Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH MOTOR ARUS BOLAK BALIK (AC)

Disusun Oleh :

Nama : Denny Firmansyah Z NPM : 1115031023

LABORATORIUM KONVERSI ENERGI ELEKTRIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS LAMPUNG 2013

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Pada era industri modern saat ini, kebutuhan terhadap alat produksi yang tepat guna sangat diperlukan dapat meningkatkan efisiensi waktu dan biaya. Sebagian besar alat industri dan rumah tangga menggunakan tenaga listrik sebagai energi penggerak utamanya. Penggunaan motor AC (Alternating Current) atau arus bolak-balik satu phasa saat ini banyak digunakan diberbagai aplikasi. Salah satu penggunaan motor AC yang sering ditemui yaitu terdapat diperabotan rumah tangga berupa mesin cuci dan peralatan- peralatan yang serig dijumpai dalam rumah seperti kipas angin, AC, dan yang lainnya. AC motor induksi adalah motor yang paling umum yang digunakan dalam sistem kontrol gerak industri, serta home appliances powered utama. Sederhana dan kasar desain, murah, pemeliharaan rendah dan sambungan langsung ke sumber listrik AC adalah keuntungan utama AC induksi motor. berbagai jenis motor induksi AC yang tersedia di pasar. motor yang berbeda cocok untuk berbeda aplikasi. Meskipun motor induksi AC lebih mudah untuk desain dari motor DC, kecepatan dan torque kontrol dalam berbagai jenis motor induksi AC memerlukan pemahaman tersebut. yang lebih besar dari desain dan karakteristik motor

BAB II ISI
2.1 Pengertian Motor Arus bolak balik (AC) Motor Ac adalah sebuah motor listrik yang digerakkan oleh alternating current atau arus bolak balik (AC). Umumnya, motor AC terdiri dari dua komponen utama yaitu stator dan rotor. seperti yang telah dijelaskan sebelumnya pada motor DC, stator adalah bagian yang diam dan letaknya berada di luar. stator mempunyai coil yang di aliri oleh arus listrik bolak balik dan nantinya akan menghasilkan medan magnet yang berputar. bagian yang kedua yaitu rotor. rotor adalah bagian yang berputar dan letaknya berada di dalam (di sebelah dalam stator). rotor bisa bergerak karena adanya torsi yang bekerja pada poros dimana torsi tersebut dihasilkan oleh medan magnet yang berputar. 2.2 Jenis-jenis motor AC 1. Pengklasifikasian berdasarkan jenis motornya (rotor) ada dua jenis, yaitu motor induksi dan synchronous motor.

a. motor induksi saya disini hanya akan membahas sedikit aja tentang motor induksi.penjelasan akan diberikan lebih lanjut dalam pembahasan motor induksi secara khusus setelah motor AC. motor induksi adalah motor yang bergerak lebih lambat daripada supply frequensinya. medan magnet yang ada didalam rotor dihasilkan karena adanya arus yang terinduksi. b. synchronous motor berbeda dengan motor induksi yang mengandalkan arus induksi sebagai pemutar rotor, synchronous motor dapat berputar ketika kecepatannya sesusai dengan supply frequensinya. medan magnet yang ada di rotor dihasilkan oleh arus yang dialirkan melalui slip ring atau oleh olah magnet yang permanent. 2. Pengklasifikasian dari segi hubungan putaran dan frekuensi fluks magnet stator. ada dua jenis :

a. motor sinkron (motor serempak) disebut sebagai motor sinkron karena putaran motor sama dengan putaran fluks magnet stator. motor tidak dapat berputara sendiri meski lilitan stator telah dihubungkan dengan tegangan luar. b. motor asinkron (motor tak serempak) disebut sebagai motor asinkron karena putaran rotor tidak sama dengan putaran fluks magnet statornya. perbedaan kecepatan inilah yang nantinya kita sebut sebagai slip. 3. pengklasifikasian berdasarkan jumlah fasa tegangan yang digunakan. ada dua jenis juga, yaitu motor satu fasa dan motor tiga fasa.

