HOAc 20% ………………………. .. 3.Ambil filtrat ……………………….0 CHCl3 250 + CHCl3 + A425 1.Ukur resapan …………………….. + jingga metil ………………………..0 CHCl3 250 + CHCl3 + A425 2. ..

0 g contoh kisatkan sampai kental Sisa kental cuci 3 x 5 ml n-heksan + HCl 12 M ad pH 4. n-Hekasan (basa) Lap. refluks 5 jam Hidrolisat + NaOH 4 M ad basa Hidrolisat basa + 3 x 5 ml n-heksan. pisahkan Lap.Spirostan 50.0 ml (5. air buang .

kisatkan Sisa . saring kuantitatif Filtrat .Lap. + 2.keringkan tanur 105o C Sisa kering . CHCl3 2. n-Hekasan (netral) + Na2SO4 anhidrat.0 ml CHCl3 Lar.cuci dengan air Lap.0 ml . n-Hekasan (basa) .timbang.

0 ml 5 – 10 ug 6 – 10 ug + 5.0 ml H2SO4 94% Larutan contoh Dlm H2SO4 94% 1.Lar.0 ml kisatkan Sisa KBr / Muyol Sediaan KLT / HPLC A250 IM . CHCl3 2.

KORTIKOKO RTIKOSTEROID GOL.MINERALOK ORTIKOSTEROID GOL.ANTAGONIS MINERALOKORTI KOSTEROID ANDROGEN ESTROGEN STIGMKOL-2 GOL.SINTESIS STEROID HEKOGENIN DIOSGENIN SOLASODIN STIGMASTEROL KOLESTEROL STIGMAS-1 INTERMED-1 INTERMED-2 INTERMEDI-3 INTERMED-4 DIOSODIN-1 STIGMAS-2 Oksi-MBio PROGESTERON INTERMED-4a DIOSODIN-2 STIGMKOL-1 INTERMED-5 GOL.KONTRASE TIK ORAL 19 NOR TESTOSTERON .

SENYAWA-SENYAWA SINTESIS STEROID O O HN O O O HO HO HO HEKOGENIN O Br O Br SOLASODIN DIOSGENIN AcO HO HO DIOSGENIN STIGMASTEROL KOLESTEROL .

GLUKOKORTIKO STEROID .O C O O O HO HO H2C OAc C O AcO O O INTERMED-2 INTERMED-3 H2C INTERMED-4 H2C C O HO O HO HO C O O O INTERMED-4a INTERMED-5 GOL.

C O HO HO O CH CHO AcO AcO HO DIOSODIN-1 DIOSODIN-2 STIGMAS-1 HC C N H O O O HO O O STIGMAS-2 STIGMKOL-1 STIGMKOL-2 .

16PREGNADIEN-20-ON 3-b-ASETOKSI-5-PREGNEN-20-ON PROGESTERON .KONVERSI DIOSGENIN MENJADI PROGESTERON MENURUT PROSEDUR DEGRADASI MARKER O O AcO C Ac2O 200O AcO 3-b-ASETOKSI DIOSGENIN AcO 3.16-DIASETOKSI PSEUDODIOSGENIN AcO O C O OAc CrO3 C O HOAc H2 /Pd t=Kamar P=1 atm AcO C O (1) OH(2) At(t-Bt) O C O AcO 3-b-ASETOKSI-5.

KONVERSI SOLASODIN MENJADI PROGESTERON MENURUT PROSEDUR DEGRADASI MARKER HN O NHAc C O AcHN C Ac2O 200O CrO3 O AcO 3-b-ASETOKSI SOLASODIN AcO 3.16PREGNADIEN-20-ON 3-b-ASETOKSI-5-PREGNEN-20-ON PROGESTERON .16-DIASETOKSI PSEUDOSOLASODIN AcO C O HOAc H2 /Pd t=Kamar P=1 atm AcO C O (1) OH(2) At(t-Bt) O C O AcO 3-b-ASETOKSI-5.