P. 1
Tugas Dr Cahyo

Tugas Dr Cahyo

|Views: 5|Likes:
Dipublikasikan oleh Agung Widyalaksono
urologi
urologi

More info:

Published by: Agung Widyalaksono on Jun 10, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/08/2014

pdf

text

original

Presentasi Kasus

Carsinoma Buli- Buli

Oleh AGUSTIN BUDIMAN DENNY FIRDAUS TEMMY ANGRAINI

Perceptor dr. MARS Dwi Thahjo, Sp. U

SMF BEDAH RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK

BANDAR LAMPUNG AGUSTUS 2012
PRESENTASI KASUS I. II. Identitas Nama Umur Jenis kelamin Agama Pekerjaan Alamat Masuk RSAM Anamnesa : : : : : : : Ny. S 74 tahun Perempuan Islam Ibu Rumah Tangga Jl. Way Jernih Kota Karang 9 Agustus 2012

Autoanamesa & Alloanamnesa : 15 Agustus 2012 Keluhan utama Keluhan tambahan : : nyeri daerah suprapubik saat berkemih Kencing bercampur darah, Badan terasa

lemas, nafsu makan menurun, Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang ke RSUAM dengan keluhan nyeri pada daerah suprapubik setiap kali berkemih sejak 1 bulan yang lalu. Pasien juga mengeluhkan adanya kencing bercampur darah. Pasien merasakan adanya nyeri yang

2

Pemeriksaan Fisik Status Present Keadaan umum Kesadaran Tekanan darah Nadi Pernapasan Suhu Tinggi badan Berat badan Keadaan gizi : : : : : : : : : Tampak sakit sedang Compos mentis 100/60 mmHg 82x/mnt 20x/mnt 36. Keluhan mual muntah disangkal pasien. Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada keluarga pasien yang menderita penyakit seperti pasien.menjalar dari daerah suprapubik ke pinggang kiri.40 C 155 cm 54 kg Cukup 3 . Riwayat Penyakit Dahulu Pasien mempunyai riwayat operasi kista ovarium 3 bulan yang lalu. Keluhan sulit untuk memulai mengeluarkan urin saat berkemih disangkal pasien. Keluhan kencing yang tersendat-sendat disangkal pasien. Keluhan demam disangkal pasien.

serumen (-) Bibir tidak sianosis. pupil isokor. liang lapang. trakhea di tengah. penglihatan baik. kavum nasi mukosa tidak hiperemis. simetris Hitam. normal. tidak mudah dicabut Palpebra tidak oedema. sekret tidak ada Telinga Mulut : : Simetris. penciuman baik. konjungtiva ananemis. basah. refleks cahaya (+ / +). simetris. lidah kotor. tremor (-). tidak pecah – pecah. stomatitis (-) Leher Inpeksi : Simetris. septum tidak deviasi. lurus.Status Generalis Kepala Bentuk Rambut Mata : : : Oval. tidak ada pembesaran kelenjar getah bening Palpasi : Tidak ada pembesaran kalenjar getah bening dan kelenjar tiroid 4 . Hidung : Bentuk normal. sklera tidak ikterik.

nyeri lepas (-). pergerakan nafas simetris kiri kanan Palpasi Perkusi Auskultasi : : : Fremitus taktil kanan dan kiri simetris Sonor pada kedua lapang paru Bunyi nafas vesikuler normal pada seluruh lapangan paru.Thoraks Paru Inspeksi : Bentuk normal. murmur (-). ballotement dextra (-). wheezing (-) Jantung Inspeksi Palpasi : : Pulsasi iktus kordis tidak terlihat Iktus kordis teraba pada sela iga V midklavikula kiri Perkusi : Batas atas sela iga II garis parasternal kiri Batas kanan sela iga V garis midklavikula kiri Batas kiri sela iga IV midklavikula kiri Auskultasi : Bunyi jantung I – II murni. ballotement sinistra (-) 5 . ronkhi (-).gallop (-) Abdomen Inspeksi Palpasi : datar simetris : Hepar lien tak teraba pembesaran. nyeri tekan suprapubik (+).

benjolan (-) Bimanual ballotement ginjal (-) Nyeri ketok (-) Regio supra pubis Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : : : : Terdapat rambut pubis. benjolan (-) Nyeri tekan (-). shifting dullnes (-) Bising usus (+) Oedem (-/-). sianosis (-) Status lokalis Regio kostovertebrae Inspeksi Palpasi Perkusi : : : Bentuk pinggang simetris. benjolan (-) Tidak Dilakukan : : Orifisium uretra tidak ada kelainan Tidak ada kelainan 6 . timpani (+). sianosis (-) Oedem (+/+).Perkusi Auskultasi EKSTREMITAS Superior Inferior : : : : Pekak hati (+). massa (-) Timpani Bising usus (+) normal Regio genetalia eksterna Inspeksi Palpasi Regio anal Inspeksi Rectal toucher : : Bentuk normal.