a. motor satu fasa disebut sebagai demikian karena tegangan yang dimasukkan ke dalam stator untuk menghasilkan tenaga mekanik hanya satu fasa. selain itu, pada umumnya motor satu fasa

ini juga mempunyai lilitan dua fasa. maksudnya adalah, di dalam statornya terdapat dua jenis lilitan yaitu lilitan pokok dan lilitan bantu. contoh motor satu fasa yaitu motor kutub bayangan, motor repulse, motor seri dan motor kapasitor. b. motor tiga fasa seperti namanya, motor ini membutuhkan tiga fasa tegangan untuk menghasilkan tenaga mekanik. contohnya yaitu motor induksi tiga fasa. Untuk pembahasan selanjutnya, saya hanya akan fokus pada motor AC tiga fasa saja, mulai dari konstuksinya, cara kerja, dan lain-lain. 2.3 Konstuksi Motor AC Secara umum, motor AC terdiri dari stator, rotor, dan penutup. Stator dan rotor merupakan rangkaian listrik yang akan menghasilkan elektromagnet. Stator adalah bagian yang diam dan secara umum bagian ini terdiri dari kumparan stator dan inti. Kumparan stator merupakan kumpulan lilitan kawat penghantar yang terisolasi dan dimasukkan ke dalam inti stator.Nantinya, lilita stator akan dihunungkan secara langsung dengan sumber tegangan. Setiap lilitan yang mengitari inti besi akan menghasilkan fluks magnet. Inilah yang menjadi prinsip kerja dari motor AC. Peristiwa seperti di atas biasa disebut sebagai proses elektromagnet. Bagian kedua yaitu rotor. Rotor adalah bagian yang berputar. Tipe rotor ada dua, yaitu sangkar tupai (squirrel cage motor) dan lilitan (wound motor). Namun, yang umum di masyarakat yaitu jenis sangkar tupai. Rotor terdiri dari tumpukan lempengan besi tipis yang dilaminasi dan batang konduktor yang mengitarinya. Tumpukan besi yang dilaminasi disatukan membentuk inti rotor. Batang konduktor dimasukkan ke dalam slot dan inti rotor. Untuk batang konduktor, biasanya memakain aluminium. Hal ini mungkin didasarkan karena lauminium memiliki daya hantar listrik yang cukup baik dan harganya juga tidak terlalu mahal jika di bandingkan logam-logam konduktor lainnya. Arus yang mengalir melalui konduktor akan membentuk elektromagnet. Secara mekanik dan elektrik batang-batang konduktor dismabungkan ke ujung cincin. Bagian motor AC yang selanjutnya yaitu enclosure atau penutup. Penutup teridir dari suatu rangka dan ujung brackets (bearing). Stator ditempatkan di dalam rangka sedangkan rotor diletakkan di sisi dalam stator. Antara keuda bagian tersebut dipisahkan oleh rongga udara sehingga tidak ada kontak fisik secara langsung anatar kedua bagian tersebut. Salah satu fungdi dari penutup yaitu melindungi dari bahaya listrik. Selain itu, juga melindungi bagian motor yang bertegangan maupun berputar dari efek yang membahayakna lingkungan selama motor beroperasi.

Berikut ini contoh gambar dari komponen motor AC :

b. Prinsip kerja motor AC Perputaran motor pada mesin arus bolak balik ditimbulkan oleh adanya medan putar atau dengan kata lain adanya fluks yang berputar yang dihasilkan dalam kumparan statornya. Medan Putar ini terjadi apabila kumparan stator dihubungkan dalam fasa banyak, umunya 3 fasa.

c. Kecepatan Sinkron Kecepatan putar medan magnet dikenal sebagai kecepatan sinkron (Ns). Kecepatan sinkron sama dengan 120 frekuensi di bagi jumlah kutub (P). Kecepatan sinkron akan mengecil jika jumlah kutub meningkat. Ns = 120 *f / P mengenai putaran rotor, akan dijelaskan sebagai berikut ; 1. Apabila sumber tegangan 3 fasa dipasang pada kumparan stator, akan timbul medan putar di sekitar stator dengan kecepatan Ns= 120*f / p. 2. Medan putar stator tersebut akan memotong batang konduktor pada rotor. 3. Akibatnya pada batang konduktor dari rotor akan timbul GGl induksi. 4. Karena batang konduktor merupakan rangkaian yang tertutup makan GGL akan menghasilkan arus. 5. Adanya arus akan menimbulkan gaya pada rotor. 6. Bila kopel mula yang dihsilkan oleh gaya pada rotor cukup besar untuk memikul kopel beban, rotor akan berputar searah dengan medan putar stator. 7. Seperti telah dijelaskan, GGL induksi timbul karena terpotongnya batang konduktor oleh medan putar stator. Artinya agar GGL induksi timbul, diperlukan adanya perbedaan relatif antara kecepatan medan putar stator dengan kecepatan berputar rotor.