Laboratorium 9 Agustus 2012 Hemoglobin Leukosit Trombosit Hitung Jenis Masa Perdarahan SGOT SGPT Ureum Creatinine : : : : : : : : : 5. Keganasan dengan vesicolithiasis multiple .6 gr/dl 8.4 RESUME Pasien datang ke RSUAM dengan keluhan nyeri pada daerah suprapubik setiap kali berkemih sejak 1 bulan yang lalu.pasien merasakan adanya nyeri yang menjalar dari daerah suprapubik ke pinggang kiri. Keluhan sulit untuk memulai 7 .Ultrasonografi 14 Agustus 2012 : Massa Dinding VU susp. Pasien juga mengeluhkan adanya kencing bercampur darah .Pemeriksaan Penunjang .000 0/0/0/85/11/4 3’ 14 U/L 6 U/L 29 1. Keluhan kencing yang tersendat-sendat disangkal pasien.500 /ul 375.

Keluhan mual muntah disangkal pasien. Keganasan dengan vesicolithiasis multiple - Laboratorium 9 Agustus 2012 Hemoglobin Leukosit Trombosit : : : 5.000 8 .Ultrasonografi 14 Agustus 2012 : Massa Dinding VU susp.mengeluarkan urin saat berkemih disangkal pasien.500 /ul 375.70 C 169 cm 54 kg Cukup Pemeriksaan Penunjang . Pasien mempunyai riwayat operasi kista ovarium 3 bulan yang lalu Status Present Keadaan umum Kesadaran Tekanan darah Nadi Pernapasan Suhu Tinggi badan Berat badan Keadaan gizi : : : : : : : : : Tampak sakit sedang Compos mentis 150/90 mmHg 72x/mnt 20x/mnt 36.6 gr/dl 8. Keluhan demam disangkal pasien.

Tumor Servix Diagnosis Kerja : Carcinoma Buli – Buli Penatalaksanaan 1. Ureter.Batu Ginjal. Buli . Umum Diet Tinggi kalori dan tinggi protein 2. Medika Mentosa Kalnex amp per 8 jam Ranitidin 2x1 Paracetamol 3x1 9 .4 Diagnosis Banding : .Hitung Jenis Masa Perdarahan SGOT SGPT Ureum Creatinine : : : : : : 0/0/0/85/11/4 3’ 14 U/L 6 U/L 29 1.

Rencana terapi Kemoterapi FAC 5FU 750 mg Doxorubicin 80 mg Cyclofosfamid 800 mg FOLLOW UP Tanggal Keluhan 14 Agustus 2012 kencing mengeluarkan darah.50 C Paracetamol 3x1 10 .RR .Suhu Pemeriksaan fisik Status Lokalis 100/60mmHg IVFD RL 20 tts/menit 62 x/menit Kalnex amp 3x1 24 x/menit Ranitidin 2x1 36.TD Penatalaksanaan : .Nadi .80 C Paracetamol 3x1 110/70mmHg IVFD RL 20 tts/menit 80 x/menit Kalnex amp 3x1 22 x/menit Ranitidin 2x1 36.3. nyeri suprapubik saat berkemih Vital Sign : . nyeri suprapubik saat berkemih 15 Agustus 2012 kencing mengeluarkan darah.

Kanker vesika urinaria dapat kapiler. Karsinoma buli-buli merupakan 2 % dari seluruh keganasan. Adapun yang berperan dalam masalah ini adalah sel basal. bergantung padaapakah kandung kemih dalam keadaan distensi atau tidak. Didaerah sistoma dapat menyebabkan kanker skuamosa. dan merupakan keganasan kedua terbanyak pada sistem urogenitalia setelah karsinoma prostat. inilah yang akan menutupi sel intermediate. Di daerah industri kejadian tumor ini meningkat tajam. Derajat keganasan ditentukan oleh tingkat differensiasi dan penetrasi ke dalam dinding atau jaringan sekitar vesika urinaria. Epitel transisional terdiri dari 4-7 lapisan sel epitel ketebalan lapisan tergantung dari tingkatdistensi vesika urinaria. Penyebabnya dapat bermacam – macam dan tersering adalah akibat faktor pekerjaan. noduler.I. 11 . sel intermediate. ulseratif atau infiltratif. Keganasan pada vesika urinaria menempati urutan kedua setelah keganasan prostat. PENDAHULUAN Tumor ganas vesika urinaria sekitar 90% adalah karsinoma sel transisional dan 10%adalah ca skuamosa dan jarang sekali adenokarsinoma yang berasal dari jaringan urakus. Tumor ini dua kali lebih sering menyerang pada pria daripada wanita. sel superficial.

kantong ini menampung produk ekskresi dari ginjal melalui ureter dan mengeluarkannya melalui uretra. Anatomi: 12 . Tinjauan Pustaka KARSINOMA BULI-BULI Buli-buli (Vesica Urinaria/Bladder) Definisi: Kantong muskulomembranosa yang terletak di bagian anterior rongga panggul. II. yang merupakan penampung kemih.Kanker buli – buli merupakan penyebab kematian ke enam dari seluruh penyakit keganasan di amerika serikat.

dan dapat pula menyebar ke organ-organ sekitar seperti dinding abdomen. Terjadinya tumor ini banyak di hubungkan dengan 13 . pelvis dan KGB. Di daerah industri kejadian tumor ini meningkat. namun dapat terjadi penyebaran hingga jaringan otot.Karsinoma buli-buli merupakan 2% dari seluruh keganasan. tetapi tumor ini mempunyai sifat rekurens yang tinggi. Karsinoma buli-buli biasanya dijumpai sebagai tumor yang superficial dan pada umumnya belum disertai metastasis. dan merupakan keganasan kedua terbanyak pada system urogenitalia setelah karsinoma prostate. hati. Meskipun kebanyakan karsinoma buli-buli perkembangannya lambat. Tumor ini dua kali lebih sering menyerang pria daripada wanita. Kemudian akan menyebar ke lapisan lainnya yaitu lapisan dinding otot. Karsinoma buli-buli biasanya mulai muncul dari lapisan terdalam di buli-buli yaitu lapisan sel transisional. tulang dan KGB. dan dapat terjadi metastase ke paru-paru.

3. pemakaian zat pemanis buatan. opium. pabrik kulit.kebiasaan merokok.aminobifamil). pemanis buatan yang mengandung sakarin dan siklamat. infeksi saluran kemih telah diketahui bagwa kuman-kuman E. Perokok Resiko untuk mendapatkan karsinima buli-buli pada perokok adalah 26 kali lebih besar dibandingkan dengan bukan peroko. pabrik korek api. Pekerjaan. dan kontak lama dengan zat-zat kimia pewarna. bahan karsinogen berupa amin aromatic dan 14 . kopi. tekstil. 4. dan pekerja pada salon/pencukur rambut sering tepapar oleh bahan karsinogen berupa senyawa amin aromatik (2-naftilamin.coli dan Proteus spp menghasilkan nitrosamin dan amin aromatik. bahan-bahan karet dan kulit. laboratorium. 2. dan obat antituberkulosis INH dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan resiko timbulnya karsinoma buli-buli. Beberapa factor resiko yang mempermudah seseorang menderita karsinoma buli-buli adalah : 1. bensidin. fenasetin. serta pemakaian obat-obatan siklofosfamid yang diberikan intravesika. Pekerja-pekerja di pabrik kimia (terutama pabrik cat). Rokok mengandung nitrosamine. pemanis buatan . Etiologi dan Faktor resiko Keganasan buli-buli terjadi karena induksi bahan karsinogen yang banyak terdapat di sekitar kita. dan obat-obatan Kebiasaan mengkonsumsi kopi. dan 4.

dan tulang. Penyebaran limfogen menuju kelenjar limfe perivesika. ureter. otot.90%) tumor buli-buli adalah karsinoma sel transisional. Jenis Histopatologi Sebagian besar (+/. paru-paru. Tumor ini bersifat multifokal yaitu dapat terjadi di saluran kemih yang epitelnya terdiri atas sel transisional yaitu di pielum. dan iliaka komunis. iliaka eksterna.2%). sedangkan jenis yang lainnya adalah karsinoma sel skuamosa (+/10%) dan adenokarsinoma (+/.Bentuk Tumor Karsinoma buli-buli yang masih dini merupakan tumor superficial. obturator. dan lemak perivesika yang kemudian menyebar langsung ke jaringan sekitarnya. sedangkan penyebaran hematogen paling sering ke hepar. Di samping itu tumor dapat menyebar secara limfogen maupun hematogen. 15 . Tumor ini lama kelamaan dapat mengadakan infiltrasi ke lamina propria. atau uretra posterior.