8. Perbedaan antara kecepatan medan putar (Ns) dengan kecepatan rotor (Nr) disebut sebagai slip. Secara matematika, slip dinyatakan sebagai : s = (Ns-Nr) / Nr *100%. 9. Bila kecepatan rotor sama dengan kecepatan medan putar, maka tidak akan timbul GGL induksi dan arus listrik tidak akan mengalir pada batang konduktor. Karena tidak ada arus listrik maka tidak akan dihasilkan momen kopel. d. Slip Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, untuk menghasilkan GGL induksi dibutuhkan adanya slip. Hal ini dikarenakan apabila gerakan relatif keduanya sama, maka tidak ada garis fluks yang akan memotong kumparan rotor. slip dibutuhkan untuk menghasilkan torsi. Nilai slip tergantung pada besar beban. Peningkatan beban akan menyebabkan rotor bergerak emlambat atau meningkatkan slip. Sedangkan penurunan beban akan menyebabkan kecepatan rotor meningkatkan slip. s (%)= (Ns-Nr) / Nr *100% e. lain -lain : Dalam pembahasan sekarang saya akan mencoba menjelaskan secar singkat tentang wound rotor dan motor sinkron. Pembahasan sebelumnya sebenarnya hanya membahas motor AC yang asinkron yaitu motor yang bisa bergerak karena adanya perbedaan kecepatan antara medan magnet dengan kecepatan rotornya. Motor sinkron yaitu motor yang dapat berputar ketika kecepatannya sesua dengan frekuensi dari sumber tegangannya. Dikarenakan kecepatannya sama, maka motor ini bukan merupakan jenis motor induksi. Salah satu tipe dari motor sinkron dikonstruksikan dengan seperti jenis motor squirrel cage. Pada batang rotor, ditambahkan lilitan kumparan. lilitan awat dihubungkan dengan sebuah power supply eksternal DC oleh slip ring dan sikat. Pada saat mulai dijalankan, sumber AC dikenakan ke stator. Pada saat awal, motor sinkron bekerja seperti squirrel cage motor. Tegangan DC disambungkan pada kumparan rotor setelah motor mencapai kecepatan maksimal. Proses ini menghasilkan sebuah medan magnetik konstan yang kuat pada pada rotor yan terkunci dengan medan magnet putar. Putaran rotor kan berada pada kecepatan yang sama dengan kecepatan sinkron. Dalam motor ini tidak ada slip.

contoh motor sinkron Berbeda dengan pembahasan sebelumnya, saya akan sedikit membahas tentang motor belitan (wound rotor). Perbedaan utama antara motor jenis kandang tupai dengan motor ini yaitu terletak pada konduktornya. Jika di dalam motor kandang tupai konduktornta berupa batang maka dalam motor jenis ini konduktornya berupa kumparan.

Kumparan ini dihubungkan melalui cincin dan sikat ke resistor variabel eksternal. Medan magnet putar akan menginduksi tegangan pada lilitan rotor. Jika tahanan dari lilitan rotor semakin besar, maka arus yang mengalir dalam lilitan tersebut semakin kecil. Dengan demikian, gaya yang dihasilkan menjadi tidak terlalau besar dan kecepatan putarnya semakin lemah. Hal ini berlaku untuk sebaliknya. Jika tahanan lilitan kawat semakin kecil, maka arusnya semakin besar, gaya yang dihasilkan semakin besar dan putaran rotornya semakin cepat pula. Itu artinya, kecepetan putar rotor dipengaruhi oelh besarnya hambatan yang ada di dalam kawat tersebut selain dipengaruhi juga oleh besarnya tegangan yang diberikan pada statornya. 2.4 Jenis-jenis Motor Satu Phasa

Berbagai jenis motor fase tunggal dibedakan oleh cara-cara yang mereka mulai. Dibawah ini dalah jenis-jenis dari motor satu phasa sesuai dengan cara mereka mulai : 2.4.1 Motor Split Phase (Motor Fase Sebelah)