16 . mammae. Pada beberapa kasus sistisis glandularis kronis dan akstrofia vesika pada perjalanannya lebih lanjut dapat mengalami degenerasimenjadi adenokarsinoma buli-buli. dan (3) terjadi pada seluruh proses miksi (hematuria Total). tumor sekunder yang bersal dari fokus metastasis dari organ lain. Karsinoma sel skuamosa Karsinoma sel skuomosa terjadi karena rangsangan kronis pada buli-buli sehingga sel epitelnya mengalami metaplasia berubah menjadi ganas. diantaranya adalah prostat. dan endometrium. Urakhus persisten (yaitu merupakan sisa duktus urakus) yang mengalami degenerasi maligna menjadi adenokarsinoma. Rangsangan kronis itu dapat terjadi karena infeksi saluran kemih kronis. diantaranya adalah : 1. Gejala klinis Perlu diwaspadai jika seorang pasien datang dengan mengeluh hematuria yang bersifat: (1) tanpa disertai rasa nyeri (painless). batu buli-buli. ovarium. 3. dan biasanya terdapat di dasar dan di fundus buli-buli. dan pemakaian obat-obatan siklofosfamid secara intravena. 2. primer terdapat pada buli-buli.Adenokarsinoma Terdapat 3 grup adenokarsinoma pada buli-buli. rektum. lambung. (2) kambuhan (intermittent).

Pada karsinoma buli-buli dengan ukuran yang lebih besar dapat menyebabkan obstruksi ureter. Adanya anemia dan uremia adalah merupakan pertanda dari late-stage karsinoma buli-buli. Pada karsinoma buli-buli dapat juga dijumpai adanya gejala iritatif akibat dari pertumbuhan tumor tersebut. Hematuria dapat menimbulkan retensi bekuan darah sehungga pasien datang meminta pertolongan karena tidak dapat miksi. Derajat invasi tumor (stadium) Penentuan derajat invasi tumor berdasarkan sistem atau berdasarkan penentuan stadium dari marshall : TNM Tis Ta 0 0 Marshall Uraian Karsinoma in situ Tumor papilari non 17 . pasien akan merasakan keluhan nyeri di pinggulnya. Bila tumor telah menyebar ke jaringan sekitar. Selain itu.Kasinoma buli-buli pada stadium awal jarang sekali menimbulkan keluhan. Karsinoma buli-buli yang telah mengalami invasi progresif metastase dapat menyebabkan pasien kehilangan berat badan dan merasa lemah. sehingga menimbulkan keluhan nyeri pinggang. Gejala iritasi ini biasanya timbul pada kasus Ca in situ atau Tis. Gejala yang paling sering ditemukan adalah hematuria mikroskopik maupun maupun makroskopik tanpa disertai rasa nyeri yang sifatnya kambuhan dalam beberapa bulan. metastase dari karsinoma buli-buli dapat menimbulkan gejala sekunder berupa nyeri pelvis atau adanya edema tungkai akibat dari penekanan aliran limfe oleh massa tumor atau oleh kelenjar limfe yang membesar di daerah pelvis.

invasif T1 T2 T3a T3b A B1 B2 C Invasi submukosa Invasi otot superfisial Invasi otot profunda Invasi jaringan lemak prevesika T4 N1-3 D1 D1 Invasi ke organ sekitar Metastasis ke limfonudi regional M1 D2 Metastasis hematogen 18 .