Motor fase belah terdiri atas dua kumparan stator yaitu kumparan utama dan kumparan bantu. Antara kumparan utama dan kumparan bantu berbeda arus 90 derajat listrik Dibawah ini adalah gambar dari motor fase sebelah :

Gambar 6. Motor Fase Sebelah Motor split-tahap ini juga dikenal sebagai induksi start / jalankan motor induksi. Ia memiliki dua gulungan: memulai dan berliku utama. Awal berliku dibuat dengan lebih kecil kabel mengukur dan ternyata lebih sedikit, relatif terhadap utama berliku untuk menciptakan lebih banyak perlawanan, sehingga menempatkan memulai berkelokkelok's lapangan pada sudut yang berbeda dibandingkan dengan utama belitan yang menyebabkan motor mulai berputar. Itu utama berkelok-kelok, yang merupakan kawat berat, menjaga motor menjalankan sisa waktu. Dibawah ini adalah gambar dari rangkaian

motor fase sebelah :

Gambar 7. Rangkaian Motor Fase Sebelah Torsi mulai rendah, biasanya 100% menjadi 175% dari rate torsi. Motor menarik tinggi mulai saat ini, sekitar 700% menjadi 1.000% dari nilai arus. Itu torsi maksimum yang dihasilkan berkisar dari 250% sampai 350% dari torsi rate (lihat Gambar 9 untuk torsi-kecepatan kurva). Baik untuk aplikasi motor split-fase termasuk kecil penggiling, kipas kecil dan blower dan rendah lainnya mulai torsi aplikasi dengan kebutuhan daya dari 1 / 201 / 3 hp. Hindari menggunakan jenis motor di setiap aplikasi membutuhkan tinggi pada / siklus harga off atau torsi tinggi. 2.4.2 Motor Capasitor (Motor Kapasitor)

Ini adalah motor split-fasa diubah dengan kapasitor diseri dengan mulai berkelokkelok untuk memberikan memulai "mendorong." Seperti motor fase-split, motor kapasitor mulai juga memiliki saklar sentrifugal yang memutus hubungan mulai berliku dan kapasitor ketika motor mencapai sekitar 75% dari nilai kecepatan. Karena kapasitor berada dalam seri dengan sirkuit mulai, itu menciptakan torsi lebih awal, biasanya 200% sampai 400% dari rate torsi. Dan, saat ini mulai biasanya 450% menjadi 575% dari, saat

ini dinilai jauh lebih rendah daripada fase-split karena kabel yang lebih besar pada sirkuit mulai. Lihat Gambar 7 untuk kurva torsi-kecepatan. Sebuah versi modifikasi motor mulai kapasitor adalah resistensi mulai motor. Dalam tipe motor, mulai kapasitor digantikan oleh resistor. Perlawanan mulai motor digunakan dalam aplikasi mana torsi mulai kebutuhan kurang dari yang diberikan oleh kapasitor mulai motor. Selain biaya, motor ini tidak menawarkan keuntungan yang besar atas motor mulai kapasitor.

Gambar 8. Rangkaian Motor Kapsitor Biasa Mereka digunakan dalam berbagai aplikasi belt-drive seperti konveyor kecil, blower besar dan pompa, serta sebagai banyak drive atau diarahkan langsungaplikasi. 2.4.3 Sebuah Motor Kapasitor Permanen kapasitor split permanen (PSC) motor berliku berliku setelah jenis menjalankan motor mencapai permanen kecepatan menerus

kapasitor dihubungkan secara seri dengan mulai berliku-liku. Hal ini membuat seorang pembantu mulai berjalan. Karena kapasitor dijalankan harus dirancang untuk terus

digunakan, tidak dapat memberikan dorongan mulai dari awal kapasitor. Torsi mulai khas dari PSC motor rendah, dari 30% sampai 150% dari torsi rate. motor PSC telah rendah mulai saat ini, biasanya kurang dari 200% dari nilai arus, membuat mereka sangat baik untuk aplikasi dengan tempat tinggi / off siklus harga. Lihat Gambar 7 untuk kurva torsi-kecepatan. Motor PSC memiliki beberapa keunggulan. Motor desain dengan mudah dapat diubah untuk digunakan dengan pengendali kecepatan.