19 .

invasi otot yang lebih dalam perluasan lewat dinding buli-buli Tumor sudah melewati struktur sebelahnya tumor mengadakan invasi ke dalam prostate. pemeriksaan bimanual di bawah anestesi umum dan biopsy atau transurethral reseksi. cystoscopy. ditentukan melalui : Pemeriksaan klinis. Lymfe regional tidak dapat ditemukan tanpa tanda-tanda pemebsaran kelenjar lymfe regional pemebsaran tunggal kelenjar lymfe regional yang homolateral pembesaran kontralateral atau bilateral atau kelenjar lymfe regional yang multiple masa yang melekat pada dinding pelvis dengan rongga yang bebeas antaranya dan tumor pemebesaran lkelenjar lymfe juxta regional 2. M = minimal yang ditetapkan kel. JEWTT dengan modifikasi STRONG-MARSHAL untuk menentukan operasi atau observasi : 1. tak dapat dilaksanakan 20 Mx = . lympgraphy. urography. pada pemeriksaan bimanual indurasi atau masa nodular yang bergerak bebeas dapat diraba di buli-buli.Staging dan klasifikasi Klasifikasi DUKE-MASINA. Tis = Tx = To = T1 = T2 = T3 = T3a= T3b= T4 = T4a= T4b= carcinoma insitu (pre invasive Ca) cara pemeriksaan untuk menetapkan penyebaran tumor. uroghrafy. T = Pembesaran local tumor primer. N = metastase jauh termasuk pembesaran kelenjar limfe yang jauh Pemeriksaan klinis . tak dapat dilakukan tanda-tanda tumor primer tidak ada pada pemeriksaan bimanual didapatkan masa yang bergerak pada pemeriksaan bimanual ada indurasi daripada dinding bulibuli. Pembesaran secara klinis untuk pemebesaran kelenjar limfe pemeriksaan kinis. uterus vagina tumor sudah melekat pada dinding pelvis atau infiltrasi ke dalam abdomen. thorax foto. dan test biokimia kebutuhan cara pemeriksaan minimal untuk menetapkan adanya metastase jauh. operative Nx = No = N1 = N2 = N3 = N4 = 3.

M1 = M1a= M1b= M1c= M1d= adanya metastase jauh adanya metastase yang tersembunyi pada test-test biokimia metastase tunggal dalam satu organ yang tunggal metastase multiple dalam satu terdapat organ yang multiple metastase dalam organ yang multiple Palpasi Bimanual Palpasi bimanual pada saat sebelum dan sesudah reseksi tumor TUR bulibuli. Jari telunjuk kanan melakukan colok dubur atau vagina sedangkan tangan kiri melakukan palpasi buli-buli di daerah suprasimfisis untuk memperkirakan luas infiltrasi tumor (T). diperiksa pula : 1. 2. Antigen permukaan sel (cell surface antigen) 3. Laboratorium Selain pemeriksaan laboratorium rutin. 21 . Didapatkan hidroureter atau hidronefrosis merupakan salah satu tanda adanya infiltrasi tumor ke ureter atau muara ureter. Sitologi urine yaitu pemeriksaan sel-sel urotelium yang terlepas bersama urine. Flow cytometri yaitu mendeteksi adanya kromosom sel-sel urotelium Pencitraan Pemeriksaan PIV dapat mendeteksi adanya tumor buli-buli berupa filling defect dan mendeteksi adanya tumor sel transisional yang berada di ureter atau pielum.

Alternatif Terapi Setelah TUR buli-buli Stadium Tindakan Superfisial (stadium 0-A) TUR Buli/fulgurasi Instalasi intravesika Invasif (stadium B-0-D1) TUR Buli 22 . atau dengan Interferon. Radiasi eksterna 5. Siklofosfamid. Pada tindakan ini dapat sekaligus ditentukan luas infiltrasi tumor. Doksirubisin. Tidak perlu terapi lanjutan tetapi selalu mendapat pengawasan yang ketat. parsial. Terapi selanjutnya bergantung pada stadiumnya. Antara lain 1. terapi adjuvan dengan kemoterapi sistemik antara lain regimen Sisplatinum-Siklofosfamid adn Adriamisin (Cis C A).. Terapi Tindakan yang pertama kali dilakukan pada pasien karsinoma buli-buli adalah reseksi buli-buli transuretra atau TUR buli-buli. atau total. 4. BCG.CT scan atau MRI berguna untuk menentukan ekstansi tumor ke organ sekitarnya. Instilasi intravesika dengan obat-obatn Mitosin c. 5 Floro Uracil. 3.atau wait and see. 2. Sistektomi radikal.