Mereka juga dapat didesain untuk efisiensi optimum dan High- Power Factor (PF) pada beban nilai. Mereka dianggap paling dapat diandalkan fase- tunggal motor, terutama karena tidak beralih mulai sentrifugal adalah diperlukan. Dibawah ini adalah gambar rangkaian motor kapasitor permanaen/tetap, yaitu :

Gambar 9. Rangkaian Motor Permanen / Tetap Tetap split-kapasitor motor memiliki berbagai aplikasi tergantung pada desain. Ini termasuk fans, blower dengan kebutuhan rendah dan torsi mulai terputus-putus bersepeda menggunakan, seperti penyesuaian mekanisme, gerbang operator dan pembuka pintu garasi.

2.4.4

Motor Capasitor Star/Run

Motor ini memiliki kapasitor mulai ketik seri dengan bantu berliku seperti motor mulai kapasitor untuk tinggi mulai torsi. Seperti motor PSC itu, juga memiliki tipe menjalankan kapasitor yang ada di seri dengan tambahan berliku setelah kapasitor mulai diaktifkan keluar dari sirkuit. Ini memungkinkan torsi overload tinggi.

Gambar 10. Rangkaian Motor Kapasitor Star dan Run Jenis motor dapat dirancang untuk menurunkan beban penuh arus dan efisiensi yang lebih tinggi (lihat Gambar 9 untuk torquespeed kurva). motor ini mahal karena untuk memulai dan menjalankan kapasitor, dan saklar sentrifugal. Hal ini dapat menangani aplikasi terlalu menuntut untuk lain jenis motor fase tunggal. Ini termasuk woodworking mesin, kompresor udara, tekanan tinggi pompa air, pompa vakum dan torsi tinggi lainnya aplikasi yang memerlukan 1-10 hp. 2.4.5 Shaded Pole Motor (Motor Bayangan Kutub)

Bayang-kutub motor hanya memiliki satu berliku utama dan tidak mulai berliku. Memulai adalah dengan cara desain yang cincin loop tembaga kontinu di sebagian kecil dari masing-masing kutub motor. Ini "warna" yang sebagian kutub, menyebabkan medan magnet di daerah diarsir ketinggalan di belakang lapangan di daerah unshaded. Itu reaksi dari dua bidang mendapatkan poros berputar. Karena motor berbayang-tiang tidak memiliki awal yang berkelok-kelok, mulai beralih atau kapasitor, itu adalah elektrik sederhana dan murah. Juga, kecepatan dapat dikendalikan hanya dengan memvariasikan tegangan, atau melalui multi-tap berliku. Mekanis, pembangunan berbayang-kutub motor memungkinkan tinggi volume produksi. Bahkan, ini biasanya dianggap sebagai "sekali pakai" motor, yang berarti mereka jauh lebih murah untuk menggantikan daripada perbaikan. Di bawah ini adalah gambar rangkaian dari shaded pole motor, yaitu :

Gambar 11. Rangkaina Shaded Pole Motor Motor berbayang-kutub memiliki banyak fitur yang positif tetapi juga memiliki beberapa kelemahan. Ini rendah mulai torsi biasanya 25% sampai 75% dari nilai torsi. Hal ini motor slip tinggi dengan kecepatan berjalan 7% sampai 10% di bawah kecepatan sinkron. Secara umum, efisiensi motor jenis ini sangat rendah (di bawah 20%). Setelan biaya rendah awal motor berbayang-tiang untuk rendah daya kuda atau aplikasi tugas ringan. Mungkin terbesar mereka digunakan adalah multikecepatan kipas untuk penggunaan rumah tangga. Tapi torsi rendah, efisiensi rendah dan kurang kokoh mekanik fitur membuat motor berbayang-kutub tidak praktis untuk sebagian besar industri atau komersial penggunaan, di mana tingkat yang lebih tinggi atau siklus tugas kontinu norma. Dibawah ini adalah gambar perbandingan antara motor motor satu fasa sesusai dari cara kerjanya, yaitu :

Gambar 11. Kurva Perbandingan Motor motor Satu Fasa

2.5 Aplikasi / Kegunaan : 1. Generator. 2. Penggilingan karet. 3. Penggilingan bubur kayu. 4. Pompa-pompa sentrifugal. 5. Motor pada jam. 6. Motor pada kompresor. 2.6. Keuntungan dan Kerugian. 2.6.1 Keuntungan: Daya motor sinkron lebih baik sehingga efisiensi energi sangat besar. Putaran tidak berkurang meskipun beban bertambah. Bila terjadi overload, motor akan langsung berhenti sehingga akan lebih aman. Dapat memperbaiki motor daya. Dapat beroperasi pada penyetelan arus penguat medan. 2.6.2 Kerugian: Motor sinkron lebih mahal dari motor induksi. Tidak mampu menstart sendiri. Tidak praktis bila digunakan sebagai pemutar.