Diversi urine kontinen : yaitu mengganti buli-buli dengan segmen ileum dengan membuat stoma yang kontinen (dapat menahan urine pada volume tertentu). Cara ini sekarang tidak banyak dipakai lagi karena banyak menimbulkan penyulit. Urine kemudian dikeluarkan melalui stoma dengan melakukan kateterisasi mandiri secara berkala.antara lain : 1. Cara diveri ini yang terkenal adalah cara Kock Pouch dan indiana pouch. 4. Konduit usus : yaitu mengganti buli-buli dengan ileum sebagai penanmpung urin.Sistektomi atau radiasi Metastasis (Stadium D2) Adjuvantivus kemoterapi Radiasi paliatif Diversi Urine Sistektomi radikal adalah pengangkatan buli-buli dan jaringan sekitarnya (pada pria berupa sistorostaktomi) dan selanjutnya aliran urine dari ureter dialirkan melalui beberapa cara diversi urine. Teknik ini 23 . Diversi Urine Orthotopic : adalah membuat neobladder dari segmen usus yang kemudian dilakukan anastomosis dengan uretra. karena berkemih melalui uretra dan tidak memakai stomayang dipasang di abdomen. Ureterosigmoidostomi : yaitu membuat anastomosis kedua ureter ke dalam sigmoid. Konduit ini diperkenalkan oleh bricker pada tahun 1`950 dan saata tidak banyak dikerjakan lagi karena tidak praktis. 2. Teknik ini dirasa lebih fisiologis untuk pasien. 3. sedangkan untuk mengeluarkan urine dipasang kateter menetap melalui sebuah stoma.

Tahun ke-II setiap 4 bulan sekali.pertama Hautmann. 24 . Jadwal pemeriksaan berkala itu pada : 1. 3. Tahun ke III dan seterusmnya setiap 6 bulan sekali. kali diperkenalkan kemudian oleh camey dengan oleh berbagai dan kekurangannyadan disempurnakan Studer Kontrol berkala Semua pasien karsinoma buli-buli harus mendapatkan pemeriksaan secara berkala dan secara rutin dilkukan pemeriksaan klinis sitologi urine serta sistokopi. Tahun I dilakukan setiap 3 bulan sekali. 2.

di dapatkan kesimpulan sebagai berikut : 1. PENUTUP 3. Perokok. 4. 2. dan obat-obatan. kambuhan (intermittent). pemanis buatan. 5.1 Kesimpulan Dari pembahasan di dalam makalah ini.III. 25 . Faktor resiko yang mempermudah seseorang menderita karsinoma buli buli adalah Pekerjaan. Tindakan yang pertama kali dilakukan pada pasien karsinoma buli-buli adalah reseksi. 3. Sebagian besar (± 90%) tumor buli-buli adalah karsinoma sel transisional. buli-buli transuretra atau TUR Buli-buli. Kanker buli – buli adalah kanker yang mengenai organ buli – buli (kandung kemih). Infeksi saluran kemih Serta Kopi. Gambaran Klinis pada penderita Ca buli-buli adalah tanpa disertai rasa nyeri (painless). dan terjadi pada seluruh proses miksi (hematuria Total).

Smith’s General Urology Sixteenth Edition. 542-555 MD. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 1995. 2004. Sagung Seto. C. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta Purnomo. 3. 2. 342-363 R. Jadwal pemeriksaan berkala itu pada : 1. Edisi 9. Penerbit Binarupa Aksara. Basuki B. 26 . David. Jakarta 1995. Cetakan Pertama. 2003. Sabiston. Sjamsuhidajat. Tahun ke I di lakukan setiap 3 bulan sekali. Jakarta. Emil A et all. Buku Ajar : Onkologi Klinis Edisi 2. Jakarta Tanagho. Edisi Revisi. Way : Current Surgical Diagnosis & Treatment. 385-413 Desen. Jakarta 1997. Lawrence W.2008. The Mc-Graw-Hill Companies. sitology urine serta sistokopi. Dasar-Dasar Urologi Edisi Kedua . Tahun ke III dan seterusnya setiap 6 bulan sekali. 286 – 300. Wim de Jong : Buku Ajar Ilmu Bedah.6. Wan. DAFTAR PUSTAKA Bagian Bedah Staf Pengajar FKUI : Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. Tahun ke II setiap 4 bulan sekali. Pasien Carsinoma buli buli harus mendapatkan pemeriksaan secara berkala dan secara rutin di lakukan pemeriksaan klinis. United States. Buku Ajar Ilmu bedah. EGC.

27 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->