2.7 Karakteristik Motor AC sinkron

Gambar diatas memperlihatkan bahwa Torka adalah fungsi sin , dengan adalah sudut daya. Pada motor sinkron nilai negatif dan nilainya positif pada generator sinkron. Torka maksimum dicapai pada = +/- 90o. Jika melebihi batas itu, maka motor atau generator akan kehilangan stabilitas dan sinkronisasi dan pada akhirnya akan berhenti.

Gambar Model Motor Sinkron (Model dan Diagram Fasor) Pengaruh Penguatan Medan Untuk membangkitkan fuksi dibutuhkan daya reaktif yang bersifat induktif. Pada motor sinkron, ggm dibangkitkan arus medan (DC) pada belitan rotor. Jika arus medan ini cukup, maka motor tidak membutuhkan suplai energi reaktif dari sisi stator yang bersumber dari jaringan listrik. Sehingga motor bekerja dengan faktor daya = 1. Jika penguatan arus medan kurang, maka motor sinkron akan menarik daya reaktif yang bersifat induktif dari sisi stator. Sehingga motor bekerja dengan factor daya(pf) terbelakang (lagging). Artinya motor menjadi pembangkit daya reaktif yang bersifat induktif.

Kebalikannya jika kelebihan penguatan arus medan, maka motor sinkron akan menarik daya reaktif yang bersifat kapasitif dari sisi stator. Sehingga motor bekerja dengan factor daya (pf) mendahului (leading). Artinya motor menjadi pembangkit daya reaktif yang bersifat kapasitif.

2.8 Pengukuran Motor AC sinkron Pembangkitan Torka Interaksi antara medan putar stator (Bs) dan medan rotor (Br) yang membangkitkan torka seperti terlihat dalam persamaan berikut:

T = Bsx Bs(sin ) disebut sudut beban karena besarnya tergantung pembebanan. Pada saat beban nol nilai =0. Jika dibebani, medan rotor tertinggal dari rotor sebesar , kemudian berputar sama lagi. Beban maksimum tercapai pada =90o. Jika beban dinaikkan terus melebihi batas itu, maka motor akan kehilangan sinkronisasi dan akhirnya akan berhenti. Pembangkitan Medan Putar Pada Motor sinkron 3 fasa, mengalir arus seimbang pada tiap fasa dengan beda sudut fasa 120o ia = Im sin t ib = Im sin (t-120o) ic = Im sin (t-240o) Tiap arus fasa membangkitkan ggm F yang merupakan fungsi sudut ruang seperti ia Fa.cos . Dengan Fa=Fm. sin t Maka ggm F tiap fasa yang dibangkitkan : Fa = Fm sin t.cos Fb = Fm sin (t-120o).cos (-120o) Fc = Fm sin (t-240o) .cos (-240o) Resultan ketiga ggm, Fr=Fa+ Fb +Fc Dan jika kemudian disederhanakan dengan persamaan trigonometri akan diperoleh: F(,t) = 3/2 Fm.cos (-t)

Yang berarti resultan-mmf adalah medan putar sebagai fungsi dari ruang dan waktu, seperti terlihat dalam gambar berikut :

DAFTAR PUSTAKA

1. Mitra Hebat Teknik, Motor Listrik Satu Fasa, http://maintenace.wordpress.com/2009/10/25/motor-listrik-ac-satu-fasa. 2. Dunia Listrik, Motor ListrikAC Satu Fasa, http://dunialistrik.blogspot.com/2009/04/motor-listrik-ac-satu-fasa.html. 3. http://www.energyefficiencyasia.org/docs/ee_modules/indo/Chapter%20%20Electric%20motors%20(Bahasa%20Indonesia).pdf

Anda mungkin juga menyukai